Home Blog Page 13560

Turman Siagian Sempat Peluk Anggi

MEDAN-Kematian Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Turman Siagian, cukup mengejutkan. Apalagi, dia ditemukan tewas setelah berduaan dengan teman kencannya di Hotel Aryaduta Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan, korban bersama teman wanitanya itu naik ke kamar 1186. Setelah di kamar tersebut korban sempat ngobrol dan memeluk teman wanitanya itu. Sekitar 15 menit kemudian korban masuk ke kamar mandi lalu teman wanitanya mendengar suara jatuh.

Lanjut Heru, begitu dilihat Anggi ternyata korban sudah tergeletak di lantai kamar mandi dengan keadaan kejang-kejang. “Anggi langsung menghubungi resepsionis dan tidak lama kemudian korban sudah meninggal dunia,” terang Heru saat memaparkan kronologis kejadian.

Menurut Heru, kasus kematian itu ditangani Mapolsekta Medan Baru yang telah melakukan olah TKP bersama tim identifikasi Polresta Medan. Menurut laporan yang diterima Heru dari Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander, petugas sudah mengamankan barang-barang berharga milik korban disaksikan oleh manajer Hotel Arya Duta. “Penyidik juga masih mencari tahu rekan-rekan korban yang sempat bersama di hotel itu melalui rekaman CCTV dari lobi sampai ke kamar korban,” ujarnya.

Lanjut Heru, jenazah korban sempat dibawa ke RS Pirngadi Medan untuk dilakukan visum dan otopsi guna mengetahui penyebab kematian. Namun, belakangan informasi yang diterima, keluarga korban yang berada di Bekasi tidak menginginkan jenazah diotopsi. Tetapi, visum sudah dilakukan tim dokter. “Keterangan dokter kematian itu karena penyakit jantung. Semalam sudah dibawa pulang jenazahnya ke Bekasi,” kata Heru.

Saat disinggung apakah penyakit jantung disebabkan korban meminum obat kuat, Heru menjawab mungkin saja. “Mungkin sekali karena itu, lantaran dia (korban) di kamar bersama teman wanita yang bukan isterinya,” kata Heru.

Keluarga Mengaku Ikhlas

Saat ini jenazah Turman masih disemayamkan di rumah duka, Kompleks Bulog, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Menurut pihak keluarga, Viktor Siagian, almarhum direncanakan akan dikebumikan pada Selasa (1/5) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Pihak keluarga sendiri mengaku ikhlas atas peristiwa ini. Apalagi dari hasil visum RS Pirngadi Medan yang mereka terima, dijelaskan jika almarhum meninggal karena serangan jantung. “Dari hasil visum disebutkan, itu karena jantung. Beliau adalah orang yang dihormati, walaupun masih muda,” ungkapnya, tidak mau menanggapi informasi miring seputar penyebab berpulangnya almarhum.

Demikian juga halnya dengan pihak Kemenparkraf sendiri, belum ada yang bersedia memberikan informasi terkait hal ini. Meski begitu, kehilangan sosok Turman tak bisa dihindarkan. “Kami dari keluarga merasa terpukul. Karena beliau meninggal secara mendadak. Beliau satu-satunya tulang punggung keluarga. Dari anak dan istrinya masih syok,” tambahViktor Siagian.

Informasi dihimpun Sumut Pos, Polsek Medan Baru masih memeriksa 1 orang saksi terkait kematian Turman. Adalah teman kencan almarhum, Anggi Murni (37), warga Jalan Tanjung Balai Payageli Medan yang diperiksa.

Untuk selanjutnya menurut Kapolsekta Medan Baru Kompol Dony Alexander , pihaknya akan memanggil Arni (35) yang mengenalkan korban dengan Anggi. Setelah itu pemeriksaan akan berlanjut pada pihak hotel seperti pihak sekuriti yang bertugas saat korban ditemukan tewas.

Warning buat Marie Pangestu

Tewasnya Turman di kamar hotel bersama wanita bukan istrinya, membuat Anggota Komisi X DPR, TB Dedi S Gumelar buka suara. Politisi yang juga dikenal dengan nama Miing ini, melalui Sumut Pos di Jakarta menyatakan bela sungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Meski begitu, dia mengatakan kematian Turman adalah sebuah warning bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Marie Elka Pangestu. “Jadi pemimpin itu sebenarnya, harus tahu prilaku anak buahnya,” kata Miing, kemarin.

Seorang menteri menurut Miing, harus bisa menekankan pada bawahan, betapa pentingnya menjaga nama baik korps di mana ia bernaung. “Apalagi kalau dalam posisi tengah menjalankan tugas yang diamanatkan,” tambahnya.

Untuk itu di tengah keprihatinannya, Miing berharap setidaknya lewat peristiwa ini, para pimpinan dapat semakin menekankan fungsi pembinaan bagi para bawahan. Pria yang duduk di komisi yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan ini sebenarnya mengaku, tidak ingin mengomentari hal ini terlalu jauh. Karena masalah ini lebih merupakan urusan pribadi. Sehingga akan terasa sulit untuk menanggapinya. Apalagi sebagai anggota dewan, mereka lebih berperan pada pengawasan kebijakan. “Jadi ini merupakan hak dan tanggung jawab atasannya untuk menilai. Cuma memang saya kira kalau memang beliau pejabat, sudah berkeluarga, lalu menggunakan obat-obatan, pokoknya susah deh untuk mengomentarinya. Karena ini kan urusan pribadi,” ungkapnya. (gir/gus/adl)

May Day & Deg-degan

Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Hari ini, puluhan pengusaha barangkali lagi deg-degan. Betapa tidak, 1 Mei alias May Day (bukan May Day yang menjadi sinyal tanda bahaya standar internasional, Red), adalah hari buruh sedunia yang kerap ditandai dengan aksi demo besar-besaran.

Kaum pengusaha deg-degan, takut kalau-kalau buruh bersikap anarkis dan merugikan perusahaan, atau berhasil memperjuangkan kenaikan upah hak cuti ini itu, hak memperoleh bonus ini itu yang semuanya menjadi mimpi buruk bagi pengusaha.

Masyarakat umum juga deg-degan. Takut fasilitas umum dirusak atau terganggu, takut jalanan jadi macet akibat arak-arakan buruh yang berjejalan naik truk lengkap dengan yel-yelnya, takut bersenggolan dengan iring-iringan sepeda motor yang dikendarai tanpa helm lengkap dengan ikat kepala atau ikat lengan, yang semuanya menyiratkan kesan: kami siap melawan!

Barangkali, kaum buruh awalnya tidak berniat mengedepankan image negatif dalam aksi-aksi mereka. Namun harus diakui, beberapa kali aksi buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka kerap diwarnai aksi yang mengganggu kenyamanan masyarakat umum. Salahsatu contoh nyata adalah kemacetan lalu-lintas yang acap terjadi saat buruh arak-arakan di jalan raya.

Di balik seluruh aksi kaum buruh yang membuat pengusaha dan masyarakat umum deg-degan tersebut, sebenarnya terselip sebuah pesan humanis dan politik: Buruh juga manusia dan memiliki kekuatan.”

Buruh juga adalah manusia yang berhak untuk hidup sejahtera. Meski hanya kelas pekerja, buruh juga ikut memajukan perekonomian sebuah bangsa, sekaligus mampu melumpuhkan ekonomi bangsa jika melakukan pemogokan. Karena itu, jangan sepelekan buruh.

Awalnya, May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Pada perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat, terjadi pengintensifan jam kerja ayng tidak manusiawi, upah yang minim, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik.

Diperlakukan tidak manusiawi seperti itu, kalangan kelas pekerja pun melawan. Muncullah pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat pada tahun 1806. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan menuntut pengurangan jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:: “Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu di mana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.”

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan “’May Day”’, diperingati oleh kaum buruh di berbagai Negara.

Di Indonesia sendiri, hari Buruh mulai diperingati tahun 1920. Namun pada masa pemerintahan Orde Baru, gerakan Buruh dilarang di Indonesia, karena dihubungkan dengan paham komunis.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Dari sekedar menuntut pengurangan jam kerja dan kenaikan upah, tuntutan buruh berkembang seiring kebutuhan zaman. Beragam tuntutan menjadi agenda gerakan buruh. Namun intinya adalah peningkatan kesejahteraan. Karena buruh juga manusia. Dan memiliki kekuatan. Karena itu, jangan pernah anggap enteng kekuatan buruh. (*)

 

Gabungkan Kecanggihan Alat dan Insting Reserse

Laboratorium Cybercrime Bareskrim Polri Terbesar Se-Asia

Penipuan kartu kredit, situs video porno, atau ancaman bom dengan SMS kini bisa dilacak hanya dalam hitungan menit oleh polisi. Dari ruang steril di lantai 4 gedung Bareskrim Mabes Polri, operasi dikendalikan oleh para jagoan cyber.

RIDLWAN-AGUNG PUTU-DHIMAS G, Jakarta

Pelataran Mabes Polri sudah sepi. Jam dinding di ruang kerja Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Sutarman bergerak pelan mendekati angka 8. Namun, jenderal kelahiran Solo, Jateng, itu belum beranjak dari kursinya.

“Bapak sering pulang larut, sampai jam 10  malam,” bisik staf pribadi Sutarman kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) Rabu (25/4) malam lalun
Sejurus kemudian, Sutarman menyambut dengan ramah. Jenderal bintang tiga itu tersenyum dan memberikan isyarat untuk menunggu. Dia masih sibuk menandatangani berkas-berkas di map merah dengan segel bertulisan ‘Segera’ dan ‘Rahasia’.

Sekitar sepuluh menit, mantan Kapolrestabes Surabaya itu berdiri, lalu menjabat tangan dengan akrab. “Biasa saja, kita bekerja tiap hari memang harus dituntaskan. Sampai malam ya nggak apa-apa,” katanya.

Malam itu Sutarman sedang memantau perkembangan kasus pencurian pulsa oleh provider telepon seluler. “Sebentar lagi kami akan menahan beberapa orang,” ungkapnya.

Pencurian pulsa itu berhasil dibongkar oleh tim Cybercrime Bareskrim Polri. “Sampai saat ini baru satu operator (Telkomsel, Red) yang kita sidik. Kalau nanti ada dari operator lain, kita juga akan tangani,” ujarnya.

Tak hanya soal content provider, cybercrime juga berhasil menangkap para peretas (hacker) database Telkomsel yang berhasil menjebol pengamanan server. Jumlahnya tujuh orang. Mereka kini ditahan di Bareskrim Polri.

“Mereka ini pintar-pintar sekali. Bayangkan, mereka bisa membobol pengamanan hingga tujuh gate (lapis pengaman, Red). Tapi, ya tetap kalah pintar dari penyidik saya,” tutur Sutarman dengan bangga.

Kejahatan digital atau cybercrime menjadi salah satu fokus Bareskrim sekarang. “Kasus kejahatan komputer ini banyak modusnya. Misalnya, pemesanan barang lewat internet. Duit sudah dikirim, ternyata barang tidak sampai,” terangnya.

Sutarman mencontohkan salah satu laporan dari pengusaha di Swiss yang tertipu dalam jual beli batu bara via internet. Dalam beberapa kasus, internet juga jadi ajang pemerasan. Misalnya, koleksi foto atau video yang bocor di e-mail yang kemudian menjadi bahan ancaman. “Semuanya itu bisa dilacak. Tidak ada kejahatan yang tidak meninggalkan jejak,” ujar alumnus Akpol angkatan 1981 tersebut.

Namun, kepiawaian dan alat canggih saja tak cukup, insting reserse juga diperlukan. “Di sini nilai unggul kita. Kombinasi antara insting seorang reserse dan perangkat modern,” ujar Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mencontohkan saat anak buahnya melacak sebuah laporan pemerasan melalui e-mail. “Ketika ditelusuri, ternyata beralamat di sebuah warung internet. Aktivitasnya juga ada pada jam-jam tertentu di malam hari,” katanya. Sutarman lalu menelepon Kapolres setempat. “Saya perintahkan untuk datang ke warnet itu, lalu periksa orang yang sedang online di sana,” ujarnya.

Rupanya, hanya satu orang yang sedang online, yakni si penjaga warnet. “Ya sudah, tangkap saja, periksa dulu,” kata Sutarman. Insting Sutarman sebagai reserse tepat. “Setelah diinterogasi, benar dia yang memeras. Jadi, memang harus ada kombinasi insting dan alat,” lanjutnya.

Maraknya kejahatan melalui komputer sudah diramalkan suami Elly Sutiarti itu sejak lima tahun yang lalu. Sutarman memaparkannya dalam buku tentang e-commerce. Mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid tersebut optimistis, tidak ada kejahatan cyber yang tak bisa dilacak. “Kalau alat saya ini masih 4 G, lima tahun lagi memang harus diperbarui karena kejahatan digital ini juga tiap hari makin canggih,” ujarnya.

Salah satu prestasi lain cybercrime adalah melacak jejak terdakwa kasus korupsi wisma atlet M Nazarudin yang kabur ke Kolombia Agustus lalu. “Ketika dia ada komunikasi live melalui Skype ke TV One, langsung kami lacak,” tuturnya. Hasil penelusuran, komunikasi tersebut dilakukan Nazaruddin di Dominika. “Malam itu juga saya perintah tim untuk berangkat mengejar ke sana,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

Laboratorium cybercrime Polri adalah yang terbesar di Asia. Letaknya di lantai 4 gedung Bareskrim. Tak sembarang orang bisa masuk ke ruang kedap itu. Bahkan, polisi biasa (non penyidik cybercrime, Red) harus punya izin khusus dari Kabareskrim agar bisa masuk.

Sutarman mengungkapkan, fasilitas yang ada di laboratorium itu adalah sumbangan dari Australian Federal Police (AFP). Nilainya sekitar 20 juta dolar Australia (AUD). “Alhamdulillah, tidak ada sepeser pun uang negara (APBN) yang digunakan, namun sangat bermanfaat,” ucapnya.

AFP terkesan dengan penanganan kasus-kasus terorisme di Indonesia. Terutama penanganan Bom Bali 1 2002 yang banyak memakan korban warga negara Australia. “Mereka kagum dengan reserse kita yang dengan alat seadanya bisa menemukan sasis mobil yang dipakai Amrozi mengebom,” kata jenderal berputra tiga (Devina, Dicki, dan Danny) itu.

Sutarman menunjukkan ruang demi ruang. Misalnya, ruang training yang terdiri atas 12 tempat duduk dan satu tempat duduk bagi trainer. Ruang yang luasnya separo lapangan voli itu dilengkapi komputer dengan layar LCD 21 inci.

Di lorong terdapat layar yang dipasang di ruang server. Juga, ada peta yang menampilkan polda-polda yang sudah terintegrasi. “Lima belas polda sudah masuk jaringan kita. Semua terhubung,” ujar Kanit IV Subdit Cybercrime Bareskrim AKBP Heru Yulianto yang mendampingi Sutarman.
Di laboratorium itu juga ada ruang investigasi dengan 18 tempat duduk. Jika ada sebuah kasus yang terlacak, mereka langsung berkoordinasi dengan satuan kewilayahan di dekat TKP untuk melakukan penangkapan. “Penyidik cybercrime itu duduk saja di depan komputer, nanti di lapangan sudah ada yang menangkap,” jelas Sutarman.

Ada juga dua ruang interogasi yang didesain transparan. Suasananya nyaman. Ada karpet dan dilengkapi pendingin ruang. Di ruang interogasi itu ada hiasan dinding bermotif modern minimalis. “Sekarang sudah tidak zamannya bandit digebuki,” kata Sutarman. Bahkan, hacker-hacker yang ditangkap Polri akan diubah jadi tenaga ahli. “Kita akan rekrut mereka,” ujarnya.

Saat ini ada 27 penyidik di cybercrime. Sebagian besar mendapatkan pelatihan di luar negeri. Dengan kemampuan yang dimiliki, para penyidik tersebut tentu rawan godaan. “Memang bisa saja ada bisikan nakal. Tapi, kalau mereka lakukan itu, pasti ketangkep,” tegas Sutarman. Dia yakin, anak buahnya di cybercrime tak akan berbuat menyimpang. “Mereka ini darahnya Bhayangkara, ada semangat korsa. Ini yang jadi pegangan kita untuk terus mengabdi,” tandasnya. (*)

Perekaman E-KTP Lampaui Target

JAKARTA – Target perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) untuk gelombang pertama yang ditenggat 30 April 2012, telah melampaui target. Untuk 197 kabupaten/kota yang memulai perekaman e-KTP sejak 2011 hingga 30 April 2012, ditargetkan bisa merekam 67 juta e-KTP.

Mendagri Gamawan Fauzi menyebutkan, target tersebut telah tercapai.  “Target hingga April 2012 tercapai dan program reguler tetap jalan,” kata Gamawan Fauzi di Jakarta, Senin (30/4). Yang dimaksud program reguler adalah perekaman e-KTP yang melewati 30 April 2012.

Dia menyebutkan, hingga Sabtu (28/4), perekaman e-KTP sudah mencapai target. Secara resmi, Gamawan akan melaporkan pencapaian target perekaman e-KTP pada hari ini (1/5).

Sementara, Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menyatakan, perekaman e-KTP sudah melampuai target.  Dia menyebutkan angka 67,2  juta, pada 25 April 2012.  Angka itu tidak termasuk perekaman e-KTP yang dilakukan oleh sejumlah kabupaten/kota yang menjalankan program ini di 2012. Jika yang gelombang II ikut dihitung, jumlahnya total sudah mencapai 71,2 juta.

Dia mengatakan, penambahan angka secara drastis terjadi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu (29/4). Ini terjadi setelah 2.386 kecamatan ditelepon satu per satu oleh tim dari Kemendagri, minta data terakhir. Diduga, karena ada telepon ini, ribuan kecamatan itu ngebut melakukan perekaman.
“Dalam sehari bisa tambah satu juta,” ujar Donny, panggilan akrabnya. (sam)

Tiga Ledakan Dahsyat Guncang Syria

Sehari setelah Tim  Pemantau PBB Tiba

DAMASKUS- Belum ada tanda-tanda bahwa kekerasan di Syria bakal mereda. Sebaliknya, intensitas dan skala konflik antara oposisi dan pasukan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad justru meningkat.  Dua ledakan bom yang cukup dahsyat mengguncang Kota Idlib, barat daya Syria, kemarin (30/4). Sedikitnya, 20 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Mayoritas korban adalah anggota pasukan keamanan Syria.

Insiden itu justru terjadi hanya sehari setelah kedatangan tim pemantau PBB yang dipimpin Mayjen Robert Mood. Tim tersebut membawa misi untuk memantau gencatan senjata di antara kubu yang bertikai di Syria. Gencatan itu disepakati sesuai dengan proposal damai yang digagas oleh Kofi Anna, utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Syria.

Rami Abdel Rahman, pimpinan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), kelompok aktivis oposisi Syria yang berpusat di Inggris, mengatakan bahwa dua ledakan yang terjadi dalam waktu beruntun itu meluluhlantakkan sejumlah bangunan. “Ledakan itu menarget dua markas aparat keamanan. Yang pertama menghancurkan markas intelijen angkatan udara dan yang lainnya mengenai markas intelijen militer,” katanya.

Tetapi, laporan para aktivis berbeda dengan pernyataan pemerintah Syria dan dikutip oleh stasiun televisi nasional. Televisi Syria melaporkan bahwa korban tewas berjumlah delapan orang, termasuk warga sipil. Puluhan lainnya luka dalam dua ledakan di dua lokasi di Hananu Square, Jalan Carlton, Idlib. Berita televisi tersebut menyatakan bahwa teroris berada di balik serangan bom tersebut.

Tayangan televisi juga menunjukkan ceceran darah di lokasi ledakan. Sekelompok orang yang marah mengutuk serangan tersebut dan menyatakan dukungan mereka atas rezim Assad. “Inikah kebebasan yang mereka inginkan?” teriak seorang pria sambil berdiri di dekat perempuan yang menggendong anak dengan darah mengalir di bagian depan wajahnya.

Salah satu gedung yang menjadi target serangan tersebut luluh lantak. Sejumlah mobil di sekitarnya hancur atau rusak berat akibat kerasnya ledakan.
Sebuah ledakan besar lainnya, yang diperkirakan akibat bom mobil, juga terjadi di kawasan Qudsiya, dekat Kota Damaskus. Namun, belum diketahui jumlah korban dalam insiden tersebut. (afp/rtb/bbc/cnn/cak/dwi/jpnn)

Sejuta PNS Wajib Didiklat

JAKARTA – Upaya mengasah profesionalisme PNS sehingga tercipta birokrasi yang bersih, kompeten, dan beriklim melayani terus digenjot Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Caranya dengan merancangan diklat sejuta PNS. Diklat ini wajib dilakukan meskipun anggaran yang tersedia minim.

Keterangan ini disampaikan langsung oleh Menpan-RB Azwar Abubakar ketika membuka diklat anaslisi jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK) di Pandeglang, Banten kemarin (30/4). “Tidak ada uang bukan alasan untuk tidak mendiklat PNS,” tutur menteri asal PAN itu.

Menurut Azwar, penyakit laten aparatur PNS yang cenderung bersikap layaknya penguasa bukan pelayan, serta kompetensi yang kurang disebabkan karena lemahnya perhatian pada pendidikan dan pelatihan PNS. Melalui diklat sejuta PNS ini, diharapkan PNS-PNS di seluruh nusantara semakin terdidik dan terlatih.

Menteri yang juga mantan anggota DPR itu merasa miris ketika melihat jomplangnya perbandingan anggaran diklat pengawai dengan anggaran perjalanan dinas. Dia mengatakan, anggaran perjalanan dinas secara nasional bisa mencapai Rp 18 triliun. Sebaliknya anggaran untuk diklat PNS secara nasional hanya Rp 2,5 triliun.

Dengan alokasi anggaran tadi, alasan tidak ada uang untuk menggelar diklat bagi Azwar sudah terbantah dengan sendirinya. “Solusinya adalah anggaran belanja perjalanan dinas harus ditekan atau dipotong,” tandasnya. Setelah itu, hasil penekanan anggaran belanja perjalanan dinas itu digiring masuk untuk biaya diklat pegawai.

Keruhnya cermin penganggaran ini, dianalogikan Azwar seperti keluarga yang setiap bulan mengajak anak-anaknya bertamsya. Bulan ini ke Merak, bulan selanjutnya ke Ancol, dan bulan-bulan berikutnya ke tempat rekreasi lain secara terus menerus. “Keluarga seperti ini bukan keluar yang baik. Tapi keluarga yang biadab,” tandasnya.

Dia mengatakan, rekreasi bagi keluarga itu cukup setahun dua kali. Selebihnya anggaran digunakan untuk dana sekolah anak-anaknya. Sehingga bisa menjadi investasi masa depan untuk si anak sendiri.
Terkait dengan pelaksanaan diklat sejuta PNS, sudah dikoordinasikan dengan pimpinan Lembaga Administasi Negara (LAN) beserta jajarannya. (wan/jpnn)

Kapal Meledak di Qatar, 4 WNI Tewas

QATAR- Sebuah kapal boat meledak di kilang minyak di lepas pantai Qatar Minggu (29/4). Enam orang tewas, empat di antaranya dilaporkan warga negara Indonesia.

Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, kepada wartawan, Senin (30/4).

Dia mengatakan, insiden naas itu terjadi di lepas pantai Ras Laffa. KBRI di Doha menginformasikan bahwa empat orang WNI meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. “Saat ini jenazah sedang disemayamkan di rumah sakit al-Khor, sekitar 60 kilometer dari Doha. Staf kedutaan sedang menuju ke sana, mungkin sudah tiba,” kata Tene.

Tene mengaku, belum mendapatkan konfirmasi nama-nama korban yang tewas. Namun, dia mengatakan mereka adalah pegawai perusahaan tugboat Nakilat SvitzerWijsmuller Qatar.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Kedutaan Besar Qatar belum dapat dihubungi untuk mendapat konfirmasi lebih lanjut. (net)

Golkar Jangan Buru-buru Capreskan Ical

JAKARTA – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris mengatakan di negara demokrasi tidak ada hak istimewa ketua umum (ketum) partai secara otomatis jadi calon presiden (capres). Termasuk di Partai Golkar.

Karena itu, menurut dia, harus dibuka kesempatan bagi figur atau tokoh di luar ketua umum yang mampu dan layak untuk ikut bersaing sebagai capres.
“Jika ketua umum ngotot dan tidak bisa dihindari lagi, itu berarti di dalam partai sudah menguat apa yang disebut oligarki. Kekuasaan ketum dan lingkungan terdekatnya sudah menguasai Golkar,” kata Syamsudin Haris kepada wartawan, usai diskusi di gedung Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin (30/4).

Dia mengaku heran melihat kecendrungan elit Partai Golkar yang memelihara oligarki.(fas/jpnn)

Tangkap Anas Urbaningrum

JAKARTA – Politisi Partai Gerindra, Permadi bersama sejumlah organisasi seperti Pejuang 45 dan KPA kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/4).

Mereka datang ke gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said untuk memberikan dukungan kepada Pimpinan KPK Abraham Samad agar segera menuntaskan kasus-kasus besar seperti skandal Bailout Century dan proyek Hambalang.

Pada kesempatan itu, Permadi meminta KPK segera menangkap Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Menurut mantan politisi PDI Perjuangan itu, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, Anas Urbaningrum sudah jelas-jelas terbukti keterlibatannya dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang.

“Supaya ditahan orang-orang yang dalam fakta persidangan jelas terbukti. Mosok Wayan Koster dicekal, Anas dibiarkan bebas. Lebih banyak mana fakta persidangan yang menunjuk Anas dari Wayan Koster,” tegas Permadi.(fat/jpnn)

Menggeloranya Hari Buruh Internasional

Muchti Yuda Pratama

“Hidup buruh, hidup buruh.”

Itulah yel-yel yang sering kita dengar ketika para buruh mengadakan aksi tuntutan unjuk rasa pada pemerintah, apalagi menjelang Hari Buruh Internasional yang diperingati pada tanggal 1 Mei. Peringatan yang biasa dikenal dengan sebutan May Day merupakan puncak peringatan hak-hak buruh di seluruh belahan dunia. Pada hari tersebut, banyak unjuk rasa dan berbagai bentuk peringatan lain yang dilakukan oleh para buruh maupun aktivis pembela hak-hak buruh.

Menjelang Hari Buruh Internasional tersebut, bangsa Indonesia dikagetkan dengan meninggalnya tiga TKI di Malaysia akibat ditembak oleh Polisi Diraja Malaysia dan yang paling menyakitkan adalah organ tubuh TKI tersebut diambil untuk tranplantasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan sekarang telah gagal dalam memberikan perlindungan bagi kaum buruh Indonesia terutama Menakertrans, yang sibuk melakukan rencana perlindungan jika sudah jatuh korban dan belum mempunyai program yang jelas untuk melindungi TKI yang bekerja di luar negeri.

Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengungkapkan bahwa setiap tahun kaum buruh di seluruh Indonesia merayakan Hari Buruh International dan berbagai tuntutan yang disuarakan kaum buruh kepada pemerintahan SBY tidaklah pernah berubah, yaitu di antaranya perlindungan kepada TKI luar negeri, menjadikan Hari Buruh sebagai hari libur Nasional serta penghapusan sistem kerja kontrak dan menolak upah kerja murah serta Privatisasi BUMN.

Tetapi sampai sekarang tidak ada satupun tuntutan yang didengarkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan bahwa SBY telah mengingkari janji ketika dalam kampanye Pemilihan Presiden 2004 dan juga 2009 akan mensejahterakan kaum buruh. Tetapi bukan jadi halangan dan membuat bosan kaum buruh untuk terus menyuarakan tuntutan ketidakadilan yang selama ini menjadi tuntutan kaum buruh.

Arief juga menekankan bahwa pemerintahan SBY melalui menteri tenaga kerja dan transmigrasi hanya melakukan tindakan yang biasa saja dalam menghadapi tuntutan buruh menjelang Hari Buruh Internasional, yaitu mengumpulkan pimpinan buruh bersama institusi kepolisian dengan meniupkan janji pada kaum buruh. Sudah sepantasnya kaum buruh untuk ke depan dan jangan lagi mau berkompromi yang nyatanya tidak pernah berpihak pada kesejahteraan kaum buruh.

Menyikapi keadaan situasi nasional tentang nasib buruh ke depan, maka ada beberapa tuntutan yang disampaikan FSP BUMN Bersatu kepada pemerintahan sekarang dan mudah-mudahan dapat didengar dan dilakukan sebagai berikut :

  1. Memecat Menakertrans yang sudah gagal melindungi TKI di luar negeri terkait banyak kasus TKI yang dipancung, disiksa, dibunuh dan diperkosa.
  2. Untuk mencari sumber pendanaan APBN untuk mensusbsidi harga BBM agar tidak terjadi kenaikan, mendesak pemerintah SBY-Boediono segera menaikkan besarnya royalti sektor pertambangan dan pengenaan pajak karbon  yang harus didapatkan oleh pemerintah  setara dengan royalti yang didapat negara lainnya.
  3. Pemerintah harus memberikan sarana bantuan  kredit  murah untuk rumah buruh serta biaya kesehatan yang murah bagi kaum buruh akibat upah buruh murah yang diterapkan pemerintah SBY.
  4. Mendorong Jamsostek untuk membangun lebih banyak lagi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) murah di lokasi pusat industri yang banyak buruhnya.
  5. Selamatkan industri nasional dari kebangkrutan, berantas pungutan liar dan korupsi yang meyebabkan terhambatnya kesejahteraan buruh.
  6. Menolak privatisasi BUMN  dan menolak BUMN dijadikan tempat untuk korupsi berjamaah oleh parpol dan elit politik.
  7. Lengkapi TKI luar negeri dengan alat komunikasi berupa handphone seperti yang dijanjikan SBY ketika ada TKI yang disiksa di Arab Saudi.
  8. Hentikan  pengiriman TKI unskill ke luar negeri selama tidak ada perlindungan yang jelas dari negara dan negara tempat TKI luar negeri bekerja.
  9. Pemerintah harus menerbitkan Undang-Undang perlindungan bagi kaum petani dan nelayan agar kesejahteraan mereka terlindungi.
  10. Mencabut sistem kerja kontrak dan tolak upah buruh murah.

Harapan Menakertrans RI

Di samping itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs. Muhaimin Iskandar, M.Si meminta kepada serikat buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei 2012 ini dengan kegiatan bakti sosial. Karena pada tahun ini, pemerintah telah merealisasikan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh. Pemerintah telah mendirikan rumah susun sejahtera sewa untuk 5.600 buruh. Beliau mengatakan bahwa hal tersebut adalah contoh serius meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.

Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan bantuan transportasi untuk buruh dari rumah di basis industri ke lokasi kerja dan pemerintah juga akan membangun tiga rumah sakit buruh. Ini semua merupakan hadiah peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2012.

Untuk kesemuanya itu, beliau meminta para buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional dengan cara yang berbeda, yaitu memperingati Hari Buruh dengan damai, melaksanakan kegiatan bakti sosial dan aktivitas lain yang lebih tenang.

Penutup

Para buruh di berbagai belahan dunia serentak untuk memperingati May Day dengan berbagai tuntutan yang menjadi tugas pemerintah. Menggeloranya May Day bisa menjadi media evaluasi bagi sistem perburuhan dan atau ketenagakerjaan khususnya di  Indonesia sekaligus menjadi masukan positif bagi perbaikan di bidang tenaga kerja Indonesia.

Sebaliknya, May Day bisa menjadi dilema yang dihadapi negara dalam perubahan-perubahan yang lebih baik. Akankah negara tercinta mampu untuk terus berdiri dengan kokohnya atau malah menjadi semakin rapuh karena digerogoti oleh kepentingan politik semata? Pemerintahlah yang akan menjawabnya dengan tegas dan fasih. Untukmu para buruh, selamat Hari Buruh Internasional!

* Muchti Yuda Pratama ,
Dosen STIKes Medistra Lubuk Pakam