Home Blog Page 13560

Thunder Singkirkan Juara Bertahan

DALLAS-Oklahoma City Thunder menyingkirkan juara bertahan Dallas Mavericks dengan kemenangan sapu bersih 4-0. San Antonio Spurs juga tinggal sejengkal lagi mendepak Utah Jazz.

Pada game keempat mereka di American Airlines Center, Dallas, Minggu (6/5) pagi WIB, Thunder tampil gemilang menghadapi tuan rumah. Tertinggal 13 poin di sisa 10 menit pertandingan, tim asuhan Scott Brooks  berhasil membalikkan keadaan dan menang 103-97.

Dallas memimpin 86-73 setelah Jaseon Terry membuat 3-poin di sisa 9 menit 44 detik. Tim tamu bangkit dengan sangat hebat, dan di sisa 5:17 berbalik unggul 92-91, melalui slam dunk Serge Ibaka, setelah Russell Westbrook mencuri bola dari Dirk Nowitzki.

James Harden memotori kemenangan Thunder lewat 29 poin, Kevin Durant menambahkan 24 angka plus 11 rebound dan empat assist. Di kubu Mavericks, Nowitzki menjadi top skorer dengan 34 poin.

Thunder di babak selanjutnya akan bertemu pemenang partai LA Lakers kontra Denver Nuggets. Sampai game ketiga Lakers memimpin 2-1.
Kemenangan sapu bersih 4-0 Oklahoma City adalah kali pertama yang mereka lakukan di playoff sejak 1996. Ketika itu mereka berturut-turut mendepak Seattle SuperSonics di babak pertama dan Houston Rockets di  putaran kedua.

Dallas menjadi juara bertahan kedua dalam lima tahun yang disapu bersih oleh lawannya di putaran pertama playoff. Sejak 2006 mereka juga tak pernah kalah 0-4 dalam sistem best-of-seven, serta tak pernah kalah dalam empat pertandingan playoff secara berturut-turut.
Pada pertandingan lain San Antonio Spurs menang 102-90 atas Utah Jazz, dan mereka memimpin dengan skor 3-0. Tony Parker, salah satu kandidat kuat peraih gelar MVP musim ini, menjadi top performer Spurs berkat torehan 27 poin.

Dalam sejarah NBA, tidak ada tim mampu berbalik menang setelah tertinggal 0- di seri best-of-seven. Spurs bisa mempercepat langkahnya ke putaran kedua di game keempat mereka dua hari mendatang, masing di kandang Jazz. Kali terakhir kedua tim bertemu di playoff adalah di final wilayah Barat 2007. Spurs menang dan kemudian meraih gelar juara di musim itu. (bbs/jpnn)

Ambulans Terguling di Tol, Dokter & Perawat Luka-luka

MEDAN-Ban belakang pecah. Ambulans RS Sari Mutiara yang membawa dokter dan perawat itu langsung oleng. Suzuki carry pick up yang ada di sampingnya pun ditabrak. Keduanya terguling. Sembilan orang mengalami luka-luka.

Drama kecelakaan ini terjadi Jalan Tol Belmera, tepatnya dari arah Pintu Bandar Selamat menuju Amplas dan Tanjungmorawa. Ambulans milik RS Sari Mutiara dengan nomor polisi BK 1926 JT itu sejatinya mulai bergerak dari rumah sakit tersebut sejak pukul 08.00 WIB, Minggu (6/5). “Saya dan delapan orang petugas medis berangkat dari rumah sakit untuk ke Tanjungmorawa. Ada acara donor darah pada pukul sembilan pagi di klenteng yang ada di sana,” aku Sugianto (33), sang sopir ambulans saat berada di Rumah Sakit Sari Mutiara, kemarin.

Sugianto mengaku sama sekali tidak menduga ban belakang sebelah kanan pecah. Saat itu, mereka sedang melaju di KM 23. “Saat itu saya nggak langsung ngerem mobil, takutnya keadaan lebih bahaya. Tapi, saat itu di samping kami ada mobil carry pick up. Kami langsung menghantam carry pick up itu dan langsung terbalik. Saya juga heran, padahal ambulans dalam kondisi bagus dan saat itu saya nggak begitu kencang mengemudikannya,” jelas Sugianto.

Mobil carry pick up dikendarai Zulham (35) pun tidak bisa mengelak. Zulham dan seorang penumpang di mobil itu pun menjadi korban. Sementara, Sugianto tidak mengalami luka apapun. “Saat itu di jok depan mobil ada tiga orang. Saya, Dokter Syaiful dan Roni. Selebihnya di belakang. Tapi saya nggak apa-apa,” jelasnya.

Setelah itu, warga Jalan Jermal VI, Kelurahan Medan Denai, Kecamatan Denai, yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berhambutan. Pembatas tol pun di dilanggar demi menyelamati korban. Para korban (lihat grafis) langsung dilarikan ke RS Harapan Mama di Jalan Menteng 7 yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, seluruh korban di rujuk ke RS Sari Mutiara Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. Dua orang petugas medis yaitu Sriwahyuni dan Ramlah terpaksa mendapat perawatan di ICU karena terkena air panas yang mereka bawa didalam ambulans.

Roni (25) pegawai UTD RS Sari Mutiara yang mengalami luka gores di tangannya mengatakan, kejadian naas ini begitu cepat. “Mobil oleng sempat terseret. Karena kami tadi agak kencang, mobil kemudian terbalik. Ada sampai 3 atau empat kali mobil terguling,” katanya.

Direktur RS Sari Mutiara Medan, Dr Tuahman Purba mengaku petugas medis yang akan mengadakan acara donor darah sudah mendapatkan surat tugas. “Mereka diundang untuk membantu acara donor darah. Semua korban termasuk penumpang mobil carry pick up kita pindahkan ke RS Sari Mutiara Medan. Ada dua orang perawat yang mengalami luka cukup parah akibat terkena air panas. Jadi mereka saat ini dirawat di ruang ICU. Memang saat kejadian, petugas kita membawa air panas dalam termos dan sejumlah peralatan lainnya. Airnya tumpah dan mengenai tubuh dua perawat ini. Seluruh biaya perawatan mereka akan kita tanggung,” urai Tuahman.

Sementara Ketua Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Medan, Jan Lee yang membesuk para korban menyebutkan prihatin dengan kejadian ini. Akibat kecelakaan tersebut, kegiatan donor darah gagal dilaksanakan. “Jika melihat dari keadaan mobil ambulansnya yang ringsek, harusnya korban mengalami luka parah. Tapi untung saja semua korban hanya luka ringan,” ungkapnya.

Terpisah, Kanit Lantas Percut Sei Tuan, AKP Maju Harahap mengatakan saat ini kedua mobil diamankan di Unit Lantas Percut. Kondisi kedua mobil dalam keadaan ringsek. “Beberapa orang saksi termasuk sopir ambulans sudah kita mintai keterangannya. Seluruh korban hanya mengalami luka ringan dan dirawat di RS Sari Mutiara Medan. Kita masih melakukan pengembangan mengenai penyebab kecelakaan, apakah ada faktor lain, kita lihat saja nanti,” tegasnya. (mag-11/ari/adl)

Puting Beliung Hantam 86 Rumah

Angin Berputar Selama Empat Puluh Menit

MEDAN- Angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi pada, Minggu (6/5) sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan 50 rumah hancur. Sebelumnya, 36 rumah juga porak-poranda karena sebab yang sama. Total, ada 86 rumah yang hancur di empat desa di Kabupaten Deliserdang yang berdekatan Medan.

Dari informasi yang dihimpun Sumut Pos tadi malam, di Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang ada 30 unit rumah dari dusun I-Vn
yang mengalami rusak. “Itu data yang masih kami terima dari setiap dusun,” kata Suprayanto, Kepala Desa Medan Krio di kediamannya Jalan Bengawan, Medan Sunggal.

Dijelaskannya, dari 30 unit rumah yang rusak terdiri dari 18 rumah yang parah dengan kondisi atap rumah terbang semua dan batu dinding rubuh. Sedangkan 12 unit rumah rusak lagi dengan kondisi rusak ringan. “Paling hanya  beberapa sengnya saja yang lepas, itupun masih data awal. Kita masih terus menunggu laporan dari setiap perwakilan dusun untuk melaporkan berapa unit rumah warga yang rusak,” ucapnya lagi.

Sedangkan di Dusun VIII, Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, atau disebut dengan Kampung Karo sediktinya ada 20 unit rumah dan satu sekolah SD Tekad Mulia di Jalan Kompos, Desa Pujimulyo rusak parah.

Menurut informasi dari warga sekitar, ada 15 rumah warga yang mengalami rusak parah dengan kondisi rumah semipermanen; terbang dari posisi awalnya. Ditambah lagi dengan satu sekolah yang kondisi lima kelas bangunan ambruk. Sedangkan 5 rumah warga lainnya mengalami rusak sedang.
“Wah, kalau data sampai saat ini, masih 20 rumah ditambah satu sekolah SD, Bang. Kita belum melakukan pengecekan ke dusun lainnya. Bisa saja lebih dari 20 rumah Bang karena sudah malam,” ucap Legio, warga sekitar.

Selain rumah, puluhan pohon besar tumbang dihantam puting beliung. Papan reklame di Jalan TB Simatupang, tepatnya di Simpang Pinang Baris, juga tumbang.

Iwan (25) warga Desa Medan Krio mengatakan peristiwa angin beliung beserta hujan deras tersebut cukup mengerikan. “Hi, ngeri, seperti kiamat, Bang,” jelas Iwan.

Dijelaskannya, saat itu selesai adzan magrib, awan sudah hitam. Tiba-tiba datang angin dengan kekuatan yang sangat kencang berputar-putar naik keatas. “Tidak pernah seperti ini di tempat kami. Baru kali ini kejadian ada angin besar berputar-putar membawa seluruh sampah berputar-putar ke atas,” jelasnya lagi.

Dikatakannya, angin berputar-putar dengan kecepatan stabil dalam durasi cukup lama. “Lumayan lama angin muter, ada sekitar 40 menit  muter-muter anginnya, Bang,” bebernya.

Jumat Lalu, 36 Rumah Lain Sudah Jadi Korban

Sebelumnya, dua desa di Deliserdang juga dihajar angin tersebut. Tepatnya pada Jumat (4/5) sekira pukul 16.30 WIB. 36 rumah porak-poranda akibat angin tersebut. 14 rumah berada di Dusun II, Desa Patumbak II, Pasar IV, Kecamatan Patumbak dan 22 rumah lainnya di Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa.

Kepala Dusun II, Desa Patumbak II, Saptono menyebutkan 10 rumah rusak parah, dan 4 rumah rusak ringan. Selain itu, 1 buah tiang listrik tumbang.
Dikatakannya lagi, dari peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan tenda-tenda penampungan bagi warga yang rumahnya rusak telah disediakan. Terpisah, Kapolsek Patumbak, AKP Triyadi yang juga turun ke lokasi mengawasi serta mengamankan apabila terjadi tindakan yang tak diinginkan seperti penjarahan, dan lain sebagainya.

Terpisah, di Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjungmorawa, 22 penghuni rumah yang rusak langsung diungsikan ke pos-pos bencana alam yang didirikan oleh kader Ampi, Tanjungmorawa. (adl/smg)

Wali Kota Medan: Menjalin Sinergitas dan Soliditas

Olahraga Bersama TNI, Polri dan Pemko Medan

Ribuan orang dari unsur  TNI, Polri, dan PNS di lingkungan Pemko Medan berolahraga bersama di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (4/5) pagi. Kegiatan yang digelar untuk meningkatkan sinergitas dan soliditas ini juga menyuguhkan hiburan serta pembagian hadiah menarik (lucky draw).

Hadir dalam olahraga bersama itu Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dan Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Pangdam TNI I/BB Mayjen TNI Lodewijk F.Paulus, Pangkosek Hanudnas III Marsekal (Pnb) Yuyu Sutisna SE.

Kemudian Wakapoldasu Brigjen Cornelius Hutagalung, Sekda Medan Ir Syaiful Bahri. Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang dan Dandim 0201/BS Letkol Inf Donita Hutabarat.

Selain itu sejumlah petinggi di Poldasu, Kodam I/BB, staf Pangkosek Hanudnmas III, Lantamal Belawan serta Staf Ahli, Asisten serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan

Wali Kota Medan, Rahudman mengatakan acara olahraga bersama ini didukung Kapoldasu dan Pangdam I/BB bertujuan untuk melahirkan kebersamaan antara Pemko Medan dengan aparat TNI dan Polri.

Artinya, sinergitas tersebut mampu membangun kerjasama dan koordinasi yang baik dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif, khususnya di Kota Medan.

“Saya, Polresta Medan dan Dandim 0201/BS bertangungjawab penuh secara kewilayahan di Kota Medan. Untuk itu kami mengucapkan terima kepada Pangdam I/BB dan Kapoldasu karena telah ikut mengapresiasikan olahraga bersama yang digelar hari ini.  Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan selalu terbina hubungan yang  baik antara satuan dengan satuan dan pemerintah,” kata Rahudman.

Menurut Rahudman, seluruh instansi terkait bersama Pemko Medan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
”Saya tidak akan bisa berbuat apa-apa di Kota Medan ini tanpa dukungan kita semua, termasuk staf sekecil apapun, tenaga karyawan apapun, karena TNI dan Polri bagian yang ikut mensukseskan pembangunan di Kota Medan,” ucapnya.

Wali Kota juga menyebutkan bahwa kegiatan senam pagi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh setiap instansi setiap Jumat-nya.
“Kegiatan ini dilakukan dengan berkeliling setiap Jumat, kegiatan ini untuk membangun silaturahmi dengan staf Pemko Medan sehingga terbangun harmonisasi dengan lainnya, tidak ada jarak antara staf dengan pimpinan, kita lakukan komunikasi,” ungkapnya.

Kapoldasu, Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro mengungkapkan olahraga bersama dilaksanakan betujuan untuk menjalain kebersamaan antara TNI, Polri dan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Tingkat Dua (Pemko Medan). Apalagi TNI, Polri dan Pemko Medan  dibantu masyarakat baru saja melaksanakan tugas yang cukup berat yakni melakukan pengamanan atas aksi unjukrasa kenaikan harga BBM dan peringatan Hari Buruh (May Day) dengan baik dan penuh profesional.

“Jadi hari ini kita sengaja menghibur prajurit TNI, Polri, Pemko Medan dan masyarakat,” ujar Wisjnu.
Menurut Wisjnu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dan soliditas diantara TNI, Polri dan Pemko Medan. Karenanya, orang nomor satu di Poldasu ini menginginkan agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin sehingga hasilnya mampu menjadikan Kota Medan  semakin aman dan kondusif.

Usai melaksanakan senam aerobic yang dimulai pukul 07.00 WIB ini, baik Pangdam, Kapoldasu, Pangkosek, Walikota, Wakil Walikota, Sekda Medan  serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sarapan bersama. Dilanjutkan acara hiburan dengan menampilkan live musik serta drum band. Setelah itu diteruskan dengan pembagian hadiah lucky draw. Selain dua unit sepeda motor sebagai hadiah utama, juga disediakan televisi, kulkas dan 100 sepeda.(adl)

Kelurahan Babura Gotong Royong Bersama Warga

MEDAN- Kelurahan Babura Kecamatan Medan Baru, Sabtu (5/5) pukul 08.30 WIB menggelar gotong-royong massal bersama warganya di Jalan Sei Batang Kuis dan Jalan Sei Beras. Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan demi menggalakkan kebersihan yang ada di Kelurahan Babura sendiri.
“Kita sengaja rutin melakukan gotong-royong di Kelurahan Babura bersama warga. Kita ditunjukkan dari kecamatan sebagai salah satu kelurahan yang menjadi contoh untuk penilaian tim kebersihan untuk Kota Medan,” ujar Lurah Babura Ahmad Zukri Alrasyid, SSos.

Dikatakannya, gotong-royong dilakukan dengan cara  pembersihan drainase, mencabut rerumputan dan menata keindahan lingkungan dengan cara membersihkan sampah yang berserakan. “Allhamdulillah, warga sangat antusias berpartisipasi langsung menata keindahan lingkungan,” bilangnya
Amin Nursiwan, warga Lingkungan 9  Kelurahan Babura mengatakan, kegiatan dilakukan pihak kelurahannya sangat baik. Kata dia, kegiatan ini membawa manfaat bagi warga. Manfaatnya adalah lingkungan bersih, pemandangan asri, sehingga enak dilihat mata tentu menimbulkan kesehatan.  “Saat ini penatan dan kebersihan yang ada di Kelurahan Babura sudah sangat baik sekali,” bilangnya

Amin menyatakan siap melakukan apa saja untuk menata keindahan yang ada di lingkungannya atau di Kelurahan Babura. “Setiap hari Minggu juga dilakukan gotong royong. Kami selaku warga siap berpatisipasi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Helmi Nasution. “Kiranya gotong royong ini dapat terus dilakukan setiap minggu,” bilangnya.
Dilanjutkannya, ia bersama warga lain berjanji selalu menjaga keindahan dan kebersihan di lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya dengan jam yang telah ditentukan oleh pihak kelurahan yakni pada pukul 07.00 Wib. “Yang pasti, selaku warga kelurahan Babura, kita tetap menjaga keindahan lingkungan. Sebab, lingkungan bersih, kita bisa terhindar dari penyakit,” ujarnya.(omi)

Medan Labuhan Lakukan Penanaman Pohon

MEDAN-Gerakan bersih dan penghijauan dilakukan di Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (4/5) pukul 13.00 Wib. Penanaman pohon ini dilakukan di Jalan Yos Sudarso Medan.  “Tujuan dari kegiatan penanam pohon ini untuk penghijauan sekaligus mengatasi banjir. Penghijauan juga demi keasrian dan keindahan,” ujar Camat Medan Labuhan Zain Noval, SSTP.

Dia mengakui, bahwa kegiatan penanaman pohon dan gerakan bersih-bersih untuk mendukung program Wali Kota Medan menjadi Kota Medan menjadi bersih dan terbebas dari sampah dan asri. “Tentunya langkah yang dilakukan bapak Wali Kota Medan sangat baik. Untuk itu, kami menata dan melakukan langkah yang diprogramkan bapak Wali Kota Medan itu,” terangya.

Dikatakannya, gerakan bersih tersebut salah satunya dengan gotong royong, membuat tong sampah, lalu meletakkannya di setiap lingkungan serta di pinggiran jalan yang ada di kawasan Kecamatan Medan Labuhan.

“Tong sampah yang kita letak di setiap lingkungan itu dan di pingiran jalan bertujuan untuk menggerakkan warga masyarakat agar tersadar membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarang di pinggiran jalan,”katanya.

Sampah-sampah yang berada di dalam tong sampah itu nantinya, lanjut Zain Noval, akan diangkut pada pagi hari oleh Dinas Kebersihan Kota Medan. Kemudian, pada siang hari sampah malam hari, sampah akan dilakukan penyisiran oleh petugas kebersihan dari pihak kecamatan atau kelurahan.
Untuk itu, dia berharap kepada warga sekitar agar selalu membuang sampah pada tempatnya. “Kebersihan untuk milik bersama-sama. Bukan untuk pihak kecamatan atau pribadi. Bila lingkungan bersih, kehidupan dan pikiran kita pun bersih,” pungkasnya. (omi)

Jenny vs Nikita Saling Buka Borok

Tak puas, berseteru di lokasi syuting dan perang kicauan di twitter,   Jenny Cortez versus Nikita Mirzani malah saling memaki dan kian kasar. Dua artis baru berlabel bom seks itu terus saling mengatai dan membuka borok satu sama lain.

“Aku main film dari 2009, Air Terjun Pengantin. Kalau dia kan artis satu bulan dikenal sebagai perebut suami orang. Jadi masyarakat juga tahu lah, siapa sih yang sebenernya mendongkrak popularitas,” tuding Jenny.

Aku di sini bukan masalah bersaing. Aku baca salah satu media online, dia bilang, nggak selevel, cuma artis baru, mau mendongkrak popularitas lewat namanya dia. Aduh nggak banget deh,” papar Jenny.

Bintang film Pengakuan Seorang Pelacur itu menilai Nikita punya pribadi yang aneh. Ia pun menyarankan Nikita untuk ikut ritual joget gaya monyet agar otaknya sadar. Waduh!

“Sebenarnya, kita berdua nggak masalah, tapi Nikita yang mulai duluan,” ungkapnya.

Sedangkan Nikita menilai, pertengkaran terjadi karena disulut Jenny yang merasa dinomorduakan dalam film tersebut. Berbeda dengan Jenny yang justru menganggap Nikita punya kepribadian yang yang tak disukai banyak kru film.

“Satu omongan yang paling nggak suka, pas dia bilang, gue bisa pecahin kepala lu pake botol,” kisah Jenny.

Sebaliknya, Nikita merasa tak pernah punya masalah berarti. Namun, ia menilai Jenny terlalu alay. “Mungkin juga gara-gara peran. Saya kan orang baru, dia orang lama. Dan, gara-gara Bahasa Inggris, dia nggak bisa kan,” sindir Nikita.

Keduanya memang terlibat dalam sebuah produksi film layar lebar. Dalam film tersebut, Nikita jadi bintang utamanya, sedangkan Jenny sebagai pemeran pembantu.

“Itu semua hanya sekadar settingan untuk menaikkan film. Saya juga tak pernah mengenal Jenny Cortez,” akunya.
“Ya sudah dari situ saya pun nggak mau ngeladeni, daripada buang-buang waktu. Tanpa sensasi pun saya bisa maju kok,” lanjut wanita yang pernah mengaku simpanannya komedian Indra Birowo ini. (rm/jpnn)

Tanamkan Jiwa Sportivitas Sejak Dini

Turnamen Futsal Antar Pelajar SMP/MTS se-Kecamatan Medan Amplas Memperebutkan Piala Bergilir Camat

Turnamen Futsal Perdana Piala Bergilir Camat Medan Amplas yang dilaksanakan 5-6 Mei di Lapangan Futsal Jalan Garu III Ujung Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, dibuka langsung Camat Medan Amplas Emir Mahbob Lubis SSTP MAP.

Tendangan bola pertama langsung ke arah gawang disaksikan Sekretaris Camat Medan Amplas A Barli M Nasution SSTP MSi, Kepala Seksi Trantib Joni, Lurah Harjosari I Rojob Hasibuan SSos, Lurah Sitirejo II Drs Suharto P Hasibuan, Lurah Timbang Deli Hermanto, Lurah Bangun Mulia Halomoan Pangaribuan SE, 25 Tim Futsal dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTS, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (5/5). Pertandingan awal antara tim futsal MTSN 1 Medan  V SMP Harapan Mandiri dimenangkan oleh SMP Harapan Mandiri dengan hasil (5-1).

Dalam sambutan Camat Medan Amplas Emir Mahbob Lubis SSTP MAP mengatakan perlunya sejak dini ditanamkan jiwa sportivitas dalam berolahraga bagi para pelajar guna menjauhi maraknya penggunaan narkoba, tindakan kriminalitas, ajang kompetisi, dan saling kenal diantara sesama, sehingga mereka nantinya dapat termotivasi dan berpikir positif sebagai generasi muda penerus bangsa,” katanya.

Ia juga memberikan hadiah bagi para juara I,II,III,IV  berupa piala bergilir, uang pembinaan, medali dan trophy berkat adanya kerjasama antara pihak Kecamatan Medan Amplas dengan Forum Komunikasi Peduli Olahraga yang beranggotakan para guru olahraga SMP/MTS di Medan Amplas.

Ketua Panitia Syafrizal SPdi didampingi Sekretaris Azrai SPdi dan Bendahara Ridwan Saleh SPdi  menyampaikan, kegiatan ini diikuti  tim perwakilan dari SMP/MTS yang ada di Kecamatan Medan Amplas, di antaranya MTS Guppi, MTSN 1 Medan, SMP Harapan Mandiri, SMP Budi Mulia Medan, SMP Al Wasliyah 27, Bimbel Primagama, SMPN 2 Medan, SMP Al Wasliyah 8, MTS TPI Medan, SMP Kebangsaan, MTS Mualimin, MTS PGA, MTS Nurhasanah, SMPN 6 Medan, SMPN 15 Medan, SMP Parulian, SMP Nurhasanah, SMP Abdi Sukma, SMP Al Wasliyah 4 dan SMPN 4 Medan.

Akhirnya turnamen futsal yang digelar dari (5-6) Mei dimenangkan oleh Tim SMP Negeri 2 Medan (Juara I ), untuk juara II SMP Parulian 3, juara III SMP Kebangsaan dan Juara IV SMP Budi Mulia, masing-masing pemenang menerima Piala Bergilir, Medali, Trophy dan Uang Pembinaan yang di berikan Camat Medan Amplas Emir Mahbob SSTP MAP di lapangan futsal jalan Garu III Ujung Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, Minggu (6/5).(*)

Gatot jadi Gubsu Penuh, Kubu Syamsul Was-was

JAKARTA-Gatot Pujo Nugroho akan segera menduduki kursi Sumut 1 secara permanen. Namun, Gatot harus sabar, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Meski begitu, terdengar kabar kalau pejabat ‘kubu’ Syamsul Arifin mulai waswas.

Menyusul keluarnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) Kamis (3/5) pekan lalu yang menghukum Syamsul Arifin enam tahun penjara, langkah Gatot menjadi Gubsu penuh tak terhalang lagi. Hanya saja, sesuai mekanisme yang diatur di UU Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 6 Tahun 2005, Kepres pengangkatan Gatot menjadi gubernur Sumut definitif baru akan keluar setelah ada paripurna DPRD Sumut.

Mengenai posisi Syamsul, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, memastikan Mendagri Gamawan Fauzi akan langsung mengusulkan ke presiden untuk penerbitan Kepres pemberhentian tetap Syamsul dari jabatannya sebagai gubsu. “Setelah kita mendapatkan salinan putusan atau petikan putusan yang sudah incrach itu,” terang Donny, panggilan akrabnya, kepada Sumut Pos, Minggu (6/5).

Bisa saja, lanjutnya, agar bisa cepat mendapatkan salinan putusan atau petikan putusan dimaksud, kemendagri berkoordinasi dengan MA.
Terpisah, Kabiro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansur, menjelaskan, memang untuk proses eksekusi tak harus menunggu salinan putusan. Tapi, bisa cukup dengan petikan putusan. “Kalau menunggu salinan putusan bisa lama, bisa dua minggu baru ada salinan putusan,” ujar Ridwan. Dia mengingatkan, jika ada upaya hukum Peninjauan Kembali (PK), maka tidak boleh menghalangi eksekusi.

Kembali ke Donny, dia juga memastikan tidak akan terpengaruh jika ada upaya PK dari Syamsul. “Sekiranya ada PK, PK tidak bisa menghalangi eksekusi,” tegas Donny.

Soal mekanisme pengangkatan Gatot sebagai gubernur Sumut definitif, dijelaskan Donny, prosesnya baru bisa dimulai setelah keluar Kepres pemberhentian tetap Syamsul. Begitu Kepres sudah keluar dan diterima mendagri, maka oleh mendagri akan dikirim Kepres itu ke Pemprov Sumut dan DPRD Sumut. Dengan dasar telah adanya Kepres pemberhentian tetap Syamsul itu, maka DPRD Sumut menggelar sidang paripurna untuk mengusulkan Gatot sebagai gubernur definitif.

Usulan itu disampaikan DPRD kepada presiden melalui mendagri. Oleh mendagri, usulan diproses dan diteruskan ke presiden untuk selanjutnya dikeluarkan Kepres pengangkatan Gatot sebagai gubernur Sumut definitif.

“Jadi, untuk pemberhentiannya (Syamsul) tak perlu proses di DPRD, tapi untuk penetapan wakil gubernur menjadi gubernur harus melalui DPRD. Itu semua diatur di UU Nomor 32 Tahun 2004 dan PP Nomor 6 Tahun 2005,” terang Donny.

Namun demikian, dia memastikan prosesnya tidak akan lama. “Seperti kasus Agusrin (Agusrin Nadjamuddin, gubernur Bengkulu, Red), wakilnya naik juga tak lama,” imbuhnya.

Beberapa cantelan hukum proses penetapan Gatot jadi gubernur, antara lain pasal pasal 30 ayat (2) UU Nomor 32 Tahun 2004. Lalu, Pasal 31 ayat (10) dan UU Nomor 32 Tahun 2004, Pasal 35 ayat (1).  Selanjutnya, pasal 35 ayat(2) yang berbunyi: apabila terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan, kepala daerah, mengusulkan 2 (dua) orang calon wakil epala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Hanya saja, untuk ketentuan pasal 35 ayat (2) ini tidak akan diterapkan. Pasalnya, sisa masa jabatan pasangan Syamsul-Gatot kurang dari 18 bulan, terhitung bulan ini hingga 16 Juni 2013 mendatang.

“Sekarang beliau (Gatot, Red) definitif. Namun, tidak akan didampingi Wagubsu karena batas 18 bulan, sisa periode jabatan untuk seorang gubernur definitif setelah menyandang status Pelaksana Tugas (Plt) atau juga Penjabat (Pj), sudah lewat. Praktis sekarang tinggal 14 bulan, hingga akhir periodisasi jabatan Gubsu 2008-2013,” terang Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga saat dimintai tanggapannya, terkait jabatan Gubsu definitif tersebut.
Kaitan dengan masalah tersebut, juga dibenarkan oleh salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, Turunan B Gulo. Dimana pelantikkan akan tetap dilakukan, hanya saja jabatan Wagubsu akan kosong hingga akhir periode jabatan Wagubsu. “Ya, akan ditetapkan dan dilantik jadi Gubsu. Tapi, sampai habis masa jabatan kosong posisi wagub,” tuturnya.

Kapan pelantikan tersebut bisa digelar? Terkait hal itu, Turunan tidak bisa memastikannya karena segala keputusan yang berkaitan dengan itu, merupakan wewenang dari Kemendagri. “Ya, tergantung Mendagri. Intinya, sudah bisa dilantik pasca putusan MA,” cetusnya.

Pejabat ‘Kubu’ Syamsul Was-was

Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan, Dadang Darmawan menegaskan, sudah sebaiknya Kemendagri menyegerakan proses penetapan tersebut. Karena banyak sekali kebijakan yang belum bisa dijalankan oleh Pemprovsu dikarenakan Gubsunya belum defenitif.

Pengamat politik lainnya, Rafdinal mengemukakan yang berbeda. Menurutnya, situasi terkini tersebut bisa membuat pejabat yang dekat dengan Syamsul menjadi waswas. “Memang sudah santer terdengar akan ada isu mutasi, khususnya untuk kalangan pejabat yang dekat dengan Syamsul Arifin,” katanya.
Meski begitu, Rafdinal tidak mengatakan ini karena faktor suka atau tidak suka. “Ini didasarkan penilaian kinerja. Tidak ada istilah pihak sana atau pihak sini. Kalau itu dilakukan, sama saja Gatot menunjukkan kalau dia pemimpin satu golongan, bukan pemimpin rakyat Sumut,” sarannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Suherman yang dikonfirmasi Sumut Pos, mengaku dirinya belum mendengar adanya rencana pemutasian pejabat di Pemprovsu. “Ya, sudah definitif. Dan SK nya nanti yang menerima adalah bagian Otonomi Daerah (Otda) Provsu. Pekan ini beliau (Gatot, Red) akan ke London, Inggris. Mungkin pelantikannya setelah kembali dari London itu. Soal mutasi, saya belum dengar. Belum ada masuk ke pihak kami,” ungkapnya.

Namun, Suherman sempat mengakui, ada isu atau rumor yang menyatakan, sebagian pejabat di Pemprovsu adalah orang dekat Syamsul Arifin dan ada juga yang tidak. “Ya, memang ada. Tapi saya belum tahu, ada atau tidaknya mutasi pejabat,” katanya lagi.   (sam/ari/ril)

DPP Golkar Balas Ancam Hardi Cs

JAKARTA-Ancaman Hardi Mulyono Cs yang akan menggugat  Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar bila Surat Keputusan (SK) pencopotannya sebagai Sekretaris DPD Golkar Sumut, tidak digubris DPP. Sebaliknya, DPP Golkar malah balik mengancam Hardi. Jabatan Hardi sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut pun terancam.

“Saya harap saudara Hardi Mulyono menenangkan diri dulu, supaya lebih konsentrasi di fraksi. Sudahlah, tenang dulu, dukunglah pengurus yang baru hasil revitalisasi ini. Bila tetap melawan, ya malah terjadi hal yang tidak kita inginkan. Ya, dia bisa di-PAW (pergantian antarwaktu, Red), karena PAW itu hak DPP,” ujar Wakil Sekjen DPP Golkar Leo Nababan kepada Sumut Pos, Minggu (6/5).

Mengenai ancaman gugatan Hardi bila SK pencopotannya sebagai sekretaris Golkar Sumut diterbitkan, Leo pun dengan enteng menanggapi, bahwa proses revitalisasi pengurus partai merupakan kewenangan DPP. “Dan SK sudah keluar, sudah saya sampaikan ke beliau (Hardi),” imbuh Leo.

Terkait tuduhan Hardi bahwa ada orang nonkader Golkar yang tak punya Kartu Tanda Anggota (KTA) masuk kepengurusan baru, Leo enggan memberikan tanggapan. Lagi-lagi, Leo minta agar Hardi saat ini tenang-tenang saja, jangan terus membuat perlawanan.

Mengapa perubahan pengurus ini tak sekalian saja dilakukan lewat Musdalub, toh putusan hukum incrach Ketua DPD Golkar Sumut nonaktif Syamsul Arifin sudah keluar? Dengan gaya kalimat khas politisi, Leo malah mengatakan, justru proses revitalisasi kepengurusan ini atas permintaan kelompok yang dimotori Hardi Mulyono. Jadi, revitalisasi kepengurusan Golkar Sumut untuk menuruti aspirasi Hardi dkk. “Yang buat surat (minta revitalisasi pengurus, Red) itu ‘kan Hardi,” ujarnya.

Lah, bukankah yang diminta kubu Hardi penggantian Andi Ahmad Dara sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut? Lagi-lagi Leo balik menyalahkan Hardi dkk. Menurutnya, tidak bisa Hardi dkk mendesak-desak DPP untuk mencopot Adey – panggilan Andi Ahmad Dara – lewat mekanisme Musdalub.
Alasan Leo, Adey ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut itu berdasar SK DPP. Jadi, tidak bisa dilengserkan dengan Musdalub. Kalau posisi Syamsul, bisa diganti dengan Musdalub. “Jadi salah tembak dia (Hardi),” cetus Leo.

Tak Ada Musdalub Dalam Waktu Dekat

Lantas, kapan digelar Musdalub karena toh putusan Syamsul dinyatakan bersalah sudah incrach? DPP rupanya berubah sikap. Jika sebelumnya, baik Leo maupun Adey sendiri dengan tegas menyatakan Musdalub akan digelar jika sudah ada putusan incrach Syamsul, kini pernyataan itu tak ada lagi.
Leo mengatakan, kepengurusan yang baru hasil revitalisasi perlu diberi waktu dulu untuk bekerja. “Jadi, saya pastikan tidak akan ada Musdalub dalam waktu dekat. Buat judulnya, tidak ada Musdalub dalam waktu dekat,” ulang Leo.

Berarti tidak konsisten? Leo tak menjawabnya. Dia mengatakan bahwa dalam perkembangannya, terjadi revitalisasi kepengurusan Golkar Sumut. Berkali-kali dia katakan, pengurus baru harus diberi kesempatan untuk bekerja dulu. Dia pun tak menyebutkan tenggat waktu digelarnya Musdalub.

Terkait konflik Golkar Sumut ni, Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan kepada Sumut Pos menuturkan, berdampak signifikan pada prosesi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang, terlebih soal pencalonan.

“Saya kira, Ketum Golkar Abu Rizal Bakrie sedang menunjukkan kewenangannya, dengan memecat mereka yang nyata menentang Plt Ketua DPD Golkar Sumut, Aday. Tentu ini akan mengubah secara signifikan, arah Golkar Sumut dalam Pilgubsu nanti. Di mana Abu Rizal Bakrie lah yang akan menentukan cagubsu dan mengamankan Golkar Sumut, untuk pencalonan Ical pada pilpres 2014 ke depan,” ungkapnya.

Hal senada juga dikemukakan pengamat politik lainnya, dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rafdinal. Dikatakannya, sangat erat kaitannya antara Pilgubsu 2013 dan Pilpres 2014 mendatang. Ada indikasi, seandainya tidak dilakukan pemecatan terhadap fungsionaris DPD Golkar Sumut, yang dinilai pembangkang, bisa jadi Ical beranggapan akan sulit mendapat dukungan suara dari Sumut di Pilpres nanti.

Terlebih, telah terjadi friksi-friksi di DPP Golkar, antara Ical dan Akbar Tanjung. Apalagi, Akbar Tanjung relatif memiliki nama besar di Sumut. Namun, sambungnya, sebenarnya pada persoalan isu revitalisasi yang ada, tidak perlu sampai ada pemecatan baik kepada Hardi Mulyono dan fungsionaris lainnya.

Mulkan Ritonga, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar yang juga masuk dalam struktur kepengurusan DPD PG Sumut pascarevitalisasi, enggan mengomentari soal isu pemecatan atau PAW terhadap Hardi Mulyono. “Saya tidak tahu soal itu. Kebetulan saya lagi di luar kota. Dan tidak mungkinlah, saya mengomentari itu,” akunya kepada Sumut Pos yang mengkonfirmasinya melalui seluler. (sam/ari)