Home Blog Page 13561

Hari-hari Hamil Tua di Pabrik Gula

Manufacturing Hope

Dahlan Iskan,   Menteri Negara BUMN

Hari-hari ini situasi pabrik gula kita seperti menghadapi istri yang lagi hamil tua. Musim giling sudah di depan mata. Pertaruhan sedang dibuat: apakah pabrik gula kita masih akan kembali melahirkan bayi yang cacat?

Tahun lalu, dari 52 pabrik gula milik BUMN tinggal 20 yang masih baik. Yang 32 dalam keadaan jelek dan jelek sekali. Ada pengamat yang bilang payahnya pabrik gula kita karena mesin-mesinnya yang sudah tua. Pengamat lain mengatakan, kondisi payah itu karena manajemennya yang buruk. Ada juga yang bilang penyebabnya adalah tata tanam tebu yang kian sembaranga.

Juga karena harga gula kita yang terlalu murah sehingga petani tebu kurang terangsang untuk maju. Di masa lalu harga gula selalu tiga kali lipat lebih mahal daripada harga beras. Sekarang harganya hampir sama: padahal menanam padi hanya perlu waktu tiga bulan, sedangkan menanam tebu memerlukan masa 16 bulan. Banyak juga yang menyorot payahnya pabrik gula kita karena budaya korupsi yang sudah mengakar dan menggurita.

Yang manakah penyebab sesungguhnya? Dari acara bahtsul masail gula di Surabaya tiga bulan lalu (dilanjutkan dengan pertemuan Banaran sebulan kemudian), diketahuilah bahwa penyebab yang benar adalah: ya semua itu tadi dijadikan satu. Karena itu, langkah perbaikannya tidak hanya menggunakan satu jurus. Untuk pabrik-pabrik tua telah dilakukan perbaikan dan perawatan yang lebih khusus dari biasanya. Jalur-jalur pipa yang ruwet yang membuat boros uap sudah dibetulkan. Ketel-ketel yang tidak efisien diperbaiki. Mesin-mesin itu memang masih tetap tua, tapi mesin tua yang dirawat dan yang tidak dirawat tidak akan sama. Lihatlah Widyawati! Atau Ayu Azhari!

Di samping itu, penentuan dimulainya musim giling pun kini disepakati tanggalnya. Tidak lagi setiap pabrik gula “mencuri start”. Di masa lalu pabrik gula berebut mulai giling lebih awal dengan maksud agar bisa menyedot tebu dari wilayah pabrik gula yang lain. Akibatnya, ada pabrik gula yang tidak kebagian tebu.

Sedot-menyedot tebu inilah yang membuat lalu lintas tebu kacau sekali. Tebu dari wilayah barat lari ke pabrik gula yang di timur. Tebu timur lari ke barat. Akibatnya, pabrik gula tidak perlu punya program membantu petani sekitarnya untuk menanam tebu yang lebih baik. Sedot saja tebu dari wilayah yang jauh.

Caranya: memberikan subsidi biaya angkut jarak jauh. Korupsi pun terbuka. Tebu dari wilayah sekitar dibukukan dari jauh agar ada biaya subsidi angkut. Akhirnya bisnis angkutan tebu bisa lebih menarik daripada bisnis tebu itu sendiri. Memang ada juga tebu yang lari ke pabrik yang jauh dengan alasan rasional: pabrik yang jauh itu bisa memberikan hasil rendemen lebih tinggi. Ini bisa diterima akal. Namun, seharusnya hal itu menjadi bahan koreksi bagi pabrik yang tidak mampu menghasilkan rendemen tinggi.

Karena itu, di samping menyepakati tanggal dimulainya giling, saya juga membuat keputusan lebih mendasar: berikan jaminan rendemen minimal. Tiap-tiap pabrik gula harus memberikan jaminan kepada petani tebu di sekitarnya: berapa rendemen terendah.

Dengan jaminan rendemen minimal itu tidak akan ada lagi petani yang merasa ditipu pabrik. Rendahnya rendemen yang diakibatkan ketidakefisienan sebuah pabrik gula tidak lagi dibebankan kepada petani tebu. Di mana dosa petani tebu kalau rendemen rendah itu akibat mesin ketel yang tidak efisien. Bukankah itu sepenuhnya dosa pabrik. Mengapa petani tebu harus ikut menanggung?

Kalau yang demikian tidak diatasi, manajemen pabrik akan terus saja sembrono. Tapi, dengan diberlakukannya jaminan rendemen minimal, mau tidak mau manajemen pabrik gula akan lebih disiplin. Kalau tidak, pabriknya akan rugi karena uangnya habis untuk membayar jaminan rendemen minimal.
Tentu jaminan rendemen minimal itu tidak boleh berdampak buruk. Misalnya, petani menanam tebu secara sembarangan. Toh sudah dijamin rendemennya tidak rendah. Memang hal itu mungkin saja terjadi. Tapi, manajemen pabrik tidak akan bodoh. Pabrik akan lebih rajin melakukan tes.
Tebu yang akan ditebang dites dulu untuk melihat rendemennya. Kini sudah ada alat sederhana yang bisa dipakai pabrik untuk melihat rendemen tebu yang akan ditebang.

Rendemen memang persoalan sentral. Tebu yang ditanam tanpa mengikuti standar penanaman yang baik tidak akan bisa menghasilkan gula dengan rendemen tinggi. Ini sesuai dengan prinsip bahwa gula itu bukan dibuat di pabrik gula, melainkan dibuat di ladang tebu.

Sebaliknya, jangan sampai terjadi, tebu yang baik tidak menghasilkan rendemen tinggi gara-gara pabriknya tidak efisien. Dengan kata lain, sikap fair pabrik gula sangat diperlukan oleh petani tebu. Termasuk jangan sampai terjadi tebang pilih.

Jangan sampai manajemen pabrik sengaja memilih kebun-kebun milik kerabatnya untuk ditebang pada puncak pembentukan rendemen gula. Sedangkan milik petani yang tidak punya koneksi ditebang agak awal (saat kadar gula dalam tebu belum tinggi) atau ditebang agak akhir (ketika kadar gula dalam tebu mulai menurun). Karena itu, manajemen pabrik yang disiplin, teliti, fair, dan jujur menjadi andalan untuk memupuk kepercayaan petani tebu kepada pabrik gula. Para direksi PTPN yang membawahkan pabrik gula sudah membenahi personalia di pabrik gula. Jajaran manajemen PG sekarang ini sudah siap menghadapi musim giling dengan sikap baru: berlaku fair kepada petani.  Yang tidak mengikuti kebijakan baru ini akan terkena sanksi.

Direksi PTPN kini sudah diberi keleluasaan memilih personel terbaik untuk memimpin pabrik gula. Mereka tidak lagi terbelenggu oleh aturan lama bahwa untuk memimpin pabrik gula harus pernah menduduki jabatan-jabatan tertentu di berbagai bidang dan jenjang. Akibat aturan itu, seorang kepala pabrik biasanya sudah pada umur yang produktivitasnya menurun. Padahal, pabrik gula perlu dipimpin generasi yang lebih muda, yang masih bisa tidak tidur dua hari dua malam.

Ternyata, setelah saya cek, peraturan tersebut hanyalah peraturan direksi. Karena itu, saya minta peraturan tersebut diubah. Dengan demikian, kini direksi bisa lebih banyak pilihan untuk mengangkat seorang kepala pabrik (disebut Adm). Tenaga-tenaga yang potensial di PTPN tidak lagi terlalu lama antre yang ketika antrean sudah dekat usianya sudah terlalu tua.

Keputusan mendasar lainnya adalah: pabrik gula harus memberikan dana talangan kepada petani tebu. Selama ini petani baru menerima uang hasil giling tebunya tiga minggu kemudian. Padahal, petani-petani nontebu selalu bisa menerima uang begitu hasil panennya diserahkan ke pembeli. Akibatnya, petani tebu selalu mencari uang ke pedagang gula dengan segala konsekuensinya.

Dengan keputusan-keputusan baru yang mendasar itu barangkali pabrik-pabrik gula memang akan lebih berat tahun ini. Tapi, langkah ini akan berdampak baik tahun depan: petani memperbaiki kebunnya, mereka mulai percaya kembali kepada pabrik gula, dan manajemen pabrik gula kian profesional.

Tentu di musim giling yang segera tiba ini, kebijakan baru itu segera diuji di lapangan. Tapi, saya percaya, dengan tekad baru seluruh jajaran manajemen pabrik gula saat ini, perbaikan mendasar itu akan berhasil.

Tahun depan kita kerja, kerja, kerja lebih keras lagi demi Indonesia. (*)

Hilangkan Komedo dengan Skin Facial

MEDAN- Wajah merupakan aset penting bagi wanita. Bahkan banyak kaum perempuan yang rela mengeluarkan budjet besar demi perawatan wajah. Salah satu masalah yang sering dialami adalah timbulnya komedo yang menyumbat pori-pori sehingga mempengaruhi kecantikan. Komedo biasanya muncul pada kulit wajah yang berminyak. Bukankah ini mengganggu penampilan kita?

“Kulit wajah adalah anugerah yang membutuhkan perawatan secara khusus dan berbeda karena tidak ada kulit yang diciptakan sama. Biasanya untuk masalah komedo, lebih sering dialami oleh orang yang memiliki kulit wajah berminyak,” kata Konsultan Medis Natasha Skin Care, Dr.Beni Satria, Jumat (4/5).

Menurut Beni, pada dasarnya setiap orang dilahirkan dengan kondisi kulit yang bagus. Pada kulit wajah berminyak, maka timbullah sebum atau komedo. Sebum ini yang menyumbat sehingga pori-pori menjadi tampak besar. “Memang jerawat bukan satu-satunya masalah kulit wajah yang sering dikeluhkan. Komedo salah satu yang sering dialami,” jelasnya.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menghilangkan komedo, seperti skin facial. Perawatan ini menggunakan alat teknologi modern yang berfungsi untuk relaksasi, menghilangkan komedo yang menyumbat pori-pori, meningkatkan peredaran darah kulit dan mengencangkan kulit wajah sehingga kulit wajah tampak lebih halus dan cerah.

“Perawatan ini lebih kearah membuka pori-pori pada wajah tanpa membuat pori-pori membesar. Sebelum treatment ini dilakukan terlebih dulu wajah dibersihkan dengan susu pembersih. Lalu wajah diberi pijatan ringan atau massage seperti totok wajah. Tindakan ini dilakukan supaya aliran darah lancar. Setelah itu wajah dibersihkan dengan towner. Dilanjutkan dengan mengangkat komedo tanpa melukai kulit pasien. Perawatan ini memakan waktu hingga 1 jam lebih,” terangnya.

Namun begitu, ujarnya, perawatan ringan dapat dilakukan dengan cara membersihkan wajah sebelum tidur. “Dengan membersihkan wajah secara teratur, kotoran dan minyak yang menyatu di kulit dapat dihilangkan. “Selain itu, kulit wajah bisa bernafas dan sel-sel kulit mendapatkan oksigen yang cukup. Dengan begitu, masalah kecantikan pada wajah seperti komedo, jerawat dan lainnya dapat dihindari,” bebernya. (mag-11)

Bicara dengan Diri Sendiri, Efektif Memotivasi Diri

Seorang psikiater Jerman, Fritz Simon  mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang tidak bisa berhenti berbicara untuk diri mereka sendiri. Namun, bukan berarti, berbicara sendirian menandakan orang itu gila.

Sebuah penelitian berbasis di Amerika Serikat pun mengungkap bahwa berbicara dengan diri sendiri ternyata memiliki manfaat tersembunyi, apa manfaatnya?

Seorang peneliti dan psikolog kognitif di University of Wisconsin-Madison, Gary Lupyan,  menyatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri bermanfaat bagi otak.

“Secara umum, mengungkapkan suatu kata dalam sebuah bahasa bukan hanya suatu sistem komunikasi, tapi bahkan berdebat dengan diri sendiri bisa meningkatkan persepsi, membuat otak aktif berfikir,” ujar Lupyan seperti dikutip laman Times of India.

Hasil penelitian Lupyan ternyata telah diterapkan di dunia bisnis, olahraga, kinerja, dan keberhasilan psikologi, kedokteran, hiburan dan untuk penelitian otak. Seperti dalam kasus seni bela diri, jelas Dr Dayal Mirchandani, seorang psikiater.

“Ketika seniman bela diri melakukan tendangan dan pukulan, sering disertai dengan teriakan keras. Itu semacam bicara dengan diri sendiri, bermanfaat membantu menjaga fokus dan meningkatkan energi”.

Hasil penelitian dari University of Wisconsin-Madison dan University of Pennsylvania yang dipublikasikan dalam jurnal triwulanan Psikologi Eksperimental itu juga menyatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri ketika sedang mencari sesuatu ternyata dapat membantu  menemukan apa yang seseorang cari dengan lebih cepat.

Para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengulang nama benda dengan lantang, mampu menemukan lebih cepat daripada yang tidak mengulang nama benda yang dicari. Tak jarang, saat kehilangan sebuah benda, seseorang cenderung mengingat kembali saat sebelum barang tersebut hilang, dengan berbicara kepada diri sendiri. Ternyata itu cukup membantu.

Seorang petinju asal India juga merasakan manfaat berbicara pada diri sendiri saat  menghadapi pertandingan, dan ternyata bisa memotivasi diri.
“Saya sering bicara pada diriku sendiri di ruang ganti sebelum pertandingan untuk menenangkan syaraf. Saya biasanya melakukan terus mengatakan pada diriku sendiri bahwa ‘Saya yang terbaik ‘. Hal ini bukan suatu kegilaan,” kata seorang petinju asal India bernama Vijender Singh. (bbs/net)

Waspadai Bahaya Penyakit Kaki Gajah

MEDAN- Setiap keluarga harus mewaspadai bahaya penyakit filariasis atau kaki gajah. Karena penyakit ini dapat menyerang siapa saja termasuk anggota keluarga kita. Filariasis merupakan golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria dan ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

“Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan saat sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit kaki gajah. Penyakit ini sifatnya menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Sukarni.

Penyakit kaki gajah, katanya, tidak mematikan, namun bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasa memalukan bahkan karena penyakit ini, tentu saja dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Pada 2012, kasus tertinggi ditemukannya filariasis ada di 6 Kabupaten/Kota di Sumut.

“Temuan terbesar filariasis ada di Labuhan Batu Selatan dengan 23 kasus, Kabupaten Asahan 18 kasus, Nias Selatan dengan temuan 4 kasus, Gunungsitoli 3 kasus, Nias Utara 2 kasus, Nias Barat dengan temuan 2 kasus dan Binjai ada 1 kasus filariasis,” katanya.

Menurutnya, pengobatan filariasis ini, dapat dilakukan selama 5 tahun berturut-turut. Tahun pertama, obat-obatan diberikan oleh pemerintah pusat. Tapi, untuk tahun ke-2 hingga tahun ke-5 tidak dianggarkan lagi oleh pemerintah pusat, melainkan Pemkab/Pemko. “Bulan Mei 2012 ini, kita akan turun ke Labuhan Batu Selatan dan Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan sosialisasi. Ini merupakan tugas untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas filariasis 2020,” ungkapnya.

Obat filariasis, ujarnya,  tidak boleh diberikan pada balita,ibu hamil atau menyusukan serta orangtua berusia diatas 75 tahun. Setelah dilakukan pengobatan, urainya, petugas harus stand-by selama 5 hari untuk mengatisipasi hal-hal lainnya.  Pengendalian filariasis ini, sambungnya,  dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Kemudian kerjasama lintas sektoral menggerakkan PSN, PHBS, dan pengobatan masal,’’tuturnya. (mag -11)

Laga Panas

BLACKBURN vs WIGAN

PANASNYA persaingan di ajang Premier League bukan hanya terjadi di papan atas. Di papan bawah, empat tim yang berpotensi tereliminasi dari Premier League juga melahirkan persaingan yang tak kalah serunya. Terlebih jika sebuah pertandingan melibatkan dua tim yang sama-sama rawan terdegradasi, seperti pertandingan antara Blackburn Rovers versus Wigan Athletic dini hari nanti.

Saat ini tuan rumah Blackburn Rovers menempati peringkat ke-19 dengan poin 31. Poin maksimal yang bisa diraih tim ini jika mampu memenangkan seluruh laga tersisa adalah 37. Tapi mungkinkah? Apalagi, pada laga terakhirnya The Rovers harus berhadapan dengan juara Piala FA yang juga finalis Liga Champions, Chelsea.

“Apakah kami punya pilihan? Tidak. Saat ini seluruh pertandingan harus mampu kami menangkan. Tak peduli  siapapun lawan yang dihadapi,” bilang Steve Kean, tactician Blackburn Rovers.

Selanjutnya Kean mengatakan bahwa Wigan Athletic yang akan menjadi lawan mereka di Ewood Park nanti bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Ini bisa dilihat dari tiga kemenangan terakhir yang diraih tim itu atas  Manchester United (1-0), Arsenal (2-1) dan Newcastle (4-0).

“Itu (menang tiga kali) membuat mereka keluar dari zona degradasi. Tiga kemenangan itu sungguh sesuatu yang fantastis. Tapi kami tak perlu kecil hati, karena kami bisa mengalahkan sebuah tim yang mampu meraih tiga kemenangan yang spektakuler,” sesumbar Kean.

Terpisah, pelatih Wigan Athletic Roberto Martinez mengatakan bahwa saat ini timnya memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi. Terlebih tiga kemenangan yang didapat The Lattics atas tiga tim raksasa Premier League telah mengantarkannya sebagai pelatih Premier League terbaik di bulan April.
“Penghargaan itu memberi motivasi berlimpah menatap pertandingan berikutnya. Itu (meraih penghargaan, Red) sesuatu yang fantastis. Akan lebih hebat jika kami mampu melanjutkan catatan fantastis tadi,” bilang Martinez.

Hanya saja perlu diingat, ternyata semua catatan hebat The Lattics tadi bisa tak berarti apa-apa saat mereka menghadapi Blackburn.
Betapa tidak, dari enam pertemuan yang  pernah terjadi di Ewood Park, tak sekalipun The Lattics meraih kemenangan di sana. Prestasi terhebat yang mampu mereka  dapatkan adalah memaksakan hasil imbang 1-1 pada pertandingan yang berlangsung pada 3 April 2006 lalu. Selebihnya, pada lima pertandingan lain The Lattics selalu kalah atas The Rovers.

Pada pertandingan pertama di markas Wigan, DW Stadium yang berlangsung 19 November 2011 lalu, kedua tim berbagi angka imbang 3-3. Lantas, bagaimana hasil pertandingan kali ini? Akankah Blackburn yang tampil sebagai pemenang, sehingga langkah untuk keluar dari zona degradasi semakin ringan, atau justru Wigan yang meraih kemenangan pertamanya di Ewood Park? (*)

Steve Kean Sanggah Pertikaian

Pelatih Blackburn Rovers Steve Kean mentertawakan klaim bahwa seorang suporter, yang berhasil masuk ke komplek latihan klub, bersitegang dengan dirinya.

Dikabarkan penyusup tersebut langsung berlari ke arah Kean dan kemudian dihentikan oleh bodyguard. “Itu sangat lucu,” ujar Kean.
Beberapa pekan lalu, sebelum kami bermain menghadapi Norwich, dikabarkan ada perkelahian di sesi latihan antara pemain Blackburn, yang tidak pernah terjadi.

“Kemudian saya dikabarkan berada di Munich pekan lalu, padahal itu tak pernah terjadi. Dan sekarang ini orang-orang mengatakan bahwa ada yang terjadi pada sesi latihan yang melibatkan seorang supporter,” bilangnya.

“Kami memiliki tingkat keamanan yang tinggi di sini dan tidak ada pertengkaran, tidak ada yang terjadi. Ini jelas orang-orang yang ingin mengemukakan sesuatu yang tidak ada, tetapi kami tetap fokus, di mana kami harus menghadapi Wigan di pertandingan berikutnya. Tidak ada yang terjadi kecuali atmosfer yang bagus di tim,” tuntasnya. (bbs/jpnn)

Deliserdang Dilanda Pasang Perdani

LUBUK PAKAM- Pasang perdani merendam beberapa daerah di Deliserdang Minggu (6/5). Ketinggian air mencapai 30 centimeter.
Akibatnya warga susah untuk beraktivitas dan mengalami kerugian materi.

Kondisi banjir terparah di Dusun I, II, III Desa Bagan Serdang. Kemudian Dusun III Desa Rugemuk serta Dusun IV Desa Ranto Panjang. Penuturan Helda (48), Ahmad Syafii (45) warga Dusun II Desa Bagan Serdang, pasang perdani terjadi sejak Kamis (3/5) tetapi puncaknya Minggu (6/5) dengan ketinggian air 30 centimeter hingga 40 centimeter.

Pasang perdani ini menurut warga merupakan siklus tiga tahun sekali. Warga di tiga desa tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan cara mencari permukaan yang lebih tinggi. Bahkan, tak banyak warga rela meninggalkan rumah mereka untuk sementara mencari permukaan yang lebih tinggi.
Selain merendam rumah warga, air pasang perdani ini turut merendam jalan umum, sehingga memaksa pengendara roda dua yang melintas harus mendorong atau putar arah, karena takut melintas dari lokasi yang terendam air asin.

Sementara itu Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Marelan banjir menjadi langgan banjir. Genangan air yang merendam badan jalan tersebut disebabkan drainase berfungsi optimal.

Pantauan Sumut Pos, Minggu (6/5) menunjukan curah hujan yang kerap terjadi mengakibatkan genangan air hingga melewati mata kaki orang dewasa. Ini terlihat di Jalan KL Yos Sudarso Simpang Kantor Km 16 Kecamatan Medan Labuhan.

“Di Simpang Kantor ini sudah langganan banjir kalau terjadi hujan, biarpun sebentar. Ini karena paritnya tak berfungsi dengan baik. Selain banyaknya parit yang dangkal dan ditutup permanen oleh pemilik usaha, sehingga air hujan tak mengalir ke parit,” kata Rahmad Hidayat (37) warga Simpang Kantor, Medan Labuhan.

Kejadian serupa juga terlihat di Kecamatan Medan Marelan, penutupan saluran drainase juga menimbulkan genangan air sehingga mengganggu pengguna jalan. Seperti di Jalan Marelan Raya Pasar 3 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, akibat diguyur hujan pada Minggu malam selama 20 menit badan jalan pun terendam air.

“Kalau parit-parit berfungsi secara baik, tentu setiap terjadi hujan tak sampai banjir begini,” ucap Herman (40) warga Pasar 3 Marelan.
Kendati badan jalan di daerah tersebut kerap menjadi langganan banjir bila hujan terjadi, namun pihak kelurahan lurah terkesan tidak peduli terhadap penutupan parit yang dilakukan oleh para pemilik usaha.

“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, tapi penertiban terhadap penutupan parit tak juga dilakukan. Padahal akibat parit ditutup permanen dengan kondisi bangunan lebih tinggi dari pada badan jalan, jelas dampaknya membuat air tak dapat mengalir ke parit,” ungkap dia.(btr/mag-17)

Di Matteo Layak Permanen

LONDON- Chelsea harus memiliki alasan bagus apabila tidak menaikkan status Roberto Di Matteo dari pelatih interim menjadi pelatih permanen di akhir musim ini. Bagaimana tidak, Di Matteo menahbiskan dirinya sebagai pelatih sementara paling sukses dalam sejarah Chelsea seusai memenangi Piala FA kemarin dini hari WIB (6/5).

Di Matteo lebih baik dibandingkan Guus Hiddink tiga tahun lalu. Hiddink hanya memenangi Piala FA, sedangkan Di Matteo juga meloloskan Chelsea ke final Liga Champions. Sekalipun kalah dari Bayern Munchen di Allianz Arena (19/5), Di Matteo sudah melebihi capaian Avram Grant pada musim 2007-2008.

Di Matteo pun merespon santai mengenai masa depannya bersama Chelsea. Dia mengatakan, kemenangan Piala FA lebih penting sebagai respons atas kritik yang diterima Chelsea sepanjang musim ini dibandingkan nasibnya sendiri. Khususnya terhadap barisan pemain gaek di skuad klub berjuluk The Blues tersebut.

“Bos (Roman Abramovich, Red) akan membuat keputusan di akhir musim. Saya orang yang sangat beruntung sehingga persoalan itu bukan hal utama,” ungkapnya kepada Daily Telegraph.

Di Matteo memang beruntung karena tercatat sebagai pelatih dan pemain yang pernah memenangi Piala FA bersama Chelsea. Sebagai pemain, pria kelahiran Swiss 41 tahun lalu itu memenanginya 2 kali. Pada final 1997, dia membuka kemenangan 2-1 atas Middlesbrough, lalu mencetak gol semata wayang kemenangan 1-0 atas Aston Villa pada 2000. (dns/bas/jpnn)

Tuding Audy Rebut Iko Uwais

Jane Shalimar

Jane Shalimar menegur langsung Iko Uwais dan Audy Item. Ia tak rela diselingkuhi. Putus cinta rasanya sakit. Apalagi bila setelahnya dibumbui prasangka antar pasangan. Ini dialami Jane Shalimar yang kesal dengan Iko Uwais. Mantan pacarnya itu dituduh berselingkuh dengan penyanyi Audy Item.

“Aku coba urut-urut cerita dan kejadian yang ada, dan ternyata mereka memang pacaran. Aku coba tanya ke Iko, ada apa antara dia dan Audy. Tapi dia cuma diam saja, nggak menjawab semua yang aku tanya,” ungkap Jane.

Selain bertanya langsung ke Iko, Jane mendapat informasi bintang film The Raid itu sering bertemu Audy tanpa sepengetahuannya. Salah satunya, ketika Audy menjemput Iko di bandara sepulang dari Korea.

“Kita ngobrol, dan aku tanya dia maunya gimana. Karena aku sudah merasa dibohongin. Saat itu dia sempat bilang mau ke Korea selama dua minggu, dan ternyata baru berapa hari sudah balik ke Jakarta, dan dia dijemput Audy di bandara,” jelasnya.

“Adikku juga sempat bilang kalau Iko keceplosan ngomong lagi dekat banget sama Audy. Tapi dia langsung mengalihkan pembicaraan. Saudaranya Iko juga bilang ke aku kalau Iko masang fotonya Audy di HP-nya. Keterlaluan banget deh,” sesalnya lagi.

Pesinetron lawas ini sempat menegur Audy karena terus mendekati Iko. Itu terjadi sebelum dia putusin Iko.  “Aku sempat tegur si Audy lewat twitter untuk tanya apa maksudnya. Cuma dia malah bilang kalau aku nggak usah tanggapi dan Iko tetap nggak ngaku. Saat itu aku sempat bilang kalau aku tetap percaya sama dia,” tandasnya.

Sebaliknya, Iko kasihan karena Audy menjadi sasaran di twitter, yang menyebutkan dia sebagai perebut kekasih orang. Meski mengaku masih berteman, namun Iko tak memungkiri hubungannya dengan Audy akan terus berlanjut ke jenjang yang serius.

“Gue kenal Audy itu setelah break dengan Jane. Hubungan kita dekat, baik-baik saja, masih sebatas teman. Tapi siapa yang tahu kalau jodoh, itu kan Tuhan yang ngatur ya,” kata Iko. Ia pun membantah lebih memilih Audy karena status Jane yang janda beranak satu.
“Sedikit pun gue nggak manfaatin dia. Waktu gue semua buat dia dan sedikit pun gue nggak mengharapkan sesuatu dari dia. Gue lebih baik jujur sekarang daripada nanti bohong di belakangnya malah nggak enak,” tukas Iko yang dulu seorang sopir ini.

Audy sendiri tak mau terpancing emosi. Pelantun Menangis Semalam ini santai karena tak merasa mendekati atau memacari Iko. “Audy santai banget kok dibilang seperti itu, karena dia emang enggak pacaran sama Iko,” kata Evie Aquanthie Aziz, ibunda Audy, kemarin.  Audy merasa tak perlu ikut campur dengan apa yang terjadi pada hubungan Iko dan Jane. “Mereka cuma temenan. Kalau Jane bilang macam-macam di twitter, Audy sih nggak mau tahu. Karena itu kan urusan Jane sama Iko,” ujar Evie. (rm/jpnn)

18 Resort KBPPP se-Sumut Desak Musdalub

MEDAN- Sebanyak 18 Resort Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) se-Sumatera Utara tidak mengakui kepemimpinan Ir Diapari Siregar sebagai Ketua PD KBPPP Sumut. Bahkan, mereka meminta Dewan Pembina KBPPP Polri dalam hal ini Kapolda Sumatera Utara Ir Wisjnu Amat Sastro dan pengurus KBPPP Pusat agar segera digelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub).

Ketua Resort KBPPP Langkat M Jend E Hutabarat didampingi Syamsul Bahri (Ketua Resort Medan), Zulkifli (Ketua Resort Sergai), Sofyan Surbakti (Ketua Resort Sergai), Herman (Ketua Resort Batubara), Justian HS (Ketua Resort Belawan) dan Amiruddin Siregar (Ketua Resort Asahan), mewakili 18 resort KBPPP se- Sumut kepada wartawan, Minggu (6/5).

“Kami (18 resort, Red) akan segera menghadap Ketua Dewan Pembina (Kapoldasu, Red) untuk meminta segera dilaksanakan Musdalub. Karena, Ketua PD KBPPP Sumut Ir Diapari Siregar tidak mampu menjalankan roda organisasi dan banyak pengurus resort yang diganti tanpa mekanisme yang benar sesuai AD/ART organisasi,” kata M Jend E Hutabarat.

Dia menjelaskan, munculnya desakan Musdalub ini karena pada awal 2012 lalu, Ketua Umum KBPP telah memberi tenggat waktu selama 90 hari kepada Ketua PD KBPPP Sumut untuk segera menggelar konsolidasi di tingkat resort dan internal KBPPP Sumut agar pengurus yang tidak aktif segera diganti. Di tingkat resort, harus dilakukan musyawarah resort untuk mencari pengurus baru.

“Tapi hingga dead line yang ditentukan, instruksi pimpinan pusat tidak dilaksanakan sesuai mekanisme. Pengurus yang lama tidak dilibatkan, jadi banyak yang melanggar AD/ART organisasi,” jelas M Jend Hutabarat.

Bahkan, lanjut M Jend, pengurus Resort Batubara yang ikut musda yang digelar di SPN Sampali 2010 lalu, namun tidak diakui sewaktu Resort Asahan menggelar musda. Malah dia cuma diakui sebagai ketua sektor. “Bukan cuma itu, Ketua Resort Sergai juga dianggap tidak pernah menerima SK. Ini yang membuat pengurus resort resah. Karenanya, kami mendesak Ketua Dewan Pembina dalam hal ini Kapoldasu dan Pengurus Pusat untuk segera menggelar Musdalub,” tegasnya.

Disebutkannya, beberapa waktu lalu, mereka juga sudah pernah menyampaikan hal ini ke dewan pembina, namun hingga kini masih mengambang. “Untuk itu, kami akan kembali menemui Kapoldasu untuk mendesak segera digelar Musdalub. Karena kami sudah tidak mengakui lagi Ir Diapari Siregar sebagai ketua KBPPP Sumut,” tegasnya.(ade)