Home Blog Page 13561

IRT Tewas Dirampok, 2 Pelaku Dimassa

BELAWAN- Seorang ibu rumah tangga, Delima Mariani (35) warga Pasar IV, Medan Marelan ditemukan tewas setelah dirampok oleh kawanan perampok jalanan di Jalan Marelan Raya, Pasar V Kelurahan Rengas Pulau, Senin (30/4) sore.

Informasi yang dihimpun dari sekitar lokasi kejadian, korban berboncengan dengan Gusti Purnamawati (40) dan Andini (3) dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Korban ketika itu baru pulang mengambil dokumen BPKB kendaraan sepeda motornya dari satu perusahaan perkreditan sepeda motor.

Ketika melintas di kawasan Pasar II Marelan, sepeda motor korban tiba-tiba dipepet kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Hondar Revo, belakangan diketahui bernama, Ahmad Imran (20) dan Heri Irwandi (20).

Sadar tasnya dibawa kabur kedua penjahat jalanan itu, korban memburu pelaku keduanya dengan mempercepat kendaraannya. Aksi kejar-kejaran antar pelaku terus terjadi, tepatnya di Jalan Marelan Raya Pasar V Medan Marelan, tepatnya di depan Swalayan Wiego sepeda motor korban yang melaju kencang menabrak sepeda motor pelaku.

Akibatnya, terjadi benturan diantara kedua sepeda motor tersebut. Tapi naas bagi, Delima, ia terjatuh persis ke tengah badan jalan dan secara kebetulan satu unit mobil jenis sedan menabrak bagian kepalanya.

“Bagian kepalanya (korban-red) sempat ditabrak ban mobil yang ada dibelakangnya, karena saat itu korban menabrak sepeda motor pelaku rampok,” sebuta seorang saksi mata di tempat kejadian, Zulkifli (30).

Sementara itu, Gusti Purnamawati yang merupakan kakak korban, mengalami cidera di bagian kepala. Sedangkan putri kandung korban, Andini berhasil selamat dan hanya mengalami cidera ringan.

“Korban dibawa warga langsung ke RSU Wulan Windi, Marelan. Tapi satunya yang ditabrak bagian kepalanya sudah meninggal,” sebutnya.
Setelah korban diselamatkan, warga mengetahui kedua pemuda itu merupakan peampok jalanan. Akhirnya, tanpa dikomandoi warga langsung melayangkan pukulan ke kedua pelaku. Akibaynya mengalami babak belur.

Tak hanya warga, pengendara yang melihat dari kejauhan juga melampiaskan emosionalnya kepada kedua pelaku. Puas memukuli, warga akhirnya menyerahkan ke dua pelaku ke Mapolsekta Medan Labuhan. Sementara, mobil sedan yang menabrak para korban kabur menuju kawasan Simpang Kantor. (mag-17)

Gubuk Warga Penggarap Dibakar OTK

BINJAI- Sengketa tanah eks HGU PTPN II kebun Sei Semayang terus berlanjut, dan bergejolak. Mulai kontak fisik antara karyawan PTPN II dengan warga penggaraf dan memanfaatkan jasa orang tak dikenal (OTK) untuk membakar gubuk/rumah pondok  warga penggarap.

Seperti terjadi, Senin (30/4) sekira pukul 12.00 WIB dibakar OTK. Akibatnya gubuk yang dimanfaatkan warga untuk berteduh atau tempat istirahat sementara itu habis dilalap api. Hingga kini, kondisi di tanah eks HGU PTPN II itu masih memanas.

“Kami cemas terus-terusan begini. Jika kami berladang bisa-bisa kena bacok, kami minta pemerintah segera mungkin menyelesaikan persoalan ini,” pinta seorang warga tani, Nurhalizah.

Dia menduga, pembakaran gubuk itu dilakukan secara sengaja untuk memperkeruh suasana eks HGU PTPN II Sei Semayang. Kuat dugaan OTK yang berulang kali melakukan gerakan anarkis dan teror, dibayar penguasa yang ingin memiliki tanah tersebut.

“Soalnnya yang membakar itu menaiki mobil jenis Avanza warna silver dan beberapa orang mengendarai kereta. Mereka inilah yang kami duga sengaja diturunkan oleh pemilik modal untuk meperkeruh keadaan,” ucapanya.

Kasat Reeskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto, yang langsung turun ke lokasi mengaku, masih menyelidiki kasus ini. “kami masih melakukan penyelidikan. Gubuk tersebut dibakar oleh orang yang tidak dikenal,” tegasnnya singkat. (mag-4/smg)

Tiga Jam Tunggu Dokter, Bayi Baru Lahir Tewas

LUBUKPAKAM- Pasangan suami istri, Muhammad Anwas (34) dan Poniseh (30) warga Lingkungan I Kelurahan Paluh Kemiri, Lubukpakam kecewa akibat pelayanan RSUD Lubukpakam. Pasalnya, tindakan medis sangat lambat akibatnya bayi yang dikandungnya tewas, setelah keluar dari kandungan ibunya.
Anwas membeberkan, Senin (30/4) sekitar pukul 11.00 WIB istrinya masuk ke ruangan operasi untuk melahirkan.

Tapi, sebelumnya istrinya merupakan pasien bersalin oleh bidan Juliani br Tanjung di Lubukpakam.

Tapi, saat hendak melahirkan sesuai jadwal, Minggu (29/4), karena tidak lahir juga, Senin (30/4) istrinya disarankan ke RSUD Lubukpakam untuk mendapat penanganan lebih lanjut dengan cara operasi.

Karena ada saran itu, Anwas langsung membawa istrinya, sekitar pukul  08.00 WIB  di RSUD Deliserdang untuk menjalani persalinan dengan fasilitas Jampersal (jaminan persalinan).

Sesampainya di RSUD Lubukpakam itu, perawat menyebutkan dr Masjuanda SpOG yang menangani operasinya. Dokter yang disarankan itu tak kunjung datang. Ternyata, setelah tiga jam, dr Masjuanda SpOG tiba di RSUD Deli Serdang. Seketika itu juga dilakukan operasi terhadap Poniseh.

Akhirnya, bayi laki laki berhasil dikeluarkan dari rahim istri Anwas. Hanya saja, bayi malang itu lahir tidak mengeluarkan suara tangisan. Belum sempat diberikan tindakan, bayi itu tewas dan dipindahkan ke ruang flamboyant tempat bayi dirawat. Sedangkan istri Anwas menjalani perawatan ke ruang ICU.
Menjawab kondisi itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Deli Serdang, dr Reskhi Jonian didampingi dr Isnaini Dakhry dan dr Evy Hutagalung, menjelaskan pasien merupakan kiriman dari bidan JT yang praktek di Lubukpakam.

Seharunsya, bayi itu lahir Minggu (29/4). Tapi, hasil pemeriksaan terhadap Poniseh, terjadi infeksi 18.400, padahal normalnya 3.500.
Dia menambahkan, bidan itu sudah memberikan obat perangsang agar bayi itu lahir. Tapi bayi itu tidak lahir sehingga dikirim ke RSUD Lubukpakam untuk operasi. “Akhirnya bayi bisa dikeluarkan dengan kondisi, jantungnya lemah dan tidak mengeluarkan suara. Kepala bayi juga tidak normal lagi karena bayi itu sudah mendesak keluar tapi selalu gagal keluar,” sebutnya. (btr)

Pemprovsu dan Menkumham Kembangkan HAM

Pemprovsu dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama di bidang penelitian dan pengembangan HAM di Sumatera Utara (Sumut).

Kerja sama itu dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang dilakukan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dengan Kepala Litbang HAM Kemenkum dan HAM Prof DR Ramli Hutabarat, di Kantor Gubsu, Senin (30/4).

Dalam MoU itu dibangun program kemitraan dalam pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan HAM. Melalui MoU itu akan dilaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan HAM serta berbagai kegiatan yang terkait bimbingan teknis, konsultasi ahli dan berbagi informasi aktual di bidang HAM.

Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin dalam sambutannya yang dibacakan Prof Ramli Hutabarat, mengungkapkan kondisi faktual yang terjadi di Indonesia, masih membutuhkan pembenahan dan perbaikan atas penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM.

“Bagi saya, acara ini merupakan momentum yang membanggakan karena pemerintah Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan hukum dan HAM,” sebutnya.

Sementara itu, Gatot dalam sambutannya mengatakan, Pemprovsu menyadari pentingnya perlindungan akan HAM dimana, dinamika yang berkembang pergerakannya lebih cepat dari pada kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Aparatur pemerintah yang bertugas memberikan perlindungan HAM perlu mendapatkan peningkatan kapasitas melalui kegiatan penelitian dan pengembangan HAM, sehingga mampu mengimplementasikannya di Sumut.” ujarnya.

Dia berharap kerjasama bisa diarahkan dalam upaya meningkatkan pemahaman hukum, HAM dan demokrasi bagi kalangan aparatur, meningkatkan pemahaman, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum. “Kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemprovsu, agar dalam penyusunan program dan kegiatan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan permasalahan di daerah,” Ujarnya. (ari)

Tiga Rumah Terbakar, Satu Tewas Terpanggang

Terjadi Saat Hujan Deras dan Mati Lampu

BATUBARA- Kobaran api membakar rumah  Dewi (50) warga Dusun 4 Jalan Rakyat, Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara , Minggu (29/4) sekira pukul 22. 30 WIB.

Selain rumah Dewi, kobaran api juga menghanguskan dua rumah tetangganya Rusli (38) dan Alwi Anwar  (44) serta membakar seorang warga bernama Suri (15).

Peritiwa ini terjadi, ketika Suri  hendak menyalakan lilin di depan rumahnya karena kebetulan sedang terjadi pemadaman listrik disebabkan hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Karena angin terlalu kencang, percikan api dari lilin yang dipasang Suri, diduga menyambar bensin daganga orangtuanya yang tidak jauh dari posisinya menyalakan lilin. Kobaran api yang kian membesar, juga menyulut ke dua rumah di sebelahnya. Ketika api sudah bisa dipadamkan, Suri ditemukan terpanggang di sekitar warung dekat rumahnya.

Menurut Usman (48), warga setempat, pertama kali mengetahui peristiwa itu adanya teriakan minta tolong dari korban kebakaran yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggalnya. Meski sempat tak menghiraukan teriakan minta tolong itu, tapi dirinya penasaran hingga mencoba melihat dari dalam rumah.

Ketika dilihat, kobaran api sudah menyala di atas atap rumah tetangganya itu. Spontan dia pun bergegas melihat da memberikan bantuan untuk memadakan api.

Camat Tanjung Tiram M Nasir,  ketika dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Batubara telah menyerahkan Rp1juta untuk korban meninggal, dan Rp500 ribu untuk tiga bangunan rumah yang terbakar.

Adapun korban dalam peristiwa itu, Suri (15) kelas 2 SMP hangus terpanggang, Ahmd.Jaki (24) punggung terbakar, Putri alias Puput, mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan masih dirawat di RSU Kisaran. (smg)

Meriahkan Hari Kartini ke 133 Pria Ditantang Masak Nasi Goreng

TEBING TINGGI- Memperingati Hari Kartini ke 133, PTPN III Gunung Pamela menggelar lomba memasak nasi goreng untuk kaum suami (pria) yang diikuti 7 Afdeling, tehnik, KTU dan APK di Aula Emplasment PTPN III Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (30/4).
Keluar sebagai juara 1 dari Afedeling V dengan tim pemasak Asisten Kepala (Askep) Ir Supangat didampingi Rudi Arianto sebagai asistennya. Dengan berpakaian ala koboi, kedua peserta ini menampilkan nasi goreng flora dan fauna dengan bahan baku campuran dari siput laut.

“Resepnya biasa, gaya masaknya yang lain. Waktu yang diberikan panitia selama 30 menit memasak nasi goreng untuk 10 piring sudah kita selesaikan dengan cita rasa tersendiri,” ujar Supangat penuh semangat.

Manejer PTPN III Kebun Gunung Pamela H Tambal Siregar yang juga sebagai juri mengungkapkan, kegiatan ini selain memperingati Hari Kartini, juga memberikan gambaran kepada suami (pria) bahwa zaman sekarang emansipansi dengan wanita tidak ada bedanya. “Suami harus bisa melayani dirinya sendiri terutama dalam urusan dapur, suami dituntut juga harus pintar memasak. Bagaimana kalau istri kita pergi mengurus anak ke Medan? apa yang bisa kita perbuat? berarti kalau kita bisa memasak ditinggal istri kan tidak menjadi kerepotan bagi diri kita sendiri,” ungkap Tambal.

Sambung dia, dalam kategori penilaian lomba memasak nasi goreng ini, pihaknya mengutamakan kekompakan tim, kebersihan, tepat waktu, bahan-bahan yang digunakan serta cita rasa. “Ini kita umpamakan dengan pendidikan manajemen kepemimpinan, kita dituntut untuk bisa mengerjakan semua dan jadikanlah diri kita contoh yang terbaik dikeluarga dan lingkungan,” ungkap Tambal Siregar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ibu (Ikbi) Perkebunan PTPN III Kebun Gunung Pamela, Nyonya Hj Masdewani Harahap, meminta kaum ibu menjadi contoh tauladan lingkungannya.

“Kita harus bisa seperti Ibu Kartini, yang mandiri,”  jelasnya.(mag-3)

Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Calo Bansos

LANGKAT- Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat masih mendalami kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) berasal dari Pemprov Sumut, melalui jalur calo dengan mengamankan Wan Daud Baihaqi (40) warga Kecamatan Tanjung Pura, Langkat beberapa waktu lalu.

“Sementara kita masih memproses yang sudah ada (ditahan), untuk selanjutnya masih mendalami kasus dimaksud. Untuk tahapan selanjutnya, akan kita informasikan karena masih menjalankan tahapan-tahapan sesuai prosedural,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Stabat, Choirun Parapat.

Choirun ketika dihubungi Sumut Pos, Senin (30/4), mengaku sedang di Medan terkait hal dimaksud. Dirinya mengaku masih melakukan pendalaman dugaan korupsi bansos yang melibatkan jasa atau tenaga perantara (calo).

“Ok ya, kita agak sedikit repot ni. Ntar perkembangannya akan kita kabari,” pinta Kasi Pidsus menghentikan pembicaraan.
Sementara itu pada kesempatan lain, muncul dugaan selain pihak sekolah sebagai penerima sangat dimungkinkan keterlibatan pihak lain di permainan dimaksud.

“Menyikapi kasus ini, tidak tertutup kemungkinan terjadinya persekongkolan jahat sangat berantai. Bukan hanya calo sebagai pihak pengurus cairnya bansos, selain penerima juga terbuka kemungkinan ada pihak lain yang menggoreng guna lolosnya bantuan,” kata Misno Adi, Direktur Investigasi Lembaga Pengkajian Pelayanan Masyarakat (LPPM) Pusat.

Dia pun memperkirakan, pasca tertangkapnya Wan Muhammad Daud Baihaqi warga Bambu Runcing, Kecamatan Tanjungpura, Langkat yang mengaku oknum anggota LSM LP3SU sebagai calo bansos oleh Kejari Stabat awal tahun 2012 lalu, maka meringankan tugas penyidik membongkar keterlibatan pihak penerima keuntungan lainnya.(mag-4)

Tiga Warga China Ditangkap Petugas

TEBINGTINGGI- Tiga warga negara China, Ping Ying Mao (55) Liu Quin Quin (35), dan Zhang Tekyue (36), diamankan petugas Mapolres Tebingtinggi di PT Palem Piber Jalan Tebingtinggi Kisaran, tepatnya di Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten serdang Bedagai Senin (30/4).
Ketiganya diamankan petugas ke Mapolres Tebingtinggi karena tidak memiliki visa kerja dan hanya visa melancong (wisatawan) yang tidak bisa dipergunakan sebagai visa menetap di Indonesia sebagai tenaga kerja. Ping Ying Mao berprofesi sebagai Koordinator Pekerja di PT Palem Piber, Liu Quin Quin sebagai juru masak dan Zhang Tekyue sebagai mekanik.

Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti dalam keterangannya mengatakan, ketiganya diamankan petugas untuk dimintai keterangannya di Kantor Mapolres Tebingtinggi, karena menyalahi aturan menyalahgunakan izin visa melancong.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Imigrasi Pematang Siantar untuk menyerahkan ketiga warga China ini untuk dideportasi ke negera asalnya. (mag-3)

Clas Mild Dukung Sidikalang Musik Blender

MEDAN- Sesuai dengan slogan Clas Mild ‘Talk Less do More’ yang berarti sedikit bicara banyak bekerja, terus menyambung event-event sebelumnya yang terus didukung oleh Clasmild dengan mengadakan pertujukan musik yang tak kalah seru dan meriahnya dengan event yang sebelumnya.
Kali ini, Clas Mild bekerja sama dengan Sidikalang Underground Community (SUC) dengan tema Sidikalang Musik Blender mengadakan Gebyar musik  yang  berlangsung, Sabtu (28/4) lalu di Gedung Olah Raga (GOR) Sidikalang.

Dengan mengahadirkan band-band dari Kota Sidikalang dan Kota Medan ini, memang sudah menjadi agenda tahunan untuk komunitas pemuda Sidikalang dalam mengexpresikan hoby sekaligus menjadi media pengekspresian generasi muda melalui seni.

“Dengan menampung kreativitas generasi muda dalam bidang seni, juga mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan generasi muda. Hal itu dapat menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme melalui seni, dengan mengekspresikan semangat kepahlawanan,” kata Pardomuan Simbolon, selaku Ketua Panitia dalam acara ini, kemarin (30/4). (adl)

e-KTP, Satu Kartu Sejuta Manfaat

Tahap pertama program nasional perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dilaksanakan secara massal di 197 kabupaten/kota yang tersebar di 2.348 kecamatan. Dalam pelakasanaannya dilakukan oleh pemerintah daaerah (Pemda) yakni pemerintan provinsi sebagai pendukung dan pemerintah kabupaten/pemerintah kota sebagai pelaksana.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin (23/4) di Makassar. Pada kesempatan itu, dia menggungkapkan, program e-KTP dilaksanakan sebagai bagian untuk pendataan identtitas warga dan menjawab banyaknya persoalan yang kerap dihadapi bangsa ini dikarenakkan ketidakakuratan data base kependudukan.

Gamawan mengatakan, program e-KTP dilaksanakan secara bertahap, pada tahap pertama dilaksanakan untuk 197 kabupaten/kota dan tahap kedua dilakukan di 300 kabupaten/kota dengan sebaran 3.886 kecamatan. Target sasaran dalam pelaksanaan e-KTP secara nasional adalah 172 juta penduduk dengan biaya sebesar Rp5,8 triliun.

Dia menerangkan, e-KTP adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan/ pengendalian, baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Dengan sistem e-KTP settiap penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan akan berlaku seumur hidup di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Mantan Gubernur Sumatera Barat itu menerangkan, penerapan KTP berbasis NIK itu sesuai dengan pasal 6 Perpres No.26/2009 tentang penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional Jo Perpres No. 35/2010 tentang perubahan atas Perpres No. 26/2009. Dalam perubahan Perpres tersebut diantaranya menyebutkan KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk.
Dengan adanya aturan tersebut, pemerintah di bawah komando Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan didukung pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menargetkan program selesai dalam waktu setahun lebih. Dimulai pada Oktober 2011 dan berakhir tahun 2012.

Target yang tergolong berani, mengingat negara lain membangun sistem kependudukan single identity number, padahal di India penyelesaiannya butuh waktu 5 tahun untuk mendata penduduknya dengan system NIK. Sedangkan di Jerman butuh dua tahun hanya untuk merekam data dengan jumlah 70 juta penduduk dan butuh enam tahun untuk menyelesaikannya secara keseluruhan.

Bila Indonesia sukses, maka akan menempatkan bangsa se-level dengan Jerman dengan kartu penduduk yang memiliki empat pengaman data diri yaitu sidik jari, nama, foto wajah dan iris mata. Dengan empat back-up pengamanan tersebut, maka hampir mustahil dilakukan pemalsuannya,  sehingga e-KTP dari segi keamanan masih berada di atas Malaysia, China dan India.

Di Sumatera Utara sendiri, perekaman data e-KTP pada tahap awal dilakukan di 14 kabuaten/kota yaitu Kabupaten Langkat, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Sergai, Batubara, Labuhan Batu Selatan, Tapanuli Selatan, Medan, Pematang Siantar, Tanjung Balai dan Binjai. Di 14 kabupaten/kota itu perekaman berakhir 30 April 2012. Sedangkan daerah lainnya, di 19 kabupaten/kota di Sumut dimulai 1 Mei 2012.
Untuk memenuhi target pendataan e-KTP di Sumut, Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho mengimbau warga masyarakat untuk berartisipasi. Dengan keterlibatan masyarakat menjadi penentu keberhasilan perekaman e-KTP.

“KTP Elektronik merupakan dasar penerbitan dokumen kependudukan seperti SIM, Paspor, NPWP, ATM, sertifikat tanah dan lain sebagainya. Karena  itu, KTP elektronik ini sangat dibutuhkan individu sebagai identitas resmi dan bukti diri autentik serta dokumen hukum perorangan,” sebutnya.(ril)