Home Blog Page 13571

Stosur Tantang Sharapova

STUTTGART – Samantha Stosur akan menantang petenis peringkat kedua dunia, Maria Sharapova, di babak perempat final WTA Stuttgart. Lolosnya juara AS Open tersebut didapatkan usai menumbangkan sang juara bertahan, Julia Goerges, Jumat (27/4) dini hari WIB.

Laga ulangan semi final tahun lalu ini petenis berusia 28 tahun tersebut harus susah payah dalam mengalahkan Goerges dalam pertarungan sebanyak tiga set. Pada akhirnya, Stosur sukses meraih kemenangan sempurna atas petenis asal Jerman itu dengan skor 6-2, 2-6, 6-3.

Sedangkan pemegang wild card, Mona Barthel, sukses mengatasi petenis papan atas dan berhasil melaju ke babak delapan besar. Dalam laga ini Barthel menyingkirkan petenis unggulan ketujuh, Marion Bartoli dengan skor 6-3,6-1.

Barthel sendiri membutuhkan waktu selama 71 menit untuk menumbangkan musuhnya tersebut. Di babak berikutnya Barthel akan menghadapi Victoria Azarenka.

Barthel sendiri mengakui bila dirinya harus menjalani laga ini sedikit sulit. Ia juga menilai bila Mona Barthel memiliki pukulan servis yang bagus dan cukup merepotkan dirinya.

“Lawan saya kali ini (bermain) tanpa beban. Itu yang membuat head-to-head pertama ini sulit. Mona sendir bermain lebih hebat dari yang saya pikir sebelumnya. Saya pernah melihat dirinya bermain dengan Ana (Ivanovic). Saya mencatat bahwa dirinya memiliki servis keras,” ujar Bartoli seperti dilansir AFP, Jumat (27/4). (bbs/jpnn)

Misi Curi Poin

SRIWIJAYA FC vs PSMS

MEDAN- Menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring pada lanjutan ISL, sore ini (28/4), PSMS mempersiapkan skuad untuk menghempang serangan Laskar Wong Kito yang kerap dilancarkan dari sayap.

Karteker pelatih PSMS Roekinoy menuturkan, taktik yang disiapkan adalah menghentikan laju serangan dari sayap Sriwijaya FC. “Serangan-serangan yang dibangun mereka dari sayap harus kita waspadai. Terutama dari Supardi dan Ridwan yang berada di sektor kanan,” ungkapnya, Jumat (27/4). Ia juga mengatakan, tim Ayam Kinantan sudah siap tempur dengan target minimal seri. “Curi poin wajib kita apungkan. Karena misi kita memang harus mendapat poin meski harus melakoni partai tandang,” kata Roekinoy lagi.

Meski diketahui yang bakal dilawan kali ini pemuncak klasemen sementara ISL, Reokinoy menyatakan, skuad PSMS tak bergeming. “Tim sekuat apa pun tetap memiliki kelemahan. Dari situ kita bias memanfaatkannya untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

“Kita tahu, saat bertanding di Medan, kita hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Dan kali ini bukan tak mungkin kita bisa mencetak gol untuk kemenangan di luar kandang,” tambah Roekinoy.

Ia juga mengatakan, Sriwijaya FC merupakan tim yang syarat pengalaman. Karena tim tersebut sudah bersama selama tiga musim. “Tak hanya itu, anak-anak Sriwjaya juga terkenal memiliki permainan dengan kolektivitas tinggi dan skill individu yang cukup baik. Ini tentu jadi prioritas utama untuk diwaspadai,” jelas Roekinoy.

Sementara itu, karteker pelatih PSMS Suharto juga sempat mengungkapkan, menghadapi Sriwijaya FC, anak-anak Medan akan memadukan formasi 4-4-2 dengan 4-2-3-1. “Saat kita menguasai bola, kita akan terapkan 4-4-2. Namun, saat kita diserang akan bertransformasi menjadi 4-2-3-1,” papar pelatih berkepala plontos itu. (saz/jpnn)

Wajib Menang

PERSIRAJA vs PSMS

MEDAN- Berada di posisi buncit klasemen sementara Indonesia Premier League (LPI) menjadi mimpi buruk bagi PSMS Medan. Karenanya, menang lawan Persiraja di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Banda Aceh, sore ini (28/4), menjadi target utama. Jika kalah, jurang degradasi akan semakin mendekat.
Namun, untuk meraih kemenangan di Banda Aceh bukan hal yang mudah. Apalagi, dalam dua lagi terakhir di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Persiraja tak pernah kalah. Pada 15 April lalu, anak-anak Laskar Rencong berhasil menekuk Persiba Bantul dengan skor 2-1 dan menggilas PSM Makasar dengan skor yang sama.

Sementara PSMS Medan dalam dua laga tandangnya selalu meraih hasil seri, yakni melawan Persijap di Jepara 1-1, dan Persiba Bantul 2-2. Selain itu, PSMS juga tak pernah menang melawan Persiraja di Banda Aceh. Karenanya, lawatan PSMS kali ini juga mengemban misi untuk mematahkan rekor tak pernah menang tersebut.

Untuk itu, 18 pemain telah siap mewujudkan harapan tersebut yang kali ini tampil dengan kekuatan penuh. Seluruh pemain inti PSMS siap diturunkan.
Di lini depan, dua pemain yang absen kala melawan PSM Makassar, Jecky Pasarela dan Julio Cesar Alcorse kini dipastikan turun. Kuartet baru lini pertahanan PSMS Safrudin Tahar, Vagner Luis, Goran Gancev dan Fadli Hariri kemungkinan besar tetap jadi pilihan utama.

Di tengah, trio penyeimbang, Kiki Lussisanto, Ahn Hyo Yoen dan Heri Suwondo juga tak ada masalah. Di depan, pendamping Julio dan Jecky juga punya opsi lain, Andrea Abu Bakar atau Rinaldo bakal bersaing di posisi tim inti.

“Besok pagi (hari ini, Red), 11 pemain akan kami tentukan. Tidak sekarang,” ungkap pelatih PSMS Fabio Lopez, Jumat (27/4).

Menanggapi tim besutan Herry Kiswanto, pelatih asal Italia itu mengaku Persiraja cukup baik di putaran kedua dibanding putaran pertama lalu. “Saya lihat pertandingan mereka di putaran kedua, saya tahu mereka tim yang sedang bagus, lihat saja besok (Hari ini) hasilnya,” ujar Fabio. Namun, pelatih 38 tahun itu juga mengaku, PSMS yang tampil penuh juga bisa saja menakutkan. Tampil full team, dia mengisyaratkan PSMS bisa berhasil cukup baik. “Ini kali pertama dari sekian pertandingan tim bisa tampil penuh. Kami harap ini berarti sesuatu untuk PSMS,” tegas Fabio.
Fabio juga mengisyaratkan sportivitas dalam pertandingan. “Saya harap, yang menang nanti adalah tim yang memang tampil lebih baik. Ini sepak bola, sportivitas dan fair play dijunjungi tinggi di olahraga ini,” katanya.

Sementara CEO PSMS Freddy Hutabarat berharap, lawatan ke Banda Aceh bakal menjadi batu loncatan bagi PSMS untuk terus meraih hasil positif dan beranjak ke papan tengah. “Dengan kekuatan komplet, kami optimis bisa mencuri angka. Seri juga sudah bagus, tapi menang lebih bagus lagi,” pungkasnya. (saz)

Markus Perkuat PSMS IPL

MEDAN- Mengawali putaran kedua IPL, PSMS resmi diperkuat Markus Haris Maulana. Kiper yang pernah membela Timnas di AFF Cup 2010 ini akhirnya menerima tawaran tim tersebut.

“Terus terang, Markus sudah bergabung ke kami. Selama ini, kami sudah bernegosiasi, namun kami tak ingin ada masalah di kemudian hari. Saat inilah kami kemukakan ke publik, Markus sudah bergabung,” kata CEO PSMS Freddy Hutabarat didampingi Markus pada temu pers di Hotel Dhaksina Medan, Jumat sore (27/4).

Freddy menegaskan, kepindahan Markus tak berpengaruh terhadap batas transfer window pemain di awal April lalu. “Setiap pemain ISL, anytime bisa ke IPL. Kami anggap Markus adalah pemain baru dan tidak dari mana-mana. Itu sudah kebijakan PSSI. Peraturan secara spefisik tidak ada. Ini bagian dari bentuk rekonsiliasi (Menampung pemain ISL),” tuturnya lagi.

Soal berapa gaji Markus selama di PSMS IPL, Freddy enggan buka mulut. “Soal harga, kurang etis jika dipaparkan. Nanti ada kecemburuan ke pemain lain. Kira-kira sama rata dengan gaji pemain asing. Kami berharap dia (Markus) menunjukkan kualitasnya selama di tim ini. Dan semoga saja semakin banyak penonton yang datang melihat tim ini. Jujur, kami sangat kesulitan dengan harus menyediakan Rp860 juta per bulan untuk operasional klub,” ujarnya.
Ia menampik, perekrutan Markus semata untuk pencitraan klub dan bukan kebutuhan tim. Apalagi, selama ini jargon PSMS yang asli yang ada Markusnya dikembangkan PSMS ISL.

“Tidaklah begitu. Saya rasa kami memang butuh kiper. Saat ini, tim total punya empat kiper dengan masuknya Markus. Namun, seorang kiper kami Ary Manurung masih sangat muda, usianya baru 21 tahun. Berarti tinggal, Decky Ardian dan Irwin Ramadhana. Saya kira dalam satu tim memiliki tiga kiper, sesuai dengan kebutuhan tim apalagi kita harus berlaga di dua kompetisi, Piala Indonesia dan IPL,” papar Freddy.

Sementara itu, Markus mengaku kepindahan ini karena dia ingin menyambung hidup dan melanjutkan karir di PSMS, meski harus beda kompetisi. “Yang pasti, status saya tidak lagi di PSMS ISL, karena saya sudah dipecat. Sejak dipecat pula, status saya bebas. Saya cinta PSMS, kalau enggak cinta tidak mungkin di sini. Ada beberapa klub yang sudah menawarkan kontrak, seperti Persisam Samarinda, Persiram Raja Ampat dan Pelita Jaya. Tapi saya pertimbangkan yang ini, karena masih cinta PSMS. Dan hal ini juga untuk menyambung hidup, saya sudah berkeluarga, beda sama lajang,” jelas kiper kelahiran Pangkalan Brandan, Sumut itu.

Markus sendiri mengaku meski pindah ke PSMS IPL, dia masih menanti haknya dari PSMS ISL. “Sampai sekarang dari manajemen PSMS ISL belum ada kasih tahu saya via telepon atau SMS. Saya juga dipecat hanya melalui pelatih kiper,” ujarnya.

Hak Markus yang masih terpiutang di PSMS yakni gaji dua bulan setengah, kompensasi dan sisa DP kontrak 10 persen. Totalnya ada sekira Rp500 juta. “Saya sendiri belum ada langkah soal itu (Hak). Jika pun tidak ada juga, saya akan menempuh jalur penyelesaiannya melalui Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI),” kata kiper berkepala plontos itu.

Ia juga mengaku sampai sekarang tak tahu mengapa dipecat dari PSMS ISL. “Apakah karena saya ngomong di media? Padahal selama ini saya bukan minta gaji, hanya pinjaman ke manajemen untuk menyambung hidup. Kalau niat saja jelek, bisa saja pas lawan Deltras (Partai tandang) keluar atau lari malam. Saya ini kan cari kerja dari bola,” ungkap Markus lagi. (saz)

80 Offroader Siap Bersaing Rebut Piala Pangdam

Bukit Barisan Offroad Extreme Competition

MEDAN- Sebanyak 80 offroader akan meramaikan Bukit Barisan Extreme Offroad Competition memperebutkan piala bergilir Pangdam I/Bukit Barisan dan piala IOF di Danau Alam Jaya Tuntungan, mulai Sabtu (28/4) hingga Minggu (29/4). Kegiatan ini langsung dibuka Kepala Staf Kodam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha, mewakili Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Lowdewij F Paulus di Kodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (27/4).

Ke-80 peserta yang ambil bagian dalam Offroad Competition ini terdiri dari 7 Pengda IOF yakni Sumut, Aceh, Riau, Sumbar, Asahan, Tanah Karo, dan Madina. Termasuk juga 39 peserta Enduro Cross.

Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan Brigjen TNI I Gede Sumertha, dalam amanat Panglima Kodam I/BB mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan tali silaturahmi antara Kodam I/BB dengan masyarakat, khususnya Offroader yang ada di Sumut.

“Selain itu juga untuk meningkatkan potensi daya tarik wisata di provinsi Sumatera Utara. Menyiapkan dan mendata kendaraan-kendaraan offroad sebagai alternatif angkutan dalam keadaan emergency bencana alam di medan yang tidak mampu dijangkau dengan menggunakan kendaraan organik,” ujar Kasdam.

Lebih lanjut, dikatakan Kasdam, sasarannya untuk terwujudkannya keeratan hubungan antara Kodam I/BB dengan para Offroader yang ada di Sumut dan terpeliharanya kemanunggalan TNI dengan rakyat di Sumut.(rud)

Lifuma Digelar di Empat Zona

MEDAN- Pertarungan tim futsal antar universitas kembali digelar. Seperti gelaran tahun-tahun sebelumnya, Liga Futsal Mahasiswa (Lifuma) 2012 digelar di empat zona. Kali ini Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Muhammadiyah Sumatera utara (UMSU), Universitas Darma Agung (UDA) dan Institut Teknologi Medan (ITM) menjadi tuan rumah.

Koordinator futsal Lifuma Bobi Septian mengatakan, liga kali ini diawali dari zona ITM mulai kemarin hingga Sabtu (28/4) mendatang. “Selanjutnya, zona USU pada 3 hingga 4 Mei di Lapangan Futsal USU, zona UMSU pada 10 hingga 12 Mei di lapangan futsal UMSU dan zona UDA pada 17 hingga 19 Mei mendatang,” katanya.

Disebutkanya, Lifuma ini mengadopsi sistem gugur. Untuk zona ITM, diikuti 32 tim dari tuan rumah ITM, UISU, UMA dan Unimed. “Tidak dibatasi tiap Universitas mau menurunkan berapa tim. Selain itu, kalau yang sudah gugur di salah satu zona akan melaju ke zona berikutnya,” jelasnya.

Menurut Bobi untuk setiap tim akan bertarung memperebutkan dua tiket terbaik masing-masing zona. “Nantinya masing-masing zona akan diambil dua tim terbaik yakni juara dan runner up yang akan meraih tiket grandfinal yang kemungkinan digelar pada Mei mendatang,” tambahnya.

Menurut Bobi ini merupakan wujud kepedulian pihaknya untuk perkembangan futsal di Kota Medan, terutama untuk kompetisi antar universitas. “Saat ini, liga futsal untuk tingkat universitas sangat minim, lebih banyak untuk kategori umum,” bebernya.

Menurutnya, gelaran Lifuma ini merupakan program rutin yang digelar SI Bozz Production bekerjasama dengan Dispora Medan dan KONI Medan. Even ini rutin digelar sejak 2008. Tahun lalu Lifuma dijuarai tim dari Universitas Negeri Medan (Unimed).(mag-18)

Perserosi Sumut Gelar Musprovlub

MEDAN- Pengprov Persatuan Olah Raga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Sumut memastikan gelaran Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di Hotel Dharma Deli Medan hari ini, Sabtu (28/4). Sebelumnya, Musprovlub yang direncanakan sejak 6 bulan lalu ini beberapa kali tertunda. Rencananya Musprovlub dengan agenda pemilihan ketua umum periode 2012-2016 ini akan dihadiri langsung Ketua PB Porserosi S Bimbo Hardjito.

“Selain itu, unsur pengurus lainnya seperti Kabid Organisasi PB Porserosi Prof Dr R Benny Rianto SH MH dan wakilnya, Irchamni Chabiburachman SH MH juga akan hadir. Tentunya juga kehadiran Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu dan perwakilan pengurus dari setiap Pengcab,” kata Ketua Panitia Pelaksana Musorprov Porserosi Sumut Abdul Rahman didampingi Sekretaris Bagindo Alfisyahrin dan Kordinator Acara Doli M Ja’far Dalimunthe kepada wartawan, kemarin.

Abdul Rahman mengatakan, penundaan Musprovlub dikarenakan pihaknya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membangun konsolidasi antar pecinta olahraga sepatu Roda. “Kita butuh waktu untuk membangun konsolidasi dan komunikasi untuk menjaring insan sepatu roda yang berkecimpung maupun hanya mendukung. Dari sini kita berharap perbaikan organisasi dan pembinaan sepatu roda yang lebih baik untuk empat tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam upaya memperlebar sayap di tiap daerah se-Sumut, Porserosi juga mengundang seluruh KONI kabupaten/kota. Sampai saat ini sudah 10 yang sudah memastikan hadir antara lain KONI Medan, Binjai, Deliserdang, Tebingtinggi, Asahan, Pematangsiantar, Samosir, Dairi, Labuhanbatu dan Labuhanbatuutara.(mag-18)

Pemko 2 Bulan Tunggu Surat Balasan Mabes TNI AU

Formas: Jangan Permainkan Warga Sari Rejo

MEDAN- Sudah dua  bulan terhitung Maret lalu, Pemko Medan menunggu surat balasan dari TNI AU, terkait surat yang dilayangkan, untuk menyelesaikan lahan sengketa tanah seluas 260 hektar, yang selama ini ditempati masyarakat Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.
“Suratnya kan sudah masuk, kami masih menunggu balasan surat dari TNI AU,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, usai melaksanakan safari Jumat di Masjid Al Hidayah Jalan Bromo, Gang Sahabat, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Area, Jumat (28/4) siang.

Dia menerangkan, ada beberapa hal yang ditawarkan oleh pihak TNI AU sembari menunggu balasan surat tersebut.
“Nanti kalau sudah ada balasannya akan diberitahukan,” bebernya tanpa membeberkan tawaran pihak TNI AU.

Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), Riwayat Pakpahan mengharapkan Wali Kota Medan tetap memperjuangkan tanah warga Sari Rejo.
“Kami berharap kepada wali kota mendesak surat balasan dari pihak TNI AU.

Di samping itu, Wali Kota Medan juga menjanjikan kepada perwakilan warga Sari Rejo akan berangkat ke Jakarta. Namun hingga kini belum ada kabar,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada Pemko Medan agar jangan mempermainkan rakyat kecil.
“Kami sebagai rakyat kecil tolong jangan dipermainkan oleh penguasa, lagi pula permasalahan tanah Sari Rejo sudah berlarut karena sudah cukup lama,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemko Medan sudah menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan ke Mabes TNI AU dengan menurunkan tim.
“Apalagi sekarang sudah bertambah Formas lainnya, tidak lagi Formas yang berjuang dari awal, sudah ada lagi Formas yang lain, itulah patokan kita makanya kita minta dituntaskan. Saya berharap suasana tetap kondusif sehingga bebas melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah itu,” ujarnya. (adl)

13 Warnet tak Berizin, Bebas Buka Situs Porno

MEDAN-Diskominfo Medan menertibkan warung internet (warnet) yang menyimpang dari perwal di tiga kecamatan di Kota Medan, Jumat (27/4). Hasilnya, di kecamatan Medan Kota, tim menemukan warnet tak memiliki izin Oke Net dan Jif Medan di Jalan Halat. Pemiliknya tak memiliki izin dan juga tidak memblokir situs porno.

Razia dilanjutkan ke Warnet Habalah di Jalan Halat. Tim juga mendapati warnet tidak memiliki izin. Pemiliknya meminta agar jaringan server miliknya tidak diputus dengan berjanji akan segera mengurus izin ke Diskominfo Medan.

Usai melaksanakan salat Jumat, tim melanjutkan penertiban di kecamatan Medan Johor, hasilnya tim menemukan 9 warnet tidak memiliki izin. Selain itu warnet tersebut juga tidak memblokir situs porno. Total ada 13 warnet yang tidak berizin.

“Razia warnet akan terus kita lakukan agar pengusaha warnet jera dan segera mengurus izin warnet,” kata Kadis Kominfo Medan, Zulkifli Sitepu yang langsung memimpin razia.

Selain itu, tim Diskominfo bekerjasama dengan Diknas Medan, polisi, Denpom dan Satpol PP juga mengamankan puluhan pelajar berseragaram sekolah bermain internet. (adl)

Swakelola Wujudkan Sekolah Aman

Jon Roi Tua Purba

Berita ruang kelas yang runtuh dan melukai siswa yang sedang belajar akhir-akhir ini sering kita dengar. Berita runtuh bukan karena dimakan usia, melainkan akibat proses rehabilitasi yang ceroboh. Padahal, biaya rehabilitasi bisa ratusan juta rupiah untuk setiap sekolah.

Untuk memastikan agar siswa aman dan tenang belajar, mulai tahun 2011 lalu pemerintah menerapkan mekanisme swakelola. Rehabilitasi tidak lagi melalui tender dan ditangani pemborong, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada sekolah dan masyarakat.

Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan ditangani sekolah. Alasannya, sekolah yang paling tahu kebutuhannya. Hal ini memang ada baiknya, jadi kepala sekolah sebagai pemimpin diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Bantuan dana rehabilitasi dari pemerintah pusat, baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, langsung masuk rekening sekolah.

Setelah menerima dana, diskusikan dengan masyarakat melalui komite sekolah dan konsultan bangunan. Dibahas mulai dari bahan yang akan dipakai, hingga siapa yang mengerjakan. Sebuah kepercayaan pemerintah terhadap kepala sekolah dan komite sekolah. Tentu saja harapannya dikerjakan dengan baik, sehingga sekolah nyaman benar-benar terwujud.

Dengan swakelola, seluruh bantuan dana pemerintah digunakan untuk rehabilitasi tanpa terpotong pajak dan keuntungan bisnis pemborong. Anggaran bisa hemat 25 hingga 30 persen. Proses pengerjaannya bisa dikontrol dan diawasi sehingga hasilnya sesuai dengan rencana. Tentu saja pengawasan dan pendampingan harus ketat. Maka dari itu pihak terkait harus benar memberikan kontribusi perhatian dan tidak melepas begitu saja.

Kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh. “Tim pendamping dan pengawas berasal dari pusat, kabupaten/kota, TNI, perguruan tinggi, dan anggota masyarakat lain. Harapannya, swakelola bisa mencegah penyimpangan.”

Kualitas bangunan sekolah harus menjadi prioritas meski harus dikerjakan dengan cepat, seperti pada sekolah-sekolah Inpres. Kondisi sekolah yang dibangun pada 1970-an itu kini rusak berat. Mulai tahun ini semua direhabilitasi. Tahap pertama dimulai dua bulan oktober 2011 lalu.
Menurut data sekolah rusak di tingkat SD, terdapat 110.598 ruangan kelas rusak berat dan 182.500 ruangan kelas rusak sedang. Di jenjang SMP terdapat 42.428 ruangan rusak berat dan 82.892 ruangan rusak sedang (kompas.com, 12/10/11).

Tahap pertama rehabilitasi diputuskan pemerintah harus selesai tiga bulan karena masuk dalam APBN-P. Yang direhabilitasi 3.020 sekolah, yaitu 2.419 SD dan 601 SMP. Sebanyak 193 SD (18 persen) dan 43 SMP (50 persen) mulai dibangun.

Sisa sekolah rusak akan direhabilitasi tahun ini dengan APBN 2012. Untuk merehabilitasi ruang kelas rusak berat di pendidikan dasar dibutuhkan anggaran Rp17,5 triliun ditambah kebutuhan mebel Rp2,9 triliun.
Fokus rehabilitasi tahun 2011 di Nusa Tenggara Timur, Lombok Utara, Banten, daerah bencana, Papua dan Papua Barat, serta daerah nelayan miskin. Kita berharap, urusan sekolah rusak bisa selesai tahun 2012 ini,  meski sekolah yang rusak akan selalu ada.

Diperlukan gerakan massal untuk merehabilitasi sekolah. Seperti pembangunan sekolah Inpres besar-besaran pada tahun 1970-an. Kualitas bangunan tentu harus diperhatikan. Apalagi bangunan sekolah kerap menjadi tempat berlindung dan penampungan warga masyarakat pada saat terjadi bencana.
Kualitas konstruksi bangunan sekolah sering kali buruk, terutama pada struktur dan sambungan kuda-kuda, ring balok tidak tersambung dengan baik, kolom dan fondasi tidak menggunakan pembesian, serta retakan di kolom. Kasus seperti ini sebaiknya tidak ditemukan lagi setelah semua dikerjakan. Upaya pemerintah memang harus didukung dengan seluruh lapisan masyarakat serta komite sekolah.

Selain itu, desain dan konstruksi bangunan sekolah di daerah rawan bencana harus berbeda dan lebih kokoh. Sebelumnya pemerintah harus membuat peta risiko bencana sehingga tergambar lebih jelas lokasi sekolah dan ancaman bencana yang dihadapi. Menentukan bangunan sekolah seperti apa yang dibutuhkan dan ruangan yang perlu ada. Seperti tempat berlindung saat bencana. Pemerintah memiliki desain gedung sekolah baru. Bentuknya sederhana, minimalis, dan kualitasnya bebas perawatan.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, akibat bencana gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 terdapat 750 sekolah rusak. Adapun akibat gempa di Yogyakarta (2006) terdapat 2.900 sekolah rusak, gempa di Padang (2009) menyebabkan 241 sekolah rusak, dan gempa di Mentawai (2010) menyebabkan tujuh sekolah rusak. Jadi memang sekolah nyaman perlu segera diwujudkan.

Dengan peta risiko bencana akan tergambar dengan jelas lokasi sekolah dan ancaman bencana yang dihadapi sehingga bisa ditentukan konstruksi bangunan sekolah yang dibutuhkan. Idealnya, kondisi bangunan sekolah yang berada di daerah rawan bencana harus lebih kokoh dibandingkan dengan sekolah di daerah non-rawan bencana.

Di daerah rawan bencana, konstruksi bangunan harus diperhatikan, misalnya Yogyakarta, Aceh, Padang, dan daerah lain yang rawan dengan gempa. Namun, belum ada desain sekolah di daerah bencana yang spesifik sesuai karakteristik ancaman bencananya. Nah, hal inilah yang harus diperhatikan. Sehingga program besar yang mengeluarkan dana besar ini tidak sia-sia dan tepat manfaatnya.

Berkaitan dengan sekolah nyaman, Pemerintah hanya mensyaratkan bentuk bangunan dengan banyak bukaan sehingga hemat listrik, ventilasi udara dioptimalkan, serta ada banyak pohon di sekitarnya sehingga suhu ruang kelas sejuk. Di setiap kelas juga harus ada sudut untuk membaca.

Desain pemerintah ternyata tak digunakan oleh sekolah-sekolah yang sedang direhabilitasi. Seperti di SDN Banyongbong, Kecamatan Pontang, Serang. Alasannya, desain dari pemerintah tidak sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah yang panas dan berdebu pekat. Namun, desain itu memang sifatnya tawaran, untuk disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Jadi setiap sekolah harus melihat topografi sekolah.

Penuntasan rehabilitasi sekolah-sekolah rusak yang dicanangkan pemerintah bakal selesai tahun 2012 ini, harus diiringi komitmen untuk mewujudkan terciptanya sekolah aman di Indonesia.

Banyak bangunan sekolah-sekolah di Indonesia yang belum memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan sehingga mudah rusak, terutama saat bencana alam datang. Menwujudkan sekolah nyaman pada tahun 2012. Semoga. (*)

Penulis aktif di Campus Concern Medan (CC-Medan), tinggal di Pematangsiantar.