Home Blog Page 13576

Doulu

Oleh: Valdesz J Nainggolan
Asisten Redaktur Pelaksana Sumut Pos

TEPAT empat hari lalu bumi merayakan ‘’Hari Bumi’’. Aktivis lingkungan di belahan manapun merayakan perayaaan ini dengan penuh tema. Dua hari lalu saya merekam ucapan budayawan Sudjiwo Tedjo di talkshow stasiun televisi. ‘’Jangan sesekali katakan bencana, itu gejala alam mencari keseimbangan.” Di Jakarta muncul tema ‘’Bersihkan Sampah, Tegakkan Kedaulatan Pangan, Air dan Energi’, lain di Yogyakarta yang memahami keseimbangan bumi lewat tema ‘’Ekspresikan Kreasimu untuk Bumi’’ Longsor yang terjadi di Desa Doulu yang terjadi kemarin menyentak kesadaran siapapun: tema lingkungan yang kita usung sudah terlampau progresif.

Banjir bandang yang menghancurkan sejumlah desa di Tanah Karo mengingatkan masalah lingkungan di negeri ini belum menyentuh substansinya. Jika kerusakan ini bagian dari alam mencari keseimbangan, ingatlah longsor di Desa Doulu ini bukan yang pertama. Ini kedua kali alam mencari keseimbangannya setelah kejadian serupa pada tahun 2008 silam.

Walhi Sumut pernah mengingatkannya! Apa sebetulnya yang terjadi di tanah subur penghasil sayur-mayur dan buah-buahan ini? Setelah para petani tak berdaya dihantam kejamnya liberalisasi pertanian, alam juga semakin menjauh dari mereka. Alih-alih melimpah kekayaan dari hasil tanahnya, mencari keseimbangan ekonomi pun semakin sulit rasanya.

Lihatlah bagaimana petani ramai-ramai melemparkan jagung ke kantor Gubsu. Belum lagi kentang dan jeruk yang diserakkan karena tak ada harganya. Pemerintah tak punya konsep yang jelas melindungi petani. Belum pula bicara infrastruktur yang melemahkan posisi tawar dalam kompetisi pasar yang serba-cepat. Harga merosot dan alam terus mencari keseimbangannya. Dalam ketidakseimbangan ini muncullah kantong kemiskinan.

Kendati banyak pihak mengatakan kawasan perkotaan sebagai kantong kemiskinan, data BPS mempertegas pedesaan tetap kawasan terbanyak penduduk miskinnya. Saat banyak orang miskin hidup di pinggir hutan justru inilah yang mengkhawatirkan.

Tekanan terhadap kawasan hutan dan lingkungan hidup makin tinggi. Hal ini senada dengan kekhawatiran Komisi Dunia Untuk Lingkungan dan Pembangunan PBB (1988). Mereka yang miskin dan kelaparan acapkali menghancurkan lingkungan sekitarnya demi kelangsungan hidup. Mereka akan menebang hutan, ternaknya akan menggunduli padang-padang rumput, mereka akan menggunakan lahan marginal secara berlebihan.

Mereka terpaksa memanfaatkan secara berlebihan basis sumber daya yang ada demi kelangsungan hidup mereka. Sasaran paling dekat adalah hutan. Mereka belum sempat berpikir tentang lingkungan, tentang pelestarian, tentang konservasi atau tentang rehabilitasi lahan. Paling parah manakala pemerintah justru terlibat di dalamnya.

Atas nama investasi Pemkab Karo menyumbang besar atas kerusakan di hutan lindung Simpang Doulu. Ada enam hektar hutan yang dirambah. Data menyebutkan perambahan ini atas rekomendasi pimpinan DPRD Kabupaten Karo Nomor 174/168/2002 tanggal 28 Februari 2002. Ini pasti bukan soal bertahan hidup. Dan, saat ini juga alam mencari keseimbangan kembali. Entah sampai kapan berhenti. (*)

Gatot & Rahudman Terima Anugerah K3

Juga Bupati Langkat dan Bupati Sergai

JAKARTA-Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, dan Bupati Serdang Bedagai, menerima penghargaan Anugerah K3 2012 dari Menakertrans Muhaimin Iskandar Medali penghargaan langsung dikalungkan Muhaimin kepada para kepala daerah penerima penghargaan, Rabu (25/4) malam di Jakarta.

Khusus untuk Rahudman, ini merupakan penghargaan kedua dari Menakertrans. Mereka dinilai berhasil sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerja di wilayahnya masing-masing.

Untuk tingkat gubernur, selain Sumut, ada 11 gubernur di provinsi lain yang juga menerima penghargaan. Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, hanya ada 21 bupati/wali kota yang mendapat penghargaan, di mana tiga di antaranya dari Sumut.

Menanggapi pemberian anugerah ini, Rahudman Harahap mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada Pemko Medan sebagai sebuah institusi. Menurutnya, tanpa peran para pengusaha dan pekerja, tidak mungkin bisa mendapatkan penghargaan itu.

“Karena selama ini ada kerja sama yang baik antara Pemko dengan perusahaan dan pekerja. Kita berkomunikasi secara baik,” ujar Rahudman kepada koran ini usai acara. Kadis Nakertrans Pemko Medan, Marah Husin Lubis, ikut mendampingi Rahudman.

Dia berharap, ke depan para pengusaha lebih intens lagi memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja (K3). Namun, yang lebih penting lagi, kata Rahudman, adalah kesejahteraan pekerja. “Keselamatan kerja harus dijaga betul. Karena kalau terjadi kecelakaan, kasihan pekerja. Upah hanya UMK, kalau berobat mahal,” katanya.

Sedang Bupati Langkat Ngogesa Sitepu mengatakan, selama ini Kadis Tenaga Kerja Pemkab Langkat rajin melakukan sosialisasi mengenai K3 ke perusahaan-perusahaan yang ada di Langkat. “Seperti Pak Walikota, saya juga berharap para pengusaha memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerja, termasuk kesejahteraannya,” ujar Ngogesa.

Sementara, saat memberikan kata sambutan, Muhaimin Iskandar mengatakan, selain sejumlah kepala daerah, penghargaan juga diberikan kepada 739 perusahaan, dengan meraih predikat nihil kecelakaan (zero accident) pada 2012.

Muhaimin berharap, pada 2015 mendatang, K3 sudah menjadi budaya. “Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, merupakan hal yang wajib,” tegas Muhaimin. (sam)

Aria Bima dan Karolin Sanggah Video Porno

JAKARTA-Kontroversi beredarnya video porno mirip anggota DPR semakin menghangat. Politisi Senayan dari PDIP Aria Bima yang namanya ikut terseret, akhirnya angkat bicara “Ini adalah pembunuhan karakter,” kata Bima kepada wartawan di gedung DPR, kemarin (25/4).

Ketika memberikan penjelasan resmi di ruang rapat Fraksi PDIP yang berada di lantai 7 Gedung Nusantara I, Bima tidak didampingi satupun pimpinan atau anggota fraksi yang lain. “Tapi, saya mengklarifikasi ini atas perintah fraksi,” imbuh anggota Komisi VI DPR itu.

Pasca beredarnya video porno, Bima mengaku telah berkomunikasi dengan Karolin (sebelumnya ditulis Caroline) Magret Natasa yang disebut mirip dengan perempuan yang muncul dalam video memalukan itu. Bima mengontak Karolin terkait dengan rencananya melakukan klarifikasi kepada publik. Seperti Bima, Karolinjuga anggota fraksi PDIP, anggota Komisi IX.

Bima mengatakan, saat saling kontak itu, Karolin juga menegaskan kalau perempuan di video itu bukan dirinya. “Mbak Karol mengatakan gambar (porno) itu mengada-ada dan tidak benar. Sama Mas Adhy (Adhy Nugroho, Red) suaminya, saya juga tanyakan. Mas Adi juga mengatakan itu tidak benar. Nanti akan ada klarifikasi dengan pengacaranya,” ungkap Bima.

Sebelumnya, anggota DPR dari Partai Demokrat Roy Suryo sudah mempelajari sejumlah kolase foto adegan yang diambil dari source asli video porno tersebut. Menurut dia, tidak ada rekayasa atau editing apapun terhadap sosok perempuan yang terlihat dalam kolase foto itu. Sedangkan, sosok pasangan prianya memang tidak terlihat.
“Sulit dibantah atau disangkal kalau perempuan itu memang yang disebut-sebut anggota DPR,” tegas anggota Komisi I, itu.

Saat pemilu lalu, Karolin yang maju di daerah pemilihan (dapil) Kalbar itu meraih suara terbanyak ketiga secara nasional, yakni 222.021 suara. Perolehan suara Karolin tepat di bawah Edhi Baskoro Yudhoyono (Partai Demokrat) yang maju di dapil Jatim VII dengan perolehan 327.097 suara dan Puan Maharani (PDIP) yang maju di dapil Jateng V dengan 242.504 suara.

Bima membantah keras isu yang menyebut kalau dirinya memiliki hubungan spesial dengan Karolin yang tak lain adalah putri Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. “Saya? Nggak ada (hubungan spesial, Red). Makanya, boro-boro hubungan cinta, saya dibilang punya anak. Gila ini,” katanya.

Dia justru menyebut komunikasinya dengan keluarga Karolin sangat baik. “Saya dengan Karolin, Mas Adhy, putranya juga dekat. Kita-kita ini saling tahu,” tegas Bima yang terpilih dari dapil Jawa Tengah V, itu.

Sebelum terjun aktif ke dunia politik, Karolin yang lahir di Menpawah, Kalimantan Barat, pada 12 Maret 1982, itu merupakan seorang dokter. Dia adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya pada 2007. Suami Karolin, yakni Adhy Nugroho juga berprofesi sebagai dokter.

“Saya menyampaikan (kepada Karolin, Red), masalah yang keluar ini mau saya klarifikasi, karena menyangkut nama diri saya. Saya juga tidak melihat bahwa gambar ini benar. Saya hargai privasi dia dan keluarganya, seperti privasi saya dan keluarga saya,” kata Bima.

Bima sangat berang dengan situs www.kilikitik.net yang pertama kali mengedarkan video porno itu. Termasuk portal indonesiarayanews.com yang kemudian memberitakannya secara ‘provokatif’. Dengan mengutip www.kilikitik.com dalam pemberitaannya, indonesiarayanews.com menyebut pelaku dalam video porno yang beredar itu adalah perempuan anggota Komisi IX DPR Karolin Margret Natasa dan Aria Bima.

Tidak hanya itu, www.indonesiarayanews.com juga menyebut dari hubungan Karolin dan Bima telah lahir satu anak. Keduanya juga urunan membeli apartemen di komplek Thamrin Residence. Di apartemen itulah hubungan panas layaknya suami istri antara Karolin dan Bima terjadi.

Bima sebenarnya hendak melaporkan pemilik www.kilikitik.com dan  www.indonesiarayanews.com atas tuduhan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Bahkan, Bima telah menyiapkan draf laporan lengkap dengan sehelai materai. Dalam situs www.indonesiarayanews.com dicantumkan di kolom dewan redaksi bahwa pimpinan redaksi media online yang beralamat di Jalan Iskandarsyah I  No.15, Kebayoran Baru, Jakarta itu, adalah mantan KSAD Jenderal (purn) George Toisutta.

Tapi, Bima mengurungkan niatnya. Dia beralasan dalam salah satu media online, yakni beritasatu.com, sudah ada sumber yang menyebut kalau pria dalam video itu memang bukan AB atau Aria Bima. Melainkan EGM yang tak lain pemilik dari www.kilikitik.net sendiri. “Inisialnya EGM. Dia juga punya website www.egm.com,” ungkapnya.

Bima mengaku tidak kenal dengan EGM yang belakangan diakuinya sebagai Sekjen Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara Elya Geeraldy Muskitta. “Durung (belum, Red) kenal, durung tahu (belum pernah, Red) ketemu orang itu. Punya masalah juga nggak pernah,” katanya.

Bima tidak begitu memahami mengapa justru dalam www.kilikitik.net justru menyebut dirinya dan Karolin yang muncul di video itu. “Kenapa saya? Saya nggak tahu. Saya orang politik, mikirnya secara politik. Silahkan aparat menindaklanjuti, mengapa saya yang disebut (www.kilikitik.net)? Kenapa media itu yang memuat pertama (www.indonesiarayanews.com)? Punya siapa media itu? “ kata Bima.

Dikutip dari beritasatu.com, ada seorang sumber yang menceritakan kalau pria yang berada dalam video syur itu adalah Elya Geeraldy Muskitta. Bahkan, video itu direkam sendiri oleh Elya dengan sepengetahuan Karolin. Elya juga mantan Ketua Wilayah Ormas Nasional Demokrat Maluku yang belakangan sudah dipecat.

Peristiwa yang terjadi di ruang penginapan untuk tamu VIP di kantor Gubernur Kalimantan Barat itu, direkam menggunakan Macbook. Mulanya Elya dan Karolin bekerjasama membuat perusahaan bersama dengan nama Advance Borneo. Belakangan terjadi cek-cok di antara keduanya dan perusahaan di mana Elya banyak berinvestasi itu bubar. Konon, Karolin sampai melarang Elya masuk ke wilayah Kalimantan Barat.

Lantas apa yang memicu kemarahan Elya sampai menyebarkan foto-foto dan video seks mereka melalui website-nya sendiri? Sumber Jawa Pos menyebut Karolin dianggap mulai membangun hubungan yang cukup dekat dengan Aria Bima. Karena itulah, Elya yang sakit hati menyebarkan videonya dengan label Karolin dan Aria Bima.
Menanggapi soal itu, Bima hanya tertawa. “Saingan cinta? he…he,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Parade Nusantara Sudir Santoso mengatakan Elya Geeraldy Muskitta telah menjadi sekjen di organisasinya para kepala dan perangkat desa itu selama enam bulan terakhir. “Tapi, aktif sebagai sekjen secara betulan belum lebih dari tiga bulan dan yang membawanya adalah Mas Budiman Sujatmiko,” katanya.

Sebagai Sekjen Parade Nusantara, menurut Sudir, Elya secara khusus menangani program pemberdayaan. “Karena latar belakangnya konsultan selama lebih dari lima tahun di Amerika,” tuturnya.

Pembina Utama Parade Nusantara Budiman Sudjatmiko mengatakan sudah hampir dua bulan terakhir ini tidak saling kontak dengan Elya. “Malah saya tidak tahu nomor handphone dia sekarang,” kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, itu.

Apakah Budiman yang memperkenalkan Elya kepada Karolin? “Tidak benar. Saya diajak ikut sebuah meeeting dengan mereka di Senayan City. Saya kaget ternyata mereka sudah kenal satu sama lain,” tutur Budiman.

Menurut dia, pertemuan itu untuk membicarakan isu RUU Badan Penyelenggara Jasa Sosial atau BPJS. Bagi Karolin yang duduk di Komisi IX, kehadirannya memiliki relevansi. Tapi, apa hubungannya Elya dengan RUU BPKS?

“Elya ini dulu sempat aktif dalam pemberdayaan petani rumput laut di Maluku. Jadi, dia ngomongin kemiskinan di desa,” jawab Budiman. Pada tahun 2007, Elya memang menjadi koordinator Tim Advance Maluku untuk Program Kemandirian Desa di Sektor Energi yang dilakukan oleh Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Sampai tadi malam, nomor 08124052xxxx dan 08212436xxxx milik Elya masih tak aktif. Sehingga, belum bisa diperoleh tanggapannya. (pri/bay/fal/jpnn)

Sopir : 6,2 Ton BBM Rain per Hari

Oknum Pengisi dan Pengukur Tonase Minta Upeti

BELAWAN-Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke truk tangki pengangkutan dari Depot Pertamina Medan Group, di Jalan KL Yos Sudarso km 20 Medan Labuhan diduga melebihi tonase Setiap harinya ada 125 truk tangki milik PT Elnusa yang mengangkut BBM jatahnya diduga dilebihkan. Setiap truk bisa sampai berlebih 100 liter. Belum lagi yang bolak-balik. Sehingga diperkirakan 6,2 ton BBM milik negara raib per hari.

Pengakuan sejumlah sopir, praktek permainan penggelapan BBM bersubsidi disimpan ke lokasi-lokasi penampungan tak resmi atau milik mafia. Dalam setiap pengisian dari depot ke tangki truk pengangkutan, oknum petugas pengisian diduga sengaja melebihkan takaran muatan BBM yang akan dipasok ke SPBU di sekitar Kota Medan dan Pantai Timur Sumut.

“Kalau tak dilebihkan bagaimana truk tangki bisa ‘kencing’ di jalan, sedangkan muatan sudah dilebihkan saja terkadang pasokan ke SPBU berkurang. Karena saat ‘kencing’ di lokasi muatan BBM tak ditakar lagi,” kata sopir truk tangki Pertamina berinisial Ar.

Untuk mendapatkan pengisian BBM di depot pertamina, bebernya, para sopir truk tangki diwajibkan memberikan uang tunai sebesar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung dari banyaknya kelebihan muatan yang dimasukan ke dalam truk tangki oleh oknum petugas PT Mesran, yang menangani soal pengisian BBM di depot Pertamina.

“Uang yang diberikan ke petugas pengisian dan pengukur tonase (takaran) tergantung jumlah kelebihan muatan. Bila lebihnya banyak atau sampai 100 liter, sopir harus memberi uang Rp150 ribu,” ujarnya.
Dia menyebutkan, bila sopir tidak menyetorkan uang, maka truk tangki disuruh balik dan muatan dibongkar kembali.

“Kami jadi repot, padahal kelebihan pengisian itu sengaja dilakukan,” katanya.
Cerita Ar , praktik pungutan tak resmi di lingkungan Depot PT Pertamina itu sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, aktivitas pungli tersebut tak hanya terjadi di bagian pengisian, melainkan sejumlah petugas keamanan di areal depot harus diberi uang.

“Untuk pengutipan oleh oknum petugas keamanan baik di dalam maupun di pintu masuk depot, nilainya bervariasi, ada yang Rp3 ribu per orang dan ada yang Rp5 ribu per orangnya. Makanya saat mau pengisian sopir harus bawa uang sekitar Rp250 ribu, karena banyak yang mau diberikan,” bebernya.

Tak cuma di areal dalam depot sopir-sopir truk tangki pengangkut BBM PT Pertamina harus memberi ‘upeti’, tapi di bagian luar depot sopir kembali dipungli oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan pemuda setempat (PS).
“Kalaupun tak ada kali uang, bisa dihitung hutang, nanti begitu truk tangki balik ke depot baru di bayar sopir,” sebutnya.

Guna menutupi kerugian akibat aktivitas pungli di lingkungan Depot PT Pertamina, dalam perjalanan menuju ke SPBU, Ar menyebutkan, biasanya truk tangki pertamina menyinggahi sejumlah lokasi penampungan tak resmi di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan dan di Jalan Kapten Rahmad Buddin Kelurahan Terjun, Marelan hingga beberapa lokasi lainnya di kawasan Bulu China dan Tandem Hamparan Perak.
“Kalau harga jual per liter tergantung nego sama pemilik lokasi, kalau aku biasanya per kaleng ukuran 20 liter dibayar Rp70 ribu atau sekitar Rp3.500 per liternya,” katanya.

Tapi, paparnya mengenai muatan yang dibuang bisa sampi 5 hingga 6 kaleng bahkan bisa lebih. Tergantung jumlah muatannya, bahkan terkadang sebagian muatan milik SPBU ikut ‘dikencingkan’, maka sering terjadi komplain.

erkait sopir penah mendapat ancaman atau pemukulan dari pihak pengawas lokasi, pria yang mengaku telah lebih dari tiga tahun bekerja sebagai sopir truk tangki itu tidak membantahnya.

“Ada juga pihak di lokasi marah kalau sopir tak mau ‘kencing’, bahkan ada juga sopir yang dicegat dan dipukuli karena tak mau singgah ke lokasi penampungan. Kejadian itu pernah dilaporkan ke polisi. Hasilnya malah uang sopir yang habis keluar, sedangkan pelakunya belum ditangkap,” ungkapnya.

Di bawah tekanan oknum dan adanya celah dari kelebihan muatan dari Depot PT Pertamina, akhirnya membuat para sopir truk tangki berani serta terang-terangan menyinggahi lokasi penampungan tak resmi yang kerap mendapat pengawalan dari oknum aparat keamanan.

“Kami (sopir) berani ‘kencing’ karena ada oknum aparatnya yang berjaga di sekitar lokasi, jadi tak perlu takut digerebek sama polisi,” cetusnya.

Sementara, PT Elnusa Petrofin Medan saat dikonfirmasi terkait kelebihan muatan terhadap truk tangki pertamina mengaku tidak mengetahuinya. “Kami hanya perusahaan yang menangani transportasi saja, sedangkan soal pengisian BBM di depot itu pihak PT Mesran dan pengukuran muatan di lakukan petugas Pertamina. Jadi itu bukan kewenangan Elnusa, silahkan tanyakan langsung ke yang bersangkutan,” kata, Hendrik, Staf Humas dan Pengawasan PT Elnusa Petrofin Medan saat dihubungi Sumut Pos.

Menurut dia, perusahaan Elnusa hanya merupakan perusahaan yang dipercaya untuk mengelola transportasi milik Pertamina, serta melakukan pendistribusian BBM subsidi.
“Itu pun tak semua truk tangki di Depot PT Pertamina kami kelola, karena Pertamina cuma mempercayakan sekitar 125 unit truk tangkinya. Selebihnya milik perusahaan lain yang dikontrak PT Pertamina dengan sistem pola tarif,” terangnya.

Truk Tangki PT DAA Diamankan
Sementara pelaku pencurian dengan modus mengurangi isi muatan tangki BBM yang populer disebut dengan istilah ‘tangki kencing’ diamankan petugas Satuan Pengamanan PT (Persero) Pertamina UPMS I Medan, dari kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (25/4) sore sekira pukul 14.30 WIB.

Dalam penangkapan tersebut truk tangki bernopol BL 9233 L milik PT DAA berikut seorang pria berinisial Rah (35) diamankan.
Kepala Satuan Pengaman PT (Persero) Pertamina UPMS I Medan, Suparman ketika dikonfirmasi membenarkan.

“Kita amankan saat sedang membuang muatan solar di lokasi penampungan di Simpang Kantor, Medan Labuhan,” kata Parman saat dihubungi.

Penangkapan truk tangki BBM yang kedapatan sedang ‘kencing’ di lokasi tersebut, bermula dari pengintaian yang dilakukan petugas keamanan pertamina terkait sorotan media tentang maraknya aktivitas penampungan BBM tak resmi di Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan.

“Saat ini sopir tangkinya masih dalam proses sanksi menejemen,” ujarnya.
Terkait atas penangkapan dimaksud, Parman mengaku, pihak Pertamina telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian di Mapoldasu untuk diproses hukum lebih lanjut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Poldasu agar ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” tandas dia.

Terpisah, PT Elnusa Petrofin Medan juga menindak truk tangki bernopol BL 9034 F dikemudikan seorang pria berinisial Hen (34), warga asal Aceh. Penangkapan sopir truk tangki dimaksud atas sangkaan melakukan penyelewengan BBM subsidi ke lokasi penampungan di Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Medan Labuhan.

“Saat ini sopir sudah kita skor, dan masih menjalani proses pemeriksaan. Dia (sopir) diamankan atas sangkaan melakukan penurunan muatan secara ilegal pada beberapa hari lalu,” terang, Hendrik, Staf Pengawas PT Elnusa Petrofin Medan.

Diamankannya sopir tangki tersebut dia sempat mendapat telepon dari seorang oknum petugas yang meminta agar sopir bersangkutan dibebaskan dari sanksi dan tidak diberhentikan oleh menejemen perusahaan.

“Tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB  ada yang menghubungi menanyakan soal itu, dan kejadian seperti ini selalu terjadi apabila kita melakukan pengamanan terhadap sopir yang terbukti nakal,” pungkasnya.(mag-17)

Mengabadikan Pendapat Melalui Suara

Radio Buku, Semangat Mengarsipkan Buku lewat Suara

Penggila buku di Jogjakarta Senin lalu (23/4) meramaikan peringatan enam tahun Komunitas Indonesia Buku (IBOEKOE). Lewat divisinya, Radio Buku, komunitas yang dimotori penulis Muhidin M Dahlan itu berambisi mengarsipkan suara seribu orang pencinta buku dalam tiga tahun.

HENNY GALLA PRADANA, Jakarta

“Membaca adalah tindakan yang sunyi. Tatkala kesunyian itu menyergap pedalaman hati, saat itulah pengenalan spiritual di balik lembar-lembar buku dimulai, dan berakhir dengan ingatan yang tak mudah lapuk.”

Baris-baris kalimat terkait indah, tertulis di portal www.indonesiabuku.com. Di laman web yang desainnya didominasi hijau dan putih itu segala sesuatu tentang buku sebagai jendela manusia membaca dunia disajikan.

Dalam pilihan kanal web, disuguhkan katalog buku baru, esai, resensi buku, tokoh yang bergiat dalam penulisan buku, hingga puluhan tip ringan tentang dunia buku. Misalnya, bagaimana membuat perpustakaan pribadi hingga mengapa anak sering menyobek buku. Bukan hanya itu. Saat laman portal dibuka, pengunjung situs juga langsung disambut suara streaming radio yang disematkan di pojok kanan atas portal.

Tetapi, jangan berharap radio tersebut menyuguhkan entertainment pop seperti yang terdapat di frekuensi radio pada umumnya. Sebaliknya, radio yang dapat diakses khalayak umum lewat internet dengan mudah tanpa harus diunduh ini berisi tentang arsip yang berkaitan dengan buku.

Adalah Muhidin M Dahlan yang menjadi salah seorang penggagas Radio Buku itu. Pria kelahiran Tolondo, 34 tahun silam itu, ditemui Jawa Pos di sela riuhnya pembukaan pameran seni rupa dokumentasi Re Claim sekaligus peluncuran buku The Archive Indonesia Art World karya Dr Melani W Setiawan di gedung Galeri Nasional Jakarta, Minggu (8/4).
“Nih, sedang ngrekam buat arsip di radio,” ungkap Muhidin sembari memegang recorder dan mendekatkannya dengan sound system besar.

Muhidin, yang mengenakan batik lengan pendek dan sepatu kanvas kala itu, serius mendengarkan dan merekam detik per detik berjalannya prosesi peluncuran buku Melani. Di dalam rekamannya juga tersemat beberapa testimoni tokoh tanah air, seperti kritikus seni rupa dan kurator pameran Jim Supangkat, hingga Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia Jaya Suprana. Menurut Muhidin, tak semua acara yang terkait dunia buku dia datangi untuk dibikin arsip. “Harus ada bukunya,” jelasnya.

Radio Buku memang salah satu diversifikasi media dari portal Indonesia Buku. Portal itu merupakan media untuk menyampaikan visi, suara, dan ide-ide dari komunitas aktivis perbukuan, pencinta buku, hingga jurnalis yang peduli pada gerakan menghidupkan buku dalam tindakan. Komunitas ini berbasis di Jogjakarta, tapi jaringannya meluas ke berbagai kota di Indonesia.

Menurut Muhidin, sistem kearsipan di Indonesia saat ini masih lemah. Banyak momen yang meski terlihat kecil, namun sebenarnya penting, tak terekam oleh pemerintah dan media sekalipun.

Itulah sebabnya, dia memiliki ide untuk membangun suatu media yang berisi arsip-arsip buku dan seputar aktivitas perbukuan. Pada awalnya, Muhidin ingin mengembangkan Indonesia Buku dalam bentuk televisi buku. Sayang, lantaran tak memperoleh izin siar, dia lalu memilih radio sebagai media untuk menyampaikan arsip buku.

“Pada kisaran 2010, saya dibantu para aktivis buku membikin Radio Buku ini,” terangnya.
Dengan modal sekitar Rp5 juta Muhidin membeli peralatan siar sederhana. Dia mengaku tak kesulitan membuat program streaming radio di internet. “Banyak teman yang pintar bikin program streaming,” jelasnya. Setelah jadi, Radio Buku memulai siaran perdana pada akhir 2010. Secara teknis, radio itu tak menyiarkan acaranya secara langsung. Semua acara yang disiarkan dalam bentuk arsip (rekaman).

“Setiap kata yang dilontarkan oleh announcer (penyiar radio)-nya pun diarsipkan terlebih dahulu, baru diputar di live streaming,” ungkap penulis buku Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur, dan salah satu penulis: Lekra Tak Membakar Buku itu.
Karena semua prosedur teknis menggunakan arsip, dokumentasi suara dalam bentuk MP3 bisa diunduh pendengarnya pada situs website Radio Buku.

Diferensiasi antara Radio Buku dan radio populer, antara lain, dari sisi konten. Muhidin menyebutkan, beberapa konten radio yang dianggap nyeleneh adalah rubrik pembacaan cerita dan wawancara. Hingga saat ini, radio buku telah mengarsipkan wawancara dengan kurang lebih 80 narasumber.

Memang, tak semua yang diwawancarai adalah orang populer. Misalnya,  warga di sekitar markas Radio Buku di Jalan Patehan, yang jaraknya tak lebih dari 200 meter dari dua pohon beringin Alun-Alun Selatan Keraton Jogjakarta.

“Bu, buku yang pernah dibaca dan disukai apa?” ujar Muhidin menirukan wawancaranya dengan seorang ibu rumah tangga di Jalan Patehan, yang ternyata sangat cinta dengan buku resep masakan.

“Kami abadikan pendapat mereka dalam bentuk suara,” jelasnya sambil menyendok nasi uduk yang dibungkus daun.

Dalam dua tahun perjalanannya, Radio Buku juga mewawancarai sejumlah tokoh dari berbagai bidang. Misalnya, Bondan Nusantara, seniman dan penulis buku ketoprak, hingga seorang eksplorer, Agustinus Wibowo, si penulis buku Selimut Debu. Dari mancanegara, Radio Buku pernah mewawancarai penulis serta peneliti dari Australia Savitri Scherer; Annie Tucker, peneliti UCLA Los Angeles; hingga kurator sekaligus antropolog Anton Lorenz.

Kendati demikian, Muhidin menuturkan, semangat Radio Buku justru tak seperti media populer lain yang mengunggulkan unsur bombastis dan profil para tokoh terkenal.
“Kami pilih metode jurnalis partikelir (semiprofesional). Yang kami utamakan justru orang-orang biasa saja,” jelasnya.

Mengapa demikian? “Karena akan jadi arsip besar ketika orang yang kami wawancarai pada suatu saat ternyata menjadi orang besar. Padahal, sebelumnya orang biasa saja,” ujarnya (*)

Poin Dibatalkan, Pro Duta Meradang

MEDAN- Mundurnya PS Bengkulu dari Divisi Utama Liga Prima Indonesia 2011/2012 berbuntut negatif untuk Pro Duta FC Deli Serdang. Kabarnya PSSI menetapkan kebijakan untuk membatalkan poin tim-tim yang berhadapan dengan PS Bengkulu sejak putaran I. Kondisi ini sedikit mengganggu konsentrasi Kuda Pegasus menghadapi laga lanjutan Divisi Utama kontra PSP Padang, Minggu (29/4) mendatang.

Tentu saja kebijakan ini membuat Pro Duta mencak-mencak. Di putaran pertama, Pro Duta sukses meraup poin penuh dari PS Bengkulu dengan kemenangan 2-0. Ketika itu Laakkad dan Xavi Perez menjadi pahlawan kemenangan. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi heran dengan kebijakan PSSI yang dinilainya nyeleneh.

“Ini aneh ketika PSSI membatalkan poin kami dari PS Bengkulu di putaran pertama. Padahal PS Bengkulu keluar dari kompetisi di putaran kedua. Jika merujuk kepada peraturan FIFA, harusnya tidak ada poin yang dibatalkan di putaran pertama jika klub tersebut keluar di putaran kedua,” katanya.

Pelatih yang akrab disapa Beto ini menyebutkan, kebijakan ini justru menguntungkan Persikabo Bogor yang tengah menempel ketat Pro Duta di klasemen. Laskar Padjajaran-julukan Persikabo kini membukukan poin 25 setelah meraih tiga angka dari PSP Padang.

Jumlah poin yang sama dengan Pro Duta di puncak klasemen. Jika nantinya poin jadi dikurangi, koleksi poin Pro Duta berkurang menjadi 22 poin. Sementara koleksi poin Persikabo menjadi 24 poin. Kondisi ini akan membuat posisi di klasemen berubah.

“Keputusan ini menguntungkan Persikabo. Mereka hanya seri di Bengkulu. Jadi poinnya hanya dibatalkan satu angka. Sementara kami menang. Ini merugikan kami yang dikurangi tiga angka,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu.

Beto melanjutkan, keputusan PSSI ini jelas bertentangan dengan peraturan FIFA. Karenanya, pihaknya akan melayangkan protes kepada PSSI terkait hal ini. “Bahkan lebih penting kami akan menuliskan surat kepada FIFA di Zurich. Mereka tidak dapat mengganti peraturannya. Saya bilang seperti ini karena ini bukan peraturan saya. Ini peraturan FIFA,” pungkasnya.

Sementara PS Bengkulu saat dikonfirmasi lewat Pelatihnya Chairul, Rabu (25/4) kemarin mengaku persoalan finansial menjadi penyebab mundur dari kompetisi maupun Piala Indonesia. “Sejak putaran kedua tidak ada kejelasan dari manajemen. Tiga bulan gaji kami belum dibayar. Begitu juga pelatih. Makanya kami tidak mengikuti liga maupun piala Indonesia,” pungkasnya.(mag-18)

Utang Manajemen PSMS Menumpuk

MEDAN-Masalah keuangan di tubuh manajemen PSMS ternyata sangat komplek. Bukan hanya menyangkut gaji pemain yang belum dibayar hingga tiga bulan serta DP 10 persen yang belum dilunasi, tapi juga beberapa utang yang telah tertumpuk sejak musim lalu saat skuad Ayam Kinantan masih berlaga di Divisi Utama.

Hal ini terkuak, saat eks ketua panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSMS Syafril Jambak buka-bukaan ke media. Syafril yang baru saja didepak manajemen menuturkan, pihak Hotel Dharma Deli menghubunginya dan meminta pertanggung jawaban utang senilai Rp37 juta. “Pihak hotel bertanya ke saya soal pembayaran utang PSMS musim lalu sebesar Rp37 juta. Padahal saya bukan ketua Panpel musim lalu,” ungkapnya, Rabu (25/4).

Ia juga menyampaikan secara tak langsung melalui media, agar CEO PSMS Idris segera menyelesaikan semua itu. Tidak hanya itu, lanjut Syafril, manajemen PSMS juga diduga masih meninggalkan utang di hotel yang sama saat PSMS U-21 menjadi tuan rumah kompetisi U-21 Liga Indonesia Grup D, yang digelar 10-14 April 2012 di Stadion Teladan. “Ada utang yang ditinggalkan sebesar masing-masing Rp15 juta di dua tempat. Yakni di Hotel Dharma Deli dan di Rumah Sakit Permata Bunda,” jelasnya.

“Saya saat itu memang ketua Panpel, tapi selama kompetisi itu saya sering mendahulukan uang saya untuk berbagai keperluan. Tapi untuk yang lainnya, uang sama sekali belum ada diberikan Idris, sehingga masih terutang,” tambah Syafril.

Dia juga mengaku mengetahui ada utang sebesar Rp20 juta yang ditinggalkan Idris di Hotel Garuda Plaza tiga bulan lalu. “Setahu saya, itu juga belum dibayar Idris. Saat itu dia menggelar rapat forum klub pendukung statuta,” katanya.

Namun, paparan borok manajemen PSMS yang disampaikannya kepada sejumlah awak media di Medan ini, Syafril mengaku bukan karena sakit hati dipecat dari kepengurusan PSMS oleh Idris. “Toh selama ini saya menjaga nama baik dia. Orang terlalu sering mengungkapkan hal-hal buruk tentang dia. Tapi saya berusaha meredam hal itu. Tapi, terlalu banyak juga yang sudah dilakukannya, dan saatnya publik tahu,” ujarnya lagi.

Ia mengaku ikhlas saat dikatakan tak memiliki laporan keuangan soal tiket yang transparan. “Saya baca di media soal itu. Silahkan saja tulis, tapi perlu dicatat, saya punya laporan pembukuan yang lengkap. Malah adiknya yang ikut dalam Panpel sering kedapatan menggelapkan tiket. Saat lima orang masuk dengan menggunakan tiket, hanya dua tiket, sisanya dijual kembali,” beber Syafril.

Syafril yang juga ikut dalam Panpel turnamen sepakbola yang memperebutkan piala Wali Kota Medan Rahudman, membeberkan fakta lainnya. “Turnamen yang hanya tinggal menggelar partai final itu, sampai sekarang belum bisa dilaksanakan. Karena uang sekitar Rp75 juta belum diberikan Idris ke panitia. Saya sendiri sudah tidak mau jadi bagian panitia turnamen itu,” tukasnya.

Syafril yang juga tercatat sebagai wakil ketua bidang pembinaan di kepengurusan PSMS, memutuskan segera mengundurkan diri dari jajaran pengurus. “Saya tak mau lagi. Untuk apa berada di kepengurusan kalau semua bertumpu pada Idris. Orang lain seperti tak punya wewenang, semua harus ke Idris. Dia sudah sangat otoriter. Saya juga tak mau kali berada di sana. Jangan dikira saya gila jabatan. Saya berada di PSMS karena pengabdian, dulu dibesarkan PSMS dan pernah jadi pemain PSMS,” tandas mantan pemain era 80-an itu.

Menanggapi hal tersebut, Idris juga angkat bicara. Menurutnya, tak ada utang musim lalu kepada Hotel Dharma Deli. “Utang sebesar Rp37 juta? Itu tidak ada. Siapa yang memberikan informasi seperti itu?” ujarnya.

Ia juga menampik adanya utang usai menggelar kompetisi U-21 Liga Indonesia di Stadion Teladan dimana PSMS U-21 sebagai tuan rumah. “Kalau yang itu (Hotel Dharma Deli dan RS Permata Bunda) sudah dilunasi Rp30 juta,” kata Idris.

Idris juga sempat terkejut saat dibeberkan mengenai utang yang tertumpuk di Hotel Garuda Plaza sebesar Rp20 juta. “Bukan sebanyak itu, hanya Rp16 jutaan dan itu juga sudah selesai,” jelasnya.

Ia mengeluhkan orang-orang yang sempat menjadi pengurus sama sekali tak berjuang untuk PSMS. “Saya lelah, jangan hanya cari-cari kesalahan lah. Ayo Bantu doa, ini tidak doa aja enggak, apa lagi uang. Saat ini PSMS harus diacungi jempol, masih bisa bertahan meski terseok-seok dan kini berada di 10 besar klasemen sementara ISL,” ujar Idris.

Malah Idris ingin melepas jabatannya di PSMS karena banyak yang mengira mudah mengelola PSMS. “Dilihat memang mudah, untuk tur tiga pulau saja itu membutuhkan sedikitnya Rp470 jutaan. Darimana uang sebanyak itu? Tentu perlu kerja keras. Jika ada yang sanggup menangani PSMS saya akan lepas jabatan ini. Saya hanya diberi amanah oleh orang-orang pembesar di Medan ini makanya saya mau. Saya bukan cari makan di PSMS ini, saya punya perusahaan yang lebih besar untuk hidup saya,” jelasnya.

“Jadi masalah keuangan ini sebenarnya masalah bagi semua klub di ISL yang tak lagi dibiayai APBD. Kita butuh Rp16,7 miliar untuk mengarungi kompetisi hingga akhir musim. Sementara dari sponsor kita hanya dapat Rp5 miliar. Tentu kita perlu dukungan dari semua elemen, bukannya mencari-cari kesalahan,” tandas Idris. (saz)

Poin Dibatalkan, Pro Duta Meradang

MEDAN- Mundurnya PS Bengkulu dari Divisi Utama Liga Prima Indonesia 2011/2012 berbuntut negatif untuk Pro Duta FC Deli Serdang. Kabarnya PSSI menetapkan kebijakan untuk membatalkan poin tim-tim yang berhadapan dengan PS Bengkulu sejak putaran I. Kondisi ini sedikit mengganggu konsentrasi Kuda Pegasus menghadapi laga lanjutan Divisi Utama kontra PSP Padang, Minggu (29/4) mendatang.

Tentu saja kebijakan ini membuat Pro Duta mencak-mencak. Di putaran pertama, Pro Duta sukses meraup poin penuh dari PS Bengkulu dengan kemenangan 2-0. Ketika itu Laakkad dan Xavi Perez menjadi pahlawan kemenangan. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi heran dengan kebijakan PSSI yang dinilainya nyeleneh.

“Ini aneh ketika PSSI membatalkan poin kami dari PS Bengkulu di putaran pertama. Padahal PS Bengkulu keluar dari kompetisi di putaran kedua. Jika merujuk kepada peraturan FIFA, harusnya tidak ada poin yang dibatalkan di putaran pertama jika klub tersebut keluar di putaran kedua,” katanya.

Pelatih yang akrab disapa Beto ini menyebutkan, kebijakan ini justru menguntungkan Persikabo Bogor yang tengah menempel ketat Pro Duta di klasemen. Laskar Padjajaran-julukan Persikabo kini membukukan poin 25 setelah meraih tiga angka dari PSP Padang.

Jumlah poin yang sama dengan Pro Duta di puncak klasemen. Jika nantinya poin jadi dikurangi, koleksi poin Pro Duta berkurang menjadi 22 poin. Sementara koleksi poin Persikabo menjadi 24 poin. Kondisi ini akan membuat posisi di klasemen berubah.

“Keputusan ini menguntungkan Persikabo. Mereka hanya seri di Bengkulu. Jadi poinnya hanya dibatalkan satu angka. Sementara kami menang. Ini merugikan kami yang dikurangi tiga angka,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu.

Beto melanjutkan, keputusan PSSI ini jelas bertentangan dengan peraturan FIFA. Karenanya, pihaknya akan melayangkan protes kepada PSSI terkait hal ini. “Bahkan lebih penting kami akan menuliskan surat kepada FIFA di Zurich. Mereka tidak dapat mengganti peraturannya. Saya bilang seperti ini karena ini bukan peraturan saya. Ini peraturan FIFA,” pungkasnya.

Sementara PS Bengkulu saat dikonfirmasi lewat Pelatihnya Chairul, Rabu (25/4) kemarin mengaku persoalan finansial menjadi penyebab mundur dari kompetisi maupun Piala Indonesia. “Sejak putaran kedua tidak ada kejelasan dari manajemen. Tiga bulan gaji kami belum dibayar. Begitu juga pelatih. Makanya kami tidak mengikuti liga maupun piala Indonesia,” pungkasnya.(mag-18)

SSB Mabar Putra Gantikan SSB PTP Wil-I

DELISERDANG- Didiskualifikasinya SSB PTP Wil-I dari Piala Danone Nation Cup (DNC) 2012 karena melakukan pemalsuan dokumen beberapa pemainnya, ternyata membawa berkah kepada SSB Mabar Putra. Panitia kualifikasi DNC 2012 akhirnya mengutus SSB Mabar Putra sebagai perwakilan dari Sumatera Utara untuk berlaga di tingkat nasional di Jakarta, 16 hingga 17 Juni mendatang.

“Panitia DNC Sumut telah menyerahkan kesempatan ini kepada SSB Mabar Putra, sekarang tinggal menunggu surat resmi dari panitia pusat,” kata Ruslan, Manajer SSB Mabar Putra di Lapangan Mabar, Medan Deli, Selasa (24/4).
Menurut Ruslan, mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan menargetkan SSB Mabar Putra meraih juara.(mag-10)

Petinju Sasana Rajawali Siap Bertarung

MEDAN- Sejumlah petinju amatir dari Sasana Rajawali menggenjot porsi latihan dalam menghadapi kejuaraan Komandan Polisi Militer (Danpom) Sumut tingkat Kota Medan yang akan digelar di Sasana Gajah Mada, Jalan Sena, hari ini (26/4).

“Kita sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari untuk menghadapi kejuaraan ini” kata pelatih kepala Sasana Rajawali Ucok Tanamal didampingi pelatih Amir Hasan Siregar, Rabu (25/4).

Ucok mengatakan, sasana yang diketuai Acon Simanjuntak itu akan menurunkan delapan petinju terbaiknya. Di kelompok junior ada Freddy di kelas junior 46 kg, Rifay kelas junior 42 kg, Anzas kelas terbang 52 kg, serta Deny Sihombing kelas junior layang 49 kg.

Sedangkan untuk kelas senior, Deru Siregar di kelas layang 49 kg, Drajat di kelas berat 91 kg, Rorin Surbakti di kelas welter ringan 54 kg, dan John Effendi Hutasoit kelas berat ringan 81 kg. (mag-10)