Home Blog Page 13576

Korupsi tak Ada Ditutup-tutupi

Kasus korupsi banyak yang ditangani di Kejatisu. Hal itu selalu menjadi pertanyaan wartawan. Bagaimana jaksa menanggapinya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rudiansyah dengan Pelaksana harian (Plh) Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera, Ronald Bakkara SH.

Bagaimana Anda mengetahui perkembangan kasus korupsi di Kejatisu?

Kalaupun kita belum mengetahui kasus itu, maka kita akan cek baik itu ke intel ataupun ke bidang pidsus. Dari informasi itulah kita sampaikan kepada wartawan. Apalagi beberapa penangkapan pelaku korupsi ini semua kita informasikan kepada rekan-rekan wartawan tanpa ditutup-tutupi baik itu siang ataupun malam.

Bagaimana Anda menginformasikannya?
Semua itu kan karena sudah terbiasa. Apalagi kita sering meminta keterangan dari orang-orang yang diperiksa, maka dalam menghadapi para jurnalis sama saja. Kita juga memberikan keterangan pada wartawan untuk kepentingan informasi yang disampaikan kepada publik.

Bagaimana menghadapi wartawan?
Itulah bagian tugas yang harus kita kerjakan. Kita nikmati saja sebagai juru bicara. Yang namanya wartawan kan selalu komunikasi sama kita, jadi kita tidak merasa terganggung kapanpun ketika kita dihubungi untuk melakukan konfirmasi. (*)

Rahudman: Korpri Harus Profesional

Rapat Kerja Daerah Korpri Kota Medan 2012

Korps Pegawai Republik Indonesia  (Korpri)  dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kinerja, pengabdian dan netralitas pegawai  negeri sipil (PNS), sehingga dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dapat lebih produktif dan berdaya guna serta berhasil guna.

Pada hakekatnya, Korpri harus mampu membangun profesionalisme anggota dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya. Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat membuka Rapat Kerja Daerah  Korpri Kota Medan Tahun 2012 di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (3/5).

Rahudman membeberkan, guna  mewujudkan tujuan tersebut  Korpri Kota Medan harus banyak berbenah diri. Berbagai hal yang menjadi kendala harus dapat dikomunikasikan dan dicari solusinya oleh seluruh jajaran pengurus.

Untuk itu, dia menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Rakerda Korpri. “Saya berharap rakerda ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang  bernas sebagai terobosan dalam memajukan Korpri Kota Medan lebih optimal,” ucapnya.

Rahudman membeberkan, program kerja Kopri yang ditetapkan dalam rakerda ini harus bisa mengakomodir tujuan-tujuan umum Korpri.  Artinya, program kerja itu harus memiliki sasaran yang jelas serta out put dan out come, yang akan dicapai dan tidak hanya mengelola program-program serimonial.

Kemudian, paparnya, rakerda juga harus menghasilkan program-program kerja yang inovatif, tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas  sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, melainkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan segenap anggota Korpri secara keseluruhan.
Dia menerangkan, sebagai  abdi masyarakat yang turut melaksanakan kehidupan bernegara, perlu diingatkan Korpri  Kota Medan memiliki peran yang cukup strategis. Hal itu tidak terlepas dari harapan masyarakat, yang menuntut pelayanan publik yang lebih baik dan professional. “Mau tidak mau kompetensi dan integritas aparatur pemerintah harus lebih ditingkatkan,” sebutnya.

Rahudman menyatakan, tuntutan masyarakat agar PNS bekerja melayani masyarakat, sebenarnya sebagai bagian tantangan bagi Korpri Kota Medan dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya serta mengembangkan jiwa korps antar sesama anggota, sehingga memberikan citra  publik yang semakin baik.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, Korpri juga harus mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan partisipasif sesuai dengan cita-cita pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Dia menekankan, masyarakat menaruh harapan besar kepada seluruh aparatur pemerintah. Untuk itu, berbuat dan bekerjalah dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

“Berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat karena sesungguhnya kita adalah pelayanan masyarakat. Saya yakin dengan kesungguhan dan kesediaan dari segenap aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan, kita semua mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik pada masa depan,” pungkasnya.

Rahudman menilai rakerda Korpri yang dilaksanakan memiliki arti penting dan strategis terutama untuk tiga hal yaitu, memperkokoh konsolidasi organisasi, wadah evaluasi terhadap kinerja Korpri Kota Medan dan menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan.

“Dinamika dan perkembangan Korpri tidak terlepas dari kondisi lingkungan strategis, baik yang terkait dalam kehidupan politik, pemerintah dan hukum. Harus dihadapi oleh jajaran Korpri baik tingkat pusat dan daerah, tidak terkecuali tingkat Kota Medan,” sebutnya.

Dalam rakerda Korpri itu diikuti 128 peserta terdiri dari Dewan Pengurus Korpri Kota Medan, Unit Dinas, Unit Badan, Unit Kantor, Unit Sekretariat, Unit Kecamatan dan Unit Perusahaan Daerah. (adl)

Dituntut Berpartisipasi Pecahkan Persoalan

Korpri mengacu kepada PP No.42/2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil (PNS). Organisasi Korpri mempunyai tugas utama  melaksanakan pembinaan jiwa korps dan menciptakan rasa solidaritas yang tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri selaku Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Medan. Menurut dia, tantangan yang dihadapi Korpri ke depan cendrung semakin berat, khususnya dalam membangun kesadaran anggota Korpri agar lebih memiliki rasa solidaritas yang kuat, persatuan dan kesatuan serta dan kohesivitas yang tinggi.

Hal lainnya, dia menyebutkan, anggota Korpri juga dituntut berpartisipasi memecahkan masalah-masalah kesejahteraan pegawai melalui usaha-usaha yang tidak membebani anggaran.

Dia mengakui, selama perjalan Korpri Kota Medan masih ditemui berbagai kendala yang harus diselesaikan, seperti rasa solidaritas antar sesame anggota, meningkatkan rasa kebangaan dan rasa memiliki serta meningkatkan kesejahteraan.

“Untuk itu  kami memandang  perlu disusun dan ditetapkan program kerja  yang produktif,” katanya.
Syaiful membeberkan, maksud rakerda digelar sebagai forum komunikasi evaluasi dan konsultasi dalam rangka mengembangkan keterpaduan dan koordinasi pelaksanaan program kerja Korpri Kota Medan masa bakti 2011-2016.

Sedangkan maksud dari rakerda sebagai forum komunikasi, evaluasi dan konsultasi dalam rangka mengembangkan keterpaduan dan koordinasi dalam rangka pelaksanaan program kerja korpri kota Medan masa bakti 2011-2016. Kemudian, ditetapkan program kerja Korpri Kota Medan, dan menentukan kebijakan sebagai penjabaran dari program umum Korpri serta membuat rekomendasi yang relevan. (adl)

Dijambret Dekat Rumah

Dewi (35) syok saat dijambret di dekat rumahnya, di Jalan Jermal V, Medan Denai, usai mengantar anaknya sekolah, Rabu (2/5) pagi.
Keterangan Dewi, seperti biasa pagi itu dia mengantarkan kedua anaknya ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Usai mengantarkan kedua anaknya, dia  langsung  pulang ke rumah.

Di perjalanan tak jauh dari rumahnya, persih di persimpangan Jalan Jermal VII, tiba-tiba dompet korban yang  letakkan di jepitan besi tempat barang sepeda motornya dijambret pelaku mengendarai sepeda motor Honda Revo.

Menurutnya, sebelum pelaku memepet sepeda motornya, pelaku sempat melihat-lihat ke belakang dan ke arah ban belakang sepeda motornya sambil bertanya kepada korban apakah ban sepeda motornya kempes.

Saat itu korban mengaku sama sekali tak menyangka kalu orang tersebut mau menjambret. “Dia (pelaku, Red) sempat menggenjot-genjot ban keretanya, tiba-tiba di langsung menarik dompet saya yang saya letakkan di tempat jepitan barang di sepeda motor,” kata korban, yang mengaku terkejut dan tak sempat menjerit.

Menurutnya, pelaku memiliki ciri-ciri kurus tinggi berambut ikal. Akibat kejadian itu korban kehilangan STNK sepeda motor Yamaha Vega BK 5894 AU, ATM BRI, KTP, serta uang Rp200 ribu, yang disimpan di dalam dompet. Korban langsung membuat laporan ke Mapolsekta Medan Area. (gus)

Sedih, Foto Otopsi Istri Tersebar

Saipul Jamil

Kesedihan karena kehilangan istri tercinta Virginia Anggraeni belum terobati,  hati Saipul Jamil kembali tergores. Kali ini Ipul dikejutkan dengan beredarnya foto otopsi mendiang sang istri.

Pria kelahiran 31 Juli 1980 itu pun mengaku terpukul dan sedih mendengar foto otopsi sang istri tersebar. Ia seperti kehabisan kata-kata untuk menjelaskan rasa sedihnya.

“Sedih, kok tega ya yang nyebarin,” ungkapnya, Kamis (3/5) Virginia meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di tol Padalarang pada 3 September 2011 lalu. Kecelakaan itu juga meninggalkan sedikit persoalan bagi Ipul.

Mantan suami Dewi Persik itu harus berurusan dengan kepolisian karena kecelakaan itu. Bahkan sampai saat ini Ipul masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Purwakarta, Jawa Barat atas kejadian itu. (bbs/net)

20 Bus Ditindak Petugas Gabungan

MEDAN-Petugas gabungan Dishub Kota Medan dan Satlantas Polresta Medan terus menindak tegas bus atau angkutan umum pengangkutan orang (PO) bus, yang kedapatan membawa penumpang di jalan Kota Medan dan mangkal menunggu penumpang di loket PO masing-masing.  Hasilnya, 20 unit armada bus PO ditindak petugas dengan menilang dan membawanya ke Pergudangan Dishub Kota Medan Kayu Putih Tanjung Mulia Medan.

“Kita sempat libur, dari tanggal 30 April, 1 Mei dan 2 Mei. Karena ada peringatan Hari Buruh, May Day. Jadi, semua personel siaga, fokus pada aksi buruh. Termasuk dari kepolisian, baru hari ini Kamis (3/5), kita mulai lagi. Kita terus lanjutkan penertibannya. Tak ada celah waktu ataupun libur sehari saja. Kemarin, karena persiapan siaga aksi buruh. Dalam operasi sebelum libur, di bawah tanggal 30 April itu, operasi seminggu kita berhasil menindak 20 unit armada PO bus,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Medan, Toga Aruan, Kamis (3/5).

Dikatakan Toga, operasi sebelumnya menindak sedikitnya 5 sampai 7 unit armada PO bus setiap hari. Operasi dilakukan secara bergantian di dua titik yakni Jalan SM Raja dan Jalan Jamin Ginting serta Padang Bulan dan tidak hanya terfokus pada satu titik saja.

“Petugas kita juga, mobile aktif bergerak. Tidak hanya menunggu armada di satu titik saja. Kita bergerak menuju loket atau terminal liar milik PO bus beroperasi. Ini kita lakukan, untuk hasil operasi yang lebih maksimal. Semua petugas, juga kita arahkan untuk mobile aktif bergerak,” ujarnya.
Dijelaskan Toga, 20 unit armada PO bus itu ditindak dari berbagai pengelola atau perusahaan PO. Selain itu, dari 20 unit armada itu, petugas masih mendapati pengelola PO mengoperasikan angkutan umum plat hitam.

“Plat hitam ada sebagian, beberapa unit saja. Kita dapati dari pengelola atau perusahaan bus PO. Kalau angkutan plat hitam langsung kita kirim ke Pergudangan Kayu Putih. Tindakan yang kita berikan ada yang hanya tilang ditempat oleh petugas, namun ada juga yang langsung kita bawa ke Pergudangan Kayu Putih. Yang jelas, tetap kita tindak tegas meskipun PO bus dimiliki oleh oknum pejabat maupun aparat siapapun,” jelasnya.

Ditegaskannya, kepada pengelola atau perusahaan PO bus dihimbau untuk mengoperasikan angkutannya di terminal resmi seperti Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris Sunggal. Termasuk untuk memarkirkan kendaraan dan mengangkut penumpang, tidak boleh di jalanan dan hanya dibolehkan di terminal resmi saja. “Apapun itu, hanya boleh di terminal resmi. Loket boleh menjual tiket, tapi tidak boleh mengangkut penumpang,” tegasnya.(adl)

Ditjen Dikti Tambah Kuota Bidik Misi Unimed

MEDAN-Tahun ajaran 2012-2013, Universitas Negeri Medan (Unimed) mendapatkan kuota yang lebih besar untuk penerima beasiswa Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidik Misi).

Kuota Bidik Misi yang diberikan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diberikan kepada 500 mahasiswa miskin berprestasi.

Hal ini disampaikan Rektor Unimed, Prof Ibnu Hajar di Medan Kamis usai membuka rapat kerja penyusunan Restra Unimed 2012-2015, Kamis (3/5).
“Peningkatan kuota penerima beasiswa ini diharapkan bisa  membantu mahasiswa berprestasi dari kalangan keluarga miskin, dalam mengakses pendidikannya,”ungkap Ibnu.

Ibnu juga menerangkan, jika program beasiswa bidik misi merupakan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup dari pemerintah kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan secara ekonomi kurang kurang memadai.   (uma)

Buntuti Cathy Honeymoon

Julie Estelle

Kakak baru yang dimaksud oleh Julie tak lain adalah suami Cathy alias kakak iparnya sendiri, Eka Kusuma. “Awalnya pasti ada rasa sedih. Tapi aku nggak lihat itu sebagai sebuah kehilangan. Aku malah merasa dapat kakak laki-laki,” bilang Julie.

Seolah tak rela ditinggal sendirian di Jakarta, bintang film Kuntilanak itu akan ikut Cathy dan Eka jalan-jalan ke luar negeri. “Sebentar lagi aku sama Cathy dan suaminya mau travelling tiga minggu ke Jerusalem, Amsterdam dan Prancis,” katanya riang.

Niat Julie ‘mengekor’ Cathy mungkin terkait kabar dirinya telah putus dengan solois, Ello. Kabar tersebut mulai berhembus setelah keduanya jarang tampil bersama. Ello sendiri mengaku, kini tengah fokus menggarap karya-karya barunya.

Saat meluncurkan single terbarunya, Ello juga mengungkapkan bahwa beberapa lagunya mewakili perasaannya saat ini. “Inilah gue, spesial buat orang yang lagi minder, mungkin ada yang trauma diputusin. Nggak kayak mantan itu buat orang yang pernah dibanding-bandingin sama mantannya,” kisahnya.

Toh kalau kabar putus itu benar, Julie tak tampak sedih. Ia belum mau mengikuti jejak sang kakak untuk menikah. “Belum kepikiran ke situ, fokus karier dulu. Lagian aku kan masih muda. Perjalanan masih panjang,” kata Julie.

Diakui pemain film Alexandria ini, sudah banyak lelaki yang mendekatinya. Namun, ia sangat selektif dalam memlih calon pendamping hidupnya. “Milih-milih pasti lah. Semua orang juga pasti milih-milih,” cetusnya.

“Yang baik, cocok, yang pengertian. Aku percaya jodoh itu di tangan Tuhan,” tangkis Julie lagi.  Sebelum menikah, Julie punya satu impian dalam kariernya yang belum tercapai.  “Main film action. Baru abis itu mikir jodoh,” tukas Julie.  (rm/jpnn)

Sutomo 1 Sua Methodist 2

Final Liga Basket Pelajar Sumut 2012

MEDAN-Grandfinal Liga Basket Pelajar Sumut 2012 memasuki episode akhir. Dua tempat di laga puncak yang digelar di GOR Angsapura, Jumat (4/5) sore ini milik Sutomo 1 dan Methodist 2, baik final putra maupun putri.

Pada semifinal putra kemarin, Sutomo 1 mengalahkan Methodist Binjai 65-41 sementara Methodist 2 memupus asa Wahidin 78-73. Sebelumnya tim putri Sutomo 1 dan Methodist 2 lebih dulu memastikan tiket final putri.

Duel ulangan terjadi pada sua Wahidin kontra Methodist 2. Sebelumnya keduanya juga bertemu di laga semifinal zona Medan yang dimenangkan Wahidin. Tekad untuk revans membuat Methodist 2 tampil dengan semangat tinggi.

Tampilnya Nicholas yang absen di duel sebelumnya tak ayal membuat kekuatan Methodist 2 kali ini berbeda. Malah Wahidin yang kali ini tampil tidak lengkap dengan absennya Ricky Kosasih akibat sanksi pemukulan yang dilakukannya.

Tertinggal lima angka di awal, Methodist 2 mulai anas. Dua angka pertama dari free throw Tamunu terus dilanjutkan Kennardy dan Wepe. Tiga pemain ini bergantian menempel keta perolehan angka Wahidin. Bahkan mampu berbalik unggul dan menutup kuarter awal 20-17.
Di kuarter kedua, Nico yang tidak banyak berperan di kuarter awal mulai menunjukkan aksinya. Three poin shoot mulus mengawali aksinya. Nico tak sendirian. Kapten tim, Yuharsan tak ketinggalan dengan beberapa tembakan tiga angkanya hingga sempat meninggalkan lawannya dengan defisit tujuh poin. Namun menjelang akhir kuarter tim besutan Hidayat Natasasmita ini bangkit dan menipiskan defisit satu bola 34-36.
Kuarter ketiga masalah mulai muncul untuk Methodist 2. Kennardy dan Tamunu terkena foul treble hingga membuat pelatih Atus Gultom melakukan rotasi.

Ketegangan memuncak di kuarter penentu. Papan skor kerap menunjukkan skor kembar. Methodist 2 pun sempat kehilangan Wepe karena cedera.  Wahidin kehilangan Michael karena foul out dilengkapi team foul untuk Wahidin. Free throw Ken dan Nico membuat Methodist 2 memimpin lima angka di 11 detik terakhir dan menutup laga 78-73.

“Anak-anak semangatnya lagi tinggi. Mereka termotivasi untuk menang. Akhirnya kita berhasil revans. Memang kita dua kali kalah sama Wahidin. Final kita tetap optimis menang,” kata Pelatih Methodist 2, Atus Gultom.

Laga semifinal lainnya tak kalah ketat mempertemukan Sutomo 1 dan Methodist Binjai. Berstatus unggulan, Sutomo1 tak diduga mendapat perlawanan sengit lawan. Bahkan Reynaldo cs sempat tertinggal 10-23 di kuarter pertama. Sutomo 1 akhirnya berhasil bangkit di kuarter kedua dan menambah 23 angka. Hingga akhirnya berbalik unggul di kuarter ketiga 45-44.

Di kuarter penentu Sutomo 1 menunjukkan ketangguhannya. Apalagi tiga pemain pilar Methodist Binjai terkena foul out. Sutomo 1 akhirnya menutup laga 65-41. “Entah kenapa anak-anak di awal kehilangan konsentrasi dan tidak fokus. Ini tidak boleh terjadi di laga final,” kata Pelatih Sutomo 1, Handy Suwandy.

Sementara di perebutan tempat ketiga putri, Wahidin menyerah di tangan Wiyata Dharma 39-44. (mag-18)

Di Sergai, Oknum Polisi Tembak Polisi

PERBAUNGAN- Briptu Agus Herianto, personel kepolisian yang bertugas Direktorat Narkoba Poldasu, tadi malam kena tembak. Pelakunya, Aiptu Antonius Situmorang, petugas Sat Narkoba Polres Sergai yang diduga sebagai bandar narkoba.

Ceritanya, petugas Narkoba Poldasu yang mendapat kabar tentang bisnis haram Aiptu Antonius, langsung mengintai. Dalam upaya pembuntutan, terjadi perang mulut. Aiptu Antonius keberatan saat akan diperiksa. Dia langsung marah dan menembak paha Briptu Agus yang sedang bersama timnya.

Aksi itu langsung membangunkan warga setempat. Dengan bantuan penduduk Dusun 12, Desa Kota Galuh, Perbaungan, Sergai itu, Aiptu Antonius langsung diciduk. “Kejadian berlangsung menjelang dini hari tadi. Dari TKP ditemukan 19 butir H-5 yang kita duga milik Aiptu Antonius. Dia ditangkap setelah diteriaki maling,” ujar Kapolsek sembari memastikan, Aiptu Antonius sudah diamankan, Kamis (3/5) dini hari.

AKP Marluddin juga menjelaskan, akibat luka tembak yang diderita, Briptu Agus terpaksa dilarikan ke RSU Perbaungan. Namun karena peralatan yang kurang memadai, dia dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, di komplek Brimobdasi, Jalan Wahid Hasyim.

“Paha kirinya jebol ditembus timah panas, Bang. Tapi, sampai sekarang masih dalam perjalanan menuju ke sini,” ujar seorang petugas di rumah sakit Bhayangkara Medan, seraya menyebutkan, Aiptu Antonius, memang dikenal sebagai bandar narkoba di wilayah Sergai. (lik/smg)

Pengusaha Pilih Karyawan Kontrak

Sistem Outsourcing Dihapus

MEDAN-Rencana pemerintah untuk menghapus sistem outsourcing langsung direpon pihak pengusaha di Sumatera Utara. Kebijakan itu akan membuat mereka memilih memakai karyawan kontrak. Pasalnya, untuk memakai karyawan permanen dibutuhkan pemikiran panjang.

“Tidak semua pekerjaan itu bersifat terus-menerus, melainkan sementara, dan ini fakta. Kalau begini, apa mungkin kita mengambil karyawan permanen. Itu sama saja dengan membuat kita rugi,” ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adyaksa kepada Sumut Pos, Rabu b(2/5).

Laksamana menambahkan, sistem kontrak yang nantinya juga akan diberlakukan oleh pengusaha dipastikan akan sesuai dengan peraturan yang ada. “Kita negara hukum jadi walau sistem kontrak yang dilakukan, pasti akan sesuai dengan peraturan,” tambah Laksamana.

Terkait dengan kesiapan para pengusaha dengan penghapusan outsourcing ini, Laksamana menyatakan bahwa mereka siap dengan segala kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah. “Dan, semoga pemerintah membuat kebijakan tersebut bukan hanya karena 1 kepentingan, melainkan sebaliknya kepentingan untuk semua,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam bidang industri, kepentingan tersebut tersangkut pada 2 sektor, yaitu pelaku usaha dan pekerja. “Jadi, buatlah kebijakan tersebut dengan memandang kepentingan kita pengusaha dan juga para pekerja,” tambahnya.

Untung rugi dalam kebijakan ini juga sudah mulai dipelajari oleh pengusaha. “Dalam setiap kebijakan akan menimbulkan untung dan rugi, kalau kita hanya mengharapkan kepastian saja, tidak lebih. Seperti setiap tanggal 1 Mei, kita bigung mau buat apa, apakah libur atau absen bagi buruh. Karena kalau dilarang merayakan May Day, kita yang di amuk,” ungkapnya.

Apa yang diungkapkan Laksamana sudah dapat dibaca para pakar. Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan, M Ishak, bila outsourcing dihapuskan, maka ada kemungkinan perusahaan akan memilih tenaga kerja kontrak dengan jangka waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan dengan sistem outsourcing. “Outsourcing itu sebenarnya sebuah istilah ya, yang sama saja dengan kontrak. yang membedakan ini nantinya hanyalah perekrutan dan masa kerja, di mana perusahaan langsung yang melakukan dan waktunya sedikit lebih lama dibandingkan dengan outsourcing,” ujar Ishak, kemarin.

Jadi, bila bertambahnya tenaga kontrak juga tidak menjadi alasan akan kemakmuran bagi si tenaga kerja. “Ingat, intinya tenaga kerja meminta untuk menghapus outsourcing agar buruh dapat terjamin masa depannya. Tetapi kalau dikontrak apa bedanya?” tambah Ishak.

Nantinya, dalam kontrak, perusahaan akan menggunakan jangka waktu seperti 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan selanjutnya. Walau harus mengeluarkan uang untuk membayar Tunjangan Hari Raya, tetapi dengan sistem kontrak perusahaan akan dibebaskan dari yang namanya tunjangan hari tua. Dirinya menjelaskan, untuk jangka panjang dan jangka pendek yang diuntungkan dalam outsourcing ini adalah pengusaha. “Jangka pendek mereka tidak perlu mengeluarkan biaya produksi dalam perekrutan, sedangkan jangka panjang, mereka tidak perlu mengeluarkan dana pensiunan,” ungkapnya.

Dampak lain yang akan timbul dengan penghapusan outsourcing ini menurut Ishak adalah adanya kenaikan ongkos produksi. Pasalnya, perusahaan yang harus bekerja secara maksimal untuk mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan ini akan memakan waktu yang sedikit agak lama. Tetapi yang paling jelas terlihat dari penghapusan sistem jasa ini adalah pengangguran yang akan bertambah.

“Zaman teknologi tinggi ini, perusahaan akan membuka lowongan secara online, yang belum tentu diketahui oleh masyarakat. Nah, biasanya mereka mengantar ke perusahaan outsourcing, tapi dengan sistem online ini akan membuat mereka juga kehilangan kesempatan untuk bekerja,” jabar Ishak.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Jhon Tafbu Ritonga menuturkan, pada prinsipnya dengan dicabutnya sistem outsourcing semakin menandakan sistem perekonomian yang kapitalis.

“Sistem ini sudah terintegral. Sebenarnya, jika sistem ini dicabut makin kapitalis dari sistem outsourcing itu sendiri. Ini butuh pemahaman yang luas,” urainya.

Dengan kenyataan itu, lanjutnya, bagi orang-orang yang memiliki kemampuan, sebenarnya lebih terbuka peluang dengan sistem outsourcing. Artinya, orang-orang yang memiliki kemampuan itu bisa lebih mengeksplorasi kemampuannya dengan tidak bekerja di satu tempat saja.

“Hanya akan meletakkan orang-orang yang punya kemampuan untuk kerja di satu tempat saja. Maka dari itu, katakanlah buruh itu dianggap tidak memiliki kemampuan. Harusnya, buruh itu diberi pendidikan dan pengajaran, agar lebih memiliki kemampuan sehingga bisa mencari atau berpindah ke tempat kerja lainnya, yang lebih baik,” tegasnya.

Kenyataan ini jelas meresahkan bagi buruh yang menanti kepastian. Humas Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU), Erwin Manalu, menambahkan, kebijakan pemerintah tersebut sudah terlambat. “Kita sudah terlanjur sakit, baru dibuat kebijakan. Ini membuat kita apatis. Kalau memang terjadi dan kebijakan tersebut memang benar adanya, ya kita bersyukur. Tapi kalau tidak jadi, kita cuma bilang sudah biasa,” ungkapnya.

Erwin juga menegaskan untuk menolak sistem kontrak yang akan dilakukan sebagai pengganti outsourcing. “Apa bedanya kontrak dengan outsourcing? Tidak ada kok. Kita meminta agar perusahaan memperkerjakan karyawan dengan sistem permanen, bukan yang lain,” tambah Erwin.

Permintaan untuk dijadikan sebagai karyawan tetap bukanlah tanpa alasan, mengingat banyaknya pabrik yang menghasilkan produk yang bersifat reguler. “Jadi, kok kita dikontrak pula?” tegasnya. (ram/ari)