Home Blog Page 13575

Valentino Rossi Incar Kemenangan Keenam

BOLOGNA – Sirkuit Estoril menyimpan kenangan indah buat Valentino Rossi. The Doctor pernah menang di sana lima kali. Tiga kali bersama Repsol Honda dan dua kali bersama Yamaha.

Dari 2001 hingga 2004, Rossi merupakan penguasa Estoril. Dirinya selalu berhasil finis posisi pertama. Prestasi tersebut diulanginya lagi pada 2007.
Bersama Ducati, The Doctor baru sekali membalap di MotoGP Portugal yakni pada tahun lalu. Tahun lalu Rossi mencatat hasil lumayan di Sirkuit Estoril.
Juara dunia tujuh kali itu berhasil finis kelima. Pemenang MotoGP Portugal 2011 lalu sendiri diraih Dani Pedrosa. Finis kelima di Estoril merupakan salah satu raihan terbaik Rossi bersama Ducati selain finis ketiga di MotoGP Prancis dan finis keempat di MotoGP Belanda.

“Saya suka Sirkuit Estoril. Di sana ada beberapa bagian yang cukup sulit belum lagi cuaca akan sangat sulit diprediksi. Tapi, sekali lagi saya suka membalap di sana,” kata Rossi seperti dikutip dari Crash, Kamis (3/5/).

“Ducati memperoleh hasil yang lumayan pada balapan tahun lalu dan kami harap hal yang sama terulang pada Minggu (5/5) lusa,” harap Rossi.
Pembalap asal Italia berusia 33 tahun ini juga berencana meneruskan settingan motor yang dia pergunakan saat di Jerez pekan lalu. Menurut Rossi, settingan kemarin punya potensi. Dengan settingan tersebut, Rossi yang start dari posisi ke-13 berhasil finis kedelapan.
”Rencana ini akan dimulai pada Jumat (4/5) esok. Settingan yang akan kami gunakan bakal sama persis dengan yang di Jerez mengingat saya pikir itu punya potensi untuk dilanjutkan,” jelas Rossi.

“Kita lihat saja apakah kami bisa meningkatkan hasil yang kami peroleh,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Mei, Anggota DPRD Pindah Kantor

Pelni Dibayar Rp900 Juta per Tahun

MEDAN-Anggota DPRD Medan efektif berkantor di kantor sementara PT Pelni (Persero), Jalan Gunung Krakatau No 17A pertengahan Mei mendatang. Sekretaris DPRD Medan, OK Zulfi mengatakan, proses pemindahan gedung akan lebih cepat dari jadwal sebelumnya awal Juni menjadi pertengahan Mei.
Sebelum pindah, katanya, Jumat (4/5) hari ini Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan pimpinan DPRD Medan akan meninjau langsung ke kantor Pelni untuk melihat kesiapan manajemen perusahaan tersebut menerima perpindahan anggota dewan.

Secara keseluruhan, gedung Pelni cukup representatif dijadikan kantor sementara dewan, karena terdiri dari lima lantai lengkap dengan sarana dan prasarana lainnya.

Selain itu tersedia juga ruang untuk paripurna meskipun tidak terlalu besar. Begitu juga segi lokasi yang dinilai tidak terlalu jauh dari pusat kota. Harga yang ditawarkan perusahaan itu juga sesuai dengan anggaran yang diajukan.

Setelah proses pemindahan, akan masuk lelang pembongkaran gedung dengan panitia dari bagian aset Pemko Medan, DPRD Medan dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Medan.

Mengenai biaya sewa hingga akhir tahun ini sejak bulan pertama penyewaan telah sesuai dengan pengajuan anggaran yang diajukan DPRD Medan pada APBD 2012 yakni sebesar Rp1 miliar per tahun.

“PT Pelni (Persero) memasukkan penawaran harga sewa sebesar Rp900 juta per tahun jadi lebih rendah dari anggaran yang diajukan DPRD Medan. Kalau tahun berikutnya ada penambahan biaya sewa, akan ditambah lagi pada APBD tanpa ada proses lagi, cukup dilanjutkan saja,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ikhrimah Hamidy mengharapkan setelah proses pemindahan ke kantor sementara selesai diharapkan proses pembangunan segera dilakukan agar anggota dewan bisa kembali berkantor. (adl)

ABG Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

MEDAN-Anak baru gede (ABG) berusia 18 tahun Syahdania boru Girsang alias Cyndy (18), warga Desa Binanga Bukit Tinggi, Kecamatan Gagan Hilir, Dairi ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi di rumah tantenya, di Jalan Purwosari, Kelurahan Pulo Brayan Bangkel, Medan Timur,  Kamis pagi (3/5) jam 06.00 Wib.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian,  Cyndy datang ke rumah tantenya Nur Ainun boru Damanik (29), Senin (30/4) lalu, karena libur bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jalan Veteran Medan.

Kemarin, Cyndy ditemukan tergantung dengan posisi leher terlilit tali nilon yang terikat di kayu di dalam kamar mandi. Di dekatnya  ditemukan lesung.
Keterangan saksi, Jetendra, anak Nur Ainun, saat itu dirinya hendak mandi karena mau pergi ke sekolah. Karena pintu kamar mandi terkunci, Jetendra menunggu di luar kamar mandi.

Setelah ditunggu beberapa menit, Cyndy tak kunjung keluar dari dalam kamar. Jetendra mencoba mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Selanjutnya, dirinya mendobrak pintu kamar mandi. Jetendra terkejut melihat sepupunya sudah tergantung.
“Aku mau mandi, aku tunggu kak Cyndy tetap tak keluar aku dobrak saja pintunya aku lihat kak Cyndy tergantung,” ungkapnya.

Kemudian dirinya melapor kepada ibunya. Spontan Ainun menjerit melihat keponakan itu. Mereka langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Medan Timur.

Personel Polsekta Medan Timur melakukan identifikasi dan mengumpuli barang bukti, kemudian membawa jenazah Cyndy RSU dr Pirngadi Medan untuk keperluan otopsi.

Menurut keterangan, Cyndy nekat mengakhiri hidupnya diduga karena hamil sementara pacarnya enggan bertanggung jawab.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan masih melakukan penyeledikan.
“Masih kita selidiki,” kata Ridwan.

Menurutnya, polisi  sudah mengamankan barang bukti handphone milik korban.
Di handphone korban ada SMS kata-kata pertengkaran antara dirinya dengan sang pacar.(gus)

Pohon Mangga Jadi Ciri Khas Medan Tuntungan

MEDAN- Kecamatan Medan Tuntungan terus mengalakkan keindahan dan kebersihan di wilayah kecamatan, kelurahan, hingga tingkat lingkungan. Salah satu program unggulan kecamatan ini adalah pengembangan pupuk kompos yang digunakan untuk menyuburkan bibit pohon Mangga dan tanaman bunga kertas di sepanjang pingiran Jalan Letjen Jamin Ginting. Sedikitnya sudah 400.000 ribu bibit pohon Mangga dan 300.000 bibit Bunga Kertas yang sudah ditanam di wilayah tersebut.

Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting mengatakan aksi penanaman bibit pohon sudah dilakukan bersama unsur Muspika Medan Tuntungan pada Januari 2012 lalu. “Kalau program penanaman untuk penghijauan kota dan kecamatan sudah dilewati. Sekarang tinggal penataan kebersihan,” ungkapnya, Kamis (3/5)

Berbagai program kebersihan di kecamatan direalisasikan dengan cara gotong-royong rutin di sekitar kantor kecamatan di Jalan Bunga Ncole, serta diikuti gotong-royong seminggu sekali di setiap kelurahan. Menurut Gelora, pelaksanaan penataan kebersihan itu berbarengan dengan program pemanfaatan kompos untuk pohon Mangga dan Bunga Kertas.

“Nah, pemanfaatan sampah menjadi kompos dilakukan setiap hari. Dalam waktu dekat ini kecamatan akan membuat Bank Sampah di Kelurahan Simpang Selayang Jalan Setia Budi,” ujarnya.

Soal penataan kebersihan di  Medan Tuntungan, Gelora menginstruksikan setiap pegawai kecamatan dan kelurahan untuk menyisir sampah mulai pukul 10.00 WIB- 13.00 WIB. Pada malam harinya mulai pukul 19.00 WIB-21.00 WIB. “Petugas Dinas Kebersihan mengangkut sampah pada pagi hari,” katanya.

Dia berharap warga kecamatan Medan Tuntungan agar sama-sama menjaga dan menata kebersihan di wilayahnya. Sebab kebersihan dan keindahan itu adalah milik warga bersama. “Saya imbau warga agar berpartisipasi menata kebersihan dan keindahan di wilayahnya dengan tetap membuang sampah pada tempatnya,” tukas Gelora. (omi)

Tiga Kecamatan Tertibkan PKL

MEDAN- Sebanyak tiga kecamatan serempak melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di atas drainase di Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. Penataan PKL yang berlangsung pada Kamis (3/5) pagi itu juga  sekaligus mengingatkan warga yang telanjur membangun rumahnya di atas drainase.

Camat Medan Denai, Edi Mulia Matondang, mengungkapkan, penataan PKL di pinggir jalan dan rumah warga yang menyalahi aturan membangun rumah hingga melewati batas atau membangun rumah sampah di atas drainase akan dibongkar paksa.

“Tiga hari sebelum dilakukan pembongkaran secara paksa, pihak kecamatan akan melayangkan surat kepada PKL atau warga yang menyalahi aturan agar  membongkar kios atau atap rumah yang melanggar ketentuan bangunan,” tegas Edi.

Dia berharap setelah dilakukan pembongkaran yang dilakukan di Jalan Menteng Raya Kelurahan Binjai ini, warga kecamatan Medan Denai dapat menjalankan aktivitas mereka di tempat yang layak dan tidak menyalahi aturan.

“Kalau mereka (pedagang PKL, Red) berdagang di tempat yang layak kami pasti tidak akan membongkar kiosnya. Kami juga prihatin kepada PKL cuma  ya, harus taat aturan juga,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti menyebutkan pembongkaran paksa yang dilakukan pihaknya terhadap PKL yang  menyalahi aturan ini di sepanjang Jalan H.M Joni adalah bagian dari program memperindah kota Medan.
“Setelah pembongkaran kami akan mengorek drainase untuk melancarkan arus air di parit. Ini antisipasi agar tidak terjadi banjir,” katanya. Khoiruddin berharap warga agar konsisten menata kebersihan kelurahan dan lingkungan tinggal masing-masing. (omi)

SC 234 Bantu Ratusan Siswa

MEDAN- Komunitas pendidikan SC 234 kembali menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas peduli minat, seni, dan hobi siswa. Kepedulian itu direalisasikan dengan memberikan bantuan alat-alat tulis kepada ratusan siswa SD 064013 Jalan Karya II Kelurahan Sei Agul, Rabu (2/5). Aksi positif ini merupakan program tahunan SC 234 dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“SC 234 adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan otomotif. Kami sepakat  menjalankannya dengan membantu dunia pendidikan. Bantuan ini sifatnya spontanitas dari anggota SC 234,” ujar Staf Bagian Hukum dan HAM SC 234, Habibi,  saat menyerahkan bantuan alat tulis secara simbolik di SD 064013. Turut hadir pula  Wakil Ketua II, Amsar Rozi, Wakil Bendahara, Hadi Laksamana Dharma, dan Ketua Panitia Ren Hutagaol.

Kendati jumlah bantuan yang disalurkan tidak terlalu banyak, komunitas SC 234 berharap aksi ini bisa dicontoh oleh komunitas lain yang punya misi membangun dunia pendidikan di Medan.

Sementara itu, Kepala SDN 064013, Dra Hj Yusriah menyambut gembira bantuan yang diberikan generasi muda lewat komunitas yang positif. “Kami berharap aksi  seperti ini bisa ditiru oleh generasi muda yang lain. SC 234 adalah contoh komunitas yang berkarakter sebagai generasi penerus bangsa,” ucapnya. (*/uma)

PDAM Tirtanadi Raih ‘’Zero Accident Award’’

MEDAN- PDAM Tirtanadi menerima ‘’Zero Accident Award’’ (penghargaan nihil kecelakaan) dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) tingkat nasional tahun 2012. Bersama 15 Gubernur dan 21 Walikota/Bupati  se-Indonesia, serta 739 perusahaan, Direktur Administrasi & Keuangan, Ahmad Thamrin, menerima penghargaan tersebut di Smesco Convention Center, Jakarta, Rabu (25/4) lalu.

Menakertrans menjelaskan da peningkatan jumlah perusahaan yang meraih penghargaan ‘’Zero Accident’’ pada tahun 2012. Pada tahun ini jumlah perusahaan penerima penghargaan meningkat 44,3 % dibandingkan tahun 2011 yang ‘hanya’ 512 perusahaan. Penghargaan K-3 diberikan kepada berbagai perusahaan atas evaluasi dari lembaga audit independen.

‘’Pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang tapi juga insentif bagi perusahaan dan daerah yang peduli keselamatan dan kesehatan kerja,’’ ungkap Menakertrans tanpa merinci insentif apa yang diberikan tersebut.

Sementara, pihak PDAM Tirtanadi yang diwakili Ahmad Thamrin, mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan Menakertrans. Dai berjanji apresiasi itu menjadi pemicu jajaran direksi dan staf PDAM Tirtanadi agar lebih fokus lagi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di masa mendatang. “Kami senang dan bangga menerima penghargaan ini. Dari ribuan perusahaan di Kota Medan, PDAM Tirtanadi termasuk salah satu dari 20 perusahaan yang menerima penghargaan ‘’zero accident” alias nol kecelakaan kerja,’’ katanya.

. Penganugerahan penghargaan ini merupakan program rutin yang di gelar Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam mendukung upaya sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K – 3) tingkat nasional.(*/pmsrn)

Yudi Latief Orasi Politik di Satu Dasawarsa Bakumsu

MEDAN- Setelah berjalan lebih dari satu dasawarsa, daya sengat demokrasi Indonesia masih terus dipertanyakan. Secara prosedural, demokrasi Indonesia memang gegap gempita. Penegakan hukum dan perlindungan HAM, sebagai basis utama dari demokrasi justru terbengkalai.
Alih-alih menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang berbasis pada daulat rakyat, demokrasi justru memproduksi rezim kekuasaan pemerintahan yang mencederai dan memerkosa hak-hak rakyat.

Deskripsi di atas merupakan potret utama refleksi Perhimpunan Bakumsu selama satu dasawarsa kiprahnya melakukan pendampingan dan advokasi hukum terhadap kelompok masyarakat yang dilanggar haknya oleh kekuasaan masih arogan, khususnya di Sumut.

Dalam kaitan pula Bakumsu meluncurkan buku ‘’Satu Dasawarsa Bakumsu’’ disertai orasi politik dari Dr. Yudi Latif, pemikir kebangsaan dan kenegaraan, dengan tema”Keluar dari Krisis Demokrasi”,  pada Jumat (4/5). “Satu dasawarsa terakhir memang  nyaris tidak ada perubahan berarti dalam aspek hukum  dan politik HAM kita, baik di level nasional apalagi lokal,’’ ungkap Sekretaris Eksekutif Bakumsu, Benget Silitonga.
Rangkaian acara ini diawali dengan studi tematis “Mewujudkan Penegakan Hukum dan HAM yang berkeadilan sosial”. Studi  ini akan menghadirkan Uli Parulian Sihombing, SH, LLM dari Indonesian Legal Resources Center (ILRC) untuk memberi masukan soal reformasi hukum dan strategi bantuan hukum  berbasis keadilan sosial.

Studi ini diperuntukkan untuk undangan terbatas. “Kami juga menggelar acara diskusi/bedah buku terbitan Bakumsu dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia yakni “Kratos minus Demos, Demokrasi Indonesia Catatan dari Bawah,” kata Benget. Buku ini disebutkan hasil pemikiran sejumlah aktivis dan pegiat demokrasi yang bekerjasama dengan Bakumsu yakni Hery Priyono, Usman Hamid, Soetandyo Wignjosoebroto, Johny Nelson Simanjuntak, Posman Sibuea, Nur Ahmad F. Lubis, dan Hendardi  Simanjuntak. (val)

Festival Ekstrakurikuler di Pameran Pendidikan

MEDAN-Hari kedua pameran pendidikan dan ajang kreativitas Kota Medan tahun 2012, di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan,  diramaikan dengan penampilan festival ekstrakurikuler yang diikuti 24 sekolah SMA/SMK di Kota Medan.

Pelaksanaan pameran pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) itu mendapatkan sambutan dari ratusan siswa yang hadir.

Tidak hanya menyaksikan festival, para pengunjung yang hadir dalam acara itu juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan menikmati langsung produk dari 41 stand yang terdiri dari stan sekolah, stan Dinas Pendidikan Kota Medan, dan stan kecamatan yang menonjolkan kekhasan produk kreatifitas dari masing-masing institusi.

Diantaranya yakni stan Sekolah Menengah Kimia Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan.

Selain mempromosikan produk sekolahnya, stan Dharma Analitika Medan juga menyediakan produk pemeriksaan kesehatan Kolesterol, Asam Urat dan Golongan Darah

“Jadi selain produk-produk untuk promosi sekolah, kita juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung. Untuk proses pemeriksaannya ini seluruhnya dilakukan langsung oleh siswa didik kita,”ujar Nurjannah, guru SMK Kimia Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan, saat ditemui di stan pameran, kamis (3/5).

Menurut Nurjannah untuk mendapatkan pelayanan jasa pemeriksaan ini, para pengunjung akan dikenakan biaya Rp15 ribu per tiap pemeriksaan sesuai jenis yang diinginkannnya.

“Untuk hari pertama pameran setidaknya ada sekitar 60 orang yang melakukan pemeriksaan di stan, atau total sekitar 100 jenis item pemeriksaan yang diterima,”ucapnya lagi.

Sedangkan untuk stan SMKN 3 Medan yang juga memiliki jurusan Kimia Analis dan Industri itu lebih menonjolkan produk hasil siswa didiknya yakni Smektri.

Sekitar 15 item hasil karya siswanya yang coba ditonjolkan dalam stan tersebut. Di antaranya yakni produk sabun, parfum, pembersih lantai hingga pengkilat kereta dan lain sebagainya.

“Seluruh produk yang kita pamerkan di sini adalah produk buatan siswa kita yang telah dipasarkan sejak bebrapa tahun belakangan. Untuk kesempatan kali ini kita juga menjual produk kita kepada pengunjung sesuai keinginan dengan harga terjangkau dan tentunya memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dengan yang telah berkembang di pasaran,”ujar Kepala SMKN 3 Medan, Usman Lubis saat ditemui di stan sekolah SMKN 3 Medan.

Sebelumnya,  Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pendidikan tahun 2012 yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis mengatakan, kalau kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Pemko Medan melalui Disdik Kota Medan yang diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di kota Medan.
Kegiatan, bilang Rajab, akan berlangsung sejak 2-5 Mei 2012, dengan agenda kegiatan yakni festival kirab paskibra tingkat SMP yang diikuti 30 tim, festival ekskul SMA/SMK yang diikuti 24 tim, festival tari kreasi tingkat SD yang diikuti 27 tim, dan pentas seni tingkat TK yang diikuti 21 tim.
“Untuk pelaksanaan pameran pendidikan tahun ini, kegiatan diikuti oleh 41 stand terdiri dari sekolah negeri dan swasta dan Unit Dinas Pendidikan,”ucapnya. (uma)

ATKP Medan Buka Diklat Tenaga ATC

MEDAN-Akademi Teknik Penerbangan Keselamatan (ATKP) Medan membuka pendidikan dan latihan (Diklat) bagi tenaga ahli air traffick control (ATC) untuk bandara udara di Indonesia di Halaman ATKP Medan Jalan Jamin Ginting Medan, Rabu (2/5).

Pembukaan junior ATC ini merupakan yang pertama setelah PT Angkasa Pura II mempercayakan ATKP sebagai sarana pendidikan dan pelatihan khusus selama 10 bulan ini. Dalam diklat ini ATKP Medan bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan PT Angkasa Pura II. Hadir Personalia PT Angkasa Pura II H Endang Sumiarsa.

Menurut Direktur ATKP Medan Asri Santosa, ST, S,SiT.MT, hingga kini ATKP Medan sudah mendidik 502 siswa sejak Januari hingga April 2012 . Jumlah itu sudah melebihi target karena sebelumnya ATKP Medan hanya menargetkan 500 siswa hingga akhir 2012. “Masih ada 8 bulan tersisa lagi di tahun 2012 ini, artinya kelipatan target itu bisa bertambah,” kata Asri

Sebelumnya, pada tahun 2011 ATKP Medan menembus target yang direncanakan. Tadinya ditargetkan 350 orang untuk dididik di ATKP Medan rupanya jumlah rekrutan mencapai 570 orang.

“Sejak pertama saya menjabat di ATKP Medan saya sudah siapkan program kerja, termasuk target rekrutan siswa,” ujarnya. Dalam PKS itu hadir pihak PT Angkasa Pura II, Vice President of HRD, Indah Suriandari dan Vice President of ATS Angkasa Pura II Sutrisno CP.

‘’Ini merupakan kejutan bagi ATKP karena Angkasa Pura mempercayakan kita mendidik tenaga ATC yang akan dipekerjakan di bandara di seluruh Indonesia,’’ ungkap Asri. ATKP Medan, dikatakan juga adalah salah satu kampus yang dipercaya mendidik 40 siswa dari 100 siswa yang lulus seleksi setelah menyisihkan 11.000 pelamar pada tahun ajaran 2011. Sebanyak 60 siswa lagi tersebar di ATKP Surabaya, ATKP Makassar, dan STPI Curug.
Asri mengingatkan menjadi staf ATC bandara cukup rumit. Itu pula kenapa ujian  perekrutan tenaga ATC amat selektif. ‘’Mulai pemeriksaan kesehatan, fisik, wawancara, tes integensi hingga seleksi pamantuan terakhir atau pantuhir,’’ katanya. (azw)