Home Blog Page 13578

Antisipasi Perompak, Dit Polair Patroli

MEDAN- Jajaran Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut melakukan patroli ke beberapa wilayah di Sumut. Dalam patroli yang berlangsung selama lima hari (24 hingga 29 April) itu, bertujuan untuk menekan angka perompakan di laut yang akhir-akhir ini kerap terjadi.

Patroli ini sendiri dipimpin Dir Polair Polda Sumut Kombes Pol Ario Gatut Kristianto bersama Kasi Binmas SAR Satrolda Kompol Ir  Revolkhair SH, Kasi Patwalair Satrolda Kompol GM Sihombing beserta seluruh ABK KP II-2001.  Patroli dilakukan setelah terjadi pasang.

“Setelah air pasang, maka kami masuk dan menyusuri untuk dapat tiba di Dermaga Makosat Polaires Sergei. Kegiatan yang dilakukan yaitu kunjungan kerja, tatap muka langsung dengan personel Sat Polair serta melakukan Polmas Perairan kepada masyarakat pesisir dan nelayan di Kabupaten Sergai,” ungkap Ario Gatut Kristianto.

Setelah itu tim patroli melakukan kunjungan ke wilayah Pagurawan Kwala Tanjung. Di lokasi tersebut tim patroli melakukan kunjungan, tatap muka langsung, Polmas Perairan kepada masyarakat pesisir dan nelayan di Pagurawan Kuwala Tanjung.

Dari Pagurawan Tim Patroli menuju ke tengah laut (di atas 6 mil) secara random memeriksa beberapa kapal. Hasilnya dokumen kapal yang diperiksa semua lengkap.
“Saat patroli itu kami juga melakukan polmas perairan kepada para nakhoda/tekong beserta ABK-nya. Selesai dan air pasang tim menuju ke Tanjung Balai untuk bermalam,” lanjutnya.

Keesokan harinya tim melaksanakan patroli menuju Ledong, sambil menunggu air pasang Tim melakukan patroli ke tengah laut (di atas 6 mil ). Setelah air pasang, maka Tim menuju ke Ledong untuk bertatap muka dengan Dan Kapal beserta ABK KP. II-2004 dan Pos Polair Ledong Satpolairres Labuhan Batu.
Selanjutnya Tim menuju ke Berumbang. Hal yang sama yaitu sambil menunggu air pasang, maka dilakukan patroli ke tengah laut dahulu. Setelah air pasang baru Tim menuju Makosat Polairres Labuhan Batu di Berumbang serta Dan Kapal beserta ABK KP. II-2005.

Dalam kunjungan itu juga Direktorat Kepolisian Perairan Polda Sumut membuka jalur online, apabila ada permasalahan atau mengetahui terjadinya tindak pidana / pelanggaran di perairan, maka dapat menghubungi 0811642556 bersama Kasi Binmas SAR Kompol Ir Revolkhair SH. (dra)

Kepala Robek Disabet Bayonet

BINJAI- Aksi koboy oknum TNI tidak hanya terjadi di Jakarta, kini terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara. Bukan pistol yang diletuskan oleh pria berpakaian loreng ini, akan tetapi bayonet yang terselip di pinggang menyentuh kening salah seorang supir angkot koperasi Medan–Binjai.

Aksi naas ini menimpa Raset (25) warga Diski, Gang Setia, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (2/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat aksi brutal yang diduga dilakukan oknum TNI itu, supir naas ini harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dr Djoelham Binjai. Korban mengalami 25 jahitan di kening karena robek akibat sabetan benda tajam.

Informasi dihimpun POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos), peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta Km 17, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur. Saat itu, mobil angkot Koperasi BK 1024 RH, bermuatan 5 orang penumpang melaju dari arah Medan menuju Binjai.

Ketika berada di persimpangan Jalan Megawati, mobil berwarna kuning itu memperlambat lajunya karena tepat berada di persimpangan. Namun, dari arah Jalan Megawati, datang sepeda motor Yamaha Mio BK 4712 BAK, yang dikendarai pria mengenakan helm silver, berpakaian seragam loreng lengkap dan membonceng seorang wanita dan seorang bocah.

Karena berada di persimpangan, laju angkot yang dikendarai Raset pun diperlambat olehnya. Namun, tidak tahu pasti sebabnnya, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai pria berbaju loreng itu menendang mobil angkotnnya. “Karena disimpang, aku memperlambat  laju angkotku,” terang Raset.

Tidak hanya sampai di situ, sang pria yang tidak melepas helmnya walau telah turun dari sepeda motor, lantas memalangkan sepeda motornya di depan angkot yang tengah melaju perlahan. Alhasil, merasa terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum diduga TNI ini, membuatnya menghentikan laju mobilnya tepat di pos polisi.

Raset lantas turun dan mencoba mempertanyakan apa maksud dan tujuan dari pria memakai baju loreng itu memalangkan sepeda motornya. Namun, bukannya jawaban yang diterimannya. Pria yang mengenakan baju loreng ini malah memberinya hadiah bogeman mentah ke arahnya secara bertubi-tubi. Beruntung, bogeman yang dilancarkan secara beruntun itu, tidak semua mengenainya karena ditangkis.

“Begitu aku turun dan mecoba bertanya kepadannya. Pria memakai berbaju loreng lengkap itu, lantas memukuliku bertubi-tubi. Namun, aku nggak tahu nama dan dari kesatuan mana dia, wajahnyapun nggak kelihatan karena helmnya tidak dilepas, ” kata Raset saat terbaring di rumah sakit dr Djoelham.
Diduga geram, oknum yang diduga TNI ini lantas mencabut bayonet yang terselip di pinggangnya. Lantas, oknum TNI ini melayangkan senjata tajam khas TNI ke arahnya.

Setelah istirahat selama beberapa jam, akhirnya pukul 14.30 WIB Raset melaporkan kejadian tersebut ke Polisi Militer (PM-red) yang berjarak hanya 100 meter dari rumah sakit. Selanjutnya ia memutuskan untuk istirahat ke rumahnya. “Kita nggak tau persis siapa dan dari kesatuan mana dia. Jadi kita harus melakukan lidik dulu untuk mencari tahu siapa pria yang memakai baju loreng tersebut dan apakah benar dia oknum TNI atau bukan,” tegasnya. (mag-4/smg)

Nike The Chance Jaring 15 Anak Berbakat di Surabaya

SURABAYA- Babak kualifikasi Nike “The Chance” di Surabaya telah sukses dilaksanakan di lapangan Stadion Gelora 10 November, Minggu (29/4) lalu. Dari 750 peserta yang mendaftar, terjaring 15 anak berbakat dan berpotensi masuk dalam Nike Academi yang merupakan pelatihan sepakbola berjangka panjang yang didukung oleh Liga Utama di Inggris.

Namun, ke-15 anak berbakat yang terjaring ini akan dibandingkan lagi nilainya dengan peserta yang lolos dari Medan dan Jakarta sebelum resmi menjadi semifinalis dan berangkat ke Jakarta untuk babak final.
Dalam kualifikasi yang digelar di Stadion Gelora 10 November Surabaya itu, 750 peserta menampilkan kemampuan terbaiknya di depan panel pelatih yang diketuai Widodo C Putro. Peserta diuji dengan sistem 7 lawan 7 dalam waktu 2 x 10 menit.

Peserta yang dilihat berbakat, akan lolos ke tahap 2 yaitu kemampuan secara lebih detail seperti kontrol, kecepatan, sentuhan dan akurasi, serta melalui serangkaian uji fisik SPARQ test, uji kemampuan dengan sistem teknologi pelatihan terkini dari Nike, dan terakhir kembali di pertandingan 7 lawan 7 untuk penilaian terakhir.

Ke-15 anak yang lolos yakni Andi Andika, Zaufi Subagio, Ahmad Nufiandi, Mateus Victor Yadera, Taufik Kurnia Amin, Ridwan Abdilah, Irzandi, Nurullah Ismail, Nugroho Fathurohman, Erwin Wincono Aji, Ahmad Faiz Fauzan, Ferri Agus Widodo, Johan Yudha, Dio Handoko dan Sandi Adam.

Menurut panelis pelatih, setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dan dalam babak penyaringan akan dicari anak yang benar-benar memiliki talenta di atas rata-rata. Dari seluruh peserta yang masuk daftar, akan disaring lagi sehingga peserta diciutkan menjadi 30 semifinalis dan akan berangkat ke Jakarta pada 24 hingga 25 Mei bergabung bersama para finalis dari Jakarta dan Medan.

“Kami sangat gembira melihat antusiasme anak-anak Surabaya dan sekitarnya. Peserta tahun ini tiga kali lebih banyak dari The Chance tahun lalu. Ini membuktikan, anak-anak Indonesia masih ‘lapar’ akan prestasi. Kami sangat mengharapkan antusiasme yang sama atau bahkan lebih untuk Medan dan Jakarta” ucap Nino Priambodo, selaku Country Marketing Manager Nike Indonesia.

Kualifikasi Nike The Chance di Kota Medan bakal digelar pada 5 dan 6 Mei 2012 di Stadion Teladan. Sedangkan di Jakarta akan digelar pada 12 dan 13 Mei 2012 di Lapangan Panahan Senayan.
Menurutnya, tahun ini Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi tuan rumah bagi acara final The Chance se-Asia Tenggara yang akan diadakan di Jakarta pada 10 hingga 13 Juni 2012.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Nike The Chance bisa mengunjungi www.nikefootball.co.id. Pendaftaran dapat dilakukan sekarang juga di Kompleks Stadion Teladan Pintu Selatan, Jalan Stadion Teladan Medan atau menghubungi hotline: 085296665554; 0878823953928. (rel)

Kasus PT MML Jangan Diabaikan

MEDAN- Penyidikan atas tewasnya dua karyawan PT Mandiri Makmur Lestari (MML) dan perusakan alat berat masih mengambang. Pasalnya, hingga kini belum jelas siapa pelaku dan tersangkanya.

Pernyataan itu disampaikan kuasa hukum PT MML, Marlon Purba kepada wartawan, Selasa (2/5). Menurut dia, hingga kini kasusnya masih mengambang di Polres Pelabuhan Belawan.

Dia memaparkan, dalam peristiwa April lalu itu, ada sekelompok orang yang menamakan dirinya Forum Perjuangan Tanah Rakyat Asli Batang Kilat (FP-TRABK) ke kawasan kantor PT MML di Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan. Di tempat itu ada empat unit beko, satu unit dozer, satu unit mobil kijang kapsul. Saat itulah, sekelompok massa benda milik PT MML.

Marlon menambahkan, dalam penyelidikannya pihak kepolisian, PT MML sudah kooperatif untuk menghadirkan saksi-saksi terkait laporan/pengaduan Nomor:179/IV/SU/2012/PLB-Belawan tertanggal 12 April 2012.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Hamam Wahyudi mengatakan, tersangka sudah ada ditetapkan, tapi belum bisa dipublikasikan karena bisa mempengaruhi proses penangkapan tersangka nantinya. (ril/mag-17)

Terdakwa Perampok Kamera Disoraki

MEDAN- Suasana Pengadilan Negeri Medan mendadak heboh. Ratusan ibu-ibu dan pria yang sejak pagi sudah menunggu sidang tiba-tiba berteriak dan menyoraki seorang terdakwa bernama Sujudi alias A Tiam (40), warga Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Medan, Rabu (2/5).

Terdakwa yang mengenakan baju kaos tahanan warna merah ini pun langsung dikawal petugas Kejari Medan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Suasana Pengadilan Negeri Medan pun kian memanas, bahkan segala caci maki terus dilontarkan massa terhadap dirinya, sehingga membuat petugas kepolisian harus berjaga-jaga.

“ Terlalu kotor tangan kami untuk memukuli mu. Pak hakim sidangkan saja si perampok kamera ini, dia tidak akan kami apa-apakan. Kami minta juga pada Pak hakim untuk tidak melakukan penangguhan penahanan, karena kami akan mengawal persidangan ini hingga selesai si perampok ini,” ujar massa yang disambut dengan teriakan sehingga menggerkan seluruh persidangan.

Setelah petugas keamanan melakukan negoisasi pada massa, akhirnya terdakwa Sujadi alias Atiam diboyong ruang sidang Cakra VI. Namun karena salah kamar, maka terdakwa diboyong petugas ke ruangan kartika, Rabu (2/5). Aksi itu juga sempat membuat massa bereaksi kembali dengan meneriaki terdakwa, terdakwa yang sudah dikelilingi massa mulai gemetar.  (rud)

Mobil Mewah Dirusak Akibat Tabrak Lima Warga

MEDAN- Satu unit mobil Honda Stream warna hitam BK1113CP dirusak massa di Jalan TB Simatupang, karena berupaya lari setelah diketahui menabrak 5 orang warga secara terpisah. Akibatnya, mobil itu rusak parah.

Insiden itu bermula, Rabu (2/5) sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, pengendara mobil tersebut, Failen (25) mengendarai mobilnya melintas Jalan TB Simatupang, Sunggal.  Sekitar 400 meter dari kantor Polsekta Sunggal, mobil tersebut menyerempet pejalan kaki hingga terpental.

Karena takut dan gugup, Failen langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi melintasi Jalan TB Simatupang. Tepatnya dpersimpangan Jalan Sunggal, pelaku menabrak tiga orang pengendara sepeda motor. Lagi-lagi, Failen langsung tancap gas, alhasil pelaku melarikan diri dan menabrak penarik becak bermotor. Karena ketakutan didatangi warga, Failen langsung melarikan diri dan masuk ke Gang Buntu, karena tidak bisa berbuat banyak Failen memutar balik mobilnya.

Tepat di depan Swalayan 88 mobilnya diberhentikan warga secara paksa, sedangkan Failen tidak berani keluar dari dalam mobilnya. Massa yang ketika itu mencurigai pelaku langsung anarkis merusak mobil Honda Stream.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Budi Hendrawan di Mapolsek Medan Sunggal, mengatakan bahwa pelaku saat ini diamankan di Polsekta Sunggal.

“Pelaku tidak mabuk.Kejadian itu berawal saat menyerempet seorang pejalan kaki. Karena gugup takut dihakimi massa lantas pelaku melarikan diri dengan kecapatan tinggi,” ujarnya.
Kapolsek menyatakan bahwa korban tabrak lari diperkirakan 5 orang. Akibat dirusak massa, mobil pelaku mengalami rusak berat dan saat ini diamankan di Polsekta Sunggal. (rud)

Polres Dalami Dugaan Malapraktik RSU Bidadari

BINJAI- Setelah beberapa hari melaporkan kejadian dugaan malapraktik yang dilakukan pihak rumah sakit Bidadari Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara ke Polres Binjai, akhirnya Hariani (29) korban malapraktik diperiksa polisi, Rabu (2/5).

Warga Stabat Langkat ini, datang ke Mapolres Binjai ditemani nenek dan pamannya Sari Baniah (62) dan Yatno (43). Wanita yang baru saja melahirkan anak pertamanya ini datang ke Polres Binjai guna diambil keterangan seputar kasus dugaan malapraktik yang dialaminya. Ia menjalani pemeriksaan di ruang unit 1 tindak pidana umum (tipidup-Red) Satreskrim Polres Binjai.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan, petugas  akhirnya mempersilakan korban pulang setelah dimintai keterangan sekitar 2 jam.

Saat ditemui Hariani mengaku, keadaannya saat ini belum sembuh. Luka melepuh seperti terbakar, masih tampak di sekitar tubuhnya dan luka itu juga belum kering. “Lukanya seperti luka bakar, seluruh kulit melepuh dan timbul bercak putih-putih,” katanya.

Tidak banyak yang diucapkan Hariani. Ia hanya berharap segera sembuh dan dapat merawat anak dan suaminya dengan baik. “Aku ingin cepat sembuh. Makanya itu aku harus bertahan demi suami dan anakku yang baru saja lahir,” rintihnya.

Sementara Yatno, paman korban berharap, pihak rumah sakit mau bertanggungjawab penuh untuk merawat korban. Sebab, mereka merasa pihak rumah sakit Bidadari memiliki andil besar dengan keadaan yang dialami oleh keponakannya itu.

“Kami ini hanya orang kecil yang menuntut keadilan. Jadi, kami mohon kepada pihak rumah sakit bertanggungjawab dengan keadaan ini. Sebab, kejadian ini terjadi sesaat setelah pulang dari rumah sakit itu,” terang Yatno.(ndi)

Kapoldasu dan Jajarannya Berterimakasih

Direktorat Binmas Poldasu Gelar Doa Bersama, May Day Berlangsung Aman

Tepat 1 Mei kemarin, merupakan Hari Buruh (May Day). Ribuan buruh dari berbagai penjuru melakukan demonstrasi. Begitu juga aksi demo May Day di Medan dan sekitarnya. Demo itu tak anarkis dan berlangsung aman serta tertib. Hal ini patut diacungi jempol bagi buruh dan elemen masyarakat karena telah menjujung tinggi ketertiban dan keamanan.

Karenanya, Kapoldasu Irjen Pol Wisnu maupun jajarannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para demonstran yang telah menjaga ketertiban dan keamanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita di Medan yang turun ke jalan dalam aksi May Day karena sudah menjaga ketertiban dan keamanan. Saya bangga karena demo May Day tanpa kerusuhan,” ujar Kapoldasu Irjen Pol Wisnu didampingi Dir Binmas Polda Sumut Kombes Pol DR H Hery Subiansauri, Sh,MH, Msi.

Kapoldasu juga mengucapkan terimakasih kepada para pemuka agama seperti ulama, pendeta dan pemuka agama lainnya serta anak yatim piatu yang ikut mendoakan May Day berlangsung  aman.

Sebab, kata Wisnu, sebelum May Day berlangsung, tepat pada Kamis malam (28/4), Direktorat Binmas Poldasu menggelar acara doa bersama, seperti mengundang anak yatim dan jajaran polisi. “Kemudian pada hari Jumat juga dilakukan doa Istiqosah dengan mengundang ulama dan jajajaran polisi.

Lalu dilanjutkan dengan doa bersama dengan pendeta di hari Minggu. Doa kita gelar semata-semata agar Allah meridhoi langkah-langkah polisi dalam melakukan pengamanan May Day dan memanjatkan doa agar demo berjalan tertib dan damai,” ujar Wisnu.

Tak lupa juga Wisnu berterimakasih kepada LSM, LBH, wartawan, TNI dan Polri maupun pendemo yang telah bekerjasama secara kompak dalam fungsi kerjanya masing-masing, termasuk dalam mendukung May Day dengan lancar dan tertib.

Sedangkan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, Kapoldasu dan jajarannya meminta maaf sebesar-besarnya karena beberapa ruas jalan di Kota Medan sempat diblokade sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sekadar mengingatkan, demo May Day di Medan kemarin berada di beberapa titik kumpul, di antaranya di Lapangan Merdeka dalam tema Pesta Rakyat. Lalu, di sejumlah ruas jalan protokol di Medan seperti di Jalan Imam Bonjol, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan serta ke Bandara Polonia Medan.

Barikade polisi saat itu cukup rapat untuk melakukan pengamanan dengan kawat duri. Aksi yang digelar ribuan massa itu bisa diatasi pihak kepolisian. Saat pendemo mencoba masuk ke Bandara Polonia dengan  memblokade akses masuk ke dalam bandara itu, polisi langsung sigap.

Calon penumpang yang hendak  ke bandara langsung mendapat kawalan dari polisi dan diangkut mobil truk. Aksi demo lalu berakhir bubar setelah hujan deras turun di lokasi.  Tapi di tengah guyur hujan, Kapoldasu dan anggotanya tetap bersemangat dan bersiaga hingga basah kuyup. (*)

UUD 1945 Disarankan Untuk Diamandemen

MEDAN- Rencana amandemen ke lima Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang akan dilakukan para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) diharapkan untuk segera dibahas.

Amandemen ke lima terhadap UUD 1945 tersebut, dinilai penting dengan didasarkan kondisi dan keadaan masyarakat Indonesia dewasa ini yang telah mengalami penurunan atau degradasi moral.

Penuturan itu dikemukakan tokoh nasional, Prof Jimmly Ashidiqie dalam sebuah acara sarasehan daerah yang bekerjasama dengan DPD RI serta Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Sumatera Utara (ICMI Sumut) di Hotel Madani, Jalan SM Raja Medan, Jumat (27/4).

Menurut pria yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut, saat ini negara Indonesia sedang dilanda degradasi moral. Tidak hanya itu, identitas masyarakat khususnya di kalangan pemimpin yang sudah mempunyai tahta serta bergelimang harta, akan membentuk pola seksualitas.

Atas kenyataan itu, sudah pasti ekses hanya akan menimbulkan dampak negatif, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat namun secara keseluruhan bangsa Indonesia, seperti terjadinya tsunami politik dan sosial sampai ke daerah daerah.

“Hal ini juga karena para politisi tidak konsentrasi ke perbaikan sistem ketatanegaraan,hanya sibuk ke daerah konsolidasi partai untuk 2014,” ujar Jimmly.

Jimmly mencontohkan, banyak terjadi perbedaan dan pertentangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah seperti, adanya beberapa kepala daerah yang tidak setuju dengan rencana pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).(ari)

Kenaikan Parkir Cuma Kejar Setoran

Rencana tarif parkir yang baru tidak memiliki alasan kuat dalam proses penetapannya, serta minim dalam melindungi hak-hak konsumen. Dinas Perhubungan Kota Medan mengusulkan, tarif parkir akan dinaikkan dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk kendaraan roda empat dan menjadi Rp1.000 dari sebelumnya Rp500 untuk kendaraan roda dua. Kenapa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi.

Bagaimana tanggapan Anda terkait rencana itu?
Dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dijelaskan, setiap nilai rupiah yang harus dibayar konsumen harus bisa dipertanggungjawabkan.
Masalahnya Perda yang ada selama ini tidak ada penjelasan sama sekali terkait hal itu. Padahal, tarif parkir dinaikkan sampai empat kali lipat. Kebijakan kenaikan tarif parkir ini, dalam kacamata publik, masih sebatas berebut uang, kejar setoran, dan mengumpulkan uang untuk mendongkrak PAD Kota Medan.

Apa alasannya?
Buktinya, kenaikan tarif parkir tidak diimbangi peningkatan pelayanan publik pengguna parkir. Lahan parkir pun terkadang menyerobot tempat publik. Hak-hak atas penggunaan jasa parkir belum terpenuhi.

Seperti apa?
Misalnya, pengguna parkir masih mencari tempat sendiri, kerusakan/kehilangan barang masih ditanggung pengguna parkir, tarif yang ugal-ugalan, dan lain-lain. Pendek kata, pengelola parkir mau duitnya, namun pelayanan publik dan pertanggungjawaban atas kenyamanan, fasilitas, serta keamanan parkir enggan bertanggung jawab.

Apa yang harus dilakukan?
Semua hal di atas memperlihatkan kenaikan tarif parkir harus dikritisi. Sebaiknya, Ranperda itu harus disempurnakan dengan mengatur hal-hal prinsip dalam konteks pelayanan konsumen.

Apa saja yang harus dikritisi?
Ada beberapa hal yang perlu dikritisi dalam kebijakan kenaikan tarif parkir.
Pertama, pemberlakuan tarif parkir harus diperhitungkan secara matang. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan masalah baru. Karena itu, perlu melibatkan pengelola parkir, Pemko Medan, dan masyarakat sebagai pengguna dengan memperhitungkan besaran daya bayar dari pengguna parkir.

Kedua, perlu adanya transparansi dan kontrol terhadap pendapatan pengelolaan parkir sebagai PAD Kota Medan. Dibutuhkan audit yang independen untuk mengontrol sejauhmana keuntungan atau kerugian yang diperoleh pihak pengelola parkir. Idealnya, sebelum pemberlakuan tarif baru didahului dengan data hasil maupun audit layanan.

Ketiga, pengelolaan parkir jangan hanya dikelola perseorangan maupun badan hukum yang berupa usaha khusus perparkiran atau penunjang usaha pokok. Tapi, usaha perparkiran perlu melibatkan pihak lain, seperti kepolisian, asuransi, pemerintah daerah, dan perpajakan.

Keempat, perlindungan hukum terhadap konsumen dengan pemberlakuan asuransi perparkiran. Pengenaan tarif parkir harus memiliki imbal balik, misalnya setiap kendaraan yang hilang di tempat parkir dijamin mendapat penggantian karena sudah ada keputuasan MA yang menetapkan pengelola parkir diwajibkan mengganti barang yang hilang.

Kelima, diperlukan tindakan tegas terhadap setiap penyelewengan dan pelanggaran ketentuan perparkiran. Juru parkir yang menarik tarif parkir tidak sesuai aturan, sebaiknya dipidanakan karena hal itu termasuk pemerasan sehingga melanggar Pasal 368 KUHP.

Kenaikan tarif parkir yang tidak dibarengi dengan perbaikan sistem transportasi umum yang baik, cuma akan menyuburkan usaha parkir liar. Hal ini dikarenakan, pengguna kendaraan pribadi akan lebih memilih memarkirkan kendaraannya tidak di tempat resmi yang jauh lebih murah, dan tentu kalau ada niat pemerintah untuk mengurangi kemacetan akan gagal.

Kebijakan kenaikan tarif yang tidak memperhitungkan masalah di atas tentu memberatkan masyarakat. Apalagi, di lapangan sering dijumpai para juru parkir memungut ongkos tak sesuai aturan. Namun, Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perhubungan Medan seolah “tak berdaya”. Buktinya, sudah banyak keluhan masyarakat soal penyelewengan tarif parkir, namun tak ada tindakan tegas baik kepada jukir maupun pengelola parkir.

Bagaiman bila itu tetap dilaksanakan?
Penerapan tarif parkir baru itu juga tidak secara otomatis mengurangi kemacetan lalu-lintas di Medan. Sebab, pertambahan jumlah kendaraan tak sebanding dengan luas jalan yang ada di Medan.(*)