Home Blog Page 13586

Peserta Bimtek Absen, Wali Kota Gerah

TEBING TINGGI- Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan gerah. Soalnya, peserta Bimbingan Tekhnis (Bimtek) tentang penyusunan standar pelayanan minimal di lingkungan Pemko Tebingtinggi tidak dihadiri seluruh peserta, Selasa (24/4).

Sebanyak 40 peserta Bimtek yang harus hadir, teryata dihadiri oleh 36 peserta dari semua Kantor Dinas dan Kepala Kantor terkait dengan pelayanan masyarakat di Gedung TC Sosial Jalan Rumah Sakit, Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaedi Hasibuan mengatakan, pihaknya melakukan yang diharapkan pemerintah selama ini, karena pentingnya Bimtek ini harus dihadiri seluruh peserta, dari 40 orang peserta, yang hadir hanya 36 orang.

“Untuk ini, kita sengaja mengundang seluruh dinas yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Jangan menganggap diklat ini asal lewat saja, yang tidak hadir segera dihubungi dan bila perlu digantikan sama yang lain,” tegas Umar Zunaedi dihadapan para peserta Bimtek.

Sambung Umar, peserta harus memahami dan mengikuti diklat ini, minimal harus tau standar pelayanan di seluruh SKPD atau Kantor harus membuat alur pelayanan dengan mencantumkan segala bentuk urusan dan aturan. “Bila masyarakat masih komplen, berarti pelayanan kita belum prima,” katanya.
Ke depan, kata Umar, pihaknya harus melakukan prosedur pelayanan yang mudah dan cepat untuk masyarakat seperti prosedur harus jelas, persyaratan harus tertulis, harus menguasai apa yang dipertanyakan masyarakat, disiplin, memiliki kompentensi, bertanggung jawab, keadilan dalam pelayanan, kecepatan pelayanan, kesopanan, keramah tamahan petugas, jumlah biaya yang pasti, kepastian jadwal, kenyamanan dan keamanan lingkungan.

Sementara itu Kabid Diklat Badan Kepegawaian Daerah Kota Tebingtinggi Sugeng, menjelaskan, kegiatan selama dua hari ini untuk menindaklanjuti surat ederan Menteri Dalam Negeri Nomor 100/676/SJ tanggal 7 Maret 2011 tentang percepatan penerapan standar pelayanan minimal daerah.(mag-3)

90 Menit Lagi

Real Madrid vs Bayern Munchen

MADRID-Bayern Munchen hanya terpisah 90 menit dari final Liga Champions. Hanya, mereka mendapatkan hambatan besar karena harus melewati neraka bernama Santiago Bernabeu, markas Real Madrid, pada second leg dini hari nanti.

Bernabeu tidak bersahabat dengan Bayern. Dua musim lalu, ketika mereka menembus final Liga Champions yang ditandingkan di Bernabeu, mereka kalah dari Inter Milan 2-0. Kebetulan, pelatih Inter adalah Jose Mourinho, pelatih Real sekarang.

Selain itu, setiap melawat ke Bernabeu melawan Real, kepedihan sering mereka rasakan. Dari sembilan lawatan ke stadion berkapasitas 85.454 penonton itu, Bayern hanya menang dua kali dan seri sekali, sisanya kalah.

Makanya, biarpun hanya membutuhkan seri, karena menang 2-1 pada first leg semifinal (17/4), itu tetap misi yang sulit buat Bayern. “Kami punya respek yang besar kepada Real, tapi tidak takut, meski kami menyakini akan menghadapi neraka di Bernabeu,” kata Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern, kepada SID.

Bayern sendiri tidak datang ke Bernabeu untuk bertahan. Mereka tetap berambisi mencetak gol dan mengalahkan Real demi tiket final di markas sendiri Allinz Arena. “Kami akan berusaha menekan mereka di pertahanan dan membuat gol. Duduk diam dan bertahan tidak akan menghasilkan apa-apa menghadapi tim dengan daya serang tinggi seperti mereka,” kata Jupp Heynckes, pelatih Bayern, seperti dikutip Goal.
Demi lolos ke final Liga Champions, Heynckes sengaja menyimpan beberapa pemain utamanya pada pertandingan di Bundesliga Jerman melawan Werder Bremen (21/4). Pemain seperti Arjen Robben, Mario Gomez, Franck Ribery, Jerome Boateng, Toni Kroos, tidak turun sebagai starter sehingga mereka bisa fresh ketika melawan Real.

Situasi yang berbeda dengan Real yang masih kelelahan setelah pertarungan sengit dengan Barcelona di el clasico (21/4). Apalagi, saat itu mereka turun dengan pasukan terbaiknya. Ini bisa menjadi batu sandungan buat Real.

Terlepas dari kelelahan, para pemain Real punya motivasi yang luar biasa karena menang atas rival abadinya dan kian dekat dengan gelar Liga Primera Spanyol. “Kami baru melewati langkah besar. Tetapi, kami belum menyelesaikan seluruh cerita ini,” kata Iker Casillas, kiper Real, seperti dikutip Reuters.
Ambisi Real berikutnya adalah final Liga Champions. Lebih dari itu, mereka menginginkan gelar Liga Champions kesepuluh. Artinya, mereka harus menang.

Winger Real asal Portugal Cristiano Ronaldo yang musim ini telah mengemas 54 gol di semua ajang, berharap Real bisa mencetak gol duluan agar lebih tenang. “Kami harus mencetak gol dulu. Sebab, Bayern akan kembali memainkan serangan balik dan mereka sangat menghormati kami saat bermain di Bernabeu,” kata Ronaldo, seperti dikutip Goal.

“Kami juga harus berhati-hati kepada Mario Gomez, salah satu striker paling berbahaya di Liga Champions. Franck Ribery dan Arjen Robben juga sulit ditebak dan seringkali menjadi pembeba. Mereka berbahaya,” jelas Ronaldo.

Gelandang serang Real asal Jerman Mesut Ozil menilai, ini momen yang tepat buat mereka mencapai final dan merebut gelar ganda di Liga Primera Spanyol dan Liga Champions. “Kami sedang tertinggal satu gol, tetapi saya menyakini kami bisa mengatasinya dan lolos ke final,” kata Ozil, seperti dikutip Soccernet.

Apalagi, ketika menjamu Bayern, mereka bisa turun dengan kekuatan terbaiknya. Hanya Ricardo Carvalho yang absen karena cedera paha. Soal kelelahan, Mourinho punua opsi dengan segarnya kondisi Gonzalo Higuain, Kaka, dan Marcelo. Mereka bisa menjadi alternatif. (ham/jpnn)

Pemkab Pakpak Sosialisasikan UU Pertanahan

PAKPAK BHARAT- Pememerintah Kabupaten Pakpak Bharat, mengadakan sosialisasi UU nomor 2 tahun 2012 dan Perpres No 36/2005 dan Perpres 65/2006 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Selasa (24/4).

Peserta pada  kegiatan ini adalah para stakeholder terkait khususnya para pimpinan SKPD dan Camat. Narasumber dalam kegiatan dimaksud dari Kanwil BPN Sumatera Utara, Sudarsono, Kakan Pertanahan Pakpak Bharat, Drs. Rasmon Sinamo dan Kakan Dippekade Benar Baik Sembiring SE.

Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA dalam sambutannya pada acara pembukaan sosialisasi melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Drs H Tekki Angkat, mengharapkan, agar persoalan tanah khususnya tanah ulayat yang dimiliki marga-marga Pakpak juga menjadi perhatian.

“Saya meminta kepada kita semua tetap patuh pada koridor-koridor yang ditetapkan dengan menghormati kesepakatan marga-marga tentang pengadaan tanah yang merupakan bagian dari penghargaan adat kita dan menghindari konflik agraria seperti yang pernah terjadi di daerah lain”, tandas Bupati.
Pada kesempatan tersebut Plt Kabag Tata Pemerintahan, Robincem Habeahan, sebagai pelaksana kegiatan ini menyatakan, percepatan akan pemahaman terhadap UU pertanahan adalah bagian dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas demi menuju masyarakat Pakpak Bharat yang sejahtera. (mag-14)

Tekor Bikin Film Sendiri

Prisia Nasution

Artis peraih Piala Citra 2011, Prisia Nasution, tampaknya makin asyik dengan dunia di balik layar. Di tengah kesibukannya sebagai aktris, Phia “sapaan akrab Prisia” selalu menyempatkan diri untuk melakukan hobinya, yakni membikin film pendek. Siapa sangka, Phia ternyata sudah membuat tiga film pendek.

“Baru dua yang aku beri judul. Riri, Reality, Real dan Fight the Dark, Shall We? Yang satu lagi masih dalam tahap pencarian, ya lagi working title,” jelasnya ketika ditemui di Rolling Stone Cafe kemarin (23/4).

Tiga film pendek yang dibikin Phia tersebut sebagian besar mengangkat tema tentang kehidupan dan karakter manusia. Aktris film Sang Penari itu mengaku suka mengeksplorasi berbagai sisi manusia. Apalagi, dalam kesehariannya, Phia bertemu banyak orang dari berbagai lingkungan.

“Jadi, film-film saya itu bercerita tentang introspeksi diri. Ada juga yang tentang melawan diri sendiri. Pokoknya tentang kehidupan. Kebetulan, aku sering ngobrol sama banyak orang. Akhirnya, aku terinspirasi pada setiap individu,” jelas dia.

Karena film tersebut adalah buatan sendiri, Phia pun merogoh kocek pribadi. Ketika ditanya berapa bujet pembuatan film-filmnya, dia enggan menjawab. Namun, dia mengakui bahwa dirinya sempat habis-habisan dalam membiayai filmnya sendiri. Meski begitu, Phia mengaku belum berniat menjadikan film bikinannya menjadi film komersial.

“Ini cuma seneng-senengan saja. Pemerannya juga teman-teman sendiri. Aku enggak sampai mikir gimana cara balik modalnya dan segala macem. Sebab, ini bukan film komersial. Memang agak lumayan tekor. Tapi, kalau nanti ada yang lihat dan pengen film saya dikomersialkan, kenapa enggak,” ujarnya.

Saat disinggung apakah filmnya bakal diikutkan festival-festival film pendek, Phia mengaku terpikir untuk melakukan hal itu. Namun, hingga kini, hal tersebut belum terlaksana. Alasannya, dia belum pede dengan film bikinannya.

Soal proyek selanjutnya, Phia mengaku tengah menggarap sebuah film layar lebar. Kali ini dia akan berada di balik layar sebagai produser. Namun, sangat mungkin dirinya juga bakal bermain dalam film tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut soal proyek film itu sendiri, Phia belum bisa bicara banyak. Dia hanya menyatakan bahwa film itu berkisah tentang perempuan tuna rungu. (ken/c14/tia/jpnn)

Wali Kota Jenguk Tahanan Korupsi

TEBING TINGGI- Selain menjalin kemitraan dengan istansi vertikal, khusunya Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan juga menyempatkan menjenguk lima tahanan Kejaksaan Negeri Tebingtinggi yang ditahan di LP Kelas II B Kota Tebingtinggi karena tersangkut kasus dugaan korupsi.

“Bukan menjenguk tahanan, tetapi hanya melakukan silaturahmi dengan Kepala Lembaga Kelas II B, M Sukardi Sianturi terkait audensi beliau (Kalapas) menjadi pimpinan upacara dalam peringatan ulang tahun ke 48 Lembaga Pemasyarakatan di Lapas, tanggal 27 April mendatang,” jelas Wali Kota Tebingtinggi melalui Kabag Humas Pemko Tebingtinggi Adi Sucipto, Selasa (24/4) sore. (mag-3)

Serdang Bedagai Ranking 4 Nasional

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengevaluasi kinerja pemerintahan 147 daerah otonom baru hasil pemekaran sejak 1999 hingga 2004. Yang menarik, Kabupaten Serdang Bedagai menempati rangking ke-4, dengan nilai ‘tinggi’.

Hanya dua daerah yang mendapat skor sangat tinggi, yakni Kabupaten Boalemo (peringkat pertama) dan Kabupaten Luwu Utara di posisi kedua. Untuk posisi ketiga belum terbaca oleh koran ini, karena sebenarnya lembaran kertas yang dipegang Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan itu baru akan diumumkan secara resmi hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Otda.

Untuk tingkat provinsi hasil pemekaran, dari tujuh provinsi, terbaik diduduki Provinsi Babel, disusul Kepri, Gorontalo, Banten, Maluku Utara, Papua Barat, dan terakhir Sulawesi Barat. Untuk peringkat satu hingga empat skornya tinggi, yang tiga terakhir ‘sedang’. “Untuk provinsi tak ada yang rendah. Jadi sudah jalan otonomi daerahnya,” ujar Djohermansyah Djohan di kantornya, Selasa (24/4).

Untuk posisi terendah, dari paling buncit, Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Panajam Paser Utara, Kepulauan Mentawai, dan Manggarai Barat. Jadi ada lima daerah yang skornya rendah.

Djohemansyah menyebutkan, ada daerah yang belum menyerahkan laporan kinerjanya, antara lain Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga tidak ikut dinilai. “Ini indispliner sehingga tak bisa dinilai,” ulasnya.

Terhadap daerah yang nilainya rendah akan dilakukan penguatan kapasitas di aspek yang dinilai lemah. Misal lemah di aspek pengelolaan keuangan, maka aspek itu yang akan diperkuat. Jika dalam tiga tahun setelah dilakukan penguatan tidak juga ada perubahan, maka daerah tersebut terancam digabungkan dengan daerah lain.

“Ujungnya bisa dilikuidasi, bisa merger lagi,” ujar Djohermansyah Djohan. Dikatakan, penilaian terhadap tujuh provinsi hasil pemekaran dilakukan oleh tim pusat. Sedang untuk tingkat kabupaten/kota, dilakukan oleh tim provinsi.(sam)

Anak Pulau Numpang UN

LANGKAT- Tercatat tiga siswi SMP Terbuka Desa Kuala Besar, Kecamatan Secanggang, Langkat, mengikuti Ujian Nasional (UN) menumpang di SMPN 1 Secanggang. Ketiadaan ruang belajar di tempat asal, membuat hal tersebut terpaksa dilakukan.

“Mereka ujian disini karena memang ruang belajar mereka disana tidak ada, namun demikian kita tetap menerapkan perlakuan sama dengan para siswa reguler di SMP ini, kita hanya memisahkan ruangan ujian mereka dengan siswa regular,” kata Kepala SMPN 1 Secanggang, H Restu Ballian, Selasa (24/4).
Dijelaskan Ballian, untuk mendistribusikan soal-soal bagi ketiga siswi Kuala Besar ini, pihaknya harus melalui jalur laut. (mag-4)

Dituding Asal Tangkap, Kapolres Tebingtinggi Diprapid

TEBINGTINGGI-Adianson Saragih (37) alias Jibeng warga Dusun VII Karyatani Desa Bahsumbu Kecamatan Tebingtinggi akhirnya mempraperadilkan (prapid) Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian R Djajadi SIk ke Pengadilan Tinggi Tebingtinggi, Selasa (24/4). Jibeng, yang dituding mencuri 50 tandan buah kelapa sawit itu mengaku tidak bersalah, dan menganggap Polres Tebingtinggi asal main tangkap.

”Semalam (Senin,23/4) kami sudah bertemu dengan Kalpolres Tebingtinggi, ia (Kapolres) tetap ngotot penangkapan Jibeng itu sesuai prosedur hukum, dan polisi siap untuk diprapidkan,” kata Andri Hasibuan SH, selaku kuasa hukum Jibeng kepada Sumut Pos sambil menunjukkan nomor daftar prapid Kapolres Tebingtinggi reg No.05/pid/prapid/2012.

Dalam penangkapan Jibeng ini, kata Andri, Polres Tebingtinggi jelas sangat menyalahi aturan hukum. Pertama, lanjut Andri, Polres Tebingtinggi menerima begitu saja laporan pengaduan Kepala Desa Bahsumbu Tebing tinggi Suhartoyo, yang menuduh Jibeng mencuri 50 tandan buah kelapa sawit di lahan 21 ribu hektar di Desa Bahsumbu Kecamatan Tebingtinggi Serdang Bedagai diklaim milik pelapor.

”Seharusnya polisi cek and ricek dulu, mana mungkin Jibeng mencuri di lahan sawitnya sendiri, kalau seperti ini cara kerja polisi bisa kacau negara ini,” ketus Andri.

Kedua, lanjut Andri lagi, ada terkesan kasus ini dipaksakan oleh Polres Tebingtinggi, sebenarnya Jibeng dilaporkan Desember 2011, namun oleh Polres Tebinggitinggi Jibeng ditangkap 6 Maret 2012. Artinya kasus ini sudah mengendap hampir empat bulan, dan Kapolresnya sudah berganti baru kasusnya diangkat kembali. Selain itu, hingga kini berkas acara pemeriksaan (BAP) Jibeng masih P19 alias belum lengkap. Jaksa selalu menolak BAP Jibeng yang dikirim oleh Polres Tebingtinggi itu. Polres sepertinya kesulitan untuk melengkapi berkas Jibeng.

“Padahal selama munculnya pengaduan, Jibeng tidak ada kemana-mana, bahkan pengawas lahan sawit, Soliadi yang didaftar sebagai saksi dalam kasus ini, malah ditetap sebagai daftar pencarian orang (DPO), dan anehnya Soliadi yang dijadikan DPO tidak tahu menahu tentang statusnya itu, bahkan ia mendatangi langsung Kapolres untuk menanyakan statusnya itu dan Kapolres tidak bisa menjawabnya,” bilang Andri.

Kemudian yang ketiga, kata Andri, Polres Tebingtinggi tidak bisa mengkaji tentang status lahan sawit 21 hektar yang diklaim Suhartoyo miliknya. Andaikan polisi bijaksana, seharusnya tanah yang diklaim Suhartoyo itu diteliti dulu, apakah bersengketa atau tidak.

”Kalau bersengketa seharusnya diselesaikan permasalahannya, setelah ada ketetapan hukum baru bisa status Jibeng ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, jangan asal main tangkap saja,” jelasnya.

Diakui Andri, tanah 21 hektar itu sekarang ini masih dalam sengketa. Selama ini lahan sawit yang dikerjakan Jibeng itu milik saudaranya Sugianto Saragih warga Jalan Helvetia Medan yang dibeli dari Sawiyah Hasibuan warga Bandar Bajambu Tebing tinggi.

”Surat bukti jual beli dan kepemilikan tanahnya lengkap, namun oleh Suhartoyo, selaku Kepala Desa mengklaim miliknya, tanpa ada dia menunjukkan bukti yang sah,” tandasnya.

Untuk mengolah lahan 21 hektar itu, Sugianto mempercayakannya kepada Jibeng dan Soliadi. Hingga akhirnya kepala sawit yang mereka tanam berbuah dan siap panen.

Soliadi mengakui bahwa dia dan Jibeng dipercaya mengolah sawit 21 hektar itu oleh Sugianto. Bahkan saat memanen buah kelapa sawit itu, ia yang menyuruh Jibeng.

”Saya yang menyuruh Jibeng memanen sawit yang kami tanam itu, kok bisa ditangkap pula jadinya, saya datangi Kapolres tentang kronologis kasus ini, termasuk status DPO saya yang mereka buat, tapi mereka tidak bisa menjawabnya, buktinya saya masih di Tebingtingi ini tidak ke mana-mana” kata Soliadi.

Karena ketidakadilan ini kuasa hukum Jibeng memprapidkan Kapolres Tebingtinggi karena menetapkan Jibeng sebagai tersangka 363 huruf (d) tentang pencurian, dan mempidanakannya karena menyalahi penangkapan Jibeng. “Selain itu kami akan meminta perlindungan hukum dari komisi III DPR RI, Insya Allah semua itu klir kami lakukan dalam pecan ini,” kata Andri SH.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian ditanya tentang seputar penangkapan Jibeng berkilah bahwa kasus pencurian dengan sengketa tanah harus dipilah. ”Puncurian itu kriminal sedangkan masalah tanah itu perdata, jadi harus dipilah dong,” katanya kepada wartawan Sumut Pos.
Diakui Rian, penangkapan Jibeng itu berdasarkan laporan pengaduan Suhartoyo yang mencuri sawit di lahannya.

Dari mana bapak tahu itu lahan milik Suhartoyo? Mendapat pertanyaan itu Kapolres mengatakan, masalah itu lahan Suhartoyo atau tidak, itu urusannya nanti. “Yang penting kami menangani adanya laporan pencurian, kalau ada yang salah dalam penangan ini, ya silahkan tempuh jalur hukum,” tandasnya.(azw)

Melakukan yang Belum Pernah Dilakukan

Melanie Subono

Penyanyi dan penulis buku Melanie Subono punya kesibukan baru. Putri promotor Adrie Subono itu sedang sibuk dengan proyek barunya di sebuah radio. Penyanyi 35 tahun tersebut menggarap sebuah program radio berjudul Life is Beautiful, sekaligus menjadi announcer-nya.

“Istilahnya apa ya, aku jadi announcer sekaligus konseptor. Sebab, yang bikin program dan nyiarin aku sendiri,”jelas Melanie saat ditemui kemarin (23/4).

Melanie menuturkan, program yang mengudara di V Radio itu bakal menjadi semacam ajang curhat bagi para pendengarnya yang sedang mengalami masalah. Dalam hal ini, dia menjadi motivator bagi para pendengar. “Kalau orang curhat lewat radio kan lebih leluasa karena enggak kelihatan wajahnya. Dia mau pakai nomor telepon yang palsu atau tidak, kami juga enggak peduli. Sebab, yang kami dengerin masalahnya,” jelasnya.

Yang membedakan program tersebut dengan program semacamnya adalah tidak adanya konsep. Semua dilakukan secara spontan. Bahkan, saat akan siaran, mantan istri Radja Simatupang itu tidak mempersiapkan tema atau script seperti layaknya program pada umumnya.

Selain itu, tema yang dibawakan bergantung pendengar. Program Life is Beautiful akan tayang tiap Selasa dengan durasi satu jam. Karena itu, selama hari Rabu hingga Jumat, Melanie menerima masukan dari para pendengar tentang tema program.

“Aku pengen jalanin acara yang enggak punya template. Yang dua minggu sekali ada bintang tamu lah. Tiap minggu, kami akan lempar ide ke pendengar. Jadi, tema selanjutnya datang dari pendengar. Pokoknya, kami akan bebasin pendengar mau ngomong apa saja,”tegas dia.

Tidak hanya itu, dalam program ini Melanie menjanjikan akan berbicara apa adanya terkait kehidupannya. Dia pun menjamin apa yang dia ungkapkan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya. “Aku akan terbuka ngomong apa pun yang orang lain belum pernah denger. Pokoknya, kali ini aku melakukan hal yang belum pernah aku lakukan,”imbuhnya. (ken/c14/tia/jpnn)

Siapkan Kejutan

Jelang Tur Tiga Pulau

Besok (26/4), skuad PSMS akan berangkat memulai tur tiga pulau, Sumatera-Kalimantan-Jawa. Pasalnya, pada 28 April Ayam Kinantan akan meladeni Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring, 4 Mei bentrok Persiba Balikpapan di Stadion Persiba dan terakhir kontra Persegres Gresik di Stadion Petrokimia 8 Mei mendatang.

Jelas ini menjadi tur yang sangat melelahkan. Namun, karteker pelatih PSMS Suharto AD bersama tim pelatih sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk mematangkan formasi yang bakal sedikit berbeda dari sebelumnya.

Pertandingan terdekat yang bakal dilakoni PSMS yakni menghadapi lawan tangguh Sriwijaya FC. Notabene, Laskar Wong Kito, Julukan Sriwijaya FC, saat ini masih berada di puncak klasemen sementara ISL dengan raihan 45 poin dari 20 kali bertanding. Karena itu, Suharto mengaku bakal mempersiapkan sesuatu yang berbeda untuk meladeni Sriwijaya FC.

“Saat bertanding di sini (Stadion Teladan) putaran pertama lalu, kita hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Dan saat ini Sriwijaya FC masih tetap jadi satu tim terbaik di pentas ISL. Karena itu, kita wajib mewaspadai sepak terjang mereka di lapangan. Kita akan menyiapkan kejutan di sana,” ungkapnya, Selasa (24/4).

Ia menjelaskan, meski lawan yang bakal dihadapi cukup solid, tetap ada celah untuk bisa mengalahkannya. “Kita sadar lawan kali ini cukup kuat. Dengan pengalaman bersama selama tiga musim, skuad Sriwijaya FC sudah tentu telah menjadi tim yang cukup padu. Untuk itu, kita akan menerapkan formasi yang cukup pas dalam meladeni permainan mereka. Dan tetap saja akan ada celah untuk bisa mengalahkan mereka,” ujar Suharto.

“Tak hanya itu, anak-anak Sriwjaya juga terkenal memiliki permainan dengan kolektivitas tinggi dan skill individu yang cukup baik,” beber Suharto lagi.
Tapi Suharto juga tak menampik, meraih satu poin menghadapi Sriwijaya FC sudah hasil yang cukup baik. “Seri sudah bagus. Tapi tetap kita targetkan untuk raih poi penuh, pasti akan lebih bagus,” tuturnya.

Suharto mengatakan, menghadapi Sriwijaya FC, ia bakal memadukan formasi 4-4-2 dengan 4-2-3-1. “Saat kita menguasai bola, kita akan terapkan 4-4-2. Namun, saat kita diserang akan bertransformasi menjadi 4-2-3-1,” papar pelatih berkepala plontos itu.

Namun, mengarungi tur tiga pulau, dipastikan PSMS tak diperkuat dua pemain pilarnya. Yakni Rahmad dan Denny Rumba yang diterpa cedera. “Mereka tak akan dibawa,” ujar Suharto singkat.

Untuk memberikan rasa relaks, Suharto bersama tim pelatih dan seluruh pemain PSMS, kemarin sore (24/4) mengunjungi kolam renang di Inna Dharma Deli Hotel Medan. “Agar mereka lebih relaks dengan beban yang selama ini mereka rasakan. Dengan begitu, dalam menggelar latihan besok (Hari ini) pagi dan sore mereka lebih bersemangat,” katanya.

Sementara itu, kemungkinan Shin Hyun Joon akan diturunkan dalam tiga laga mendatang, Suharto belum bisa memastikan. “Ia terlihat belum begitu fit. Kabarnya, selama dua minggu di Sidoarjo ia tak mengikuti latihan. Kita lihat perkembangan lah, kalau dia bisa akan kita turunkan,” ujarnya.

Mengenai dua pemain berdarah campuran (Belanda-Ambon) dari Pelita Jaya, masih dikabarkan akan datang hari ini (25/4). “Katanya besok (Hari ini) mereka (Ruben dan Tonny Cussel) sampai. Mudah-mudahan mereka bisa langsung mengikuti sesi latihan,” ujar karteker pelatih PSMS Roekinoy. (saz)