Home Blog Page 13588

Duel Calon Degradasi

Aston Villa vs Bolton

BIRMINGHAM- Bolton Wanderers masih punya asa untuk bertahan di Liga Primer Inggris. Begitu juga Aston Villa yang bernasib sedikit lebih baik. Keduanya harus bertarung dini hari ini (Siaran Langsung ESPN Pukul 01.45 WIB) untuk membuktikan siapa yang lebih layak di Primer League.
Nasib Bolton musim ini menyedihkan. Dari 33 laga yang sudah dilakoninya, anak asuh Owen Coyle ini baru kumpulkan 30 angka. Sebagai konsekwensinya, Bolton kini menghuni posisi dua dari bawah. Hanya setingkat lebih baik dari Wolverhampton.

Sedangkan Aston Villa kini duduk di posisi 15 dari 34 laga. Namun poin yang dikumpulkannya baru 36. Jadi masih ada kans untuk Bolton dan tiga klub di atasnya: Blackburn (31 poin), Wigan (34 poin), dan QPR (34 poin).

Gelandang Bolton, Nigel Reo-Coker salah satu yang mengemukakan kemungkinan timnya bertahan di kasta tertinggi. Apalagi Bolton masih punya satu game yang belum dilakoni. “Ada peluang bagi kami untuk mendapatkan hasil bagus di Villa Park. Mereka sedang dalam kondisi sulit dari lima pertandingan mereka,” kata Reo-Coker di Soccerway.

“Peluang masih ketat. Ada tiga tim yang masih berpeluang lolos dari degradasi. Sebaliknya ada tiga tim di atas zona merah yang masih bisa diseret degradasi,” sambungnya.

Aston Villa memang cenderung menurun. Dari lima laga terakhir, mereka empat kali imbang dan sekali kandas. Terakhir mereka imbang di Sunderland 0-0. Konon faktor cedera Darrent Bent membuat tumpulnya lini depan The Villans.  Ya Bent memang sudah absen sejak Februari lalu. Dampaknya bahkan sangat terasa. Bayangkan, tanpa Bent, Villa hanya menjaringkan delapan gol dari 11 laga di liga.  Lebih ironis, Villa tak pernah lagi mencetak lebih dari dua gol sejak kemenangan atas Wolves 3-2 pada 21 Januari lalu.

Ujungnya, kondisi akhrinya memunculkan spekulasi menyakitkan bagi Alex McLeish di balik kemudi Villa. Dilansir Goal nasib McLeish hanya menunggu waktu untuk didepak.

Konon, pemilik Aston Villa Randy Lerner sudah mencari pengganti McLeish. Ada dua nama yang mengemuka. Yakni arsitek Wigan Roberto Martinez dan pelatih Swansea Brendan Rodgers. (*)

Perbasasi Medan Gelar Liga II

MEDAN-Untuk menyalurkan bakat dan dan menambah jam terbang seluru atlet baseball dan softball, Pengcab Perbasasi Medan menggelar Liga Baseball dan Softball Kota Medan II 2012 yang dibuka resmi oleh Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis, Minggu (22/4) dfi Lapangan Rimbawan Pintu III Kompleks USU Medan.

Dalam arahannya Ketua Umum KONI Medan yang akrab disapa “Opunk Ladon” ketika membuka liga tersebut didampingi Sekum Drs Chairil Basri dan monitoring Haryani mengemukakan, hendaknya seluruh tim yang mengikuti liga ini bisa menujukkan permainan yang baik dan menjunjung tinggi sportifitas.

“Memang cabang baseball dan softball kita di PON Riau tidak tampil, namun kita tetap melakukan pembinaan untuk terus melakukan pembenahan, agar di PON 2016 mendatang cabang ini bisa tampil,” harapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Pengcab Perbasasi Medan Irfan Riadi, S.P bersama Ketua Harian Asthar Pramana dan Sekretaris Chandra Fadillah Duha menyebutkan, di liga baseball dan softball kali ini diikuti sebanyak 13 tim yang keseluruhannya juga berasal dari Kota Medan, yang dibagi dua yakni untuk putra di baseball 7 tim dan softball untuk putrid sebanyak 6 tim.

Irfan menyebutkan, di liga ini dilangsungkan pertandingan setiap hari sabtu dan minggu, dan seluruh tim telah menurunkan pemain terbaiknya untuk bisa tampil terbaik di liga ini.

“Saya sangat berkeinginan dan optimis bahwa Pengcab Perbasasi Medan di liga ini dapat melahirkan alet yang handal, oleh karena ini diharapkan sekali di liga ini lahir tim yang terbaik dan akan terus dibina,” ungkap Irfan.

Adapun tim yang ikut di Liga Baseball dan Softball Kota Medan II 2012 yakni, sang juara bertahan Mocxy, Vanderful, Forustrike, Valhala, Mizu, Sora dan Tim Medan. Sedangkan 6 tim putri yakni diikuti juga sang juara bertahan yakni Vanderful, Mocxy, Fourstrike, Tim Medan dan Fastball. (jun)

Dompet KPUD Masih Kempes

11 Bulan Lagi Pilgubsu 2013

MEDAN-Sudah banyak tokoh yang menyatakan maju dalam Pilgubsu 2013 mendatang. Berbagai dukungan dan prediksi juga telah ramai dibicarakan. Sayangnya, persiapan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut tidak seheboh para bakal calon (balon). KPUD mengaku belum punya uang. Dompet mereka masih kempes.

“Belum cair karena masih ada beberapa kendala, seperti registrasinya belum diselesaikan. Misalnya penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara KPU Sumut dengan Pemprovsu,” ungkap salah seorang Komisioner KPUD Sumut, Turunan B Gulo kepada Sumut Pos, Senin (23/4).
Alokasi anggaran tahapan pelaksanaan Pilgubsu 2013, khususnya sebesar Rp60 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2012, hingga saat ini belum juga diterima oleh KPUD Sumut. Diharapkan, paling lambat dana Rp60 miliar tersebut bisa diterima KPUD Sumut pada sekira Bulan Juni 2012 mendatang.

Dana keseluruhan Pilgubsu 2013 yang diajukan KPU Sumut ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sebesar Rp496 miliar. Dana sebesar itu diajukan dalam dua kali penganggaran di 2012 dan 2013 mendatang.

Untuk 2012, KPUD Sumut membutuhkan dana sesuai pengajuan ke Pemprovsu sebesar Rp120 miliar. Sedangkan untuk Tahun 2013, sebesar Rp376 miliar. “Sudah diajukan di akhir 2011 lalu, karena dimasukkan dalam dua tahun penganggaran. Untuk 2012 ini, belum terealisasi. Pada APBD 2012 tercantum Rp60 miliar dari kebutuhan sekitar Rp121 miliar. Tahapan akan dimulai Juli dan Agustus nanti,” jelas Turunan, Senin (23/4).
Terlepas dari itu, bagaimana dengan masalah uang yang dipergunakan oleh para cagub dan cawagubsu. Apakah banyak persoalan yang muncul, terlebih berkaca pada Pilgubsu 2008 lalu?

Menyikapi pertanyaan itu, Turunan tidak secara spesifik menyatakan banyak persoalan terkait dana-dana Pilgubsu yang dipergunakan para cagub/cawagubsu pada Pilgubsu sebelumnya. Hanya saja, Turunan menyatakan, terdapat adanya perbedaan antara yang dilaporkan oleh pasangan cagub/cawagubsu pada periode Pilgubsu 2008 lalu. Hanya saja, KPUD Sumut tidak memiliki kewenangan dalam hal audit keuangan yang digunakan.
“Tidak bisa dihitung untuk pasangan calon. Saya tidak ingat angka pastinya. Itu jauh dari yang mereka laporkan, tidak sesuai dengan yang dihabiskan di lapangan. Banyak isu, ada yang menghabiskan anggaran sebesar Rp60 miliar, ada yang Rp30 miliar. KPU bukan lembaga audit. Pengeluaran riil, jauh dari yang mereka laporkan. Misalnya Rp200 juta, riil tidak itu? Ada yang jor-joran dengan memasang baliho, iklan di media dan sebagainya. Laporannya, tidak sama,” ungkapnya.

Golkar Siap Beri Tiket ke Gus Irawan

Soal pencalonan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menghargai langkah Gus Irawan yang dikabarkan mulai melakukan penggalangan dukungan berupa pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk maju sebagai cagub Sumut, lewat jalur perseorangan atau independen. Wakil Sekjen DPP PG, Leo Nababan mengatakan, jika Dirut Bank Sumut benar telah melakukan langkah itu, Golkar menghargainya sebagai sebuah pilihan politik.
Namun, dari pernyataan Leo terlihat ada sinyal kuat bahwa Gus Irawan punya peluang besar untuk diusung Golkar. Leo memastikan, Gus Irawan termasuk salah satu kandidat yang namanya sedang disurvei Golkar.

Alasan Leo, Gus Irawan punya kedekatan dengan Golkar. “Keluarga besar Bomer Pasaribu adalah keluarga besar Partai Golkar,” tegas Leo Nababan kepada koran ini di Jakarta, kemarin (23/4). Sepert diketahui, Bomer Pasaribu merupakan tokoh senior Partai Golkar. Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu juga politisi kawakan di partai beringin rindang itu.
Leo juga memastikan, jika dari hasil survei Gus Irawan mendapat skor yang tinggi, maka Golkar akan mengusungnya sebagai cagub. “Kalau dari hasil survei tinggi, kita akan tawarkan Golkar untuk menjadi perahu beliau,” kata Leo.

Terkait nama-nama kandidat yang disurvei Golkar, Leo mengatakan, sebagian nama itu juga masuk dalam daftar 25 nama yang disurvei Partai Demokrat. Sebelumnya, Waketum DPP Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun, menyebutkan, diantara 25 nama yang disurvei Demokrat adalah Sutan Bathoegana,HT Milwan, Gus Irawan, Chairuman Harahap, T Erry Nuradi (bupati Serdangbedagai), Amri Tambunan (bupati Deliserdang), Hasbullah Hadi, AY Nasution (mantan Pangkostrad), Tritamtomo (mantan Pangdam I BB/anggota DPR F-PDIP), RE Nainggolan (mantan Sekdaprov Sumut), Bintatar Hutabarat (PLN), Parlindungan Purba (DPD), Rahmat Shah (DPD), Abdillah, dan sejumlah nama lainnya.

Mengenai Parlindungan Purba, dalam beberapa kali kesempatan kepada koran ini, anggota DPD asal Sumut itu menegaskan tidak akan ikut maju sebagai cagub maupun cawagub Sumut di pemilukada 2013. “Sebagai anggota DPD, masih banyak hal yang harus saya perjuangkan. Harus saya tuntaskan,” ujar Parlin.

Leo mengatakan, tidak masalah nama-nama yang disurvei Golkar sebagian sama dengan yang disurvei Demokrat. “Yang pasti, kita tak tergantung partai lain. Siapa yang terbaik menurut survei, akan kita pilih,” kata Leo. Golkar akan melakukan dua kali survei untuk melihat siapa yang paling layak dimajukan sebagai cagub.

Bagaimana jika hasil tertinggi survei Demokrat dan Golkar ditempati nama yang sama dan kedua partai sama-sama ingin mengusung nama tersebut? Leo mengatakan, jika yang tertinggi ditempati kader Golkar, otomatis akan diusung nama itu. Begitu pun, jika kader Golkar kalah tipis berdasar survei, tetap kader Golkar itu yang akan diusung. Dengan catatan, tingkat popularitasnya akan digenjot di hari-hari terakhir.
Leo memberi contoh, jika hasil survei peringkat pertama nonkader mendapat skor 30, sedang kader mendapat skor 28, maka tetap kader sendiri yang diusung. “Jika nonkader skor 40 sedang kader 10, maka kita tahu diri,” pungkasnya. (ari/sam)

Tangki BBM Bocor 200 Liter per Trip

Elnusa: Ada Permainan Oknum Pertamina dan Aparat

MEDAN- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan mengeluh. Mereka tak puas karena jatah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang didistribusikan PT Elnusa Petrofin Medan terus berkurang hingga 200 liter per trip. Pihak Elnusa pun menuding hal itu terjadi karena ada oknum pertamina dan aparat yang terlibat.

Itulah sebab, kekurangan ini ditengarai bukan karena ada pembatasan, tapi akibat sesuatu yang selama ini dikenal dengan ‘tangki kencing’. Kurangnya jatah pasokan yang didistribusikan oleh anak perusahaan pertamina tersebut diduga kuat dilakukan oknum sopir n
truk tanki ke sejumlah lokasi penampungan tak resmi di kawasan utara Kota Medan.  Dan, sopir-sopir itu dibekingi oleh oknum Pertamina atau oknum aparat keamanan tadi.

“Belakangan ini pasokan premium sering berkurang, bahkan kekurangannya melebihi batas teloransi atau mencapai 150 hinga 200 liter,” kata, Purwanto Pengawas BBM di SPBU Coco Jalan Merak Jingga, Medan, Senin (23/4) kemarin.

Dikatakannya, kurangnya jumlah BBM yang dipesan pihak pengelola SPBU milik Pertamina Retail dengan yang didistribusikan itu kerap terjadi, bahkan saat dilakukan pengukuran ulang kapasitas pasokan yang masuk ke tangki timbun SPBU berkurang hingga melebihi batas teloransi sekitar 0,15 persen. “Kalau kurangnya sekitar 48 liter itu masih wajar, tapi ini sudah melebihi batas teloransi nasional. Kejadian itu sering terulang. Bahkan pasokan tadi pagi saja dari truk tanki BK 9881 CL kapasitas 32 ton yang berkurang sekitar 90 liter,” ungkapnya didampingi petugas Pengawas Non BBM, M.Ali Akbar Simmanjuntak.

Tak pelak, mereka pun langsung melayangkan komplai kepada PT Elnusa Petrofin Medan selaku perusahaan transportasi pendistribusi BBM bersubsidi. “Pengajuan surat keberatan (komplain) sudah kita layangkan ke PT.Elnusan terkait berkurangnya jumlah pesanan BBM, hal itu dilakukan dengan harapan supaya kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” ujarnya.

Head Officer PT Elnusa Petrofin Medan, H Joni, ketika dikonfirmasi melalui Staf Pengawasnya, Hendrik, tak menampik hal itu. Bahkan, dia mengakui ‘tangki kencing’ sudah bukan cerita baru lagi. “Itu yang saat ini menjadi masalah, kurangnya pasokan yang didistribusikan diduga karena adanya permainan oknum sopir tanki dengan sejumlah lokasi penampungan tak resmi. Dan ada beberapa orang oknum sopir yang terlibat sudah diberhentikan, tapi anehnya kejadian ini terus saja berlangsung,” aku Hendrik.

Menurut Hendrik, aksi penyelewengan distribusi BBM nekat dilakukan oknum sopir diduga karena adanya oknum petugas keamanan dan oknum pertamina di belakangnya. “Kalau tidak ada oknum yang melindungi tak mungkin sopir berani, sedangkan lokasi itu persis berada di pinggiran jalan besar seperti di Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Medan Labuhan. Dan perusahaan mendukung jika ada oknum sopir Elnusa ditangkap aparat kepolisian karena terlibat melakukan penyimpangan BBM,” tegasnya.

Bahkan lanjut dia, dirinya sempat ditanyai beberapa oknum petugas militer terkait tindakan tegas yang dilakukan kepada para sopir. “Saya pun bingung bagaimana mencari solusinya, karena setiap kali ada tindakan tegas dari menejemen perusahaan terhadap sopir yang diberhentikan atau diberikan sanksi, pasti ada saja oknum militer yang kemudian memberikan ancaman, baik langsung ataupun lewat telepon selular,” sebut dia.

Terpisah, Kepala Satuan Pengamanan PT (Persero) Pertamina Upms I Medan, Suparman mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Satuan Ekonomi Direskrim Polda Sumut guna membongkar jaringan para mafia BBM di wilayah Utara Kota Medan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Poldasu dan TNI AL supaya melakukan penertiban terkait keberadaan lokasi-lokasi penampungan BBM di Utara kota Medan termasuk di Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Medan Labuhan. Jadi kita masih menunggu tindakan tegas dari aparat satuan penegak hukum,” ujar Suparman.

Menurut pria berpangkat perwira TNI ini dirinya mengaku terkejut dengan kian maraknya aktivitas penampungan BBM tak resmi di wilayah utara Kota Medan, bahkan tak jauh dari Mapolsekta Medan Labuhan.

“Apalagi soal adanya lokasi penampungan untuk bahan bakar pesawat (avtur), ini yang buat saya kaget. Kalau sudah bahan bakar pesawat terbang juga dioplos, wah ini bisa membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan, kita harapkan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas dan menindak pelakunya,” tegasnya.

Kalau Melapor Bisa Kena Skor

Di sisi lain, Penasihat Himpunan Wiraswata Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumut Indonesia, Datmen Ginting menyatakan bahwa kecurangan melalui tangki Pertamina sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, bisa dikatakan mencapai 20 tahun yang lalu.

Menurutnya, sudah banyak pengusaha SPBU yang melapor pada Hiswana Migas untuk kecurangan ini. Tetapi, awalnya, masalah ini tidak menjadi masalah bagi para pengusaha, mengingat harga BBM murah. “Tapi kalau sekarang sudah bisa dikatakan semakin sering kejadiannya, dan menimbulkan kerugian bagi kita. Karena ‘tangki kencing’ itu yang menanggung kita,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ‘tangki kencing’ ini akan sulit dibasmi mengingat begitu banyak yang terlibat dalam permainan. Salah satunya pihak yang berwajib dan tentu saja Pertamina. “Bayangkan, saat ini penyaluran BBM ini menggunakan pola baru, yang menggunakan PT Elnusa sebagai kontraktor. Tapi mobil tangki yang punya orang Hiswana Migas. Kalau mau menggunakan Elnusa, ya mobil seharusnya Elnusa yang punya. Ini kenapa harus kita juga yang dibebani,” ungkap Datmen.

Pola baru ini, membuat kerugian pada pengusaha SPBU. Padahal sebelumnya, para pengusaha lebih nyaman bila menggunakan pola lama. “Pola lama, kontraktornya masih anggota Hiswana Migas, bukan Elnusa. sehingga kita lebih nyaman. Tapi sekarang semua sudah berada di tangan Elnusa. Kontraktor untuk penyaluran itu bukan kita lagi,” ungkapnya.

Disinggung terkait untuk melapor ke Pertamina atau kepolisian terkait kecurangan ini, dengan tegas Datmen mengatakan bahwa ini akan menimbulkan masalah bagi si pengusaha. “Dulu, kalau kita melapor, kita pasti diskor, tidak dikirim BBM lagi. Kalau digituin, siapa yang mau melapor? Polisi? Tahu dia kita pengusaha, uang lapor seharga 1 kambing, tetapi nanti yang harus kita bayar seharag 1 kerbau. Mending tidak usah melapor,” tambah Datmen.
Perubahan pola dalam pengiriman ini juga menurut Datmen sebagai salah satu usaha Pertamina untuk menyingkirkan mobil pengusaha, menjadi mobil Pertamina sendiri. Yang nantinya juga akan menimbulkan masalah bagi pengusaha itu sendiri. “Saat ini masalah kita terkait dengan BBM sudah banyak, misalnya, kita sudah mulai dijatah untuk BBM. Padahal, jumlah SPBU terus bertambah,” ujarnya.
“Logikanya, kenapa jumlah SPBU ditambah, bila BBM untuk kita saja di jatah?” tambahnya.

Datmen juga menambakan, permainan ini biasanya akan dilindungi, dan umumnya pelakunya yang memiliki STNK BL (mobil wilayah Aceh, Red). “Banyak jenis permainan ini, dan tentu saja sangat dilindungi. Lihat saja yang ber STNK BL itu, itu pada umumnya yang bermain,” ungkapnya.
Selain kendaraan dari Aceh tersebut, permainan ini juga untuk menjual BBM ke luar negeri atau untuk industri, bukan untuk oplosan seperti yang diduga. “Kalau oplosan tidak mungkin ya, karena harga minyak tanah sudah mahal, malah lebih untung bila minyak tanah dijual secara tunggal,” tambahnya. (mag-17/ram)

246.428 Siswa Ikuti UN di Sumut

Plt Gubsu Pilih SMP Swasta

MEDAN-Ujian Nasional (UN) SMP hari pertama di Sumatera Utara yang diikuti 246.428 peserta berhasil digelar sesuai jadwal dan tanpa kendala berarti. Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho pun melihat langsung perhelatan tersebut. Dan, dua SMP swasta di Medan menjadi pilihannya.

Adalah SMP Yayasan Kemala Bhayangkari dan SMP 1 Sutomo di Medan yang dikunjungi Gatot dan rombongan. “Ananda sekalian adalah generasi harapan, maka untuk mewujudkan harapan yang besar tersebut, maka harus punya persiapan yang baik,” ujar Gatot di depan peserta ujian.
Pada kesempatan itu, Gatot juga menyatakan harapannya agar tingkat kelulusan UN SMP bisa 100 persen. “Selamat berjuang, sampai bertemu kembali di SMA favorit masing-masing dan jenjang perguruan tinggi,” tambah Gatot.

Ketua Panitia Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional Henri Siregar mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kekurangan soal maupun masalah yang cukup berarti dalam penyelenggaraan UN SMP hari pertama ini. Di Sumut UN dilaksanakan oleh 2.118 sekolah penyelenggara. “Apa bila ada kekurangan soal, maka bisa difotokopi sesuai SOP yang sudah ditetapkan dengan dikawal kepala sekolah pelaksana ujian,” terang Henri.
Di tempat lain, Wali Kota Medan Rahudman Harahap juga meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 dan SMP N 7. Sedangkan Wakil Wali kota Medan Dzulmi Eldin mengunjungi SMP Harapan. “Dari peninjauan yang dilakukan, pelaksanaan UN di SMP Negeri I berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikit pun,” jelas Rahudman.

Rahudman tidak memasuki ruangan, hanya memantau dari pintu masuk. Itu dilakukan karena  tidak ingin mengganggu  konsentrasi  para  siswa yang saat itu tengah mengikuti ujian Bahasa Indonesia. “Karenanya, saya berharap agar hasil UN untuk tingkat SMP tahun ini lebih baik dibandingkan 2011. Jika UN tahun ini hasilnya lebih baik, maka ini menunjukkan para guru telah dengan baik dan bersungguh-sungguh,” tambahnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan, Rajab Lubis  menjelaskan pelaksanaan UN untuk tingkat SLTP/MTs  baik negeri maupun swasta di Kota Medan diikuti sekitar 41.836 orang.  Selain siswa SMP/MTs baik negeri dan swasta, UN kali ini juga diikuti siswa dari SMP Luar Biasa dan SMP Terbuka di Kota Medan.
“Pendistribusi soal ujian telah dilakukan mulai pukul 05.15 sampai 06.00 WIB.  Soal didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah guna menghindari terjadinya antrean. Dalam melakukan pendistribusian soal, dilakukan dengan pengawalan ketat. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kebocoran soal. Alhamdullillah soal yang sampai di sekolah-sekolah tidak ada yang kurang,” jelas Rajab.

Sedangkan Kasek SMP Negeri I Medab Drs H Ahmad Siregar mengungkapkan, murid yang mengikuti UN berjumlah 318 siswa dengan perincian 148 laki-laki dan 170 perempuan. Mereka ditempatkan dalam 17 ruangan, 16 ruangan untuk siswa SMP Negeri I dan 1 ruangan lagi untuk siswa titipan. Seluruh peserta ujian diawasi oleh 34 pengawas yang berasal dari 11 sekolah. Sedangkan pelaksanaan UN di SMP Harapan I Jalan Imam Bonjol Medan diikuti 157 peserta; menempati 8 ruangan.

Di tempat terpisah Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 7 Medan Jalan H Adam Malik Medan.Mereka diterima Kasek SMPN 7 Mahmud SPd. “Jadi saya harapkan kelancaran ujian tahun ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” harap Eldin.
Sementara itu Kasek SMPN 7 Mahmud SPd menjelaskan, , jumlah peserta ujian sebanyak 280 terdiri dari 268 siswa SMPN 7  dan 12 siswa dari SMP Yayasan Neo Petro yang menumpang ujian. Peserta ujian ditempatkan dalam 15 kelas dengan diawasi 30 orang tenaga pengawas. “Saya berharap tahun ini kita meraih kelulusan 100m persen dengan hasil nilai sangat memuaskan,”  ujar Mahmud. (ari/adl)

DPRD Diminta Usut Tuntas Kasus Bupati Karo

Terkait Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu

KARO-Kalangan LSM dan aliansi mahasiswa meminta sikap tegas DPRD Karo terkait, dugaan ijazah palsu  yang digunakan Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti pada Pemilukada Karo dua tahun lalu. Sikap tegas DPRD Karo pun diberi tenggat waktu hingga Jumat (27/4) mendatang.

Sikap tegas DPRD Karo dibutuhkan untuk proses percepatan jawaban pengaduan yang dilakukan gabungan LSM  tentang benar tidaknya indikasi dugaan ijazah palsu yang dipakai sebagai persyaratan peserta Pemilukada. Bahkan, dalam pengaduannya beberapa waktu lalu ke lembaga perwakilan rakyat tersebut, pihak LSM meminta DPRD Karo untuk segera bertindak sekaligus menindaklanjutinya ke Polda Sumut.

Hal tersebut terungkap pascaaudensi sejumlah LSM dan aliansi mahasiswa dengan unsur pimpinan DPRD Karo, Senin (23/4) di ruang rapat pimpinan DPRD Karo. “Kita beri batas hingga,  Jumat (27/4) mendatang. Jika hingga tenggang waktu yang ditentukan belum juga ada tindakan lembaga legislatif, maka  pada tanggal 1 Mei mendatang,  kami akan kerahkan massa yang lebih besar,” ujar Cici Ardhy kepada Sumut Pos, usai gelar audensi dengan pimpinan DPRD Karo.

Menurut Ketua LSM panji Demokrasi tersebut, pihaknya (sejumlah LSM) dan aliansi mahasiswa, tidak akan main-main dan tanggung-tanggung dalam membuat pergerakan kali ini.  Karena sesuai hemat mereka, apabila Bupati Karo,  Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, terbukti bersalah atas kasus ijazah palsu, maka sudah sepatutnya pria tersebut harus segera  lengser dari jabatannya. “Kita tunggu sikap tegas lembaga DPRD Karo. Jika mereka tidak mau turut serta membongkar kasus ini, maka kami beserta elemen masyarakat lainnya akan bahu membahu membuktikan hal tersebut. Tadi pimpinan DPRD sudah berjanji akan menindak lanjuti itu, jadi kita nantikan” ungkap Cici. (wan)

Di Balik ‘Kencing’ Mobil Tangki

Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Kencing. Sebuah kata untuk menggambarkan proses pengeluaran cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal, dari tubuh manusia (dan hewan). Artinya, kata ini adalah sebutan yang berlaku untuk makhluk hidup.

Namun belakangan, kata kencing ternyata juga diberlakukan kepada benda mati. Persisnya, kepada mobil tangki berisi bahan bakar minyak (BBM), yang di provinsi kita ini suka ‘kencing’ di jalan.

Mobil tangki kencing, jelas bukan perbuatan aktif si mobil. Karena mobil tangki adalah benda mati. Jadi, pasti ada makhluk hidup lain yang membuatnya ‘kencing’. Inilah yang menjadi sumber galau bagi para pengusaha SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Biasanya, mobil tangki berisi BBM keluar dari depot Pertamina berisi BBM sesuai pesanan pengusaha SPBU. Misalnya, 1 mobil tangki berisi 12 ribu liter bensin keluar per tiga hari untuk dikirim ke SPBU A. Pengaturan pengiriman dilakukan oleh PT Elnusa, selaku perusahaan yang menangani distribusi BBM.

Setiba di SPBU bersangkutan, si pengusaha SPBU biasanya melakukan pengukuran untuk mengecek apakah jumlah BBM yang dikirim sesuai pesanan atau tidak.

Nah… ternyata jumlah BBM yang diterima pengusaha SPBU kerap tidak sesuai pesanan. Dari 1 mobil tangki berukuran 12 ribu liter, jumlah BBM bisa berkurang antara 150 hingga 200 liter.

Kasus ketidaksesuaian jumlah BBM antara yang dipesan dengan yang diterima ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Pengusaha SPBU pada umumnya paham siapa yang bermain dalam kasus tersebut. Ada oknum aparat yang memaksa mobil tangki ‘kencing’ di jalan.

Namun mereka tak berani melapor. Alasannya, tak ada untungnya. Malah lebih banyak merugikan. Pasalnya, jangankan oknum yang bermain itu ditindak. Malahan, mobil tangki BBM milik pengusaha yang berani ribut, terancam dipaksa ‘kencing’ lebih banyak.

Mobil tangki BBM ‘kencing’ di jalan sebenarnya bukan lagi rahasia. Masyarakat umum sudah banyak yang tau. Pemberitaan di media massa juga marak. Namun tidak ada tindakan apa-apa untuk menghentikannya.

Tetapi kemarin, ada seorang pengusaha SPBU yang barangkali tidak tahan lagi dengan ‘perampokan’ ini. Dengan berani, si pengusaha mengadu ke PT Elnusa, sebagai perusahaan yang menangani distribusi BBM.

Adakah tindakan, atau minimal penyelidikan terhadap kasus ini?

Elnusa ternyata juga menyadari adanya kebocoran itu. Namun mereka mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ‘mobil kencing’ itu diduga dibeking oknum aparat-aparat bertubuh tegap. Dan siapa yang berani melawan aparat tegap, menyandang senjata pula?
Pertamina sendiri hanya bisa menyerahkan kasusnya kepada aparat kepolisian. Pertanyaan kita, beranikah polisi menindak oknum-oknum aparat, yang ditengarai juga bersenjata, bahkan senjatanya lebih canggih dari mereka? (*)

 

Kaki Keram, Ditandu pada Kemiringan 50 Derajat

Detik-detik Terakhir Wamen ESDM di Gunung Tambora (1)

Wakil Menteri (Wamen) ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal dunia di Gunung Tambora, Sabtu pagi, 21 April 2012, dan telah dimakamkan di Karawang, Jawa Barat kemarin. Tulisan berikut mengulas detik-detik terakhir Pak Wid-panggilan akrab Wamen- di gunung yang kesohor itu.

ABDUL MUIS, Dompu

WIDJAJONO Partowidagdo pada 2003 memang sempat melakukan pendakian gunung yang pernah meletus dahsyat pada 1815 ini. Tetapi saat itu gagal mencapai puncak karena cuaca yang tidak bersahabat. Kali ini, Widjajono bertekad sampai ke puncak dan menatap langsung kaldera dan sisa-sisa letusan di sana.

Rombongan Wamen berjumlah 23 orang yang terdiri dari ajudannya, kru televisi, pejabat Dinas Pertambangan Bima dan Dompu, Komunitas Motor Gunung Tambora Trail Communnity (TTC) pemantau gunung berapi Tambora Abdul Haris dan pegiat lingkungan Ibnu Khaldun. Dua nama terakhir adalah mereka yang betul-betul berada di samping almarhum dan berjuang untuk menyelamatkan nyawa Wamen saat berada dalam kondisi kritis.

Ibnu Khaldun yang diwawancarai khusus di Dompu Minggu kemarin mengakui kalau Wamen saat tiba di Pos I Doroncanga Tambora pada sore Jumat terlihat sangat bersemangat untuk melakukan pendakian, walaupun terlihat kondisinya agak keletihan setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dari Kabupaten Bima (jalan darat) yang mencapai hampir 200 kilometer.

Setelah melakukan persiapan seperlunya, pendakian dimulai. Semula Wamen menumpang mobil ranger menuju pos dua karena kondisi jalan yang tak memungkinkan, maka dilanjutkan lagi dengan mobil jeep untuk menuju pos tiga dan sampai di sana sekitar pukul 21.00 Wita. Pos tiga adalah tempat terakhir bisa menggunakan kendaraan karena itu biasanya dimanfaatkan untuk beristrihat dan bermalam untuk menunggu pagi.

Rombongan yang berjumlah 23 orang itu bermalam karena pada pagi pukul 04.00 Wita rombongan akan melanjutkan pendakian dengan berjalan kaki menuju kaldera. Menjaga kondisi agar stabil, seluruh rombongan tidur dalam tenda masing-masing. Sebagai petualang tulen, Wamen rupanya menyetel jam agar bangun pukul 03.30 Wita.

‘’Pada pukul 03.30 Pak Wamen terbangun akibat jam yang distelnya,’’ kata Ibnu Khaldun.

Tepat pukul 04.00 Wita rombongan yang dipimpin langsung pak Wamen melanjutkan perjalanan menuju pos empat atau puncak Tambora. Satu orang bertindak sebagai pembuka jalan, sedangkan Ibnu Khaldun sendiri bertindak sebagai penutup jalan bersama pak Wamen. Rombongan terus berjalan, karena Wamen sering beristirahat maka bersama dengan enam orang lainnya Wamen tertinggal di belakang.

Pagi harinya, Wamen berada dalam kondisi kelelahan dan mengalami keram kaki. Pada posisi itu tinggal 50 meter mencapai kaldera Tambora. Di dampingi Ibnu Khaldun dan beberapa yang lainnya mereka beristirahat. Ibnu Khaldun memijat kaki Wamen agar kondisinya bisa membaik. Saat memijat itu banyak hal yang diceritakan Wamen. Sebagai sesama penghobi mendaki obrolan pun mengalir sangat lancar.

Menurut Wamen, Gunung Tambora adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Dompu NTB Indonesia umumnya bahkan negara yang memiliki gunung tertinggi seperti Himalaya. Tetapi di gunung itu mereka hanya mengandalkan ketinggian, berbeda dengan Tambora. Selain tertinggi di Pulau Sumbawa, di gunung itu terkenang sejarah yang tak pernah dilupakan oleh dunia.

Tak bisa dilupakan karena telah menoreh sejarah dengan letusan dahsyatnya pada 11 April 1815 yang dirasakan sampai ke Benua Eropa. Imbasnya menurut Wamen letusan Tambora mampu mengubah iklim di benua Eropa. Di samping dalam sejarah peperangan juga Napoleon kalah akibat terserang kabut Tambora. ‘’Pokoknya sangat banyak diceritakan Pak Wamen menyangkut Tambora. Saya melihat Pak Wamen sangat bangga dengan Tambora,’’ tutur dae Adun panggilan akrab Ibnu Khaldun.

Wamen juga sempat menanyakan tentang pribadinya menyangkut pijitannya yang dinilai cukup enak. ‘’Apakah kamu tukang pijat,’’ tanya Wamen yang ditirukan Khaldun. Khaldun pun menjelaskan profesinya yang kerap membantu pihak-pihak yang perlu diantar menuju Tambora, disamping sebagai PNS di jajaran Pemkab Dompu dengan memangku jabatan eselon IV.

Diperkirakan sekitar pukul 08.00 Wita kondisi Wamen makin kelelahan, pihaknya berinisiatif membaringkannya sambil terus memijat. Pada posisi itu, Wamen masih bercerita seputar keunggulan Tambora sampai akhirnya benar-benar tak sadarkan diri. ‘’Akibat kondisi Wamen seperti itu sebagian anggota panik, tetapi pihaknya bersama dengan Abdul Haris petugas pemantau gunung Tambora (BMKG) Abdul Haris berusaha tegar dengan memberikan bantuan sebisa mungkin untuk pertolongan.

Seiring perjalanan waktu, kondisi semakin mengkhawatirkan. Kru yang sudah berada di puncak dipanggil turun, kemudian pihaknya mencari pertolongan dengan mengirim SMS kepada Bupati Dompu. Tetapi karena sinyal HP tak ada akhirnya berlari ke posisi yang kira-kira tertangkap sinyal dan begitu sinyal tertangkap maka langsung dikirim SMS.

Tetapi mesti sudah dikirim SMS itu tak langsung bisa diterima, dalam catatan handphonenya baru diterima bupati satu jam setelah dikirim. Dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu rombongan mengambil kesimpulan untuk segera menurunkan Wamen dengan menggunakan tandu. Tetapi karena tandu tidak tersedia, sebagai pendaki Khaldun yang sangat memahami kondisi itu, maka tiang bambu yang tertancap di puncak Tambora sebagai pilihan dan diambil dengan melakukan pendakian kembali.

Selanjutnya bambu itu dipotong menjadi dua. Sarung miliknya ditambatkan pada dua bambu itu. Kemudian Wamen dinaikan di atas lalu ditandu menuruni gunung yang curam. Menurutnya, menurunkan Wamen dari atas puncak Tambora sangat melelahkan karena harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Sebab kemiringan Tambora rata-rata 50 derajat. Tetapi untuk menyelamatkan Wamen, rombongan melakukan dengan semangat tinggi hingga mencapai pos tiga.

Saat berada di pos tiga sebenarnya telah ada harapan dengan melintasnya helikopter di seputaran itu karena dengan demikian Wamen yang sedang dalam kondisi kritis dapat terselamatkan. Tetapi apa boleh rombongan terpaksa kecewa karena helikopter tidak dapat melakukan pendaratan akibat cuaca buruk.

Rombongan kemudian mengangkut Wamen menggunakan jeep. Bersama Wamen, Khaldun, ajudan dan tiga orang lainnya menuju pos satu di lereng Tambora. Sampai di Pos I sudah banyak yang menunggu termasuk dokter yang langsung melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, Wamen telah meninggal.

Menurut Khaldun, Wamen adalah pendaki sejati, tidak pernah mengeluh bahkan tetap tegar walau dalam kondisi apapun. Bahkan sebelum benar-benar kolaps tetap memberikan support kepada rombongan agar tetap bersemangat mendaki.

Menurut Wamen, Tambora adalah aset yang sangat berharga. Selain memiliki potensi alam yang indah juga telah meninggalkan sejarah bagi dunia. (bersambung)

Sampah Menumpuk di Taman Budaya

TUMPUKAN sampah tak cuma terlihat pada pinggir jalan di Medan. Sampah juga terlihat menumpuk di Taman Budaya Sumatera Utara Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Tumpukan sampah di lokasi yang sering menggelar pementasan budaya dan teaterikal ini terlihat dibagian belakang Taman Budaya.
Kondisi sampah menumpuk ini membikin aroma tak sedap sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung Taman Budaya terutama menuju kantin. ‘’Sampah di Taman Budaya ini harusnya rutin diangkut Dinas Kebersihan Kota Medan sehingga memberi kenyamanan pada masyarakat,’’ kata Khairul kepada Sumut Pos saat berkunjung di Taman Budaya tersebut, Senin (23/4).

Warga Simpang Limun ini berharap perhatian serius dalam mengangkut sampah di lokasi gedung yang banyak dikunjungi seniman dan budaya di Medan. ‘’Sampah yang menumpuk akan menjadi sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia,’’ ucapnya.

Harapan serupa juga dilontarkan Hendra, mahasiswa IAIN Sumut yang melintasi di samping Taman Budaya tersebut. ‘’Kita dukung peningkatan kebersihan di Kota Medan baik di jalanan maupun di ruang-ruang publik. Pemerintah kiranya dapat melaksanakan penataan lingkungan secara menyeluruh,’’ harapnya. (dmp)

Pasukan Melati Butuh Jaminan Kesehatan

MEDAN- Pasukan Melati dan Bestari merupakan ujung tombak Pemko Medan dalam menciptakan Kota Medan yang bersih. Setiap hari mereka bergelut dengan kotoran dan sampah demi menjaga kebersihan di Kota Medan ini.

Ternyata, selama ini kesejahteraan dan jaminan kesehatan mereka terabaikan. Seperti yang disampaikan puluhan pasukan Bestari dan Melati se-Kecamatan Medan Area dalam reses yang digelar anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Juliandi Siregar di rumah Irvan Natsir, Kepling VI Kelurahan Tegal Sari III Medan Area, Jalan Mamiyai No 9, akhir pekan lalu.

Hadir dalam reses tersebut sejumlah pengurus DPC PKS Medan Area diantaranya sekretaris umum M Akhyar Lubis, Rudi Irawan, Zulfan Iskandar, Zufrizal Alamsyah, Drs M Sidik dan lainnya.

“Sampai saat ini kami belum pernah merasakan pelayanan berupa jaminan kesehatan. Padahal, setiap hari kami bergelut dengan sampah dan kotoran,” kata J Nasution, petugas kebersihan di Kelurahan Tegal Sari III, Medan Area.

Menurutnya, meski ada program Pemko Medan berupa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS), namun mereka sama sekali tidak pernah merasakannya karena tidak terdaftar.

Selain pelayanan kesehatan, dia juga mengeluhkan kesejahteraan mereka selama ini. Menurutnya, honor yang mereka terima saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. “Apalagi nanti kalau harga BBM jadi naik, sudah pasti semua harga kebutuhan akan naik. Makanya kami minta agar Pemko Medan memperhatikan kesejahteraan kami,” bebernya.

Hal senada disampaikan Sukemi, pasukan Melati yang bertugas di Kelurahan Tegal Sari III meminta kepada Juliandi agar memperjuangkan nasib mereka. “Selain soal honor, kami juga heran, mengapa setiap Hari Raya Idul Fitri kami tidak pernah dapat THR. Paling kami cuma dapat sirup dua botol. Sementara pegawai yang lain dapat THR,” kata Sukemi.

Menyikapi aspirasi pasukan Bestari dan Melati ini, Juliandi mengaku prihatin terhadap nasib mereka. Apalagi, pasukan Bestari dan Melati ini memiliki peran yang cukup besar dan penting dalam menciptakan dan menjaga kebersihan di Kota Medan.

Juliandi juga mengungkapkan, mulai tahun ini honor Pasukan Melati dan Bestari ini sudah dinaikkan menjadi Rp1,3 juta. Dia berharap, honor tersebut dapat meringankan beban mereka. Namun begitu, dia akan tetap menyampaikan aspirasi tersebut kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Wali Kota Medan. “Kita minta Wali Kota Medan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada mereka. Apalagi mereka selalu bersentuhan dengan sampah yang dapat menimbulkan bibit penyakit,” bebernya.

Selain itu, Juliandi juga mengatakan, aspirasi pasukan Melati dan Bestari ini akan disampaikannya dalam rapat paripurna dewan agar mendapat perhatian serius dari DPRD dan Pemko Medan. (ade)