Home Blog Page 13606

Buka Celana Tunjukkan Bokong

Penertiban Pedagang Pasar Sutomo Ricuh

MEDAN-Penertiban pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di badan Jalan Sutomo ricuh, Kamis (19/4) malam. Pedagang menolak penertiban sebelum fasilitas di lokasi pasar penampungan dibenahi PD Pasar Kota Medan.

Pedagang melakukan aksi blokir jalan dan saling do rong serta terlibat adu mulut dengan ratusan tim gabungan Satpol PP, PD Pasar, kepling dari tiga kecamatan dan polisi selama lebih kurang 3 jam. Pedagang membongkar barang dagangannya yang sempat dinaikkan ke truk. Sementara ratusan pedagang tetap menggelar dagangannya di badan Jalan Sutomo.

Ketua Trantib Kecamatan Medan Timur, Syahruddin yang mencoba melarang dan menahan pedagang agar tidak membongkar dagangannya mendapat makian dari seorang pedagang. Pedagang itu juga membuka celananya sembari menunjukkan bokongnya ke arah Syahruddin.

Pedagang juga menyoraki Syahruddin sambil berjoget-joget di hadapannya. “Untuk apa bapak menahan-nahan kami membongkar barang dagangan kami. Terus kenapa kalian tidak mengizinkan kami berjualan di Jalan Sutomo. Kalau memang ada lapak di dalam pasar penampungan itu, tunjukkan pada kami biar kami berjualan di sana,” ucap Darlie, pedagang Jalan Sutomo.
Darlie mengatakan, selama menggelar dagangan di sekitar Jalan Sutomo, arus lalulintas tidak pernah bermasalah. Lagipula, seluruh pedagang sudah selesai berjualan tepat pada pukul 04.30 WIB.

“Ini hanya gara-gara pedagang dari dalam, dengki dengan pedagang di Jalan Sutomo. Kami akan terus bertahan, berjualan di Jalan Sutomo sebelum pedagang di Jalan Veteran juga ditertibkan. Siapa dalang semua ini, kami pedagang juga membayar retribusi kebersihan dan tempat sebesar Rp10 ribu setiap harinya,” ujarnya lagi.

Dikatakannya, penertiban terhadap pedagang di Jalan Sutomo bukan yang pertama kali dilakukan oleh Pemko Medan. Namun, dikarenakan tidak ada pembenahan fasilitas terhadap pedagang yang sebelumnya diarahkan untuk berjualan di Jalan RRI tidak juga dilakukan penataan dengan serius.
“Awalnya pedagang keluar dari pasar penampungan untuk berjualan di Jalan Sutomo, dikarenakan fasilitas yang tidak memadai untuk menggelar dagangan. Jadi, kalau kami tidak diizinkan menggelar dagangan kami. Seluruh barang dagangan kami akan busuk semuanya, dan kami akan mengalami kerugian sebesar Rp20 juta setiap pedagang di Jalan Sutomo,” pintanya.

Dikatakannya, pedagang rela ditertibkan dari Jalan Sutomo untuk berjualan ke dalam pasar penampungan. Namun, pedagang meminta agar lokasi berjualan pedagang harus dibersihkan dan ditata.

“Untuk apa kami berjualan di dalam kalau jalan setapak tidak bisa digunakan karena lumpur yang tebal, selain itu fasilitas yang ada juga tidak memadai untuk pedagang berjualan,” ucap wanita berbadan gemuk itu.

Direktur PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang yang berada di lokasi mengatakan penertiban tersebut dilakukan agar pedagang tidak berjualan lagi di Jalan Sutomo.

“Pasar penampungan sudah kami bersihkan. Dinas Bina Marga sudah menyedot air lumpur yang ada di dalam pasar penampungan. Untuk PKL kita perintahkan mereka masuk berdagang di dalam, kalau mereka tidak mau maka kita akan tertibkan,” tegas Benny.
Dijelaskan Benny, supaya masyarakat juga mengetahuinya, bahwa pedagang kaki lima yang berjulaan di badan jalana bukanlah pedagang PD Pasar. (adl)

Pemko Medan Sikapi Keluhan Warga

Wali Kota Medan Safari Jumat di Masjid Nurul Iman

Munculnya keluhan masyarakat terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemko Medan segera membentuk tim menyahuti  adanya sejumlah keluhan yang  disampaikan masyarakat terkait terjadinya kenaikan PBB.

Kenaikan PBB di Kota Medan bukan menjadi keinginan Pemko Medan semata, melainkan amanat aturan dari UU No.28/2009 tentang pajak daerah dan retribusi  daerah, yang boleh ditagih di daerah di dalamnya termasuk PBB dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Angka kenaikan yang terjadi, tidak merata ke seluruh wilayah di Kota Medan. Melainkan, kenaikan siginifikan ada di kawasan Klas A.

Di hadapan jamaah Masjid Nurul Iman, Medan Amplas, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menyampaikan masyarakat jangan terpancing dengan keinginan sejumlah oknum, yang bermukim di Kelas A merasa keberatan atas kenaikan PBB.

Dia menegaskan, di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin tetap memberikan pelayanan kepada ma syarakat dan tidak akan memberatkan masyarakat.

“Perlu kami sampaikan, saya menjadi Wali Kota dan Pak Eldin menjadi Wakil Wali Kota Medan harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Apa yang menjadi keluhan masyarakat pasti disikapi,” tegasnya saat mengunjungi Masjid Nurul Iman di Jalan SM Raja Km 9, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (20/4).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, pihaknya segera membentuk tim bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU). Hal itu dilakukan untuk men cari formula agar PBB tidak memberatkan masyarakat.

Selain menyampaikan persoalan PBB, di hadapan para jamaah masjid tersebut juga menyampaikan prihal e-KTP. Rahudman mengimbau, seluruh masyarakat, terutama jamaah Masjid Nurul Iman untuk secepatnya melakukan perekaman sebagai persyaratan mendapatkan e-KTP. Diakuinya, belum rampungnya proses perekaman dikarenakan kelemahan aparatnya dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Untuk itu saya menyampaikan permintaan maaf,” ujarnya.

Dengan begitu, Rahudman sebagai Wali Kota Medan merasa perlu kembali mengingatkan kepada masyarakat, terutama yang belum melakukan perekaman e-KTP untuk segera mendatangi kantor kecamatan masing-masing. Sebab, waktu yang telah disediakan untuk melakukan perekaman sudah hampir habis.

“Apabila tidak melakukan perekaman, maka  tidak akan mendapatkan e-KTP,” ungkapnya.
Saat menggelar Safari Jumat, Rahudman hadir ke Masjid Nurul Iman didampingi Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan dan Kabag Humas Budi Hariono SSTP.

Pada kesempatan itu, Rahudman mengajak masyarakat untuk terus menjaga Kota Medan tetap aman dan kondusif. Kondisi inilah yang menjadikan ibu kota provinsi Sumatera Utara dilirik banyak pihak untuk dijadikan tempat kegiatan bersifat nasional maupun internasional.
“Ini bisa terwujud karena masyarakat telah menjadi subjek pembangunan,” jelasnya.

Menurut dia, selain menjadi subjek pembangunan, Rahudman ingin terus menjalin silaturahim, sehingga terciptanya jembatan hati antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan terciptanya jembatan hati antara Pemko Medan dan masyarakat bisa melahirkan rasa kasih sayang yang akhirnya menghasilkan rasa memiliki atas Kota Medan.

“Jika rasa memiliki sudah terbangun, maka pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menjadikan Kota Medan lebih baik pada masa mendatang. Untuk membangun kedekatan ini, Wali Kota melakasanakan Safari Jumat, Magrib dan Subuh,” ucapnya.

Di penghujung sambutannya, Rahudman menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk kemakmuran masjid Nurul Imam. Setelah itu dilanjutkan dengan Salat Jumat bersama dengan khatib sekaligus imam Drs H Sangkot Saragih.

Ketua BKM Masjid Nurul Iman, Samiran mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan bersama rombongan yang menyempatkan waktu mengunjungi Masjid Nurul Iman guna melakukan Safari Jumat. Selain warga setempat, jamaah masjid banyak musafir yang barasal dari Pekanbaru dan Sumatera Barat . Hal itu karena lokasinya tepat berada di pinggir jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Selesai Safari Jumat, Rahudman bersama Wakil Wali Kota Medan dan Sekda mengunjungi Kantor Pengadilan Agama (PA) Medan, yang lokasinya sekitar 50 meter dari Masjid Nurul Iman. Rahudman diterima langsung Ketua PA Medan Drs H.M Nor Hudlrien.

Setelah bersilaturahim dengan para pegawai, Rahudman meninjau sejumlah ruangan serta ruang hakim. Saat berada di ruang sidang utama, Rahudman berkomunikasi dengan beberapa warga yang berada dalam ruangan . Dalam komunikasi itu, dia menyarankan pentingnya menjaga kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Dalam kunjungan singkat itu, Rahudman berjanji menyerahkan bantuan dua unit komputer  ke PA Medan dan bantuan 4 tong sampah  sehingga  kebersihan di kantor tetap terjaga. (adl)

Camat dan Lurah Sosialisasikan Kenaikan PBB

Kepala Bagian Humas Pemko Medan, Budi Hariono menjelaskan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM sudah menggelar rapat dengan seluruh lurah dan camat se-Kota Medan di Kantor Dinas Pen dapatan (Dispenda) Kota Medan. Rapat itu digelar untuk memberikan penjelasan kepada camat dan lurah terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Medan.

Menurut dia, dengan penjelasan da ri Wali Kota Medan diharapkan para camat dan lurah bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga mereka mengetahui penyebab kenaikan dan dapat menerimanya.

Meski  demikian, paparnya apabila masih ada juga warga yang merasa keberatan dengan kenaikan PBB tersebut, wali kota menyarankan agar warga yang bersangkutan untuk menyampaikan pernyataan keberatannya. Semua pernyataan keberatan dari masyarakat, dipastikan wali kota segera ditindaklanjuti.
Budi menerangkan, kenaikan PBB Kota Medan berdasarkan amanah UU No.28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perda Kota Medan No.3/2011 tentang PBB Pedesaan dan Perkotaan Pasal 5. Kemudian, didukung Peraturan Walikota (Perwal) No.73 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan  Perda Kota Medan No.3 Tahun 2011.

Mantan Camat Medan Perjuangan itu menyatakan, UU No.28/2009 yang mengatur tentang PBB Perdesaan dan Perkotaan adalah pasal 10 yaitu tarif PBB ditetapkan paling tinggi sebesar 0,3 persen. Selanjutnya, dilengkapi dengan Perda No.3/2011 tentang PBB Perkotaan dimana pada pasal 5 yang berisikan untuk NJOP sampai dengan Rp1 miliar ditetapkan 0,2 persen, sedangkan untuk NJOP di atas Rp1 miliar ditetapkan 0,3 persen. Sedangkan BPHTB diatur melalui Perda No.1 dan Perwal No.24 Tahun 2011.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, kenaikan yang terjadi tidak terlepas karena dalam UU No.28/2009 perhitungan NJKP tidak ada lagi seperti dalam UU sebelumnya. Saat ini perhitungan langsung NJOP dikali tarif. Sistem perhitungan itulah yang menyebabkan terjadinya lonjakan tarif PBB.
Budi juga menyebutkan, sebelum menaikkan tarif sesuai dengan Perda No.3/2011, dilakukan melalui me kanisme dan peraturan yang berlaku. Artinya, kenaikan itu  telah me lalui pembahasan di DPRD Medan.

Dalam memudahkan masyarakat untuk membayar BPHTB tahun 2012, dia menerangkan, Dispenda telah mencoba menyiapkan fasilitas pembayaran BPHTB dengan sistem on line. Langkah ini ditempuh untuk melakukan efisiensi, tepat guna.

Sedangkan Kepala Bidang Bagi  Hasil Pajak (BHP) Dispenda Kota Medan, Zakaria S.Kom menyebutkan, Dispenda Medan tetap mengakomodir hak-hak wajib pajak  (masyarakat) seperti adanya pengurangan dan keberatan atas penetapan PBB.  Maksimum pengurangan PBB yang dapat diberikan adalah untuk veteran Republik Indonesia maksimum 75 persen, sedangkan masyarakat maksimum 50 persen. (adl)

Credit Union Ajari Masyarakat Menabung

Credit Union merupakan salah satu usaha untuk membantu masyarakat kecil terutama petani. Apa kata pengamat ekonomi?
Berikut wawancara pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak dengan wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe.

Bagaimana menurut Anda sistem pinjaman di Credit Union?

Credit Union (CU) ini merupakan lembaga keuangan mikro. Nasabah yang mereka incar juga berupa nasabah kelas kecil, jadi pada umumnya usaha ini bediri di perdesaan. Sistem kerjanya seperti koperasi simpan pinjam, dimana hanya masyarakat yang terdaftar sebagai anggota yang dapat meminjam. Nah, ini yang membuat CU aman dari kredit macet.

Apakah aman bila menyimpan di CU?

Tentu saja karena mereka lebih memilih nasabah yang level bawah. Level bawah ini biasanya sangat jujur. Kalau sendainya ada kredit macet, biasanya pegawai  CU yang akan langsung meghadapi atau mendatangi nasabah yang macet. Lagian, karena sudah menjadi anggota akan memudahkan untuk menemukan anggota yang bermasalah. Karena ini sistemnya dan dasar hukumnya kalau saya tidak salah seperti koperasi, pasti aman. Selain itu, CU biasanya juga lebih selektif untuk memberikan pinjaman ke masyarakat yang di atas Rp10 juta. Pada umumnya benar-benar anggota yang telah teruji.

Keuntungan CU diperoleh darimana?
CU akan beroperasi sekitar 1 bulan sekali dengan jadwal yang telah ditentukan. Nah, ini akan menghemat pengeluaran dari CU itu sendiri. Keuntungan lainya didapat melalui pembayaran jasa (bunga). Ini memang sangat kecil, tapi dengan jumah nasabah yang meminjam, dipastikan akan menutupi biaya operasional dan mendapatka keuntungan.

Apakah CU memberikan keuntungan?
Iya, target dari CU bukan dari jumlah nasabah, melainkan jumlah finance. Atau yang biasa kita sebut sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) atau kalau diperbankan kita sebut deviden. Nah, biasanya akan dijadikan target, misalnya, deviden Rp2 juta untuk tiap anggota dan lainnya. Dari perputaran deviden ini yang menambah keuntungan dari CU.

Apa yang harus dilakukan masyarakat?
Masyarakat harus bisa membaca dan mengetahui dengan pasti jadwal dari CU. Bukan hanya itu, masyarakat juga harus mengetahui dan mengenali kebutuhannya. Usahakan bila meminjam itu karena memang untuk kebutuhan, bukan untuk jaga-jaga, yang akhirnya akan membuat dan menambah kesulitan dalam uang.

Apa keuntungan masyarakat?
Banyak, selain dapat terjerat dari pinjaman dengan bunga besar, masyarakat juga akan dibantu dengan pendidikan. Pada umumnya, masyarakat dipedesaan akan sangat sulit untuk menabung, tetapi dengan CU akan membuat mereka mengerti apa itu menabung dan lainnya. (*)

Tak Ada Lampu, Final Ditunda

Manchester United Premier Cup-2012

MEDAN- Laga final Manchester United Premier Cup 2012 antara SSB Generasi Kosek melawan SSB Gumarang terpaksa ditunda hingga Sabtu (21/4). Pasalnya, Lapangan Lanud Polonia Medan, tempat digelarnya pertandingan ini tak memiliki lampu penerangan.

Seharusnya, laga tersebut berakhir pukul 18.00 WIB, namun molor hingga pukul 19.00 WIB. Sementara pertandingan masih menyisakan satu babak lagi. Sementara di babak pertama, SSB Generasi Kosek dan SSB Gumarang bermain sama kuat 0-0.

Setelah dilakukan perundingan antara kedua tim dan panitia, akhirnya disepakati, pertandingan babak kedua akan dilanjutkan siang ini, Sabtu (17/4), pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, SSB Generasi Kosek dan Gumarang lolos ke babak final setelah mengalahkan lawan-lawannya di semifinal. SSB Generasi Kosek menekuk SSB Kebun Bunga dengan skor 5-4 lewat drama adu pinalti.

Kelima gol milik besutan Sucipto itu diciptakan oleh Ridho, Misli, Handoko, Ahmad Fauzi dan M.Idris. Sedangkan keempat gol SSB Kebun Bunga diciptakan Hansoma Perdana, Rio, M azmi, Fazar Ramadhan.

Sementara SSB Gumarang melaju ke partai final setelah di semifinal mengalahkan SSB Surya Pratama Marendal dengan skor 1-0.
Pelatih SSB Generasi Kosek, Sucipto mengaku bangga kepada anak asuhnya kerena bermain baik. “Kami tak pernah menganggap remeh lawan, karena dalam satu babak ini belum juga menunjukkan hasil, itu terbukti bahwa tim lawan termasuk tim kuat,” katanya.

Nunuk, selaku ketua panitia didampingi Darwin Ketua PSSI Sumut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada setiap peserta yang bertanding dari hari lalu hingga sekarang.

Sebelum tim yang lolos semifinal bertanding, Darwin memberikan hadiah berupa satu blok tiket pertandingan lanjutan laga IPL di Stadiun Teladan Sabtu (21/4) ini. (mag-10)

Ditangkap Bawa Televisi dari Rumah Kekasih

Firman harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berusia 35 tahun warga Jalan Pasar V, Percut Seituan itu, diadukan kekasihnya Eviyanti alias Evi (42), karena mencuri televisi milik kekasihnya itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat saat Firman datang menemui Evi di rumahnya Jalan Pasar III, Percut Seituan. Firman kemudian meminta kunci rumah. Begitu diberikan Evi, Firman langsung meninggalkan rumah Evi. Rupanya, diam-diam Firman datang ke rumah Evi yang kebetulan kosong. Firman mengambil handphone dan televisi.

Sayang, saat hendak membawa televisi dengan naik betor terlihat oleh tetangga Evi bernama Ana (30).

Selanjutnya, Ana langsung melaporkan perbuatan Firman kepada Evi. Begitu mengetahui televisinya dibawa tanpa seizinnya, Evi langsung melapor ke Mapolsekta Percut Seituan.

Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, Firman langsung ditangkap ketika berada di Jalan Pasar III Datuk Kabu.
Kepada polisi, Firman mengaku barang tersebut adalah miliknya yang digadaikan kepada Evi.

“Itu televisi ku, yang aku gadai sama Evi. Televisi itu telah dijual ke Batangkuis,” ujar Firman kepada polisi.

Firman mengaku berpacaran dengan Evi selama setahun dan sempat tinggal serumah dengan janda tersebut tanpa ada status ikatan pernikahan.
Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan menjelaskan, Firman masih menjalani pemeriksaan. (gus)

Kalahkan USU, Mikroskill ke Final

Turnamen Basket UMSU Cup 2012

MEDAN- Perebutan tiket final putra Turnamen Basket UMSU Cup 2012 menyajikan pertarungan yang menegangkan antar empat semifinalis. STMIK Mikroskill memastikan tiket finalnya dengan menundukkan USU, 57-54.

Sementara tiket final lainnya masih diperebutkan UMSU dan Harapan yang harus menunda laga karena hujan. Padahal, keduanya bertarung ketat pada skor 32-32 di kuarter kedua. Namun hujan deras membuat lapangan tergenang dan laga ditunda hingga Sabtu (18/4) pukul 18.00 WIB. Final yang seyogyanya digelar Sabtu (21/4) juga mundur menjadi Minggu (22/4) besok.

Sebelumnya, duel dramatis terjadi pada pertarungan USU dengan STMIK Mikroskill. Sejak kuarter awal, kedua tim saling kejar mengejar angka. Papan skor menunjukkan perolehan angka yang ketat hingga akhir. Angka pertama Mikroskill dari lay up Evan namun USU yang berkali-kali melakukan percobaan three point shoot akhirnya mampu mencetak angka lewat aksi kapten tim USU, Tito dan Andri. USU unggul 14-12 di kuarter awal.
Kuarter kedua, kepercayaan diri Mikroskill kembali bangkit dengan kehadiran guard andalannya, Hendrik. Kemampuannya menembus zona pertahanan ketat lawan dan akurasi tembakannya menjadi senjata pamungkas bagi Mikroskill. Tapi USU tak mau kalah. Tembakan tiga angka Aldrian dan shooting Andri membuat USU memaksakan hasil 25-25 hingga akhir kuarter kedua.

Ketegangan semakin meninggi di dua kuarter sisa. Diawali saling unjuk kemampuan menembak dari luar daerah. Tiga angka dari Evan berbalas tiga angka dari Aldrian. Evan tidak sekali menunjukkan kelihaiannya itu di kuarter kedua. Mikroskill sempat unggul 33-31, namun performa apik Center USU, Basofi juga menjadi senjata USU. Kemampuannya dalam rebound dilengkapi dengan sebuah blok dan lay up kembali membuat skor kembar 38-38 di akhir kuarter ketiga.

Gantian USU mengandalkan serangan dari luar zona daerah di kuarter penentu. Tercatat empat three point shoot USU berbuah angka. Dua dari Tito, sekali Guruh dan Aldrian. Beruntung masih ada Hendrik yang membuat Mikroskill tetap menempel 52-54. Namun sebuah momentum bangkit dimulai lewat shoot Evan. Sial bagi USU terkena team foul dan berbuntut free throw. Evan sukses dengan sekali lemparan yang membalikkan keadaan 55-54. Sebuah steal Anggara diakhiri dengan lay upnya membawa Mikroskill memperbesar defisit 57-54 yang bertahan hingga laga usai.

Pelatih Mikroskill, Armanda Kosasih mengakui timnya kalah dari segi postur tubuh sehingga dengan cerdik dirinya mengunci dari tengah. “Size pemain kita kalah. Karena itu kita kunci dari tengah. Kita juga coba main lebih sabar dengan memperlambat tempo karena kita juga kalah cepat. Untuk final kita akan lebih perbaiki defence,” katanya.

Sementara Pelatih USU, Dani mengatakan anak asuhnya sudah berjuang maksimal. “Cukup puas dengan permainan anak-anak yang terus fight. Tapi memang Mikroskill lebih bagus terutama nomor 14 (Evan, Red) yang akhirnya membuat kita tertinggal di akhir-akhir,” pungkasnya. (mag-18)

246.428 Siswa Hadapi UN SMP

MEDAN-Sebanyak 246.428 siswa SMP sederajat di Sumatera Utara siap mengikuti ujian nasional (UN) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) mendatang.

“Tahun ini jumlah peserta ujian nasional (UN) tingkat SMP sebanyak 199.546 siswa, MTs sebanyak 46.882 dan SMPLB 12 siswa, sehingga total seluruh yang ikut ujian adalah sebanyak 246.428 siswa,” ujar Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sumut, Hendri Siregar, saat dikonfirmasi, Jumat (20/4).

Menurut Hendri, proses pendistribusian soal sedang berlangsung ke kabupaten/kota dari gudang penyimpanan di Jalan Bilal Medan dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Hendri juga mengatakan, sesuai rencana, pendistribusian naskah soal UN ke kabupaten/kota dilaksanakan empat hari dari mulai Rabu hingga Sabtu (18-21 April). Untuk hari pertama tujuan pendistribusian adalah Nias, Gunung Sitoli, Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan. Hari kedua bahan ujian akan dikirimkan ke Padang Sidempuan, Tapsel, Madina, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Sibolga dan Tapteng.

Kemudian hari ketiga naskah akan didistribusikan ke Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Samosir.

Sementara pada hari terakhir, Sabtu (21/4) bahan ujian akan dikirimkan ke kabupaten/kota terdekat seperti Karo, Dairi, Pakpak Bha rat, Pematang Siantar, Simalungun, Binjai, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebingtinggi dan Medan.

Aksi Coret Baju di Luar Tanggung Jawab Dinas

Sementara aksi coret baju usai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA di luar lingkungan sekolah di luar tanggungjawab Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis mengaku, sudah melarang siswa didik melakukan coret baju.

“Kalaupun ada aksi coret baju itu semua di luar jangkauan kami. Karena saya sudah perintahkan kepada seluruh kasek untuk melakukan pengawasan terhadap siswa yang membawa spidol dan cat piloks,” kata Rajab Lubis.(uma/adl)

Ratusan Pedagang Minta Pengelola Jaga Malam Jangan Diganti

MEDAN-Ratusan pedagang Pusat Pasar Medan mengancam kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Wali Kota Medan, jika Frengky Napitupulu yang selama ini mereka percayai sebagai pengelola keamanan pasar malam hari diganti.

Seorang pedagang, Rukiah Manurung (58) mengungkapkan, dengan adanya pergantian pengelola jaga malam tersebut dirinya bersama ratusan pedagang lainnya akan mengajukan surat pernyataan keberatan dan penolakan ke Pemko Medan.

“Saya dan teman lainnya akan menjumpai Pak Wali Kota, agar pergantian segera dibatalkan,” ujarnya.

Menurut ibu yang sudah berjualan selama 37 tahun di Pusat Pasar Medan itu, Frengky Napitupulu sudah memberikan kenyamanan bagi semua pedagang.
“Dia sudah dekat sama kami, semenjak dia yang mimpin selama puluhan tahun barang-barang kami selalu aman,” ujarnya.
Menurutnya, bila usulan pedagang tidak ditanggapi, maka ratusan pedagang yang sudah berjualan selama puluhan tahun akan melakukan aksi besar-besaran ke kantor Wali Kota.

Hal yang senada juga dikatakan  Ratna Ginting (53), pedagang lainnya. Menurutnya, semenjak dikelola Frengky Napitupulu, para pedagang selalu kondusif dalam menjalankan usaha dagangannya.

“Kita sangat nyaman menjalankan usaha,” singkatnya. Begitu juga pengakuan Matlom Pangribuan. Menurutnya, hingga kini penyebab digantinya Frangky Napitupulu tidak diketahui sama sekali sehingga para pedagang resah.

Frengky Nepitulu mengungkapkan semuanya terserah kepada seluruh pedagang. Karena untuk menentukan pengelola hak pedagang.
“Kita kembalikan semua sama pedagang, biar mereka yang memilihnya, itukan hak mereka,” jelas Frengky. (gus)

Mau Kabur ke Malaysia, Buronan Kejari Medan Ditangkap

MEDAN- Tim Satgas Kejagung berhasil menangkap salah satu DPO Kejatisu dan Kejari Medan, Daulat Tampubolon, terdakwa perkara korupsi pembangunan Gedung Poltekes Medan 2007. Daud ditangkap di Pekanbaru, Kamis (19/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Persisnya saya belum tahu. Sebab, informasi masih terbatas,” jelas Plh Kasi Penerangan Hukum Kejatisu, Ronald H Bakara, Jumat (20/4).
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel), Edwin Pamimpin Situmorang menambahkan, Direktur CV Paramita Perkasa ini ditangkap saat hendak terbang ke Malaysia melalui Bandara Sutan Syarif Kasim.

Daulat tiba di Bandara Polonia Medan sekira pukul 08. 00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Sekretariat Kejatisu dan langsung dibawa ke Lapas Tanjung Gusta.
“Dia ditahan di Lapas Tanjung Gusta karena putusannya sudah ingkrah,” tambahnya.

Daulat merupakan konsultan pengawas proyek senilai Rp9.7 miliar bersumber dari APBN tersebut. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Kejari Medan menuntut Daulat Tampubolon selama tiga tahun penjara denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara. Daulat juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp350 juta subsider tiga tahun penjara. Majelis Hakim sendiri memvonis bebas. (rud/pra/jpnn)

Tambah ATM dan Kantor, BCA Siapkan Rp1 Triliun

JAKARTA- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure) Rp800 miliar hingga Rp1 triliun untuk menambah kantor cabang, ATM, dan memperkuat layanan IT (information technology). Soalnya nasabah BCA saat ini telah mencapai 10 juta orang.
“Kapasitas harus terus ditambah karena layanan harus tetap optimal, seperti ATM kita itu setiap bulan melayani 15 ribu transaksi per mesin. Meskipun nggak 24 jam, tapi ramai di working hours, atau saat-saat tertentu. Kalau dibagi rata-rata itu setiap mesin itu terpakai setiap menit,” ujar Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiadmadja saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos (grup Sumut Pos) biro Jakarta kemarin. Saat ini BCA memiliki sekitar 8.500 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain menambah mesin ATM, BCA juga akan terus menambah jumlah mesin setoran tunai yang jumlahnya saat ini baru ratusan. Jahja menyebutkan, penambahan mesin setoran tunai tidak bisa dilaksanakan secara besar-besaran karena selain biayanya besar juga masih menghadapi kendala teknis. “Mesin seoran tunai itu harus dipasangi alat pelacak uang palsu, beda dengan ATM biasa. Itu juga lebih sensitif karena ngelipat sedikit ditolak,” ungkapnya.
Jahja berdalih mengurusi jutaan tabungan nasabah biayanya besar. Sebab pihaknya harus membeli banyak ATM, membayar biaya sewa tempat, menggaji ribuan teknisi, dan membayar asuransi pengiriman uang dari bank ke ATM. “Bank yang punya banyak tabungan pasti banyak mutasi. Mereka harus menyiapkan sistim yang kuat. Lebih ringan mengurusi deposito,” sebutnya. (wir/jpnn)