26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13607

Badan Melepuh Seperti Terbakar

Diduga jadi Korban Mal Praktek RS Bidadari

BINJAI-  Niat Hariani (28) berobat ke rumah sakit Bidadari di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, guna menyembuhkan penyakit diare yang dideritannya usai melahirkan, malah berbuah bencana.

Sekujur badannya, mulai dari tangan, punggung, badan dan wajah hitam-hitam seperti terbakar (melepuh-red), setelah keluar dari rumah sakit. Diduga, ibu satu anak ini menjadi korban mal praktek oleh dokter yang merawatnnya.

Hingga kini sekujur badannya mengalami panas yang berkepanjangan dan kini istri dari Mardian (34), seorang buruh pabrik yang hanya berpenghasilan 40 ribu perhari ini hanya bisa terbaring di rumah orang tuannya Desa Securai, Pasar 2, Kecamatan Balbalan, Kabupaten Langkat.

Ironisnnya Sari Baniah yang ditemani Yatno, pamannya datang ke rumah sakit untuk mepertanyakan kenapa keadaan cucunnya bisa seperti itu, malah disodori kwitansi untuk membayar biaya perobatan selama tiga hari di rawat di rumah sakit.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut. Mereka mengadukan peristiwa itu ke Polres Binjai, Rabu (25/4) sekitar pukul 14.00 WIB.Sari Baniah, nenek korban yang tidak sampai hati melihat keadaan cucunnya itu saat ditemui POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di Polres Binjai mengaku, peristiwa itu berawal dari sakit munmen yang diderita  cucunya sesaat setelah melahirkan di rumahnya.

“Sehabis melahirkan di rumah dengan seorang bidan dengan keadaan selamat. Hariani, mengaku sakit perut dan muntah-muntah. Menurut, bidan yang merawatnnya ia harus dilarikan ke rumah sakit dan bidan itu merujuknnya ke rumah sakit Bidadari,” kata Sari Baniah, dengan mata berkaca-kaca.

Tidak ingin penyakit yang dideritannya menjadi-jadi. Wanita paruh baya inipun menuruti perintah bidan dan mebawa cucunya itu ke rumah sakit yang dimaksud. Dengan rasa was-was, merekapun langsung membawa Hariani, ke rumah sakit. “Hariani, melahirkan Kamis (19/4), selanjutnnya kami pun membawanya ke rumah sakit malam itu juga. Kami sangat cemas melihat keadaannya yang mengaku sakit dan muntah-muntah itu,” katanya.

Setibannya di rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB, tim perawat yang merawatnnya langsung memeriksannya dan dinyatakan benar jika ia mengalami penyakit diare. Ia pun dirawat di rumah sakit tersebut dan dokter memberinya obat dan suntikan kepadannya untuk mencegah penyakitnnya supaya tidak menjadi-jadi.

H Firmansyah SE, Wakil Dirut Rumah Sakit Bidadari membantah jika pihak rumah sakit telah melakukan mal praktek terhada Hariani. “Kita lakukan sesuai prosedur. Jadi jangan dibilang kita melakukan mal praktik,” katanya.(mag-4/smg)

Kasek Diduga Jual Kunci Jawaban UN

Terungkap di MTsN Kampung Baru Rantauparapat

RANTAUPRAPAT- Nama baik dunia pendidikan Labuhanbatu tercoreng. Oknum kepala sekolah (Kasek) MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Kampung Baru H KT diduga menjual kunci jawaban soal UN (Ujian Nasional) kepada MTs Negeri (skala besar) dengan harga tinggi.

Tudingan miring terhadap oknum Kasek tersebut muncul dengan adanya SMS gelap yang ditujukan kepada Kemdikbud di Jakarta dan panitia UN dinas/kemenag Provsu/Labuhanbatu. Disebutkan, bahwa para guru dan kasek di MTs skala kecil (swasta-red) merasa sangat dirugikan dengan perbuatan oknum kasek.

Padahal, mereka telah membayar biaya sub rayon kepada oknum kasek MTsN Kampung Baru itu sebesar Rp60 ribu per siswa untuk 2 ribu siswa. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan kunci jawaban dari sang kasek yang telah membagikan kunci jawaban tersebut kepada MTs-MTs skala besar (negeri-red).

Kronologis pemberian kunci jawaban dilakukan dengan cara menukar kertas jawaban milik siswa setelah mereka selesai menjawab soal di ruang ujian dan meninggalkan ruangan. Kertas jawaban siswa ditukar dengan kertas jawaban baru yang telah diisi sesuai dengan kunci jawaban di ruang khusus multimedia di bawah koordinator dua orang guru masing-masing MS dan IZ.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTsN Kampung Baru H Kamal Tanjung ketika dikomfirmasi wartawan membantah dengan alasan tidak mungkin dirinya menjual kunci jawaban. Karena menurutnya, pada saat siswa ujian, diawasi oleh puluhan pengawas baik dari dinas pendidikan maupun aparat kepolisian. ”Tidak mungkinlah, karena kita diawasi,” bantahnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, ketika dikomfirmasi POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos) mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindakan kalau memang benar terjadi persoalan itu. ”Akan kita tindak kalau ada datanya,” ucap Kapolres.(zul/smg)

Antisipasi ISPA dan DBD

Cuaca yang tak menentu belakangan ini berpotensi menimbulkan penyakit DBD dan ISPA. Bagaimana mengatasinya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Puskesmas Medan Johor, dr Marlina Pasaribu.

Apa jenis penyakit yang paling menonjol di Medan Johor dan sekitarnya?
Penyakit yang paling mendominasi di  Medan Johor ISPA, infeksi usus, darah tinggi, sistem otot, diabetes militus serta DBD.

Mana saja daerah yang rawan DBD?
Kelurahan Pangkalan Mansyur di antaranya lingkungan VII, VII, IX dan XIII. Untuk Kelurahan Gedung Johor yakni Lingkungan VI, VIII dan X. Untuk Kelurahan Kwala Bekala yakni lingkungan I dan VII. Tak ada daerah yang rawan ISPA karena semua daerah sama menderita ISPA.

Apa langkah untuk mengantisipasi DBD dan ISPA?
Langkah yang kita lakukan untuk ISPA yakni kita melibatkan posyandu, unit kesehatan sekolah (UKS), poli umum, kader puskesmas dan anak-anak PKL di puskesmas. Untuk DBD kita memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga dan kita juga melakukan kebersihan setiap tanggal 17 setiap bulannya. Tak hanya itu, kita juga gencarnya melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kita juga melibatkan semua pihak.

Berapa jumlah penderita DBD dan ISPA selama 2011 hingga 2012 ?
Untuk penderita DBD selama 2011  54 orang dan untuk 2012 dari Januari hingga Maret 2012 total 6 orang saja. Untuk penderita ISPA selama 2011 itu jumlahnya 20.196 dan untuk penderita ISPA dari Januari hingga Maret 2012 totalnya 4.523 orang.

Apa saran dan imbauan Anda?
Kepada warga masyarakat khususnya Medan Johor harus lebih sering melakukan PSN dan membersihkan lingkungannya agar terhindar dari DBD. Begitu juga kepada warga Medan Johor dalam memberantas ISPA kepada warga tetap menjaga stamina tubuh dan membiasakan hidup sehat.(*)

Lima Rumah Kontrakan Terbakar

MEDAN-Si jago merah melalap 5 unit rumah di Jalan Mandolin, Pasar II Padang Bulan Medan, Rabu (25/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.
Informasi yang dihimpun kelima rumah yang terbakar  merupakan rumahn
kontrakan milik Ngadiman. Kebetulan saat kejadian seluruh penghuni rumah lagi bekerja dan sekolah.

Penuturan saksi mata, Feni  api berasal dari rumah kontrakan bagian belakang.
“Tiba-tiba api menyala dari rumah kontrakan yang di bagian belakang,” kata Feni.
Kemudian, katanya,  api membesar sehingga warga sekitar langsung mendobrak pintu rumah. Mereka membantu menyelamatkan harta benda secara bergotong-royong dari dalam rumah. Namun, api terus membakar kelima rumah.

Feni menduga kebakaran itu disebabkan korsleting. “Listriknya rusak, bolak-balik korslet, tapi nggak diperbaiki, padahal sejak tiga hari lalu diadukan ke PLN,” ucapnya.
Petugas dari Dinas Pencegah dan Pemadaman Kebakaran (DP2K) Kota Medan baru bisa memadamkan api setelah 90 menit dengan menurunkan enam unit mobil pemadam kebakaran. (gus)

Berharap Tuah San Mames

Bilbao vs Sporting

BILBAO- Athletic Bilbao dalam misi penting melaju ke final Europa League. Syaratnya sulit tapi mungkin: menang atas Sporting Lisbon pada semifinal leg dua Europa League di San Mames, dini hari nanti.

Kenapa sulit, tentu saja karena mereka harus menang minimal satu gol. Di leg pertama lalu, anak asuh Marcelo Bielsa kalah 2-1. Syukur, karena setidaknya mereka bisa bikin gol di kandang lawan. Itu pula yang melatar-belakangi kenapa Bielsa optimis timnya bisa mencapai target masuk final.

Tentu juga karena mereka main di kuil sepak bola Bilbao: San Mames. Di sini, Bilbao sulit kalah. Manchester United saja menyerah di sini. “Kans melangkah ke final tersedia di sini (San Mames). Terimakasih atas dukungan luar biasa fans tanpa pamrih,” kata Bielsa seperti dilansir Marca.

Untuk mencari kemenangan di kandang, pelatih asal Argentina itu didukung kembalinya skuad andalannya. Antara lain Javi Martinez dan Iker Muniain.  Namun gelandang Oscar de Marcos dipastikan absen lantaran suspensi. Gantinya besar kemungkinan dialihkan kepada Gaizka Toquero.

Di sisi lain, pelatih Sporting Ricardo Pinto dipastikan tak menurunkan andalannnya  Elias, Fito Rinaudo dan Alberto Rodriguez. Namun gelandang asal Chili, Matias Fernandez dikabarkan siap turun setelah absen di dua laga klub asal Portugal itu. (ful)

Api Berasal dari Wayar Sound Sistem

Tim Labfor Identifikasi Lokasi Kebakaran Jet Plane

MEDAN-Tim Labfor Mabes Polri Cabang Medan turun tangan melakukan identifikasi di lokasi kebakaran di Karaoke Jet Plane yang berada di basement pelataran parkir Plaza Medan Fair L 17, L18, Rabu (25/4) siang.

Pantauan Sumut Pos  di lokasi kejadian,  lima personel tim Labfor Mabes Polri Cabang Medan bersama personel Polsekta Medan Baru menyelidiki penyebab kebakaran, dengan melakukan identifikasi setiap puing dari sisa kebakaran yang berada di lokasi.

Kasubbid Forendik Kebakaran, Kompol John Hutabarat menyebutkan ruangan yang terbakar di KTV dua yang berada di bagian sebelah kanan. Penyebabnya, katanya, akibat hubungan arus pendek dari sound sistem menuju layar monitor yang ada di KTV dua. Percikan api kemudian membesar.

Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru, Kompol Dony Alexander Sik mengaku sudah memintai keterangan empat orang saksi diantaranya pegawai yang bekerja di tempat hiburan tersebut.
Menurutnya, pihaknya masih menunggu hasil dari identifikasi  tim labfor yang kemudian akan ditindak lanjuti apabila ada indikasi tindak pidana.

Lokal Representatif Manajer Plaza Medan Fair, Pangihutan Sihotang menegaskan bahwa tidak ada toko yang tutup saat kebakaran. Bahkan, katanya, semua operasional berjalan lancar karena sistem penerangan listrik di masing-masing toko sudah terorganisir.
Pangihutan juga mengaku pengelola pusat perbelanjaan salah satu Grup Lippo Karawaci ini tidak ada mengalami kerugian.

Korban Sudah Pulang
Sementara Wahyu (21), warga Jalan Pasundan korban kebakaran sudah diizinkan pulang dari RSU Vina Estetika, Rabu (25/4) siang.

“Saya siang ini (kemarin) pulang karena kondisi saya sudah fit. Saya hanya menghirup asap saja dan semua sudah diobati,” kata Wahyu.
Dijelaskannya, dirinya terjebak asap di dalam toko tempatnya bekerja, Moto Spa dan langsung dilarikan ke rumah sakit tersebut.

“Saat melihat asap, kemudian saya masuk ke dalam dan mengeluarkan barang-barang yang sudah saya masukkan tadi. Saat saya mengangkat barang dari dalam keluar, asap semakin membesar dan saya pun terjatuh hingga pingsan,” jelasnya.

Wira, ibu Wahyu menuturkan, anaknya sudah bisa pulang karena kondisinya fit.
Salah seorang perawat yang tak mau namanya ditulis mengaku, pasien kondisinya sudah sembuh. “Berdasarkan keinginan keluarga dan hasil pemeriksaan, kondisi korban sudah fit dan mereka minta pulang,” akunya.(jon/gus)

Pemprovsu Minta Palas dan Karo Sahkan APBD

Buah Ketidakharmonisan

MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprovsu, Nurdin Lubis menegaskan, Pemkab Karo dan Padang Lawas (Palas) diminta segera mungkin menghentikan ketidak harmonisan pimpinan daerah. Hal itu sebagai bagian mempercepat pengesahan APBD.

“Segerakan pengesahan APBD Pemkab Karo dan Palas, rakyat tidak boleh menderita karena ketidak harmonisan pimpinan daerah di Pemkab Karo dan Palas,” kata Nurdin kepada wartawan, Rabu (25/4) di Kantor Gubsu.

Dia membeberkan, sekarang ini Pemprovsu sudah menyurati Pemkab Karo dan Palas. Dalam surat yang ditandatangani oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho ditujukan ke Bupati Karo dan Palas.

Khusus untuk Palas, Nurdin memaparkan, kondisinya sekarang ini sudah ada kepemimpinan yang sah, karena sudah diangkat Plt Bupati yakni Ali Sutan Harahap. Sehingga secara prosedural sudah bisa mempercepat proses pengesahan APBD 2012.
Dia menegaskan, akibat keterlambatan dua wilayah tersebut. Secara prosedural aturan dikenakan sanksi seperti pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dan terancam pemotongan dana alokasi umum (DAU).

Lebih lanjut, dia menegaskan, surat yang dikirimkan Pemprovsu ke Bupati Karo dan Bupati Palas sudah sangat tegas. Dalam surat itu, Plt Gubsu sudah meminta kedua bupati jangan mengorbankan kepentingan rakyat akibat ketidak harmonisan pimpinan daerah. “Rakyat butuh pembangunan, jadi segera percepat pengesahan APBD di Karo dan Palas,” tegasnya.

Terpisah, pengamat anggaran, Elfenda Ananda menyatakan, keterlambatan pengesahan APBD di Karo dan Palas, sebenarnya bukan harus disalahkan dalam proses ketidka harmonisan semata. Tapi, ada hal yang sangat penting yakni masing-masing kabupaten/kota termasuk pemerintah propinsi harus menyusun agenda penyusunan APBD secara konstant dan dibuat dalam bentuk aturan perda.

Dia menyebutkan, dengan aturan Perda tentang agenda penyusunan APBD, maka semua daerah wajib mengikutinya bila tidak diberikan sanksi. Sistem seperti itu perlu dibuat agar Pemprovsu serta Pemkab/Pemko bisa mematuhi aturannya.

“Selama ini pengesahan APBD selalu molor, bahkan uniknya hanya dikarenakan pimpinan daerah tidak harmonis,” pungkasnya. (ril)

Empat Perampok Bertopeng Serang Karyawan PKS

ASAHAN-  Empat orang kawanan perampok bertopeng serang Mujur Nasution ( 34 ) warga Gang Gedek Kecamatan Buntu Pane yang bekerja sebagai pegawai bagian Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) PT. Prima Palm Latek Industri ( PPLI ) Hutapadang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, korban sekarat setelah mendapat 5 kali tusukkan dari para pelaku, Rabu dini hari ( 25/4 ) sekitar pukul 03.15 WIB.

Informasi dihimpun METRO, korban pada malam itu sedang bertugas di ruang Laboratorium bersama rekannya Fendi mengerjakan pekerjaan rutinnya, tiba – tiba mendengar suara seperti ada orang yang membuka pintu, kemudian korban keluar dan berusaha mencari tahu, begitu membuka pintu, korban langsung diserang oleh 4 pria yang menggunakan topeng, “ korban yang mendapat 5 kali tusukan dibagian tubuhnya langsung berusaha menyelamatkan diri ke Pos Security yang berada di bagian depan pabrik sementara pelaku langsung melarikan diri “ beber Budianto ( 38 ) anggota Security yang mendapingi korban di ruang UGD RS Ibu Kartini Kisaran.

Menurut Budianto, korban yang mendatangi pos jaga dalam keadaan berlumuran darah langsung roboh begitu sampai, “ ada apa, siapa yang melakukan tanya kami kepada korban, dengan perlahan korban menjawab, 4 orang bertopeng “ dan korban langsung tak sadarkan diri, kata Budianto. Sebagian ada yang mengejar pelaku dan sebagian lagi langsung melarikan korban ke Klinik Hutapea yang tidak jauh dari lokasi pabrik.

Korban mendapat 5 kali tusukan. “3 liang dibagian tangan kiri, 1 liang di paha kanan dan satu liang di perut sebelah kiri, bila tidak cepat mendapatkan pertolongan dari klinik tersebut, mungkin akan berakibat vatal bagi diri Mujur Nasution,” beber Budianto..

Mujur Nasution yang sudah sadarkan diri saat mendapat penanganan medis di UGD RS Ibu Kartini menuturkan, malam itu dia sedang bertugas di ruang laboratorium bersama Fendi rekannya, tiba – tiba terdengar suara seperti ada orang yang membuka pintu dan dirinya berusahan mencari tahu, “ pas ku buka pintu langsung 4 orang pelaku yang mengenakan topeng menyerang dengan menggunakan pisau,” kenang Mujur pegawai PKS PT.PPLI yang sudah berdinas selama 6 tahun itu.

Mungkin pelaku yang berniat mencuri di kantor PKS PT.PPLI itu kalap saat ku pergoki, sehingga menyerangku dengan membabi buta, ujar Mujur sambil meringis menahan sakit. 4 orang pelaku itu sulit dikenali, hanya ciri tubuhnya yang bisa ku ingat “3 orang berperawakan sedang dan 1 orang berperawakan kecil,” ungkap Mujur.

Sementara menurut dokter yang menangani Mujur Nasution, “ korban menderita luka tusuk benda tajam dan masih bersyukur cepat mendapatkan pertolongan dan pihaknya hari ini hanya memberikan tindakan lanjutan,” kata dr Iqbal  saat dikonfirmasi awak koran ini.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpinai dikonfirmasi melalui Kapolsek BP Mandoge AKP S Purba membenarkan kejadian itu, begitu mendapat laporan, pihaknya langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP ), belum ada petunjuk siapa pelakunya sebab pada malam kejadian korban hanya seorang diri. ( sus )

Lapar, Curi Helm

MEDAN- Andika alias Dika( 23), warga Jalan Sunggal ditangkap polisi karena ketahuan mencuri helm LTD milik Arifin (40), di Jalan Sei Serayu, Rabu (25/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat sepeda motor Arifin kehabisan bensin. Dia pun hendak mengisi bensin di galon dekat rumahnya di Jalan Sei Serayu. Karena barang bawaan Arifin berat dia membuak helm dan meletakkan helm di dekat tempat dia mengisi bensin.

Dikira tak ada yang melihat, Dika menyambar helm LTD milik Arifin. Naas ketika hendak kabur, Arifin berteriak. Sontak Dika ambil langkah seribu. Warga yang mendengar teriakan segera mengejar Dika dan berhasil menangkapnya. Tak pelak Dika pun dihajar.

“Aku melatakkan helm di batu. Pas aku mendorong sepeda motor helm ku sudah disambarnya,” celoteh Arifin.Beruntung polisi  berhasil  mengamankan Dika dan digelandang ke Mapolsekta Medan Sunggal.

Dika  mengaku nekat mencuri karena sudah dua hari tak makan.“Sudah dua hari saya tak makan, Bang. Lapar kali,” katanya.Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan mengaku, tersangka masih diperiksa. (smg)

Penularan AIDS Melalui Heteroseksual Meningkat

MEDAN-Tren tertinggi angka penularan HIV (Human Immunodeficiensy Virus) sudah berubah dari pengguna narkoba suntik ke heteroseksual. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG melalui Project Officer Global Fund Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis MKes, Rabu (25/4) di ruang kerjanya.

“Saat ini, laporan kasus yang kita terima, angka penularan dari heteroseksual menjadi 65 persen. Padahal, tahun 2007 lalu penularan HIV tertinggi akibat penggunaan narkoba suntik sebesar 56 persen dan heteroseksual hanya 42 persen. Sekarang angka itu sudah terbalik,” sebutnya.

Perubahan tren itu, kata Andi, dikarenakan beberapa faktor diantaranya, intervensi yang lebih nyata di kalangan penasun. “Mulai dari adanya UU narkotika yang memasukkan putaw sebagai narkotika golongan satu dengan hukuman lebih berat dan intervensi program pemerintah tentang mengubah prilaku penggunaan narkoba suntik ke narkoba oral yang disebut terapi metadon,” jelas Andin