Home Blog Page 13611

Dua Pemuda Dibacok dan Ditikam

BINJAI- Kawanan pemuda yang mengendarai sepeda motor membacok dua pemuda yang sedang duduk-duduk di tanah Lapang Merdeka Binjai, Kamis (19/4).

Keduanya adalah Mardian Syahputra (20) warga Jalan Tamtama, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota dan mengalami luka tusuk di tangan sebelah kiri. Serta Wanda (20), mengalami luka tusuk dan sabetan pada bagian punggung.

Informasi yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos), peristiwa naas yang menimpa kedua pemuda ini terjadi, Kamis (19/4) dinihari. Ketika itu, keduannya tengah asik duduk-duduk di tanah Lapang Merdeka Binjai.

Namun, saat asyik duduk-duduk, dari arah Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, datang segerombolan pemuda dengan mengendarai sepeda motor. Pemuda itu ditaksir berjumlah enam orang.

Entah apa motifnya mereka langsung turun dan memarkirkan sepeda motornya. Selanjutnnya, gerombolan pemuda tersebut mengejar kedua pemuda tersebut dan membacoknya. Lalu kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Arta Medica, Jalan Sammahuddin, Kecamatan Binjai Selatan, guna mendapatkan pertolongan.  Kanit Polsek Binjai Kota AKP Robin Ginting mengaku, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. (mag-4/smg)

Polisi Kantongi Calon Tersangka Pelemparan Pelajar

LUBUK PAKAM- Pasca sehari aksi main lempar pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam terhadap rombongan pelajar SMK Istiqlal Deli Tua, kepolisian telah kantongi tiga nama pelaku utama. Ketiga nama itu, menjurus kepada tersangka.

Demikian disampaikan Kapolsek Lubuk Pakam AKP M Ikhwan Khalik,ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (19/4) sekitar  pukul 13.30 WIB.
Disebutkanya, tiga nama yang kini telah dikantongi pihak penyidik itu, didapat berdasarkan keterangan para saksi- saksi, yang terdiri dari 9 pelajar SMK Istiqlal Deli Tua dan 7 pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

“Selain keterangan saksi tadi, penyidik memiliki foto persitiwa kejadian yang diperoleh dari warga yang sedang melintas saat kejadian,”bilang AKP M Ikhwan Khalik.

Masih kata AKP M Ikhwan Khalik, dari ketiga nama itu, bukan semuanya pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. R pernah sekolah di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam tetapi pindah ke sekolah swasta. Kemudian N bekas pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam dan S pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

Berdasarkan keterangan saksi serta dokumen berupa foto yang dimiliki polisi, ketiganya terlihat ditempat kejadian. Foto-foto itu ada yang menampilkan ketiga orang itu, sedang memenggang batu dan tongkat bambu.

“Bila ketiga orang itu ditangkap, kemungkinan bertambahnya pelaku  lain bisa saja. Polisi telah mengetahui kediaman orang tua ketiganya,”tambahnya.
Sementara itu, ke 9 saksi dari pelajar SMK Istiqlal Deli Tua dan 7 pelajar SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, telah dikembalikan kepada orang tua masing masing.
Bahkan orang tua mereka telah diminta pihak kepolisian pernyataannya agar membimbing anak- anaknya, sehingga tidak mengulangi kembali perbuatan yang sama.

Disebutkan, pelajar yang terluka Yuliani Utari (17) warga Pantai Kasanova Patumbak dan Ria Pupiati (16) Pasar XIII Gang Iklas Marelan Medan, yang sempat mendapat perawatan di RSU Grand Medistra, Lubuk Pakam, telah dibawak pulang oleh orang tua masing masing.

Peristiwa penyerangan terhadap rombongan pelajar SMK Istiqlal Deli Tua, terjadi Rabu (18/4) sekira pukul 16.10 WIB. Rombongan itu diserang oleh SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, saat melintas di Jalinsum Lubuk Pakam-Medan Desa Jati Sari Kecamatan Lubuk persisnya di depan Stadion Baharoeddin Lubuk Pakam

Akibat penyerangan itu 3 orang korban terluka,  diantaranya Yuliani Utari dan Ria Pupiati, beserta sopir angkot Hikma BK 1033 GD, Adi Syahputra Damanik (26) warga Jalan Bakti Deli Tua. Bahkan angkot Hikma mengalami kerusakan pada kaca depan, samping kanan, kiri dan belakang karena dihantam batu besar dan bambu.

Disebut sebut, aksi penyerangan itu dipicu karena sebelum di pantai Gudang Garam Desa Kualalama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, kedua kelompok bersengolan.disana tidak terjadi aksi perkelahian, namun, satu kelompok mengintip lawanya untuk diserang. (btr)

Tingkatkan Kompetensi dan Profesional

BKKBN Gelar KOSI Lingkup Service Centre

Sebagai upaya pencapaian peningkatan pelayanan publik dalam mempercepat pencapaian sasaran pembangunan kependudukan dan keluarga berencana, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), gelar Pertemuan Konsultasi Nasional Eselon IV (KOSI) lingkup Service Centre BKKBN seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 18-21 April 2012 di Kota Medan Sumatera Utara.

Mengambil tema Melalui Pakta Integritas Kita Tingkatkan Pelayanan Publik yang Prima dalam Memepercepat Pencapaian Sasaran Pembangunan KKB, pertemuan tersebut diikuti sedikitnya 520 orang dari peserta Pusat dan Provinsi, 8 Balai Diklat di Pulau Jawa, serta narasumber dari Jakarta.

Ketua Panitia, H Nofrizal SP MA, dalam sambutannya mengatakan, selama lebih kurang empat hari peserta akan mendapatkan pengarahan umum dari Kepala BKKBN, pembekalan dari 7 pejabat Esselon I BKKBN baik mission maupun service center. “Sekaligus ceramah khusus dari Direktur Pendidikan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta fasilitasi dari 17 pejabat Esselon II BKKBN Pusat,” ujar Nofrizal pada acara pembukaan Pertemuan Konsultasi Nasional Eselon IV (KOSI) Lingkup Service Centre BKKBN, di Hotel Novotel Soechi, Rabu (18/4).

Selain itu, kata Nofrizal, pada hari ketiga, peserta akan melakukan diskusi teknis bersama dengan masing-masing jajaran eselon II lingkungan service center.

“Panitia juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan wisata lapangan ke Danau Toba dan Pulau Samosir,” tuturnya di hadapan peserta yang hadir.

Pada kesempatan itu juga, dilakukan penandatanganan dua naskah kesepakatan MoU antara Kepala BKKBN dan dengan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang dan Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED).

“Penandatanganan ini dilakukan untuk memperkuat kerjasama pengembangan sumber daya manusia melalui program Kependudukan dan Keluarga Berencana di lingkungan Perguruan Tinggi,” ucapnya.

Kepala BKKBN pusat, DR dr Sugiri Syarief MPA, dalam sambutannnya sekaligus membuka acara KOSI secara resmi, mengakui jika Perguruan Tinggi memiliki peranan penting dalam mendorong program Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Sehingga, dengan wawasan yang dimiliki para peserta didik di Perguruan Tinggi, diharapkan mampu mensosialisakan program keluarga berencana di Indonesia dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sugiri juga mengatakan, jika arus perubahan sudah dilakukan BKKBN sejak enam tahun yang lalu. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menciptakan petugas BKKBN yang bersih dan transparan. “Saya berharap melalui fakta integritas ini, tidak ada lagi korupsi di tubuh BKKBN terutama di bagian Service Center, mengingat Service Center memiliki peranan penting. Salah satunya meningkatkan kompetensi, dan profesionalitas petugas BKKBN, sehingga ke depannya program KB bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannnya yang diwakili oleh Sekdaprovsu Nurdin Lubis, memberikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan BKKBN Pusat untuk melaksanakan KOSI di Sumatera Utara, yakni di Kota Medan.
Kepercayaan ini juga, bilangnya, sebagai suatu kebanggaan karena dihadiri oleh peserta dari 32 Provinsi di Indonesia.

“Kiranya pertemuan konsultasi ini bisa berjalan lancar dan mencapai terobosan baru dalam mendorong program Kependudukan dan Keluarga Berencana di Indonesia,” harap Sekdaprovsu Nurdin.

Turut hadir dalam pelaksanaan KOSI tersebut di antaranya, Pangdam I Bukit Barisan, Ketua DPRD dan Anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Utara, PLH Kepala Perwakilan BKKBN Sumut dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Kota Medan serta Rektor IAIN Imam Bonjol Padang. (*)

Aspal Gang Kolam Jaka

081360049xxx

Kenapa jalan ke gang kami belum diaspal/semen? Padahal gang yang lain sudah pada disemen/aspal. Kami taat pajak Pak, tolong disikapi ya alamat Jalan Pintu Air IV Gang Kolam Jaka dengan Gang Pelangi 1 dan Pelangi 2 Simalingkar B.

Sudah Masuk Anggaran

Akan kami cek, karena kemungkinan sudah masuk anggaran tahun ini. Terima kasih atas informasinya.

Gelora
Camat Medan Tuntungan

Peranan Perempuan dalam Dominasi Patriarkhi

Untuk apa perempuan menggelar rapat dan bertemu? Apa yang ingin dibahas dalam pertemuan itu? Pastilah mereka akan menceritakan aib suaminya, bercicit tentang gosip-gosip hangat artis idola, membahas peralatan make-up terkini, atau memamerkan model baju terbaru.

Farida Noris Ritonga, Medan

Tak jarang komentar miring seperti itu kerap kali terdengar di telinga. Seperti alunan melodi pada sebuah lagu, sering mereka rewind alias diputar ulang. Juga adanya anggapan pemerintah dan masyarakat, mengenai stereotipe kegiatan perempuan dan organisasi perempuan yang bersifat sosial dan hobi.
Organisasi perempuan dianggap tidak politis. Fakta, bahwa masih banyak pandangan sinis dan meragukan terhadap kemampuan perempuan, terutama pernyataan tersebut lahir dari laki-laki, dimana mereka merupakan makluk dominan di sebagian negara yang menganut paham pathriarkhi. Lemah, plin-plan, terlalu berperasaan dan penakut.

Entah darimana asal mula suara-suara sumbang tersebut, yang jelas sangat tidak mengenakkan ketika mendengarnya. Ditambah pula anekdot yang mengemuka perempuan hanya pantas berada di tiga tempat yaitu, sumur, dapur, dan kasur. Sisanya, biar lelaki yang menyelesaikannya. Anekdot primitif yang tak jelas sumbernya ini hampir selalu diagung-agungkan di lingkungan masyarakat. Hanya segelintir yang dengan vokal menyangkal, sisanya melawan dalam hati seraya berharap ada dewi penolong seperti RA Kartini reinkarnasi untuk berorasi.

Memang tak dipungkiri, dewasa ini kaum perempuan Indonesia boleh dibilang sudah banyak kemajuan dalam berbagai hal. Tak hanya turut serta dalam kontes ratu-ratuan atau miss-miss-an, namun kiprah perempuan Indonesia sudah menggejala. Mereka terlibat langsung pada pembangunan bangsa di berbagai bidang seperti dunia politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum, militer dan lain sebagainya.

Perlu diingat, perjuangan mengangkat harkat derajat perempuan bukanlah proses singkat. Namun merupakan proses perjuangan yang panjang dan berliku. Diawali satu figur, berganti dengan figur berikutnya, dengan misi yang sama, bahwa perempuan tak hanya berdiri di belakang panggung, akan tetapi setara dengan laki-laki, berdiri di barisan depan memimpin.

Sejarah mencatat, bahwa telah hadir suatu perkumpulan yaitu gerakan Perempuan Indonesia yang mencoba menggenjot lahirnya perempuan-perempuan kritis dan berani. Perempuan aktif dalam kegiatan organisasi pemuda organisasi berlatar belakang kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra atau Jong Ambon.

Perempuan Indonesia juga aktivis pergerakan nasional, meski nama dan kerjanya tidak dicatat sejarah. Faktanya perempuan ikut mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Saat itu pada organisasi umum juga ada divisi perempuan seperti Wanito Tomo dari Boedi Oetomo, Poetri Indonesia dari Poetra Indonesia dan Wanita Taman Siswa dari Taman Siswa. Organisasi perempuan yang berdiri diawal gerakan di antaranya adalah Putri Mardika, 1916.
Perempuan pelopor yang menjadi panitia pelaksana Kongres Perempuan Indonesia I 928 dan ikut dalam deklarasi Sumpah Pemuda 1928 antara lain Soejatin, Nyi Hajar Dewantoro, Sitti Sundari dan lain-lain. Merekalah inisiator dan penggerak Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928.

Berbagai isu utama masalah perempuan dibahas pada rapat terbuka. Topiknya antara lain: kedudukan perempuan dalam perkawinan; perempuan ditunjuk, dikawin dan diceraikan di luar kemauannya; poligami; dan pendidikan bagi anak perempuan. Pembahasan melahirkan debat dan perbedaan pendapat dari berbagai organisasi perempuan. Walaupun begitu tak menghalangi kenyataan yang diyakini bersama, yaitu perempuan perlu lebih maju.
Hingga sampai saat ini, untuk memberi ruang gerak bagi perempuan, pemerintah telah mengatur kuota 30 persen perempuan bagi partai politik (parpol) dalam menempatkan calonnya untuk duduk di legislatif. Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (pemilu legislatif) serta UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat kepada parpol untuk memenuhi kuota 30% bagi perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat.

Pasal 8 butir di UU Nomor 10/2008, misalnya, menyebutkan penyertaan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan parpol tingkat pusat sebagai salah satu persyaratan parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu. Selain itu, Pasal 53 UU Pemilu Legislatif tersebut juga menyatakan daftar bakal calon juga memuat paling sedikit 30% keterwakilan perempuan. Lebih jauh lagi, Pasal 66 ayat 2 UU Nomor 10/2008 juga menyebutkan KPU, KPU provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota mengumumkan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon tetap parpol pada media massa cetak harian dan elektronik nasional. Sementara di Pasal 2 ayat 3 UU Parpol disebutkan bahwa pendirian dan pembentukan parpol menyertakan 30% keterwakilan perempuan.

Kampanye kuota ini adalah bentuk perjuangan politik lanjutan perempuan setelah tuntutan hak pilih bagi perempuan di awal abad 20 tercapai. Kampanye kuota bertujuan untuk melawan domestifikasi, perempuan (melawan politik patriarki), karena domestifikasi dan dominasi laki-laki atas perempuan dalam budaya patriarki bukanlah takdir. Untuk itu kampanye kuota tidak selesai dalam wujud keterwakilan perempuan dalam partai politik dan parlemen.

Tentu saja pokok perjuangan para pendahulu tidak terletak pada keterwakilan atau seberapa besar kuota saja. Akan tetapi, bagaimana perempuan itu sendiri untuk bangkit mengisi kesempatan tadi dengan menciptakan perbaikan serta manfaat bagi bangsa. Perempuan dituntut untuk aktif dan kritis di setiap aspek kehidupan. Perempuan juga harus bisa membuat kebijakan bermanfaat yang dapat mengangkat derajat kaumnya.  Tidak sekadar menjadi bunga atau penggembira dalam suatu acara, bukan juga tenggelam ke dalam ‘euforia gender’ hingga lupa bahwa kemajuan pesat yang dialami kaum wanita Indonesia saat ini adalah bagian dari rintisan para pejuang sebelumnya.

Seperti pribahasa China mengatakan, ‘Man is the head of the family, woman the neck that turns the head’ (Laki-laki adalah kepala keluarga,  wanita adalah leher yang menggerakkan kepala itu).  Maka sesungguhnya perlu disadari, bahwa peran perempuan merupakan alat vital bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Majulah perempuan Indonesia! (*)

Tulisan ini diikutsertakan dalam perlombaan memperingati Hari Kartini yang diadakan oleh Kaukus Perempuan DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Air PDAM di Jalan Pelita V Menetes

081361277xxx

Kami masyarakat Jalan Pelita V butuh air PDAM bisa jalan seperti biasa. Soalnya 2-3 bulan air tidak jalan dari pagi-malam, hanya dari pukul 03.00 WIB- pukul 05.00 WIB yang jalan. Itupun airnya hanya menetes.  Tolong dicari solusinya, soalnya kami tidak bisa hidup tanpa air.

Kami Cari Tahu Penyebabnya

Terima kasih, kami akan mencari tahu penyebab gangguan air PDAM di Jalan Pelita V untuk dilakukan perbaikan.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Rayakan Perpisahan dengan Corat–coret, Miras, dan Seks

Usai UN, Ratusan Pelajar Siantar Serbu Long Beach Ajibata

PARAPAT – Usai Ujian Nasional (UN), ratusan pelajar ramaikan pantai Long Beach Ajibata mulai kemarin sampai  hari ini, Kamis (19/4). Silih berganti para pelajar berdatangan dengan mengendarai sepedamotor dan beberapa angkutan kota Siantar dan Simalungun. Kedatangan mereka menjadi perhatian warga Parapat dan Ajibata.

Awalnya, kedatangan mereka Rabu (17/4), pukul 15.00 WIB langsung buat kebisingan dengan baju yang sudah kena coret–coret mengendarai sepedamotor yang sebagian knalpot blong dan racing tanpa menggunakan helm. Para pelajar ini memasuki Long Beach Ajibata, setelah sempat berputar–putar akhirnya mereka menduduki panggung terbuka Long Beach Ajibata. Beberapa lama kemudian, para pelajar yang datang menggunakan angkutan kota bergabung dan membuat suasana jadi ramai.

Amatan METRO (grup Sumut Pos), mereka tampaknya sudah saling kenal dan langsung mengeluarkan alat–alat musik dan tuak. Sambil marmitu (minum tuak) diiringi musik, sebagian lagi menyebur ke Danau Toba tanpa melepas baju dinasnya.

Aksi para pelajar ini berlangsung hingga larut malam. Warga sekitar yang merasa terganggu sempat menegur, tapi bukan direspon. Justru balik membalas dengan kata–kata kotor. “Saya sudah ke sana tadi malam, tapi malah mereka cakap kotor sama saya. Kalau sempat saya bawa teman–teman sekampung habislah mereka,” ujar Onom, kepada METRO dengan nada emosi.

Menurut Onom, para pelajar itu sudah kelewat batas. Bahkan pengusaha ikan ini menyaksikan tingkah para pelajar hingga larut pagi 02.00 WIB, suara mereka tetap terdengar dan sebagian yang memisahkan diri mencari tempat untuk berbuat mesum. “Saya saksinya, saya lihat jelas beberapa pasang di tepi pantai berpacaran dan sampai buka baju pelajar,” ungkap Onom.

Pagi harinya, Kamis (18/4), METRO menyambangi mereka dan sempat menanyakan identitas mereka. Didampingi pacar masing–masing, mereka menjawab beberapa pertanyaan METRO tanpa ada rasa curiga.

Dari keterangan beberapa siswa/siswi, mereka adalah pelajar dari Kota Siantar dan Kecamatan Siantar. “Nama saya Ando marga M. Dan teman saya ini Ojak. Kami kos di Jalan Sisingamaraja Pematangsiantar. Ini pacar saya, kalau lae mau ke Siantar singgah ke kos kami ya!” ajaknya bangga sambil mengenalkan pacarnya kepada METRO.

Menanggapi aksi dan kelakuan para pelajar yang buruk tersebut, Kadis Pendidikan Simalungun Resman Saragih mengatakan, aksi para pelajar tersebut telah mencoreng pendidikan apalagi dilakukan usai UN. “Sangat disesalkan apalagi mereka sampai mengkonsumsi miras, termasuk meminum tuak itu bukan cermin budaya kita. Perilaku itu sebaiknya jangan ditiru siswa lainnya termasuk yang masih SMP/MTs yang minggu depan mengikuti UN,” pesan Resman.

Dia menegaskan, aksi para pelajar di pantai Ajibata itu merupakan sikap anti produktif dan sikap kurang peduli pada keadaan sosial masyarakat karena merusak pakaian yang masih bagus, lebih baik disumbangkan kepada keluarga yang membutuhkan. “Untuk itu, saya mengimbau kepada orangtua dan masyarakat agar membina dan mengawasi perilaku kurang terpuji para siswa kita,” pintanya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Parapat Ebson Silaban MPd. Via selularnya kepada METRO, ia menyampaikan kalau aksi yang mengatasnamakan pelajar itu tidak cocok dan tidak bisa ditoleransi apalagi sekarang maraknya aksi geng motor berujung kekerasan yang melibatkan pelajar di kota. “Saya sudah mengimbau siswa saya untuk tidak coret–coret, saya yakin pelajar–pelajar itu bukan berasal dari Parapat,” ujarnya. (rait/smg)

Jalan Bhayangkara 1 Rawan Banjir

085275786xxx

Kami warga Jalan Bhayangkara 1 Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan daerah kami apabila hujan lebat sebentar saja langsung banjir salah satu problemnya hanya ada satu parit pada sisi jalan tolong solusinya Pak trims.

Akan Kita Koordinasikan

Akan kita teruskan ke Dinas Bina Marga agar segera menghubungkan parit Jalan Bhayangkara dan Jalan Pancing ke parit yang lebih besar di Jalan Meteorologi sehingga diharapkan dapat mengurangi genangan di Jalan Bahayangkara 1. Terima kasih.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Tertibkan Warung Tuak di Jalan Pendidikan

081263421xxx

Yang terhormat Bapak-bapak yang berwenang,  mohon ditertibkan warung tuak terletak di Jalan Pendidikan Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung yang sangat mengganggu ketenangan masyarakat.

Pemilik Sudah Diingatkan

Lurah Indra Kasih sudah mengingatkan pemilik warung atas keresahan warga tersebut.

Hendra Asmilan
Camat Medan Tembung

Kami Teruskan

Terima kasih atas informasinya, laporan ini akan kami teruskan ke Kapolsek untuk ditindaklanjuti/dilidik.

Kombes Pol
Monang Situmorang SH
Kapolresta Medan

Mengurus KK Diminta Rp700 Ribu

085359158xxx

Yth Bapak Kadis Kependudukan dan Capil Deliserdang, saya ingin menanyakan tentang pengurusan e-KTP khususnya di Kecamatan Batang Kuis. Ibu saya tidak terdata untuk pengurusan pembuatan e-KTP dan kata petugas pendataan tersebut, ibu saya harus melengkapi data-data yang diperlukan untuk disampaikan ke pusat. Data yang diperlukan tersebut sudah dilengkapi dan ibu saya disuruh membuat Kartu Keluarga yang baru atau membayar uang sebesar Rp70 ribu, padahal pengurusan e-KTP kan gratis. Masa solusi harus ada harganya? Tolonglah dipermudah pengurusan tersebut, jangan tahunya duit saja.

Minta Kwitansinya

Kalau harga Kartu Keluarga disuruh bayar sebesar Rp700 ribu, minta saja kwitansi pembayarannya. Kemudian lampirkan dalam laporan tertulis ke Pemkab Deliserdang untuk ditindaklanjuti. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas
Infokom Deliserdang