25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13628

Dipecat ketika Jatuh Cinta dengan Indonesia

Alfred Riedl, Mantan Pelatih Timnas yang Dipanggil Lagi oleh PSSI KLB

Siapapun pecinta sepakbola tanah air tentu sangat akrab dengan nama Alfred Riedl. Pria asal Austria yang menukangi Timnas PSSI yang sempat membuat publik tanah air dilanda euphoria sepakbola.

Cholis Faizi, Jakarta

Kini, dia datang lagi ke tanah air atas inisiatif PSSI versi KLB Ancol. Bagaimana prospek dia menangani sepakbola kita kembali?
“You need me…?” Itulah sepenggal tanya yang muncul dari sosok Alfred Riedl (63). Turun dari mobil Alphard  warna hitam, dia langsung menyapa para wartawan dengan kalimat itu di kantor PSSI La Nyalla Mattalitti, Minggu (15/4) lalu.

Ketika menukangi Timnas Indonesia jelang Turnamen Piala AFF 2010, pelatih asal Austria itu juga selalu melontarkan kalimat itu. Pertanyaan itu menjadi demikian populer di kalangan wartawan saat itu manakala dengan setia menunggui latihan-latihan Timnas di Lapangan PSSI di kawasan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Tiap usai melatih tim, Riedl dengan serta merta menyambangi wartawan yang sudah menanti di sisi lapangan, dan berkata, “You need me?”
Suasana keakraban antara pers dengan Riedl terasa demikian kental. Mengingat, hasil-hasil polesan yang dilakukan Riedl terhadap Timnas demikian kentara sejak ia ditunjuk dan dikontrak oleh PSSI pada April 2010 untuk menyiapkan Timnas ke Piala AFF yang digelar di Indonesia pada bulan Desember.

Di tengah hiruk-pikuk pertandingan babak penyisihan pasca Timnas Indonesia berhasil lolos ke semifinal, masih di sela latihan Riedl pun membalik tanya: “You don’t need me now…?”

Mengapa Riedl menyatakan itu?  Sebab ketika itu kalangan wartawan sudah mengalihkan buruan liputannya kepada para pemain. Meski gelar juara belum direngkuh, namun pers sudah cenderung mengidolakan para pemain sebagai bintang dan pahlawan menyusul kinerja tim yang sangat mengesankan.
Apa makna dari pembalikan tanya Riedl adalah hasil nyata yang tak bisa dibantah bahwa pelatih kelahiran Wina, Austria pada 2 November 1949 itu telah berhasil mengangkat citra dan pamor tim nasional Indonesia. Melalui profesionalitas dan kerja keras yang panjang, euforia telah tercipta dari para pencinta sepakbola di tanah air. Meski akhirnya harus takluk dari Malaysia pada babak final, Riedl adalah sosok yang telah mengembalikan kejayaan sepakbola Indonesia.

Kini, Riedl kembali ke Indonesia. Kedatangannya adalah atas panggilan dari kepengurusan PSSI KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti yang berkeinginan mengontrak kembali Riedl. Sebab pemain Timnas Austria tahun 1984-1985 itu dipandang masih cocok untuk membangkitkan kembali pamor Timnas baik secara fisik maupun psikologis.

Riedl yang sebelumnya mengantongi kontrak tertulis selama dua tahun sejak April 2010, di tengah perjalanan pada 13 Juli 2011 kontraknya diputus secara sepihak oleh kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pemutusan kontrak terhadap Riedl oleh PSSI, menimbulkan gejolak dan reaksi keras dari segenap masyarakat luas. Masyarakat pun kemudian mahfum, bahwa pemutusan kontrak itu lebih disebabkan faktor like and dislike dari pihak-pihak tertentu yang demikian ‘memusuhi’ dan membenci sosok Nirwa Dermawan Bakrie yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung perjalanan organisasi PSSI.

Tetapi ketika pengurus PSSI La Nyalla memintanya kembali menukangi Timnas untuk persiapan ke Turnamen Piala AFF 2012 yang akan digelar pada Desember mendatang, Riedl tak mempunyai keraguan sedikitpun, meski ia tahu betul tentang perjalanan sejarah PSSI selama ia berkecimpung melatih di Indonesia hingga ia dipecat oleh PSSI.

“Saya tidak ragu untuk kembali ke sini, sebab saya pernah merasakan atmosfir yang mengesankan di sini. Saya diberhentikan oleh PSSI justru ketika saya sudah sedang jatuh cinta pada Indonesia,” tutur Riedl.

Mengungkit kembali kenangan pemecatannya karena dituding telah menandatangani kontrak secara pribadi dengan Nirwan D Bakrie, dalam konferensi pers pada Selasa (10/4) siang di Jakarta, Riedl pun membantah.

“Sebagai pelatih asing, mana mungkin saya akan dikontrak secara individual dengan individu pengurus PSSI. Saya menghormati asas dan saya tahu aturan,” tegasnya.

Hal ini pun dipertegas oleh Wakil Ketua Umum PSSI Rahim Soekasah. “Mereka (PSSI Djohar) saja yang menyebut kontrak individu,” katanya.
Terkait dengan rencana PSSI untuk membentuk Timnas ke masa depan, Riedl pun sepakat bahwa ia akan memilih pemain-pemain terbaik dari seluruh negeri tanpa memandang asal klub. Riedl merasa yakin, bersama dirinya Timnas akan kembali menemukan form seperti sediakala meskipun atmosfirnya telah berubah dari era angkatan pemain sebelumnya.

Alfred Riedl menginjakkan kakinya kembali di Indonesia pada Minggu malam, 8 April 2012. Ia mengaku senang bisa memenuhi undangan PSSI versi KLB. Sebab sejak kembali ke negeri asalnya, ia mengantongi keyakinan dan segenggam harapan; suatu saat nanti kelak ia akan kembali ke Indonesia.
“Saya belum mau berkomentar banyak dengan kondisi saya ke Indonesia. Saya ingin melihat situasi terakhir kondisi organisasi sepak bola Indonesia. Saya akan bicara banyak dengan beberapa pihak yang sangat tahu dengan kondisi sepak bola,” jelasnya. (*)

Prevalensi Obesitas Mengalami Peningkatan

Obesitas (kegemukan) dapat dialami siapa saja. Obesitas bukan hanya merusak penampilan seseorang, namun juga menjadi ancaman kesehatannya. Pada obesitas terjadi akumulasi atau penimbunan lemak di dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Apalagi kalau penimbunan lemak terjadi di dalam perut atau yang dikenal dengan obesitas sentral.

“Cara mudah mengetahui obesitas sentral adalah dengan mengukur lingkar perut. Disebut obesitas sentral bila lingkar perut pria >90 cm, dan lingkar perut wanita >80 cm,” kata Kepala Divisi Endoktrin Metabolik dan Diabetes Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Dr.dr.Dharma Lindarto,SpPD dalam Seminar on Managing Metabolic Syndrome di Hotel Santika Medan.

Meski tidak mengalami keluhan sakit, katanya, orang obesitas sentral perlu waspada karena di dalam tubuhnya sudah mulai mengalami gangguan metabolisme lemak dan karbohidrat serta proses inflamasi atau peradangan kronis. “Kondisi ini disebut sindrom metabolik dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke, perlemakkan hati dan gagal jantung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Sumut, Prof.Dr.dr.Harun Alrasyid Damanik,SpPD menambahkan masalah obesitas perlu mendapat perhatian karena saat ini terjadi peningkatan prevalensi obesitas dan overweight (kelebihan berat badan) di seluruh dunia. Prevalensi didefenisikan seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang.  “Pada 2008 saja, sekitar 1,5 miliar orang dewasa termasuk overweight dan lebih dari 200 juta pria serta 300 juta wanita mengalami obesitas,” terangnya.

Begitupun, prinsip diet dan aktivitas fisik dapat dilakukan sebagai intervensi primer dalam pengelolaan obesitas. “Pola diet low calory balance seperti mengurangi porsi makanan, membatasi lemak, serta mengkonsumsi sayur dan buah, dianjurkan untuk penanganan obesitas karena dapat dilakukan untuk jangka panjang,” jelasnya. (mag-11)

UN Curang cuma Lulus atau Tidak

Faliruddin Lubis
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Ujian Nasional (UN) setiap tahun digelar. Nah, setiap penyelenggaraan UN pasti ada kecurangan. Akibatnya, pemerintah mati-matian untuk mengantisipasi agar tak terjadi kecurangan UN. Sampai-sampai polisi pun ikut disiagakan untuk menjaga pelaksanaan UN.

Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengancam akan langsung mencoret jika ditemukan ada siswa berbuat curang saat penyelenggaran UN.

Selain mencoret siswa yang berbuat curang saat UN, Departemennya juga memberi sanksi berat jika ada guru atau kepala sekolah yang melakukan manipulasi dengan ujian sekolah yang berkontribusi 40 persen dalam kelulusan siswa, maka kontribusi 40 persen tersebut dicoret atau dianggap tidak ada.

Pengamat hukum juga angkat bicara mengultimatum agar jangan coba-coba melakukan kecurangan dalam pelaksanaan UN karena ketahuan saja melakukan kecurangan bisa dipidana. Asalkan, itu cukup bukti-bukti yang mendukung kecurangan tersebut.

Kata pengamat hukum tadi mereka yang curang ini kan sama dengan membocorkan dokumen negara. Naskah soal UN tersebut merupakan dokumen negara dan ini bisa saja dipenjara.

Sibuk soal curang UN, seorang teman saya nyeletuk. “Dulu zaman saya tak ada seperti sekarang ini ujian dijaga polisi, karena takut curang,” katanya membuka komentar.

“Emangnya kok curang kenapa? Toh hasil UN kan hanya untuk penilaian kelulusan. Biar kan saja mereka curang kan semua lulus, sekolah tak rugi malah diapresiasi baik,” sambungnya.

Teman saya pun melanjutkan pembicaraan. Menurutnya, di zamannya sekolah dulu semua siswa bisa saling tukar jawaban walaupun sembunyi-sembunyi atau berbisik-bisik. Tak ada dijaga polisi, tak ada pengawalan soal. Tapi, jarang siswa yang tak lulus.

Jadi menurut saya biarkan saja siswa mau curang atau tidak, toh hasil UN kan hanya menentukan lulus dan tak lulus.
Itupun, katanya, penilaiannya tak adil. Masak sekolahnya tiga tahun yang dinilai hanya hasil ujian yang hanya tiga sampai empat hari.
Selain itu, katanya, kalau siswa memang pintar tak perlu curang pun bakal bisa menjawab soal. Begitu juga yang bodoh, kalaupun curang pasti nanti saat mengikuti pelajaran ke jenjang yang lebih tinggi bakal tak sanggup juga dan berhenti sendiri.
“Udahlah urusi aja yang lain,” katanya.

Mendengar ocehan kawan saya tadi, saya juga teringat saat masih di bangku SMA. Memang hasil UN (dulu EBTANAS) itu hanya penilaian lulus atau tidak. Selebihnya tak ada pengaruhnya.

Kalau nilainya tinggi belum tentu juga bisa lolos ke perguruan tinggi negeri, kalau nilainya pas-pasan terkadang bisa lulus ke perguruan tinggi melalui SNMPTN (dulu UMPTN).

Jadi, saya pikir biarkan saja mau curang mau tidak. Siswa juga kan tak bodoh. Kalau dikasih kunci jawaban baik melalui SMS dan sebagainya, pelajar juga kan pasti berpikir apakah jawaban itu benar atau tidak.

Pelajar itu pasti berpikir untuk membahas soal sendiri. Kan pelajar itu tak mau konyol tak lulus sudah belajar selama tiga tahun gara-gara bocoran jawaban soal yang tak tentu asal rimbanya. Kalaupun percaya biarkan saja, toh nanti pelajar itu pasti menyesal karena bukan hasil kemampuannya.
Yang penting harus diurusi itu adalah mengajarkan anak didik jangan berbuat curang sejak dini. Kalau sudah diajarkan meskipun ada yang mengajak untuk curang pasti diabaikannya. (*)

70 Persen Gubernur di Sumatera Korupsi

JAKARTA-Data ini pastinya membuat para gubernur di wilayah Sumatera ketar-ketir. Pasalnya, peluang terseret kasus korupsi cukup besar. Bayangkan saja, 70 persen gubernur yang ada di Sumatera tersangkut kasus korupsi. Dengan kata lain, dari 10 provinsi yang ada di wilayah Sumatera, hanya gubernur tiga provinsi yang tak terseret korupsi.

Data ini termasuk dalam list 173 kepala daerah hingga 2012, yang tersangkut korupsi, yang dirilis Kemendagri. Tujuh gubernur di wilayah Sumatera itu adalah Gubernur Aceh Abdullah Puteh, Gubernur Sumbar Zaenal Bakar yang sempat menjadi tersangka kasus korupsi APBD 2002. Selanjutnya Gubernur Sumut Syamsul Arifin (kasus APBD Langkat), Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin (kasus dana PPB/BPHTB).

Berikutnya Gubernur Kepri Ismeth Abdullah (kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran), Gubernur Sumsel Syahrial Oesman (kasus dugaan suap alih fungsi hutan lindung menjadi pelabuhan Tanjung Api-api), dan Gubernur Riau Saleh Djasit (kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran). Teranyar, Gubernur Riau Rusli Zainal dicekal KPK dalam kasus suap PON Riau.

Hanya Jambi, Lampung, dan Babel saja yang gubernurnya tidak tersangkut kasus korupsi. Dengan catatan, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP pernah dimintai keterangan KPK terkait kasus pengadaan tanah untuk pembangkit listrik tenaga uap di Lampung Selatan pada 2007.

Untuk tingkat Kabupaten/Kota di Sumut, yang tersangkut korupsi adalah Wali Kota Medan Abdillah, Wali Kota Tanjungbalai Sutrisno Hadi (kasus anggaran MTQN), Pj Bupati Serdangbedagai Chairullah (kasus dana proyek pembinaan keamanan 2004), Bupati Nias Binahati B (kasus dana PSDA kehutanan 2001), Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik, Wali Kota Siantar RE Siahaan, Bupati Asahan Risuddin, Bupati Tobasa Monang Sitorus, Bupati Deliserdang Amri Tambunan (saksi kasus proyek swakelola 2005 pada Dinas Kimpraswil dengan tersangka Faisal dkk), Bupati Palas Basyrah Lubis, dan Bupati Nias Selatan Fuhuwusa Laia.

Sebelumnya, juru bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek, menjelaskan, 173 kepala daerah yang tercatat di Kemendagri, terdiri dari beberapa status. Mulai dari saksi, tersangka, terdakwa hingga terpindana.

Dijelaskan, berdasarkan kajian dari Kemendagri ada beberapa hal yang menyebabkan jumlah kepala daerah yang tersangkut korupsi terus meningkat. Pertama, latar belakang kepala daerah di Tanah Air sangat beragam. Mulai birokrat, politisi, pengusaha, hingga artis.

Nah, dari situ banyak orang yang sebenarnya pemahaman dan kemampuan tentang birokrasi sangat kurang, terutama tentang sistem regulasi keuangan daerah. Misalnya pengusaha dan artis. Mereka akhirnya terjebak dalam kasus korupsi lantaran keputusan yang diambilnya ternyata melanggar ketentuan yang berlaku. Padahal sebenarnya mereka tidak berniat melakukan korupsi.

Kedua adalah faktor SDM di daerah yang masih terbatas. Apalagi masih banyak ditemukan orang-orang yang tidak berkompeten diberi jabatan strategis hanya karena yang bersangkutan tim sukses kepala daerah yang menang.  Sedangkan yang ketiga adalah karena ada niat dari kepala daerah untuk melakukan korupsi. (sam)

Pelebaran Bandara Silangit Bernuansa Politis

MEDAN- Pelebaran Bandara Silangit yang terletak di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Namun, ada juga kecurigaan kalau pelebaran itu lebih mengarah pada kebijakan politik daripada ekonomi.

Setidaknya hal ini diungkapkan pengamat ekonomi dari Universitas Medan, M Ishak. “Perekonomian masyarakat di sekitar Bandara Silangit masih kecil dan tidak memadai, hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya putra daerah yang merantau. Hal ini menandakan bahwa lapangan kerja di daerah tersebut masih kecil. Nah, kalau ini untuk perekonomian masyarakat, kenapa tidak masyarakatnya yang ditingkatkan, mulai dari pendidikan hingga ke sosialnya?” ungkapnya.

Menurutnya, daerah sekitar bandara Silangit ini belum menjanjikan, mulai dari pertanian dan indutri kreatifnya. Hanya Danau Toba yang menjadi andalan. “Nah, bila masyarakat hanya bertumpu pada Danau Toba saja, kapan indutri kreatifnya akan berkembang? Pertaniannya juga sangat kecil, hanya menyumbang sekitar 2 hingga 3 persen di Sumut, jadi tingkatkan dulu yang kecil, agar semua masyarakat tidak tergantung hanya pada Danau Toba saja,” tegas Ishak.

Ishak tak menampik kalau Danau Toba cukup menggiurkan bagi investor. Namun, jika hanya untuk wisata danau, tidak harus Bandara Silangit yang diperbarui. Ada dua bandara lain yang lokasinya lebih dekat dengan Danau Toba, yakni Bandara Sibisa di Parapat dan Bandara Pematangraya di Simalungun. “Saya melihat pelebaran Bandara Silangit tak lepas dari sosok TB Silalahi,” cetus Ishak.

Pengusaha Mendukung Penuh

Sedikit berbeda dengan Ishak, pihak pengusaha mendukung penuh pelebaran Bandara Silangit. Setidaknya hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, Parindungan Purba. “Selama ini ada penerbangan dari Pinang Sori, Aek Godang dan lainnya. Tetapi itu bukan Internasional, tapi kalau Siangit jadi internasional, maka akan jadi ikon di wilayah pantai barat,” ujarnya, Rabu (18/4).
Dia juga menegaskan bahwa ini akan memudahkan pertukaran informasi secara internasional. Bahkan lapangan kerja juga akan terbuka dengan lebar. “Bayangkan saja apa yang bisa dikelola. Lapangan kerja akan terbuka luas karena akan ada pembukaan hotel, taksi, dunia hiburan dan lainnya,” ungkap Parlindungan.

Anggota DPD RI asal Sumut ini mengharapkan agar ada kerja sama antara pihak kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba dengan Bandara Silangit. “Bila kabupaten sekitarnya tidak bekerja sama, bagaimana kita bisa menyajikan wisata tingkat internasional? Kalau pariwisatanya baik, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian masyarakat juga,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Hervian setuju dengan yang diungkapkan Parlindungan. “Kalau daerah pariwisata ditempuh lebih dari 1,5 jam, akan menjadi membosankan. Karena itu, tidak heran bila objek wisata ini (Danau Toba) tidak memadai,” ungkapnya.

Nah, bila Silangit menjadi bandara internasional, maka untuk wisatawan mancanegara terutama dari IMT- GT (Indonesia Malaysia Thailand, Growth Triangle) akan mudah untuk berkunjung. “Kalau wisman dari negara ini bisa kita ambil, maka tidak heran bila ini akan menjanjikan,” tambahnya.

Pemprovsu Belum Punya Sikap

Nah, kendati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengucurkan dalam rangka pengembangan Bandara Silangit, sebesar Rp17 miliar tahun ini, Pemprovsu belum berniat untuk melakukan hal yang sama. Pemprovsu belum bisa memiliki sikap untuk turut memberikan alokasi anggaran seperti yang dilakukan Kemenhub RI.

Itu yang dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho usai mengikuti Seminar Motivasi Going Extra Miles:Melakukan Lebih untuk Menuju Sukses, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Sumut, di Aula Martabe Lantai 2, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan, Rabu (18/4).

“Kayak Silangit itu, yang saya tahu akan ditake-over oleh pihak AP II. Jadi dari situ nanti, pengelolaannya akan menjadi bandara yang profesional. Kalau seperti itu, berarti kan akan menghasilkan,” ungkapnya.

Bagaimana dengan bandara-bandara perintis lainnya yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut)? “Kita lihatlah dulu,” jawabnya singkat.

Seorang pimpinan DPRD Sumut, HM Affan SS yang dimintai pendapatnya terkait hal yang sama, menyatakan ada kemungkinan anggaran pembenahan dan pembangunan sejumlah bandara perintis di Sumut, dimasukkan dalam rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (PAPBD) Sumut 2012. “Tapi persoalannya, sejauh ini saja banyak hal terkait anggaran yang belum terpenuhi,” tutur Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PDI P tersebut.

Secara terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) John Tafbu Ritonga menyatakakan, tentang besar kecilnya anggaran yang nantinya dialokasikan untuk pembenahan dan pembangunan sejumlah bandara perintis di Sumut, tergantung dari dua hal yakni kemampuan APBD Sumut dan kebutuhan pembangunan.

“Yakni kemampuan APBD Sumut dan kebutuhan pembangunan itu sendiri. Harusnya ada program itu,” jelasnya.(ram/ari)

Tuah Serdadu Tuah

Chelsea vs Barcelona

London- Arsitek sementara Chelsea, Roberto Di Matteo membuktikan bahwa ‘serdadu’ tua di dalam timnya tetap punya andil besar. Meraih 10 kemenangan dari 13 laga sejak ditunjuk tangani tim, Matteo setia menggunakan tenaga tua seperti Frank Lampard, Jhon Terry dan tentu saja Didier Drogba.

Nama terakhir bahkan jadi pahlawan kemenangan tipis 1-0 atas Barcelona di Stamford Bridge, pada leg pertama semifinal Liga Champions dini hari kemarin. Golnya di masa injury time babak pertama, cukup untuk membalaskan dendam kepada Barcelona atas kekalahan tiga tahun silam. Drogba sukses memperdaya Victor Valdes berkat umpan cantik Ramires dari sisi kanan pertahanan Barcelona.

Padahal sepanjang laga, Drogba kerap mendapatkan cemoohan sebab sering kali jatuh yang menjurus diving. Media Inggris Mirrorfootball lewat live twitnya berulang kali mengomentari aksi jatuh bangun Drogba. Wayne Rooney juga menulis di twitter-nya: Kamu pemain bagus Drogba. Tapi tolong bangunlah.”  Tapi gol tunggalnya lantas membungkam kritikan. “Opini publik terlalu banyak mempertanyakan pemain kami yang sudah cukup tua. Mereka tak yakin pemain seperti Drogba bisa melakukan penampilan terbaiknya di leg kedua,” komentar Di Matteo di The Sun. “Dan malam ini mereka membuktikan kepada semua orang,” lanjutnya.

Drogba (34), Lampard (33), Terry dan Ashley Cole (31) memang sudah kepala tiga. Namun soal semangat juang mereka tak kalah. Itulah sebabnya, Matteo masih yakin mereka bisa diandalkan.

“Drogba dan pemain lain yang cukup berumur tampil bagus saat membantai Spurs di semifinal FA Cup. Jadi saya kembali memainkannya. Dan hasilnya bagus,” beber Matteo. Kapten tim Jhon Terry menambahkan, bahwa laga itu merupakan salah satu laga terbaiknya. “Kami tampil tak kenal lelah, padahal kami sempat tak menyentuh bola selama 15 menit pada babak pertama. Dan Drogba luar biasa,” katanya.

Sementara peracik strategi Barca, Pep Guardiola menerima kekalahan itu. “Kami tak mungkin menang terus. Ini adalah sepak bola. Yang pasti, kami akan berupaya membalas di Nou Camp pekan depan. Kami akan menciptakan 24 peluang di sana dan mencetak gol,” bilang Guardiola juga dikutip di The Sun. (ful)

Galakkan Mengaji Setiap Magrib

Wali Kota Kunjungi Masjid Syuhada Medan Selayang

Menguatkan pertalian silaturahim di antara sesama umat muslim, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar Safari Magrib di Masjid Syuhada Jalan Syuhada Pasar VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (18/4) petang.

Kegiatan Safari Magrib dilaksanakan sebagai tindak lanjut dalam upaya  membangun silaturahim  antar Pemko Medan dengan masyarakat. Bila sudah terjalin silaturahim  dengan baik, maka bisa mendorong dan memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan di Kota Medan.

Rahudman berpendapat, membangun tidak selamanya bersifat fisik saja, melainkan bisa melakukan pembangunan mental dan spritual. Khusus dalam upaya pembangunan mental dan spritual, kenaziran masjid diminta untuk menghidupkan kembali Magrib Mengaji.

“Saya menyediakan dua orang guru mengaji sekaligus untuk mengenalkan dan mengajarkan Al Quran kepada anak-anak sejak dini. Kedua guru mengaji itu masing-masing diberi  honor Rp500 ribu setiap bulannya,” katanya.

Dia menyebutkan, gaji dua guru mengaji itu langsung dibayarkan setahun. Sehingga ditinggalkan uang sebesar Rp12 juta untuk honor guru mengaji di Masjid Syuhada. Dengan demikian anak-anak yang ingin belajar mengaji sudah memiliki pembimbing. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan dapat membangun karakter anak-anak pada masa yang akan datang,” harapnya.

Saat menggelar Safari Magrib, Rahudman didampingi Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi serta sejumlah pimpinan  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemko Medan.

Dia menyebutkan, kunjungannya ke Masjid Syuhada sudah kedua kalinya. Karenanya, dengan kunjungan yang kedua ini semakin meningkatkan jalinan tali silaturahim  dengan masyarakat.

“Apabila tali silaturahim sudah terjalin dengan erat, maka terciptalah kebersamaan. Jika sudah ber sama, maka semua kendala dan aral rintangan yang ada pasti bisa dihadapi. Di samping itu dengan kebersamaanlan seluruh program Pemko Medan dapat dijalankan se suai yang diharapkan,” sebutnya.
Selain menyerahkan honor untuk guru mengaji, Rahudman memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Syuhada dari Pemko Medan sebesar Rp30 juta ditambah dengan infak orang tua serta keluarga sebesar Rp10 juta. Tak hanya itu, ditambah lagi dengan sumbangan sejumlah pimpinan SKPD yang ikut mendampingi Wali Kota Medan sebesar Rp10 juta. Dengan demikian malam itu BKM Masjid Syuhada mendapatkan batuan Rp50 juta untuk pembangunan masjid dan Rp12 juta untuk gaji dua guru mengaji.

Sebelum digelarnya Safari Magrib, Rahudman bersama rombongan terlebih dahulu melaksanakan Salat Magrib berjamaah dengan warga sekitar. Bertindak sebagai imam Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Prof DR M Hatta.

Usai menggelar Salat Magrib, dilanjutkan dengan Safari Magrib. Dalam kegiaan itu diisi dengan pembacaan surat suci Al Quran, diteruskan dengan sambutan dari Ketua BKM  Drs HE Hasugian.

Dalam sambutannya, Hasuguan menyampaikan, sebelum dibangun, Masjid Syuahda sering tergenang banjir karena lokasinya sangat rendah. Tapi, setelah dibangun pada tahun 2010, masjid ini tidak pernah kebanjiran lagi. Meski demikian, kondisi fisik masjid belum rampung, masih dibutuhkan dana untuk finishing. Karenanya  menargetkan masjid baru selesai pada tahun 2015.

“Kami berharap dermawan membantu pembangunan Masjid Syuhada,” sebutnya.

Ketua MUI Kota Medan Prof Dr M Hatta mengatakan, Safari Magrib yang dilaksanakan wali kota sangat menunjang apa yang telah diprogramkan Menteri Agama Republik Indonesia yakni Maghrib Gemar Mengaji. Untuk itu, MUI Kota Medan, mengapresiasi yang luar biasa atas digelarnya kegiatan Safari Magrib.

“Kegiatan ini sangat menyentuh dengan kebutuhan umat kita pada saat ini, untuk mendalami, memahami dan menghayati serta melaksanakan ajaran Al Quran tersebut,” ucap Hatta.(adl)

Credit Union Bantu Ekonomi Petani

MEDAN- Tidak menjadi rahasia umum lagi petani selalu terkendala dana untuk mengembangkan usahanya. Pinjaman dari bank sulit untuk mendapatkannya. Akhirnya, alternatif masyarakat harus berurusan dengan rentenir.

Tetapi kini tidak lagi. Credit Union (CU) Aman Abadi siap membantu. Melalui swadaya masyarakat, simpan pinjam yang meringankan masyarakat ini pun dapat terealisasi.

Sistem peminjamannya sangat mudah, karena tidak membutuhkan jaminan dalam mendapatkan dana. “Jaminanya adalah tabungan yang dimiliki  anggota yang telah bergabung minimal 3 bulan,” ujar Bendahara Credit Union Aman Damai di Desa Silebo-Lebo Namobuah Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Muslim Ketaren.

Di desa ini, pada umumnya, masyarakatnya bekerja sebagai petani, mulai dari sawit, karet, jagung, coklat, dan jambu biji. CU ini sendiri berdiri, karena kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bitra Indonesia dan masyarakat setempat.

Setiap anggota yang telah bergabung minimal 3 bulan, diperbolehkan mendapatkan pinjaman minimal 3 kali lipat dari tabungannya.
Misalnya, si anggota memiliki tabungan Rp500 ribu, maka dia bisa mendapatkan dana minimal Rp1,5 juta. “Dana tersebut kita kumpulkan dari masyarakat berupa simpanan pokok, dana wajib masing-masing Rp20 ribu per bulan, dan dana pangkal Rp10 ribu,” tambah Muslim.
Dengan pinjaman itu, anggota diberi kesempatan untuk mengembalikannya dalam jangka waktu sekitar 10 hingga 30 bulan, ditambah dengan biaya jasa (bunga) sekitar 3 persen menurun. Maksudnya, biaya jasa sesuai dengan sisa pinjaman, bukan berdasarkan total pinjaman.

“Niat kita awalnya untuk membantu masyarakat, jadi sistem yang kita gunakan juga untuk membantu masyarakat,” ujar Muslim.
Perkembangan sistem pinjaman ini cukup sukses, terbukti dari awal masa pendiriannya, CU ini hanya beranggotakan sekitar 17 orang, tetapi setelah 9 tahun beroperasi, Desa yang terdiri dari 8 dusun ini sudah memiliki  314 anggota yang bergabung ke CU. “Bukan hal mudah untuk meyakinkan mereka akan sistem ini, promosi juga tidak ada, kita hanya menggunakan sistem kepercayaan, dan akhirnya, masyarakat sendiri yang datang,” tambah Muslim.
Salah satu bukti lain dari CU Aman Damai ini, saat salah satu bank terbesar di Indonesia mencoba untuk membantu dalam penyediaan dana. Tetapi harus ditolak, mengingat ini merupakan usaha untuk rakyat.

“Kita murni untuk rakyat, bukan untuk usaha. Jadi, kita tolak permintaan dari bank tersebut,” tambah Muslim. Bahkan, pada 2011 yang lalu, CU ini mendapatkan laba Rp198 juta, dengan modal Rp2,8 M.

Mengingat perkembangan ini, kedepannya CU akan memberikan pinjaman maksimal  Rp50 juta. “Rencana kedepannya sekitar Rp50 juta pinjaman maksimal, mengingat antusias masyarakat yang positif,” ungkap Muslim.

Untuk operasionalnya, CU ini buka hanya sebulan sekali, setiap tanggal 19. Pada tanggal tersebut, selain untuk setoran, juga untuk mencairkan pinjaman.
“Buka hanya sekali sebulan untuk mengurangi biaya, tanggal tersebut selain untuk pembayaran setoran, cicilan, juga untuk pencairan pinjaman,” tambahnya.

Sementara itu, Iswan Kaputra,  Manejer RD-ICT Bitra Indonesia mengatakan program ini bukan hanya untuk memudahkan petani dalam mendapatkan dana, tetapi juga sebagai ajang edukasi, karena masyarakat diajarkan untuk menabung.
“Melalui simpanan wajib dan pokok, masyarakat diajarkan bagaimana cara menabung. Dimana kita bisa menemukan, pinjaman dengan jaminan tabungan. Karena itu ini bukan untuk mencari keuntungan, tetapi membantu masyarakat,” ujarnya. Dia menambahkan CU juga memberikan bantuan berupa dana untuk modal usaha. (ram)

Fokus ke El Clasico

BARCELONA- Barcelona akan segera melupakan kekalahan dari Chelsea di Liga Champions. Barca memilih langsung fokus pada duel el clasico melawan Real Madrid (21/4).

Sama halnya dengan Barca yang kalah dari Chelsea pada first leg semifinal Liga Champions, Real juga kalah 1-2 dari Bayern Munchen. Hasil yang memaksa mereka harus bekerja keras pada second leg di kandang masing-masing.

Sebelum memikirkan second leg, sebaiknya keduanya fokus pada el clasico. Sebab, ini bisa menjadi penentu juara Liga Primera Spanyol musim ini. Real sekarang hanya unggul empat angka atas Barcelona (85-81) di sisa lima pertandingan.

Bila Barca menang, maka mereka tinggal selisih satu angka dan itu sangat riskan bagi perburuan gelar. Sedangkan bila Real menang, maka jarak angka semakin menjauh dan Real berpeluang kembali juara setelah tiga musim terakhir selalu dikangkangi Barca.

“El clasico kali ini sangat menentukan bagi perburuan gelar musim ini. Kalau kami mampu mengatasi mereka maka peluang kami akan terbuka lebar. Ini pertandingan yang sangat krusial,” kata Victor Valdes, kiper Barca, seperti dikutip AS.

AS memprediksi, melawan Barca, entrenador Real Jose Mourinho kemungkinan akan menurunkan Mesut Oezil dan Kaka secara bersamaan. Winger asal Argentina Angel Di Maria akan diistirahatkan di bench dan menunggu waktu yang tepat untuk turun.

Kemudian, untuk lini depan, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo masih menjadi pilihan utama. Sedangkan di bek kiri, Fabio Coentrao dan Marcelo akan saling bersaing untuk menunjukkan diri.

El clasico kali ini juga menjadi pembuktian siapa yang lebih tajam di antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sekarang mereka berdua sama-sama mengemas 41 gol dan menjadi yang terdepan dalam perburuan top scorer Liga Primera.

“Messi dan Ronaldo seperti menjadi magnet tersendiri. Mereka punya kelebihan ketimbang yang lain. Kami sungguh beruntung karena memiliki keduanya di Liga Primera,” bilang Pep Guardiola, pelatih Barca, seperti dilansir Soccernet. (ham/jpnn)

KSS I Simpang Kwala Capai 2.653 Orang

MEDAN- Nasabah Kredit Sumut Sejahtera I (KSS I) di KC Simpang Kwala dan KCP di bawahnya sudah mencapai 2.653 orang. Kredit ini diberikan untuk memberikan bantuan ekonomi masyarakat lemah yang memiliki usaha.

Seorang nasabah KSS I PT Bank Sumut dari Kelompok Kredit Mikro Pancurbatu, Hubaidiyah mengaku dengan adanya bantuan ini dirinya bersama rekan-rekannya sangat terbantu. “Kami sangat senang karena ada bantuan kredit tersebut. Kami juga mendukung bapak Gus Irawan maju untuk menjadi orang nomor satu di Sumut,” katanya dihadapan Dirut Bank Sumut dan ribuan nasabah saat temu ramah Dirut PT Bank Sumut dengan nasabah KSS I KC Simpang Kwala dan KCP di bawahnya di Jambur Halilintar Padang Bulan Medan, Rabu (17/4).

Dia juga mengaku kredit yang diberikan sangat ringan karena KSS I dierikan tanpa agunan. Hal ini, menurutnya, sangat membantu masyarakat khususnya yang berada di kalangan ekonomi lemah.

Gus Irawan Pasaribu juga menyampaikan nasabah KSS I di KC Kwala dan KCP di bawahnya sudah mencapai 2.563 orang. Dia berharap, nasabah tersebut agar naik kelas menjadi nasabah KSS II dimana pinjaman kredit yang didapat sebesar Rp5 juta sampai Rp50 juta.  “Yang naik ke KSS2 saat ini hampir 3000 orang dengan  jumlah kredit yang disalurkan Rp67 miliar. Yang diapreasis bahwa tidak ada NPL atau tidak ada yang menunggak,” ujar Gus Irawan.
Saat ini  KSS I yang diberikan khusus bagi perempuan mencapai 72.000. KSS I merupakan program pemberdayaan awal khusus untuk perempuan. (saz)