25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13627

Credit Union Ajari Masyarakat Menabung

Credit Union merupakan salah satu usaha untuk membantu masyarakat kecil terutama petani. Apa kata pengamat ekonomi?
Berikut wawancara pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak dengan wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe.

Bagaimana menurut Anda sistem pinjaman di Credit Union?

Credit Union (CU) ini merupakan lembaga keuangan mikro. Nasabah yang mereka incar juga berupa nasabah kelas kecil, jadi pada umumnya usaha ini bediri di perdesaan. Sistem kerjanya seperti koperasi simpan pinjam, dimana hanya masyarakat yang terdaftar sebagai anggota yang dapat meminjam. Nah, ini yang membuat CU aman dari kredit macet.

Apakah aman bila menyimpan di CU?

Tentu saja karena mereka lebih memilih nasabah yang level bawah. Level bawah ini biasanya sangat jujur. Kalau sendainya ada kredit macet, biasanya pegawai  CU yang akan langsung meghadapi atau mendatangi nasabah yang macet. Lagian, karena sudah menjadi anggota akan memudahkan untuk menemukan anggota yang bermasalah. Karena ini sistemnya dan dasar hukumnya kalau saya tidak salah seperti koperasi, pasti aman. Selain itu, CU biasanya juga lebih selektif untuk memberikan pinjaman ke masyarakat yang di atas Rp10 juta. Pada umumnya benar-benar anggota yang telah teruji.

Keuntungan CU diperoleh darimana?
CU akan beroperasi sekitar 1 bulan sekali dengan jadwal yang telah ditentukan. Nah, ini akan menghemat pengeluaran dari CU itu sendiri. Keuntungan lainya didapat melalui pembayaran jasa (bunga). Ini memang sangat kecil, tapi dengan jumah nasabah yang meminjam, dipastikan akan menutupi biaya operasional dan mendapatka keuntungan.

Apakah CU memberikan keuntungan?
Iya, target dari CU bukan dari jumlah nasabah, melainkan jumlah finance. Atau yang biasa kita sebut sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) atau kalau diperbankan kita sebut deviden. Nah, biasanya akan dijadikan target, misalnya, deviden Rp2 juta untuk tiap anggota dan lainnya. Dari perputaran deviden ini yang menambah keuntungan dari CU.

Apa yang harus dilakukan masyarakat?
Masyarakat harus bisa membaca dan mengetahui dengan pasti jadwal dari CU. Bukan hanya itu, masyarakat juga harus mengetahui dan mengenali kebutuhannya. Usahakan bila meminjam itu karena memang untuk kebutuhan, bukan untuk jaga-jaga, yang akhirnya akan membuat dan menambah kesulitan dalam uang.

Apa keuntungan masyarakat?
Banyak, selain dapat terjerat dari pinjaman dengan bunga besar, masyarakat juga akan dibantu dengan pendidikan. Pada umumnya, masyarakat dipedesaan akan sangat sulit untuk menabung, tetapi dengan CU akan membuat mereka mengerti apa itu menabung dan lainnya. (*)

Tak Ada Lampu, Final Ditunda

Manchester United Premier Cup-2012

MEDAN- Laga final Manchester United Premier Cup 2012 antara SSB Generasi Kosek melawan SSB Gumarang terpaksa ditunda hingga Sabtu (21/4). Pasalnya, Lapangan Lanud Polonia Medan, tempat digelarnya pertandingan ini tak memiliki lampu penerangan.

Seharusnya, laga tersebut berakhir pukul 18.00 WIB, namun molor hingga pukul 19.00 WIB. Sementara pertandingan masih menyisakan satu babak lagi. Sementara di babak pertama, SSB Generasi Kosek dan SSB Gumarang bermain sama kuat 0-0.

Setelah dilakukan perundingan antara kedua tim dan panitia, akhirnya disepakati, pertandingan babak kedua akan dilanjutkan siang ini, Sabtu (17/4), pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, SSB Generasi Kosek dan Gumarang lolos ke babak final setelah mengalahkan lawan-lawannya di semifinal. SSB Generasi Kosek menekuk SSB Kebun Bunga dengan skor 5-4 lewat drama adu pinalti.

Kelima gol milik besutan Sucipto itu diciptakan oleh Ridho, Misli, Handoko, Ahmad Fauzi dan M.Idris. Sedangkan keempat gol SSB Kebun Bunga diciptakan Hansoma Perdana, Rio, M azmi, Fazar Ramadhan.

Sementara SSB Gumarang melaju ke partai final setelah di semifinal mengalahkan SSB Surya Pratama Marendal dengan skor 1-0.
Pelatih SSB Generasi Kosek, Sucipto mengaku bangga kepada anak asuhnya kerena bermain baik. “Kami tak pernah menganggap remeh lawan, karena dalam satu babak ini belum juga menunjukkan hasil, itu terbukti bahwa tim lawan termasuk tim kuat,” katanya.

Nunuk, selaku ketua panitia didampingi Darwin Ketua PSSI Sumut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada setiap peserta yang bertanding dari hari lalu hingga sekarang.

Sebelum tim yang lolos semifinal bertanding, Darwin memberikan hadiah berupa satu blok tiket pertandingan lanjutan laga IPL di Stadiun Teladan Sabtu (21/4) ini. (mag-10)

Ditangkap Bawa Televisi dari Rumah Kekasih

Firman harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berusia 35 tahun warga Jalan Pasar V, Percut Seituan itu, diadukan kekasihnya Eviyanti alias Evi (42), karena mencuri televisi milik kekasihnya itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat saat Firman datang menemui Evi di rumahnya Jalan Pasar III, Percut Seituan. Firman kemudian meminta kunci rumah. Begitu diberikan Evi, Firman langsung meninggalkan rumah Evi. Rupanya, diam-diam Firman datang ke rumah Evi yang kebetulan kosong. Firman mengambil handphone dan televisi.

Sayang, saat hendak membawa televisi dengan naik betor terlihat oleh tetangga Evi bernama Ana (30).

Selanjutnya, Ana langsung melaporkan perbuatan Firman kepada Evi. Begitu mengetahui televisinya dibawa tanpa seizinnya, Evi langsung melapor ke Mapolsekta Percut Seituan.

Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, Firman langsung ditangkap ketika berada di Jalan Pasar III Datuk Kabu.
Kepada polisi, Firman mengaku barang tersebut adalah miliknya yang digadaikan kepada Evi.

“Itu televisi ku, yang aku gadai sama Evi. Televisi itu telah dijual ke Batangkuis,” ujar Firman kepada polisi.

Firman mengaku berpacaran dengan Evi selama setahun dan sempat tinggal serumah dengan janda tersebut tanpa ada status ikatan pernikahan.
Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan menjelaskan, Firman masih menjalani pemeriksaan. (gus)

Kalahkan USU, Mikroskill ke Final

Turnamen Basket UMSU Cup 2012

MEDAN- Perebutan tiket final putra Turnamen Basket UMSU Cup 2012 menyajikan pertarungan yang menegangkan antar empat semifinalis. STMIK Mikroskill memastikan tiket finalnya dengan menundukkan USU, 57-54.

Sementara tiket final lainnya masih diperebutkan UMSU dan Harapan yang harus menunda laga karena hujan. Padahal, keduanya bertarung ketat pada skor 32-32 di kuarter kedua. Namun hujan deras membuat lapangan tergenang dan laga ditunda hingga Sabtu (18/4) pukul 18.00 WIB. Final yang seyogyanya digelar Sabtu (21/4) juga mundur menjadi Minggu (22/4) besok.

Sebelumnya, duel dramatis terjadi pada pertarungan USU dengan STMIK Mikroskill. Sejak kuarter awal, kedua tim saling kejar mengejar angka. Papan skor menunjukkan perolehan angka yang ketat hingga akhir. Angka pertama Mikroskill dari lay up Evan namun USU yang berkali-kali melakukan percobaan three point shoot akhirnya mampu mencetak angka lewat aksi kapten tim USU, Tito dan Andri. USU unggul 14-12 di kuarter awal.
Kuarter kedua, kepercayaan diri Mikroskill kembali bangkit dengan kehadiran guard andalannya, Hendrik. Kemampuannya menembus zona pertahanan ketat lawan dan akurasi tembakannya menjadi senjata pamungkas bagi Mikroskill. Tapi USU tak mau kalah. Tembakan tiga angka Aldrian dan shooting Andri membuat USU memaksakan hasil 25-25 hingga akhir kuarter kedua.

Ketegangan semakin meninggi di dua kuarter sisa. Diawali saling unjuk kemampuan menembak dari luar daerah. Tiga angka dari Evan berbalas tiga angka dari Aldrian. Evan tidak sekali menunjukkan kelihaiannya itu di kuarter kedua. Mikroskill sempat unggul 33-31, namun performa apik Center USU, Basofi juga menjadi senjata USU. Kemampuannya dalam rebound dilengkapi dengan sebuah blok dan lay up kembali membuat skor kembar 38-38 di akhir kuarter ketiga.

Gantian USU mengandalkan serangan dari luar zona daerah di kuarter penentu. Tercatat empat three point shoot USU berbuah angka. Dua dari Tito, sekali Guruh dan Aldrian. Beruntung masih ada Hendrik yang membuat Mikroskill tetap menempel 52-54. Namun sebuah momentum bangkit dimulai lewat shoot Evan. Sial bagi USU terkena team foul dan berbuntut free throw. Evan sukses dengan sekali lemparan yang membalikkan keadaan 55-54. Sebuah steal Anggara diakhiri dengan lay upnya membawa Mikroskill memperbesar defisit 57-54 yang bertahan hingga laga usai.

Pelatih Mikroskill, Armanda Kosasih mengakui timnya kalah dari segi postur tubuh sehingga dengan cerdik dirinya mengunci dari tengah. “Size pemain kita kalah. Karena itu kita kunci dari tengah. Kita juga coba main lebih sabar dengan memperlambat tempo karena kita juga kalah cepat. Untuk final kita akan lebih perbaiki defence,” katanya.

Sementara Pelatih USU, Dani mengatakan anak asuhnya sudah berjuang maksimal. “Cukup puas dengan permainan anak-anak yang terus fight. Tapi memang Mikroskill lebih bagus terutama nomor 14 (Evan, Red) yang akhirnya membuat kita tertinggal di akhir-akhir,” pungkasnya. (mag-18)

246.428 Siswa Hadapi UN SMP

MEDAN-Sebanyak 246.428 siswa SMP sederajat di Sumatera Utara siap mengikuti ujian nasional (UN) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) mendatang.

“Tahun ini jumlah peserta ujian nasional (UN) tingkat SMP sebanyak 199.546 siswa, MTs sebanyak 46.882 dan SMPLB 12 siswa, sehingga total seluruh yang ikut ujian adalah sebanyak 246.428 siswa,” ujar Ketua Panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan Sumut, Hendri Siregar, saat dikonfirmasi, Jumat (20/4).

Menurut Hendri, proses pendistribusian soal sedang berlangsung ke kabupaten/kota dari gudang penyimpanan di Jalan Bilal Medan dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Hendri juga mengatakan, sesuai rencana, pendistribusian naskah soal UN ke kabupaten/kota dilaksanakan empat hari dari mulai Rabu hingga Sabtu (18-21 April). Untuk hari pertama tujuan pendistribusian adalah Nias, Gunung Sitoli, Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan. Hari kedua bahan ujian akan dikirimkan ke Padang Sidempuan, Tapsel, Madina, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Sibolga dan Tapteng.

Kemudian hari ketiga naskah akan didistribusikan ke Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Samosir.

Sementara pada hari terakhir, Sabtu (21/4) bahan ujian akan dikirimkan ke kabupaten/kota terdekat seperti Karo, Dairi, Pakpak Bha rat, Pematang Siantar, Simalungun, Binjai, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebingtinggi dan Medan.

Aksi Coret Baju di Luar Tanggung Jawab Dinas

Sementara aksi coret baju usai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA di luar lingkungan sekolah di luar tanggungjawab Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis mengaku, sudah melarang siswa didik melakukan coret baju.

“Kalaupun ada aksi coret baju itu semua di luar jangkauan kami. Karena saya sudah perintahkan kepada seluruh kasek untuk melakukan pengawasan terhadap siswa yang membawa spidol dan cat piloks,” kata Rajab Lubis.(uma/adl)

Ratusan Pedagang Minta Pengelola Jaga Malam Jangan Diganti

MEDAN-Ratusan pedagang Pusat Pasar Medan mengancam kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Wali Kota Medan, jika Frengky Napitupulu yang selama ini mereka percayai sebagai pengelola keamanan pasar malam hari diganti.

Seorang pedagang, Rukiah Manurung (58) mengungkapkan, dengan adanya pergantian pengelola jaga malam tersebut dirinya bersama ratusan pedagang lainnya akan mengajukan surat pernyataan keberatan dan penolakan ke Pemko Medan.

“Saya dan teman lainnya akan menjumpai Pak Wali Kota, agar pergantian segera dibatalkan,” ujarnya.

Menurut ibu yang sudah berjualan selama 37 tahun di Pusat Pasar Medan itu, Frengky Napitupulu sudah memberikan kenyamanan bagi semua pedagang.
“Dia sudah dekat sama kami, semenjak dia yang mimpin selama puluhan tahun barang-barang kami selalu aman,” ujarnya.
Menurutnya, bila usulan pedagang tidak ditanggapi, maka ratusan pedagang yang sudah berjualan selama puluhan tahun akan melakukan aksi besar-besaran ke kantor Wali Kota.

Hal yang senada juga dikatakan  Ratna Ginting (53), pedagang lainnya. Menurutnya, semenjak dikelola Frengky Napitupulu, para pedagang selalu kondusif dalam menjalankan usaha dagangannya.

“Kita sangat nyaman menjalankan usaha,” singkatnya. Begitu juga pengakuan Matlom Pangribuan. Menurutnya, hingga kini penyebab digantinya Frangky Napitupulu tidak diketahui sama sekali sehingga para pedagang resah.

Frengky Nepitulu mengungkapkan semuanya terserah kepada seluruh pedagang. Karena untuk menentukan pengelola hak pedagang.
“Kita kembalikan semua sama pedagang, biar mereka yang memilihnya, itukan hak mereka,” jelas Frengky. (gus)

Mau Kabur ke Malaysia, Buronan Kejari Medan Ditangkap

MEDAN- Tim Satgas Kejagung berhasil menangkap salah satu DPO Kejatisu dan Kejari Medan, Daulat Tampubolon, terdakwa perkara korupsi pembangunan Gedung Poltekes Medan 2007. Daud ditangkap di Pekanbaru, Kamis (19/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Persisnya saya belum tahu. Sebab, informasi masih terbatas,” jelas Plh Kasi Penerangan Hukum Kejatisu, Ronald H Bakara, Jumat (20/4).
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel), Edwin Pamimpin Situmorang menambahkan, Direktur CV Paramita Perkasa ini ditangkap saat hendak terbang ke Malaysia melalui Bandara Sutan Syarif Kasim.

Daulat tiba di Bandara Polonia Medan sekira pukul 08. 00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Sekretariat Kejatisu dan langsung dibawa ke Lapas Tanjung Gusta.
“Dia ditahan di Lapas Tanjung Gusta karena putusannya sudah ingkrah,” tambahnya.

Daulat merupakan konsultan pengawas proyek senilai Rp9.7 miliar bersumber dari APBN tersebut. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Kejari Medan menuntut Daulat Tampubolon selama tiga tahun penjara denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara. Daulat juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp350 juta subsider tiga tahun penjara. Majelis Hakim sendiri memvonis bebas. (rud/pra/jpnn)

Tambah ATM dan Kantor, BCA Siapkan Rp1 Triliun

JAKARTA- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure) Rp800 miliar hingga Rp1 triliun untuk menambah kantor cabang, ATM, dan memperkuat layanan IT (information technology). Soalnya nasabah BCA saat ini telah mencapai 10 juta orang.
“Kapasitas harus terus ditambah karena layanan harus tetap optimal, seperti ATM kita itu setiap bulan melayani 15 ribu transaksi per mesin. Meskipun nggak 24 jam, tapi ramai di working hours, atau saat-saat tertentu. Kalau dibagi rata-rata itu setiap mesin itu terpakai setiap menit,” ujar Direktur Utama Bank BCA Jahja Setiadmadja saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos (grup Sumut Pos) biro Jakarta kemarin. Saat ini BCA memiliki sekitar 8.500 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain menambah mesin ATM, BCA juga akan terus menambah jumlah mesin setoran tunai yang jumlahnya saat ini baru ratusan. Jahja menyebutkan, penambahan mesin setoran tunai tidak bisa dilaksanakan secara besar-besaran karena selain biayanya besar juga masih menghadapi kendala teknis. “Mesin seoran tunai itu harus dipasangi alat pelacak uang palsu, beda dengan ATM biasa. Itu juga lebih sensitif karena ngelipat sedikit ditolak,” ungkapnya.
Jahja berdalih mengurusi jutaan tabungan nasabah biayanya besar. Sebab pihaknya harus membeli banyak ATM, membayar biaya sewa tempat, menggaji ribuan teknisi, dan membayar asuransi pengiriman uang dari bank ke ATM. “Bank yang punya banyak tabungan pasti banyak mutasi. Mereka harus menyiapkan sistim yang kuat. Lebih ringan mengurusi deposito,” sebutnya. (wir/jpnn)

Divonis 4 Tahun 10 Bulan, Nazaruddin Emosi

JAKARTA – Usai sudah perjalanan kasus suap wisma atlet yang menjerat Muhammad Nazaruddin . Kemarin (20/4), majelis memvonisnya bersalah lantaran terbukti menerima suap dari PT Duta Graha Indah serta mengganjarnya empat tahun sepuluh bulan penjara. Tapi bukan berarti proses hukum untuk mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tuntas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyimpan kasus-kasus lainnya.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Nazaruddin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan ketiga, yakni Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi,” kata ketua majelis hakim Dharmawati Ningsih saat membacakan amar putusannya kemarin (20/4).
Suami Neneng Sri Wahyuni itu juga didenda Rp200 juta dengan hukuman pengganti empat bulan penjara. Namun, majelis hakim tidak menyertakan uang pengganti kepada Nazaruddin. Padahal majelis hakim menyatakan Nazaruddin terbukti menerima suap cek senilai Rp4,6 miliar dari PT DGI yang merupakan komitmen fee dan berasal dari APBN.

Menurut majelis, Nazaruddin bersalah karena dia pegawai negeri atau penyelenggara negara telah menerima hadiah atau janji. Hadiah atau janji tersebut patut diduga berhubungan dengan jabatannya.

Cek tersebut diberikan kepada Nazaruddin karena, Nazaruddin telah mengatur pemenangan PT DGI sebagai pelaksana proyek wisma atlet. Cek tersebut merupakan realisasi commitment fee 13 persen yang disepakati pihak PT DGI dengan Nazaruddin.

Putusan yang dijatuhkan Dharmawati itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK yang meminta Nazaruddin disanksi tujuh tahun penjara ditambah denda Rp300 juta.

Hakim Anggota Marsuddin Nainggolan menerangkan pihaknya menolak nota pembelaan Nazaruddin dan kuasa hukumnya yang berpendapat bahwa cek yang diterima merupakan marketing fee dari perusahaan swasta. Alasannya, karena fee yang telah disepakati kedua belah pihak bersumber dari APBN.
Tak hanya itu, majelis juga menolah argumen Nazaruddin dan kuasa hukumnya yang ngotot bahwa fee wisma atlet itu juga diguanakan sebagai pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Kongres Bandung. Kata majelis, dari fakta persidangan terungkap bahwa kongres dilakukan pada bulan Mei 2010, sedangkan lima lembar cek diterima Nazaruddin melalui anak buahnya pada Februari dan Maret 2011.
Hal yang menurut majelis hakim memberatkan Nazaruddin adalah  perbuatannya membuat citra DPR menjadi buruk.

Dia dinilai tidak memberikan contoh yang baik ke rakyat tapi justru memanfatkan jabatannya. Selain itu, kepergian terdakwa ke luar negeri malah mempersulit proses penyidikan dan membuat negara mengeluarkan biaya besar untuk memulangkannya.

Sedangkan hal yang meringankan, Nazaruddin masih berusia muda dan belum pernah dihukum. “Perbuatan terdakwa setimpal dengan hukuman yang dijatuhkan,” ujar Dharmawati.

Pihak JPU dan Nazaruddin sendiri mengaku akan pikir-pikir atas putusan tersebut. Tapi begitu sidang di tutup emosi Nazaruddin tiba-tiba meninggi.
Sambil beranjak dari tempat duduknya, politisi dari Dapil Jember Lumajang itu dengan nada tinggi berkata .

“Saya tidak terima dengan hasil sidang. Ini sudah direkayasa. Saya akan terus mengungkapkan kebenaran kasus ini dan saya pertanggung jawabkan hingga akhirat.”

Tentu saja Nazaruddin merasa kecewa dengan hal tersebut karena Majelis hakim sama sekali tidak menyeret nama yang dianggapnya harus ikut bertanggung jawab terlibat.

Misalnya, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, Ketua Komisi X Mahyuddin, dan lainnya. (kuh/dyn/pri/jpnn)

Dahlan Bantu Pak Raden

JAKARTA – Matahari tepat berada di atas kepala ketika Menteri BUMN Dahlan Iskan berjalan kaki menelusuri gang sempit di Jalan Petamburan III, Slipi, Jakarta Barat, kemarin (20/4). Tanpa rencana sebelumnya, dia tergerak untuk pergi mengunjungi drs Suyadi alias Pak Raden yang tinggal di salah satu rumah kontrakan di gang itu.

Keinginan bersilaturahmi dengan pencipta boneka Si Unyil ini muncul setelah Dahlan menunaikan salat Jumat di Masjid Jami’ al Islam, Petamburan, Jakarta. Kebetulan, kediaman Pak Raden hanya tiga gang dari masjid.

Mengenakan stelan kemeja warna putih, celana hitam dipadu dengan sepatu kets, Dahlan langsung masuk ke rumah Pak Raden. Pria berusia 79 itu sedang duduk di dalam rumahnya. Dia kaget karena kedatangan Dahlan secara tiba-tiba tanpa direncanakan sebelumnya. Pak Raden menyambut Dahlan dengan wajah sumringah. Keduanya lalu duduk berdampingan di kursi sederhana. Dahlan menjelaskan maksud kedatangannya untuk bersilaturahmi. Dia juga bertanya soal kondisi kesehatan Pak Raden.

Deretan lukisan karya Pak Raden yang digantungkan di dinding menyedot perhatian Dahlan. Di usia yang sudah senja, pria dengan suara khas itu memang masih rajin melukis. Hasil lukisannya dijual untuk penyambung hidup. Dahlan juga melongok ke ruang depan yang dipakai untuk studio lukisan.
Kunjungan Menteri BUMN yang hanya berlangsung sekitar 7 menit itu tidak disia-siakan oleh Pak Raden. Dia menceritakan seputar sengketa hak cipta boneka Si Unyil yang kini sedang ramai diberitakan.

Pak Raden memang sedang menuntut Perusahaan Film Nasional (PFN), salah satu perusahaan BUMN, atas hak royalti. Sementara PFN menyatakan memiliki hak paten atas Si Unyil. Perusahaan ini sendiri sedang dililit utang dan terancam akan dilikuidasi.
Menanggapi hal itu, Dahlan menyatakan tidak akan mencampuri masalah hukum terkait hak cipta Si Unyil. (jpnn)