Home Blog Page 13629

Benang Kusut KBI dan Interpelasi

Dahlan Iskan

Ada sebuah BUMN yang sebenarnya penting, tapi bernama PT KBI: Kliring Berjangka Indonesia. Bukan karena namanya itu yang salah, tapi memang sejak mendapatkan izin operasional sebagai lembaga kliring berjangka lebih 10 tahun lalu, belum bisa menjalankan fungsinya. Tugasnya sebenarnya mulia, tapi memang  berkelok-kelok jalannya. Misinya jelas, tapi kabur dalam pelaksanaannya.

KBI seharusnya mengurus “integritas perdagangan berjangka, pasar fisik komoditas, dan integritas informasi sistem resi gudang,” tapi sampai hari ini baru 1 persen pelaksanaannya.

Sebenarnya, kalau KBI sukses, sungguh bisa ikut memajukan pertanian dan perkebunan kita. Petani kita tentu juga ikut menikmati. Kita pun tidak akan ketinggalan lagi. Semua negara maju menyelenggarakan perdagangan komoditas berjangka. Kita yang masih belum.

Dengan perdagangan komoditas berjangka ini, fluktuasi harga produk pertanian bisa dicegah. Keluhan harga-harga hasil pertanian seperti jagung dan beras yang anjlok di musim panen bisa teratasi. Lalu lintas fisik hasil pertanian juga tidak terlalu besar. Yang akan lebih mondar-mandir adalah angka-angka.

Yang lebih penting lagi, hasil-hasil pertanian itu sudah bisa dimonetisasi tidak lama setelah panen terjadi. Volume perdagangan kita jadi melonjak. Perhitungan terhadap GDP juga bisa berubah.

Memang tidak gampang membuat sistem perdagangan komoditas ini berjalan. Direksi KBI sudah beberapa kali berganti, tapi jalan juga belum bisa ditemukan. Ide begitu banyak di masa lalu, tapi semuanya kuldesak. Ada benang kusut yang harus diurai. Hari Minggu akhir Maret lalu, diskusi benang kusut itu diadakan di ruang kerja saya di lantai 19 Kementerian BUMN. Hasilnya: kekusutan itu belum akan bisa diurai, tapi sudah kelihatan dari mana mulai menguraikannya.

Pertanyaan menggoda dalam diskusi itu: bagaimana KBI, sebagai perusahaan, bisa hidup lebih 10 tahun di tengah-tengah benang kusut seperti itu?  Rupanya, naluri manusia di mana-mana sama: harus bisa hidup. Seperti apa pun keadaannya. Bagaimana pun caranya. Seberat apa pun kondisinya. Segersang apa pun lahannya. Naluri survival manusia inilah memang modal utama kehidupan.

Tidak terkecuali manusia Surdiyanto Suryodarmodjo yang kini menjabat direktur utama PT KBI itu. Sus, begitu panggilannya, sebenarnya sudah berusaha menghidup-hidupkan perdagangan komoditas berjangka. Berbagai cara dia lakukan. Berbagai upaya dia tempuh. Tapi, karena syarat-syarat hidupnya perdagangan komoditas berjangka itu banyak, tidak mudah menyatukannya. Bayangkan, ada 11 lembaga di luar KBI yang juga harus berjalan kalau mau KBI berfungsi.

Perdagangan komoditas berjangka bisa berjalan baik manakala 12 lembaga ini bergerak bersama dalam satu irama. Ibarat sebuah mobil, harus ada setirnya, gasnya, remnya, mesinnya, speedometer-nya, gardannya, rodanya, dan jalan rayanya. Juga sopirnya dan bahan bakarnya. KBI hanyalah salah satu di antara bagian itu.

Dalam sebuah sistem perdagangan berjangka, harus ada lembaga kliring, asuransi, bank penyelesaian, penjamin, penerbit sertifikat, penjaga mutu, pengelola gudang, sistem informasi real time, stand by seller, stand by buyer, dan harus ada Bappebti (seperti Bapepam-nya pasar modal). Tentu harus ada penjual dan pembeli utama. Yakni, mereka yang mau mengikatkan diri menjadi anggota KBI sekaligus anggota pasar fisik komoditas.

Persoalannya: bagaimana merangkai semua itu dalam satu proses? Salah satu saja tidak berfungsi, bubarlah sistem ini. Tidak berjalannya konsep resi gudang sebagai sarana untuk menolong petani beras kita, misalnya, antara lain karena memang secara keseluruhan, sistem perdagangan komoditas berjangka ini belum berjalan.

Kalau Sus menunggu bersatunya 12 lembaga itu, bisa-bisa PT KBI mati duluan. Agar perusahaan terus hidup dan karyawannya bisa tetap memperoleh gaji, untuk sementara KBI menjalankan bisnis sampingan: perdagangan saham. Hasil main samping ini ternyata sangat lumayan. Bisa-bisa PT KBI keasyikan main samping dan lupa permainan yang menjadi pokok tugasnya. Main-main ini bisa menghasilkan omzet Rp60 miliar/tahun dengan laba Rp40 miliar.

Di satu pihak, saya tentu sangat memuji naluri survival direksi KBI ini. Terima kasih Pak Sus! Anda pahlawan perusahaan dan pahlawan untuk karyawan-karyawan Anda! Di lain pihak, tentu saya prihatin karena 99 persen aktivitas KBI masih di luar tugas pokoknya.

Yang juga menyenangkan adalah Sus masih terus kelihatan gelisah. Dia masih berpikir waras: kalau cara main samping ini diterus-teruskan, lantas apa bedanya KBI dengan perusahaan sekuritas? Dia juga gelisah: kapan KBI bisa berfungsi sesuai dengan bidang usahanya yang mulia itu?

Kesimpulan diskusi di Minggu itu sudah tepat: KBI tidak mungkin jalan tanpa pembenahan di bagian hulunya dulu. Hulunya yang harus disiapkan. Maka, saya putuskan BUMN harus serius bergerak membenahi hulunya. Biarkan KBI tidak berjalan dulu. Biarkan KBI meneruskan permainan sampingnya dulu.
Dalam satu tahun ke depan, pembenahan hulu harus selesai. Agar tidak banyak masalah, biarlah BUMN-BUMN pangan yang menyiapkan hulunya itu. Pelan-pelan, kalau pasar sudah terbiasa, swasta pasti ikut dengan sistem modern ini. Tiga program besar BUMN di bidang pangan bisa sekaligus dijadikan hulu sistem perdagangan komoditas berjangka. Program Pro-Beras BUMN harus sukses dulu. Demikian juga, program Yarnen (bayar utang benih/pupuk BUMN saat panen) dan program perkebunan padi (pencetakan sawah baru) juga harus berhasil.

Jaringan mereka inilah nanti (termasuk pabrik-pabrik penggilingan beras) yang akan menjadi anggota KBI sekaligus menjadi anggota pasar fisik komoditas.

Kalau BUMN pangan calon-calon anggota KBI ini sudah eksis dan tertata, baru kita melangkah ke yang lebih hilir: pergudangan. Tanpa sistem pergudangan yang baik, tidak mungkin sistem perdagangan komoditas berjangka ini berjalan.

Semua komoditas harus masuk gudang. Bukan gudang biasa, tapi gudang bersertifikat. Sekarang ini, jangankan gudang bersertifikat, berapa potensi gudang yang tersedia saja masih belum terkoordinasi. Pergudangan kita harus jadi kekuatan ekonomi yang penting.

Senin lalu saya perlu berkunjung ke Kalibaru Timur. Di situlah PT BGR (Bhanda Ghara Reksa) berkantor. Inilah BUMN yang bergerak di bidang pergudangan. BGR memiliki gudang sendiri sebanyak 160 buah, tapi seluruh gudang yang dikelolanya 615 buah. Itu belum cukup. Gudang-gudang milik BUMN lain harus dalam satu koordinasi. Misalnya, gudang milik Bulog, gudang milik Pertani, dan gudang milik Pusri. Bahkan, gudang-gudang milik pemerintah, seperti milik Kementerian Perdagangan, juga harus tergabung dalam sistem pergudangan nasional.

Kalau tahun ini sektor hulu sudah selesai ditata, giliran tahun depan sektor pergudangan menjadi fokus kita. Sertifikasi gudang harus diurus mulai tahun ini agar tahun depan bisa mengikuti pola pergudangan yang sudah dipelopori PT BGR. Menurut Dirut PT BGR Mulyanto, perbankan kita sudah mulai mengakui pentingnya peran gudang bersertifikat dalam sistem pembiayaan nasional. “Barang yang ada di gudang bersertifikat sudah bisa diagunkan. Kami tinggal mengeluarkan bukti simpan. Bukti simpan ini sudah menjadi surat berharga,” kata Mulyanto.

Karena harus ada dua lini di hulu dan di tengah yang harus dikerjakan dengan serius dan tekun, rasanya sistem perdagangan komoditas berjangka baru bisa dikembangkan di tahun ketiga: 2014. Bersamaan dikembangkannya sistem resi gudang. Kita memang tidak sabar. Tapi, tanpa ketelatenan membenahi hulunya, sampai kapan pun sistem perdagangan komoditas tidak akan terwujud.

Jalan masih panjang, lorong-lorongnya berkelok-kelok, godaannya begitu banyak, tapi kalau langkah sudah diayunkan, tujuan akan tercapai.   Kecuali ada interpelasi. (*)

Pembangunan MIC Ditenggat Sebelum Ramadan

Pengurus Yayasan Medan Islamic Center (MIC) diminta sebelum bulan Ramadan tahun ini, sudah memulai pembangunan gedung Medan Islamic Center di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Desakan ini disampaikan masyarakat Medan bagian utara kepada Pemko Medan, kemarin.

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Medan Ir Syaiful Bahri Lubis pada saat memimpin rapat persiapan pembangunan Medan Islamic Center mengkatakan, pengurus yayasan MIC agar segera bekerja cepat melakukan berbagai tahapan, termasuk  pembebasan lahan.
“Dana awal pembangunan MIC menggunakan anggaran APBD 2012 sebesar Rp30 miliar. Nantinya, di PAPBD 2013 dan 2014 akan tetap kita tampung,” ujar Rahudman.

Pembina yayasan MIC, Prof Syahrin Harahap menganjurkan agar tahapan-tahapan awal pekerjaan perlu dikaji secara mendalam. Untuk itu, disarankan kepada pengurus yayasan untuk bergerak cepat sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan Wali Kota Medan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan MIC, Prof DR Ir H Basyaruddin, MS yang sependapat dengan arahan Wali Kota Medan. “Untuk itu kami akan segera melakukan pembebasan tanah dari Perumnas, kemudian baru pembebasan dari BPN Medan,” jelasnya.

Masyarakat Medan Utara yang tergabung dalam Presedium Masyarakat Medan Utara (PMMU), Syaharuddin mengatakan, pihaknya sangat mendesak agar Pemko Medan dapat membangun Islamic Center di kawasan Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Pasalnya, Pemko Medan selama ini sudah terlalu lama berjanji untuk merealisasikan pembangunan Islamic Center, tapi tak juga direalisasikan.

“Kita ingin Pemko jangan hanya sekadar janji-janji saja. Selama ini kita juga sudah kurang percaya dengan pemerintah karena janji tanpa ada realisasinya. Sama seperti halnya pembangunan Minapolitan di Medan Utara, hingga sekarang belum jelas realisasinya,” terang Syaharuddin.
Dikatakan Syaharuddin, kalau Pemko Medan merealisasikan pembangunan Islamic Center itu di tahun ini, maka pihaknya sangat mengapresiasi.
“Yang penting letakkan saja dulu batu pertamanya, jangan hanya sekadar ngomong dan berwacana. Soalnya rencana itu sudah terlalu lama. Bahkan anggarannya juga sudah mengendap lama yakni bantuan dari Islamic Development Bank (IDB),” terang Syaharuddin.

Sebelumnya, kata Syaharuddin, karena lamanya Pemko Medan merealisasikan pembangunan Islamic Center di kawasan Martubung itu, masyarakat sempat akan mengambil jalur hukum dengan mengugat Pemko Medan melalui class action, karena dengan janji-janji saja, masyarakat selama ini telah merasa dirugikan.

“Kita memang mau melakukan class action, karena selama ini kompensasi pembangunan untuk Medan Utara belum direalisasikan dengan baik, padahal itulah cita-cita kami. Makanya, seharusnya Pemko Medan dapat segera merealisasikan pembangunan itu dengan segera,” pungkasnya. (adl)

The Gunners Pertahankan Wenger

JALINAN kerja sama Arsenal dan Arsene Wenger kemungkinan besar masih akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. The Gunners sudah menunjukkan sinyal ingin lebih lama ditangani The Professor.

Wenger sudah bekerja di Arsenal sejak 1996 dan kontraknya sekarang akan habis pada Juni 2014 mendatang. Meski pria asal Prancis itu terakhir kali memberi gelar pada tahun 2005, petinggi klub tetap memercayainya.

“Bagi dia, bertahan lebih lama dari itu akan sempurna. Saya tidak bisa memikirkan orang lain yang bisa menangani tim lebih baik darinya,” jelas
Chairman Arsenal, Peter Hill-Wood, seperti dikutip Mirror Football.

Musim ini, ‘Meriam London’ sempat terpuruk beberapa kali dan posisi Wenger sempat digoyang. Namun, Wenger mampu membangkitkan Robin van Persie dkk. hingga kini bertengger di urutan ketiga klasemen Premier League di bawah dua klub Manchester.
“Dia sudah membuktikan bahwa apa yang orang bicarakan pada awal musim cuma sampah. Kami dihantam serangkaian cedera yang buruk dan itu berpengaruh,” kata Hill-Wood.

“Dia punya skuad muda, dengan sejumlah pemain muda yang luar biasa. Dia membangun tim muda dengan masa depan yang cerah dan saya yakin dia akan senang melihat mereka berkembang.”

“Saya ingin dia terus bertahan selama dia merasa bahagia di sini. Dia sudah 14 tahun bersama kami dan sudah melakukan pekerjaan yang hebat.”
“Saya ingin dia bertahan untuk jangka waktu yang lama dan saya sama sekali tidak melihat alasan mengapa dia harus pergi,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Medioker Mau Eropa

Getafe vs Sevilla

GETAFE- Perburuan kompetisi kasta kedua Eropa juga menarik untuk diamati. Para pemburunya sangat serius, meskipun rata-rata masuk klub kategori medioker alias menengah. Salah dua yang memburunya adalah Getafe dan Sevilla.

Yang cukup mengejutkan tentu saja kiprah Getafe. Meskipun sebenarnya langkah mereka kesana masih cukup jauh. Berada di posisi 11, Getafe butuh energi ekstra plus keberuntungan untuk duduk di peringkat enam-batas akhir zona Eropa di La Liga.

Tapi yang membuat kubu Getafe berharap adalah jarak poin antara peringkat 11 ke peringkat enam, hanya terpaut empat angka saja. Jika terus menang dan tim lainnya kalah, maka ada peluang duduk di peringkat enam menggeser Osasuna.

Dari situlah Luis Garcia-arsitek Getafe yakin timnya mampu. “Kami punya pilihan untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan,” katanya seperti dilansir Marca kemarin.

Nah, langkah optimisme itu sendiri bakal langsung dihalangi oleh Sevilla. Maka itu, Diego Castro dkk harus menjinakkannya kubu Negredo cs dini hari nanti.

“Jika kami mengalahkan Sevilla, maka kami akan mendekati pertarungan ketat untuk satu tempat di kompetisi Eropa,” katanya.
“Dan andai kami gagal, masih ada peluang terakhir yakni melawan Granada,” bebernya.

Kepercayaan diri Garcia memang cukup tinggi. Itu karena catatan menawan Getafe jika main di kandang sendiri di Coliseum Alfonso Perez. “Di kandang kami memenangkan partai penting. Atletico, Valencia hingga Barcelona kami kalahkan. Dan menjamu Sevilla tentu saja ada peluang besar, meskipun pasti bakal sulit,” pungkasnya.

Di sisi lain, kubu Sevilla juga berpeluang masuk zona Eropa musim depan. Dan kans mereka bahkan lebih baik, karena saat ini sedang duduk di peringkat tujuh. Hanya terpaut dua angka dari zona Eropa itu sendiri. Soal performa, Sevilla juga tak buruk-buruk amat. Yang jadi soal adalah partai tandang. Mereka kerap kewalahan jika harus melawat ke markas lawan.

Masalah lain adalah cedera. Ya, beberapa bintang mereka dibalut cedera. Dilansir Marca, peluang Sevilla bakal sulit menang di kandang Getafe dengan cederanya Andre Palop di bawah mistar. Penggantinya bahkan belum pernah diturunkan di kompetisi resmi, yakni Javi Varas. Namun begitu, Juan Cala dikabarkan siap merumput membantu pertahanan bersama Fernando Navarro dkk. (*)

Bukti Antidefensif Mourinho

Real Madrid vs Sporting Gijon

MADRID – Ketika membawa Inter Milan meraih treble winners musim 2009-2010, predikat sebagai pelatih defensif makin melekat pada diri Jose Mourinho. Di awal melatih Real Madrid, imej itu masih terbawa. Fans Real yang dikenal kritis dan mendambakan pertandingan dengan banyak gol sempat khawatir.
Namun, kekhawatiran itu berangsur-angsur tergerus. Apalagi setelah Mourinho berhasil membawa Iker Casillas cs menyamai rekor tim paling produktif Liga Primera milik pendahulunya atau era kepelatihan John Toshack pada musim 1989-1990.

Seiring mengalahkan Sporting Gijon 3-1 di Santiago Bernabeu kemarin, koleksi gol Real kini menjadi 107 gol. Jumlah itu masih bisa bertambah mengingat kompetisi masih menyisakan lima laga lagi.

“Rekor ini untuk orang-orang yang menyebut Jose Mourinho sebagai seorang pelatih defensif, Anda seharusnya melihat statistik,” kata asisten pelatih Real Aitor Karanka saat mewakili Mourinho dalam sesi konferensi pers seusai laga seperti dilansir Marca.

Sukses Real mencetak rekor tim paling produktif berbanding lurus dengan pencapaian gol Cristiano Ronaldo. Sebiji gol yang dicetaknya pada menit ke-74 membuat Ronaldo menjadi koleksinya ke-41 di liga musim ini dan memecahkan rekor 40 gol miliknya musim lalu.

Gol Ronaldo sangat vital karena membuat Real keluar dari tekanan dan memimpin 2-1. Gijon secara mengejutkan memberikan perlawanan sengit sejak menit awal, bahkan unggul dulu melalui penalti Miguel de las Cuevas (30’) sebelum dibalas Sergio Ramos tujuh menit berselang. Sedangkan gol ketiga Real dicetak Karim Benzema (82’) atau tiga menit setelah Gijon kehilangan kapten tim Roberto Canella. (dns/jpnn)

Trio Macan Bius Warga Medan

Jalan Santai dan HUT ke-111 Pegadaian di Lapangan Benteng

Atraksi Trio Macan di Lapangan Benteng mampu membius warga yang menghadiri ulang tahun ke-111 Pegadaian, Minggu (15/4). Kondisi hujan tak mampu menghalangi keinginan melihat penampilan tiga musisi Trio Macan yakni Lia Amelia, Caca dan Ivan dengan tetap bertahan di lapangan.

KEHADIRAN Trio Macam yang melantunkan sejumlah lagu hits diantaranya Hamil Duluan, Keong Racun, Sakit Hati dan Iwak Peyek menambah semarak HUT ke-111 Pegadaian yang didirikan pada 1 April 1901 tersebut.

Kemeriahan juga terlihat saat dilaksanakan jalan santai menyusuri sejumlah ruas jalan di Medan mulai dari Lapangan Benteng, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Maulana Lubis hingga finis di Lapangan Benteng.

Sejumlah hadiah laucky draw dibagikan kepada peserta jalan santai diantaranya setrika, kompor gas, televisi, kulkas, sepeda, sepeda motor dan hadiah menarik lainnya. Dalam acara ini juga ditampilkan atraksi cheerleader pelajar di Medan yang mampu memukau pengunjung.

Panitia juga menggelar pemberian apresiasi terhadap cabang dan UPC Pegadaian se-Sumut yang meraih prestasi terbaik. Pimpinan masing-masing cabang dan UPS meraih penghargaan dan uang pembinaan. Disamping itu, diserahkan pula satu unit ambulans yang diserahkan Direktur Bisnis Pegadaian, Wasis Johar didampingi Pimwil Pegadaian Agus Priyabodo SE MH kepada Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST.

Momentum HUT 111 Pegadaian juga dijadikan kebulatan tekad pimpinan dan karyawan Pegadaian dengan pagelaran acara ulang tahun yang mengusung tema ‘Satu Institusi, Satu Hati dan Satu Solusi’ yang mendapat respon luar biasa dari warga Medan sekitarnya. Bahkan dengan perubahan status menjadi persero sejak 1 April 2012, pimpinan dan karyawan bertekad memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam acara yang dimeriahkan bazar makanan dan pameran mobil antik, Pegadaian memperkenalkan program ‘Mulia’ sebagai investasi yang sangat likuid sepanjang masa yang memilikinya pun bisa diangsur sampai tiga tahun. Investasi dana dalam emas atau loga mulia sangat mudah diuangkan, dijual atau digadaikan dengan beragam pilihan mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram sampai 1 kilogram.

Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST yang menyanyi dua lagu juga memberi apresiasi terhadap peran Pegadaian yang banyak memberi manfaat kepada warga Sumut. Ia berharap momentum HUT ke-111 Pegadaian yang berdekatan dengan HUT ke-64 Pemprovsu dapat terus meningkatkan perananya kepada masyarakat. (*)

Buat Pagar Perlintasan KA di Jalan Alfalah Raya

082166238xxx

Kepada PT KAI cabang Medan didaerah Glugur banyak perlintasan kereta api yang tidak ada pintu perlintasannya. Contohnya di Jalan Alfalah Raya pas di samping kantor PLN Glugur. Di jalan ini sehari-hari ramai dilintasi kendaraan tapi di perlintasan KA-nya tidak ada pintu perlintasan. Ini sangat membahayakan.

Keputusan Menteri Perhubungan No. 53 Tahun 2000

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 53 Tahun 200, Bab V tentang tanggung jawab dan pembiayaan. Pasal 21: Badan Hukum atau Instansi pembuat perpotongan dan atau persinggungan bertanggung jawab terhadap keberadaan dan pengoperasian perpotongan dan atau persinggungan. Pasal 22, 1: Segala pembiayaan yang diperlukan yang berkaitan dengan pembangunan dan pengoperasian perpotongan dan atau persinggungan menjadi beban dan tanggung jawab dari Badan Hukum atau instansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. 2: Beban biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) khusus untuk perlintasan dibebankan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Apabila perlintasan tersebut dibutuhkan dalam rangka pembangunan jalan yang memotong jalu KA yang terlebih dahulu ada, maka beban dari pembuat jalan sebagai pembuat perlintasan. b. Apabila perlintasan tersebut dibutuhkan dalam pembangunan jalur KA memotong jalan yang terlebih dahulu ada, maka pembiayaan menjadi beban dari pembuat jalur KA sebagai pembuat perlintasan.

PP Nomor 56 Tahun 2009, tentang Penyelenggaraan Perkeretapian Pasal 75, Perpotongan jalur KA denganjalan dibuat tidak sebidang Pasal 78, Untuk melindungi keselamatan dan kelancaran pengoperasian KA pada perpotongan sebidang, pemakai wajib mendahulukan perjalanan KA.

UUD 23 Tahun 2007 Pasal 90 (d), Penyelengara prasarana perkeretaapian berhak dan berwenang mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan. Pasal 90 Ayat 1, perpotongan antara jalur KA dengan jalan dibuat tidak sebidang. 2, pengecualian terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dilakukan dengan tetap menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan KA dan lalu lintas jalan. Terima kasih.

Hasri
Humas PT Kereta Api Indonesia KAI Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara

Bangun Jaringan Pipa Tambahan

082164045xxx

Yth, Dirut PD Tirtanadi, sehubungan laporan dari penghuni komplek perumahan TNI-AL Barakuda Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, diberitahukan kepada Bapak bahwa sejak telah berdirinya rusun di komplek tersebut mengakibatkan aliran air dari pipa pada pagi sampai dengan petang sangat minim, tidak seperti biasanya.  Mohon kepada Bapak supaya dapat membangun jaringan pipa tambahan untuk penyediaan air yang ditujukan kepada rusun tersebut agar tidak mengganggu penyediaan air di komplek perumahan TNI-AL tersebut.

Diupayakan Tidak Terganggu

Terima kasih atas informasinya, laporan ini jadi bahan evaluasi bagi kami. Penyediaan air di kompleks perumahan TNI-AL Barakuda Kelurahan Tanjung Mulia tetap kami upayakan agar tidak terganggu.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Demi Barca, Messi Enggan Merumput di Liga Inggris

Banyak penggemar sepak bola menganggap Premier League sebagai liga terbaik di dunia dengan persaingan ketat antarklub. Bahkan pesepakbola dari seantero dunia pun banyak yang bermimpi bermain di Liga Inggris.

Tapi hal ini ternyata tidak berlaku bagi bintang Barcelona, Lionel Messi. Striker mungil Argentina yang sedang bersiap membela Barcelona melawan tim papan atas Inggris Chelsea di semi final Liga Champions Rabu (18/4) nanti, mengaku dia tidak pernah tertarik merumput di negeri Ratu Elizabeth II itu.
Messi mengaku dia sering menonton pertandingan Liga Inggris. Tapi dia tetap ingin hanya menjadi penonton saja.

“Saya tidak pernah membayangkan bermain di klub selain Barcelona. Hati saya terikat kepada klub tersebut,” ucap Messi. “Saya selalu ingin tinggal di Barcelona sejak hari pertama saya tiba di sana dan tidak ada satupun yang bisa mengubah pendirian saya.”

Messi mengakui, para supporter di Inggris sangat antusias terhadap sepak bola. Namun itu tak membuat Messi jadi ingin hengkang dari Barcelona yang saat ini dibelanya.

“Dari pengalaman saya melawan klub-klub Inggris saya melihat sendiri bagaimana para fans sangat menghargai sepak bola indah dan bakat para pemain. Tetapi saya tidak pernah bermimpi bermain di sana suatu hari nanti,” tambahnya.

Dalam wawancara yang dipublikasikan harian The Sun edisi Minggu (15/4), Messi juga mengomentari peluang klubnya melawan Chelsea nanti. Berbeda dengan banyak pengamat yang mengatakan klub asal London tersebut tidak berpeluang mengalahkan Barcelona, Messi dengan bijak justru tak menganggap remeh klub berjuluk The Blues itu.

“Tidak ada pertandingan yang mudah saat kita mencapai babak sistem gugur. Chelsea sangat layak sampai di babak semi final dan kami sama sekali tidak boleh lengah,” ucap Messi seraya menambahkan, Chelsea berada dalam posisi yang lebih nyaman karena mereka tidak diunggulkan.

Di sisi lain Lionel Messi tak henti membuat rekor. Terakhir dua golnya ke jala Levante dalam lanjutan Liga Spanyol, Minggu (15/4) dini hari tadi, membuat striker Argentina itu mencatatkan 201 gol dalam 210 laga resmi selama diasuh Pep Guardiola.

“Rata-rata 0,96 gol setiap laga,” ujar pihak Barcelona dalam situs resminya usai pertandingan melawan Levante.(zul/ara/jpnn)

Buntut Sengketa Lahan Sei Mati, Keluarga Korban Ngadu ke Poldasu

MEDAN- Keluarga korban bentrok sengketa tanah di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (12/4) lalu, tidak terima dengan aksi anarkis warga yang kabarnya dikoordinir seseorang.

Vivi Vijayanti (34), istri Sutrisno (35) yang merupakan korban bentrok tersebut, Minggu (15/4) siang, membuat pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan Nomor : TBL/417/IV/2012/SPKT II.

Warga Jalan Tiga CB 18, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ini, menolak jika suaminya dikatakan preman. Menurut Sutrisno kepadanya, kata Vivi, dirinya bekerja sebagai karyawan di PT Mandiri Makmur Lestari (MML).

“Suamiku pekerja, dia bukan preman,” ujar Vivi usai membuat pengaduan di SPKT Mapoldasu.

Ibu tiga anak ini mengatakan, malam itu ia mengetahui suaminya jadi korban penganiayaan dari seorang pria yang menelepon menggunakan ponsel suaminya. Mengetahui suaminya sudah berada di RS Mitra Medikan, Vivi langsung histeris dan berangkat menuju rumah sakit tersebut.
Untuk memberi pertolongan lebih lanjut, Sutrisno langsung dirujuk ke RS Imelda. Sementara satu rekannya tewas ditempat dan satu lagi tewas keesokan hari.

Saat ini kondisi Sutrisno sudah membaik, namun luka-luka bekas bacokan ditubuhnya masih menganga. Pasca insiden berdarah itu, Sutrino menderita luka bacokan di kepala, di wajah, dileher dan ditangan.

“Kepalanya dijahit empat jahitan, daging pipi kanannya hampir lepas, lehernya hampir jebol, tangannya juga kena karena menahan sabetan parang,” tutur Vivi.

Dalam laporannya, Vivi mengadukan Zulkarnain yang disinyalir sebagai penggerak massa saat itu. Sebab menurut keterangan saksi-saksi yang masih hidup Zulkarnain lah yang mengkomandoi penyerangan jelang magrib itu.

“Saya minta polisi serius menangani kasus ini, selain itu saya mohon kepada polisi untuk memberi jaminan keselamatan kepada suami saya yang belum sembuh. Keluarga korban tewas akan menyusul membuat pengaduan, tadi mereka masih dalam keadaan berkabung,” tukas Vivi.

Sementara itu, Zulheri Sinaga SH selaku kuasa hukum, Sutrisno menjelaskan kronologis peristiwa yang merenggut nyawa dua temannya itu.
Kamis (12/4) siang, sekitar 70 orang diminta PT MML memasang patok tanah seluas 315 ha milik PT MML.

Namun ternyata warga yang menamakan dirinya Forum Perjuangan Tanah Rakyat Asli Batang Kilat (FP-TRABK) tak senang. Massa mengklaim tanah tersebut merupakan tanah mereka karena sudah dikerjakan sejak tahun 2000 dan mendapat ijin dari Gubernur Sumut terdahulu, Tengku Rizal Nurdin.
“Kita punya semua surat-suratnya, rencananya disitu akan dibangun dermaga,” ujar Zulheri sambil memperlihatkan akta jual beli Nomor : 262/2011 tanggal 15 Juni 2011.

Ternyata warga sudah mengetahui rencana kedatangan korban dan rekan-rekannya, warga pun bersembunyi disekitar TKP.  Saat tiba di TKP, keadaan sunyi tak ada orang disana.

Tapi begitu ingin mematok, massa yang sudah bersembunyi tiba-tiba merangsek keluar dan menyerang Sutrisno dan kawan-kawannya. Massa datang dengan beringas menggunakan klewang dan balok.

“Bukan itu saja, PT MML juga sudah melakukan pendekatan persuasif kepada FP-TRABK, tapi mereka tetap berkeras menguasai lahan. Bahkan sampai terjadi pencurian, penganiayaan dan pengerusakan alat berat yang sedang beroperasi mengolah lahan,” ujarnya.

Zulheri mengatakan, FP-TRABK sudah menunggu pekerja PT MML dan sudah merencanakan penyerangan. Tak hanya itu, Zulkarnain diduga sebagai pengkordinir serangan ini sebab di beberapa surat kabar terbitan Medan Zulkarnain menyatakan siap perang dengan PT MML.

“Korban-korban ini sudah ditampung di TKP, mereka (pelaku) sudah merencanakannya,” terangnya.  Zulheri meminta kepada polisi untuk memberikan perlindungan maksimal untuk para korban tidak terkecuali kepada Sutrisno. Menurut Zulheri polisi tidak maksimal menanggapi kasus ini, sehingga berlarut-larut dan sampai memakan korban.

“Ini kan delik hukum, bukan delik aduan, seharusnya polisi sudah bisa mengambil langkah-langkah tegas dong. Sebab klien saya tidak terlindungi secara maksimal,” tegasnya.

Penyerangan warga terhadap PT MML berbuntut panjang, petugas Subdit III, Dit. Reskrimum, Polda Sumut sudah mengantongi 7 nama pelaku yang ikut membunuh, merusak dan menganiaya korban. Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan mendalam di TKP untuk menangkap pelaku.
“Tinggal tunggu lengah saja, sudah ada identitasnya kok,” ujar Kasubdit III, Dit  Reskrimum, Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan saat dikontak via HP Minggu (15/4) sore. Ditanya soal keterlibatan Zulkarnain dan identitas pelaku lainnya, Andry enggan menjelaskan. “Yang jelas  tujuh itu pelaku langsung di  lapangan,” tegasnya. (ari)