Home Blog Page 13630

Karyawan Perkebunan Swasta Diserang

LANGKAT- Konflik di sekitar areal perkebunan PT Harapan Sawit semakin meruncing. Pasca menjebol tanggul yang dibangun perusahaan, warga semakin nekat bertindak anarkis menyerang karyawan dengan menggunakan senjata tajam.

Ketika karyawan berupaya mengeluarkan alat berat (eskavator) yang terbenam tiba-tiba diserang warga.

Junedi alias Edi (37) salah seorang karyawan warga Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat-Langkat terpaksa dilarikan ke RSU Pertamina karena menderita luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan.

Hal yang sama juga dialami Boni Amin (33), karyawan itu juga mendapat pukulan hingga babak belur. Merasa diperlakukan tidak adil, Hasyim Nur (57) dari PT Harapan Sawit melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke Polres Langkat dan tertuang dalam LP/308/IV/2012/SU/LKT, Sabtu (14/4).

Peristiwa berlangsung, Jumat (13/4), persis di Desa Lubuk Kertang (lahan PT Harapan Sawita) Brandan Barat-Langkat. Saat karyawan mengeluarkan alat berat warga menghadang dengan senjata tajam. Tanpa mampu berbuat apa-apa karyawan diserang  membabi buta.

“Satu diantara kelompok itu, mencabut pisau saat menyerang. Selain rahang, bahagian leher saya tergores terkena sabetan pisau ketika mengelak,” jelas Boni Amin.

Sebelumnya warga protes aksi yang dilakukan pihak perusahaan. Tapi saat mereka sedang mencari solusi antar muspida untuk mencari jalan keluar. (jie)

Masuk Parit, Penumpang Hanya Lecet-lecet

TEBING TINGGI- Mobil Avanza warna hitam BK 1145 UV yang membawa tujuh penumpang masuk ke dalam parit perkebunan sawit Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (15/4) sekira pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu, namun tubuh para penumpang mengalami luka lecet.

Mobil yang kesehariannya membawa sewa dari Pematangsiantar menuju Medan ini tenggelam sekitar 4 meter. Untungnya saat kejadian penjual lemang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berusaha menyelamatkan penumpang mobil naas tersebut.  Lalu mereka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sri Pamela Kota Tebingtinggi.  Akibat kejadian itu juga arus lalu lintas di lokasi kejadian menjadi macet.

Sori Tua Hutaian warga Simpang Limun Medan menjadi supir mengatakan,  saat kejadian kecematan mobil 70 km per jam. Naas mobil tiba-tiba oleng dan membuang ke kanan  sehingga masuk ke parit.

“Sebenarnya kondisi mobil laik jalan. Selain itu saya juga tidak mengantuk karena dua hari selesai cuti dan hari ini baru bekerja lagi,” ujar Sori. Begitu mobil masuk parit penumpa berusaha menyelematkan diri.

Nining Romlah saksi mata mengatakan, sebelum masuk ke parit penumpang menjerit. “Banyak penumpang minta tolong sebelum mobil tenggelam, warga membuka pintu dengan paksa kemudian mengeluarkan penumpang satu persatu,” ujar Nining Romlah.

Ketua Muslimat PW Al Wasliyah Sumatera Utara Hj Nurliati Ahmad dan Hj Hamidah yang menjadi korban mengaku, sebelum kejadian ada penumpang yang menyarankan kepada supir agar melaju kencang sehingga cepat sampai di Bandara Polonia Medan. Hj Hamidah mendapat perawatan intensif karena mengalami patah tulang dada bagian tengah dan luka memar benjol di bagian kening kepala. (mag-3)

Jalan Rusak, Warga Pagar Betis

LUBUK PAKAM- Puluhan warga yang bermukim di sekitar jalan Lubukpakam-Gunung Meriah tepatnya di Simpang Tanah Abang dan Desa Jaharun-B Galang menghadang truk yang melintas, Minggu (15/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi protes ini disebabkan warga jalan mereka rusak. Setiap hari truk-truk melintas dengan muatan melebihi tonase. Bahkan truk-truk itu juga melintas secara berbarengan.  “Masak supir itu tidak memikirkan warga sekitar sini, jalan rusak,” keluh warga Moh Fendi Harahap.

Akibat penyetopan truk ini arus lalu lintas jadi macet. Pasalnya warga menghadang dan memberhentikan setiap truk bertonase berat yang hendak melintas. Antrean panjang tidak terelakkan. Beberapa sopir truk yang mencoba melintas, terpaksa harus mengurungkan niatnya karena warga membuat pagar betis.
Selain melakukan penghadangan terhadap truk bertonase berat, warga juga bergotong royong menimbun lubang yang berada di badan jalan dengan bahan sertu. “Bila pemerintah tidak mampu, biar kami saja yang memperbaiki jalan ini, tetapi kami tidak punya aspal, silahkan kirim aspal. Soalnya sertu sudah kami datangkan,” tambah Fendi.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Deliserdang Khairum Rizal, mengatakan kerusakan jalan yang diprotes warga itu tanggungjawab pemerintah provinsi sehingga pihaknya kesulitan untuk turun tanggan melakukan perbaikan.  Khairum mengakui  jalan itu jalan provinsi sehingga wewenang pemkab tidak ada. (btr)

Pelaku Curanmor Diamankan

BINJAI- Marianto warga Desa Paya Rengu, Dusun Gunung Tinggi, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, diamankan Polres Binjai, dari rumahnya, Sabtu (14/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini diduga menjadi penjual sepeda motor curian.
Informasi dihimpun POSMETRO (grup Sumut Pos), penangkapan Marianto, berawal dari tertangkapnya dua orang tersangka pelaku pencurian sepeda motor Wanda (24) warga Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan dan Budi Gunawan (30) warga Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat.

Mereka mengakui selama ini sepeda motor curiannya dijual kepada Marianto. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengembangan. Polisi pun mencari keberadaan Marianto, yang disebut-sebut oleh kedua tersangka berhasil diamankan, Sabtu (13/4) sekitar pukul 19.45 WIB, lalu.
Dengan dipimpin langsung Ipda H Tobing, polisi pun mencari keberada Marianto di rumahnya. Tidak perlu menunggu lama-lama untuk mengamankanya, polisi langsung berhasil menangkapnnya tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti di rumahnya.

Selain mengamankan tersangka yang tahu keberadaan dari penadahnya. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 7 unit sepeda motor dari berbagai jenis. Diantara sepeda motor yang berhasil diamankan antara lain sepeda motor Suzuki Smesh warna merah, Jupiter warna hitam BK 3886 UK, Mino warna hitam BK 5713 PU, Jupiter BK 6983 XN, RX King BK 3098 QI, Mio BK 3219 RAF dan RX King tanpa plat.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto mengakui, penangkapan tersebut. Namun, pihaknya masih belum bisa banyak berkomentar karena masih terus menyelidiki kasus ini. “Memang ada kita amankan. Tapi, nanti dulu ya, kita masih melakukan pengembangan untuk membongkar sindikat curanmor ini,” kata AKP Aris Finato singkat. (mag-4/smg)

Awasi UN, 1.741 Guru dan Pemantau Diterjunkan

LANGKAT- Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, SMK dan MA tahun ajaran 2012 diawasi 1600 guru serta 141 pemantau independen dari Universitas Medan (Unimed), sejak 16 hingga 19 April mendatang.

“Peserta ujian nasional tingkat SMA, SMK maupun Madrasyah Aliyah (MA) akan diikuti 10.596 siswa. Berlangsung di 142 sekolah, sedangkan guru-guru yang mengawasi diberlakukan sistem silang berdasarkan sub rayon,” kata Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal.

Syahrizal saat dihubungi, Minggu (15/4, melalui sambungan telepon menjelaskan secara keseluruhan peserta UN baik dari sekolah negeri maupun swasta (10.596) siap mengikuti tahapan pemuncak dalam proses belajar di sekolah lanjutan atas tersebut.

Juru bicara Pemkab Langkat ini menambahkan, sesuai jadwal direncanakan sebelumnya pelaksanaan (UN) akan dimonitor Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, terkait persiapan panitia serta hal-hal yang mungkin mengganggu konsentrasi siswa menjalankan ujian.

Kadis Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, melalui pesan singkat menjelaskan terdapat 62 SMA negeri atau swasta dengan perincian siswa 4988, sedangkan SMK (negeri/swasta) terdapat 39 sekolah dengan siswa 4171. Sedangkan siswa yang berasal dari MA (negeri/swasta) berjumlah 41 sekolah terdapat 1437 siswa.(jie)

Pelantikan DPC Peradi Empat Daerah Batal

SERGAI- Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara periode 2012-2015 batal. Pelantikan yang seyogianya dilakukan Sabtu (14/4) di Aula Kawasan Wisata Pantai Cermin Theme Park tidak dihadiri pengurus DPN.

Ketua DPC Peradi Kabupaten Deliserdang, Sergai, Tebing Tinggi, Batu Bara terpilih Khairi A Zulmi SH didampingi Sekretarisnya Nurdin Sipayung SH mengatakan sesuai jadwal pelantikan akan dihadiri Ketua DPN Peradi, DR Otto Hasibuan SH, MM bersama sekretarisnya Hasanuddin Nasution SH MH. Namun hingga waktu yang ditentukan keduanya tidak ada yang datang.

“Kita tidak tahu pasti penyebab batalnya pelantikan ini. Sebab sebelumnya hasil koordinasi dengan DPN Peradi, hingga Jum’at (13/4) saya sudah menghubungi Sekretaris DPN melalui telepon seluler dan pesan singkat tapi tidak ada jawaban,” imbuh Khairi A Zulmi. Bedasarkan hasil rapat internal, lanjut Khairi A Zulmi pengurus akan mempertanyakan ketidakhadiran pengurus DPN Peradi tersebut. (mag-16)

Warga Keluhkan Pengurusan KK

BELAWAN- Terkait dugaan pengutipan liar (pungli) pengurusan Kartu Keluarga (KK) yang mencapai Rp700 ribu, membuat Lurah Belawan I Kecamatan Medan Belawan, M Hamidi Jamhur Lubis berang. Dia pun langsung mengambil alih tuga tersebut.

“Iya, pengurusan KK sekarang langsung diambil alih lurah, karena sebelumnya bapak marah besar sebab ada oknum pegawai kelurahan melakukan pungutan sebesar Rp700 ribu terhadap warga yang akan mengurus kartu keluarga,” ujar, seorang wanita pegawai kantor kelurahan yang tak mau namanya dikorankan kepada sumut pos, Sabtu (14/4) kemarin.

Dia menuturkan, kemarahan lurah terhadap bawahannya dikarenakan beberapa warga mengeluhkan terkait pungutan tak resmi dalam pengurusan KK di kantor kecamatan. Pengaduan warga itupun kemudian ditampung oleh Camat Belawan, Andi Syukur Harahap.

“Kabarnya sebelum pak lurah sempat ditegur sama pak Camat, kemudian lurah memanggil kami semua untuk melakukan rapat mendadak. Intinya harus ada perubahan,” katanya.(mag-17)

Kuda Pegasus Salahkan Wasit

Persikabo vs Pro Duta

MEDAN- Pro Duta FC gagal melanjutkan tren positif kemenangannya. Bertandang ke markas Persikabo di Stadion Cibinong Bogor, Minggu (15/4) kemarin, Kuda Pegasus dijungkalkan Persikabo 0-1. Gol tunggal Striker asing Laskar Padjajaran, Brima Pepito Sanusi membuyarkan asa Pro Duta mencuri angka.

Sebenarnya Pro Duta hampir saja mencuri poin. Andai saja gol Antonio Soldevilla di masa injury time babak kedua disahkan wasit. Namun gol yang awalnya akan disahkan wasit Eri Bastari dibatalkan pasca para pemain Persikabo protes keras dan mengerubungi hakim garis.

Sontak Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mencak-mencak. Ia menganggap tidak ada yang salah dalam proses terjadinya gol Toni, sapaan akrab Antonio dari rekaman video yang dilihatnya. “Kita sudah cetak gol tapi gol itu di anulir. Saya sudah lihat videonya dan gol itu murni,” katanya.

Menurut Beto, sapaan akrabnya, dirinya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Eri Bastari, wasit yang sama saat memimpin laga Pro Duta kontra PSLS di Lhokseumawe. “Kenapa gol dibatalkan saat para pemain Persikabo protes keras? Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju kalau kondisinya selalu seperti ini?” ketusnya.

Pelatih asal Spanyol ini juga menyayangkan banyaknya peluang di babak kedua yang gagal berbuah gol. Juga aksi kasar pemain lawan hingga pemain pilarnya Xavi Perez harus mendapat perawatan ringan perawatan ringan karena mengalami lebam di dekat mata akibat kena sikut. “Para pemain kehilangan konsentrasi di babak pertama ketika gol pertama yang dilesakkan Pepito,” lanjutnya.

Pada laga kemarin Pro Duta juga tampil tidak lengkap. Tanpa Ghozali, Kuda Pegasus gagal menuntaskan beberapa peluang. Antonio Soldelvilla cs harus berjibaku menghalau serangan pemain Persikabo, namun tetap saja Yudha Hananta bergetar lewat gol cepat lawan saat laga baru berjalan lima menit. Pepito memanfaatkan kemelut di depan gawang dan mencocor si kulit bundar.

Di babak kedua, tim Kuda Pegasus mulai meningkatkan serangan untuk mengejar ketertinggalan.Namun lagi-lagi,usaha tersebut sia-sia. Pergantian pemain yang dilakukan Pelatih Suimin Dihardja cukup efektif dengan menarik Jarot dan digantikan Wawan Susilo dan Cyiril Tchana digantikan Ikbal Ades. Keunggulan 1-0 mampu terjaga hingga turun minum.

Pelatih Persikabo Suimin Dihardja juga berpendapat senada soal buruknya kepemimpinan wasit. “Pro Duta FC bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Wasit juga memimpin jelek. Namun keberuntungan ada di pihak kami,” pungkasnya.(mag-18)

Hindari Tragedi Morosini Terulang

PESCARA- Tahun ini, sepak bola dunia menghadapi beberapa persoalan kesehatan serius. Setidaknya ada empat pemain dunia yang mengalami masalah kesehatan pelik, seperti Fabrice Muamba, Antonio Cassano, Eric Abidal, dan Stiliyan Petrov.

Namun, semuanya tidak setragis gelandang klub Serie B Liga Italia Livorno Piermario Morosini. Pemain pinjaman dari Udinese itu meninggal dunia setelah mengalami penghentian kerja jantung (cardiac arrest) ketika sedang bertanding.

Pada menit ke-31, ketika Livorno sedang unggul 2-0 atas tuan rumah Pescara di Stadion Adriatico, Sabtu (14/4), Morosini tiba-tiba terjatuh, lalu sempat berupaya bangun tiga kali sebelum jatuh lagi dan kemudian dirawat tim medis.

Sampai saat ini, belum ada jawaban resmi soal penyebab kematian pemain berusia 25 tahun itu. Ada yang menyebut penyebabnya cardiac arrest dan adapula yang menyimpulkan kematiannya disebabkan aneurysm atau pembengkakan pembuluh darah.

Kebetulan beberapa menit sebelum Morosini tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri, dia sempat mengalami insiden tabrakan kepala dengan pemain Pescara Emmanuel Cascione. “Segalanya lebih jelas seperti otopsi,” ungkap Paloscia, dokter di Rumah Sakit Pescara, kepada Football Italia.
Apapun penyebab kematian Morisini, yang sekarang dipikirkan FIGC adalah bagaimana agar insiden yang sama tidak terulang. AIC (asosiasi pemain sepak bola Italia) juga langsung berreaksi mencari solusi masalah tersebut.

“Tragedi ini menjelaskan bahwa para pemain kurang termonitor dengan baik,” bilang Paolino, kardiolog di Rumah Sakit San Camillo, Roma, kepada Goal.
Namun, tidak semuanya sepakat dengan anggapan itu. Manajer Manchester City Roberto Mancini yang pernah melatih Inter Milan, Fiorentina, dan Lazio, menyatakan Serie A bahkan lebih ketat dalam tes kesehatan ketimbang Premier League.

Itu juga didukung kepala tim medis timnas Italia Professor Enrico Castellacci. “Tidak seperti itu. Tes berlangsung ketat. Sangat ketat. Mereka yang dites harus bisa melewati serangkaian tes yang telah diatur menurut hukum di tempat tes yang resmi,” katanya kepada Gazzetta dello Sport.
Pemerintah Italia pun turun tangan. “Tragedi yang dialami ini harus menjadi pelajaran agar kami bekerja lebih keras dalam menggaransi keselamatan para pemain melalui serangkaian tes yang ketat. Ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Piero Gnudi, menteri olahraga Italia.

Selain pencegahan dini dengan melakukan tes kesehatan yang ketat dan terperinci, ada beberapa hal yang juga menjadi catatan di sepak bola Italia, yakni penanganan cedera parah atau insiden seperti itu. Dalam kasus Morosini, ambulans agak telat tiba.

Ya, ambulans datang telat enam menit karena pintu darurat yang merupakan jalur masuk ke stadion terhalang kendaraan lain. Lalu, belum ada kejelasan apakah ketika insiden terjadi, petugas medis langsung menggunakan alat kejut jantung ataukah tidak.

Pastinya, petugas medis memang telah melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) kepada Morosini. “Ketika terjadi cardiac arrest, yang pertama dilakukan adalah CPR. Kemudian, bila ada tanda elektrik, maka alat kejut jantung bisa dipakai,” jelas Ernesto Sabatini, tim medis Pescara.

Nah, kondisi itulah yang berbeda dengan penanganan Muamba ketika dia terjauh tak sadarkan diri dalam pertandingan perempat final Piala FA antara Bolton Wanderers melawan Tottenham Hostpur, 17 Maret lalu, di White Hart Lane.

Begitu dia tak sadarkan diri di lapangan, tim medis langsung sigap memberikan pertolongan dengan memakai alat kejut jantung. Ambulans juga siap sedia dan dia langsung dilarikan ke rumah sakit London Chest ditemani manajer Owen Coyle dan kapten Kevin Davies.

Muamba akhirnya tertolong. Lalu, kasus lain adalah Antonio Cassano yang juga mengalami kelainan jantung dan baru ketahuan setelah laga melawan AS Roma pada 30 Oktober tahun lalu. Dia akhirnya menjalani operasi jantung ringan untuk mengatasi kelainan itu.
Bahkan, Cassano sudah kembali turun lapangan bersama Milan sejak 7 April lalu. Dia turun sebagai pemain pengganti ketika Milan kalah dari Fiorentina 1-2. “Saya pernah ingin berhenti bermain bola karena takut mati, kini segalanya kembali berjalan baik,” kata Cassano. (ham/jpnn)

Modal Mental

Jelang PSMS vs Deltras

MEDAN- Usai pulang dengan kepada tertunduk usai dikalahkan Persija Jakarta 1-0, PSMS harus kembali berdiri tegak menatap laga berikutnya. Menghadapi Deltras Sidoarjo di Stadion Teladan pada 19 April mendatang, PSMS sudah memiliki modal mental. Pasalnya, pada putarana pertama lalu saat dijamu di Stadion Gelora Delta, PSMS mampu mempecundangi The Lobster, julukan Deltras, 0-1 di depan Deltamania, pendukung Deltras.

Namun, caretaker coach PSMS Suharto AD sudah mewanti-wanti anak-anak asuhannya agar tak jumawa menghadapi Deltras kali ini. “Menghadapi putaran kedua, mereka (Deltras) sudah memiliki lima amunisi baru. Tentu persiapan dan tim mereka sudah sangat berbeda dibanding saat di putaran pertama. Meski kita sempat menang di sana (Kandang Deltras), pemain sudah diingatkan agar tak anggap remeh,” ungkapnya, Minggu (15/4).

Adapun kelima pemain anyar Deltras yakni Herman Batak, Srecko Mitrovic, Lancine Kone, James Koko Lomell dan Indra Kahfi.

Suharto juga kerap mendoktrin skuadnya agar tetap fight selama 90 menit pertandingan. “Saya tetap mengingatkan pemain, semua lawan adalah sama, tidak ada yang lebih kuat begitu juga tak ada yang lebih lemah. Intinya harus menampilkan yang terbaik untuk menjaga konsistensi performa tim selama pertandingan berlangsung,” tutur pelatih berkepala plontos itu.

Menghadapi Deltras, skuad berjuluk Ayam Kinantan ini bakal minus dua pemain pilarnya, yakni stopper Sasa Zecevic dan wing back Ramadhan Saputra.
Menanggapi kiper utama sekaligus kapten tim Markus Haris Maulana, Suharto mengaku tak mau ambil pusing. “Soal gaji itu di luar kuasa kita, namun, kita tak butuh pemain dengan loyalitas rendah. Kalau memang ingin pergi ya pergi, sekali lagi kita tak pernah bergantung kepada seorang pemain di dalam tim. Jika hengkang, kita akan cari gantinya,” tegas Suharto lagi.(saz)