27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13639

Direksi Pertamina Dirombak

JAKARTA- Restrukturisasi organisasi menyambangi PT Pertamina. Pemerintah selaku pemegang saham merombak jajaran direksi di BUMN energi dengan profitabilitas tertinggi ini.

VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun mengatakan, Menteri BUMN Dahlan Iskan selaku pemegang saham Pertamina memutuskan melakukan pergantian jajaran direksi perseroan melalui surat keputusan No. SK-186/MBU/2012 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Pertamina. “Ada lima direktur baru yang diangkat,” ujarnya kemarin (18/4).

Siapa saja? Harun menyebut, Chrisna Damayanto yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Pengolahan Bidang Operasi Kilang, kini diangkat sebagai Direktur Pengolahan, menggantikan Edi Setianto.

Lalu, Hanung Budya Yuktyanta yang sebelumnya menduduki kursi Presiden Direktur PT Badak NGL (anak usaha Pertamina), kini diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga, menggantikan Djaelani Sutomo.

Kemudian, Evita Maryanti Tagor yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Tugu Pratama Indonesia (anak usaha Pertamina di bidang asuransi), kini diangkat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), menggantikan Rukmi Hadi Hartini.
Adapun Luhur Budi Djatmiko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Pertamina, kini diangkat sebagai Direktur Umum, menggantikan Waluyo.

Selain itu, Dahlan juga menambah satu kursi di jajaran direksi Pertamina, yakni Direktur Gas yang akan diduduki oleh Hari Karyuliarto yang sebelumnya menjabat sebagai Corporate Secretary Pertamina.

Sementara itu, di jajaran direksi, posisi direktur utama masih dipegang oleh Karen Agustiawan, lalu Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M Afdal Bahaudin, Direktur Hulu M Husen, dan Direktur Keuangan Andri T Hidayat.

Menurut Harun, pemberhentian dan pengangkatan direksi tersebut dilakukan oleh menteri BUMN yang juga berperan sebagai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Untuk posisi Corporate Secretary yang masih kosong, sementara akan saya rangkap sampai ada pejabat yang ditunjuk,” ucapnya.(owi/jpnn)

Sosialisasi Kredit SS-1 dan SS-2

Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan menuturkan masyarakat nelayan tak dapat keluar dari garis kemiskinan, jika pemerintah terus-menerus menjalankan kebijakan populis. Hal ini ditandai dengan pemberian bantuan sosial tanpa upaya serius memberdayakan mereka menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.

Hal tersebut dikemukakan dalam menjelaskan latar belakang sosialisasi program pemberdayaan masyarakat marginal melalui produk Bank Sumut skim kredit Sumut Sejahtera 1 (SS-1) dan Sumut Sejahtera 2 (SS-2). Kegiatan ini digelar di balai pertemuan TPI Bagan Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, baru-baru ini.

Dihadapan ratusan nelayan dan istri-istri nelayan, Gus Irawan meyakini kesejahteraan nelayan akan terangkat jika terjadi perubahan pola kebijakan pemberdayaan masyarakat nelayan. Ia yakin masyarakat nelayan akan bisa berubah menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.

“Untuk itu, Bank Sumut meluncurkan program pemberdayaan marginal yang tidak hanya sebatas memfasilitasi pembiayaan modal usaha melainkan juga melakukan pendampingan dan bantuan peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Untuk istri-istri nelayan, Bank Sumut menyediakan fasilitas pembiayaan modal usaha melalu skim kredit Sumut Sejahtera I (SS-1), dengan plafon berjenjang dari Rp500 ribu dan Rp1 juta sampai Rp5 juta yang khusus disalurkan kepada kaum perempuan secara berkelompok dengan angota 20-30 orang. Bagi istri nelayan yang telah sukses melampaui program SS-1, Bank Sumut juga sudah menyiapkan program lanjutan Sumut Sejahtera 2 (SS-2) dengan plafon Rp5 juta sampai dengan Rp50 juta.

“Kalau program SS-2, tidak hanya diperuntukkan oleh kaum ibu pelaku usaha mikro yang usahanya terus bertumbuh, tapi juga oleh kaum lelaki. Jadi selain istri nelayan, suami juga dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman modal usaha SS-2. Misalnya ingin memiliki satu perahu dengan mesin dompeng yang saat ini perlu modal antara Rp20 juta sampai Rp25 juta,” tambah Gus Irawan.

Gus Irawan menjelaskan, kalau pada program SS-1 kredit diberikan tanpa agunan dan diberikan secara berkelompok, sedangkan di jenjang SS-2 mereka dianggap sudah mandiri sehingga kredit yang diberikan secara perorangan dan dipersyaratkan memakai agunan.

“Tapi jangan khawatir, namanya juga untuk usaha mikro, ya agunannya kita berikan kemudahan. Kemudahan seperti apa? Kalau ibu tak punya surat tanah bersertifikat dari BPN, tanah dengan surat apapun misalnya SK Camat, Lurah, Kepala Desa, Notaris atau grand sultan pun tak masalah. Kalau juga benar-benar tak punya surat tanah, ya cukuplah barang dagangan itu yang jadi jaminan, atau alat-alat produksi yang dibiayai dari kredit,” tuturnya.

“Contoh, ibu mau beli mesin pengolah tempe, ya mesin mesin produksi itu sajalah yang jadi jaminan, mau beli mesin kukur atau beli steling, itu juga cukup jadi jaminan. Tak usah pula mencemaskan biaya akte notaris sebagaimana berlaku pada kredit komersil umumnya, karena program SS-2 membebaskan calon debitur dari beban biaya notaris. Pokoknya, program SS-2 seperti halnya SS-1 memang dipersiapkan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro,” jelasnya lagi.

Guntur, seorang nelayan yang mengikuti dialog dengan Gus Irawan kepada Sumut Pos mengatakan, dirinya sangat tertarik untuk mencoba program SS-2. “Saya tidak punya surat tanah. Tapi kalau kita bisa beli perahu dan mesin dompeng dengan modal pinjaman, dan cukup barang itu saja yang dijadikan agunan, saya jadi sangat berminat mengajukan kredit,” katanya. (saz)

Lolos Dramatis

2 Pro Duta vs Persitara 1

LUBUKPAKAM- Dramatis dengan sedikit bumbu kontroversi. Itulah gambaran bentrok Pro Duta FC kontra Persitara pada leg 2 Piala Indonesia 2012 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Rabu (18/4) kemarin. Pro Duta melaju ke babak III dengan kemenangan 2-1. Antonio Soldevilla menyelamatkan Pro Duta lewat golnya di masa injury time.

Dramatis karena sebelum gol Toni, Kuda Pegasus dipastikan tergelincir. Gol penyama kedudukan Luis Pena di menit 66 hampir membuyarkan mimpi Pro Duta di Piala Indonesia. Sebelumnya Rahmat Hidayat lebih dulu membuat Pro Duta unggul di menit 23.
Sementara kontroversi mewarnai laga menyusul protes keras kubu Persitara atas hasil itu.

Wasit Jhon Teddy yang memimpin laga dinilai menguntungkan tuan rumah dengan beberapa keputusannya. Tak ayal pasca peluit ditiupkan Jhon langsung menjadi sasaran amuk kubu Persitara. Ia bahkan harus diamankan pihak keamanan dari kejaran pemain maupun Manajer Persitara, Rizaldi yang tak lagi mampu menahan emosi.

“Pada dasarnya kita puas dengan permainan tim kita. Tapi wasit terlihat sekali di mana ada tuan rumah mencari posisi. Saya tidak bilang Pro duta ada main dengan wasit. Beberapa kali putusan mereka menguntungkan Pro Duta. Something wrong.  Wasit selalu berusaha mencari-cari kesalahan tim kami. Kami akan melayangkan protes,” katanya.

Pada laga kemarin Pro Duta membuka keunggulan di menit 23. Rahmat sukses di percobaan keduanya. Diapit pemain lawan ia melepaskan tendangan lob yang gagal dijangkau kiper Persitara, Arif Pratama.

Di babak kedua, Arsitek Pro Duta, Roberto Bianchi memasukkan Laakkad untuk menajamkan serangan. Namun gantian Persitara mengambil alih serangan. Petaka untuk Pro Duta akhirnya terjadi. Kali ini Pena membayar kegagalannya sebelumnya lewat tandukannya memanfaatkan umpan tendangan sudut di menit 66. Skor 1-1 membuat Pro Duta panik.

Tekanan dari Kuda Pegasus kembali dimulai. Laakkad sempat mencetak gol indah lewat tendangan salto namun dianulir karena wasit lebih dulu mengangkat bendera offside. Pro Duta balik memimpin lewat sepak pojok hasil corner tandukan Faisal Azmi jelang laga usai. Tandukan Toni mengarah tajam ke sudut kanan gawang Arif. Pro Duta memastikan langkahnya ke babak ketiga.

Sementara Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mengatakan timnya terlena setelah unggul satu gol. “Itu kesalahan besar tim kita. Sudah menang main bagus babak pertama. Tapi mereka hilang konsentrasi. Babak kedua kita ditekan lawan dan bingung. Sirkulasi bola lebih cepat di babak pertama. 10 menit terakhir kita mengambil resiko dengan hanya tiga pemain belakang. Akhirnya kita bisa mencetak bola dari bola mati lewat Toni setelah gol Laakkad yang seharusnya bersih tidak disahkan,” pungkasnya. (mag-18)

Tak Jumawa

PSMS v Deltras FC

MEDAN- PSMS enggan meremehkan Deltras Sidoarjo pada lanjutan Indonesian Super League (ISL), yang digelar di Stadion Teladan Medan sore ini.  Meski sempat curi poin penuh di kandang Deltras awal Maret lalu, PSMS memilih untuk tetap konsentrasi penuh.

Caretaker coach PSMS Suharto AD mengaku, melarang anak-anak Ayam Kinantan untuk jumawa. “Ini untuk mengantisipasi anggap remeh kepada lawan. Meski sudah selalu kita wanti-wanti semua lawan tidak ada yang lemah dan juga tak ada yang terlalu kuat untuk dikalahkan. Saya berharap pemain bisa tetap menampilkan performa terbaik mereka,” ungkapnya, Rabu (18/4).

Diketahui pula, Deltras saat ini sudah sangat berbeda dengan lima pemain anyarnya. Yakni, Herman Batak, Srecko Mitrovic, Lancine Kone, James Koko Lomell dan Indra Kahfi.

“Namun begitu, sekuat apa pun satu tim tetap ada celah untuk dimanfaatkan jadi kelemahan. Jadi sesungguhnya tak ada tim yang tak bisa dikalahkan. Yang terpenting anak-anak tetap fight selama 90 menit pertandingan. Intinya harus menampilkan yang terbaik untuk menjaga konsistensi performa tim selama pertandingan berlangsung,” tambah Suharto.

itambah lagi PSMS bakal minus dua pemain pilarnya, yakni stopper Sasa Zecevic dan wing back Ramadhan Saputra. “Mereka berdua terkena akumulasi kartu kuning. Karena itu, tak pantas kita untuk menyombongkan diri. Namun, tak pula kita mengalah begitu saja, karena kita bertanding di depan para pendukung fanatik kita,” ujar Suharto lagi.

Sementara, asisten pelatih Deltras Mardianus mengaku skuad berjuluk The Lobster ini dalam kondisi normal. “Semua pemain dapat diturunkan, termasuk pemain anyar,” ujarnya.

Meski baru saja ditinggal pelatih kepala, anak-anak Sidoarjo sama sekali tak terpengaruh secara psikis. “Anak-anak siap mental, meski diterpa guncangan kehilangan pelatih kepala beberapa waktu lalu,” kata Mardianus.

Di sisi lain, laga ini juga akan menjadi debut eks gelandang Deltras Sin Hyun Joon, yang kini sudah berkostum PSMS.
Pemain asal Korea ini mengaku sudah siap bertanding. “Kondisi memang belum 100 persen. Tapi saya sudah siap, dan sepertinya saya akan diberikan kepercayaan oleh pelatih besok (Hari ini),” ungkapnya usai sesi latihan sore di Stadion kebun Bunga, Rabu (18/4).

Namun, ia juga tak menampik belum begitu padu dengan tim. “Baru dua kali latihan, belum begitu padu. Tapi bagi saya itu sudah cukup untuk mengetahui karakter bermain teman-teman satu tim,” tutur Joon. Mengenai kesiapan, Joon tegas menyatakan siap memberikan yang terbaik bagi timnya saat ini. “Untuk PSMS saya akan tampilkan yang terbaik, karena PSMS adalah tim saya saat ini. Mengenai Deltras saat ini, saya yakin akan berbeda dengan tim pada putaran pertama. Tapi saya tetap yakin, kita bisa menang di sini (Stadion Teladan),” ujarnya. (saz)

Tantowi-Liliana Dapat Rp100 Juta dari KONI

JAKARTA- Pasangan ganda campuran Indonesia, Tantowi Ahmad dan Liliana Natsir mendapat bonus Rp100 juta dari KONI atas prestasi mereka meraih Juara All England 2012. Bonus itu diberikan langsung oleh Ketua Umum KONI, Tono Suratman di kantor KONI, Rabu (18/4).

“Ini dari pengurus KONI bagi pahlawan kita yang berprestasi,” kata Tono Suratman saat menyerahkan pernghargaan itu.

Ahmad Tantowi-Lilyana Natsir berhasil menyabet titel juara pada Turnamen All England 2012 di Birmingham, Inggris, Maret lalu. Mantan ganda campuran terbaik dunia ini sukses menjadi juara di ajang tersebut. Ahmad Tantowi-Lilyana Natsir menang dua set langsung atas pasangan Denmark Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl di laga Final beberapa jam yang lalu.

Selain itu, KONI juga memberikan beasiswa kepada Tristan Alif Noval. Anak berusia tujuh tahun ini disebut-sebut akan menjadi Messi-nya Indonesia berkat kelihaiannya mengolah si kulit bundar. Tono Suratman juga memberikan penghargaan berupa uang Rp1 juta untuk pembinaan siswa di Akademi sepak bola Liverpool ini.(net)

Selat Malaka Rawan Perompakan

BELAWAN- Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut melakukan patroli di perairan selat malaka Rabu (18/4). Patroli kali ini khusus menjelajahi kawasan barat perairan pantai barat.

Patroli itu langsung dipimpin oleh Direktur Polair Poldasu Kombes Pol Ario Gatut Kristianto beserta Kasi Patwalair Satrolda Kompol GM Sihombing dan ABK KP II-2001.

Sebelum bertolok dari Belawan Ario Gatut menyebutkan patroli ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terkait tindak kriminalitas di laut, khususnya perompakan dan tindak pidana kriminal lainnya.

“Kita akan terus meningkatkan patroli di beberapa titik rawan termasuk di sekitar selat malaka guna mengantisipasi pelanggaran hukum di laut, termasuk perompakan kapal-kapal ikan,” ungkap Ario Gatut. Rencananya juga usai patroli di wilayah barat ini, Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut juga akan menjadwalkan patroli ke arah pantai timur.

Dalam patroli itu, mereka melibatkan delapan orang personel kepolisian yang ditempatkan di kapal patroli milik Polri.
“Selain melakukan pengawasan di perairan selat malaka, petugas kapal patrol juga melakukan penyisiran di sekitar perairan Pangkalan Susu, Langkat hingga menuju ke perairan perbatasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),” beber Ario Gatut.

Dalam patroli itu, Ario Gatut dan rombongan juga melakukan peninjauan ke Satuan Polisi Air Kwala Serapuh Kabupaten Langkat. Kemudian mengitari kawasan perairan serapu dan pangkalan susu. Saat patroli juga mereka melakukan razia secara acak kepada kapal nelayan yang tidak memiliki dokumen. Hasilnya, hampir semua kapal nelayan memiliki dokumen yang lengkap.

“Malam ini kita berada di Brandan, besok (19/4) rencananya mengitari peraitan tapak kuda di wilayah Langkat,” ungkap Ari Gatot. Dia menambahkan patroli seperti ini rutin digelar dan kebetulan patroli kali ini langsung dipimpin oleh Ario Gatut. Selain mencegah pelaku kriminal di laut, patroli ini juga bertujuan untuk mengecek pasukan Satpol Air di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Seperti diketahui triwulan pertama tahun 2012 ini jumlah kriminal di laut ada sembilan kasus.
Dari keseluruhan kasus yang meresahkan kalangan nelayan itu, tiga orang diantaranya dinyatakan sebagai tersangka dan telah berhasil diamankan dan masih dalam proses hukumdi pengadilan. (mag-17)

Koramil 08 Gelar Turnamen Futsal

MEDAN- Komando Rayon Militer (Koramil) 08/Medan Johor-Amplas akan menggelar turnamen futsal antarklub memperebutkan trofi bergilir Danramil 08/MJ-A di Lapangan De Futsal, Jalan Suka Aman/STM Medan, pada 27-29 April nanti.

Event bekerjasama dengan PT Buket Blang Manyang (BBM) itu akan diikuti klub-klub futsal di Kota Medan dan sekitarnya. Selain trofi bergilir, turnamen juga menyediakan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah bagi tim juara, pemain terbaik, dan top skor.

“Turnamen ini sebagai salah satu bentuk implementasi pembinaan teritorial (Binter) di tengah masyarakat. Melalui turnamen futsal ini kami ingin mengarahkan generasi muda untuk melakukan hal-hal positif,” ujar Danramil 08/MJ-A, Kapten Kav Azwar, Selasa (17/4).

Dikatakan, futsal dewasa ini terus berkembang menjadi olahraga yang sangat digemari semua golongan masyarakat. Terlebih setelah dipertandingan dalam PON XVIII/2012 di Riau. Geliat pembinaannya futsal pun kian terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan.

“Untuk itulah kami sangat bersemagat menggelar turnamen ini sebagai bentuk motivasi terhadap pembinaan futsal yang dilakukan klub-klub di Medan dan sekitarnya. Semoga ke depan olahraga futsal lebih maju,” ucap Azwar.

Ketua Panpel Turnamen Bachtiar ‘Aciel’ Alamsyah mengatakan, pembukaan turnamen ini akan dimeriahkan dengan laga eksibisi antara tim futsal Koramil/Dandim versus KONI Medan atau Bank Sumut.

“Jumlah peserta kami batasi 32 tim. Hingga Selasa (17/4), sudah 20 tim mendaftar. Waktu pendaftara kami buka hingga 25 April, itupun jika kuota 32 tim belum terpenuhi,” ucap Aciel, menabahkan pendaftaran tim dapat menghubungi 0852 6100 0404/0878 6800 5585. (jun)

Polisi Lepas Perusak Sawit

LUBUK PAKAM- Id (43) warga Dusun III Desa Baru Kecamatan Batang Kuis diserahkan satuan pengamanan PTPN II Kebun Bandar Klippa ke Polres Deliserdang, Selasa (17/4) malam, dengan tuduhan merusak pohon sawit yang berada di Afdeling IV Blok 552 dan 554 di Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis Deliserdang.

Selain itu pihak kebun juga menyerahkan 4 batang pelepah sawit, parang, pisau dan eggrek yang disebut sebagai barang bukti.
Dalam pengaduan pihak PTPN II Kebun Bandar Klippa disebutkan, sebelumnya Id dan teman-temannya merusak pohon sawit dengan cara memotong pelepah sawit yang sudah produktif, Selasa (17/4) pukul 14.30 WIB.

Akibatnya. pohon sawit itu menjadi gundul dengan maksud agar sawit tersebut mati, sehingga pihak PTPN II Kebun Bandar Klippa mengalami kerugian.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SiK membenarkan pengaduan itu. Dalam pemeriksaan saksi yang diajukan tidak dapat menunjukkan siapa sebenarnya pelaku pengrusakan terhadap pohon sawit itu. Setelah dilakukan pemeriksaan serta introgasi terhadap Id, perbuatan itu belum cukup bukti, sehingga dia dipulangkan.(btr)

Drainase Buruk, Air Hujan Genangi Rumah Warga

KARO- Drainase yang buruk di sejumlah tempat di kawasan kota wisata Berastagi mulai menuai masalah.  Pasalnya  curah hujan yang turun  tidak lagi dapat ditampung selokan yang ada.

Untuk  mengatasi masalah tersebut warga meminta pemerintah daerah, melalui instansi terkait segera turun tangan dan mencari solusi.

Curah hujan yang tinggi beberapa pekan belakangan  sesuai keterangan warga kerap membanjiri rumah mereka. Selain membanjiri sejumlah rumah warga  sekitar 30 centi meter  di kawasan Jalan Dagang, luapan air parit yang tidak tertampung drainase yang ada, juga menggenangi ruas jalan. Akibatnya  jalan tersebut menjadi sulit dilalui oleh pengendara dan pejalan kaki.

Menurut warga, kawasan Jalan Dagang seharinya merupakan areal pertokoan  dan  stasiun angkutan pedesaan (Angped) kawasan Berastagi sekitar.  Oleh karenannya, banyak aktivitas  perdagangan yang terganggu akibat  masalah drainase tersebut.

“Kami harapkan pemerintah segera membuat satu terobosan  baru atas masalah ini. Jika  volume air hujan tidak lagi sebanding dengan daya tampung parit,  maka alangkah baiknya dibangun  atau ditambah lagi,” saran Sembiring kepada Sumut Pos, Rabu (18/4) mewakili warga sekitar, di lokasi genangan air.
Menyikapi masalah yang dihadapi warganya, Camat Berastagi, Petrus Ginting ketika dihubungi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Karo.

“Ini akan segera dibahas dengan Dinas PU.  Kecamatan  juga tidak ingin masalah ini berlarut-larut apalagi menyangkut  sektor transportasi, perekonomian dan juga pemukiman warga,” ucap Petrus.

Pantawan wartawan di lapangan genangan air hujan akibat drainase yang buruk kerap terjadi di sejumlah tempat, semisal di Jalan Dagang, Gang Barta,   Lembah Prihatin, Lembah Katisan, Jalan Abdi, Jalan Perwira, Jalan Jamin Ginting lintas Berastagi-Kabanjahe dan gang-gang kecil lainnya di seputaran kota Berastagi. (wan)

Rezmayzar Optimis ke Inggris

MEDAN- Keyakinan Muhammad Rezmayzar untuk berangkat ke Inggris pada September mendatang semakin kuat. Hal ini seiring dengan kemenangan yang diraih timnya dalam ajang Manchaster United Premier Cup 2012 di Lapangan Lanud Polonia Medan, Selasa (17/4) lalu.

Keinginannya bermain di Mancharter, Inggris, ternyata mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya, Hamdani dan Yuni. Apalagi, kedua orangtuanya sangat menginginkan Rezmayzar menjadi pesepak bola andal.

“Saya ingin membahagiakan keluarga saya dengan bakat sepakbola yang saya miliki,” katanya. Pria kelahiran Bandar Pasir Mandigi, 28 Desember 1992 itu, mengaku mulai menyukai permainan sepak bola ketika dia masih menginjak umur 4 tahun.

“Saya sering dibawa ke lapangan untuk melihat ayah bermain bola, setelah itu ayah mulai melatih saya,” katanya.
Setelah duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD), Rezmayzar langsung didaftarkan oleh ayahnya yang juga sebagai pelatih ke SSB Asahan Ceria.
Pelatih SSB Asahan Ceria, Sukimin mengaku bangga kepada Rezmazyar. “Dia mempunyai kemauan tinggi untuk belajar. Saya yakin dia bisa mewujudkan cita-citanya,” katanya.(mag-10)