32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13644

Jajanan Sekolah Banyak Bermasalah

Saat ini banyak ditemukan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Apa tindakan BBPOM? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga dengan Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Medan, Setia Murni.

Berapa persen jajanan anak sekolah yang mengandung bahan kimia berbahaya?

Sekitar 10 persennya, masih ada kita temukan produsen menjual jajanan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin yang biasanya dalam kandungan mie, boraks dalam bakso serta bahan pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow.

Kenapa masih banyak pelaku usaha yang memakai bahan kimia berbahaya tersebut?

Bahan kimia berbahaya ini sering disalah gunakan industri makanan kecil karena harganya yang murah dan mudah didapatkan di toko-toko maupun pasar tradisional. Padahal bahan seperti ini sangat berbahaya dan tidak dibolehkan dalam pangan. Memang ada penggunaan bahan pengawet yang aman untuk bahan makanan, seperti benzoat, namun harganya jauh lebih mahal.

Bagaimana dengan makanan tercemar mikroorganisme yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan?
Untuk jumlah di Sumut saya nggak tau pasti. Namun jumlahnya masih sangat tinggi, secara nasional ada sekitar 40 persen jajanan siap saji yang biasanya dikonsumsi anak namun tidak memenuhi syarat keamanan, seperti penyajiannya tidak layak, terkena cemaran udara, tidak higienis, dan lainnya.

Bagaimana pengawasan yang dilakukan BBPOM?

Memang, salah satu program BBPOM Medan yang bekerjasama dengan dinas terkait melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap industri rumah tangga terutama penyedia makanan di sekolah-sekolah. Untuk makanan siap saji, kalau memang tidak memenuhi persyaratan, pelaku usaha yang memusnahkannya secara langsung. Namun begitu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan, tanggung jawab pengawasan makanan hasil industri rumah tangga ada pada pemerintah daerah.

Apa dampaknya jika makanan mengandung bahan kimia berbahaya ini terus dikonsumsi?

Jika dikonsumsi dalam waktu lama, dapat menyebabkan kanker karena bahan-bahan kimia berbahaya tadi bersifat karsinogenik. Tentu saja ini sangat tidak baik terutama dikonsumsi anak-anak, karena jajanan juga memegang peran penting dalam memberi asupan energi dan gizi bagi anak sekolah. (*)

Pendidikan yang Diintegrasikan

Benni Sinaga, SE

Pendidikan adalah fondasi suatu bangsa atau negara karena keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikan negara tersebut. Jadi hal yang mulia kalau kita bisa peduli kepada pendidikan.

Menarik pada saat seminar Nasional Pendidikan yang bertemakan “Qou Vadis Pendidikan Indonesia” yang membahas tentang arah politik pendidikan, demokrasi Pendidikan dan anggaran pendidikan bahasan ini menurut saya sudah bagian dari kepedulian kita kepada pendidikan karena tidak banyak orang yang bisa membahas dan berdiskusi tentang bagaimana kondisi pendidikan saat ini yang banyak dibahas sekarang adalah masalah korupsi, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

Saya sangat sepakat dengan ulasan Prof Dr HAR Tilaar yang mengatakan bahwa pendidikan Indonesia harus di kembalikan kepada roh UUD 1945 dan makna pendidikan beliau juga mengatakan bangsa yang cerdas bukan hanya bangsa yang menguasai bahasa asing dan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi meliputi berbagai segi kehidupan. Memang pada saat ini yang terjadi adalah pendidikan kita kehilangan makna dan kehilangan arah tetapi pemerintah tidak pernah menyadari itu.

Jawaban yang sering dari pemerintah adalah kami kan melakukan tugas, tanpa memikirkan bagaimana seharusnya pendidikan itu dalam prosesnya serta bagaimana dengan arah pendidikan itu sendiri. Tak hanya itu sering juga menyalahkan tenaga pendidik, membuat jadi korban, dipaksa mengerjakan sistem pendidikan yang telah dibuat sehingga harus menjerit tak karu-karuan.  Kurangnya koordinasi antara pemerintah, pengamat pendidikan, pendidik dan anak didik inilah yang membuat arah pendidikan semakin jauh dari yang diharapkan.

Diskriminasi pendidikan juga telah mencederai roh pendidikan itu sendiri.  Bila dilihat dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak menerima pendidikan yang layak. Dengan adanya RSBI Dan SBI tentu hal ini membuat pendidikan itu menjadi terswastanisasi sehingga menjadi mahal.  Masyarakat mendapat angin segar setelah dinaikkannya anggaran untuk pendidikan menjadi 20 persen dari APBN sungguh hal yang mulia tetapi tak membuat uang sekolah murah.

Kita pun bingung anggaran 20 persen tetapi menyekolahkan anak TK habis juga sebulan 500.000 ribu, ibu-ibu menjerit dana BOS ada, dana alokasi khusus ada, entah kemana semua bantuan lari.

Entah pun uang itu juga ikut menjerit karena  salah sasaran saya pun tidak tahu. Dulu sebelum ada dana BOS uang sekolah murah tetapi setelah ada dana BOS uang sekolah jadi selangit, kadang berpikir untuk apa dana BOS ada. Pernah juga dalam benak saya, entah pun masalah anggaran dan dana BOS ini drama sandiwara papan atas atau pihak yang berkepentingan.

Membicarakan pendidikan di Indonesia tidak bisa di lepaskan dari situasi di lapangan, termasuk tantangan global dan sistem pendidikan yang sesuai dengan situasi dan tantangan itu.

Mungkin sebagian kita sudah terlibat dalam praksis pendidikan. Padahal praksis tanpa refleksi hanya aktivisme (jatuh kedalam pragmatisme pendidikan) tetapi refleksi tanpa praksis hanya verbalisme (bagus digagasan lemah di aksi) pendidikan yang baik seyogianya dalam tegangan praksis-refleksi  (Yonki Karman, Dosen Filsafat)

Pendidikan itu sendiri adalah sebuah bagian dari aktivitas manusia yang terdiri dari tindakan (praktik) dan refleksi (teori) praksis adalah tindakan yang mengubah dunia. Berbeda dari hewan yang hanya bertindak dan itu pun berdasarkan naluri, manusia berpotensi untuk mengubah dunia alamnya.
Itulah sprit yang menggerakkan alumnus ITB, Lendo Novo menggagas sekolah harus dekat alamnya atau kebudayaanya.  Ia kesal melihat sistem pendidikan yang tidak berangkat dari potensi yang di miliki Indonesia yakni alam yang kaya sebagai gedung ilmu pengetahuan sangat disayangkan pada saat itu kebudayaan kita dipisahkan dari pendidikan padahal kedua hal ini adalah suatu hal yang tidak dibisa dipisahkan. Untung saja pada bulan Oktober 2011 Presiden SBY mengembalikan kebudayaan ke dalam lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. Kita perlu belajar dari negara luar, kita lihat sekarang mereka sangat maju dalam pendidikan. Sebagai contoh ada Albert Eistein.  Pasti ada sesuatu dalam pendidikan mereka yang perlu kita pelajari, sebab kualitas orang luar sekarang tidak muncul sedemikian rupa tapi terbentuk dari latar belakang sejarah yang panjang.

Ada pepatah cina yang menyebutkan butuh sepuluh tahun untuk menumbuhkan pohon dan dibutuhkan seratus tahun untuk menumbuhkan manusia.  Jadi bisa kita lihat bahwa keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya serta apa yang di ajarkan untuk generasi mereka.
Orang luar bisa cerdas dan pintar karena mereka memasukkan pendidikan sebagai sesuatu yang sangat penting agar ketika menghadapi tantangan mereka bisa menarik keluar apa yang baik.  Pendidikan mereka diintegrasikan pada lingkungannya, terutama terletak dalam keluarga dan konteks hidup sehari-hari.

Mereka diperintahkan untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan, dan kemudian pendidikan tersebut berkembang dalam hal kehidupan, berkeluarga, berbangsa dan bernegara.

Kualitas Pendidik

Realita pendidikan Indonesia tidak bisa juga dilepaskan dari tenaga pendidik yaitu guru dan dosen karena menurut saya aktor yang membangun kualitas pendidikan itu adalah tenaga pendidik.  Tentu guru dan dosen sangat memegang peranan penting dalam pengembangan pendidikan nasional karena guru dan dosen sebagai tenaga pengajar atau yang mendidik atau yang memasukkan ilmu kepada siswa dan mahasiswa.  Siswa dan mahasiswa dididik dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi untuk menjadi pemimpin bangsa berikutnya.

Pendidikan berkualitas tidak terlepas dari tenaga pendidik yang berkualitas karena apa yang di masukkan atau (diajarkan) sangat menentukan kepada keberhasilan bangsa ini untuk jangka panjang.  Saya setuju dengan Dr Howard G seorang dosen  yang mengatakan bahwa selama anda hidup, anda belajar dan selama anda belajar anda hidup.

Dan yang paling menarik adalah setelah saya membaca bukunya yang berjudul “Mengajar untuk mengubah hidup” Suatu hari dia mengundang muridnya makan siang di rumahnya. Setelah makan muridnya berkata, “Pak boleh saya bertanya? tentu kata si Bapak, langsung si anak bertanya. Apa yang membuat Bapak terus belajar? Bapak sepertinya tak pernah berhenti belajar bapak kan sudah Dosen untuk apa lagi belajar. Jawabannya adalah “Nak, saya lebih suka memberi minum mahasiswa dari sungai yang mengalir ketimbang dari kolam yang tergenang. Bagaimana dengan kita apakah kita seorang tenaga pendidik yang memberi minum mahasiswa/murid kita dari sungai yang mengalir? atau justru kita memberi minum dari air yang tergenang?

Solusi Pendidikan

Sesuai dengan  Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian ilmiah dan pengabdian masyarakat. Dari ketiga dharma tersebut dapatlah disimpulkan bahwa tujuan pendidikan pada awalnya adalah sangat mulia. Pengertian pendidikan itu sendiri, yaitu memanusiakan, memerdekakan, mencerdaskan serta, mendewasakan seseorang.

Jadi hendaklah kita mengubah haluan, kembali pada prinsip pendidikan yang sebenarnya dan kembali pada UUD 1945.

Pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak menerima pendidikan.   Maka hendaklah setiap orang sadar akan tanggungjawab pendidikan yang mereka terima untuk menghindari kebijakan-kebijakan yang menyimpang terhadap dunia pendidikan yang menyimpang.
Maka untuk kita semua masyasrakat terdidik, bijaklah jangan hanya diam. Jadilah seorang pendidik bukan pengajar yang hanya berorientasi pada kecerdasan kognitif semata. (*)

Niat Menghindari Razia Ketangkap Juga

Apes menimpa Feri Manulang. Pasalnya, niat menghindari razia petugas Unit Lalulintas Polsek Percut Seituan, malah akhirnya ditangkap karena mengantongi 3 amplop ganja kering di Jalan Pancing Medan, Selasa (17/4) sekira Pukul 16.00 WIB. Pria berusia 20 tahun yang tinggal di Jalan Perdamaian, Medan Tembung itu pun dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsekta Percut Seituan, berikut barang bukti 3 amplop daun ganja.
Informasi yang dihimpun, petang itu Fery mengendarai sepeda motor datang dari arah Jalan Pancing menuju Jalan Aksara. Dari kejauhan Feri melihat ada beberapa petugas Unit Lalulintas Polsek Percut Seituan sedang menggelar razia persis di depan Pos Lantas Jalan Pancing.

Karena tidak memakai helm, Feri menghentikan laju sepeda motornya sekaligus berbalik arah melawan arus. Sialnya, aksi Feri dilihat oleh petugas Satlantas dan Feri langsung distop. Saat distop, gerak-gerik Feri mencurigakan petugas. Apalagi tangannya berkali-kali merogoh kantung celananya hendak mengambil sesuatu. Karena curiga dengan gerak-gerik Feri, petugas Satlantas menyuruh Feri agar mengeluarkan isi kantong celananya dan ternyata ada 3 amplop berisi daun ganja kering. Selanjutnya, tersangka Feri diboyong ke Polsek Percut Seituan bersama 3 amplop ganja kering dan sepeda motor Supra BK 2528 KM sebagai barang bukti.

Kepada polisi Feri mengaku daun ganja tersebut akan dikonsumsinya sendiri di rumahnya.

“Kalau sudah mengisap rokok bercampur ganja, maka tidur saya akan nyenyak,” kata Feri, yang mengaku sehari-harinya bekerja sebagai petugas parkir di kawasan depan kampus Unimed Medan.

Kanit Lantas Polsek Percut Seituan, AKP Maju Harahap yang dikonfirmasi menyebutkan, tersangka Feri mencoba berbalik arah sehingga melawan arus lalulintas untuk menghindari razia petugas, apalagi tersangka saat itu mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm.
“Saat tersangka berbalik arah, petugas langsung menyetopnya. Dari dalam kantong celananya ditemukan 3 amplop berisi daun ganja kering,”jelas Maju Harahap.(gus)

Nadal Mengaku Gugup

MONTE CARLO-Rafael Nadal akan berusaha mempertahankan gelar juara Monte Carlo Masters, yang juga dihelat di permukaan favoritnya. Tetapi Nadal mengaku gugup.

Monte Carlo Masters 2012 sudah mulai bergulir dari tanggal 16 April sampai dengan 22 April mendatang. Nadal, yang membidik gelar nomor delapannya di atas permukaan tanah liat Monte Carlo Country Club, baru akan menjalani laga pertamanya kontra Jarkko Nieminen di babak kedua, Selasa (17/4).
Menjelang pertandingan tersebut Nadal yang merupakan petenis putra peringkat dua dunia tampak khawatir mengingat ia akan kembali tampil di ajang kompetitif lagi setelah mengalami cedera lutut bulan lalu. “Aku gugup karena ini adalah awal dari musim penting buatku. Semoga semua baik-baik saja. Kini saatnya melihat seperti apa kondisiku,” katanya di ESPN.

Sebelumnya, cedera lutut itu membuat Nadal mesti mundur di laga semifinal Sony Ericsson Open saat menghadapi Andy Murray. Petenis berusia 25 tahun itu kemudian menjalani perawatan di negaranya, Spanyol.

“Aku harus bisa bermain di level terbaikku dan berlari tanpa perlu merisaukan lutut. Aku sudah berusaha sebisa mungkin dan semoga saja semua sudah membaik dan aku bisa berlatih dengan kondisi yang tepat. Hari ini itulah yang terpenting buatku,” lugas Nadal. (bbs/jpnn)

Akpar Taman Harapan Buka Program Kuliah Gratis

MEDAN-Tingginya biaya kuliah menyebabkan banyak tamatan SMU/SMK tak sanggup untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Buntutnya, tak punya pengetahuan dan keahlian, sehingga susah mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Hal itu yang membuat Akademi Pariwisata (Akpar) Taman Harapan Medan terpanggil, untuk memberikan kuliah gratis bagi generasi muda yang ingin memiliki keahlian dan mendapatkan pekerjaan lebih cepat di bidang perhotelan,” kata Zulkifli Gurning Amd Par SE, Direktur Operasional Taman Harapan Medan.

Menurutnya, dengan kuliah selama 3 tahun, mahasiswa hanya membayar biaya keberangkatan praktek kerja nyata (PKN) atau on the job training ke luar negeri mencakup biaya paspor, medical ceck up, visa, tiket dan administrasi.  Setelah menyelesaikan program mahasiswa akan mendapatkan gelar Amd Par (Diploma 3 Pariwisata).

Zulkifli menambahkan program kuliah gratis mahasiswa di wajibkan mengikuti PKN ke luar negeri selama 6 bulan. Mahasiswa akan memperoleh uang saku dari pihak hotel setiap bulannya.

“Uang saku ini dapat digunakan menggantikan biaya keberangkatan training ke luar negeri yang di keluarkan oleh mahasiswa sebelumnya.
Di samping uang saku yang diberikan pihak hotel mahasiswa juga mendapatkan fasilitas pemondokan/akomodasi, makan dan over time (lembur) selama menjalani PKN di luar negeri dan juga sertifikat,” katanya.

Zulkifli menyampaikan untuk program pelatihan kapal pesiar memberikan materi pelatihan sama dengan materi hotel, hanya pelatihan selama 6 bulan dengan program 3 bulan teori dan 3 bulan peraktek di hotel bintang 5 luar negeri dan untuk program pelatihan juga tidak dipungut biaya tetapi biaya transpotasi keberangkatan PKL.(red)

Harus Hafal UU Penyiaran

Tujuh Komisioner KPID Sumut Dilantik

MEDAN-Tujuh orang Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara (Sumut), yang dilantik Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Selasa (17/4), di Aula Martabe, Lantai II Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, harus benar-benar memiliki  kepedulian dan pengawasan terhadap siaran yang mengandung konten lokal yang disalahtafsirkan dalam siaran.

Karena selama ini, KPID Sumut masih sangat jauh tertinggal untuk urusan itu jika dibandingkan dengan KPID Bali. Selain itu, KPID Sumut juga diminta aktif mengawasi media siaran di pusat. Seperti yang pernah dilakukan KPI Papua Barat yang memprotes iklan televisi, tentang kalimat krim pemutih yang kini telah berubah sebutannya menjadi krim pencerah.

“Kendati Sumut menjadi pionir dalam pembentukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah, dengan menjadi provinsi pertama yang memiliki komisi penyiaran indonesia daerah, namun untuk urusan kepedulian dan pengawasan terhadap siaran yang mengandung konten lokal yang disalahtafsirkan dalam siaran, Sumut masih jauh tertinggal dari KPID Bali serta Papua Barat,” ungkap Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Azimah Subagyo pada kesempatan itu.

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyatakan, KPID Sumut harus dapat menjalankan tugas dan amanah yang diberikan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal  3 UU Nomor 32 tahun 2002, tentang penyiaran.

“Apa yang menjadi tanggungjawab utama KPI adalah mewujudkan penyiaran sebagaimana Pasal 3 UU Nomor 32 tentang penyiaran yaitu penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dalam rangka membangun masyarakat yang demokrasi, adil dan sejahtera serta mengukuhan industri penyiaran,” kata Gatot.

Bunyi pasal 3 tersebut, menurut Gatot, harus dihafal oleh anggota KPID Sumut, dan menjadi sumber rujukan dalam menjalankan tugas dan fungsinya selama tiga tahun mendatang.

Karena, lanjutnya, KPI memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk memastikan penyiaran memiliki konten yang bersifat membangun, bukannya merusak. Ketujuh komisioner yang dilantik antara lain, Edy Sahputra Sormin, Isfan Dahrian Nasution, Abdul haris Nasution, Mutia Atika Rahmat, Dr Safrudin Pohan, Parulian Tampubolon.(ari)

Mayat Wanita tanpa Identitas

MEDAN-Mayat wanita yang diperkirakan berusia 50 tahun masuk ke instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (17/4). Mayat wanita tanpa identitas itu sebelumnya sempat dirawat selama seminggu di RS Bayangkara.

Petugas Sat Lantas Polresta Medan, Aiptu K Nasution mengatakan, jenazah wanita tanpa identitas itu diantar ke RS Bayangkara setelah ditabrak lari oleh pengendera sepeda motor 4 April yang lalu.

“Setelah seminggu lebih dirawat, wanita tanpa identitas itu menghembuskan nafas terakhirnya. Selama dirawat di RS Bayangkara wanita itu tak sadarkan diri sehingga tak bisa dimintai keterangan,” ujarnya.

“Saat dibawa dan ditemukan di lokasi kejadian, korban tak ada membawa identitas apapun,” ungkapnya.(jon)

Tingkatkan Kualitas, Sebaran Guru Diatur

Wali Kota Medan Tinjau Pelaksanaan UN di SMAN 20 Belawan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM berjanji Juni mendatang, pemeratan sebaran guru akan segera direalisasikannya. Hal tersebut dilakukan, selain menghindari terjadinya penumpukan guru, juga sebagai langkah upaya untuk meningkatkan derajat pendidikan di Kota Medan.

“Habis Ujian Nasional (UN) ini, saya langsung melakukan maping (pemetaan). Ini sudah tidak benar lagi, masak ada sekolah yang kekurangan guru. Sementara itu ada sekolah yang terjadi penumpukan guru, seharusnya satu bidang studi diajar oleh tiga guru di satu sekolah,” kata Rahudman ketika meninjau pelaksanaan UN di SMAN 20 Jalan Besar Bagan Deli, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (17/4) pagi.

Dicontohkannya, di SMA N 20 ternyata kekurangan guru. Hal itu mengakibatkan jumlah murid dengan tenaga pengajar tidak seimbang. “Jumlah guru di SMA Negeri 20 hanya 29 orang, paling tidak sekolah ini harus memiliki 50 guru sehingga mutu dan kualitasnya lebih baik lagi,” ujar Medan-1 ini.
Untuk itu, Juni mendatang sudah dilakukan pemerataan guru-guru di Kota Medan. Langkah awal, pihaknya akan melakukan evaluasi dan segera menindaklanjutinya.

Selain pemerataan guru, Pemko Medan akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di kawasan Medan bagian Utara tahun ini juga. Lokasinya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Dengan kehadiran SMK ini diharapkan mampu mengatasi akan minimnya sekolah negeri di kawasan pesisir tersebut.

“Kita juga harus melakukan pemerataan pendidikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan UN di hari kedua, Rahudman menilai sejauh ini tidak ada kendala. Pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tertib. Dari 118 siswa yang mengikuti UN, seluruhnya hadir dan soal tidak ada yang kurang.

Kepala sekolah SMA Negeri 20 Drs Ilyas MPd peserta UN sebanyak 120 orang. Namun menjelang UN berlangsung, dua siswanya meninggal dunia.
“Sabtu (14/4), seorang siswi kita meninggal dunia di kawasan Marelan akibat kecelakaan. Sementara itu sebelumnya seorang lagi meninggal dunia karena sakit,” jelas Ilyas.

Usai meninjau UN, Rahudman didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri, Kadis Pendidikan DR M Rajab Lubis bersama sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan meninjau Puskesmas pembantu di belakang SMA Negeri 20. Selain melihat kondisi bangunan Puskesmas, Rahudman juga bersilaturahmi dengan sejumlah pegawai Puskesmas.

Setelah itu, Rahudman meninjau Puskesmas Rawat Inap Belawan di Jalan Stasiun Komplek PJKA. Di tempat itu, Rahudman ingin melihat kondisi bangunan puskesmas yang berlantai dua tersebut sekaligus melihat masyarakat yang tengah menjalani perawatan.

“Kita melihat sejauh mana Puskesmas ini memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu pengguna Jamkesmas maupun JPKMS,” jelasnya.

Rahudman melihat jumlah tenaga medis baik dokter maupun perawat di puskesmas itu masih kurang. Untuk itu, Rahudman langsung memerintahkan Kadis Kesehatan Dr Edwin Effendi untuk segera menambah tenaga medis tersebut.

Rahudman pun berharap dilakukan penambahan peralatan medis dan obat-obatan yang dianggap masih kurang. Apalagi ada warga  yang minta agar dilakukan penambahan peralatan KB, baik bentuk obat maupun suntik.

Selesai meninjau Puskesmas Belawan, Rahudman dan rombongan bergerak menuju Jalan Karya Cilincing, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Walikota ingin melihat jembatan gantung yang telah selesai dibangun Dinas Bina Marga .Meski ada jembatan permanen namun kehadiran jembatan gantung ini dinilai sangat vital karena menghubungkan Kelurahan Karang Berombak dengan Kelurahan Brayan Kota.

Sore harinya, Rahudman melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Sunggal di Jalan TB Simatupang (Pinang Baris). Setelah meninjau satu persatu ruangan, Rahudman menilai kondisinya masih cukup baik. Namun, ada satu ruangan terlalu kecil sehingga tidak representative untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Rungan ini tidak standar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” beber Rahudman sekaligus meminta untuk disikapi. (adl)

Terbukti Curang, Masuk Penjara

Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjamin pelaksanaan ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Senin (16/4) hingga Kamis (19/4) akan berjalan baik. Jika ditemukan kecurangan, terutama oleh pihak sekolah atau guru pengawas, akan dikenakan sanksi pidana.

Dijelaskannya, setelah Disdik Medan menerima soal pada, Sabtu (14/4), selanjutnya tinggal mendistribusikan ke sekolah penyelenggara.
“Kita tinggal menunggu pihak sekolah datang menjemput soal ke disdik. Secara keseluruhan, persiapan lain seperti pengawas, ruang ujian dan pengamanan sudah rampung 100%,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Medan.

Untuk distribusi, soal langsung dijemput ketua tim sub rayon didampingi kepala sekolah penyelenggara yang dikawal polisi. Jika saat pengiriman soal ada pihak yang terbukti melakukan tindakan curang, akan dikenakan sanksi. Sanksi terberat bisa berupa pidana karena telah menyelewengkan tugas negara.
“Siapapun tidak boleh melakukan kecurangan terlebih lagi pihak sekolah. Sanksinya, yang terberat bisa dikenakan hukuman penjara karena hal tersebut merupakan tindak pidana,” tegasnya.

Total jumlah sekolah penyelenggara UN tahun ini sebanyak 672 sekolah mulai Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTS), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dari total itu sebanyak 113 sekolah menggabung karena dianggap tidak layak menjadi penyelenggara UN.

“Dari Disdik, kami memastikan tidak ada upaya tindakan melakukan kecurangan dengan menyerahkan soal dalam keadaan masih tersegel. Tapi kalau ternyata pihak sekolah, entah itu guru atau pihak yang ternyata berupaya curang, akan dikenakan sanksi tapi tentunya ada bukti hukum yang jelas,” ucapnya.

Seluruh jumlah soal yang tiba di Disdik Medan sesuai dengan jumlah peserta UN tahun ini mulai dari SMP, MTS, SMA, MA dan SMK yakni 83.159 siswa dengan rincian, jumlah peserta negeri sebanyak 23.548 siswa dan swasta ada 59.611 siswa.

Mengenai soal yang rusak, sekolah penyelenggara diperbolehkan memperbanyak dengan memfotokopi yang tentunya disaksikan polisi dan pengawas independen. Kemudian sekolah penyelenggara harus buat berita acara yang berisi total soal tambahan yang dibutuhkan atau lainnya.
“Tahun ini tidak ada soal cadangan karena berpotensi terjadi kecurangan. Jadi kalau ada soal  yang rusak atau lainnya, diperbolehkan melakukan fotokopi,” ucapnya.

Sementara itu mengenai tingkat kelulusan, seperti diberitakan sebelumnya kota ini menargetkan sama dengan tahun lalu, 97 persen. Target itu sesuai dengan berbagai persiapan seperti les tambahan, try out atau ekstrakurikuler yang dilakukan sendiri oleh sekolah atau bekerjasama dengan pihak lain. “Tiap sekolah sudah berupaya. Mudah-mudahan target tercapai,” ujarnya.(adl)

Dishub Sita 130 Unit Betor

Tertibkan Betor Plat Hitam dan Pelanggar Trayek

Dalam operasi penertiban becak bermotor (betor) yang melanggar izin trayek dan menggunakan plat hitam, selama 10 hari, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan berhasil menindak 130 unit betor. Sebagian besar betor yang diamankan berasal atau memiliki izin trayek hanya untuk wilayah Kabupaten Deliserdang dan Kota Binjai saja.

“Operasi itu dilakukan selama 10 hari. Operasi sudah berakhir Selasa (17/4) kemarin. Waktu dan tempat secara acak dilakukan di bulan April 2012 dengan target betor yang melanggar izin trayek,” kata Kadishub Medan, Syarif Armansyah Laubis, Selasa (17/4) siang.

Dikatakanya, penertiban yang dilakukan di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Thamrin di hari pertama, berhasil menindak 40 unit betor. Kemudian razia dilakukan di empat lokasi yakni, di kawasan Jalan Titi Bobrok dan Jalan Thamrin sebanyak 20 unit betor, Jalan Bigjen Katamso dan Jalan MT Haryono berhasil menindak sebanyak 30 unit Betor.

“Operasi bersama Satlantas Polresta Medan ini, seluruh betor yang kita tahan dibawa ke pergudangan Dishub, Jalan Kayu Putih, Tanjung Mulia Medan,” ungkapnya.

“Sebagian besar betor yang di tindak berasal dari Kabupaten Deliserdang dan hanya beberapa unit betor saja yang berasal dari Kota Binjai. Pelanggaran yang dilakukan betor ini karena masuk wilayah Kota Medan dan tidak sesuai izin trayek. Jadi, mereka sudah melanggar izin trayek, wilayah trayek yang diperbolehkan itu hanya untuk wilayah Deliserdang dan Binjai saja. Jadi, jika trayek diterbitkan di Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang, trayek hanya boleh beroperasi di wilayah itu saja, tidak boleh ke wilayah lain apalagi Kota Medan. Izin trayek tidak boleh dilanggar, kita menindak tegas jika betor melanggarnya,” tegas dia.

Dijelaskannya, para pemilik dan pengemudi betor diberikan waktu selama 30 hari ke depan untuk memproses pelanggaran yang telah dilakukannya. Setelah itu, betor akan diproses di PN Medan untuk pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) dan tidak bisa ditebus untuk saat ini agar bisa keluar.
“Kali ini, operasi penertiban tidak boleh menebus betor yang sudah ditangkap dan disita. Setelah kita bawa ke Pergudangan Kayu Putih, kita akan memprosesnya ke PN Medan untuk tipiring,” sebutnya.

Setelah itu, sambung Syarif, pihaknya sudah ada kesepakatan dengan Satlantas Polresta Medan. Bagi betor yang sudah disita tidak boleh ditebus pemilik atau pengemudi di lokasi penangkapan.

“Nanti semuanya diselesaikan saja di PN Medan. Kalau boleh ditebus, operasional betor yang melanggar ini tidak akan jera. Tidak ada efek jera, jadi kita tegas saja dan hanya bisa diambil setelah proses di PN Medan,” pungkasnya.(adl)

Bank Sumut Bagikan 15 Paket Umroh

Bank Sumut Syariah telah melakukan penarikan hadiah Tabungan Islamic Bank (IB) Martabe Bagi Hasil dan Tabungan IB Martabe periode 2011 berupa 15 paket umroh yang diselenggarakan di Merdeka Walk baru-baru ini.

“Pemberian hadiah ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan sejak dibukanya unit Bank Sumut Syariah tujuh tahun lalu, tepatnya 4 Nopember 2004. Tabungan IB Martabe Bagi Hasil dan Tabungan IB Martabe merupakan produk tabungan Bank Sumut unit usaha syariah,” jelas Gus Irawan.

Gus Irawan mengatakan, unit Bank Sumut Syariah ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah Bank Sumut maupun masyarakat Sumut yang ingin bertransaksi secara syariah, dan ini didasari hasil survei Bank Indonesia (BI). “Selain itu, seperti yang dicanangkan BI, share perbankan syariah terhadap konvensional sebesar 5 persen sedangkan Bank Sumut Syariah terhadap Bank Sumut telah mencapai 6,8 persen,” paparnya.

Gus Irawan menyebutkan, total aset Bank Sumut Syariah pada 2010 sebesar Rp826,126 miliar menjadi Rp1,333 triliun pada 2011 atau naik sebesar 161,4 persen.

Sementara total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2010 sebesar Rp431,5 miliar naik menjadi Rp666,916 miliar atau 64,7 persen dengan rincian tabungan Rp265,005 miliar, deposito Rp296,072 miliar, dan Giro sebesar Rp105,842 miliar.

Sementara itu, total penyaluran pembiayaan pada 2010 sebesar Rp408,549 miliar naik menjadi Rp880,689 miliar atau tumbuh 46 persen. Perolehan laba sebelum pajak yang berhasil didapat Bank Sumut unit Syariah per posisi Desember 2010 sebesar Rp23,124 miliar meningkat menjadi sebesar Rp25,061 miliar per Desember 2011.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya para nasabah Bank Sumut, sampai dengan saat mesin ATM Bank Sumut berjumlah 227 unit yang tersebar di seluruh Sumut, bahkan juga terdapat di DKI Jakarta dan dengan jaringan mesin ATM Bersama yang berjumlah sekitar 22.000 unit, serta jaringan mesin ATM Bankcard di Malaysia dengan jumlah sekitar 7.000 unit.

Adapun 15 nasabah Bank Sumut Syariah yang memenangkan paket umroh ke tanah suci yakni nasabah Bank Sumut Syariah Cabang Medan (Nastiana Siregar, Hanifah Hanum Nasution, Mufida Nur, Liza Ananda Lubis, Sofi Winanda, Sarina Ama), Tebing Tinggi (Indra Warman, Badrun Isya), Padangsidempuan (LP3DSU), Kisaran (Dani Zahria, Amran), Binjai (Imanuddin), Penyabungan (Bahrum, Neli Ritonga, Ramli Tanjung). (*)