32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13646

NBA All-Star 2014 di New Orleans

UNTUK kedua kalinya dalam enam tahun kota New Orleans akan menjadi tuan rumah gelaran NBA All-Star. Kota ini akan menghajat ajang itu di tahun 2014.
Pertandingan All-Star di tahun itu sudah ditetapkan jadwalnya pada hari Minggu tanggal 16 Februari. Seperti yang sudah-sudah, kontes rookie diadakan di hari Jumat, sedangkan kompetisi adu skill seperti slam dunk dan kontes three point dihelat Sabtu.

“Tak ada tempat yang lebih baik untuk merayakan dan memamerkan NBA selain di New Orleans, sebuah kota yang kaya tradisi dalam menggelar event-event besar yang tidak ada duanya,” demikian Komisioner NBA David Stern dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (17/4/2012).

New Orleans juga akan menjadi tuan rumah sembilan pertandingan Super Bowl di kompetisi National Football League (NFL) pada Februari 2013. Sebagai festival besar, dua event itu akan membawakan keuntungan ekonomis yang besar buat kota yang masih dalam pemulihan pasca bencana badai Katrina 2005 itu.

Tahun ini NBA All-Star digelar di Orlando, dan tahun depan di Houston. Terakhir New Orleans menjadi tuan rumah ajang ini di tahun 2008. (bbs/jpnn)

Peringati Simoncelli dengan Pecahkan Rekor

BRNO – Sirkuit Brno mencoba untuk membuat rekor baru. Salah satu lintasan terbaik di MotoGP itu, mencoba mengulang kesuksesan mengenang almarhum Marco Simoncelli, dengan mengundang sekitar 1.349 motor ke lintasan, pekan kemarin.

Pada musim 2011, para pecinta MotoGP memang dikejutkan oleh meninggalnya Simoncelli saat sedang mengikuti MotoGP Malaysia. Ribuan motor pun datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Simoncelli. Kini, Brno mencoba membuat rekor baru. Lintasan yang terletak di Ceska itu mengundang sekira 1.349 pengendara motor. Rekor baru ini dipimpin oleh pembalap MotoGP Karel Abraham dan pembalap Moto3 Jakub Kornfeil.
“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada semua orang. Saya sangat senang banyak orang yang datang, meski cuacanya jauh dari sempurna, hanya sekitar 8 derajat celcius. Ada juga partisipasi dari luar negeri,” kata Direktur Eksekutif Sirkuit Brno Ivana Ulmanová.

Setiap partisipasi mendapatkan stiker spesial dengan logo dari Sirkuit Brno. “Kami berharap banyak dari mereka akan melekat sepanjang musim. Saya berharap bisa melihat mereka lagi sepanjang musim ini,” tandas Ulmanova dilansir Stay On Black, Selasa (17/4). (bbs/jpnn)

UKM Center Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Gelar Dialog Publik

MEDAN-UKM Center Universitas Pembangunan Panca Budi Medan menggelar Dialog Publik dengan menghadirkan pembicara anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD RI) DR H Rahmat Shah. Acara tersebut digelar pada Kamis (12/4) lalu.

Dialog Publik dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi HM Isa Indrawan,MM yang juga dihadiri para Pembantu Rektor, seperta H Indra Jaya Lubis, dosen serta diikuti oleh ratus mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. “Atas nama Universuitas, kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Rahmat Shah yang memiliki kesibukan yang amat sangat padat, namun berkenan membagi pengalamannya di kampus ini. Khususnya, kepada kalangan mahasiswa, karena Pak Rahmat adalah tokoh yang sudah mapan, berpengalaman dalam berbagai bidang, terutama karena latar belakang beliau adalah seorang pengusaha,” ujar Rektor.

Dialog dengan tema Yang Muda, Yang Usaha, dipandu oleh Abdiyanto,SE,MSc selaku moderator, berlangsung hangat dan disambut peserta dengan antusias. Acara semakin meriah ketika diselingi canda oleh Rahmat Shah saat menyampaikan pengalaman suksesnya sebagai anak desa dari pinggir Sungai Bahbolon, Simalungun, hingga mampu menggapai cita-citanya sebagai pengusaha dan terjun ke dunia politik.

“Saya murni dari nol. Dulu saya bekerja di bengkel keluarga, mengayuh sepeda berpuluh-puluh kilometer dengan beban sparepart mobil yang berat. Itu semua saya jalani dengan fokus, kerja keras dan jujur. Setelah menanjak, kemudian pindah ke Jakarta untuk mengembangkan karir bisnis hingga dipercaya menjabat beberapa perusahaan, bahkan perusahaan joint antara Indonesia, Singapura dan Korea,” kenangnya.

Saat itu, sambung Rahmat bercerita, ada imbauan dari Gubsu masa itu, Alm Raja Inal Siregar, dengan program Marsipature Huta Nabe, maka dirinya kembali ke Medan dan membangun beberapa lini usaha di daerah dilahirkan, dibesarkan dan suatu saat dikuburkan.

“Saya menyambut baik kegiatan yang digagas oleh UKM Center Panca Budi ini, karena saat ini akses untuk masuk ke dunia usaha, sebenarnya terbuka lebar, apalagi bagi kalangan mahasiswa dan anak-anak muda yang memiliki bakat serta minat cukup tinggi,” kata Rahmat lagi.

Dikatakan Rahmat, Kota Medan banyak yang sudah membuka bisnis skala UKM yang dikelola oleh anak-anak muda karena pangsa pasarnya juga banyak anak-anak muda. “Apalagi kata Rektor akan rutin dilakukan bazaar di kampus dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6.600 mahasiswa, merupakan potensi yang besar dari sisi ekonomi,” ujar Ketua PMI Sumut ini.

Dialog itu sendiri memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan tanya jawab, dengan antusias peserta menyampaikan pertanyaan seperti kiat-kiat sukses, bagaimana menghadapi krisis, serta bagaiaman membuat usaha sekaligus mampu mengatasi jumlah pengangguran.

Rahmat menananggapi agar sebelum memulai usaha, sebaiknya dilakukan kajian-kajian serta penuhi persyaratan seperti perizinan yang perlu dilengkapi. Selanjutnya pengelolaan yang baik dan jangan udah menyerah.

Dalam kesempatan tersebut Rahmat Shah memberikan kejutan kepada peserta yang menyampaikan pertanyaan, dengan memberikan tiket masuk ke Rahmat Gallery dan Taman Hewan Pematangsiantar secara gratis yang disambut dengan gembira oleh peserta dialog. Acara diakhir dengan penyerahan cenermata dan foto bersama. (*/ila)

Pengangkatan Honorer tak Memenuhi Syarat Harus Dibatalkan

MEDAN-Ada ditemukan manipulasi data dari 251 tenaga honorer yang diumumkan menpan lolos verifikasi tetapi kenyataannya tak sesuai dengan aturan, maka BKN harus segera membatalkan proses pengangkatannya menjadi CPNS.

“Masyarakat bisa melaporkannya ke Pemko Medan dan dari komplain masyarakat ini kita akan tindaklanjuti untuk melaporkannya ke pusat. Kita akan minta agar BKN tidak memproses pengangkatannya menjadi CPNS,” kata Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri, kepada wartawan di kantor Balai Kota Medan, Senin (1/4).

Dikatakannya, dirinya tak membantah jika saat ini ditemukan adanya dugaan manipulasi data dalam proses pengajuan pengangkatan tenaga honorer ke BKN pada 31 Agustus 2010 lalu.

“Saya tidak akan membantah temuan itu. Ini saatnya untuk uji publik. Silahkan saja dilaporkan, supaya tidak seenaknya. Masyarakat yang tahu itu tidak benar. Itu kan penetapannya dari pusat dan sekarang diuji publik. Makanya silahkan masyarakat untuk melaporkan apa yang mereka ketahui,” terang Syaiful.

Disebutkannya, sebaiknya saat ini tidak perlu mencari di mana terjadinya dugaan manipulasi data tersebut.
“Sekarang ini saatnya kita uji, kalau ada data yang tidak sesuai segera dilaporkan supaya bisa kita ajukan agar BKN membatalkan pengangkatannya,” tegas Syaiful.

Sebelumnya, dari penelusuran wartawan ditemukan dari 251 tenaga honorer yang lolos verifikasi, terdapat 24 tenaga honorer yang diduga memanipulasi data pengangkatan. Tenaga honorer yang bermasalah itu rata-rata berasal dari Dinas Pertamanan Medan.

Ketika dikonfirmasi ke BKD Medan, Kasubag Penerimaan dan Pensiunan BKD Medan, Andrian Saleh menyebutkan hingga saat ini pihaknya baru menerima satu pengaduan yang berasal dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Medan.

“Hingga saat ini baru satu pengaduan yang kita terima dari Dinas P2K yang lainnya seperti dari Dinas Pertamanan belum ada kita terima,” terang Andrian.
Dijelaskannya, pengaduan yang diterima dari Dinas P2K Medan itu masuk ke BKD Medan tanggal 10 April 2012. Pengaduan atas nama Rasiadi, yakni seorang tenaga honorer yang dinyatakan tak lolos verifikasi oleh Menpan. “Di Dinas P2K Medan kan kita usulkan tiga orang tenaga honorer ke Menpan, namun yang lolos verifikasi dua orang dan satu orang yakni Rasiadi tak lolos. Makanya, dia melakukan pengaduan dan akan kita tindaklanjuti ke BKN,” terang Andrian.

Andiran juga menjelaskan, pihaknya sudah dua kali menyurati BKN sebagai upaya untuk melakukan klarifikasi ke BKN terkait 162 tenaga honorer yang tak lolos verifikasi.

“Pertama kita surati tanggal 12 Desember 2011. Saat itu memang menpan belum mengumumkan secara resmi, tapi saat ada pertemuan di Bali kita sudah diberitahui bahwa dari 413 tenaga honorer di Pemko Medan yang diusulkan hanya 251 yang lolos. Kita sudah mengetahui ketika itu jumlahnya ada 162 yang tak lolos meski nama-namanya belum diumumkan. Makanya, setelah itu kita langsung mengajukan klarifikasi,” jelas Andrian.

Begitupun, hingga saat ini surat klarifikasi yang diajukan itu belum juga mendapat respon dari BKN. Bahkan, setelah diumumkan menpan tenaga honorer yang lolos verifikasi secara resmi, BKD Medan kembali mengirimkan surat klarifikasi ke BKN tanggal 9 April 2012. (adl)

Demo Korban Lapindo Rusuh

SURABAYA – Merasa tidak didengar, warga korban lapindo yang berdemo di depan kantor Gubernur Jatim berulah. Mereka merusak pagar berduri dan melempari petugas kepolisian yang berjaga dengan air mineral. Beberapa kaca juga pecah terkena lemparan.

Para demonstran ini datang ke kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan sekitar pukul 14.00. Ratusan warga korban lumpur ini ingin bertemu dengan Gubernur Jatim Seokarwo. Sayangnya, di saat yang bersamaan Soekarwo sedang berada di acara Musrenbang Pemprov Jatim bersama seluruh Bupati/Walikota se-Jatim dan para menteri yang diundang. Otomatis, ia tidak bisa menemui para demonstran.

Awalnya, pengunjuk rasa ditemui oleh Asisten III Sekdaprov Jatim Edy Purwinarto.  Namun mereka merasa masih belum puas jika belum ketemu dengan Soekarwo. Selain itu, pengunjuk rasa juga meminta bertemu dengan Vice President PT Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabussala. Karena permintaan ini tidak kunjung dituruti, warga yang berada di luar akhirnya memanas.

Korban lumpur yang marah ini akhirnya melemparkan botol dan gelas air mineral ke arah polisi. Bahkan ada yang melemparkan batu dan kayu ke arah petugas kepolisian. Lemparan warga ini membuat salahsatu kaca gedung yang berada di bagian depan pecah.
Melihat situasi tidak terkendali, polisi kemudian menyiramkan air melalui water cannon. Namun hal tersebut tidak membuat warga berhenti menyerang. Akhirnya polisi menembakkan gas air mata. Warga sempat menyerang balik, namun mereka akhirnya kocar-kacir.

Koordinator aksi Yudho Wintoko menyayangkan apa yang dilakukan polisi.Sebab demonstran yang datang bukan hanya laki-laki. Melainkan juga wanita dan anak-anak. Karena itu tindakan tersebut dianggap tidak manusiawi. Banyak anak-anak kecil yang mengeluh kesakitan dan perih di bagian wajahnya. “Seharusnya tidak perlu menggunakan gas air mata,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan bahwa Pemprov tidak bisa berbuat banyak. Sebab pemprov hanya bersifat sebagai jembatan saja antara warga dan PT MLJ serta pemerintah pusat. “Kami tidak bisa menekan PT MLJ, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya. “Yang punya otoritas kan pemerintah pusat,” tambah Soekarwo.

Pemprov sendiri, ujar Soekarwo, sudah mengirimkan surat pada pemerintah pusat. Termasuk diantaranya ke Kementraian Pekerjaan Umum (PU). Saat ini pemprov sedang menunggu balasan dari surat tersebut. Jika nantinya para pengunjuk rasa meminta untuk difasilitasi ke Jakarta, maka akan dituruti. Namun hanya perwakilan saja. “Tapi janganlah merugikan (menutup jalan dan anarki Red),” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PT MLJ tidak bisa meminjam uang ke Bank Jatim untuk membayar korban lumpur. Sebab ada isu bahwa PT MLJ berjanji membayar dengan menunggu uang pinjaman dari Bank Jatim. Karena itu warga kerap meminta pemprov untuk menyetujui rencana PT MLJ agar uang mereka segera terbayarkan. PT MLJ rencananya meminjam Rp 900 miliar dengan anggunan hanya Rp 200 miliar saja. “Bisnis itu antara jaminan dan pinjaman ada ilmunya sendiri, Bank Jatim sudah pasti tidak akan meminjamkan (uang pada PT MLJ Red). Jadi tidak perlu itu dipertanyakan lagi,” tegasnya. (sha/jpnn)

Naskah UN Kurang, Gandakan Sendiri

LUBUK PAKAM- Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional, Senin (16/4) di Deliserdang diwarnai kekurangan naskah soal. Hal ini terjadi di SMA Negeri 1 Tanjungmorawa.

Untuk memenuhi naskah soal itu, pihak penyelenggara terpaksa menggandakan naskah soal yang ada dengan cara foto copy. Penggandaan itu langsung disaksikan Ketua Tim Pengawas Independen Unimed di SMAN 1 Tanjungmorawa, Maryati Salmiah MHum.

“Penggandaan soal tidak menyalahi juknis, karena khusus tahun ini, naskah soal dicetak sesuai jumlah  peserta UN,” ujarnya.
Hal ini bertujuan agar muridnya tidak ketinggalan dalam mengikuti UN karena kendala kurangnya naskah soal.

Terpisah, Kabid Dikdasmenjur Dispora Deliserdang, H Idris mengatakan kekurangan naskah UN dapat digandakan sesuai dengan petunjuk teknis UN.
Kemudian, penggandan itu dibuat berita acaranya. “Kekurangan itu mungkin salah hitung saat memasukan ke dalam amplop, itu kesilapan saat memasukan naskah,” katanya.

Ketika ditanyakan, berapa jumlah kekurangan naskah soal UN untuk Deliserdang H Idris tidak menjawabnya, dengan alasan pihak sekolah penyelenggaran UN belum memberikan laporan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Belum ada laporan dari pihak sekolah, mungkin setelah UN mereka akan membuat laporan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” katanya. (btr)

Siswa dan Guru Takut Jadi Sasaran

Konflik Sengketa Lahan Ganggu Pelaksanaan UN

LABUHAN DELI- Siswa SMA Negeri I Labuhan Deli yang mengikuti ujian nasional (UN) dihantui rasa ketakutan, Senin (16/4). Soalnya di sekitar sekolah puluhan massa yang membawa senjata tajam berseliweran mempertahankan tanah garapannya.

“Ujian kali ini suasananya tegang. Kami cemas karena takut menjadi sasaran bentrokan. Apalagi mereka sering sweeping di sekitar sekolah,” keluh salah seorang siswa yang mengaku bernama, Wahyudi.

Senada dengan Wahyudi para siswa lainnya juga mengaku kurang konsentrasi pada saat mengikuti UN. Di samping takut pada ancaman keselamatan jiwa mereka, banyaknya polisi yang melakukan pengamanan di lahan tersebut justru kian membuat para peserta UN menjadi kurang nyaman. “Konsentrasi agak terganggu aja tadi bang, soalnya pak polisi yang jaga di sini banyak kali,” ucap seorang siswi yang tak mau menyebutkan namanya.
Tak cuma para siswa saja yang merasa khawatir atas adanya keributan soal obyek lahan sengketa itu, para guru di sekolah negeri milik Pemkab Deliserdang juga diwarnai kecemasan. Bahkan para guru tak berani jika berjalan sendirian saat hendak datang maupun pulang dari SMA Negeri I Labuhan Deli.
“Kalau bentrok, tidak hanya siswa yang takut. Kami, guru-guru di sini, juga takut. Anak-anak terpaksa pulang ada yang dijemput orang tua mereka,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri I Labuhan Deli, Mulyadi saat ditanyai Sumut Pos.
Dia mengatakan, SMA Negeri I Labuhan Deli merupakan salah satu sekolah yang berada di dekat lokasi konflik antara warga dari kelompok petani dan massa dari kelompok developer “Dalam pelaksanaan UN ini sudah kejadian yang kedua kalinya, UN tahun lalu juga terjadi keributan soal sengketa lahan yang sepertinya tak ada habisnya. Dan ini jelas sangat mengganggu guru serta para siswa,” ungkap Mulyadi.

Sementara jumlah siswa yang mengikuti UN di sebanyak 80 orang. Ia berharap dalam pelaksanaan UN selama tiga hari ke depan nantinya tidak terjadi gejolak yang justru akan menimbulkan kerugian bagi para peserta UN dan para guru. “Semoga saja tak terjadi lagi bentrokan, sehingga anak-anak kami bisa tenang mengikuti ujian nasional,” imbuhnya.  Sementara, pantauan Sumut Pos di sekitar lokasi, seratusan pria dari pihak developer perumahan PT Agung Cemara Realty (ACR) dengan mempersenjatai dirinya tampak berjaga-jaga di sekitar lahan seluas 74 hektar tersebut.

Penempatan para pria tersebut untuk mengantisipasi kedatangan massa dari kelompok petani penggarap yang menuding pihak developer telah melakukan penyerobotan lahan milik mereka. Melihat situasi mulai kembali memanas, sejumlah personel Kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsekta Medan Labuhan yang melakukan penjagaan ditambah. Bahkan akses jalan utama menuju ke SMA Negeri I Labuhan Deli dijaga ketat oleh petugas. Setiap warga yang akan memasuki areal lahan tak luput dari pemeriksaan polisi baik berseragam dinas maupun berpakaian preman.

Seperti diberitakan sebelumnya, perseteruan sengketa lahan seluas 74 hektar itu terjadi sebelumya setelah massa mengatasnamakan dari kelompok petani penggarap menuding PT Agung Cemara Realty (ACR) selaku perusahaan developer menyerobot lahan yang diklaim sebagai kepunyaan mereka. Sementara pihak developer yang rencananya akan membangun seribu unit perumahan di lahan dimaksud mengklaim tanah itu merupakan milik perusahaan yang telah membayar ganti rugi disebut-sebut kepada, Titin Cs selaku kelompok petani yang merupakan ahli waris terhadap lahan tersebut.

Namun, belakangan pada saat pihak developer mendirikan bangunan tiba-tiba seratusan massa yang juga mengatasnamakan dari kelompok petani penggarap, Selasa (10/4) lalu, melakukan penyerangan dan meruntuhkan bangunan pagar pembatas tanah yang telah dibangun PT ACR. (mag-17)

Kurir Sabu Dibekuk, Bandar Diburu

MEDAN- Petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut menciduk Legiso Satpam Villa Jati Mas, yang merangkap sebagai kurir sabu- sabu.

Penangkapan warga Jalan Suluh, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Percut Sei Tuan itu dilakukan dengan cara penyamaran oleh petugas di kediamannya, Sabtu (14/4) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam penggerebekan itu turut juga disita 90,24 gram sabu, satu buah telepon genggam dan satu buah Surat Izin Mengemudi (SIM C)  sebagai barang bukti.

Setelah mengamankan tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah yang diduga menjadi bandar sabu berinisial IC. Walau tak berhasil menangkap IC, dari kediamannya di Jalan Sering (dekat Jalan Suluh), petugas juga menyita dua paket sabu seberat delapan gram.
Kepada wartawan Legiso mengaku mendapat barang haram tersebut dari seorang pria bernama IC. “Barangnya dari IC, aku bertugas mengantar aja,” akunya. Ayah tiga anak ini mengatakan mendapat Rp25 ribu dari setiap satu gram sabu yang terjual.  “Aku dapat Rp25 ribu setiap satu gramnya,” bebernya sembari menyebut per gram sabu dijual dengan harga Rp850 ribu.

Menurutnya bekerja sebagai Satpam di Villa Jati Mas Jalan Perintis Kemerdekaan hanya bergaji Rp1 juta per bulannya. Sehingga tidak cukup membiayai tiga anak dan istrinya. “Hasilnya sebagai tambahan biaya bang. Mana cukup gaji satu juta dengan tiga orang anak,” ucapnya mengaku baru tiga bulan jalankan usaha sampingannya itu.

“Sudah kita amankan satu orang tersangka sebagai kurir,” kata Kombes Pol Andjar Dewanto, Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.
Kata Andjar, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan Icang. “Masih kita kembangkan ya. Kuat dugaan dia (IC) terlibat dalam kepemilikan sabu itu,” sebutnya. Legiso dijerat pasal 114 Ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (gus)

Siswa SD Tenggelam

LUBUK PAKAM- Angga (7) ditemukan tewas tenggelam di kolam renang milik PTPN III Sei Karang, Desa Tanah Merah, Kecamatan Galang, Minggu (15/4) sore, sekira pukul 14.30 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga. Sementara itu, ibu korban Halimah serta kerabat keluarga lainnya tengah duduk santai di kantin Kolam Renang.

Diduga korban tenggelam ke dasar kolam karena terjatuh. Jasad Angga ditemukan setelah tak bernyawa lagi.

Penemuan itu, lantas membuat Halimah sontak menangis. Lalu jasad Angga dibawa ke klinik perobatan terdekat untuk divisum. Kemudian jasad korban dimakamkan di rumah orangtuanya Desa Purwodadi, Kecamatan Pagar Marbau, Deliserdang.(btr)

Nyenggol, Pengemudi Avanza Dipukuli Massa

PANCURBATU- M Indrawan Satria Putra  (22) warga Jalan Semarang Lingkungan III Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Binjai babak belur dihajar massa setelah mobil Avanza BK 1743 GV warna hitam yang dikemudikannya bersenggolan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Setiabudi Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (15/4) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di Mapolsek Pancurbatu menyebutkan, malam itu Indrawan mengemudikan mobil Avanza  datang dari arah simpang Selayang menuju arah simpang Pemda, Tanjung Sari, Medan.

Saat melintas di lokasi kejadian di  depan salah satu gang jalan, mobilnya bersenggolan  dengan sepeda motor jenis Suzuki Spin tanpa  plat nomor polisi yang dikendarai Alam Yordan Tarigan (16) warga Jalan Jamin Ginting Gang Pancur Siwah Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor berboncengan dengan teman nya, Desfin Ginting (18) warga yang sama, yang saat itu baru ke luar dari simpang Pancur Siwah, Medan Selayang.

Akibat nya pengendara sepeda motor dan teman boncengannya terjatuh ke aspal. Begitu  kejadian, Indrawan  pun diduga hendak melarikan diri  tancap gas menuju arah simpang Pemda. Teman-teman Alam yadan warga sekitar yang  melihat,  langsung mengejar mobil Avanza tersebut. Pengejaran yang dilakukan teman-teman Alam dan warga membuahkan hasil. Mereka menghadang dan menyuruh mobil yang dikemudikan Indrawan berhenti di sekitar simpang Pemda.

Mungkin karena kesal dengan ulah si pengemudi mobil yang diduga tak mau bertangggung jawab itu, massa pun langsung main hakim sendiri. Pengemudi mobil Avanza tersebut dipukul hingga babak belur.

Bahkan, mobilnya juga tak luput jadi sasaran amuk massa sehingga mengakibatkan kaca depan dan belakang mobil pecah, dinding kanan mobil nya juga bonyok serta kaca spion juga rusak. Namun aksi main hakim sendiri itu tidak sampai berlanjut fatal, menyusul kedatangan petugas polisi dari Polsek Delitua Pos Simpang Selayang yang malam itu sedang melakukan razia.(roy/smg)