32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13647

Nyenggol, Pengemudi Avanza Dipukuli Massa

PANCURBATU- M Indrawan Satria Putra  (22) warga Jalan Semarang Lingkungan III Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, Binjai babak belur dihajar massa setelah mobil Avanza BK 1743 GV warna hitam yang dikemudikannya bersenggolan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Setiabudi Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (15/4) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di Mapolsek Pancurbatu menyebutkan, malam itu Indrawan mengemudikan mobil Avanza  datang dari arah simpang Selayang menuju arah simpang Pemda, Tanjung Sari, Medan.

Saat melintas di lokasi kejadian di  depan salah satu gang jalan, mobilnya bersenggolan  dengan sepeda motor jenis Suzuki Spin tanpa  plat nomor polisi yang dikendarai Alam Yordan Tarigan (16) warga Jalan Jamin Ginting Gang Pancur Siwah Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor berboncengan dengan teman nya, Desfin Ginting (18) warga yang sama, yang saat itu baru ke luar dari simpang Pancur Siwah, Medan Selayang.

Akibat nya pengendara sepeda motor dan teman boncengannya terjatuh ke aspal. Begitu  kejadian, Indrawan  pun diduga hendak melarikan diri  tancap gas menuju arah simpang Pemda. Teman-teman Alam yadan warga sekitar yang  melihat,  langsung mengejar mobil Avanza tersebut. Pengejaran yang dilakukan teman-teman Alam dan warga membuahkan hasil. Mereka menghadang dan menyuruh mobil yang dikemudikan Indrawan berhenti di sekitar simpang Pemda.

Mungkin karena kesal dengan ulah si pengemudi mobil yang diduga tak mau bertangggung jawab itu, massa pun langsung main hakim sendiri. Pengemudi mobil Avanza tersebut dipukul hingga babak belur.

Bahkan, mobilnya juga tak luput jadi sasaran amuk massa sehingga mengakibatkan kaca depan dan belakang mobil pecah, dinding kanan mobil nya juga bonyok serta kaca spion juga rusak. Namun aksi main hakim sendiri itu tidak sampai berlanjut fatal, menyusul kedatangan petugas polisi dari Polsek Delitua Pos Simpang Selayang yang malam itu sedang melakukan razia.(roy/smg)

Rp472 M Untuk Tunjangan Guru yang Mengajar di Swasta

MEDAN- Untuk tahun 2012 sedikitnya Rp472 miliar dana tunjangan yang telah digelontorkan pemerintah kepada guru swasta, yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Sumatera Utara.  Tunjangan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yakni, tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan insentif guru.

Sehingga dengan nilai anggaran yang cukup besar itu tidak ada alasan bagi guru swasta, tidak mampu meningkatkan kualitas dan kompetensinya sebagai guru karena ketiadaan anggaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK), Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Eduard Sinaga, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

“Dengan jumlah anggaran yang besar itu, harusnya bisa sebanding dengan mutu dan kualitasnya,” ujar Eduard.

Adapun jumlah tunjangan yang diberikan yakni, untuk tingkat SMA/SMK, penerima tunjangan profesi guru sebanyak 3.346 orang dengan total anggaran Rp65,1 miliar.  Tunjangan fungsional diberikan kepada 5.558 guru dengan total anggaran Rp20,1 miliar. Serta tunjangan khusus untuk 101 guru dengan  total anggaran Rp3,3 miliar. Sedangan untuk tingkat SD/SMP, penerima tunjangan profesi 5.410 guru dengan total anggaran Rp141,2 miliar.

Tunjangan fungsional diberikan kepada 17.152 guru dengan total anggaran sebesar Rp61,7 miliar dan tunjangan khusus diberikan kepada 1.334 guru dengan total anggaran sebesar Rp39,7 miliar.

Selain itu bilang Eduard, guru swasta ini juga mendapatkan insentif yang bersumber dari APBD Provinsi yang diberikan kepada 194.345 guru dengan total anggaran mencapai Rp139 miliar lebih.

“Jumlah ini cukup besar, dan kemungkinan bisa terus bertambah untuk kedepannya sesuai anggaran pemerintah yang yang tersedia,” sebutnya.
Masih menurut Eduard, perhatian pemerintah terhadap hak-hak guru sudah sangat baik, namun masih ditemui sejumlah guru yang belum secara profesional menjalankan profesinya.

Hal ini jugalah menurut Eduard yang membuat kelulusan uji kompetensi awal (UKA) guru di Sumut beberapa waktu lalu itu merosot.
“Seandainya guru bisa dengan baik menjalankan tugasnya mengajar dan membimbing siswa, serta terus menerus meningkatkan kemampuannya, maka saya yakin kompetensinya akan meningkat lagi,” sebutnya.

Untuk itu, Eduard menghimbau, guru lebih aktif dalam melakukan kajian-kajian atau metode pembelajaran, sehingga siap dalam menghadapi perkembangan pendidikan yang semakin pesat.

Sementara saat disinggung mengenai anggaran tunjangan bagi guru Negeri yang PNS, Eduard mengaku data dipegang oleh Dinas Kabupaten/Kota masing-masing. Sehingga, pihaknya tidak bisa mendapatkan data atau menghitung jumlah anggaran yang tersedia bagi guru.
“Kalau guru negeri datanya tidak ada di Provinsi, semuanya ada di kabupaten/kota karena dananya masuk dalam belanja langsung daerah,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang lain, Ketua PGRI Sumut Yustini Amnah Lubis mengakui, banyaknya anggaran yang tersedia, menunjukkan perhatian pemerintah yang semakin tinggi terhadap guru.

“Sudah lama sebenarnya para guru mengharapkan seperti ini, namun baru bisa terealisasi sejak anggaran pendidikan 20 persen,” ungkapnya.
Masih menurut Yustini, penigkatan kualitas tidak bisa menyalahkan guru semata. Sebab, pengalaman dan tuntutannya sudah berbeda dengan jamannya.
“Untuk itu kedepannya, para pengelola perguruan tinggi yang menghasilkan guru juga harus benar-benar mempersiapkan lulusannya. Sehingga akan dihasilkan guru yang berkualitas,” ucapnya. (uma)

Gemapala FIB USU Tanam 1.000 Pohon

Jelang Peringatan Hari Bumi

LANGKAT- Hari Bumi Sedunia yang diperingati 22 April setiap tahunnya, merupakan satu hal yang penting dijadikan momentum bagi penggiat dan pemerhati lingkungan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Cuaca yang panas pada siang hari merupakan hal biasa di daerah tropis, tapi panas yang dirasakan berlebihan merupakan bagian dari dampak pemanasan global.

Untuk itu, Generasi Muda Pencinta Alam (Gemapala) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara, menggelar tanam pohon di Lembaga Pendidikan Amaliyah, Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Minggu (15/4).

“Kita menanam pohon mahoni sebanyak 500 pohon di beram jalan menuju ke lembaga pendidikan Amaliyah Secanggang dan 500 pohon bakau di bantaran Sungai Secanggang, yang bibitnya kita peroleh dari Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah II,” ujar Ketua umum Gemapala FIB USU Dian Gunawan.

Gunawan menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program FIB USU yaitu, ‘Gemapala Goes To School 2012’, dengan tema Bumi Kita Satu.
Dalam acara ini, juga diadakan bakti sosial tanam pohon, lomba lukis, lomba nyanyi dan mewarnai bagi siswa SMP/ sederajat yang bertemakan tentang lingkungan hidup. Ratusan pelajar sangat antusias mengikuti semua kegiatan yang di gelar.

“Kegiatan ini digelar untuk pelajar SMP, agar sedini mungkin mereka dapat memahami betapa pentingnya arti lingkungan hidup sehingga mereka bisa mencintai lingkungan,” tegas Gunawan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Perempuan Pemerhati Masyarakat Sumatera Utara, Ir. Sumarti Yasmun, menjelakan, Indonesia memiliki hutan yang sangat potensial, ada hutan lindung, hutan suaka, dan juga hutan mangrove, namun akhir-akhir ini telah terjadi perambahan dan alih fungsi di luar kendali sehingga kondisi hutan sekarang mengalami kerusakan yang sangat parah.(ndi)

Warga Duduki Kebun PT NPK

286,6 Hektar Kebun Sawit Diserobot

TEBINGTINGGI- PT Nusa Pusaka Kencana (PT NPK) Kebun Bahilang di Kecamatan Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai, dituding menguasai tanah warga seluas 286,6 hektar. Hal itu terjadi, karena dasar tanah yang dikuasai PT NPK merupakan tanah garapan masyarakat sejak tahun 1954.

Tudingan itu disampaikan 500 warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Reformasi Sejati (KTRS) saat unjuk rasa, Senin (16/4) di Kebun Bahilang, sekitar 7 Km dari Kota Tebingtinggi.

Dalam pernyataan sikapnya, KTRS menyebutkan, ada seluas 286,6 hekter tanah dirampas PT NPK sejak tahun 1986. Hal itu dibuktikan surat keputusan Menteri Dalam Negeri No.23 /SK/HGU/DA/86 bahwa luas Hak Guna Usaha (HGU) PT NPK yang disetujui pemerintah seluas 1.018,74 hekter dari 1.304,8 hektar luas lahan HGU yang dahulu dikusai PT Hapinis dan NU Orental Tryo Product.

Sebelum digelarnya unjuk rasa, KTRS sudah menyurati pihak perkebunan PT NPK. Hanya saja, tidak merespon tindakan warga. Untuk itu, mulai Senin (16/4) sekira pukul 09.00 WIB sebanyak 500 orang yang terdiri dari 215 kepala keluarga (KK) menduduki serta mendirikan posko kemenangan KTRS di atas tanah perkebunan sawit PT NPK dan mendapatkan pengawalan dari pihak Polres Tebingtinggi dan TNI.

Sedangkan satuan pengamanan (Satpam) perkebunan hanya melihat dari jauh karena belum ada arahan dari pihak pimpinan perkebunan untuk mengawal aksi unjuk rasa tersebut.

Setibanya di kebun tersebut, KTRS langsung mendirikan posko pemenangan dan langsung menancapkan plang bertuliskan kembalikan hak atas tanah seluas 286,6 hektar yang dirampas PT NPK sejak tahun 1986. KTRS juga menyebutkan,

sesuai kartu tanda pendaftaran sebagai pemakai tanah perkebunan UU darurat No.8/1954 yang dikeluarkan Asisten Wedana Kecamatan pada tahun 1954/1955 yang dimiliki penggarap, hal ini menunjukan penggarap memang diperkenankan dan diizinkan menggarap lahan perkebunan sejak tahun 1954.

Ketua KTRS, Karsim (80) didampingi Kordinator Lapangan NH Sipayung, dihadapan 500 warga yang datang mengatakan, warga telah melakukan usaha untuk mengambil kembali kepemilikan tanah seluas 286,6 hektar sejak lama. Padahal Pemkab Sergai sudah mengetahuinya, dan warga telah melaporkan ke DPRD Sumut serta Gurbenur Sumatera Utara. Namun, hingga kini pihak pemerintah belum menanggapi. (mag-3)

David Purba Dituntut 5 Tahun Penjara

Sidang Terdakwa Dana Pemkab Batubara

JAKARTA- Satu lagi terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dana kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, David Purba, dituntut 5 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung, juga meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, agar menjatuhkan hukuman pidana denda hingga senilai Rp250 juta. Demikian tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Rudy Hartono di Jakarta, Senin (16/4).

Menurutnya, terdakwa David terbukti melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hal yang memberatkan, terdakwa merusak nama baik Kejaksaan. Oleh sebab itu JPU meminta hakim menyatakan David terbukti bersalah melakukan tindakan menghasut Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk berbuat melanggar hukum.

Sebagaimana diberitakan pada persidangan sebelumnya, Senin (26/3) lalu, terdakwa lainnya Direktur PT Pacifik Fortune Management (PFM), Ilham Martua Harahap saat menjadi saksi menyatakan, mantan anak buahnya Daud Aswan, mengaku memiliki seorang teman (David Purba).

“Katanya teman beliau (David Purba), bisa menjembatani mengurus perkara saya di kejaksaan. Jadi bantuan mau dilakukan buat saya dan Bapak Rahman Hakim, untuk bertemu tim Kejaksaan Pak Marwan dan Jasman. Kami di PFM mau dibantu karena katanya tidak terkait langsung dengan uang Pemkab. Hanya sebagai tempat transfer,” ungkap Ilham.

Untuk itu, Ilham kemudian mengaku menyerahkan uang senilai Rp1,5 miliar lewat sekretaris perusahaan PT.PFM, Intan dalam tiga tahap. Berturut-turut sejak tanggal 16 Mei 2011 di Plaza Indonesia. Kemudian di parkiran Hotel Borobudur. (gir)

Ada Siswi yang Tidur, Sakit dan Sudah Menikah

Melihat Pelaksanaan Ujian Nasional di Tebing, Langkat, dan Pakpak Bharat

Secara keseluruhan, hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sumut, berlangsung lancar. Namun ada sejumlah kendala yang dihadapi pelajar saat mengikuti ujian.

Saat Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi para Muspida melakukan peninjauan langsung ke beberapa Sekolah di Kota Tebingtinggi, Senin (16/4) pagi di Sekolah SMA Negeri 3 Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi, ada salah seorang peserta ujian tidak mengerjakan soal dan malah tertidur pulas beralaskan kertas ujian di ruang IPA kelas XI SMA Negeri 3 Kota Tebingtinggi.

Amatan Sumut Pos di lapangan, banyak terlihat siswa-siswi yang mengerjakan soal UN tidak fokus, ada yang tidur, ada menguap karena mengantuk. Penyebab tertidurnya salah satu siswi SMA Negeri 3 itu tidak diketahui penyebabnya, bahkan saat Wali Kota melakukan kunjungan melihat dari luar kelas, mendadak siswa tersebut bangun dari tidurnya.

Kepsek SMA Negeri 3, P Nainggolan, ketika ditanya nama siswi tersebut enggan berkomentar, hanya mengatakan peserta UN tidak boleh diganggu, mereka nanti tidak kosentrasi mengerjakan soal, diharapkan para media hanya melihat dari luar ruangan.

Sementara itu, Umar Zunaidi Hasibuan enggan menyinggung masalah pelajar yang tertidur dalam mengerjakan sola UN. Dia mengatakan, kegiatan peninjauan ini untuk melihat langsung jalannya UN, kepada para pengawas dan Kepala Sekolah agar bisa melaksanakan UN ini berjalan dengan aman, lancar dan tertib.

“Kita tidak boleh masuk ke dalam ruangan ujian, tetapi kita melihat dari jauh keadaan peserta UN. Mudah-mudahan kelulusan tahun ini bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardaimaian Siregar, pelaksanaan UN hari pertama berjalan dengan lancar. Pelaksanaan UN untuk tingkat SLTA diikuti 4.071 peserta dan yang tidak hadir karena alasan tidak jelas sebanyak 38 peserta. “Mereka yang tidak hadir ada karena sakit, ada karena dipecat dari sekolah dan ada yang tidak datang dengan alasan jelas serta juga ada siswa yang sudah melangsungkan perkawinan,” bebernya.

Sementara di Langkat, Tercatat tiga peserta ujian nasional (UN) TA 2012 wilayah Sub Rayon 14 Kecamatan Selesai tidak hadir, disebut-sebut satu diantaranya drop out dan sisanya tanpa alasan. Secara umum, pelaksanaan tahapan akhir proses belajar SMA, SMK dan MA berjalan lancar.

“Mudah-mudahan, sampai sejauh ini pelaksanaan UN berjalan lancar. Terkait tiga peserta UN tidak hadir akan kita cek, untuk saat ini kita masih melakukan pantauan lapangan,” kata Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, ketika dikonfirmasi, Senin (16/4).

Sebelumnya, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di sejumlah sekolah didampingi Asisten Adm Ekbangsos Indra Salahuddin, Kadis Dikjar Syam Sumarno dan Kabag Humas Syahrizal.

“Terhadap mekanisme sistem yang telah ada agar dijalankan dan saya berharap hingga akhir nanti pelaksanaan UN di Langkat dapat berlangsung lancar,” kata Ngogesa.

Di Pakpak Bharat, pelaksanaan UN juga berjalan dengan baik. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu MBA saat meninjai pelaksanaan UN membeberkan, pelaksanaan UN dihari pertama lancar dan tidak ditemukan masalah. Pelaksanaannya dilengkapi lembaran soal ujian dan lembar jawaban cukup. “Saya sengaja turun di saat jam pengumpulan soal, ternyata memang semua berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan,” terangnya.(mag-3/jie/mag-14)

Citra Dahlan Iskan Justru Makin Naik

Interpelasi DPR Dianggap Terkait Pilpres 2014

JAKARTA – Bergulirnya usul interpelasi sejumlah anggota DPR terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan dicurigai terkait dengan pemanasan menuju Pilpres 2014. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menduga ada motif politik tertentu di balik manuver politisi Senayan itu. Salah satunya, kepentingan Aburizal Bakrie selaku ketua umum Partai Golkar.

“Di antara daftar 38 penggagas awal interpelasi terhadap Dahlan Iskan, 22 orang berasal dari Fraksi Partai Golkar. Orang bisa berpraduga, ini terkait dengan rivalitas Ical menuju Pilpres 2014,” katanya kemarin (16/4).

Apalagi, sambung Burhan, Ical – sapaan Aburizal – telah mengaku secara terbuka bahwa Golkar mendukung interpelasi. Menurut dia, usul interpelasi tersebut bisa menjadi bumerang bagi pencitraan Golkar dan DPR. “Terhadap Golkar, publik akan memandang proses interpelasi ini sebagai rivalitas Ical terhadap Dahlan. Sementara itu, DPR akan dianggap publik kurang kerjaan,” ujarnya.

Menurut Burhanuddin, akar permasalahan Dahlan dengan DPR sebenarnya hanya soal komunikasi. Dahlan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN Nomor 236/MBU/2011 dengan semangat debirokratisasi. Melalui kepmen itu, Dahlan ingin mempercepat proses pengambilan keputusan di tubuh BUMN untuk meningkatkan kapasitas BUMN.

“Selama ini, banyak BUMN yang dikelola dengan semangat birokrasi yang berlebihan. Akibatnya, pengelolaan BUMN menjadi lamban dan tidak kompetitif. Padahal, BUMN dituntut bermain di wilayah corporate culture, bukan bureaucrat culture,” katanya.

Soal kepmen yang dinilai bertentangan dengan UU BUMN itu, Burhan memandang sebaiknya dikomunikasikan secara lebih terbuka oleh komisi VI dengan Dahlan. Banyak mekanisme di parlemen yang bisa digunakan. Mulai rapat kerja sampai rapat konsultasi pimpinan DPR. “Jangan sedikit-sedikit interpelasi. Apalagi, persoalan utamanya adalah semangat debirokratisasi yang tidak bisa ditangkap DPR,” ungkap peneliti senior di Lembaga Survei Indonesia (LSI) tersebut.

Terkait dengan adanya potensi penyalahgunaan kepmen, kata Burhan, hal itu nanti bisa dicek dalam pengawasan oleh DPR. Kalau memang ada penyalahgunaan, Dahlan selaku menteri yang mengeluarkan kepmen bisa diminta bertanggung jawab. “Tapi, kalau sejak adanya kepmen itu aset BUMN malah meningkat, kontribusi BUMN ke PDB membesar, dan BUMN tampil kian kompetitif di tengah era persaingan swasta, berarti kepmen Dahlan benar,” ujarnya.

Bila DPR tetap bersikeras mengajukan interpelasi, dia memprediksi Dahlan justru akan mendapat angin segar. Di tengah citra DPR yang memburuk di mata publik, muncul interpelasi terhadap Dahlan. Sementara itu, Dahlan merupakan tokoh yang tengah mendapat banyak apresiasi dari publik karena sepak terjangnya yang out of the box.

Di tempat terpisah, Dahlan terus menanggapi santai isu interpelasi oleh anggota DPR. Kemarin dalam ulang tahun Kementerian BUMN maupun saat acara penjualan e-toll card, dia beberapa kali menyinggung aksi interpelasi. “Silakan jalan saja,” ujarnya.

Di hadapan ratusan anak buahnya, dia menyampaikan bahwa Kementerian BUMN harus memperkuat nilai korporasi ketimbang birokrasi. Bahkan, dia mencontohkan majunya BUMN di Tiongkok karena iklim korporasi yang sangat bagus.

Saat ditanya kemungkinan adanya upaya untuk menjatuhkan dirinya dari kursi menteri BUMN melalui interpelasi, Dahlan tetap menanggapi dengan enteng. “Wah, kalau ada yang ingin mengubah (kepmen) itu dengan motif ingin jadi menteri (BUMN), ya silakan ubah saja. Pokoknya terserah DPR saja lah. Saya tidak masalah (menghadapi interpelasi). Yang penting Indonesia bisa maju,” ujarnya sambil mengepalkan tangan.

Salah seorang anggota DPR pengusung interpelasi dari Fraksi Golkar, Bobby Rizaldi, menyatakan, keputusan Golkar mendukung interpelasi terhadap Dahlan tidak dilatarbelakangi kepentingan politis. Menurut dia, tidak benar jika ada motif persaingan menuju Pilpres 2014. “Sama sekali bukan itu. (Interpelasi) ini ada karena menyangkut dua kementerian, yakni BUMN dan Kemenkeu,” ujarnya.

Menurut Bobby, dalam proses interpelasi, sesuai dengan aturan tata negara, yang wajib menjawab adalah presiden. Nah, jika terealisasi, DPR ingin mendapat penjelasan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas kebijakan yang diambil anak buahnya. “Mana yang benar dalam ranah eksekutif mengenai pelepasan aset negara,” katanya. Dia menegaskan, pengajuan hak interpelasi murni dilakukan dalam rangka fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Sementara itu, Sekjen PKB Imam Nahrawi menegaskan, interpelasi terhadap Dahlan tidak perlu dilakukan. “Saya sudah minta kepada seluruh kader di Fraksi PKB untuk tidak ikut-ikutan mengusulkan interpelasi,” tegasnya.

Menurut dia, masih ada cara lain yang bisa ditempuh DPR, yakni melakukan tabayun lebih dulu dengan Dahlan. “Itu bisa dilakukan melalui rapat kerja atau sejenisnya,” jelas Imam. Mekanisme tersebut lebih bagus dan tidak mengurangi fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah.

Menurut Imam, PKB berharap DPR dan pemerintah bisa menghentikan kegaduhan tersebut. “Justru melakukan check and balance yang jauh dari politicking tapi benar-benar berbasis kemaslahatan bersama,” ungkapnya.

PKB, kata dia, menilai efisiensi dan pemangkasan birokrasi oleh Dahlan sesungguhnya hanya ditujukan agar BUMN lepas dari kepentingan politis. (pri/owi/bay/c5/agm/jpnn)

DPR tak Mau BUMN Membaik

Rencana interpelasi DPR RI terhadap Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat pertentangan. Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara malah mengatakan rencana interpelasi itu ada karena DPR RI tak mau BUMN jadi lebih baik.

“Biarkan apa yang dilakukan, selama itu untuk kebaikan dan kemajuan. Belum lagi upaya itu dilakukan, sudah mencoba untuk menghambatnya. Sepertinya anggota DPR RI tidak ingin melihat BUMN jadi lebih baik,” kata pengamat ekonomi dari USU, Ami Dilham SE.

Ami Dilham jelas tak setuju ketika urusan ekonomi dikait-kaitkan dengan politik. Interpelasi DPR RI sangat menunjuukkan unsur politis. Apalagi, Pilpres 2014 makin dekat. Sementara, Dahlan Iskan dengan sosok apa adanya cukup menyita perhatian warga negaran

“Inilah yang sering keblinger. Orang-orang di DPR RI ini kan pasti paham, mana urusan ekonomi dan mana urusan politik. Tidak semuanya harus diselesaikan dengan politik seperti yang sering terjadi saat ini. Kalau urusan ekonomi ya diselesaikan dengan ilmu dan kajian ekonomi. Kalau masalah politik baru pakai politik. Kalau sebaliknya, urusan ekonomi diselesaikan pakai politik, ya salah,” tegasnya.

Apa yang diungkap Ami Dilham, senada dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Diah Anggraini. Dia mengakutidak mau ikut berpolemik mengenai usulan penggunaan hak interpelasi oleh sejumlah anggota DPR. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri itu lebih suka ngobrol enteng, tentang apa yang dirasakan setelah Dahlan Iskan ngamuk di gerbang tol Semanggi ke arah Slipi, 20 Maret 2012 silam.

Diah mengaku sangat merasakan dampak dari ngamuknya Dahkan Iskan itu. Dia cerita, sebelum Dahlan ngamuk, perjalanannya dari rumah hingga kantor Kemendagri paling cepat dua jam.

Sudah jelas, waktu dua jam sangat berharga bagi Diah, yang menduduki strategis di kementrian yang dipimpin Gamawan fauzi itu.  Perempuan energik asal Semarang itu mengaku, berangkat dari rumahnya, daerah Jatiwarna-Bekasi, pukul 06.00 WIB. “Setelah Pak Dahlan ngamuk itu, sekarang satu jam saya sudah sampai kantor karena pintu tol hijau semua, dibuka semua. Dulu pagi-pagi itu, tol JORR itu hanya dibuka satu, atau dua saja, yang lain merah sehingga macet parah. Senenglah kita,” kata Diah kepada Sumut Pos di Jakarta.

Diah, birokrat tulen yang ramah itu, hanya berharap agar kinerja pengelola jalan tol pasca ngamuknya Dahlan, bisa terus dipertahankan. “Saya bertemu dengan Sekjen Kementerian BUMN, saya bilang, terus itu. Jangan sampai sesaat saja karena ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” cerita Diah.
Ketum DPP Korpri itu menilai, Dahlan punya keinginan kuat menciptakan birokrasi yang benar-benar melayani masyarakat. “Pelayanan publik yang berkualitas, mestinya ya seperti itu,” tegasnya.

Anggota DPRD Sumut Marasal Hutasoit pun tak mau ketinggalan menyikapi polemik interpelasi tersebut. “Interpelasi inikan untuk hal-hal yang prinsipil. Kalau positif kenapa harus pertanyakan. Jangan akhirnya menimbulkan polemik,” tegasnya saat ditemui usai acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ke 64 di Halaman Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Senin (16/4).

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) itu menyatakan, harusnya apa yang dilakukan Dahlan Iskan menerobos birokrasi yang rumit di Indonesia didukung bukan malah dihalang-halangi.

“Harus ada komunikasi, apa maksudnya, apa yang dikeluarkan menteri. Seolah-olah sudah menggugat paling prinsipil. Interpelasi inikan untuk hal-hal yang prinsipil. Harusnya dipertanyakan dulu. Kalau positif kenapa harus pertanyakan. jangan akhirnya menimbulkan polemik,” tegasnya. (ari/sam)

UN=SNMPTN Efisien

Faliruddin Lubis
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat serentak digelar, Senin (16/4) dan akan berakhir Kamis (19/4) mendatang. Seluruh siswa berlomba-lomba untuk meraih prestasi yang terbaik. Ada yang menghalalkan cara untuk mencari bocoran soal. Ada juga yang tak peduli dan hanya belajar, belajar dan belajar.

Tapi, yang pasti di Kota Medan pelaksaan UN tak ada ditemukan kecurangan, meskipun kehadiran peserta ujian di lingkungan sekolah pukul 5.30 WIB sempat menjadi perhatian. Hanya beberapa lembar soal yang kurang. Itupun dapat teratasi. Persentase kehadiran siswa juga hampir mencapai 100 persen.

Pengawasan penyelenggaraan UN selain melibatkan para guru-guru, pengawasan juga dibantu oleh 1.908 personel dari satuan pendidikan Unimed dan 2.400 personel kepolisian.

Sebenarnya tujuan Ujian Nasional untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu satuan atau program pendidikan. Beberapa bentuk pengendalian mutu pendidikan yang harus dilakukan secara sistimatis dan sinergi adalah evaluasi di kelas yang dilakukan sendiri oleh pendidik atau dalam rangka memantau kemajuan belajar peserta didik terus-menerus.

Si Indah misalnya. Dia sudah belajar siang hari siang malam saat menghadapi UN. Hasilnya, cukup memuaskan dan lulus. Tapi, si Indah belum tentu diterima di perguruan tinggi negeri kalau dia tidak mengikuti jalur undangan. Bisa-bisa nilai UN-nya yang bagus tak lulus saat SNMPTN. Sementara si Musa nilainya biasa-biasa saja dan lulus UN. Tapi, bisa saj dia lulus ke perguruan tinggi negeri karena saat SNMPTN dia bisa menjawab soal.

Kesimpulannya bahwa ujian akhir nasional merupakan hal untuk meningkatkan mutu pendidikan baik dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sampai dengan tingkat SMU/Aliyah.

Begitu repotnya pemerintah melalui dinas pendidikan mengurus UN hingga terkadang sampai begadang untuk menyelurkan soal hingga ke pelosok desa. Tapi, untuk apakah hasil UN itu bagi siswa.

Jadi, hasil UN bagi tamatan SMA hanya sepotong  syarat untuk menuju masuk perguruan tinggi.  Cuma itu. Pasalnya, hingga kini hasil Ujian Nasional (UN) tak bisa langsung lolos ke perguruan tinggi. Alasannya, selama ini UN masih dinilai belum berkualitas, di antaranya soal kejujuran dan naskah soal yang diujikan.

Tapi, siswa SMA yang akan datang bisa berharap wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yang berulang-ulang mengatakan, rencana menjadikan hasil UN sebagai syarat masuk PTN di berbagai forum.

Rencana itu belum bisa dilakukan tahun ini, karena masih dalam tahap penggodokan.

Untuk tujuan itu, Mendikbud sudah membentuk tim mulai Dinas Pendidikan (Dindik), Perguruan Tinggi (PT), dan pihak kementerian sendiri. Formula yang tepat masih dibahas agar UN digelar sekaligus sebagai Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Bagi pelajar SMA yang ingin tamat tahun ini masih harus ujian lagi kalau ingin masuk perguruan tinggi. Impian sekali ujian bisa merengkuh dua hasil masih digodok. Mudah-mudahan tahun-tahun yang akan datang siswa SMA cukup sekali ujian saja sudah otomatis bisa menentukan pilihan masuk perguruan tinggi. Jadi, kan lebih efisien. (*)

Garuda Food Berbagi Buku

MEDAN-Garuda Food menggelar program  Berbagi Buku di SD Yayasan Amal Bhakti, Jalan Pertahanan No 28, Medan Barat, Senin (16/4).
PR Head Garuda Food Group, Agus Nadi mengungkapkan, program ini sejalan dengan misi Garuda Food menjadi perusahaan yang membawa perubahan dengan menciptakan nilai  bagi masyarakat, berdasarkan prinsip saling menumbuhkembangkan (interdependent co-arrising).

Dengan program ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan mengubah kebiasaan siswa menjadi lebih gemar membaca.
“Buku adalah jendela dunia. Hanya dengan membaca kita dapat mengetahui segala sesuatu yang menakjubkan tentang dunia luar. Membaca juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia serta dapat menjauhkan kita dari jurang kebodohan dan kemiskinan,” katanya.

“Dengan membiasakan diri membaca buku, koran maupun media lainnya, berarti kita telah berlatih untuk memusatkan pikiran dan merangsang saraf otak untuk bekerja,” sambungnya.(red)