26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13650

Kaget Dinilai Paling Cantik

Inggrid Kansil

Berparas ayu, multitalenta dan tangguh sebagai politisi. Rasanya tak aneh kalau Inggrid Kansil dinobatkan sebagai salah satu 50 wanita tercantik versi majalah lifestyle High End Indonesia.

Ia bersanding dengan nama-nama seperti Asmirandah, Donna Agnesia dan Sandra Dewi. Toh begitu, Inggrid merasa kaget dan kurang pede saat pertama tahu dirinya dianggap yang tercantik oleh High End Indonesia, pekan lalu.

“Pas diberi tahu masih sedikit nggak percaya. Ternyata tidak hanya dinilai cantik secara fisik tapi dilihat dari kiprahnya juga. Ini kan bukan kontes tapi penghargaan karena yang menerima bukan hanya artis tapi berbagai kalangan,” kata Inggrid kepada JPNN, kemarin.

Lebih jauh, istri Menteri Koperasi dan UKM  Syarief Hasan ini menyoroti apa sih sebenarnya kecantikan itu. Katanya, cantik itu bukan diukur mutlak dari bentuk tubuh dan paras muka. Melainkan bagaimana caranya merawat diri, menjaga inner beauty dan perilaku sehari-harinya.  “Cantik bagi perempuan itu bukan fisik semata. Tapi bagaimana dia bisa menginspirasi, berempati dan memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitarnya,” cetus pesinetron dan bintang iklan yang banting stir jadi politisi Senayan ini.

Adanya ajang penghargaan kecantikan wanita dianggap positif oleh Inggrid. Dia dan lainnya, jadi merasa termotivasi untuk berbuat lebih banyak untuk perempuan. Khususnya memperjuangkan akses perempuan untuk setara gender dalam pekerjaan.

“Dalam tingkat atas mungkin sudah tercapai. Tapi untuk di grassroot, keadilan dan kesetaraan gender masih timpang. Tapi ingat lagi, perempuan jangan sampai melupakan hal yang kodrati dari perempuan itu sendiri,” tutur Anggota Komisi VIII DPR ini.

Inggrid prihatin maraknya praktik diskriminasi dan pelecehan terhadap perempuan. Misalnya, masih banyak perusahaan yang paksa karyawan perempuan memakai rok mini saat bekerja. Terutama SPG (Sales Promotion Girl) dan umbrella girl yang selalu mengenakan pakaian terbuka.
Nah, bicara merawat diri, Inggrid mengaku bukan tergolong shopaholic dan ngoyo tampil trendy. “Aku nggak terlalu branded minded, yang penting nyaman dipakai dan sesuai karakter,” tuntasnya.  (rm/jpnn)

Anti Tamu

Bayern Munchen vs Real Madrid

APA jadinya bila dua tim raksasa di tanah Eropa saling jajal di babak semifinal Liga Champions? Pastinya, selain sarat gengsi, pertandingan yang mempertemukan dua kultur sepak bola yang berbeda ini pun berlangsung seru dan menarik.

Tuan rumah Bayern Munchen saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Bundesliga setelah mengumpulkan poin 64, atau tertinggal delapan angka atas pemuncak klasemen Borussia Dortmund.

Sementara itu tim tamu Real Madrid hingga kini masih kokoh di puncak klasemen La Liga Primera dengan poin 85 atau unggul empat angka atas rivalnya Barcelona.

Jika berkaca pada prestasi keduanya di kompetisi domestik, jelas Real Madrid dianggap lebih favorit dibanding Bayern Munchen. Inkonsistensi permainan yang diperlihatkan The Bavarian (julukan Bayern Munchen) pada beberapa pertandingan terakhir berbading terbalik dengan kemapanan dan hasil impresif yang dipetik Los Merengues di pentas La Liga Primera.

Namun begitu pelatih Bayern Munchen Jupp Heynkes mengungkapkan bahwa dirinya tak gentar dengan nama besar serta segudang prestasi yang dimiliki calon lawannya tadi.

Tak sampai di situ, pada beberapa kesempatan Heynckes yang kini berusia 66 tahun  menegaskan jika dirinya sudah tak sabar untuk melakoni pertandingan sarat gengsi dengan klub yang pernah diantarkannya meraih tropi Liga Champions tahun 1998 itu.

“Ya, pertandingan ini lebih istimewa dari yang bisa saya bayangkan. Ketika saya mendengar hasil drawing ini, saya langsung menghubungi beberapa pemain ketika saya melatih di sana (Real Madrid), termasuk Aitor Karanka (asisten pelatih),” bilang Heynckes.

“Berlaga di Santiago Bernabeu akan sangat menyenangkan. Itu adalah stadion yang hebat dengan atmosfer luar biasa. Saya tidak sabar kembali ke sana dan merasakan kembali perasaan itu,” tambahnya lagi.

Terasa wajar jika Heynckes mengaku optimis, sebab berkaca pada rekor pertemuan kedua tim jika bertanding di tanah Jerman, jelas terlihat jika The Bavarian sangat dominan atas Los Merengues.

Bayangkan dari 9 kali pertemuan yang berlangsung di Allianz Arena, tim tamu Real Madrid tak sekalipun meraih kemenangan. Praktis dari semua pertemuan yang telah terjadi di sana The Bavarian menang 8 kali, sedang satu pertandingan lainnya berakhir imbang.

“Tim ini memiliki sejarah yang sangat bagus jika menghadapi Real Madrid. Saya yakin sejarah takkan ternoda karena kami tak ingin melakukan kesalahan yang bisa membuat kami merugi di hadapan fans,” tandas Heynckes.

Keseriusan Heynckes menghadapi Real Madrid dapat dilihat saat mereka ditahan imbang dengan skor 0-0 oleh Mainz 05 di ajang Bundesliga, akhir pekan lalu.

Saat itu Heynckes menyimpan sejumlah pemain pilar sebagai seperti Philip Lahm, Frank Ribéry, Danijel Pranjic, Toni Kroos dan Mario Gomez. “Mereka harus  tampil bugar pada pertandingan nanti. Ini bukan semata gengsi, tapi lebih dari itu, kemenangan harus diraih karena kami tak ingin terlihat bodoh di hadapan fans,” tandas Heynckes lagi.

Terpisah, pelatih Real Madrid Jose Mourinho memang terlihat lebih tenang dibanding Heynckes. Lihatlah dengan pede-nya pria berkebangsaan Portugal itu menurunkan seluruh pemain terbaiknya pada jornada ke-34 La Liga Primera, meski lawan yang dihadapi adalah tim semenjana Sporting Gijon.
“Saat ini semua pertandingan sama pentingnya. Saya tak dapat memilih mana yang lebih penting antara Liga Champions ataukah La Liga Primera. Tapi, yang pasti semua pertandingan harus dimenangkan,” bilang Mourinho yang pernah sukses mengantarkan Porto (2004 ) dan Inter Milan (2010) tampil sebagai juara Liga Champions. (*)

Maradona Jagokan Bayern

LEGENDA sepakbola Argentina, Diego Maradona, memprediksi Bayern Muenchen akan sanggup menjungkalkan Real Madrid di sepasang leg semi-final Liga Champions untuk melangkah ke partai puncak yang digelar di markas sendiri, Allianz Arena.

“Bayern Muenchen adalah perusahaan swasta yang diatur berdasarkan kepemilikan saham, di mana fans adalah para bos sebenarnya, dan sukses datang baik di lapangan maupun operasi pemasarannya,” tambahnya.

“Ini adalah contoh sebuah klub demokratis yang dijalankan dengan baik, dan secara pribadi saya pikir mereka akan mengalahkan Real Madrid untuk mencapai final Liga Champions menghadapi Barcelona. Secara kebetulan final Liga Champions akan dimainkan di Allianz Arena, kandang Bayern Munchen,” tuntasnya.(bbs/jpnn)

Terbantu Gol Hantu

Tottenham vs Chelsea

LONDON – Chelsea mendapat modal berharga saat menjamu Barcelona di leg pertama semi final Liga Champions Kamis dini hari WIB (19/4). Apa lagi jika bukan sukses melangkah ke final Piala FA seusai mengalahkan Tottenham Hotspur 5-1 di Stadion Wembley kemarin dini hari WIB (16/4).
Dalam partai puncak yang juga dilangsungkan di Wembley (5/5), The Blues “ sebutan – Chelsea akan ditantang Liverpool. Final tahun ini merupakan yang keempat bagi Chelsea dalam enam edisi terakhir. Dalam tiga edisi sebelumnya, Chelsea selalu merebut gelar.

Sukses Chelsea pun memperpanjang catatan positif pelatih interim Roberto Di Matteo. Yakni, selalu memenangi laga di Wembley baik sebagai pemain maupun pelatih. Juga tidak pernah kalah dari Spurs -sebutan Tottenham- baik sebagai pemain maupun pelatih.

“Anda melihat statistik dan itu sangat menarik. Tapi, catatan itu adalah masa yang sudah terlewati karena kami harus menatap masa depan.” ungkapnya kepada ITV.

Sayang, lolosnya Chelsea menuai kontroversi. Itu terkait dengan disahkannya gol kedua milik Juan Mata pada menit ke-49. Padahal, dari rekaman televisi bola masih di luar garis gawang saat dihalau bek kiri Spurs Benoit Assou-Ekotto. Kapten Chelsea John Terry yang juga dekat dengan posisi bola juga mengatakan belum terjadi gol.

Gol hantu Chelsea itu pun dituding Spurs sebagai biang keladi kekalahan. Sebelumnya, Spurs tertinggal oleh gol Didier Drogba (43’). Spurs memang merespons melalui Gareth Bale (59’). Tapi, upaya Spurs menyamakan kedudukan malah berbuah kebobolan tiga gol di 13 menit terakhir, masing-masing oleh Ramires (77’), Frank Lampard (80’), dan Florent Malouda di menit keempat masa injury time.

“Kami hanya bisa menyalahkan wasit (Martin Atkinson, Red),” kata striker Spurs Emmanuel Adebayor kepada Sky Sports.
“Seusai pertandingan, wasit mengakui kesalahannya. Saya pikir teknologi garis gawang sangat mendesak digunakan,” sahut pelatih Spurs Harry Redknapp.

FIFA sebagai penentu kebijakan teknologi garis gawang pun tidak tinggal diam. Rencananya, baru pada 2 Juli nanti mereka akan memutuskan apakah teknologi Hawk-Eye (sistem kamera seperti di tenis dan kriket) atau GoalRef (bola spesial yang terkoneksi dengan peralatan yang dikenakan wasit) yang akan digunakan untuk masa depan sepak bola. Tapi, seiring kasus gol hantu Chelsea, tes akan dilangsungkan lebih cepat alias akhir bulan ini. (dns/jpnn)

Wasit Banjir Kecaman

KINERJA wasit di Inggris kembali sorotan. Kali ini, kecaman deras mengalir untuk  wasit Martin Atkinson yang memimpin laga semi final FA Cup antara Chelsea melawan Tottenham Hotspurs, Minggu (16/4) dinihari.

Martin dikecam setelah mengesahkan gol Juan Matta pada menit ke 50 padahal bola dianggap belum sepenuhnya masuk ke gawang. Protes pertama tentu saja dilayangkan  manager Spurs, Harry Redknapp. Ia merasa gol tersebut tidak sah karena bola tidak sepenuhnya melintasi garis gawang.
“Wasit melakukan kesalahan besar. Saya tak habis fikir kenapa dia mengesahkan gol tersebut,” ujar Redknapp sebagaimana dikutip BBC Sport, usai pertandingan.

“Saya berbicara kepadanya (wasit, red). Dia  mengatakan merasa lebih kecewa dari saya, tapi saya jawab ‘Saya pikir tidak!’. Dia mengatakan sadar kalau buat kesalahan dan akan merasa sangat terpukul sepanjang pekan ini,” tambahnya.

Gol ini sendiri bermula dari tendangan  Juan Mata yang kemudian membentur  John Terry dan Benoit Assou-Ekotto, yang telah tergeletak di depan gawang Spurs. Dari jarak jauh bola sepertinya telah masuk me lewati garis gawang yang ditindih para pemain. Namum dalam rekaman ulang sepertinya bola belum masuk sempurna ke gawang.

Karena itulah, tidak hanya Redknapp, sejumlah kalangan lainnya kembali menggaungkan penggunaan teknologi garis gawang (goal line technology) untuk membantu wasit mengambil keputusan.

“Saya rasa hari ini telah terbukti mengapa kita membutuhkan teknologi garis gawang. Wasit mempunyai tugas berat seperti ini, ini akan memuaskan semuanya,” tambah penyerang muda Arsenal, Alex Oxlade-Chamberlain dalam akun twitternya.
Pendapat senada juga disampaikan legenda sepak bola asal Belanda Ruud Gullit. “Tak dapat dipercaya blunder dari seorang wasit. Ini bisa terjadi kapan saja. Teknologi garis gawang harus segera digunakan,” ujarnya. (zul/jpnn)

Fergie: Memang Penalti

Manchester United vs Aston Villa

MANCHESTER- United menghajar Aston Villa dengan skor 4-0 kemarin malam. Kemenangan ini kembali membawa klub berjuluk Setan Merah itu menjauh dari kejaran Manchester City.

Statistik Soccernet mencatat, MU memiliki penguasaan bola sebesar 65% dengan 29 tembakan dan sembilan di antaranya on target yang membuahkan empat gol. Sedangkan tim tamu memiliki 12 kali percobaan namun hanya dua yang mengarah ke gawang.

MU langsung unggul dua gol di babak pertama lewat gol penalti dari Wayne Rooney dan Danny Welbeck. Dua gol tambahan di buat setelah turun minum kembali lewat Rooney dan Nani di masa injury time

Setan Merah kini mengemas 82 poin, unggul lima angka dari City di posisi kedua hasil 34 kali bertanding. Sedangkan Villa tak beranjak dari posisi 15 dengan koleksi 35 poin hasil 33 kali berlaga.

Pada laga itu, Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengakui kalau Ashley Young memang mencari penalti di laga melawan Aston Villa. Fergie meyakini menghadiahkan penalti buat timnya adalah keputusan yang tepat.

Di awal pertandingan, Young terjatuh saat beradu dengan Ciaran Clark dan wasit Mark Halsey langsung menunjuk titik putih meskipun dalam tayangan ulang menunjukkan tidak ada kontak yang berarti.

Pada pertandingan sebelumnya melawan QPR, Young juga mendapatkan sorotan tajam karena terjatuh meskipun hanya menerima sedikit kontak dari kapten lawan Shaun Derry yang menerima kartu merah.

“Saya pikir dia (Young) memang mencari penalti. Jika pemain memutuskan menaruh kakinya dan dia dilanggar maka dia akan terjatuh seperti itu,” ucap Fergie kepada Sky Sports.

“Saya pikir jatuhnya dia cukup dramatis dan mungkin dia berlebihan. Tapi itu memang penalti dan tidak diragukan lagi,” yakin Fergie.
“Saya tidak berpikir mereka bisa mengajukan komplain karena Young sudah dilanggar. Pertahanan bagus selalu menjadi pertahanan bagus – jika mereka membaca pertandingan dan menjaga kaki-kakinya seharusnya mereka bisa mengatasinya,” kilahnya. (bbs)

Falcao Jawab Ekspektasi Simeone

Striker Atletico Madrid Radamel Falcao menjawab ekspektasi sang pelatih Diego Simeone, dengan menyarangkan satu gol ke gawang Rayo Vallecano dalam lanjutan kompetisi La Liga, sekaligus menjadi gol penentu kemenangan Atletico Madrid
dini hari tadi.

Pemain internasional Kolombia yang kini menjadi buruan klub-klub besar Eropa itu berhasil menjaringkan 30 gol untuk Atletico Madrid selama musim ini, bahkan dirinya berada di posisi ketiga sebagai pencetak gol terbanyak sementara La Liga Musim ini dengan 22 gol.

“Kami telah mencapai kemenangan besar melawan banyak tim kuat. Kami ingin terus membawa sukacita untuk pendukung kami,” kata Falcao di Soccerway, Senin (16/4).

“Kami akan menyelesaikan pertandingan demi pertandingan dengan baik. Kami harus berjuang setinggi mungkin,” sambungnya.
“Saya senang dapat membantu tim. Berikutnya kami akan menghadapi Valencia, ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami. Tapi kami pastikan, kami akan rebut kemenangan,” tandasnya.

Di sisi lain, Diego Simeone juga memuji penampilan Radamel Falcao. Sang pelatih yakin bahwa penyerangnya kini layak disejajarkan dengan bintang muda Barcelona dan Real Madrid.

“Real Madrid memiliki Cristiano Ronaldo dan Barcelona memiliki Messi, dan kami memiliki Falcao. Kami sangat bersyukur bahwa Falcao menjadi pemain kami,” kata Simeone seperti dilansir Goal, Senin (16/4).

Selama merumput di Vicente Calderon, total Falcao telah menjaringkan 22 gol dalam 29 penampilannya di ajang La Liga, dan delapan gol di kompetisi Eropa.

Usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0, anak asuh Simeone berhasil merangsek ke posisi sembilan klasemen sementara La Liga. Selanjutnya Atletico akan menjamu Valen cia pada Jumat mendatang. (bbs)

Manchester United Premier Cup 2012 Digelar

MEDAN-Kualifiaksi siswa Sekolah sepakbola (SSB)Kelompok Umur (KU-15) bertajuk Manchester United Premier Cup 2012 Indonesia Plan akan digelar di Lapangan Lanud Polonia, Medan, Selasa 17-22 April.

Hal itu disampaikan Nunuk, Ketua Panita, Senin (16/4).  “Turnamen ini sebagai kualifikasi untuk mengikuti kejuaraan dunia Manchester United yang akan di langsungkan di Inggris, dan satu tim yang lolos di tingkat nasional sebagai perwakilan Indonesia untuk mengikuti kejuaraan itu,” katanya.

Selanjutnya Nunuk mengatakan satu tim yang lolos dari Sumut akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti seleksi kembali bersama sembilan kota lainnya yakni Kota Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Pekanbaru, Balik Papan dan papua barat.

Persyaratan SSB yang bisa mengikuti kualifikasi ini adalah SSB yang sudah berdiri minimal satu tahun dan atas rekomendasi Pengsa/Pencab setiap daerah masing-masing.

Pembagian tim yang akan berlaga itu di pool M adalah SSB Sejati Pratama, Patriot, Karisma, Cemara Putra dan Dispora.
Di pool U adalah SSB Mabar Putra, Mandiri, SPM, Medan Utara, DAN Rajawali.

Di pool P adalah SSB Medan Soccer, Generasi Medan, Generasi Kosek, Usu Junior dan Sinar Sakti.
Serta di pool C akan diisi oleh SSB Kebun Bunga, Harapan Bangsa, Tasbi, Asahan dan SSB Gumarang. (mag-10)

Tim Putri UMSU Buka Peluang Usai Mengalahkan Unimed

UMSU Cup 2012

MEDAN-Tim basket putri UMSU sukses memetik kemenangan perdananya di ajang Turnamen Basket UMSU Cup 2012 yang digelar sejak Senin (16/4) kemarin di Lapangan Basket UMSU. Tuan rumah memetik kemenangan perdana atas tim basket putri Unimed 31-9. Kemenangan ini membuat UMSU memimpin klasemen sementara.

Sejak awal UMSU memang dominan. Performa apik Devi, Sherly, Neli, Ayu dan Wenny mampu mengunci permainan lawan. Dimotori Devi dengan kemampuan dribel dan menerobos zona pertahanan lawan dengan baik, UMSU membuat Unimed mampu banyak menorehkan angka. Didukung lemahnya akurasi tembakan lawan, UMSU bahkan memimpin 19-5.

Di kuarter ketiga, Unimed perlahan mulai mengumpulkan kembali asanya untuk mengejar defisit angka. Ginto mulai melakukan rotasi untuk memperbaiki performa timnya. Diantaranya memasukkan Febri. Strategi ini cukup berhasil untuk menahan laju angka UMSU. Hanya dua angka tambahan yang mampu ditorehkan UMSU di kuarter ketiga.

Kuarter pamungkas, Unimed yang mulai percaya diri mampu menambah empat angka. Yuni menjadi pemain yang diandalkan karena center Lisa dikawal cukup ketat. Namun seiring dengan UMSU yang kembali menunjukkan dominasinya dengan tambahan 10 angka. UMSU menghempaskan Unimed 31-9.
Pelatih UMSU, Adi mengatakan anak asuhnya bermain tenang dan itu menjadi kunci kemenangan skuadnya. “Kita mendominasi karena anak-anak bermain tenang. Menerapkan easy basket sehingga kita mampu menampilkan good game. Tidak ada skema khusus untuk menghadapi Unimed. Terbukti kita mampu menang jauh,” tambahnya.

Sementara itu Pelatih Unimed, Ginto mengakui materi pemainnya jauh di bawah lawan. Selain itu persiapan yang sangat minim membuat timnya tak mampu berbuat banyak. “Persiapan kita hanya sebulan dengan frekuensi latihan hanya dua kali. Apalagi materi pemain kita secara individu kalah banyak. Apalagi tidak mudah menyatukan karakter pemain dalam waktu singkat,” katanya.

Turnamen basket UMSU Cup 2012 ini diikuti 12 tim dengan delapan tim putra dan empat tim putri. Universitas yang berpartisipasi antara lain UMSU, USU, STIE Harapan, Mikroskill, Universitas Prima Indonesia, Universitas Cendana, UMA dan Unimed.

Turnamen resmi dibuka Kabid Kemahasiswaan, Rahmad Kartolo mewakili pihak rektorat. Pembukaan juga dimeriahkan dengan performa DB Reaper, UMSU street style, grafity dan lainnya. (mag-18)

Balotelli pun Ngeri

MANCHESTER- Striker bengal Manchester City Mario Balotelli terkejut dengan kabar meninggalnya mantan rekan setimnya di Timnas U-21 Italia, Piermario Morosini di lapangan. Dia pun merasa ngeri dan berniat menjaga kesehatannya.

Menurut Balotelli, kejadian meninggalnya Morosini di lapangan saat tengah bertanding membuatnya belajar akan pentingnya makna kehidupan. Dia juga mengenang Morosini sebagai sosok yang baik.

“Dia (Morosini) adalah seorang pemuda yang benar-benar luar biasa,” kata Balotelli seperti dilansir Football-Italia, Senin (16/4).

“Ini tragedi mengerikan yang mengajarkan kita untuk merenung, menghargai dan menghormati kehidupan. Saya terkejut ketika saya mendengar kematian Morosini. Saya tidak percaya dan berharap itu hanya beberapa lelucon mengerikan,” tutur mantan pemain Inter Milan ini.
Balotelli mengungkapkan, dirinya menghormati Morosini sebagai pemain yang berjuang dalam hidupnya. Atas peristiwa yang menimpa pemain berusia 25 tahun itu, Balotelli pun semakin berhati-hati dengan kesehatannya.

“Dia seperti pria yang baik, benar-benar berhati emas. Hal ini membuat saya merenungkan banyak hal dalam hidup saya. Ini mengajarkan saya untuk menghargai hidup, menghormati dan selalu berhati-hati,” pungkasnya.

Seluruh pertandingan di kompetisi Eropa menggelar mengheningkan cipta selama satu menit sebelum laga digelar untuk menghormati mendiang Morosini.

Di sisi lain, sebagai bentuk penghormatan kepada Piermario Morosini yang sempat memperkuat Vicenza, klub Serie B ini memutuskan untuk memensiunkan jersey tim dengan nomor punggung 25, nomor yang dipakai oleh mendiang Morosini.

Morosini sendiri membela Vicenza pada tahun 2007 hingga 2009. Dia boleh dibilang mengalami masa keemasan di kompetisi Serie B bersama Vicenza dan dianggap sebagai pemain andalan klub berkostum putih merah itu.

“Untuk menghormati tragedi kematian mantan pemain kami, Piermario Morosini, Vicenza memutuskan untuk tak lagi memakai jersey bernomor 25 sebagai bentuk penghormatan kami kepada pemain yang begitu kami sayangi,” ujar pernyataan dalam situs resmi Vicenza, Senin (16/4).

Selama berkostum Vicenza, Morosini tampil sebanyak 66 kali dan mencetak satu gol. Status pemain berusia 25 tahun ini sendiri milik Udinese, namun Morosini dipinjamkan ke Livorno sejak Januari lalu. Meski sudah pindah dari Vicenza, seragam bernomor 25 miliknya hingga saat ini belum ada yang memakai.

Soal jadwal Serie A dan Serie B lantas jadi masalah terkait kasus ini. Keputusan tentang kapan giornata 33 akan dimainkan masih dalam tanda tanya besar. FIGC (Asosiasi Sepak bola Italia) belum mengumumkan jadwal baru setelah jadwal yang mereka usulkan ditolak oleh beberapa klub.

Semua pertandingan Serie A ditunda akhir pekan kemarin menyusul tragedi yang menimpa Piermario Morosini. Morosini mengalami serangan jantung ketika membela Livorno. Nyawanya tidak bisa tertolong lagi kendati sempat berusaha dilarikan ke rumah sakit.

Proposal awal yang diajukan FIGC adalah minggu ke 33 Serie A akan dilaksanakan weekend depan. Konsekuensinya, Giornata 34 harus dimainkan pada Rabu, tanggal 25 April.

Tetapi lima klub  Internazionale, Napoli, Udinese, Genoa,dan Chievo meminta solusi lain. Mereka merasa jadwal itu memberatkan mereka.
Mereka lebih setuju jika minggu 34 dilaksanakan sesuai jadwal dan pertandingan ke 33 yang dimainkan hari Rabu. FIGC masih terus membahas ini untuk menemukan solusi yang disetujui semua klub. (bbs)

Nastja Ceh Semaput Pertama Merumput

MEDAN- Untuk pertama kali playmaker anyar PSMS asal Slovenia Nastja Cehc bergabung latihan bersama tim di Stadion Kebun Bunga, Senin (16/4) sore. Usai latihan dengan guyuran hujan deras sekitar satu jam, latihan ringan dan peregangan tersebut dipimpin langsung caretaker coach PSMS Suharto AD.
Telah berada tujuh hari di Indonesia, Nastja Cehc tak mau banyak bicara. “Saya datang pertama kali ke Indonesia untuk bermain sepak bola dan menunjukkan kemampuan. Saya tak mau muluk-muluk,” ungkapnya di Mess Kebun Bunga.

Menanggapi atmosfer sepak bola di Indonesia, ia mengaku sama sekali tak bisa membandingkannya dengan di negara asalnya. “Karena penduduk di sana (Slovenia) hanya berkisar dua juta orang. Mengenai dukungan suporter di sini (Indonesia), itu sungguh luar biasa,” ujar Cehc yang kerap melontarkan senyum dan tawa kecil saat diwawancarai itu.

Pernyataan Cehc mengenai suporter tersebut didapatnya setelah bertanding bersama Ayam Kinantan, julukan PSMS, saat meladeni PSPS Pekanbaru di Stadion Kuantan Singingi Sport Center dan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat bentrok Persija Jakarta. “Mengenai lapangan atau pun stadion, tak terdapat perbedaan yang begitu mencolok, namun, itu sudah cukup baik,” katanya lagi.

“Selama saya di sini intinya, atmosfer persepakbolaan cukup positif. Tapi jika harus membandingkan kondisi atau karakter sepak bola di sini (Indonesia) dengan Slovenia, saya tidak bisa. Sudah 11 tahun saya berkarir di sepak bola dan delapan tahun berada di luarnya,” tambah Cehc.

Cehc juga sempat menceritakan pengalaman pertamanya merumput bersama PSMS saat kontra PSPS. “Sungguh terdapat perbedaan cuaca dan suhu yang cukup drastis. Saat di Pekanbaru, saya baru bermain 15 menit, namun, saya serasa mau mati.  Saat itu saya baru saja tiba di Indonesia,” jelasnya.
“Saya susah konsentrasi setelahnya, saya melihat ada 44 orang di tengah lapangan,” ujarnya sambil melempar tawa kecil. (saz)