26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13655

Pelantikan DPC Peradi Empat Daerah Batal

SERGAI- Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Batu Bara periode 2012-2015 batal. Pelantikan yang seyogianya dilakukan Sabtu (14/4) di Aula Kawasan Wisata Pantai Cermin Theme Park tidak dihadiri pengurus DPN.

Ketua DPC Peradi Kabupaten Deliserdang, Sergai, Tebing Tinggi, Batu Bara terpilih Khairi A Zulmi SH didampingi Sekretarisnya Nurdin Sipayung SH mengatakan sesuai jadwal pelantikan akan dihadiri Ketua DPN Peradi, DR Otto Hasibuan SH, MM bersama sekretarisnya Hasanuddin Nasution SH MH. Namun hingga waktu yang ditentukan keduanya tidak ada yang datang.

“Kita tidak tahu pasti penyebab batalnya pelantikan ini. Sebab sebelumnya hasil koordinasi dengan DPN Peradi, hingga Jum’at (13/4) saya sudah menghubungi Sekretaris DPN melalui telepon seluler dan pesan singkat tapi tidak ada jawaban,” imbuh Khairi A Zulmi. Bedasarkan hasil rapat internal, lanjut Khairi A Zulmi pengurus akan mempertanyakan ketidakhadiran pengurus DPN Peradi tersebut. (mag-16)

Warga Keluhkan Pengurusan KK

BELAWAN- Terkait dugaan pengutipan liar (pungli) pengurusan Kartu Keluarga (KK) yang mencapai Rp700 ribu, membuat Lurah Belawan I Kecamatan Medan Belawan, M Hamidi Jamhur Lubis berang. Dia pun langsung mengambil alih tuga tersebut.

“Iya, pengurusan KK sekarang langsung diambil alih lurah, karena sebelumnya bapak marah besar sebab ada oknum pegawai kelurahan melakukan pungutan sebesar Rp700 ribu terhadap warga yang akan mengurus kartu keluarga,” ujar, seorang wanita pegawai kantor kelurahan yang tak mau namanya dikorankan kepada sumut pos, Sabtu (14/4) kemarin.

Dia menuturkan, kemarahan lurah terhadap bawahannya dikarenakan beberapa warga mengeluhkan terkait pungutan tak resmi dalam pengurusan KK di kantor kecamatan. Pengaduan warga itupun kemudian ditampung oleh Camat Belawan, Andi Syukur Harahap.

“Kabarnya sebelum pak lurah sempat ditegur sama pak Camat, kemudian lurah memanggil kami semua untuk melakukan rapat mendadak. Intinya harus ada perubahan,” katanya.(mag-17)

Kuda Pegasus Salahkan Wasit

Persikabo vs Pro Duta

MEDAN- Pro Duta FC gagal melanjutkan tren positif kemenangannya. Bertandang ke markas Persikabo di Stadion Cibinong Bogor, Minggu (15/4) kemarin, Kuda Pegasus dijungkalkan Persikabo 0-1. Gol tunggal Striker asing Laskar Padjajaran, Brima Pepito Sanusi membuyarkan asa Pro Duta mencuri angka.

Sebenarnya Pro Duta hampir saja mencuri poin. Andai saja gol Antonio Soldevilla di masa injury time babak kedua disahkan wasit. Namun gol yang awalnya akan disahkan wasit Eri Bastari dibatalkan pasca para pemain Persikabo protes keras dan mengerubungi hakim garis.

Sontak Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mencak-mencak. Ia menganggap tidak ada yang salah dalam proses terjadinya gol Toni, sapaan akrab Antonio dari rekaman video yang dilihatnya. “Kita sudah cetak gol tapi gol itu di anulir. Saya sudah lihat videonya dan gol itu murni,” katanya.

Menurut Beto, sapaan akrabnya, dirinya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Eri Bastari, wasit yang sama saat memimpin laga Pro Duta kontra PSLS di Lhokseumawe. “Kenapa gol dibatalkan saat para pemain Persikabo protes keras? Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju kalau kondisinya selalu seperti ini?” ketusnya.

Pelatih asal Spanyol ini juga menyayangkan banyaknya peluang di babak kedua yang gagal berbuah gol. Juga aksi kasar pemain lawan hingga pemain pilarnya Xavi Perez harus mendapat perawatan ringan perawatan ringan karena mengalami lebam di dekat mata akibat kena sikut. “Para pemain kehilangan konsentrasi di babak pertama ketika gol pertama yang dilesakkan Pepito,” lanjutnya.

Pada laga kemarin Pro Duta juga tampil tidak lengkap. Tanpa Ghozali, Kuda Pegasus gagal menuntaskan beberapa peluang. Antonio Soldelvilla cs harus berjibaku menghalau serangan pemain Persikabo, namun tetap saja Yudha Hananta bergetar lewat gol cepat lawan saat laga baru berjalan lima menit. Pepito memanfaatkan kemelut di depan gawang dan mencocor si kulit bundar.

Di babak kedua, tim Kuda Pegasus mulai meningkatkan serangan untuk mengejar ketertinggalan.Namun lagi-lagi,usaha tersebut sia-sia. Pergantian pemain yang dilakukan Pelatih Suimin Dihardja cukup efektif dengan menarik Jarot dan digantikan Wawan Susilo dan Cyiril Tchana digantikan Ikbal Ades. Keunggulan 1-0 mampu terjaga hingga turun minum.

Pelatih Persikabo Suimin Dihardja juga berpendapat senada soal buruknya kepemimpinan wasit. “Pro Duta FC bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Wasit juga memimpin jelek. Namun keberuntungan ada di pihak kami,” pungkasnya.(mag-18)

Hindari Tragedi Morosini Terulang

PESCARA- Tahun ini, sepak bola dunia menghadapi beberapa persoalan kesehatan serius. Setidaknya ada empat pemain dunia yang mengalami masalah kesehatan pelik, seperti Fabrice Muamba, Antonio Cassano, Eric Abidal, dan Stiliyan Petrov.

Namun, semuanya tidak setragis gelandang klub Serie B Liga Italia Livorno Piermario Morosini. Pemain pinjaman dari Udinese itu meninggal dunia setelah mengalami penghentian kerja jantung (cardiac arrest) ketika sedang bertanding.

Pada menit ke-31, ketika Livorno sedang unggul 2-0 atas tuan rumah Pescara di Stadion Adriatico, Sabtu (14/4), Morosini tiba-tiba terjatuh, lalu sempat berupaya bangun tiga kali sebelum jatuh lagi dan kemudian dirawat tim medis.

Sampai saat ini, belum ada jawaban resmi soal penyebab kematian pemain berusia 25 tahun itu. Ada yang menyebut penyebabnya cardiac arrest dan adapula yang menyimpulkan kematiannya disebabkan aneurysm atau pembengkakan pembuluh darah.

Kebetulan beberapa menit sebelum Morosini tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri, dia sempat mengalami insiden tabrakan kepala dengan pemain Pescara Emmanuel Cascione. “Segalanya lebih jelas seperti otopsi,” ungkap Paloscia, dokter di Rumah Sakit Pescara, kepada Football Italia.
Apapun penyebab kematian Morisini, yang sekarang dipikirkan FIGC adalah bagaimana agar insiden yang sama tidak terulang. AIC (asosiasi pemain sepak bola Italia) juga langsung berreaksi mencari solusi masalah tersebut.

“Tragedi ini menjelaskan bahwa para pemain kurang termonitor dengan baik,” bilang Paolino, kardiolog di Rumah Sakit San Camillo, Roma, kepada Goal.
Namun, tidak semuanya sepakat dengan anggapan itu. Manajer Manchester City Roberto Mancini yang pernah melatih Inter Milan, Fiorentina, dan Lazio, menyatakan Serie A bahkan lebih ketat dalam tes kesehatan ketimbang Premier League.

Itu juga didukung kepala tim medis timnas Italia Professor Enrico Castellacci. “Tidak seperti itu. Tes berlangsung ketat. Sangat ketat. Mereka yang dites harus bisa melewati serangkaian tes yang telah diatur menurut hukum di tempat tes yang resmi,” katanya kepada Gazzetta dello Sport.
Pemerintah Italia pun turun tangan. “Tragedi yang dialami ini harus menjadi pelajaran agar kami bekerja lebih keras dalam menggaransi keselamatan para pemain melalui serangkaian tes yang ketat. Ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Piero Gnudi, menteri olahraga Italia.

Selain pencegahan dini dengan melakukan tes kesehatan yang ketat dan terperinci, ada beberapa hal yang juga menjadi catatan di sepak bola Italia, yakni penanganan cedera parah atau insiden seperti itu. Dalam kasus Morosini, ambulans agak telat tiba.

Ya, ambulans datang telat enam menit karena pintu darurat yang merupakan jalur masuk ke stadion terhalang kendaraan lain. Lalu, belum ada kejelasan apakah ketika insiden terjadi, petugas medis langsung menggunakan alat kejut jantung ataukah tidak.

Pastinya, petugas medis memang telah melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) kepada Morosini. “Ketika terjadi cardiac arrest, yang pertama dilakukan adalah CPR. Kemudian, bila ada tanda elektrik, maka alat kejut jantung bisa dipakai,” jelas Ernesto Sabatini, tim medis Pescara.

Nah, kondisi itulah yang berbeda dengan penanganan Muamba ketika dia terjauh tak sadarkan diri dalam pertandingan perempat final Piala FA antara Bolton Wanderers melawan Tottenham Hostpur, 17 Maret lalu, di White Hart Lane.

Begitu dia tak sadarkan diri di lapangan, tim medis langsung sigap memberikan pertolongan dengan memakai alat kejut jantung. Ambulans juga siap sedia dan dia langsung dilarikan ke rumah sakit London Chest ditemani manajer Owen Coyle dan kapten Kevin Davies.

Muamba akhirnya tertolong. Lalu, kasus lain adalah Antonio Cassano yang juga mengalami kelainan jantung dan baru ketahuan setelah laga melawan AS Roma pada 30 Oktober tahun lalu. Dia akhirnya menjalani operasi jantung ringan untuk mengatasi kelainan itu.
Bahkan, Cassano sudah kembali turun lapangan bersama Milan sejak 7 April lalu. Dia turun sebagai pemain pengganti ketika Milan kalah dari Fiorentina 1-2. “Saya pernah ingin berhenti bermain bola karena takut mati, kini segalanya kembali berjalan baik,” kata Cassano. (ham/jpnn)

Modal Mental

Jelang PSMS vs Deltras

MEDAN- Usai pulang dengan kepada tertunduk usai dikalahkan Persija Jakarta 1-0, PSMS harus kembali berdiri tegak menatap laga berikutnya. Menghadapi Deltras Sidoarjo di Stadion Teladan pada 19 April mendatang, PSMS sudah memiliki modal mental. Pasalnya, pada putarana pertama lalu saat dijamu di Stadion Gelora Delta, PSMS mampu mempecundangi The Lobster, julukan Deltras, 0-1 di depan Deltamania, pendukung Deltras.

Namun, caretaker coach PSMS Suharto AD sudah mewanti-wanti anak-anak asuhannya agar tak jumawa menghadapi Deltras kali ini. “Menghadapi putaran kedua, mereka (Deltras) sudah memiliki lima amunisi baru. Tentu persiapan dan tim mereka sudah sangat berbeda dibanding saat di putaran pertama. Meski kita sempat menang di sana (Kandang Deltras), pemain sudah diingatkan agar tak anggap remeh,” ungkapnya, Minggu (15/4).

Adapun kelima pemain anyar Deltras yakni Herman Batak, Srecko Mitrovic, Lancine Kone, James Koko Lomell dan Indra Kahfi.

Suharto juga kerap mendoktrin skuadnya agar tetap fight selama 90 menit pertandingan. “Saya tetap mengingatkan pemain, semua lawan adalah sama, tidak ada yang lebih kuat begitu juga tak ada yang lebih lemah. Intinya harus menampilkan yang terbaik untuk menjaga konsistensi performa tim selama pertandingan berlangsung,” tutur pelatih berkepala plontos itu.

Menghadapi Deltras, skuad berjuluk Ayam Kinantan ini bakal minus dua pemain pilarnya, yakni stopper Sasa Zecevic dan wing back Ramadhan Saputra.
Menanggapi kiper utama sekaligus kapten tim Markus Haris Maulana, Suharto mengaku tak mau ambil pusing. “Soal gaji itu di luar kuasa kita, namun, kita tak butuh pemain dengan loyalitas rendah. Kalau memang ingin pergi ya pergi, sekali lagi kita tak pernah bergantung kepada seorang pemain di dalam tim. Jika hengkang, kita akan cari gantinya,” tegas Suharto lagi.(saz)

PWI Sumut Gelar Seleksi Cabor Boling

MEDAN-Edi Saputra tampil sebagai yang terbaik pada Kejuaraan Boling Antar-Wartawan Sumut di Lintasan Super Bowl Prisai Plaza Medan, Sabtu (14/4).
Kejuaraan antar-wartawan yang merupakan rangkain event Boling Waspada Cup PBI Series 2012 itu, sekaligus ajang seleksi atlet boling wartawan Sumut dalam menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2013 di Surabaya.

Edi yang merupakan wartawan Koran Medan, tampil juara setelah mengemas 411 poin dalam pertandingan tiga game. Selain tampil juara, Edi yang mantan atlet Porwanas itu juga mencetak high game dengan torehan 161 poin di game kedua.

Posisi runner-up diduduki Austin Antariksa (Waspada) yang membukukan 406 poin, atau hanya terpaut lima angka dari pemegang gelar juara. Sedangkan juara bertahan tahun lalu, Dedi Riono (Waspada), harus puas turun ke peringkat tiga dengan torehan 396 poin.

Ketua PWI Cabang Sumut, Drs M Syahrir (Realitas), yang memimpin di game pertama dengan mencetak 125 poin, akhirnya finish di urutan ketujuh dengan total mencetak 322 poin. Iwan Junaidi (Sumut Pos) tampil di urutan keempat dengan 391 poin, diikuti M Syamsir (Medan Pos/367), Jonny Ramadhan Silalahi (Waspada/332) di urutan kelima dan keenam.

Kejuaraan Boling Antar-Wartawan Sumut yang pelaksanaanya bekerjasama dengan PBI Sumut itu, diikuti 19 peserta dan dibuka resmi oleh Ketua PWI Cabang Sumut, Drs M Syahrir, serta dihadiri Sekum KONI Sumut, Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd.

“Boling merupakan cabang ketiga setelah futsal dan catur yang sudah dilakukan seleksi atlet oleh PWI Sumut bekerjasama dengan SIWO PWI Sumut. Seleksi ini dalam rangka mempersiapkan atlet menghadapi Porwanas 2013,” ucap Syahrir.

Dikatakan, setelah cabang boling, menyusul akan digelar seleksi cabang biliar, tenis meja, bulutangkis, dan cabor-cabor lainnya. “Seleksi ini kami lakukan agar semua anggota PWI memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi atlet Porwanas Sumut,” tambahnya. (jun)

SSB PTP Wil-I Juara DNC 2012

MEDAN- Sekolah Sepak bola (SSB) PT Perkebunan Wilayah I (PTP Wil-I) mempertahankan gelar juara Danone Nation Cup (DNC) Indoensia 2012 tingkat Provinsi Sumatera Utara, setelah mengalahkan SSB Mabar Putra 2-1 di Stadion Unimed, Minggu (15/4). Kedua gol kemenangan SSB besutan Ahmad Aris itu diciptakan Bayu dan David.

Usai pertandingan, Ahmad Aris mengaku bangga kepada anak-anak asuhnya. “Hasil ini kami peroleh, tentu karena dukungan dari setiap pihak, baik orangtua siswa, dan tentunya dari kemauan para siswa yang mau mengikuti pembinaan yang kami berikan,” katanya.

Bahkan, untuk tingkat nasional, Ahmad menargetkan anak-anak asuhannya mampu meraih juara. “Jadi, ini belum seberapa. Perjuarangan di tingkat nasional paling berat, jadi kami tetap terus mengadakan evaluasi permainan terutama untuk membina mental anak-anak,” katanya.
Sebelum partai final berlangsung, pengurus SSB Mabar Putra sudah melayangkan protes atas dugaan pencurian umur tiga pemain yang dilakukan SSB PTP Wil-I.

Terkait hal itu, dengan tegas Ahmad Aris membantahnya. “Kalau mau diselidiki, silahkan. Tapi sebelumnya, setelah lolos 32 besar kemarin, panitia telah melakukan pemerikasaan dokumen,” katanya.

Final Aqua DNC Indoensia 2012 tingkat nasional akan dilaksanakan pada 16 hingga 17 Juni mendatang. Pemenang DNC 2012 tingkat nasional ini akan mewakili Indonesia untuk berlaga di ajang DNC 2012 yang digelar di National Stadium, Warsawa, Polandia, pada 4 September 2012.(mag-10)

Hat-Trick Juara Piala Liga

Marseille  vs Lyon
PARIS- Trofi pertama di pentas sepak bola Prancis musim ini menjadi milik Oympique Marseille. Itu setelah Marseille mengangkat Piala Liga (Coupe de la Ligue) berkat kemenangan 1-0 atas Olympique Lyon lewat babak tambahan waktu di Stade de France kemarin, dini hari WIB.
Gelar tersebut adalah kali ketiga bagi Marseille dan hebatnya, diraih secara beruntun. Dengan capaian itu, Marseille masuk daftar kolektor terbanyak Piala Liga bersama tiga klub lainnya, Girondins Bordeaux, Paris Saint-Germain, dan Strasbourg.

Tahun lalu, Les Phoceens “sebutan Marseille” juara setelah menang juga dengan skor 1-0 atas klub yang kini memuncaki klasemen Ligue 1, Montpellier. Sedangkan dua tahun lalu, Bordeaux dipaksa menyerah 1-3.

Pahlawan kemenangan Marseille kemarin adalah Evaeverson Lemos da Silva atau yang biasa dikenal dengan Brandao. Striker asal Brazil itu mencetak gol semata wayang pada menit ke-105. Sejak kembali dari pinjaman di Gremio akhir Januari lalu, Brandao sudah dua kali mencetak gol krusial bagi Marseille.
Sebulan lalu, pemain yang pernah tersandung kasus tuduhan pemerkosaan tersebut mencetak gol pada masa injury time ke gawang tuan rumah Inter Milan di ajang Liga Champions. Kendati Marseille kalah 1-2, mereka tetap lolos ke perempat final berkat aturan gol away dari agregat 2-2.
“Ini adalah gelar keenam kami dalam tiga tahun. Berarti, rata-rata kami memenangi dua gelar setiap tahun,” kata pelatih Marseille Didier Deschamps seperti dilansir Canal Plus.

“Tidak hanya Brandao, semua pemain berhak mendapat kredit atas sukses kami. Saya juga berterima kasih kepada semua staf pelatih dan tim medis,” sambungnya.

Di sisi lain, kendati gagal di Piala Liga, Lyon masih memiliki kesempatan meraih trofi domestik lainnya musim ini, yakni di Piala Prancis (Coupe de France). Lyon pun difavoritkan juara mengingat lawannya dalam final yang juga akan dilangsungkan di Stade de France (28/4) adalah klub dua kasta di bawah, Quevilly.

“Kami tidak beruntung hari ini (kemarin, Red). Saya percaya para pemain kami segera bangkit lagi,” ucap pelatih Lyon Remi Garde. (dns/jpnn)

Meninggal Saat Main Bola

  1. Phil O”Donnell
    (Kapten tim Motherwell Skotlandia, 35 tahun, meninggal dunia setelah pingsan saat memperkuat timnya menghadapi Dundee United dalam kompetisi Liga Primer Skotlandia, 29 Desember 2007 di Fir Park.
  2. Antonio Puerta
    (Bek Sevilla, 22 tahun, meninggal tiga hari sesudah pingsan dalam laga La Liga melawan Getafe, 25 Agustus 2007).
  3. Chaswe Nsofwa
    (Mantan striker Zambia, 27 tahun,  pingsan dan meninggal ketika mengikuti sesi latihan bersama klubnya, Hapoel Beersheba, Israel. Saat itu suhu udara mencapai 40 derajat Celcius)
  4. Hugo Cunha
    (Gelandang Uniao Leiria,Portugal, 28 tahun, Juni 2005.
  5. Miklos Feher
    (Pemain asal Hungaria, 24 tahun, meninggal pada Januari 2004 saat memperkuat klubnya, Benfica, melawan Vitoria Guimaraes).
  6. Marc-Vivien Foe
    (Meninggal dalam usia 28 tahun, saat laga Kameruin v Kolumbia, Juni 2003).
  7. Eri Irianto
    (Pemain Persebaya Surabaya, 26 tahun, meninggal dunia diduga akibat gagal jantung, pada 3 April 2000 di RSUD dr Soetomo, beberapa jam setelah bertanding melawan PSIM Jogjakarta.
  8. Samuel Okwaraji
    (Pemain Nigeria, 24 tahun, meninggal pada Agustus 1989, sebelum berakhirnya pertandingan babak kualifikasi PD 1990 antara Nigeria v Angola.
  9. Jumadi Abdi
    (Pemain Bontang PKT kelahiran Balikpapan, 14 Maret 1983. Meninggal di Bontang, 15 Maret 2009 pada umur 26 tahun. Dia kena terjang pemain Persela Deni Tarkas dalam laga 7 Maret 2009 di Bontang.
  10. Adjie Massaid
    (Politisi muda Partai Demokrat meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011). Dia meninggal setelah bermain futsal. (*)

 

Julio Cesar Alcorse Gol untuk Anak dan Isteri

MEDAN- Kemenangan PSMS bentrok Bontang FC di Stadion Teladan, Sabtu (14/4) lalu, memberikan keistimewaan tersendiri bagi striker PSMS Julio Cesar Alcorse yang memborong dua gol untuk memastikan kemenangan bagi skuad Ayam Kinantan.

Dengan torehan dua gol tersebut, Julio berhasil menyamai rekor rekan setimnya Jecky Pasarela yang telah mencetak empat gol. Didampingi sang istri, Julieta dan putri tunggalnya, Catalina yang juga menyaksikan pertandingan tersebut, ia mengatakan, kedua gol itu dipersembahkannya untuk mereka.
“Aku persembahkan dua gol itu untuk anak dan istriku. Karena dukungan dan pertolongan dari mereka yang selalu menyertaiku,” ungkapnya, Minggu (15/4).

Ia juga mengaku senang mengawali putaran pertama karena PSMS mampu memenangkan pertandingan tersebut. “Saya sangat senang karena tim bisa menang di sini, stadion kami (Teladan), karena kami memang sangat membutuhkan tiga poin,” tutur Julio.

Kemenangan itu menurutnya terjadi karena kerjasama apik yang dipraktikkan sepanjang 90 menit. “Saya bangga dengan rekan-rekan di tim saya. Kami tim yang solid, kami memiliki tujuan sama, bersama-sama untuk menang,” ujar pemain kelahiran Santa Fe Argentina 17 September 1981 itu.

Kebersamaan yang terjalin dengan pelatih dan staf teknis di PSMS membuat PSMS saat ini bertransformasi jadi lebih baik. “Dan kepada pelatih juga staf teknis tim, mereka sudah bekerja keras. Mereka mendukung penuh sejak tiba di Medan,” kata Julio.(saz)