26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13654

Trio Macan Bius Warga Medan

Jalan Santai dan HUT ke-111 Pegadaian di Lapangan Benteng

Atraksi Trio Macan di Lapangan Benteng mampu membius warga yang menghadiri ulang tahun ke-111 Pegadaian, Minggu (15/4). Kondisi hujan tak mampu menghalangi keinginan melihat penampilan tiga musisi Trio Macan yakni Lia Amelia, Caca dan Ivan dengan tetap bertahan di lapangan.

KEHADIRAN Trio Macam yang melantunkan sejumlah lagu hits diantaranya Hamil Duluan, Keong Racun, Sakit Hati dan Iwak Peyek menambah semarak HUT ke-111 Pegadaian yang didirikan pada 1 April 1901 tersebut.

Kemeriahan juga terlihat saat dilaksanakan jalan santai menyusuri sejumlah ruas jalan di Medan mulai dari Lapangan Benteng, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Maulana Lubis hingga finis di Lapangan Benteng.

Sejumlah hadiah laucky draw dibagikan kepada peserta jalan santai diantaranya setrika, kompor gas, televisi, kulkas, sepeda, sepeda motor dan hadiah menarik lainnya. Dalam acara ini juga ditampilkan atraksi cheerleader pelajar di Medan yang mampu memukau pengunjung.

Panitia juga menggelar pemberian apresiasi terhadap cabang dan UPC Pegadaian se-Sumut yang meraih prestasi terbaik. Pimpinan masing-masing cabang dan UPS meraih penghargaan dan uang pembinaan. Disamping itu, diserahkan pula satu unit ambulans yang diserahkan Direktur Bisnis Pegadaian, Wasis Johar didampingi Pimwil Pegadaian Agus Priyabodo SE MH kepada Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST.

Momentum HUT 111 Pegadaian juga dijadikan kebulatan tekad pimpinan dan karyawan Pegadaian dengan pagelaran acara ulang tahun yang mengusung tema ‘Satu Institusi, Satu Hati dan Satu Solusi’ yang mendapat respon luar biasa dari warga Medan sekitarnya. Bahkan dengan perubahan status menjadi persero sejak 1 April 2012, pimpinan dan karyawan bertekad memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam acara yang dimeriahkan bazar makanan dan pameran mobil antik, Pegadaian memperkenalkan program ‘Mulia’ sebagai investasi yang sangat likuid sepanjang masa yang memilikinya pun bisa diangsur sampai tiga tahun. Investasi dana dalam emas atau loga mulia sangat mudah diuangkan, dijual atau digadaikan dengan beragam pilihan mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram sampai 1 kilogram.

Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST yang menyanyi dua lagu juga memberi apresiasi terhadap peran Pegadaian yang banyak memberi manfaat kepada warga Sumut. Ia berharap momentum HUT ke-111 Pegadaian yang berdekatan dengan HUT ke-64 Pemprovsu dapat terus meningkatkan perananya kepada masyarakat. (*)

Buat Pagar Perlintasan KA di Jalan Alfalah Raya

082166238xxx

Kepada PT KAI cabang Medan didaerah Glugur banyak perlintasan kereta api yang tidak ada pintu perlintasannya. Contohnya di Jalan Alfalah Raya pas di samping kantor PLN Glugur. Di jalan ini sehari-hari ramai dilintasi kendaraan tapi di perlintasan KA-nya tidak ada pintu perlintasan. Ini sangat membahayakan.

Keputusan Menteri Perhubungan No. 53 Tahun 2000

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 53 Tahun 200, Bab V tentang tanggung jawab dan pembiayaan. Pasal 21: Badan Hukum atau Instansi pembuat perpotongan dan atau persinggungan bertanggung jawab terhadap keberadaan dan pengoperasian perpotongan dan atau persinggungan. Pasal 22, 1: Segala pembiayaan yang diperlukan yang berkaitan dengan pembangunan dan pengoperasian perpotongan dan atau persinggungan menjadi beban dan tanggung jawab dari Badan Hukum atau instansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. 2: Beban biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) khusus untuk perlintasan dibebankan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Apabila perlintasan tersebut dibutuhkan dalam rangka pembangunan jalan yang memotong jalu KA yang terlebih dahulu ada, maka beban dari pembuat jalan sebagai pembuat perlintasan. b. Apabila perlintasan tersebut dibutuhkan dalam pembangunan jalur KA memotong jalan yang terlebih dahulu ada, maka pembiayaan menjadi beban dari pembuat jalur KA sebagai pembuat perlintasan.

PP Nomor 56 Tahun 2009, tentang Penyelenggaraan Perkeretapian Pasal 75, Perpotongan jalur KA denganjalan dibuat tidak sebidang Pasal 78, Untuk melindungi keselamatan dan kelancaran pengoperasian KA pada perpotongan sebidang, pemakai wajib mendahulukan perjalanan KA.

UUD 23 Tahun 2007 Pasal 90 (d), Penyelengara prasarana perkeretaapian berhak dan berwenang mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang dengan jalan. Pasal 90 Ayat 1, perpotongan antara jalur KA dengan jalan dibuat tidak sebidang. 2, pengecualian terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dilakukan dengan tetap menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan KA dan lalu lintas jalan. Terima kasih.

Hasri
Humas PT Kereta Api Indonesia KAI Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara

Bangun Jaringan Pipa Tambahan

082164045xxx

Yth, Dirut PD Tirtanadi, sehubungan laporan dari penghuni komplek perumahan TNI-AL Barakuda Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, diberitahukan kepada Bapak bahwa sejak telah berdirinya rusun di komplek tersebut mengakibatkan aliran air dari pipa pada pagi sampai dengan petang sangat minim, tidak seperti biasanya.  Mohon kepada Bapak supaya dapat membangun jaringan pipa tambahan untuk penyediaan air yang ditujukan kepada rusun tersebut agar tidak mengganggu penyediaan air di komplek perumahan TNI-AL tersebut.

Diupayakan Tidak Terganggu

Terima kasih atas informasinya, laporan ini jadi bahan evaluasi bagi kami. Penyediaan air di kompleks perumahan TNI-AL Barakuda Kelurahan Tanjung Mulia tetap kami upayakan agar tidak terganggu.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Demi Barca, Messi Enggan Merumput di Liga Inggris

Banyak penggemar sepak bola menganggap Premier League sebagai liga terbaik di dunia dengan persaingan ketat antarklub. Bahkan pesepakbola dari seantero dunia pun banyak yang bermimpi bermain di Liga Inggris.

Tapi hal ini ternyata tidak berlaku bagi bintang Barcelona, Lionel Messi. Striker mungil Argentina yang sedang bersiap membela Barcelona melawan tim papan atas Inggris Chelsea di semi final Liga Champions Rabu (18/4) nanti, mengaku dia tidak pernah tertarik merumput di negeri Ratu Elizabeth II itu.
Messi mengaku dia sering menonton pertandingan Liga Inggris. Tapi dia tetap ingin hanya menjadi penonton saja.

“Saya tidak pernah membayangkan bermain di klub selain Barcelona. Hati saya terikat kepada klub tersebut,” ucap Messi. “Saya selalu ingin tinggal di Barcelona sejak hari pertama saya tiba di sana dan tidak ada satupun yang bisa mengubah pendirian saya.”

Messi mengakui, para supporter di Inggris sangat antusias terhadap sepak bola. Namun itu tak membuat Messi jadi ingin hengkang dari Barcelona yang saat ini dibelanya.

“Dari pengalaman saya melawan klub-klub Inggris saya melihat sendiri bagaimana para fans sangat menghargai sepak bola indah dan bakat para pemain. Tetapi saya tidak pernah bermimpi bermain di sana suatu hari nanti,” tambahnya.

Dalam wawancara yang dipublikasikan harian The Sun edisi Minggu (15/4), Messi juga mengomentari peluang klubnya melawan Chelsea nanti. Berbeda dengan banyak pengamat yang mengatakan klub asal London tersebut tidak berpeluang mengalahkan Barcelona, Messi dengan bijak justru tak menganggap remeh klub berjuluk The Blues itu.

“Tidak ada pertandingan yang mudah saat kita mencapai babak sistem gugur. Chelsea sangat layak sampai di babak semi final dan kami sama sekali tidak boleh lengah,” ucap Messi seraya menambahkan, Chelsea berada dalam posisi yang lebih nyaman karena mereka tidak diunggulkan.

Di sisi lain Lionel Messi tak henti membuat rekor. Terakhir dua golnya ke jala Levante dalam lanjutan Liga Spanyol, Minggu (15/4) dini hari tadi, membuat striker Argentina itu mencatatkan 201 gol dalam 210 laga resmi selama diasuh Pep Guardiola.

“Rata-rata 0,96 gol setiap laga,” ujar pihak Barcelona dalam situs resminya usai pertandingan melawan Levante.(zul/ara/jpnn)

Buntut Sengketa Lahan Sei Mati, Keluarga Korban Ngadu ke Poldasu

MEDAN- Keluarga korban bentrok sengketa tanah di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (12/4) lalu, tidak terima dengan aksi anarkis warga yang kabarnya dikoordinir seseorang.

Vivi Vijayanti (34), istri Sutrisno (35) yang merupakan korban bentrok tersebut, Minggu (15/4) siang, membuat pengaduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan Nomor : TBL/417/IV/2012/SPKT II.

Warga Jalan Tiga CB 18, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur ini, menolak jika suaminya dikatakan preman. Menurut Sutrisno kepadanya, kata Vivi, dirinya bekerja sebagai karyawan di PT Mandiri Makmur Lestari (MML).

“Suamiku pekerja, dia bukan preman,” ujar Vivi usai membuat pengaduan di SPKT Mapoldasu.

Ibu tiga anak ini mengatakan, malam itu ia mengetahui suaminya jadi korban penganiayaan dari seorang pria yang menelepon menggunakan ponsel suaminya. Mengetahui suaminya sudah berada di RS Mitra Medikan, Vivi langsung histeris dan berangkat menuju rumah sakit tersebut.
Untuk memberi pertolongan lebih lanjut, Sutrisno langsung dirujuk ke RS Imelda. Sementara satu rekannya tewas ditempat dan satu lagi tewas keesokan hari.

Saat ini kondisi Sutrisno sudah membaik, namun luka-luka bekas bacokan ditubuhnya masih menganga. Pasca insiden berdarah itu, Sutrino menderita luka bacokan di kepala, di wajah, dileher dan ditangan.

“Kepalanya dijahit empat jahitan, daging pipi kanannya hampir lepas, lehernya hampir jebol, tangannya juga kena karena menahan sabetan parang,” tutur Vivi.

Dalam laporannya, Vivi mengadukan Zulkarnain yang disinyalir sebagai penggerak massa saat itu. Sebab menurut keterangan saksi-saksi yang masih hidup Zulkarnain lah yang mengkomandoi penyerangan jelang magrib itu.

“Saya minta polisi serius menangani kasus ini, selain itu saya mohon kepada polisi untuk memberi jaminan keselamatan kepada suami saya yang belum sembuh. Keluarga korban tewas akan menyusul membuat pengaduan, tadi mereka masih dalam keadaan berkabung,” tukas Vivi.

Sementara itu, Zulheri Sinaga SH selaku kuasa hukum, Sutrisno menjelaskan kronologis peristiwa yang merenggut nyawa dua temannya itu.
Kamis (12/4) siang, sekitar 70 orang diminta PT MML memasang patok tanah seluas 315 ha milik PT MML.

Namun ternyata warga yang menamakan dirinya Forum Perjuangan Tanah Rakyat Asli Batang Kilat (FP-TRABK) tak senang. Massa mengklaim tanah tersebut merupakan tanah mereka karena sudah dikerjakan sejak tahun 2000 dan mendapat ijin dari Gubernur Sumut terdahulu, Tengku Rizal Nurdin.
“Kita punya semua surat-suratnya, rencananya disitu akan dibangun dermaga,” ujar Zulheri sambil memperlihatkan akta jual beli Nomor : 262/2011 tanggal 15 Juni 2011.

Ternyata warga sudah mengetahui rencana kedatangan korban dan rekan-rekannya, warga pun bersembunyi disekitar TKP.  Saat tiba di TKP, keadaan sunyi tak ada orang disana.

Tapi begitu ingin mematok, massa yang sudah bersembunyi tiba-tiba merangsek keluar dan menyerang Sutrisno dan kawan-kawannya. Massa datang dengan beringas menggunakan klewang dan balok.

“Bukan itu saja, PT MML juga sudah melakukan pendekatan persuasif kepada FP-TRABK, tapi mereka tetap berkeras menguasai lahan. Bahkan sampai terjadi pencurian, penganiayaan dan pengerusakan alat berat yang sedang beroperasi mengolah lahan,” ujarnya.

Zulheri mengatakan, FP-TRABK sudah menunggu pekerja PT MML dan sudah merencanakan penyerangan. Tak hanya itu, Zulkarnain diduga sebagai pengkordinir serangan ini sebab di beberapa surat kabar terbitan Medan Zulkarnain menyatakan siap perang dengan PT MML.

“Korban-korban ini sudah ditampung di TKP, mereka (pelaku) sudah merencanakannya,” terangnya.  Zulheri meminta kepada polisi untuk memberikan perlindungan maksimal untuk para korban tidak terkecuali kepada Sutrisno. Menurut Zulheri polisi tidak maksimal menanggapi kasus ini, sehingga berlarut-larut dan sampai memakan korban.

“Ini kan delik hukum, bukan delik aduan, seharusnya polisi sudah bisa mengambil langkah-langkah tegas dong. Sebab klien saya tidak terlindungi secara maksimal,” tegasnya.

Penyerangan warga terhadap PT MML berbuntut panjang, petugas Subdit III, Dit. Reskrimum, Polda Sumut sudah mengantongi 7 nama pelaku yang ikut membunuh, merusak dan menganiaya korban. Saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan mendalam di TKP untuk menangkap pelaku.
“Tinggal tunggu lengah saja, sudah ada identitasnya kok,” ujar Kasubdit III, Dit  Reskrimum, Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan saat dikontak via HP Minggu (15/4) sore. Ditanya soal keterlibatan Zulkarnain dan identitas pelaku lainnya, Andry enggan menjelaskan. “Yang jelas  tujuh itu pelaku langsung di  lapangan,” tegasnya. (ari)

Karyawan Perkebunan Swasta Diserang

LANGKAT- Konflik di sekitar areal perkebunan PT Harapan Sawit semakin meruncing. Pasca menjebol tanggul yang dibangun perusahaan, warga semakin nekat bertindak anarkis menyerang karyawan dengan menggunakan senjata tajam.

Ketika karyawan berupaya mengeluarkan alat berat (eskavator) yang terbenam tiba-tiba diserang warga.

Junedi alias Edi (37) salah seorang karyawan warga Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat-Langkat terpaksa dilarikan ke RSU Pertamina karena menderita luka sabetan senjata tajam pada bagian tangan.

Hal yang sama juga dialami Boni Amin (33), karyawan itu juga mendapat pukulan hingga babak belur. Merasa diperlakukan tidak adil, Hasyim Nur (57) dari PT Harapan Sawit melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke Polres Langkat dan tertuang dalam LP/308/IV/2012/SU/LKT, Sabtu (14/4).

Peristiwa berlangsung, Jumat (13/4), persis di Desa Lubuk Kertang (lahan PT Harapan Sawita) Brandan Barat-Langkat. Saat karyawan mengeluarkan alat berat warga menghadang dengan senjata tajam. Tanpa mampu berbuat apa-apa karyawan diserang  membabi buta.

“Satu diantara kelompok itu, mencabut pisau saat menyerang. Selain rahang, bahagian leher saya tergores terkena sabetan pisau ketika mengelak,” jelas Boni Amin.

Sebelumnya warga protes aksi yang dilakukan pihak perusahaan. Tapi saat mereka sedang mencari solusi antar muspida untuk mencari jalan keluar. (jie)

Masuk Parit, Penumpang Hanya Lecet-lecet

TEBING TINGGI- Mobil Avanza warna hitam BK 1145 UV yang membawa tujuh penumpang masuk ke dalam parit perkebunan sawit Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (15/4) sekira pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu, namun tubuh para penumpang mengalami luka lecet.

Mobil yang kesehariannya membawa sewa dari Pematangsiantar menuju Medan ini tenggelam sekitar 4 meter. Untungnya saat kejadian penjual lemang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian berusaha menyelamatkan penumpang mobil naas tersebut.  Lalu mereka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sri Pamela Kota Tebingtinggi.  Akibat kejadian itu juga arus lalu lintas di lokasi kejadian menjadi macet.

Sori Tua Hutaian warga Simpang Limun Medan menjadi supir mengatakan,  saat kejadian kecematan mobil 70 km per jam. Naas mobil tiba-tiba oleng dan membuang ke kanan  sehingga masuk ke parit.

“Sebenarnya kondisi mobil laik jalan. Selain itu saya juga tidak mengantuk karena dua hari selesai cuti dan hari ini baru bekerja lagi,” ujar Sori. Begitu mobil masuk parit penumpa berusaha menyelematkan diri.

Nining Romlah saksi mata mengatakan, sebelum masuk ke parit penumpang menjerit. “Banyak penumpang minta tolong sebelum mobil tenggelam, warga membuka pintu dengan paksa kemudian mengeluarkan penumpang satu persatu,” ujar Nining Romlah.

Ketua Muslimat PW Al Wasliyah Sumatera Utara Hj Nurliati Ahmad dan Hj Hamidah yang menjadi korban mengaku, sebelum kejadian ada penumpang yang menyarankan kepada supir agar melaju kencang sehingga cepat sampai di Bandara Polonia Medan. Hj Hamidah mendapat perawatan intensif karena mengalami patah tulang dada bagian tengah dan luka memar benjol di bagian kening kepala. (mag-3)

Jalan Rusak, Warga Pagar Betis

LUBUK PAKAM- Puluhan warga yang bermukim di sekitar jalan Lubukpakam-Gunung Meriah tepatnya di Simpang Tanah Abang dan Desa Jaharun-B Galang menghadang truk yang melintas, Minggu (15/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi protes ini disebabkan warga jalan mereka rusak. Setiap hari truk-truk melintas dengan muatan melebihi tonase. Bahkan truk-truk itu juga melintas secara berbarengan.  “Masak supir itu tidak memikirkan warga sekitar sini, jalan rusak,” keluh warga Moh Fendi Harahap.

Akibat penyetopan truk ini arus lalu lintas jadi macet. Pasalnya warga menghadang dan memberhentikan setiap truk bertonase berat yang hendak melintas. Antrean panjang tidak terelakkan. Beberapa sopir truk yang mencoba melintas, terpaksa harus mengurungkan niatnya karena warga membuat pagar betis.
Selain melakukan penghadangan terhadap truk bertonase berat, warga juga bergotong royong menimbun lubang yang berada di badan jalan dengan bahan sertu. “Bila pemerintah tidak mampu, biar kami saja yang memperbaiki jalan ini, tetapi kami tidak punya aspal, silahkan kirim aspal. Soalnya sertu sudah kami datangkan,” tambah Fendi.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Deliserdang Khairum Rizal, mengatakan kerusakan jalan yang diprotes warga itu tanggungjawab pemerintah provinsi sehingga pihaknya kesulitan untuk turun tanggan melakukan perbaikan.  Khairum mengakui  jalan itu jalan provinsi sehingga wewenang pemkab tidak ada. (btr)

Pelaku Curanmor Diamankan

BINJAI- Marianto warga Desa Paya Rengu, Dusun Gunung Tinggi, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, diamankan Polres Binjai, dari rumahnya, Sabtu (14/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini diduga menjadi penjual sepeda motor curian.
Informasi dihimpun POSMETRO (grup Sumut Pos), penangkapan Marianto, berawal dari tertangkapnya dua orang tersangka pelaku pencurian sepeda motor Wanda (24) warga Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan dan Budi Gunawan (30) warga Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat.

Mereka mengakui selama ini sepeda motor curiannya dijual kepada Marianto. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengembangan. Polisi pun mencari keberadaan Marianto, yang disebut-sebut oleh kedua tersangka berhasil diamankan, Sabtu (13/4) sekitar pukul 19.45 WIB, lalu.
Dengan dipimpin langsung Ipda H Tobing, polisi pun mencari keberada Marianto di rumahnya. Tidak perlu menunggu lama-lama untuk mengamankanya, polisi langsung berhasil menangkapnnya tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti di rumahnya.

Selain mengamankan tersangka yang tahu keberadaan dari penadahnya. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 7 unit sepeda motor dari berbagai jenis. Diantara sepeda motor yang berhasil diamankan antara lain sepeda motor Suzuki Smesh warna merah, Jupiter warna hitam BK 3886 UK, Mino warna hitam BK 5713 PU, Jupiter BK 6983 XN, RX King BK 3098 QI, Mio BK 3219 RAF dan RX King tanpa plat.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto mengakui, penangkapan tersebut. Namun, pihaknya masih belum bisa banyak berkomentar karena masih terus menyelidiki kasus ini. “Memang ada kita amankan. Tapi, nanti dulu ya, kita masih melakukan pengembangan untuk membongkar sindikat curanmor ini,” kata AKP Aris Finato singkat. (mag-4/smg)

Awasi UN, 1.741 Guru dan Pemantau Diterjunkan

LANGKAT- Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, SMK dan MA tahun ajaran 2012 diawasi 1600 guru serta 141 pemantau independen dari Universitas Medan (Unimed), sejak 16 hingga 19 April mendatang.

“Peserta ujian nasional tingkat SMA, SMK maupun Madrasyah Aliyah (MA) akan diikuti 10.596 siswa. Berlangsung di 142 sekolah, sedangkan guru-guru yang mengawasi diberlakukan sistem silang berdasarkan sub rayon,” kata Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal.

Syahrizal saat dihubungi, Minggu (15/4, melalui sambungan telepon menjelaskan secara keseluruhan peserta UN baik dari sekolah negeri maupun swasta (10.596) siap mengikuti tahapan pemuncak dalam proses belajar di sekolah lanjutan atas tersebut.

Juru bicara Pemkab Langkat ini menambahkan, sesuai jadwal direncanakan sebelumnya pelaksanaan (UN) akan dimonitor Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, terkait persiapan panitia serta hal-hal yang mungkin mengganggu konsentrasi siswa menjalankan ujian.

Kadis Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pemkab Langkat, Syam Sumarno, melalui pesan singkat menjelaskan terdapat 62 SMA negeri atau swasta dengan perincian siswa 4988, sedangkan SMK (negeri/swasta) terdapat 39 sekolah dengan siswa 4171. Sedangkan siswa yang berasal dari MA (negeri/swasta) berjumlah 41 sekolah terdapat 1437 siswa.(jie)