31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 13666

RUU PRT Harus Disahkan

MEDAN- Rancangan Undang-undang (RUU) Pekerja Rumah Tangga (PRT) harus segera disahkan. Hal ini terkait tingginya kasus kekerasan fisik, psikis dan ekonomi yang dialami PRT.  Demikian dikatakan Anggota DPD-RI Prof Damayanti, Selasa (10/4), usai mengunjungi dua PRT asal Indramayu Jawa Barat, Khuraini (16) dan Munisa (17) yang mendapat perawatan di lantai 4 ruang 9 RSUD dr Pirngadi Medan.

“RUU PRT harga mati, Kita mendesak agar DPR RI harus segera mensahkan RUU ini. Kalau belum disahkan, kita tidak bisa berbuat lain. Seperti kasus kekerasan yang dialami dua PRT ini, majikan mereka hanya bisa dikenakan pasal mengenai kasus trafiking, itu juga UU nya tidak begitu kuat,” ujarnya.
Menurut Damayanti, setiap tahunnya ada sekitar 70 RUU yang menjadi pembahasan di DPR RI. Namun, pada 2011, hanya 13 RUU saja yang disahkan.
“Sayangnya dalam 13 RUU yang sudah disahkan itu, RUU PRT tidak termasuk yang disahkan. Padahal konsep yang kita buat sudah selesai, ini yang membuat kita kecewa,” terangnya.

Dalam RUU PRT tersebut, katanya, berisi beberapa point diantaranya, PRT tidak boleh bekerja lebih dari 12 jam, harus ada kontrak kerja antara majikan dengan PRT, selain itu, PRT harus mengetahui haknya.

“PRT itu mempunyai hak seperti pekerja biasa. Dengan adanya RUU ini, undang-undang pekerja bisa masuk kedalam rumah tangga, dengan begitu, PRT bisa lebih terlindungi,” urainya.

Pihaknya juga mengharapkan agar aparat penegak hukum dapat lebih sensitif dalam menyelesaikan kasus kekerasan yang dialami PRT. “Bukan itu saja, bahkan kebanyakan masyarakat belum memahami soal RUU PRT ini. Akibatnya kasus kekerasan yang dialami banyak yang mengambang. Harapan kita ke depannya, agar RUU PRT ini segera disahkan karena didalamnya juga terdapat beberapa sanksi,” tambahnya.

Sementara, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, Zahrin Piliang didampingi Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitas Pelayanan, Muslim Harahap mengatakan pihaknya sendiri telah mengkoordinaksikan kasus tersebut dengan jajaran biro PP Pemprovsu. Selain itu, advokasi dan pendampingan akan terus dilakukan hingga kasus itu dapat diselesaikan.

“Kita juga terus bekerjasama dengan Poldasu serta Polresta Medan, selain itu kita sudah mengontak Polres Indramayu. Kita dengar majikan korban telah kabur, kita harap mereka ini menjadi DPO dan pihak kepolisian segera mengusutnya. Bahkan MOU antara Pemprovsu dan Jawa Barat telah ditetapkan agar penanganannya bisa diimplementasikan,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak yayasan yang menjadi penyalur tenaga kerja juga harus bertanggungjawab. “Keterangan dari kedua korban, mereka dijanjikan bekerja oleh penyalur tenaga kerja yang mengaku dari Yayasan Sari Bhakti Mandiri. Kita ingin mengetahui keberadaan pihak yayasan agar mereka bertanggungjawab dan dikenai sanksi,” ujarnya.

Kondisi kedua korban sendiri mulai membaik. “Mereka sudah ditangani dengan baik, tapi masih perlu penanganan khusus karena ada luka atau penyakit dalam yang dialami. Soal biaya, akan ditangani oleh Dinas Kesehatan Sumut. Kita juga berharap, agar di Sumut segera dibuat RSPA yaitu Rumah Sosial Perlindungan Anak untuk menampung anak-anak yang menjadi korban kekerasan dan mereka dalam perlindungan yang aman,” terangnya.

Ditambahkannya, kasus yang dialami kedua korban jelas mengandung unsur trafficking dan eksploitasi anak. Pelaku terancam dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 21/2007 tentang Tindakan Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda Rp500 Juta. “Mereka dianiaya dan tidak digaji selama setahun tiga bulan oleh majikannya. Lalu pada Rabu (5/4) lalu membuat pengaduan ke KPAID Sumut dan langsung kita bawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk divisum dan menjalani perawatan,” bebernya. (mag-11)

Kehilangan Kambing

Samira (50), warga Jalan Platina III, Medan Deli kehilangan dua ekor kambing, Kamis (12/4).

Keterangan Samira saat membuat pengaduan di Mapolsekta Labuhan Deli, begitu bangun tidur dirinya melihat ternaknya yang berada di samping rumahnya
Dia terkejut setelah dua ekor kambingnya yang berada dalam satu kandang sudah tidak ada.

Menurut Samira, sekitar pukul 03.00 WIB dia mendengar suara kambingnya, namun karena gelap dan hujan dirinya tidak melihat kondisi di kandang kambingnya.

“Memang aku ada mendengar suara kambing ku tapi ku pikir kambing betinaku yang melahirkan jadi aku nggak melihatnya. Dan pagi-pagi setelah bangun tidur baru aku melihat kambing ku sudah hilang,”terang Samira.

“Kambing itu sudah satu tahun ku pelihara,”ungkap Samira. (ris)

Kemenangan Untuk Fans

ROMA- AS Roma kembali meraih kemenangan setelah pekan lalu menelan kekalahan dari Lecce. Francesco Totti mendedikasikan kemenangan ini untuk fans Roma sebagai sebuah bentuk permintaan maaf.

Akhir pekan lalu I Lupi tampil mengecewakan di kandang Lecce. Buruknya penampilan Daniele De Rossi dkk. membuat mereka harus tertinggal hingga 0-4 dan mengakhiri laga dengan kekalahan 2-4.

Namun tengah pekan ini Roma kembali memetik kemenangan. Menjamu Udinese, Kamis (12/4) dinihari WIB, Giallorossi meraih kemenangan 3-1.
Totti yang mencetak satu dari tiga gol kemenangan Roma ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk seluruh tifosi Roma. Baginya, meraih kemenangan adalah cara yang tepat untuk meminta maaf pada fans atas kekalahan dari Lecce.

“Tiga poin yang didapat hari ini punya makna yang penting karena setelah kekalahan atas Lecce kami harus menunjukkan performa yang bagus dan kami membuktikannya,” sahut Totti pada Roma Channel.

“Kami harus menjalani laga hari ini dengan semangat dan determinasi dari sebuah tim besar,” ungkapnya.

“Kami mendedikasikan kemenangan ini untuk fans kami. Setelah penampilan yang buruk di Lecce, tugas kami adalah untuk menang dan ini adalah cara terbaik untuk meminta maaf,” tutup kapten Roma itu. Kemenangan atas Udinese ini kembali menghidupkan asa Roma untuk finis di zona Liga Champions. Mereka kini naik ke posisi lima dengan 50 poin atau tertinggal empat angka dari Lazio yang ada di posisi tiga. (bbs)

Butuh Poin, tak Cuma Cepat

Grand Prix Tiongkok di Sirkuit Shanghai

Dua balapan perdana di musim Formula 1 2012 berlangsung seru. Belum ada tanda-tanda tim mana yang bakal mendominasi persaingan.
McLaren-Mercedes memasuki dua balapan perdana dengan optimisme tinggi. Lewis Hamilton membuat tim yang bermarkas di Woking, Inggris, itu merajai sesi kualifikasi. Sayang, Hamilton gagal mengakhiri lomba dengan kemenangan saat berlomba di GP Australia dan GP Malaysia yang jedahnya tak sampai sepekan.

Meski Hamilton gagal membawa kemenangan, McLaren masih bisa tersenyum lebar. McLaren membawa satu kemenangan melalui Jenson Button saat jadi yang tercepat di GP Australia. Di klasemen kategori tim, McLaren bertengger di tangga teratas dengan 55 poin.

Namun, McLaren pantas waspada dengan perkembangan yang didapatkan para pesaingnya. Ditambah lagi dengan sulitnya menebak cuaca saat dilangsungkannya GP Tiongkok di Sirkuit Internasional Shanghai akhir pekan ini. Seperti yang terjadi di GP Malaysia, optimisme Hamilton dan McLaren tak terkabul seiring kemenangan pembalap Ferrari Fernando Alonso dalam balapan yang dilangsungkan di sirkuit basah.

Direktur Teknis McLaren Paddy Lowe menegaskan timnya tak perlu cemas dengan hasil yang didapat di dua balapan perdana. Menurutnya, tetap menjadi hal fantastis bagi timnya bisa merajai kualifikasi di awal musim ini. Mengawali lomba dari posisi terdepan memberi gambaran sedikit potensi yang bisa dikembangkan timnya.

“Kami meninggalkan dua balapan tersebut dengan sedikit kekecewaan, karena tak mampu mengeksekusi hasil kualifikasi dengan poin lebih banyak,” ujar Lowe.

Menurutnya, tahun ini persaingan tak hanya mengedepankan timnya dan Red Bull-Renault. Buktinya sudah ditunjukkan Ferrari yang mampu mencuri kemenangan dan Sauber-Ferrari yang makin konsisten meraup poin. Untuk itu, menurut Lowe, timnya tak boleh cuma puas saat kualifikasi lalu kehilangan motivasi justru saat balapan di hari Minggu.

“Kami punya beberapa keunggulan, tapi ini adalah sebuah kejuaraan yang panjang dan berat. Anda membutuhkan poin untuk menyempurnakan performa Anda, karena Anda tak bisa mengandalkan kecepatan saja  terjadi hampir di semua sektor,” katanya.

“Kami sangat bersemangat menghadapi GP Tiongkok. Kami tak hanya ingin berada di barisan terdepan saja, tapi juga mentransformasikannya menjadi penampilan yang bagus di hari Minggu,” ungkapnya. (ady/diq/jpnn)

Ngemis untuk Biaya Perpisahan Sekolah

Dinsosker Razia Gepeng dan Anak Jalanan

MEDAN-Sebanyak 41 gelandangan pengemis (gepeng) dan anak jalanan serta tiga siswa SMA di Kota Medan terjaring razia rutin, yang digelar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (12/4).

Razia dengan menurunkan petugas Dinsosnaker dibantu petugas 60 petugas Satpol PP menyisir kawasan persimpangan strategis, yang menjadi tempat mangkal gepeng dan anak jalanan seperti di persimpangan Titi Kuning-Jalan Brigjen Katamso, persimpangan Jalan Halat-Jalan Sisingamangaraja, Persimpangan Jalan Krakatau-Jalan Cemara, persimpangan Brayan, persimpangan Glugur by Pass dan persimpangan Jalan Gagak Hitam/Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Asrama. Plt Kadinsosnaker Kota Medan, Marah Husin Lubis SH mengatakan, razia yang digelar merupakan razia rutin agar rencana tahun 2012 Kota Medan steril dari gepeng dan anak punk terwujud.

Menurutnya, gepeng dan anak punk dinilai sangat menganggu arus lalulintas dan estetika kota. Apalagi, kebanyakan dari mereka merupakan orang luar Medan. Dia mengaku, anak-anak punk dan gepeng yang terjaring akan didata selanjutnya mereka akan dilakukan pembinaan dengan diserahkan ke panti di kawasan Binjai.

Arif siswa SMK Negeri 2 Medan mengaku terpaksa mengamen karena harus memenuhi biaya perpisahan sekolah sekitar Rp250.000. Dia mengaku tahu resiko mencari uang di jalanan tapi karena kebutuhan mendesak dia tetap melakoninya agar dapat ikut perpisahan di sekolahnya. (red)

Tong Sampah di Simpanglimun tak Layak Pakai

MEDAN- Tong sampah di Jalan Simpanglimun Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota, tidak layak pakai. Itu terlihat dari kondisi tong sampah yang rusak, dindingnya keropos dan berlubang, sehingga sampah yang masuk ke dalam tong kembali ke luar dan berserakan di jalan.

“Sebenarnya tong sampah ini tidak layak diletakkan di sini, Tapi mau gimana lagi, kalau tidak ada tong sampah, kami harus jauh membuang sampahnya,” ungkap Boy, warga Simpanglimun pada wartawan koran ini, Rabu (11/4).

Boy mengakui bahwa sampah-sampah itu memang diangkut setiap harinya. Hanya saja, sampah yang dibuang masyarakat ke dalam tonk itu kembali keluar dan berserakan di jalan. “Kadang-kadang kami sendiri yang memasukkan kembali sampah yang keluar dari tong itu, merasakan ini jenuh juga, kalau bisa tong itu diganti dengan yang lebih baik lagi,”bilangnya.

Hal sama dikatakan warga lainnya, Wawan. “Kita lihat sama-sama, apakah tong sampah itu layak pakai lagi, atau tidak?” tandasnya.
Menurutnya, tong sampah yang layak pakai adalah kondisi tong sampah yang benar-benar kondisi bak tertutup tidak terbuka sebelah seperti ini.
“Kiranya pihak dinas kebersihan jangan tinggal diam saja, tong sampah yang rusak diperbaiki donk, baru dilettakkan kembali,” ketusnya. (omi)

Pindah Domisili Antar Kecamatan

088261733xxx

Yth Bpk Wali Kota Medan, bagaimana cara mengurus surat pindah domisili antar kecamatan dan apakah dibebani pembuatannya? Terima kasih.

Membawa Surat Pengantar dari Kelurahan Asal

Dapat kami informasikan bahwa mengurus surat pindah domisili antar kecamatan dengan membawa surat pengantar dari lurah ke kantor kecamatan asal. Selanjutnya kantor kecamatan akan mengeluarkan surat pindah untuk kecamatan yang dituju tempat domisili yang baru.
Selanjutnya, warga melapor ke kepala lingkungan yang baru untuk diteruskan ke kelurahan yang akan mengeluarkan surat pengantar ke kecamatan.
Jadi pengurusan perpindahan domisili antar kecamatan dalam satu kota ini tidak perlu sampai ke Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil, cukup sampai di kecamatan. Pengurusan surat pindah domisili antar kecamatan ini tidak dikenakan biaya apapun alian gratis.
Terima kasih.

Darussalam Pohan
Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Bank Sumut Salurkan Sipanda Rp32,31 Miliar

MEDAN-PT Bank Sumut sudah membayar biaya premi asuransi jiwa Sipanda sebesar Rp32,31 miliar hingga posisi Februari 2012.
“Uang santunan yang telah diserahkan kepada ahli waris sebesar Rp32,04 miliar dengan jumlah rekening penabung sebanyak 4.591 orang,” terang Dirut PT Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu dalam acara penyerahan santunan asuransi Sipanda kepada ahli waris penabung tabungan Martabe, Simpeda dan Makbul di KCP Sunggal, Rabu (11/4).

Gus Irawan menuturkan, penerima santunan tabungan Martabe sebanyak 4.334 nasabah dengan uang santunan sebesar Rp30,1 miliar. Sementara penerima santunan tabungan Haji Makbul sebanyak 150 orang nasabah dengan uang santunan sebesar Rp1,1 miliar dan nasabah santunan Simpeda sebanyak 107 orang dengan jumlah uang santunan Rp882 juta.

Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat dari waktu ke waktu, Bank Sumut telah berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK), giro dan tabungan. Dia menyebutkan deposito untuk posisi Maret 2012 sebesar Rp16,9 triliun dan jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp12,5 triliun dengan total aset Rp20,5 triliun.

Selain itu, lanjutnya, untuk mewujudkan komitmen Bank Sumut dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumut, pihaknya akan memperluas jaringan kantor sebanyak 55 unit dan kas mobil sebanyak 2 unit serta menambah jaringan ATM sebanyak 92 unit.

“Produk Bank Sumut yang saat ini bisa dinikmati masyarakat yakni tabunganku, SMS Banking, M-ATM Bersama dan BPD Net Online,” papar Gus Irawan.
Pada saat ini, penyerahan santunan dihadiri 34 orang nasabah tabungan Martabe, Simpeda dan Haji Makbul dengan jumlah keseluruhan santunan yang diserahkan sebesar Rp429,5 juta. “Besarnya saldo bervariasi tergantung strata saldo rata-rata tabungan tiga bulan terakhir,” ujarnya lagi.

Gus Irawan menyebutkan ahli waris penabung tabungan dengan asuransi Sipanda merupakan nasabah penabung Bank Sumut dari cabang utama Sukaramai, Iskandar Muda, Kampung Lalang, Tembung dan Simpang Kwala beserta unit kantor di bawahnya. (saz)

Penyebab Kebakaran di Brayan Belum Jelas

MEDAN-Polisi masih meyelidiki penyebab terjadinya kebakaran yang menewaskan tujuh penghuni rumah di rumah toko (ruko) Elektronik Brayan Jaya no 141/223i di Jalan KL Yosudarso, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat.

“Belum, belum, tadi tim gabungan masih melakukan penyelidikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada hasilnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol M Yoris Marzuki kepada wartawan, Kamis (12/4).

Menurut Yoris, pemeriksaan terhadap 10 saksi yang sudah dilakukan polisi juga belum memberikan kesimpulan di balik terjadinya kebakaran itu. Termasuk saksi kunci Elfrin Tumanggor yang selamat dari peristiwa maut tersebut. Kondisi Elfrin, kata Yoris, masih labil, sehingga tidak memungkinkan untuk diperiksa.

“Tadi dia (Efrin) sudah kita periksa, kondisi masih labil, keterangannya masih belum jelas,” kata perwira pangkat satu melati ini.
Selain 10 saksi dan Efrin, rencananya Yoris akan mengambil keterangan pemilik toko bernama A Long, dan anggota keluarga yang lain.
Rencananya Polresta Medan akan membeberkan hasil pemeriksaan mereka itu.

“Kita belum tahu, besok (hari ini, Red) tim merapatkan temuannya, moga-moga besok ada laporannya,” aku Yoris.(gus)

Pondok Dibakar, Warga Hajar Sekuriti

MEDAN-Tiga pondok warga di lahan garapan Pasar XIII, Dusun XIX, Desa Bandarklippa, Kecamatan Percut Seituan, dibakar oleh pihak PTPN II,  Kamis (12/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, warga menyerbu kantor afdeling sekaligus merusak dan memukul dua sekuriti.

Informasi yang diperoleh, aksi pembakaran tersebut berawal dari kedatangan sejumlah pegawai PTPN II ke lokasi lahan garapan warga. Beberapa warga sedang berada di lahan garapan tersebut untuk bercocok tanam dan tidak menghiraukan kedatangan karyawan PTPN II.

Tiba-tiba saja, karyawan PTPN II bersama sekuriti langsung membakar tiga pondok tersebut.

Penggarap lainnya yang mendapat informasi pondok telah dibakar oleh pihak perkebunan milik pemerintah itu spontan mendatangi kantor Afdeling Bandarklippa yang tak jauh dari lokasi pondok tersebut.

Dua sekuriti bernama Arianto dan Suryanto menjadi korban amuk warga penggarap dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit  PTPN II Tanjungmorawa.
Petugas Polsek Percut Seituan yang mengetahui ada aksi anarkis tersebut segera meluncur ke TKP sekaligus mengamankan dua warga penggarap untuk dimintai. (gus)