Home Blog Page 13673

Senantiasa Aktif, Tubuh Tidak Merasa Tua

Elisabeth Liestriana Br Siahaan, SE, Rahasianya Tetap Bugar

Usianya tentu tidak muda lagi. Meski demikian, si-ompung kelahiran 6 Juli 1948 ini, masih terlihat begitu bugar. Bahkan sangat aktif dalam menjalankan aktifitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Pasca pensiun dari Pertamina tahun 2003 lalu, Elisabeth Liestriana Br.Siahaan, SE, tidak ingin hanya sekedar berdiam diri di rumah. Dan justru disitulah letak rahasia mengapa ia tetap terlihat bugar. Karena prinsipnya, jangan pernah pensiun dalam kehidupan. Ketika masih diberi kesempatan dan kemampuan, kita harus bisa mempergunakan apa yang ada pada kita. ‘’Bagi pelayanan, tidak ada kata pensiun. Dan dengan tetap aktif, membuat kita lebih sehat. Asal pintar mengatur. Tubuh ini kan semakin lama akan semakin lemah, apalagi jika tidak memiliki aktifitas, akan cepat habis. Nah kita bisa menahan penuaan dengan aktifitas,”ungkapnya.

Namun menurut anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) periode 2009-2014 ini, aktif saja tidak cukup membuat tubuh tetap bugar. Tapi harus pula memadukannya dengan menjaga pikiran  tetap positif dalam memandang kehidupan.  “Jadi untuk itu, kita harus dapat memilih menekuni bidang aktifitas yang tepat.  Karena manfaatnya tidak hanya bagi diri semata. Tapi juga bagi banyak orang,” tukasnya. Lantas mengapa ia memilih panggung politik? “Karena melihat kenyataan, banyaknya penindasan yang dialami kaum minoritas dan rakyat kecil. Kita merasa bahwa tidak mungkin hanya terus berjuang dari luar. Jadi harus terjun ke dalam. Yaitu bagaimana berjuang lewat sistem, sehingga bisa mempengaruhi kondisi secara nyata,”ungkap istri tercinta Laksma TNI (Purn) Ir.Bonar Simangunsong ini.

Tapi bekerja sebagai seorang anggota dewan, dapat dipastikan aktifitas begitu padat dengan beragam pekerjaan. Bahkan salah satunya harus mengikuti rapat hingga jauh malam. Waktu mengerjakannya, sambungnya memang  ada ketegangan. Tapi begitu selesai, ada rasa puas dan bersyukur pada Tuhan karena bisa melaksanakan tugas dengan baik. Rahasia ini jugalah yang membuatnya tidak pernah stress dalam hidup.

Tapi meski demikian menurut sang suami Bonar Simangunsong, Elisabeth  sebenarnya sering juga mengeluhkan rasa capek. Cuma saja hal tersebut dengan cepat dapat diatasi. (gir)

Mendagri Janji Copot Bupati Palas Pekan Ini

JAKARTA- Hanya selang dua hari saja, sikap Mendagri Gamawan Fauzi sudah berubah. Dia menjanjikan akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis dari jabatannya. Gamawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang memproses pembuatan SK dimaksud.

“Kita sedang proses pemberhentian semua kepala daerah yang sudah terbit petikan Keputusan MA yang dinyatakan sudah inkrach. Minggu depan mudah-mudahan sudah kita terbitkan Sk-nya,” ujar Gamawan Fauzi kepada wartawan melalui layanan pesan singkat, kemarin (1/4).
Seperti diketahui, selaian Basyrah, saat ini ada tiga kepala daerah yang sudah divonis bersalah oleh MA di tingkat kasasi, namun belum juga diberhentikan dari jabatannya. Ketiganya, selain Basyrah, yakni Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin dihukum 4 tahun penjara, Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad (6 tahun penjara), dan Bupati Subang Eep Hidayat (5 tahun penjara).

Sebelumnya, pada Kamis, 29 Maret 2012, Gamawan masih belum mengeluarkan pernyataan yang tegas terkait kasus Basyrah. Dia mengatakan masih menunggu putusan tingkat Peninjauan Kembali (PK). Hanya saja, pada saat yang bersamaan, dia mengatakan, mempertimbangkan untuk memberhentikan sementara Basyrah dulu, tidak langsung mencopot secara permanen. “Saya pikir, apakah akan dinonaktifkan dulu, atau langsung diberhentikan tetap,” terangnya.

Selang dua hari, kemarin, sikap Gamawan sudah lebih tegas, yakni menjanjikan akan mengeluarkan SK pemberhentian. Entah terkait dengan pemberitaan sejumlah media massa nasional pada Jumat (30/3) lalu menyorot kasus Basyrah ini atau tidak, yang pasti sikap Gamawan sudah berubah.
Pada Jumat pekan lalu, koran yang menjadi referensi politik di Jakarta, Harian Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos), memberi judul beritanya, “ Pecat Bupati Palas, Kenapa Mendagri Ngeles Terus”.

Pemberitaan media massa nasional itu mengkaitkan dengan ancaman Gamawan memberhentikan sejumlah kepala daerah yang ikut menolak rencana kenaikan harga BBM. Namun, untuk kepala daerah yang sudah jelas dasar hukumnya untuk dilakukan pemberhentian, Gamawan malah tidak melakukan pemecatan. Salah satunya, kasus Basyrah ini. (sam)

Mengurus KK Rp150 Ribu

081397731xxx

Yang terhormat Bapak Kepala Dinas Catatan Sipil Kota Medan, Bapak Camat Medan Barat, dan Lurah Sei Agul. Kenapa dalam pengurusan kartu keluarga dipungut biaya Rp30 ribu di lurah, kantor camat, dan di kantor catatan sipil? Sehingga pengurusan KK menghabiskan Rp150 ribu. Semuanya alasan dengan dalih administrasi dan uang tanda tangan pejabat. Bukankah pengurusan KK gratis, atau itu hanya semboyan saja?

Terbukti Langsung Dicopot

Terima kasih untuk informasinya. Sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM, pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kota Medan adalah gratis, tidak dikenakan biaya apa pun. Untuk itu warga yang mengalami pungutan agar segera melaporkan dengan bukti fisik ke camat setempat untuk ditindak. Kalau terbukti, oknum tersebut langsung dicopot.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Tertibkan Warnet di Marelan

081370708xxx

Yth Bapak Kapoldasu di Tanah Enam Ratus Marelan depan SPBU ada warnet Panglima buka 24 jam. Bukan di pinggir jalan besar tapi masuk gang, jadi lingkungan penduduk setiap malam ribut sekali sehingga mengganggu masyarakat yang sedang tidur. Bahkan tadi malam berantam entah orang dari mana saja yang kumpul di situ. Tolong Pak ditertibkan karena masyarakat merasa terganggu. Terima kasih.

Kami Teruskan ke Polres dan Polsek Terkait

Terima kasih atas informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke Polres dan Polsek untuk ditindaklanjuti. Warga juga dapat berkoordinasi dengan unsur Muspika setempat untuk mencari solusi terbaik.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Tertibkan Truk Galian C di Desa Serdang

089613161xxx

Kepada Yth Bapak Bupati Deliserdang, tolong tertibkan dum truk pengangkut material galian C yang beroperasi di Desa Serdang, Kecamatan Beringin, dan Desa Paya Gambar Kecamatan Batang Kuis karena telah merusak jalan umum.

Muspika Harus Menghentikannya

Masalah galian C merupakan tanggung jawab camat bersama Muspika sebagai perpanjangan tangan Bupati. Untuk itu harus menghentikan kegiatan yang tidak memiliki izin apalagi merugikan masyarakat dengan merusak jalan. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Akibat Galian C, Rumah Warga Retak-retak

LUBUKPAKAM- Hampir empat bulan ini, warga di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, resah akibat aktivitas galian C ilegal. Pasalnya, truk pengangkut bahan galian illegal tersebut, membuat kondisi jalan rusak dan beberapa bangunan rumah retak-retak.

“Semenjak adanya galian C ilegal,  truk pengangkut galian C melintas dari jalan kampung, membuat kondisi jalan tidak nyaman dilintasi, soalnya debu berterbangan dan bila hujan jalan berlumpur,” kata Sarifah (34), warga Dusun 1, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Minggu (1/4).
Padahal, keresahan warga itu sudah pernah dilaporkan ke aparat desa setempat. Namun, hingga sekarang tidak ada realisasi agar truk pengangkut material galian C bertonase berat itu dihentikan.

Malah, kegiatan galian C ilegal disana semakin menjadi-jadi. Selain membuat kondisi jalan yang terbuat dari tanah campur batu koral dengan lebar sekitar tiga meter dan panjang sekitar dua kilometer semakin rusak parah. Akibat lain yang ditimbulkan truk pengangkut material itu,  sebagian dinding rumah warga retak.

Warga khawatir, jika hal ini dibiarkan terus dapat mengakibatkan rumah mereka ambruk. Retaknya rumah warga tersebut diduga karena getaran yang ditimbulkan setiap truk bertonase berat itu melintas. ”Kami takut tinggal di rumah. Karena bisa saja tembok ambrol dan menimpa kami,” tambah Mak Ipah (56), warga lainnya.

Karenanya, warga di sana berharap agar Pemkab Deliserdang melalui Satuan Polisi Pomong Praja (Satpol PP), menghentikan kegiatan galian C ilegal yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman mereka. (btr)

Nakhoda Kapal Ikan Disandera Perompak

BELAWAN- Nasib Dedi (25), nahkoda kapal ikan asal Belawan yang menjadi korban penyanderaan para perompak di perairan Langkat-NAD pada Jumat (30/3) malam lalu, hingga kini masih belum jelas. Keluarga korban mengaku sangat khawatir dengan kondisi keselamatannya.

“Kami belum tahu bagaimana nasib Dedi. Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan para pelaku,” kata paman korban yang meminta namanya tak dikorankan, saat ditemui di rumahnya, Minggu (1/4) sore.

Menurut pria bertubuh kekar ini, pihak keluarga mempercayakan kasus perompakan dan penyanderaan yang dialami keponakannya kepada pihak pengelola kapal. “Soal negosiasi uang tebusan antara pemilik boat (kapal ikan), kami keluarga tidak tahu. Kami percayakan saja permasalahan ini kepada toke boat tempat keponakanku kerja. Sedangkan untuk laporan ke Polair dan petugas Kamla (Kemanan Laut) sudah dibuat kemarin sore,” cetusnya.

Dia menuturkan, Dedi baru dua trip menjadi nakhoda di kapal penangkap ikan tersebut. Tapi saat keberangkatannya yang kedua kali, anak ke dua dari empat bersaudara ini mengalami nasib naas. “Aku yang mengajukan ke tokenya untuk jadi tekong (nakhoda) kapal, karena dia itu anaknya rajin dan gigih. Pada trip pertama nggak ada terjadi apa-apa. Dan untuk trip kedua inilah dia dibajak dan disandera, padahal dia itu tulang punggung keluarganya,” ungkapnya.

Bahkan lanjut dia, peristiwa perompakan disertai penyanderaan tersebut seperti ada musimnya. Dan kebanyakan aksi perompakan kapal ikan terjadi menjelang hari raya Idul Fitri. “Memasuki pertengahan tahun biasanya mereka beraksi, dan yang paling banyak terjadi saat mau lebaran,” ucapnya.

Diceritakannya, pada saat dirinya disandera para pelaku bersenjata api larang panjang sempat membawanya ke kawasan hutan bakau. Selama jadi korban penyanderaan, kebutuhan makan sehari-hari dipenuhi oleh para pelaku dan terus dikawal dua pria bersenjata. “Waktu di atas boat menuju pinggiran pantai, mata ku ditutup mereka, tapi begitu tiba penutup mata dibuka dan aku tak kenal daerah itu. Cuma aku dibawa jalan ke tengah hutan, setelah 15 hari aku baru dibebaskan ditumpangkan ke mobil orang di Aceh sana,” ungkapnya.

Ketua DPC HNSI Kota Medan Zulfachri Siagian saat ditanyai terkait kasus perompakan dan penyanderaan yang dialami Dedi meminta supaya aparat Kamla lebih meningkatkan pengamanan dengan melakukan patroli rutin di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Sementara, Kasubdit Penegak Hukum (Gakkum) Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Sumatera Utara (Dirpolairdasu), AKBP Burhanuddin Desky sebelumnya mengatakan, pihaknya saat ini telah menyiagakan sekitar delapan unit kapal patroli di beberapa titik yang dinilai rawan untuk memburu para pelaku tindak kejahatan yang terjadi di perairan.

Desky menambahkan, selama Januari hingga Maret tahun ini, jumlah kasus perompakan kapal ikan yang terjadi di laut sekitar sembilan kasus. “Dari sembilan kasus tiga di antaranya masih disidik, dengan jumlah tersangka yang diamankan tiga orang pelaku dan barang bukti disita pistol jenis FN berikut 10 butir amunisi,” terangnya.

Sedangkan pada 2011 lalu, kepolisian perairan menangani sekitar dua puluh satu kasus perompakan, dengan jumlah tersangka sembilan orang yang diamankan, berikut senjata api serta amunisi yang disita sebagai barang bukti. (mag-17)

TPS di Medan Tembung Ganggu Pedagang

MEDAN- Tempat Pembuang Sampah (TPS) milik Kecamatan Medan Tembung menggangu lalu lintas jalan perbatasan antara Deli Serdang dengan Kota Medan di Jalan  Williem Iskandar Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Selian itu para ara pedagang di lokasi itu merasa terganggu sampah-sampah yang menumpuk itu.

“Bayangkan saja bau sampah yang dikeluarkan dari TPS itu sangat bau sekali, sehingga jualan kami jarang yang dibeli oleh para konsumen,” cetus Timbul Gultom Pedagang Buah Pasar Bengkok, Sabtu (31/3).

Padahal sambung Timbul, dirinya pernah menyampaikan kepada mandor agar meletakakn TPS ini tidak di depan jualan mereka. Nyatanya, sampai sekarang belum juga terealisasi. “Kalau begini terus yang kami rasakan setiap hari adalah bau sampah yang bisa mempengaruhi hasil dagangan kami,”tandasnya.
Timba berharap pemerintahan kota Medan atau Kecamatan Medan Tembung agar dapat meletakkan TPS tersebut di suatu tempat yang jauh dari keberadaan pedagang.  “ Bila TPS itu diletakkan dipinggir sungai Deli. Pasti akan lebih baik keberadaan. Ketimbang di sini (Jalan Williem Iskandar Medan Estate-red) diletakkan,” pintanya.

Camat Medan Tembung Hendra Asmilan menyebutkan bahwa keberadaan TPS itu, sebelumnya telah dikoordinasikan kepada pihak Kecamatan Percut Seituan. Dimana, peletakkan TPS itu diletatak mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kemudiaan pada pukul 21.10 tong sampah akan diangkut dan dibuang ke penampungan lainnya. (omi)

35 Kasek Serahkan Barang Bukti

Duggaan Korupsi Pengadaan Buku di Dinas P dan P Binjai

BINJAI- Kasus dugaan korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Binjai senilai Rp2,2 miliar tahun anggaran 2011, hingga kini masih terus didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Binjai Junaidi Lubis SH, pihaknya sudah memanggil 40 Kepala Sekolah (Kasek) tingkat SMP negeri maupaun swasta.

“Kepala sekolah yang kita panggil, tentunya sekolah yang menerima buku tersebut. Setelah kita periksa 40 kepala sekolah itu, kita meminta mereka untuk menyerahkan buku itu untuk melanjutkan penyelidikan yang kita lakukan,” terang Junaidi SH kepada wartawan Sumut Pos, akhir pekan lalu.

Junaidi juga mengungkapkan, dari 40 Kasek yang sudah menjalani pemeriksaan, sebanyak 35 Kasek sudah menyerahkan buku yang mereka terima dari Dinas P dan P Binjai. “Untuk saat ini, kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap buku itu. Sebab, di dalam syarat atau petunjuk teknis (Juknis), judul setiap buku sudah ditentukan,” ungkap Junaidi di ruang kerjanya.

Namun, Junaidi belum dapat menyimpulkan, apakah dalam dugaan kasus ini, sudah ditemukan tindak pidana korupsinya. “Belum, sampai saat ini belum bisa kita simpulkan. Sebab, pemeriksaan terhadap buku ini masih berlanjut,” ucapnya.

Selain itu, Junaidi juga membeberkan kasus-kasus yang saat ini sedang ditanganinya, yakni, kasus dugaan korupsi pembangunan gedung baru Dinas Kesehatan (Dinkes) Binjai. “Di Koata Binjai, kita sedang lidik dua kasus, pertama pengadaan buku dan pembangunan kantor baru Dinkes Binjai. Tapi, dalam kasus pembangunan kantor Dinkes dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar ini, kta masih melakukan pemeriksaan saksi,” ucapnya, seraya menambahkan, saksi yang di periksa yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kadinkes, pengawas, dan panitia lelang.

Sebelumnya, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ini, Junaidi SH, sudah melakukan pemeriksaan terhadap, Ketua Panitia Tender  Pengadaan Buku Joni Maruli, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagus Bangun dan PPTK Syahri Ginting. Selanjutnya, pihaknya akan segera memanggil Kadis P dan P Binjai Drs Dwi Anang Wibowo.(dan)

24 Karung Raskin Digondol Maling

TEBINGTINGGI- Kantor Lurah Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi tak aman lagi. Pasalnya, gudang kantor lurah tersebut dibobol maling pada Sabtu (31/3) lalu. Akibatnya, 24 karung beras miskin (raskin) yang akan dibagikan kepada warga miskin di kelurahan itu raib dibawa maling.
Selain beras raskin, pelaku juga membawa kabur satu unit monitor komputer merek LG bersama dua unit CPU Komputer serta wireless di kantor Lurah Tualang.

Menurut Lurah Tualang, Gunawan, pelaku beraksi menggunakan becak bermotor saat hujan turun dan penjaga kantor lurah sedang tidak berada di tempat. “Hal ini dibuktikan dengan adanya bekas yang dilalui becak bermotor di depan kantor lurah,” ungkap Gunawan.

Dikatakannya, pelaku masuk ke gudang setelah merusak kaca nako bagian samping. Mengetahui kantornya dibobol maling, Gunawan langsung membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi. Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.(mag-3)