29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13675

Jaring Pembalap BMX Tingkat Nasional

TEBINGTINGGI- Kejuaraan Minicross BMX se Sumut digelar di sirkuit buatan Kolam Pancing Cipta Insani, Jalan Baja, Kota Tebingtinggi, Minggu (8/4). Kejuaraan BMX Cross beretujuan mencari bibit-bibit altlet BMX untuk dipertandingkan ketingkat Nasional.

Even ini diikuti sekitar ratusan pembalap yang berasal dari Kota Medan, Binjai, Pematang Siantar, Sergai, Deli Serdang dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sumut.

Aulia Hendrik Ketua Pelaksana BMX Cross mengatakan pihaknya mendukung generasi muda yang mau menunjukan kualitasnya lewat jalur olah raga.
Hendrik lebih lanjut mengatakan pihaknya mengaku bangga atas partisipasi sponsorship. Apalagi selama sangat minim atlet asal Tebingtinggi yang menggeluti olahraga ini.

“Semoga gelaran ini mampu meningkatkan motivasi para atlet untuk lebih giat berlatih demi mencapai prestasi maksimal di tingkat nasional,” ungkap Hendrik.

Ditambahkannya, pada even kali ini pihaknya mempertandingkan kelas mini, junior, pemula, senior. (mag-3)

AHM Kirim 2 Pembalap ke Asia Dream Cup

MEDAN- PT Astra Honda Motor  (AHM) mengirimkan pembalap terbaiknya ke ajang Asia Dream Cup (ADC) sebagai salah satu tahap pembinaan untuk menyiapkan pembalap handal Honda di Indonesia.

Pola pembinaan berjenjang yang sudah dicanangkan AHM dan mulai diimplementasikan dengan menyiapkan jalur ideal  menuju jenjang balap yang lebih tinggi.

Hal ini dilakukan melalui proses penyaringan yang selektif sehingga dapat dipastikan pembalap yang terpilih memang benar-benar memiliki kompetensi untuk berkiprah di ajang balap tingkat dunia.

“Jalur yang kami siapkan itu adalah Asia Dream Cup. Sebuah ruang bagi mimpi orang asia menembus kerasnya persaingan di arena balap dunia,” ujar A Indraputra, GM Marketing Planning and Analysis Division AHM.

Asia Dream Cup (ADC) merupakan ajang balap tingkat Asia yang menggunakan motor sport Honda CBR 250. Event ini diselenggarakan bersamaan dengan seri Asian Road Racing Championship (ARRC), yang digelar di 6 negara, yaitu Malaysia (13 Mei), Jakarta (17 Juni), China (5 Agustus), Jepang (9 September), Qatar, dan Taiwan.

Setiap negara tersebut akan diwakili oleh dua pembalap dengan usia pembalap yang sudah ditentukan yaitu 15-25 tahun. Dari ajang balap ADC ini, 3 pembalap terbaik di klasemen akhir akan mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi dan untuk memperebutkan satu jatah wild card Moto 3 2013.
“Dengan kesempatan main sebagai wild card, kemampuan pembalap kita berpeluang untuk dilihat di level internasional. Bukan tidak mungkin, tim yang turun full series di arena balap dunia ini akan merekrutnya. Jadi jalan menjadi pembalap dunia menjadi terbuka lebar,” papar Indraputra.

Untuk tahun 2012, AHM memutuskan untuk mengirim Denny Triyugo dari Astra Motor Racing Team dan Iswandi Muis dari tim Honda Wahana Dunia Motor. Keduanya dinilai sebagai pembalap yang skill-nya telah teruji dan secara umur telah memenuhi syarat.

Anggono Iriawan, Manager Safety Riding and Motor Sports AHM mengatakan salah satu patokan yang digunakan adalah arena Indoprix yang menjadi kasta tertinggi dalam ajang balap di Tanah Air saat ini. Karena itu, AHM memprioritaskan pembalap Indoprix dan Denny Tiyugo adalah juara Indoprix 2010 dan 2011.

Di sisi lain, dalam jajaran pembalap Honda saat ini terdapat, terdapat empat pembalap yang usianya masuk dalam batas 25 tahun. Berdasarkan hasil analisa AHM, di antara mereka yang paling siap  mendampingi Denny di ajang ADC adalah Iswandi Muis.
“Iswandi sudah 1 tahun beradaptasi balap di Indoprix yang semua main di sirkuit permanen, sehingga secara skill, mental dan fisik sudah lebih siap untuk mendapat kesempatan ini,” jelasnya.

Leo Wijaya, Marketing Manager CV Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumatera Utara menyatakan langkah AHM merupakan langkah strategis dan harapannya kedua pembalap membawa pulang kemenangan serta mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.  (dra)

Urus KK Konpensasi Rp700 Ribu

085359447xxx

Halo Pak wali kota, saya Irwansyah warga Lingkungan 31 Kelurahan Belawan 1. Bagaimana Pak prosedur pengurusan KK (Kartu Keluarga) konvensasi untuk warga yang belum pernah punya KK dan berapa biayanya? Apakah sampai Rp700 ribu seperti yang diminta oknum Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan?

Langsung ke Kantor Kecamatan

Prosedur pengurusan Kartu Keluarga (KK) sudah sangat jelas tidak dikenakan biaya apa pun. Untuk itu, silahkan warga yang dirugikan karena pengutipan langsung menyampaikannya ke kantor kecamatan. Saya akan konfirmasi dengan kelurahan terkait. Terima kasih.

Drs Andi S Harahap
Camat Medan Belawan

Tegas Bukan di Bibir Saja

Memang fenomena ini sangat memprihatinkan, ditengah semangat pembangunan yang dilontarkan, masyarakat masih dibebani dengan perilaku memalukan dari oknum-oknum pelaku pungli ini.

Itu tak lepas dari pola fikir dan mungkin juga kebutuhan dari oknum pejabat pemerintahan itu sendiri. Kalau saja si oknum tadi memahami fungsinya sebagai pelayan masyarakat, keberadaan pungli tadi tentu dapat dihilangkan.

Untuk itu, Wali Kota Medan sebagai pimpinan harus memberikan tindakan tegas yang bukan hanya ucapan di bibir saja. Tindakan tegas yang lebih nyata seperti pemutasian jabatan. Hal ini akan memberi efek jera sekaligus peringatan bagi oknum pejabat lainnya agar menjalankan fungsinya dengan lebih tulus.

Warga yang menjadi korban pungutan liar di lingkungan dapat melaporkannya ke Lurah, Camat, Sekretaris Daerah (Sekda), juga DPRD Kota Medan sebagai fungsi pengawasan untuk langsung kita tindaklanjuti. Terima kasih.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Kota Medan

Buat Rambu Lalu Lintas di Jalan Titi Papan dan Marelan Raya

081263737xxx

Halo Wali Kota Medan, gimana Pak wali, apa emang nggak ada anggaran untuk rambu lalu lintas di persimpangan Jalan Titi Papan dengan Jalan Marelan Raya?

Laporkan ke Kecamatan

Untuk pengadaan rambu lalu lintas merupakan program dari Dinas Perhubungan. Untuk itu, silahkan sampaikan ke kecamatan rambu lalu lintas yang dibutuhkan warga untuk saya koordinasikan dengan dinas terkait. Terima kasih.

Hj Yusdarlina SSos
Camat Medan Deli

Mobil Sampah di Lingkungan 2 Kelambir V Tidak Ada

085277776xxx

Halo Wali Kota Medan. Sudah lama di lingkungan kami tepatnya di Lingkungan 2 Jalan Kelambir V Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia tidak ada mobil pengangkut sampah yang lewat. Mobil pengangkut sampah hanya sampai kawasan pasar empat saja Jalan Kelambir V. Tapi kami warga yang ada di Gang Bunga dan Gang Rahmat tidak mendapat pelayanan mobil sampah Pemko Medan. Padahal kami masih berada di Kelurahan Tanjung Gusta juga dan masih terdaftar sebagai warga Kota Medan. Keluhan ini sudah disampaikan kepada kepala lingkungan tetapi tidak ada respon apapun. Mohon Pak perhatiannya, terima kasih.

Hanya di Wilayah Kota Medan

Mobil pengangkut sampah melakukan pelayanan di lokasi dimaksud. Hanya saja, pasar IV berbatasan dengan Kabupaten Deliserdang sehingga tentu saja hanya melayani sampai batas wilayah Kota Medan. Terima kasih.

M Reza Hanafi SSTP MAP
Camat Medan Helvetia

TPA Namobintang Dipenuhi Lumpur

SAAT musim hujan, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola Dinas Kebersihan Kota Medan di Desa Namobintang, Kecamatan Pancurbatu dipenuhi lumpur. Kondisi ini menyebabkan jalan di TPA Namobintang menjadi licin.

Demikian amatan Sumut Pos di lokasi TPA Namobintang yang berada diperbatasan Medan dengan Deliserdang tersebut, Selasa (10/4) sore. Meski diguyur hujan, aktivitas pembuangan sampah di Namobintang tetap berlangsung dimana truk pengangkut sampah dan alat berat berusaha menata sampah agar tidak tercecer.

Disamping itu aktivitas pengumpul barang bekas juga tak mau ketinggalan. Sejumlah warga mencari barang-barang bekas yang masih dapat dijual kepada pemulung. Ada juga warga yang mencari sisa makanan yang akan diberikan kepada ternak.

Dalam kondisi hujan, tumpukan sampah yang semakin tinggi hingga di atas enam meter rawan longsor. Namun hal ini tak membuat surut para pegawai Dinas Kebersihan Kota Medan dan warga pengumpul barang bekas di TPA Namobintang. Kondisi jalan becek pun dilalui mereka tanpa merasa risih.
Kondisi jalan menuju TPA Namobintang dari persimpangan Jalan Djamin Ginting mulai berlubang. Jalan aspal kini sudah berlubang sehingga memperlambat arus kendaraan keluar masuk ke TPA Namobintang yang sudah beroperasi puluhan tahun tersebut.

Sementara itu menjelang lokasi TPA Namobintang terdapat sedikitnya empat pengumpul barang bekas dimana ratusan goni barang bekas yang telah disatukan. Disinilah para pengumpul sampah dari TPA Namobintang menjual barang bekas yang diperoleh.

Indra, warga Djamin Ginting Km 17 Medan berharap selain kebersihan Kota Medan, pemerintah juga dapat memperhatikan kondisi TPA Namobintang yang dipenuhi lumpur selama musim hujan. Ia juga meminta perhatian pemerintah agar sampah di TPA Namobintang yang sudah tinggi tidak menimbulkan longsor saat musim hujan.

‘’Saat sampah ditumpuk di TPA Namobintang, banyak warga yang mencari barang bekas. Pemerintah harus memberi perhatian terhadap keselamatan warga pencari barang bekas,’’ ujar karyawan swasta tersebut. (dmp)

DPD RI Pantau Pemilukada Aceh

ACEH-Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melakukan pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang serentak dilaksanakan di Provinsi Nangroe Aceh Darusaalam (NAD), Senin, (9/4).

Tim yang bertugas melakukan pengawasan di daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur dipimpin oleh DR H Rahmat Shah (Sumut) dengan anggota I Wayan Sudirta SH (Bali), Jacob Jack Ospara, S Th (Maluku), Dr Budi Doku (Gorontalo), Hj Sri Kadarwati Aswin (Kalimantan Barat) dan Tengku Abdurrahman BTM (NAD).

Setibanya di kota Langsa, Minggu (8/4), tim langsung menuju kantor Komite Independen Pemilu (KIP) Kota Langsa yang diterima oleh Ketua KIP Langsa Agusni, AH beserta Komisioner KIP lainnya. Dalam Kesempatan tersebut, KIP Langsa menyampaikan persiapan-persiapan yang telah dilakukan serta antisipasi-antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi terkait dengan pelaksanaan Pemilukada. “Logistik Pemilukada sudah didistribusikan ke masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), namun dari sekian banyak tempat pemilihan suara (TPS),  ada beberapa lokasi  yang untuk mencapainya harus menggunakan perahu (jalur sungai), tetapi tidak ada kendala hingga saat ini,” lapor Agusni kepada tim Pengawasan dari DPD RI.

“Data-data lengkap dan terbaru juga sudah kami serahkan kepada tim pengawas DPD RI yang diterima oleh Bapak DR H Rahmat Shah,” imbuhnya.
Usai makan malam tim pengawas DPD RI bersama Pj Wali Kota Langsa Drs H Bustami Usman melihat langsung lokasi TPS yang telah dipersiapkan di beberapa titik, termasuk adanya laporan dari Camat bahwa ada TPS yang belum memenuhi persyaratan karena tidak tersedianya sekat untuk para pemilih di bilik suara dan langsung diarahkan oleh DPD RI agar segera dipersiapkan pembatas, sehingga unsur  bebas dan rahasia bisa terpenuhi.

Selanjutnya Senin, (9/4) mulai pukul 08.30 WIB tim pengawas didampingi oleh Pj Wali Kota Langsa, Kapolres Langsa AKBP Hariadi melakukan pengawasan langsung ke beberapa TPS di sekitar Kota Langsa, seperti di Kelurahan Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, TPS disekitar Jalan A Yani Langsa, terlihat antusias dari masyarakat yang mempunyai hak pilih datang berbondong-bondong untuk melaksanakan hak pilihnya dimana untuk Kota Langsa selain memilih Gubernur/Wakil Gubernur NAD sekaligus melaksanakan pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Langsa. Pengawasan dilanjutkan ke Kabupaten Aceh Timur, disini tim juga melihat antusiasme masyarakat mendatangi TPS-TPS dari mulai pagi hari.

“Pengawasan yang kami lakukan (DPD RI-Red) adalah merupakan hasil Rapat Panitia Musyawarah (Panmus) tentang pengawasan Pemilukada yang dilaksanakan oleh Komite I DPD RI, dan kami telah melakukan pengawasan langsung beberapa kali ke NAD ini,” kata Rahmat Shah.

Agusni menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam melaksanakan hak pilihnya dalam Pemilukada Aceh. Persiapan, dan pelaksanaannya berjalan dengan baik, dan situasi keamanan juga kondusif. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh masyarakat Aceh hari ini dalam memilih pemimpinnya dapat terpenuhi sesuai dengan harapan masyarakat dalam rangka pelaksanaan demokrasi, memilih pemimpin yang akan membangun daerah, memajukan daerah, dan memberikan kebutuhan yang terbaik seperti pendidikan, kesehatan, serta fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan prinsip-prinsip pemerataan serta keadilan.

“Dan ini juga akan menjadi contoh bagi provinsi lain, dimana Pemilukada bisa dilakukan serentak untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPD RI mengapresiasi seperti yang dilakukan Provinsi NAD, mudah-mudahan tahun 2019, Indonesia bisa melaksanakan pemilu secara serentak yang akhirnya akan mengurangi anggaran serta efisiensi dan efektivitas bangsa dan negara,” imbuh Rahmat Shah yang juga Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk Pulau Sumatera ini.

Sambil menuju kembali ke Medan, tim melakukan pengawasan di Kabupaten Aceh Taming, dengan melakukan pengawasan proses pemilihan di TPS-TPS yang ada dan melihat bahwa secara umum proses pemilukada berjalan dengan lancar dan baik. (*/ila)

GMPI Cetak Generasi Islam Berkualitas

SIBOLANGIT- Perubahan sekecil apapun yang dilakukan generasi muda, pasti membawa manfaat signifikan bagi agama, bangsa dan negara. Karenanya, dibutuhkan kreatifitas dan kerja nyata dari para generasi muda bangsa.

Demikian dikatakan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadly Nurzal pada acara tadabbur (pemahaman) alam yang digelar Pimpinan Cabang Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PC GMPI) Kota Tebingtinggi di Bumi Perkemahan Sibolangit, akhir pekan lalu.

Menurut Fadly, mempersiapkan generasi muda yang kuat merupakan tangggungjawab seluruh elemen bangsa. Termasuk GMPI, sebagai bagian dari PPP. Sebagai satu-satunya partai Islam, tentu PPP punya kepentingan besar mencetak generasi-gererasi muda yang kuat dan berkualitas.

“Saya sangat mengapreasiasi kesediaan para generasi muda Kota Tebingtinggi mengikuti kegiatan tadabbur alam ini. Saya juga yakin, suatu hari nanti, dari peserta tadabbur alam ini akan lahir pemimpin yang kuat,” imbuh Fadly.

Kerananya, lanjut Fadly, sudah saatnya kita menunjukkan kemampuan dan kinerja sebagai generasi muda yang kuat, demi perubahan ke arah lebih baik buat agama bangsa dan negara ini.

Diungkapkan Fadly, saat ini ada gerakan massif untuk merusak genarasi muda khususnya generasi muda Islam. Gerakan itu dengan menjerumuskan generasi muda terlibat narkoba, pola hidup bebas dan budaya-budaya yang tidak sesuai nilai Islam.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingatkan, seluruh peserta tadabbur alam jangan coba-coba menggunakan narkoba. Karena itu selain merusak diri sendiri, juga merusak para pemimpin masa depan,” kata Fadly mengingatkan peserta.

Sebelumnya, Ketua DPC PPP Kota Tebingtinggi Syabudin Abduh Hasibuan SH, menjelaskan, kegiatan tadabbur alam merupakan proses awal menciptakan kader-kader PPP yang kuat, tangguh dan berkualitas.

“Para peserta ini merupakan cikal bakal pejuang PPP di Kota Tebingtinggi,” ujarnya.
Hadir pada acara itu, Wakil Ketua DPW PPP Sumut yang juga ketua PW GPK Sumut H Bustami HS, Ketua PW GMPI Sumut Jafaruddin Harahap, Sekretaris DPC PPP Deliserdang Syawaludin Gultom, Wakil Sekretaris DPC PPP Kota Medan Mursal Harahap dan Ketua PC GMPI Tebingtinggi Agus Muslim Rey, juga hadir pengurus PW GMPI Sumut dan undangan lainnya.(ade)

Wiyata Dharma Adakan Perlombaan

MEDAN- Yayasan Wiyata Dharma menggelar beberapa kegiatan perlombaan di Jalan Wahidin No 31 Medan Area. Dalam open house 2012 bertajuk “Kids Fun Fair” pada Minggu (8/4) kemarin, Wiyata Dharma memperlombakan mewarnai gambar, fashion show, melukis dan lainnya.

Kristina, Ketua Panitia pelaksana kegiatan yang didampingi Jhonson Lumbanbatu mengatakan kegiatan seperti ini sudah kali kedua mereka gelar, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga SMA.

“Selain peningkatan kreatifitas siswa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara pihak yayasan, orangtua siswa dan siswa,” katanya.
Selain perlombaan, kegiatan itu juga diisi dengan kegiatan musik yang diisi oleh siswa Yayasan Wiyata Dharma maupun peserta lomba dari sekolah lain.
Peserta lomba diambil dari siswa kursus Bahasa Inggris Cherish, IEC, dan Hungkesturi. Lomba mewarnai kategori A dimenangkan oleh Clarissa Yoselia, peringkat dua diraih oleh Sydney Chen dan juara tiga adalah Cherlin Pho.

Sedangkan di kategori B dimenangkan oleh Jenrry Ananda, peringkat dua oleh M Fachri Mulia Tanjung, dan juara tiga adalah Richelle Florency.
Untuk lomba “Fashion Show” kategori A dimenangkan oleh Gabriella Maharani Tamzil, Sydney Chen, Evellin.

Dikategori B dimenangkan oleh Cinta Izzati Ananda Hasibuan, disusul Clarissa Charity, dan juara tiga diraih oleh Tifella Hutapea.

Lomba melukis di keramik atau ceramic painting kategori A dimenangkan oleh Jerrick Xavier, disusul Derrick Thomas, dan Fabio Valencio. Sementara kategori B dimenangkan oleh Steffie Setiawan, peringkat dua diraih oleh Gabriella Maharani Tamzil, dan juara tiga adalah Egbert.

Lomba melukis dengan menggunakan pasir “sand art” dimenangkan Madeline, juara dua dimenangkan oleh Jacson Lawrence dan juara tiga adalah Rich Marvin Lim.(mag-10)

Dewan Minta Direvisi, Wali Kota Bilang tak Berdasar

Kenaikan PBB 100 Persen Lebih

MEDAN-Puluhan massa Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Medan meminta pertanggungjawabn DPRD Medan atas kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 100 persen lebih, sebagai lembaga yang membahas sekaligus mengesahkan Perda No 3 tahun 2011, tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
“Kami mewakili masyarakat Kota Medan meminta dengan tegas pada pihak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan yang baru terpilih untuk menindak anggota dewan yang terlibat dalam pembahasan perda tersebut,” kata Rinaldi Amri, Ketua PC PMI kota Medan saat menggelar aksi di gedung DPRD Medan, Selasa (10/4).

Dijelaskannya, PC PMI menuding jika dalam tahapan penyusunan perda tersebut terjadi pelanggaran etika oleh anggota dewan yangn
terlibat dalam pembahasannya.

“Mohon kepada anggota DPRD Medan menggunakan hak inisiatif untuk merevisi Perda Kota Medan No 3 tahun 2011 tentang PBB,” ujarnya.
Massa PMI juga juga menilai jika DPRD Medan tidak peka dengan beban yang semakin berat dihadapi masyarakat.

“Selain soal PBB, masyarakat juga kini dirundung beban biaya bulanan seperti air, listrik dan sejumlah retribusi lainnya. Sementara kenaikan harga BBM yang tidak jadi naik sudah membuat harga bahan pokok menjadi naik dan susah untuk diturunkan,” bebernya.

Pengunjuk rasa diterima langsung oleh anggota DPRD Medan, CP Nainggolan. Menurutnya, Komisi C DPRD Medan mendukung aspirasi masyarakat menolak kenaikan PBB 100 persen.

“Kita sepakat akan melakukan revisi terhadap perda tersebut,” ucap CP Nainggolan.

Tuntutan merevisi  Perda No 3 tahun 2011 ini, tidak hanya dilayangkan ke legislatif. Tetapi juga mendesak Wali Kota Medan Rahudman Harahap. “Kami mohon kepada Wali Kota Medan untuk menurunkan besaran NJOP berdasarkan Undang-undang No 28 tahun 2009, sesuai dengan pasal 80 ayat 2 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan Perda No 3 ini sepenuhnya adalah kewenangan di kepala daerah di kabupaten/kota,” jelasnya.
Sementara, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Medan telah mengirimkan surat rekomendasi permintaan revisi Perda No 3 tahun 2011 kepada pimpinan dewan dengan nomor 099/FD/DPRD-KM/IV/2012.

“Rekomendasi revisi tersebut berdasarkan pengaduan keberatan masyarakat yang disampaikan langsung ke F-PD,” kata Ketua F-PD, Herry Zulkarnain.
Dikatakannya, revisi perda tersebut harus segera dilaksanakan demi azas keadilan bagi masyarakat, serta melihat kemampuan masyarakat membayar PBB.

Pihaknya mengharapkan pimpinan dewan bisa segera menindaklanjutinya. “Surat pengusulan sudah kami sampaikan ke pimpinan dewan. Selanjutnya kami menunggu tindaklanjut dari pimpinan,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar (F-PG) juga mengajukan surat permintaan revisi perda melalui surat resminya No 038/FPG/DPRD-M/IV/2012 tertanggal 9 April 2012. F-PG mendesak pimpinan DPRD Kota Medan agar segera mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagaimana yang diatur dalam Tatib DPRD Kota Medan.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan Rekomendasi perubahan Perda PBB No 3 tahun 2011, yang dikeluarkan Komisi C DPRD Medan dinilai  tidak berdasar. Pasalnya, Perda itu merupakan keputusan pemerintah daerah yang disepakati bersama kepala daerah dengan DPRD Medan.
“Bukan begitu caranya, sebab setelah pemberlakuan perda banyak yang membayar lebih murah. Itu tergantung kelasnya, sehingga pengusulan revisi perda itu harus dikaji ulang, jangan karena satu orang kita jadi begitu,” ucap Rahudman.

Dijelaskannya, saat ini yang perlu dilakukaan adalah sosialisasi. Bahkan, Rahudman juga mempertanyakan apa dasar DPRD melakukan revisi tersebut sebab mereka yang mengesahkannya.

Dikatakannya, apa yang salah dengan perda tersebut sehingga harus direvisi, karena menurutnya tidak ada yang melanggar undang-undang.
Begitupun dikatakannya, kalau DPRD Medan tetap besikukuh untuk merevisi Perda PBB maka pihaknya tetap akan memberikan apresiasi.
Ketika disingung apakah Pemko Medan akan menolak revisi Perda PBB itu, Rahudman menegaskan kalau Wali Kota Medan tidak akan menolak revisi tersebut. “Wali Kota mana bisa menolak kita hanya akan mematuhi aturan saja,” tegasnya.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri juga mengatakan kalau revisi Perda PBB itu tidak bisa dilakukan DPRD Medan.

Kadis Pendapatan Daerah kota Medan, Sahrul Harahap juga menegaskan, pihaknya tetap akan mengumpulkan pajak PBB dari masyarakat sesuai dengan aturan Perda Nomor 3 tahun 2011. Sedangkan soal masih banyaknya  potensi wajib pajak yang belum terhitung sebanyak 16.765, karena  banyaknya developer yang belum melaporkannya, Sahrul menyebutkan kalau saat ini pihaknya terus melakukan pendataan ulang potensi wajib pajak yang belum tersentuh.

Dijelaskannya potensi wajib pajak yang belum tersentuh itu kalau dinilai ada di atas Rp500 juta. “Saat ini pendataan ulang sudah kita lakukan dan sudah ada ratusan potensi pajak yang sebelumnya belum dipecah developer yang sudah kita data ulang,” terang Sahrul.(adl)