31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13677

Mantan Sekda Simalungun Ditangkap di Makassar

JAKARTA-Tim gabungan dari bagian intelijen Kejaksaan Agung dan Kejati Sumatera Utara, berhasil menangkap mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Abdul Muis Nasution. Abdul Muis ditangkap di Jalan Daeng Tata, Makassar, Senin (9/4), selepas menunaikan salat subuh.
“Dia kita tangkap karena buron selama hampir setahun,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman, Senin (9/4). Abdul Muis, jelas Adi, adalah terpidana 4 tahun kasus korupsi pengurusan restitusi pajak di Kabupaten Simalungun pada tahun anggaran 2003.

Ditambahkan Adi, selepas ditangkap, Abdul Muis sempat menjalani pemeriksaan selama beberapa saat di Makassar. Sekitar pukul 10 Wita, pria yang terbutki merugikan negara mencapai Rp1,8 miliar ini kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Sekitar 2 jam di ke Kejagung, pukul 13.30 WIB, pria plontos berbatik merah cokelat itu kemudian dibawa tim jaksa Kejati Sumut untuk diterbangkan ke Medan. Dari hasil penelusuran tim diketahui sebelum tertangkap Abdul Muis sempat hidup berpindah-pindah. “Dia mengaku sempat tinggal di Surabaya. Dan di Makassar, dia sudah tinggal selama 6 bulan. Anak istrinya juga ada di Makassar,” kata salah seorang jaksa penjemput yang menolak menyeebutkan namanya.

Abdul Muis harus menjalani eksekusi setelah permohonan kasasinya ditolak Mahkamah Agung sesuai putusan No 1599 K/PID.Sus/2010 tanggal 4 November 2010. Akan tetapi, saat hendak dieksekusi, warga Jalan STM/Jalan Suka Tani No 7 A Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor itu sudah tak ada hingga dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

“Terpidana melarikan diri karena upaya hukum kasasinya telah di tolak MA dan pada saat Kejari Siantar hendak mengeksekusi di kediamannya, terpidana tidak berada di rumah,” tegas pelaksana harian Kasi Penkum Kejatisu, Ronald Bakara SH, pada wartawan di Jalan AH Nasution Medan.

Selain Abdul Muis, kasus ini melibatkan mantan Kabag Keuangan Kabupaten Simalungun Dermansius Purba dan Hasnil yang merupakan akuntan publik. Ketiganya diduga bekerjasama dalam pelaksanaan penghitungan jasa kelebuhan PPh PNS tahun 2001-2002 yang berpotensi merugikan negara mencapai Rp1,854 miliar.  (pra/jpnn/rud)

Ali Sutan Harahap jadi Bupati Palas

Hari Ini, SK Pencopotan Basyrah Dikirim ke Plt Gubsu

JAKARTA-Kekuasaan Basyrah Lubis sebagai Bupati Padang Lawas (Palas) sudah berakhir. Wakil Bupati Palas Ali Sutan Harahap pun langsung ditunjuk menggantikan posisi Basyrah Lubis.

Kepastian ini setelah Mendagri Gamawan Fauzi menandatangani Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap Basyrah Lubis dari jabatannya, Kamis (5/4) malam pekan lalu. Senin (9/4) kemarin, SK pemberhentian dimaksud masih dalam proses pemberian nomor dan otentifikasi di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri. Pasalnya, Jumat (6/4) pekan lalu merupakan hari libur.

Rencananya, sesuai prosedur, SK yang sudah jadi akan dikirim ke Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

“Sudah ditandatangani SK pemberhentian empat kepala daerah. Hari ini (kemarin, Red) proses penomoran dan  sekaligus pembuatan surat pengantar dari sekretaris Ditjen Otda kepada gubernur terkait,” terang Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek kepada Sumut Pos di Jakarta melalui jaringan telepon, Senin (9/4).

Reydonnyzar kemarin sedang berada di Bandung sebagai pembicara sebuah seminar. “Kemungkinan surat akan dikirim ke gubernur efektif esok hari (hari ini, red),” imbuh Reydonnyzar.

Reydonnyzar menyebut, empat kepala daerah yang SK pemberhentiannya sudah diteken Mendagri, selain Palas, adalah Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad, Bupati Lampung Timur Satono dan Bupati Subang Eep Hidayat. Mendagri juga mengusulkan kepada Presiden untuk pemberhentian tetap Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin.

Donny, panggilan Reydonnyzar, memastikan bahwa Basyrah diberhentikan tetap, bukan diberhentikan sementara alias nonaktif. “Bupati Palas diberhentikan defenitif karena sudah berkuatan hukum tetap dan ancaman hukumannya diatas lima tahun. Jadi bukan soal vonisnya yang enam bulan, tapi soal ancamannya,” terang Donny.

Ditegaskan lagi, mendagri tidak terpengaruh dengan upaya Peninjauan Kembali (PK) yang kabarnya telah dilakukan Basyrah. “Walaupun yang bersangkutan mengajukan PK, itu tidak akan mempengaruhi keputusan mendagri untuk memberhentikan bupati Palas,” tegas Donny.
Diterangkan juga, SK yang sama sekaligus mengangkat Wakil Bupati Palas, Ali Sutan Harahap, sebagai bupati Palas, menggantikan Basyrah.  “Mendagri juga menandatangani SK pengangkatan wakil bupati menjadi bupati untuk daerah-daerah dimaksud, dan wakil wali kota Bekasi menjadi wali kota Bekasi,” kata Donny.

Mengenai pelantikan wakil bupati menjadi bupati, Donny mengatakan, itu merupakan kewenangan gubernur. Sedang untuk pelantikan wakil gubernur Bengkulu menjadi gubernur Bengkulu, nantinya dilakukan Mendagri Gamawan Fauzi.  (sam)

Mobil Pejabat di Sumut Kelas Pertamax

MEDAN-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) masih menunggu terkait adanya kebijakan mobil 1.500 cc haram minum premium. Pasalnya, mobil dinas pejabat di Sumut rata-rata di atas 1.500 cc (lihat grafis). Instruksi presiden pun menjadi sesuatu yang dinanti sebagai payung hukum.

“Sifatnya masih lisan, jadi kita masih menunggu instruksi presiden itu. Dan pada prinsipnya, Pemprovsu melalui Plt Gubsu tidak diragukan lagi. Karena sudah ada imbauan terhadap kebijakan itu jauh hari lalu. Setelah ada instruksi itu, baru akan dibuat kebijakan atau aturan dari pemprovsu,” ungkap Kepala Biro (Kabiro) Perlengkapan dan Perawatan (Kapuat) Pemprovsu, Syafruddin Nasution, Senin (9/4).

Syafruddin kembali menegaskan, sebelum instruksi turun, maka larangan dan hukuman bagi pejabat di Sumut yang masih menggunakan premium untuk mobil dinasnya belum bisa ditindak. “Jadi, menunggu realisasi dari imbauan itu,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi menjelaskan, imbauan agar orang kaya tidak menggunakan BBM bersubsidi jenis premium patut diberi apresiasi. Disebutkan premium hanya boleh digunakan oleh pengguna sepeda motor dan angkutan umum.

Guna memastikan program itu berjalan, maka pemerintah perlu memulai gerakan larangan itu bagi mobil pelat merah menggunakan bahan bakar bersubsidi. Tetapi perlu sosialisasi mendalam sekaligus penerapan sanksi bagi yang melanggarnya. “Hal ini agar mengurangi kekacauan di lapangan karena bila pemerintah tak melakukan sosialisasi yang intensif, nantinya justru akan merugikan semua pihak. Dipastikan kalau di lapangan rawan terjadi konflik antara petugas SPBU dengan konsumen,” jelasnya.

Potensi maraknya permintaan premium bersubsidi oleh pengguna kendaraan pribadi sangat besar dan akan sangat membahayakan bila kontrol pemerintah tidak memadai.

“Jurang harga antara premium dengan pertamax untuk kendaraan pribadi akan mengakibatkan peluang terjadinya pasar gelap. Khususnya, di saat harga pertamax mengalami lonjakan harga secara signifikan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia,” urainya.

Peluang terjadinya pasar gelap, sambung Dekan Fakultas Hukum itu diperlukan aturan yang tegas dari pemerintah. Masalahnya ini terkait ketegasan pemerintah untuk melindungi konsumen yang berhak atas BBM bersubsidi yang selama tak berjalan.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos dari salah seorang anggota DPRD Sumut, yang enggan disebutkan namanya, setiap anggota DPRD Sumut diberi mobil dinas tipe Kijang Innova dengan kapasitas silinder 2.500 cc. Sementara untuk pimpinan DPRD Sumut, berdasarkan informasi dari anggota DPRD Sumut tersebut, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun memiliki tiga unit mobil dinas plat merah antara lain Toyota Prado 4.000 cc, dua unit Toyota Camry 3.000 cc, serta Kijang Inova 2.500 cc.

Untuk Wakil Ketua DPRD Sumut, difasilitasi Toyota Fortuner 2.700 cc, Wakil Ketua DPRD Sumut lainnya HM Affan SS, Kamaluddin Harahap, dan Sigit Pramono Asri masing-masing juga difasilitasi kendaraan dinas jenis Toyota Fortuner 2.700 cc.

“Untuk empat wakil pimpinan dewan, khusus di Jakarta sebagai transportasi juga difasilitasi mobil dinas jenis Kijang Innova. Ada dua mobil Kijang Innova di Jakarta, namun salah satunya dipergunakan secara pribadi oleh salah seorang wakil pimpinan dewan. Jadi praktis hanya tinggal satu unit Kijang Innova yang dipergunakan para wakil pimpinan dewan itu. Seharusnya dua unit Kijang Innova yang pembeliannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2011 lalu itu, diperuntukkan secara bergantian ketika para wakil pimpinan dewan tersebut tengah di Jakarta. Kalau Toyota Camry yang dipergunakan untuk Ketua DPRD Sumut itu, Toyota Camry yang lama di Jakarta dibawa ke Medan. Jadi beli lagi satu Toyota Camry yang baru untuk di Jakarta,” terangnya. (ari)

Seharusnya Mobil Dinas Pejabat

A.Kendaraan Perorangan Dinas

1. Gubernur a. Sedan 3.000 cc
b. Jeep 4.200 cc
2. Wakil Gubernur : a. Sedan 2.500 cc
b. Jeep 3.200 cc
3. Bupati/Wali kota : a. Sedan 2.500 cc
b. Jeep 3.200 cc
4.Wakil bupati/wakil wali kota : a. Sedan 2.200 cc
b. Jeep 2.500 cc

B. Kendaraan Dinas Operasional/Kendaraan Dinas Jabatan

1.    Ketua DPRD Provinsi Sedan atau jeep 2.500 cc
2.    Wakil Ketua DPRD Provinsi Sedan atau minibus 2.200 cc
3.    Ketua DPRD Kab/Kota Sedan atau minibus 2.200 cc
4.    Wakil Ketua DPRD Kab/Kota Sedan atau minibus 2.000 cc
5.    Pejabat eselon I Sedan atau jeep 2.500 cc
6.    Pejabat eselon II Sedan atau minibus 1.800 cc
7.    Pejabat eselon III Sedan atau minibus 1.500 cc
8.    Pejabat eselon IV dan V Sepeda motor 150 cc

Sumber: Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) No.26 Tahun 1996, Point IV

Usung Budaya Indonesia, Sajikan Martebe dan Rendang

Sambut ASEAN Open Sky Policy 2015 (2/habis)

Jurus jitu Garuda menghadapi ASEAN Open Sky 2015, memang harus berani bermain dengan berbagai trik. Mulai dari trik bersaing harga di pasar, hingga mengusung konsep Garuda Indonesia Experience. Kedua trik ini kiranya mampu menggaet pasar domestik hingga pasar
di Eropa nantinya.

LAILA AZIZAH, Medan

Harus diakui, harga avtur di Indonesia lebih mahal 8-10 persen dibanding harga avtur di luar negeri. Artinya, Garuda Indonesia nantinya harus mampu bersaing harga di pasar. Tapi ini bukan pekerjaan mudah. Sebab, persoalan penentuan harga jual avtur di Indonesia merupakan kebijakan pemerintah kita.

Harusnya, pemerintah kita juga punya sikap yang lentur untuk penentuan harga jual avtur dalam menghadapi ASEAN Open Sky 2015. Jika pemerintah tidak bisa membantu persoalan harga avtur ini, alamat bakal susah bagi Garuda Indonesia bisa bersaing harga dengan pesaing dari luar negerin
Memang, menghadapi ASEAN Open Sky 2015, tak cukup mudah bagi ‘paruh’ Garuda bisa ‘mematuk’ burung besi dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Tentu saja perusahaan penerbangan milik BUMN ini harus punya trik lain. Tapi, trik lain itu nyatanya jauh-jauh hari sudah dipersiapkan Garuda Indonesia. Ya, trik jitu itu lainnya itu adalah dalam pelayanan dan keamanan. Trik ini diberi nama Garuda Indonesia Experience, sebuah trik yang mampu membawa budaya khas Indonesia.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto bilang, konsep pelayanan yang diusung Garuda Indonesia adalah Garuda Indonesia Experience. Konsep ini memadukan konsep layanan suasana dan keramahtamahan khas Indonesia. “Garuda Indonesia Experience merupakan konsep layanan yang menonjolkan kekayaan budaya Indonesia, seperti pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan post- journey,” kata Pujobroto lagi.

Pujobroto merinci, konsep Garuda Indonesia Experience yang membawa budaya khas Indonesia, di antaranya, Garuda menyajikan makanan dan minuman khas yang tentu ala Indonesia. Seperti, menghadirkan nasi tumpeng dan rendang. Menu rendang malah menjadi salah satu sajian utama Garuda Indonesia sehingga semakin terkenal di manca negara.

Lalu, Garuda Indonesia juga menghadirkan menu minuman Jus Martebe (Markisa Terong Belanda). Di Medan, tentunya jus ini sudah tak asing lagi, namanya Jus Martabe, bukan Martebe. Jus inilah yang menjadi ciri Kota Medan. Tapi syukur jugalah kalau Garuda Indonesia akhirnya punya ide menghadirkan jus Martebe yang sama persis dengan jus Martabe. Yang penting, rasanya tetap sama, enak dan punya ciri sendiri ala Indonesia untuk dikenalkan ke manca negara.

Garuda Indonesia lalu menggandeng musisi terkenal Indonesia, Addie MS untuk mengaransemen lagu bertema Sound of Indonesia. Lagu ini berisikan lagu-lagu tradisional, seperti lagu Rasa Sayange, Ayo Mama, Tanah Airku dan lainnya. “Lagu-lagu tersebut diperdengarkan untuk penumpang Garuda selama penerbangan,” bilang Pujo.

Setelah itu, penumpang Garuda juga akan dimanjakan dengan aromatherapy di dalam kabin selama penerbangan. Aromanya tentu saja aroma rempah-rempah. “Untuk aromatherapy ini diberi nama Garuda Aromatic Fragrance,” kata Pujo.

Masih mengusung ciri Indonesia, pada desain interior di pesawat-pesawat Garuda yang baru, yaitu  Boeing 737-800 dan Airbus 330-300/200, Garuda menggunakan motif tradisional Indonesia, seperti motif ‘gedek’ yang menempel di dinding pemisah ruang kabin di pesawat. “Sedangkan seragam awak kabin Garuda mengenakan kebaya yang modifikasi. Kita tahu kan kebaya adalah baju khas milik Indonesia,” ujarnya.

Nah, dengan peningkatan pelayanan yang Garuda lakukan, tak heran bila Garuda Indonesia mendapat award The Worlds Most Improved Airline dari SkyTrax, Inggris, dan award Turn Around Airline of the Year dari CAPA, Australia beberapa waktu lalu.

Pujo memastikan, Garuda Indonesia siap bertarung melawan pesaing di ASEAN Open Sky 2015. Bahkan, Garuda Indonesia masih banyak memiliki jurus-jurus jitu yang bakal dikeluarkannya untuk ‘mematuk’ lawan.

Sehingga, layanan Garuda Indonesia Experience yang juga merupakan bagian dari Program Quantum Leap Garuda Indonesia hingga tahun 2015, sebagai upaya Garuda Indonesia menjadi airline yang kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional, termasuk dalam ASEAN Open Sky 2015.
Dan, bagi Garuda Indonesia, tak hanya kesiapan maskapai bangsa ini saja dituntut siap menghadapai ASEAN Open Sky 2015, tapi juga kesiapan infrastruktur lima bandara yang ditunjuk Kemenhub, termasuk Bandara Kualanamu.

“Di Bandara Cengkareng Jakarta saat ini sudah sangat padat pesawat. Kepadatan itu kadang-kadang mengganggu ketepatan waktu penerbangan bahkan merugikan avtur bila pesawat berlama-lama parkir. Ya harapan kita di Bandara Kualanamu yang bakal jadi bandara internasional nanti, bisa mampu mengatasi kepadatan pesawat sehingga benar-benar siap menghadapi ASEAN Open Sky 2015,” harap Pujo.
Lalu, bagaimana kesiapan Bandara Kualanamu sendiri?

Seperti diutarakan Wisnu Budi Septianto, Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum PT Angkasa Pura II (AP II) Kualanamu, meski Bandara Kualanamu masih dalam proses pengerjaan penyelesaian proyek pembangunan, tapi saat ini sudah mencapai 80 persen pencapaian pembangunannya. “Saat ini yang sudah terbangun yakni, Taxiway, apron, terminal kargo, perkantoran, areal parkir dan beberapa lainnya,” ujar Wisnu yang dihubungi penulis melalui telepon selulernya di nomor 08136213xxxx pada Kamis sore (5/4) lalu.

Sedangkan 20 persen lainnya, sambung Wisnu, dalam tahap pembangunan berikutnya. Seperti navigator, conter check-in dan run way. Ditargetkan, pada akhir tahun 2012 akan rampung. “Sedangkan pengerjaan di luar Bandara Kualanamu seperti jalan tol, jalur kereta api yang menghubungkan ke Bandara Kualanamu ditargetkan selesai tahun 2013,” papar Wisnu.

Menurut Wisnu, untuk menghadapi ASEAN Open Sky 2015, Bandara Kualanamu akan siap menyambutnya. Ini karena di tahun 2015, Bandara Kualanamu sudah beroperasi dan siap menampung pesawat berbadan lebar. “Bandara Kualanamu mampu menampung 33 pesawat berbadan lebar. Kalau Bandara Polonia hanya mampu menampung 11 pesawat,” bilang Wisnu.

Wisnu meyakini, maskapai milik domestik akan mampu menghadapi pesaing yang datang dari luar negeri. Apalagi, keandalan pesawat Garuda Indonesia yang beberapa kali mendapat penghargaan di luar negeri, kata Wisnu, akan mampu menghadapi ASEAN Open Sky 2015.

Garuda Indonesia dan Bandara Kualanamu sama-sama sudah menyatakan siap menghadapi ASEAN Open Sky 2015. Diharapkan, pemerintah Kota Medan juga mampu mengemas pariwisatanya agar turis mancanegara yang datang dari Eropa ke Medan bisa terkesan dengan kota metropolis ini. (*) Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis jurnalis Kota Medan GATF 2012.

Teh Pucuk Harum Maniskan Perayaan Paskah

Teh Pucuk Harum turut menghangatkan perayaan Paskah di Gereja HKBP Sudirman Jumat hingga Minggu 6-8 April lalu. Perayaan Paskah umat kristiani itu makin manis dengan hadirnya booth Teh Pucuk Harum di sana.

Hal ini dilakukan untuk memantapkan positioning Teh Pucuk Harum sebagai minuman teh dalam kemasan untuk semua kalangan.
Ronny Krisnadi, Area Sales Promotion Head PT. Mayora Indah, Beverage Division, mengatakan memeriahkan paskah di kota Medan ini memang yang pertama kali dilakukan. Dan bertujuan untuk menguatkan brand Teh Pucuk Harum sekaligus memperkenalkan varian baru dengan botol besar namun dengan harga yang cukup terjangkau.

Menurutnya, varian baru Teh pucuk Harum yang hadir dalam botol besar  adalah  Teh Jasmine. Teh Jasmin ini, merupakan salah satu produk terbaik dan berkualitas yang dihadirkan oleh PT. Mayora Indah.

“Saat ini Teh Pucuk Harum mengeluarkan item baru yaitu kemasan besar 480 ml. Harganya sangat terjangkau yaitu Rp3500 s.d Rp4000 per botol.  Jadi saat ini Teh Pucuk Haru mempunyai duo pucuk kesegaran yaitu 350 ml dan kemasan besar 480 ml,” tutur Ronny.

Teh Pucuk Harum diolah dari pucuk daun teh pilihan, bukan daun teh biasa. Hal ini membuat Teh Pucuk Harum memiliki kualitas rasa teh terbaik dibandingkan teh yang lain. “Rasanya pas, nggak kemanisan, selain itu Teh Pucuk harum juga telah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI,” tambahnya lagi.
Ronny menjelaskan, kandungan nutrisi dalam Teh Pucuk Harum juga tetap terjaga, karena dalam prosesnya, pucuk daun teh pilihan berkualitas diseduh secara langsung (real brewed).

Hal ini dilakukan karena pucuk daun teh pilihan berkualitas hanya digunakan untuk satu kali proses produksi Teh Pucuk Harum, sehingga rasa dan aroma teh dalam Teh Pucuk Harum masih authentic  seperti teh yang baru diseduh. Rasa manisnya pas, dan harum teh jasmine yang ada sangat menyegarkan. Teh Pucuk Harum, Rasa Teh Terbaik ada di pucuknya. (*)

Karena Tangan Mati Rasa

CASEY Stoner kehilangan posisi terdepan hanya beberapa lap  menjelang finis. Seusai balapan, ia mengaku bahwa tangan kanannya mati rasa sehingga ia kehilangan kendali penuh atas motornya.

Stoner yang mengawali balapan di Sirkuit Losail, Senin (9/4) dinihari WIB, dari posisi dua, berhasil memberikan tekanan kepada Jorge Lorenzo selepas start. Posisi Stoner sempat disalip oleh Dani Pedrosa, sebelum akhirnya ia berhasil mengklaim kembali posisinya dan menyalip Lorenzo di  lap kelima.
Stoner pun tampak tak terkejar sekalinya berada di depan. Ia bahkan bisa menciptakan keunggulan hingga 2,1 detik atas Lorenzo. Tetapi, beberapa lap menjelang balapan usai, kecepatannya tampak menurun dan motornya tampak bergetar ketika memasuki tikungan. Alhasil, ia pun dilewati Lorenzo dan Pedrosa sehingga hanya finis di urutan ketiga.

“Semuanya bermula sangat awal, satu lap sebelum saya memimpin balapan. Ketika itu saya sudah mulai merasakan mati rasa di tangan saya dan tangan kanan saya menegang,” ungkapnya di Autosport.

“Setelah saya memimpin selama beberapa lap, saya mulai merasakan masalah dengan tekanan pada tangan saya. Saya mulai kehilangan cengkraman, dan kehilangan semua tekanan.”

“Jadi, saya mulai membalap dengan halus dan tidak seagresif biasanya,” tukasnya.
Stoner jelas kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyebut, rasanya seperti membiarkan kemenangan itu berlalu begitu saja. “Saya sedikit kecewa. Saya merasa seperti pebalap terbelakang, membiarkan semuanya lewat begitu saja dan berjalan dengan pelan,” tukasnya. (bbs/jpnn)

Hanya Satu Poin

PSMS vs PSPS

MEDAN-Laga perdana PSPS Pekanbaru bentrok PSMS di putaran kedua ISL di Stadion Kuantan Singingi Sport Centre, Senin (9/4) sore, harus berakhir seri dengan skor 1-1. Target caretaker coach PSMS Suharto meraih poin penuh pupus. Tim besutannya dinilai bertanding tak maksimal. Dua gol yang tercipta tergolong unik, karena diselesaikan dari titik penalti. PSPS mencetak gol dari kaki Patrice Nzekou di menit ke-35 dan dibalas lima menit kemudian oleh striker PSMS Osas Saha.

Namun, capaian satu poin di kandang Asykar Bertuah, julukan PSPS, tetap patut disyukuri. Pasalnya, sejak menit awal PSPS kerap melakukan tekanan dan mendominasi permainan. Kendala yang tercipta di skuad berjuluk Ayam Kinantan ini adalah sulitnya menciptakan peluang dan kerap kehilangan kendali saat menguasai bola.

“Dengan taktik yang baru saja dikenalkan kepada anak-anak, saya rasa satu poin patut disyukuri. Mereka masih harus lebih banyak berlatih dengan taktik baru ini, dengan menerapkan formasi 4-4-2 dengan pola diamond ke flat,” ungkap Suharto, Senin (9/4).

Menurut pelatih berkepala plontos itu, stoper PSMS yang patut dicungi jempol pada laga itu. “Ya, Sasa Zecevic menjadi man of the match dalam laga ini. Adaptasinya dengan cuaca yang panas sangat bagus. Ia konsisten sepanjang laga dan berhasil mematahkan serangan lawan. Di sisi lain komunikasi di lini pertahanan sangat baik. Ini memberi keuntungan besar bagi kita,” jelas Suharto.

“Pada laga ini, PSPS memperlihatkan pola permainan sama dengan kita, terbuka dan saling serang. Tapi anak-anak memang terlihat belum begitu paham dengan taktik baru ini, menyebabkan performa tim tak maksimal,” tambahnya lagi.

Kedua striker PSPS Zainal Arif maupun Patrice Nzekou kerap menekan lini pertahanan PSMS. Namun, Sasa yang absen di dua laga terakhir putaran pertama, tampak sigap  mengawasi gerak-gerik kedua punggawa PSPS terebut. Performa stoper asal Serbia ini cukup baik, sehingga Edy Kurnia yang menggantikan peran Markus tak terlalu bersusah payah. “PSPS punya kualitas saat menyerang. Hanya mereka tidak terlalu baik saat melakukan penyelesaian akhir. Nzekou yang paling cepat dan cerdik, saya selalu mengawasi pergerakannya. Bukan karena saya berteman dengannya, tapi semua berperan dengan baik serta kompak di lini pertahanan,” kata Sasa.

Sementara itu di pertandingan ini, PSPS langsung mencoba tampil menekan. Tim tuan rumah mendapat beberapa peluang emas hingga pertengahan babak pertama.

Pada menit 21, PSPS Pekanbaru berpeluang unggul atas tamunya andai tendangan bebas Patrice Nzekou dari sisi kiri pertahanan PSMS tak membentur mistar gawang. Sebaliknya, PSMS lebih mengandalkan serangan balik.

Setelah beberapa peluang gagal dikonversikan menjadi gol, PSPS akhirnya mampu unggul 1-0 lewat titik putih pada menit 35. Penalti diberikan setelah Nzekou dijatuhkan Novi Handriawan. Meski tendangan penaltinya sempat diulang, namun Nzekou tetap sukses menjadi algojo.

Namun keunggulan tuan rumah tak berlangsung lama. Pada menit 40, PSMS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 juga lewat titik penalti. Osas Saha sukses menjadi algojo. Penalti diberikan wasit setelah Saha diganjal Dedi Gusmawan di kotak terlarang. Di babak kedua PSMS cenderung bertahan. Nyaris tidak ada peluang berarti yang diciptakan kedua kubu. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, baik PSPS maupun PSMS tak mampu memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. PSPS masih tertahan di peringkat 13 dengan torehan 21 poin dari 18 pertandingan. Sedangkan PSMS di posisi 11 dengan torehan 22 poin dari 18 laga. (saz)

Pengcab PSSI Asahan Sukses Gelar DNC 2012

KISARAN- Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Pengcab PSSI) Asahan yang diketuai HM Wahyudi SST MKes sukses menggelar kualifikasi festival Danon Nation Cup (DNC) tahun 2012 . Dilaksanakan selama dua hari  (6 dan 8 April 2012) pertandingan dilakukan tanpa kendala dan berhasil menjaring 6 untuk berlaga di tingkat provinsi.

Disebutkan HM Wahyudi bahwa  6 tim yang lolos ke tingkat provinsi yakni 3 tim dari Asahan dan 3 tim dari luar Asahan.Adapun 3 tim dari Asahan adalah Bakrie A, Bunut-Asahan, Putra Bakrie,Gurah Batu-Asahan, Salam Perdana, Sei Nangka Kecamatan Sei Kepayang Barat –Asahan dan 3 Tim dari luar Asahan, Tunas Muda Londut dari KabupatenLabuhan Batu Utara  (Labura), Persada Labura dan Garuda Putra Bandar Khalifah, Deli Serdang.

Masih menurutnya, jumlah Tim yang berlaga di Asahan ada 48 Tim berasal dari  delapan kabupaten /kota  di Sumut  yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Tengah, Batubara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara (Labura), Kota Tebingtinggi , Kota Tanjung Balai dan tuan rumah Asahan.

Dalam kesempatan itu, Wahyudi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung suksesnya even tersebut seperti Pemkab Asahan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Parwisata (Disporabudpar) Asahan. (van/smg)

Pengguna T-Cash Tertinggi di Sumatera

MEDAN- Layanan uang elektronik (e-money) via ponsel pertama di Indonesia, Telkomsel Cash (T-Cash) lebih popular digunakan di Sumatera. Sepanjang tahun 2011, Sumatera merupakan wilayah dengan jumlah transaksi T-Cash terbanyak dengan rata-rata lebih dari 320 transaksi per hari.

Secara nasional hingga kini T-Cash telah memiliki pelanggan sekitar 8,2 juta. Sumatera merupakan wilayah dengan jumlah pelanggan T-Cash terbesar dengan capaian sekitar 32 persen, disusul Sulawesi-Maluku-Papua dengan 14 persen dan  wilayah Jabodetabek dengan pencapaian 12 persen.

Head of Area Sumatera Group, Gilang Prasetya, menyatakan, tingginya animo dan kepercayaan masyarakat di Sumatera terhadap layanan T-Cash menjadikan tantangan tersendiri bagi perusahaannya untuk secara cepat mengembangkan ekosistem layanan T-Cash ke berbagai penjuru daerah. “Dengan demikian, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan T-Cash untuk solusi digital payment sehari-hari,” ujarnya.
Pelanggan Telkomsel Sumatera umumnya memanfaatkan T-Cash untuk beragam transaksi remote payment, di antaranya pengisian ulang pulsa prabayar, pembayaran tagihan listrik, dan transaksi pembayaran lain yang umumnya dilakukan melalui mesin ATM.

T-Cash yang telah hadir sejak 2007, dapat dimanfaatkan oleh pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As untuk beragam transaksi di ponsel, seperti pengiriman uang dan pembayaran tagihan (air, listrik, kartuHALO, telepon rumah, internet, TV kabel) sehingga pembayaran dapat dilakukan tanpa harus membawa uang tunai ataupun berbagai jenis kartu. Telkomsel juga menghadirkan sejumlah program berhadiah langsung bagi pelanggan yang melakukan transaksi belanja dengan menggunakan T-Cash di sejumlah merchant yang bermitra dengan Telkomsel.

Untuk aktivasi T-Cash, pelanggan dapat mengakses *828# langsung dari ponsel. Selanjutnya, pelanggan akan mendapatkan PIN T-Cash (6 digit) yang akan digunakan setiap kali bertransaksi. Pelanggan dapat mengisi saldo (cash in) T-Cash miliknya di GraPARI, GeraiHALO, ATM BNI, Indomaret  dengan nilai nominal hingga Rp5 juta. Pelanggan juga bisa melakukan pengambilan uang tunai (cash out) di Indomaret hingga Rp1 juta.

Telkomsel telah bekerjasama dengan sejumlah mitra potensial untuk layanan T-Cash dengan sektor bisnis retail, webstore, dan juga restoran.
“Kunci utama keberhasilan layanan e-money ditentukan oleh banyaknya customer base dan juga jumlah transaksi yang dapat di-generate oleh alat pembayaran e-money tersebut. Dengan semakin banyaknya mitra yang bekerja sama dengan penyelenggara layanan e-money, maka peluang untuk transaksi yang akan dilakukan pelanggan pun semakin besar,” tandas Gilang. (ram)

Motivasi Tinggi

MEDAN-PSMS U-21 bersiap menghadapi kompetisi U-21 Liga Indonesia 2011/2012 yang dihelat mulai Selasa (10/4) hari ini. Di laga perdana, Ayam Kinantan muda akan ditantang PSAP Sigli di Stadion Teladan Medan pukul 15.30 WIB.

Berbicara kesiapan, Caretaker pelatih PSMS U-21, Jefrizal mengaku siap tempur dan mengamankan poin penuh dari lawan. Apalagi bertindak sebagai tuan rumah. Meskipun tak dipungkirinya ia buta kekuatan lawan. “Kalau PSAP memang kita buta kekuatan lawan. Tapi kami cukup tahu karakteristik tim-tim Aceh. Karena di beberapa laga pramusim kami berujicoba menghadapi beberapa tim Aceh seperti Persati dan PSLS. Bisa dibilang hasilnya cukup memuaskan,” katanya kemarin di Mess Kebun Bunga Medan.

Selain itu tim pelatih yang terdiri dari Zulfitr, Zefrizal dan Pelatih kiper Sahari Gultom mengaku sudah cukup siap dengan pembentukan tim yang sudah sejak lama dilakukan. “Lebih kurang 10 bulan tim ini sudah terbentuk. Bisa dibilang secara tim paling siap walaupun dengan tambal sulam pemain. Tentu saja sebagai tuan rumah kami harus bisa melaju dari babak penyisihan grup,” jelasnya.

PSMS muda semakin optimis dengan tambahan para pemain ISL yang belum melewati batas umur. Tercatat tiga pemain dari skuad senior diperbantukan ke tim ini. Adalah Yoseph Ostanika Malau, Wiganda Pradika dan Ari “Akong” Pratama. Sayangnya tenaga Nico belum bisa digunakan karena tengah ikut tur ISL ke Pekan Baru dan Jakarta.

“Ya ada tambahan pemain dari tim senior. Wiganda dan Akong sudah bergabung. Tapi Nico masih dibutuhkan tim senior. Jadi tidak masalah karena sejak awal kita juga sudah bermain tanpanya. Mungkin dia bisa bergabung di putaran kedua nanti,” tambahnya.

Selain itu kehadiran dua mantan pemain timnas U-19, Supiyanto dan Suherman membuat kekuatan tim kian mewah. “Kita optimislah apalagi anak-anak dalam motivasi tinggi,” lanjut pria berusia 45 tahun itu.

Sebelumnya Ketua Panpel, Safril mengatakan kompetisi U-21 kali ini diikuti 19 klub. “PSMS U-21 bertindak sebagai tuan rumah grup D. Pertandingan kita gelar di Stadion Teladan. Untuk grup lainnya di gelar di kota-kota lain seperti Cilegon, Malang, Tenggarong dan Jayapura,” tandasnya.
19 klub yang berpartisipasi antara lain Persita, Sriwijaya, Pelita Jaya, Persib, Arema, Persela, Detras, Gresik United, Mitra Kukar, Persisam, Persiba, PSMS, PSAP, Persija, PSPS, Persipura, Persiram, Persiwa dan Persidafon. (mag-18)