Home Blog Page 13679

SMK Multi Karya Kalahkan SMK Raksana

LPI Kota Medan

MEDAN- Memasuki hari kelima, SMK Multi Karya berhasil lolos enam besar setelah memetik kemenangan atas SMK Raksana dengan skor  2-1 pada pertandingan penyisihan Liga Pendidikan Indonesia (LPI SMP dan SMA/SMK se-Kota Medan 2012)  di Stadion TD Pardede, Sabtu (31/3).

Kemenangan SMK Multi Karya itu tercipta dengan dua gol oleh Amanda Risky Amanda di menit 42 dan 62. Sedangkan gol semata wayang SMK Raksana tercipta oleh Genta Surya di menit  26.
Sebelumnya tim SMK Multi Karya besutan Irwan itu telah menyelesaikan satu pertandingan melawan SMA Harapan Mekar dengan skor 1-1.

Ketika ditemuai di lapangan usai bertanding, Irwan Pelatih SMK Multi Karya mengaku bangga kepada anak asuhnya akan penigkatan ini. “Hasil imbang pada pertandingan pertama itu yang memotivasi anak-anak untuk menigkatkan permainan,” katanya.

Irwan mengaku, salah satu tim yang cukup sulit ditembus adalah SMA Negeri 15.  Soalnya dia banyak mengetahui kualitas SMA itu. Meski begitu, latihan yang menjadi modal awal untuk mencapai target minimal lolos ke semifinal pemainnya akan tetap diberi latihan rutin.

Halim Panggabean Kabiro Kompetisi pertandingan pencab PSSI Kota Medan berterimakasih terhadap setiap tim yang telah bermain dengan mengunjungi nilai sportifitas.Pertandingan penyisihan selanjutnya akan dilaksanakan di tempat yang sama (Minggu 1/4) yakni tim SMP Panca Budi melawan SMP N 9, SMP AL Hikmah melawan SMP N 22. Di partai ketiga SMP N 43 melawan SMP N 42, serta SMA N 3 berhadapan dengan SMK Ar-Rahman.(mag-10)

Berharap tak Saling Ngotot

JAKARTA- Pasca federasi sepak bola dunia FIFA memperpanjang deadline penyelesaian kemelut sepak bola Indonesia, PSSI kembali menyusun strategi untuk rekonsiliasi secepatnya. PSSI tidak ingin kengototan kedua kubu membuat Indonesia bakal dijatuhi sanksi.

“Waktu kami tidak panjang. Ada sekitar 2,5 bulan sebelum 15 Juni. Karena itu, kami berharap agar progress lebih positif untuk langkah rekonsiliasi yang dibangun ini,” ucap ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin, kemarin  (31/3).
Menurut Djohar, dukungan dari AFC sudah cukup menegaskan bahwa tidak ada keinginan dari seluruh negara di Asia agar PSSI disanksi. Karena itu, dia berharap kepada pihak yang masih berusaha keras menghalangi proses rekonsiliasi agar menghentikan langkahnya.

Lelaki bergelar profesor itu mengaku sangat heran masih ada orang Indonesia yang berharap PSSI disanksi. Padahal, lanjutnya, persepak bolaan Indonesia yang sedang berkembang sangat didukung untuk bisa menjadi lebih baik.
Selain itu, PSSI juga menyayangkan nasib pemain yang berlaga di lndonesia Super League (ISL) menjadi semakin terkatung-katung. Itu setelah dilarangnya pemain lokal mereka memperkuat timnas dan tidak diberikannya rekom untuk mengurus izin tinggal dan kerja bagi pemain asing.

Jika kemelut terus berlanjut dan tak bisa diselesaikan oleh PSSI, bukan tidak mungkin sanksi akan datang. Karena itu, PSSI juga meminta pemain-pemain yang merumput di ISL bisa mendorong klubnya agar mempertimbangkan untuk segera rekonsiliasi.

“Ada kepentingan orang banyak disini. Kami sudah membuka tangan. PSSI ini adalah yang legal dan diakui FIFA. Mari klub-klub kembali ke rumah, kasihan pemain,” terangnya.
Dengan waktu sekitar  2,5 bulan tersisa, PSSI mengaku akan melakukan pembicaraan lebih intens dengan klub. Dia yakin, beberapa klub sebenarnya bersedia bergabung kembali dengan PSSI. Itu yang menurutnya telah ditunjukkan oleh pemain-pemain yang bermain di ISL seperti Ponaryo Astaman, Greg Nwokolo, dan Robbie Gaspar.

“Mungkin sekali tidak bisa, maka kami akan sabar dan siap untuk melakukan tiga sampai empat kali pembicaraan. Kami akan memahami keinginan klub-klub,” papar Djohar.
Di sisi lain, Ketua tim rekonsiliasi PSSI Berhnhard Limbong sudah memulai proses komunikasi dengan klub-klub. Dalam waktu dekat, dia akan segera mendatangi klub satu per satu jika diminta.
Menurut jenderal bintang satu tersebut, demi kebaikan sepak bola Indonesia, dirinya rela untuk mengemis kepada klub-klub untuk kembali ke PSSI. Bahkan, pihaknya telah siap menemukan jalan tengah dari lima syarat yang diajukan PSSI untuk rekonsiliasi dan syarat yang diinginkan oleh klub.

“Sekarang intinya di komunikasi. Kalau kami bisa bertemu langsung, tentu tahu apa keinginannya. Karena belum bertemu saja kondisinya masih seperti ini,” tandasnya.
Sebelumnya FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) memberikan waktu tambahan untuk penyelesaian kemelut sepak bola di tanah air terbukti. Dilansir dalam situs resmi FIFA tadi malam (30/3), rapat Exco FIFA memutuskan deadline bagi PSSI diperpanjang sampai 15 Juni mendatang.

“PSSI diberi waktu sampai 15 Juni 2012 untuk menyelesaikan isu-isu yang ada, terutama untuk mengontrol breakaway league,” seperti tertulis di situs resmi FIFA.
Diperpanjangnya waktu bagi PSSI ini tentu berita bagus karena ancaman FIFA yang akan segera memberikan sanksi jika tak menyelesaikan dualisme kompetisi sampai 20 Maret tak terjadi. Namun, ini bukan berarti PSSI bisa berleha-leha karena FIFA juga memberikan ancaman lainnya.

“Gagal yang terjadi (menyelesaikan sebelum 15 Juni), akan langsung diserahkan ke komite emergensi FIFA untuk di sanksi,” lanjut hasil keputusan exco dalam situs FIFA.(aam/ko/jpnn)

Beto Dipusingkan Cedera Pemain

MEDAN – Laga lanjutan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) kontra PSSB Bireuen sudah didepan mata.  Sesuai jadwal Minggu (1/4), laga akan dihelat di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam. Namun beberapa pemain yang masih dibekap cedera memusingkan Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi untuk menentukan line up. Para pemain yang masih dibekap cedera antara lain Tambun Difty Naibaho, Irvin Museng, Suyatno dan Rahmad Hidayat.
Tiga nama terakhir baru dibekap cedera saat latihan persiapan. Sementara Tambun masih menjalani penyembuhan.  “Untuk Tambun masih menunggu hasil dari Magnetic Resonance Imagin (MRI) setelah melakukan penyembuhan dari dekapan cedera pada engkel kanannya,” ujar Kepala Tim Medis Pro Duta FC Aan Gustinaz, Jumat (30/3).

Sementara Irvin menderita cedera di otot quadricep kanan (paha kanan atas) dan Suyatno bemasalah di otot paha belakang (bicep femoris). Lain lagi Rahmad mengalami cedera di ligamen engkelnya. Tapi saat ini sudah berangsur-angsur membaik, apalagi Rahmad sudah ikut latihan kembali. Kecuali Tambun,” lanjutnya.

Begitupun tim pelatih Pro Duta meyakini para pemain yang dibekap cedera bisa kembali bergabung.” Yang tidak main dalam putaran kedua menghadapi PSBB Bireuen hanya Tambun karena  masih pemulihan  atas cedera yang dialami,” ujar Roberto Bianchi didampingi Asisten Pelatih, Deca Dos Santos.

Kabar gembira, para pemain yang sebelumnya cedera saat menjalani laga terakhir putaran pertama kontra PSLS Lhokseumawe sudah bisa berlaga. Mereka adalah Abdelhadi Laakad, Antonio Solde Villa dan Hardiansyah Lubis.
Beto, sapaan akrab Roberto Bianchi mengakui dirinya belum menerapkan strategi dan menentukan starternya untuk laga anti. “Kita harus waspadai semua karena mereka satu tim dengan pemain muda dan cukup bagus. Dan sekarang mereka punya satu pemain dari Chile dan katanya dia cepat dan cukup bagus,” pungkasnya.(mag-18)

Gereget Piala Indonesia Kurang

JAKARTA- Leg pertama babak pertama Piala Indonesia 2012 usai digelar 27 dan 28 Maret lalu. Meski telah direncanakan dengan matang, ternyata masih banyak pertandingan yang gagal digelar dengan berbagai alasan.
Dari 12 pertandingan yang harusnya sudah terlaksana,ternyata  ada empat pertandingan yang gagal digelar. Pertandingan itu antara lain PSBL Langsa v PSSB Bireun, Persitara Jakarta Utara v PS Bengkulu, Persbul Buol v Persemalra Langgur, an PSBI Blitar kontra Gresik United (GU).

Menurut head of media communication PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Abi Hasantoso, hal itu berada di luar kontrolnya. Sebab, saat meeting terakhir klub-klub peserta Piala Indonesia pada akhir Februari lalu, semua klub menyatakan siap.

Permasalahan tidak digelarnya pertandingan menurut Abi juga berbeda, karena itu dia hanya mempermasalahkan klub yang tidak melakoni pertandingan sesuai jadwal.
“Ada beberapa alasan. Tapi yang menjadi masalah tentu adalah klub yang tak menjalankan kewajibannya bertanding,” ucapnya saat ditemui di kantor PT LPIS, di Jakarta, kemarin (31/3).
Dua pertandingan yang menjadi sorotan adalah Persitara yang gagal bertanding dengan PS Bengkulu dan Persbul kontra Persemalra. PS Bengkulu yang tidak hadir harusnya dinyatakan kalah WO dengan skor 3-0. Demikian juga dengan Persemalra yang tidak berangkat ke Buol harusnya takluk dengan skor yang sama.

Sayangnya, sampai saat ini, keputusan dari PT LPIS untuk klub yang tidak bertanding itu belum pasti. Padahal, leg kedua akan kebali diputar pada 4 April mendatang.
“Kami masih menunggu keputusan dari Komisi Displin (Komdis) PSSI. Kami hanya menjalankan, masalah mereka tak sesuai aturan, itu wilayah PSSI,” ucapanya.

Kendati terlihat tidak berjalan dengan maksimal dan kurang gereget, PT LPIS menilai Piala Indonesia masih sesuai dengan harapan. Dia melihat, permasalahan ini berada di klub, bukan di pengelola kompetisi, PT LPIS.
“Regulasi sudah ada. Kondisi ini menunjukkan bagaimana klub-klub di Indonesia. Mereka masih perlu dibenahi kea rah yang lebih baik,” tegasnya.

Sanksi dari Komdis untuk klub yang tak bertanding memang masih belum jelas. Untuk itu, belum ada perubahan jadwal yang akan dilakukan oleh PT LPIS. Dia memastikan, untuk leg kedua jadwal tetap akan seperti semula, antara 4-7 April. (aam/jpnn)

Gurning Resmi Besut Persegres

GRESIK- Persegres Gresik akhirnya menemukan pelatih anyar dalam waktu kurang dari sepekan. Bukan dari salah satu pelatih yang masuk dalam kandidat sebelumnya, melainkan mantan asisten pelatih klub Arema IPL. Ya,   Persegres resmi dibesut Abdurrahman Gurning mulai kemarin (31/3).

Kepastian tersebut ditentukan setelah sesi latihan ringan Sabtu pagi kemarin di mess pemain Persegres. Manajemen klub berjuluk Laskar Joko Samudro itu memperkenalkan Gurning kepada jajaran pelatih dan pemain. “Beliau kami datangkan sesuai dengan kesepakatan semua elemen di Persegres,” ujar manajer Persegres Thoriq Majiddanor.

Berbagai aspek diungkapkan pihak manajemen sebagai dasar merekrut pelatih berusia 54 tahun itu. Salah satunya adalah prestasi Gurning selama menukangi beberapa klub di persepakbolaan nasional. Sekalipun dia belum pernah membawa klub-klub tersebut sebagai juara.

Padahal, dari beberapa nama kandidat yang sebelumnya muncul ke publik, sudah ada dua nama pelatih mapan di ISL. Seperti mantan pelatih Persisam Samarinda Daniel Roekito dan Suharno yang pernah membawa Persiwa Wamena sebagai salah satu klub disegani.

“Dia kan juga pernah membawa PSPS Pekanbaru promosi ke ISL,” cetus Jiddan, sapaan akrab Thoriq Majiddanor. Nah, dengan berbekal sedikit prestasi yang dimiliki pelatih asli Medan itulah manajemen Persegres tidak ragu membebankan target di putaran kedua nanti.

Tak tanggung-tanggung, Jiddan berharap masuknya Gurning bisa mendongkrak prestasi klubnya di papan tengah klasemen. Saat ini, Persegres masih belum aman dari ancaman zona degradasi setelah terseok-seok di posisi ke-14. “Tapi kalau bisa ya bisa masuk ke papan atas,” jelas putra bupati Gresik Sambari Halim Radianto itu.

Mendapat target seperti itu, Gurning sedikit merendah. Dia mengaku masih buta dengan karakter calon anak asuhnya itu. Meski dari beberapa penggawa Persegres sudah pernah merasakan tangan dinginnya, seperti Uston Nawawi dan Ade Suhendra. “Mungkin yang bisa kami lakukan sekarang adalah menunjukkan kemampuan dengan maksimal,” beber Gurning.

Sementara itu, terpilihnya Gurning itu sangat mengejutkan Ultras, sebutan kelompok pendukung fanatik Persegres. Sebab, sebelumnya mereka berharap pelatih yang didatangkan memiliki prestasi juara di persepakbolaan nasional. “Kalau punya prestasi kan kami tidak akan ragu lagi dengan apa yang beliau berikan di sini,” ucap penasihat Ultras Madun.

Makanya, Madun pun berharap Gurning bisa membawa prestasi Persegres lebih baik dari putaran pertama kemarin. Dia sangat menyayangkan jika besarnya animo publik Gresik selama ini pada setiap laga kandang Persegres luntur gara-gara prestasinya anjlok. “Kami hanya ingin klub ini menjadi lebih baik,” tegas Madun. (ren/ko/jpnn)

Cinta Kim Kardashian Kisruh

MASIH terekam dalam ingatan pernikahan singkat yang dilakukan oleh Kim Kardashian. Sosialita tersebut hanya bisa mempertahankan biduk rumah tangganya dengan pebasket NBA Kris Humphries selama 72 hari.
Menurut Humphries, Kim tak pernah benar-benar mencintainya. Pernikahan singkat mereka hanya terjadi untuk publisitas dan uang.

Namun Humphries tak akan diam begitu saja. Dalam edisi terbaru majalah mingguan OK!, beredar foto pria tersebut memamerkan kedekatannya dengan sang mantan kekasih sebelum memutuskan menikah dengan Kim.
Menurut sumber, wanita tersebut bernama Bianka Kamber. Dia adalah penduduk asli Toronto yang sudah berpacaran dengan mantan suami sosialita berambut gelap itu selama dua tahun.
“Bianka adalah cinta pertamanya. Dia adalah sosok manis yang sangat membumi dan apa adanya, “ tutup sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu di tempat terpisah Kim Kardhasian mengakui bahwa dia telah meminta saudari-saudarinya untuk mencarikan pacar baru untuknya. Walaupun ingin mencari suasana baru lewat pria baru, tentunya selera Kim juga tidak sembarangan.
Selanjutnya, Kim juga mengungkapkan adanya perubahan setelah dia mengakhiri pernikahannya dengan Kris. Dengan statusnya sebagai single, Kim mulai melakukan perubahan untuk mempercantik tubuhnya.
Terkait rumor yang menyebut dirinya mencuri kekasih Eva Longoria Eduardo Cruz, dengan tegas Kim membantahnya.

“Aku sudah biasa dengan rumor dan hampir tak pernah menggubrisnya. Tapiiii… aku tidak terima kalau majalah seperti InTouch melibatkan teman baikku dalam cerita yang mereka buat. Mereka sudah diberi tahu banyak sumber bahwa cover mereka itu tidak benar, tapi mereka tetap saja menerbitkannya. Jadi begitulah,” ungkap Kim.

Sebelumnya, Kim dan Eva dikenal sebagai teman baik selama beberapa tahun terakhir. (bbs/jpnn)

Giggs Cemburu Natasha Hamil

PENGAKUAN kembali dilontarkan mantan selingkuhan sekaligus adik ipar Ryan Giggs, Natasha. Bintang reality show Celebrity Big Brother itu mengatakan, winger senior Manchester United tersebut sempat iri saat ia mengandung anak dari suaminya, Rhodri Giggs.

“Saya rasa Ryan sedikit cemburu dan menjadi lebih bernafsu. Anehnya, kami lebih sering bicara, tapi berhenti saat kehamilan saya masuk bulan ketujuh,” ujar Natasha seperti dikutip dari The Sun, Selasa 27 Maret 2012.
Giggs menjalin cinta terlarang dengan Natasha selama 8 tahun, meski keduanya memiliki rumah tangga masing-masing. Perselingkuhan mereka terungkap awal 2011 dan Natasha langsung ditinggalkan oleh suaminya.

Sementara itu, istri Giggs, Stacey bersedia memaafkan. Natasha mengaku sangat menyesal telah mengkhianati Rhodri. Perlahan, ia mengubur kisah kelam itu dan mulai menata kembali kehidupan bersama sang suami dan anak-anak mereka.
“Hubungan itu berlangsung selama 8 tahun. Saya belajar untuk hidup dengan kebohongan dan sangat pandai berbohong. Saya juga belajar hidup dengan rasa bersalah,” sesalnya.

“Saya seperti mengendalikan kehidupan ganda dan mudah sekali untuk menukarnya. Tentu, saya tetap mengangkat tangan dan pantas disalahkan atas apa yang terjadi. Tapi, dulu saya sangat berlindung di belakangnya,” tutur wanita 29 tahun itu. (bbs/jpnn)

Kutcher-Beckham Mata Keranjang

WAJAR jika seorang pria bertingkah genit ketika bertemu perempuan cantik. Hal itulah yang dilakukan oleh Ashton Kutcher dan David Beckham dalam beberapa foto yang tertangkap paparazzi.
Ketika menghadiri pertandingan basket LA Lakers, dua pria ini terlihat sangat berminat dengan keseksian para pemandu sorak. Namun cara mereka dalam menyampaikan hal tersebut sangat bertolak belakang.
Jika mantan Demi Moore berani untuk lebih terang-terangan, suami Victoria Beckham  terlihat lebih santai dan elegan. Dalam beberapa foto nampak Ashton Kutcher memasang tawa misterius ketika melihat Lakers Girl yang mengenakan pakaian tipis berdiri di depannya.

Sementara David Beckham sengaja menghindari kontak mata dengan keseksian gadis-gadis cheerleader itu. Meski tak ayal sesekali dia mencuri pandang.
Berbeda dengan Kutcher yang terang-terangan memelototi cheerleader, Beckham memilih untuk menjaga image. Suami mantan personil Spice Girls ini terlihat berusaha keras untuk tak mempermalukan istrinya. (bbs/jpnn)

Kuncinya Ada Pada Diri Sendiri

Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si, Alumni UHN Pertama Bergelar Profesor

Punya visi jelas serta disiplin pada diri sendiri menjadi kunci sukses Monang Sitorus menjalani hidup. Siapa Profesor Monang dan bagaimana kiprahnya?

Monang Sitorus mencatatkan sejarah di almamaternya Universitas HKBP Nommensen (UHN). Staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) ini meraih gelar profesor pertama sebagai ‘produk’ asli UHN, salah satu kampus tertua di Pulau Sumatera.

Predikat guru besar didapat hanya tiga bulan setelah diwisuda sebagai doktor administrasi dari Universitas Padjajaran Bandung, Februari 2010.
”Ada beberapa guru besar yang dipunyai Nommensen. Dan benar, baru saya staf pengajar dari alumni yang menjadi professor,” ucapnya menjawab Sumut Pos saat bertandang ke kantornya, Kamis (29/3) lalu.
Pengakuan dari pemerintah atas Professor Monang dituangkan dalam surat bernomor 44335/A.4.5./KP/2010 tertanggal 31 Mei 2012. SK itu ditandatangani Mendiknas, Mohammad Nuh.

Profesor Monang kemudian membeberkan beberapa persyaratan yang dimilikinya untuk menjadi guru besar. “Kum saya sudah seribu waktu itu, sementara syarat menjadi professor cuma 750,” ujar Pembantu Dekan II di Fisipol UHN ini.
Tak heran, pengujian guru besar di Kopertis Wilayah I dan di Kemendiknas bisa dilaluinya tanpa banyak kendala. “Usai ujian di Kopertis, sorenya saya sudah tahu, saya lulus. Saya berhak diuji di tingkat nasional,” ujar suami Betty Br Simatupang ini.

Berita acara pengujian di Kopertis I kemudian dikirim ke Jakarta untuk kembali diuji. “Tidak ada celah bagi panitia di Kemendiknas untuk memperlambat prosesnya. Semua lancar,” sebutnya menggambarkan perlunya persiapan yang matang.
Jauh-jauh hari, Monang memang mempersiapkan sejumlah persyaratan untuk menjadi seorang professor. Bekal sebagai penyunting di jurnal Warta Nommensen berpengaruh besar dalam tulisan yang dipublikasikan di berbagai media local, nasional dan internasional.

Apalagi Monang pernah memenangkan lomba tulis ilmiah dan sejumlah kegiatan akademik lain. Mantan Dekan Fisipol UHN ini pun menulis di The Journal of Business Administration Online, Vol 5 No 1 tahun 2006. Di jurnal yang terakreditasi internasional itu, Monang mengangkat topik tentang tsunami dan dampaknya pada manajemen pemulihan administrasi.
“Supaya tulisan kita lebih mudah diterima dan dinaikkan di jurnal internasional, sebaiknya mencari topik yang sedang hangat,” sebutnya membeber trik menembus ketatnya persaingan menulis di jurnal ilmiah.
Semasa kuliah program doktoral, Monang pun merasa bersyukur bisa menjadi tenaga peneliti outsourcing di Lembaga Administrasi Negara (LAN) selama 2 tahun. Waktu itu, rekannya sesama mahasiswa yang bekerja di LAN menginformasikan adanya lowongan di lembaga itu.

Peluang pantang dilewatkan. Monang mencoba dan diterima sebagai tenaga peneliti dan pengkaji administrasi di LAN.
Sambil menyelam minum air. Dari penelitian dan kajian administrasi yang melibatkan sangat banyak kabupaten/kota di Indonesia, Monang berkesempatan menyinggahi sejumlah daerah di Indonesia dan menulis kajian-kajiannya dalam tiga buku. Keseluruhan buku itu diterbitkan Unpad Press.

“Itulah enaknya bekerja di LAN. Saya berkesempatan keliling Indonesia, digaji dan hasilnya dituangkan dalam buku. Buku saya diakui secara akademik. Dan kumnya lumayan besar,” sebutnya.
Pada masa-masa itulah Monang dituntut bisa disiplin menggunakan waktu. Sebab, selain menjadi peneliti di LAN, ia harus memberikan perhatian pada studinya. “Karena itu, di tahun ketiga, saya memutuskan fokus pada pendidikan. Hasilnya, saya selesai dalam tiga tahun,” ucap penguji program doktoral di Unimed dan Universitas Terbuka (UT) ini.

Bersikap disiplin sudah menjadi kebiasaan putra Porsea kelahiran Tarutung ini. “Saya memang menanamkan sikap disiplin pada diri sendiri. Ya, kalau mau sukses memang harus punya visi pribadi, fokus dan disiplin pada diri sendiri,” paparnya.
Selain tekad kuat menghadapi setiap hambatan, Monang terang-terangan menyebut nama Prof. Dr. D.P. Tampubolon dan Prof. Dr. Amudi Pasaribu sebagai tokoh yang memberinya inspirasi menjadi guru besar.

“Yang penting jangan jadi sombong agar tetap banyak teman. Sekarang, saya bisa merasakan hasilnya. Dipercaya dari berbagai perguruan tinggi sebagai penguji ahli sidang pascasarjana,” ujarnya tersenyum.
Prof. Monang berharap pada para staf pengajar juniornya untuk punya visi pengembangan diri. Mengaplikasikan Tridharma perguruan tinggi secara utuh, tidak hanya sibuk mengajar. “Mengajar itu porsinya 40 persen, penelitian 40 persen dan 20 persen lagi pengabdian pada masyarakat serta mengikuti dan menjadi pemateri di seminar-seminar,” paparnya mengingatkan.

Monang mengaku prihatin dengan dosen yang hanya sibuk mengajar kesana-kemari demi mengejar materi. “Padahal kalau kita sebagai dosen melakukan penelitian, hasilnya jauh lebih besar dari jadi asdoling (Asosiasi Dosen Keliling, sebutan untuk para dosen yang mengajar di banyak kampus, red),” sebutnya lagi.

Disebutkannya, perhatian besar pemerintah pada pendidikan dan penelitian menjadi pintu masuk para dosen memenangkan hibah penelitian. “Nilainya lumayan. Pasti jauh lebih besar dari ang diperoleh sebagai asdoling. Saya sudah merasakan itu,” kata ayah dua putri dan seorang putra ini.

Di sisi lain, Prof. Monang mengaku, minimnya jurnal-jurnal ilmiah yang terakreditasi di Sumatera Utara dan di tingkat nasional menjadi kesulitan para dosen untuk menuangkan karya-karya ilmiahnya. Sementara peluang menembus jurnal ilmiah internasional sangat sulit, mengingat minimnya peluang.
“Satu jurnal ilmiah mungkin hanya bisa memuat sekitar 20-an artikel ilmiah dalam setahun. Memang peluang menembusnya jadi lebih sulit,” katanya memberi pembelaan.
Meski demikian, dia berharap akan semakin banyak para staf pengajar yang melakukan penelitian sekaligus memiliki visi menjadi profesor. Apalagi, UHN memiliki banyak doktor lulusan perguruan tinggi besar dari dalam maupun luar negeri. (tms)

Faktor Ekonomi tak Bisa Diabaikan

Perjalanan Monang Sitorus menjalani pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga jenjang paling tinggi pula yang mengajarkannya untuk bisa terus berjuang.
“Saya anak guru SD di Porsea dan hidup pas-pasan. Saya masih ingat, ayah mengajar di kelas 4 dan diupah dengan 4 takkar (mug) beras per bulannya. Uang sekolah pun dibayar pake beras. Itulah kondisi waktu itu,” kenang Prof. Monang.
Perjalanan Monang Sitorus memang penuh warna. Sejak tingkat sekolah dasar hingga jenjang paling tinggi dan akhirnya diterima mengajar di almamaternya, UHN. Desakan ekonomi tak mampu menghadangnya untuk terus meningkatkan pendidikan dan kapasitas pribadi. yang paling berkesan, saat studi program doktor administrasi di Unpad.

“Waktu itu, kami benar-benar diuji. Anak sulung saya kuliah di Jakarta, dua lainnya di Medan bersama ibunya. Istri saya hanya ibu rumah tangga. Jadi saya harus memikirkan kuliah sekaligus biaya kami yang tersebar di tiga tempat,” ujarnya.
Tetapi semua kendala ekonomi bisa dihadapi. “Saya berpandangan, kesuksesan itu dilihat dari kemampuan kita lepas dari berbagai kesulitan. Bukan semata karena fasilitas,” ujar  pria yang sebentar lagi menimang cucu ini.(tms)

DATA DIRI

Nama Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si
Lahir Tarutung, 9 April 1961
Istri Betty br Simatupang
Anak 1. Aida Sitorus, istri dari Maruli Sitorus
2. Andika Maruli Sitorus (FK UHN angkatan 2009)
3. Ayu Siska (FE Akuntansi USU angkatan 2010)
Alamat Jalan Karya Rakyat, Perumahan Nommensen No. 33 B

KARIR

1989 Terdaftar sebagai staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di UHN.
1992-1993 Pembantu Dekan II FISIP UHN bidang kepegawaian.
1995-1999 Ketua penyunting majalah kampus Warta Nommensen.
1998-200, 2004-2006, 2010-2012 Anggota redaksi Jurnal Ilmiah.
1999-2001 Ketua Jurusan Administrasi Bisnis FISIP UHN.
2001-206 Ketua Senat UHN.
2011-2012 Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FISIP UHN.
2009-sekarang Tim Implementasi Sustainable Capacity Building for Decentralization (SCBD) Prokect Asia Development Bank Loan 1964-INO untuk Kabupaten Kediri, Tapanuli Tengah dan Karo.
Penguji program S-3 di Unimed dan Universitas Terbuka.

PRESTASI

1. Juara pertama lomba karya tulis ilmiah kerja sama LIPI, Kompas, Indosat dan Republika dan sejumlah piagam penghargaan lain.
2. Pernah menulis di surat kabar nasional, surat kabar lokal di Jawa Barat dan sejumlah surat kabar lokal di Sumatera Utara.
3. Menulis di The Journal of Business Administration Online, jurnal internasional terakreditasi, Vol 5 No 1 tahun 2006Accredited AACSB International, Arkansas Tech University.
2006-2007: Outsourcing di PKP2A I-LAN Bandung dengan fokus kajian pelayanan publik di kabupaten/kota di Indonesia. Hasil kajian ditulis menjadi beberapa buku.

BUKU-BUKU

1. Kajian Kebijakan Good Local Governance (GLG) dalam Optimalisasi Pelayanan Publik: Suatu Evaluasi Implementasi Pelayanan Terpadu di Kabupaten/Kota di Indonesia. Diterbitan PKP2A I-LAN, ISBN, tahun 2007.
2. Perumusan Kebijakan Penetapan Indeks Pelayanan Publik bagi Kecamatan, diterbitkan PKP2A I-LAN, ISBN.
3. Manajemen Pelayanan Publik

PENDIDIKAN

1985 Sarjana Muda (BBA) dari Universitas HKBP Nommensen (UHN)
1986 Sarjana Administrasi Bisnis dari UHN
1995 Magister Administrasi Bisnis dari Universitas Padjajaran Bandung
2010 Doktor Ilmu Administrasi
2010 Menerima SK guru besar dari Mendiknas

Trik Menghadapi Konsumen

Dalam menangani berbagai konsumen yang hendak membeli rumah, terdapat berbagai pertanyaan penting yang diajukan oleh calon pembeli. Berikut pembahasa dari segi Investasi atau KPR.
Calon pembeli bisa saja bertanya, jika membeli rumah dengan cara kredit tentu saja harganya menjadi lebih mahal di bandingkan cash nya. Apakah masih menguntungkan membeli rumah secara kredit di banding beli cash?
Menjawab pertanyaan ini, para pemasar harus bisa memberi argumen yang meyakinkan dan memuaskan keingintahuan konsumen. Jawab saja, masih sangat menguntungkan. Berikan ilustrasi singkat. Misalnya, harga cash rumah 210 juta rupiah. Perhitungan mengambil rumah dengan KPR plus DP rumah harganya menjadi 312 juta rupiah, dengan asumsi bunga 12 persen, setelah 10 tahun.

Secara garis besar harga rumah yang dibayarkan naik menjadi 60 persen. Namun jika melihat statistik kenaikan harga rumah rata-rata di Indonesia berskisar antara 7 hingga 10 persen per tahun. Maka harga rumah menjadi 450 juta setelah 10 tahun. Masih untung 142 juta.

Pertanyaan berikutnya, mana yang lebih menguntungkan mengambil kredit yang lebih panjang atau lebih cepat? Jawablah, kredit yang lebih Panjang. (bbs)