31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13691

Kontrak Tiga Musim tapi Selesaikan Kuliah Dulu

Ferdinand Damanik, Berlabuh ke PJ setelah Lama di Filipina

NBL Indonesia musim depan kedatangan pemain istimewa. Namanya Ferdinand Damanik. Setelah, malang melintang selam delapan tahun di Filipina, Ferdinand menerima tawaran Pelita Jaya Esia Jakarta.
FERDINAND Damanik terlihat ikut senang saat Pelita Jaya Esia Jakarta memukul Satria Muda (SM) Britama Jakarta dalam lanjutan seri VI Flexi NBL Indonesia di Hall Basket Gelora Bung Karno kemarin (7/4). Laga melawan SM tersebut merupakan pertandingan PJ kedua yang ditontonnya.

Sebelumnya, Ferdinand juga menyaksikan Andy Poedjakesuma dkk beraksi untuk mengalahkan Dell Aspac Jakarta pada Kamis (5/7). Namun, berbeda dari sebelumnya, kali ini Ferdinand dengan jelas menunjukkan dukungannya kepada PJ.
Dia datang memakai kaos PJ berwarna oranye. Apakah Ferdinand resmi bergabung dengan PJ untuk bermain di NBL musim depan? Kalau itu, tanyakan Bos Diko (Andiko Ardi Purnomo, ketua umum PJ Red) langsung,” kata Ferdinand lantas tertawa.

Saat dikonfirmasi, Diko membenarkan bahwa klubnya selangkah lagi mendapatkan Ferdinand. Kesepatan dan komitmen awal sudah terjadi, walau kontrak belum ditandatangani.
Rencananya, Ferdinand berada di PJ dalam tiga musim ke depan. Dia berlaga di NBL musim depan.

“Dia memang akan main untuk kami. Namun, dia harus menyelesaikan kuliahnya dulu. Ferdinand mau pulang ke Indonesia, karena kami membayarnya dengan bagus,” ucap Diko lantas tersenyum.
Bukan rahasia lagi kalau Ferdinand memang menjadi buruan paling hot saat ini. Terhitung, ada tiga tim besar lain selain PJ yang menawarinya bergabung.
Namun, PJ lebih cepat ambil peluang. Ferdinand juag memilih PJ karena memberikan tawaran paling bagus.

Bagi beberapa pelatih dan pemilik klub di NBL, Ferdinand memang sudah tidak asing. Dia sudah lama tersohor sebagai bigman jempolan.

Pemain 24 tahun itu lama malang-melintang sebagai pemain bertalenta saat berlaga di liga antaruniversitas di Filipina, University Athletic Association of The Philippines (UAAP).
Dalam empat tahun terakhir, Ferdinand menjadi starter bagi tim kuat dan memiliki tradisi panjang De La Salle University Manila. Dalam kompetisi itu, pemain kelahiran Bekasi itu terkenal sebagai dunker ganas. Bertinggi 196 cm, Ferdinand memiliki vertical jump tinggi, mencapai 29 inchi.

“Dulu, satu-satunya alasan saya main basket karena saya senang melakukan slam dunk. Bukan shooting, dribbling atau yang lainnya. Hanya nge-dunk,” tegas pemain yang berposisi sebagai center itu.
Pria kelahiran 15 April itu memang memiliki bakat besar. Sejak mulai bermain basket di SMP Santo Yoseph Malang, Ferdinand memang sudah hobi nge-dunk. Padahal, waktu itu, tingginya masih 173 cm.
Saat mengikuti orangtuanya pindah ke SMP Dian Harapan Lippo Cikarang pada 2004, Ferdinand masih intens bermain basket. Dia sempat berlatih sebentar dengan tim junior Satria Muda Jakarta.
Bakat besar Ferdinand membuat pelatih SM waktu itu, Nathaniel Canson (head coach Muba Hangtuah saat ini, Red), merekomendasikannya bersekolah ke Filipina. Ferdinand diterima di La Salle Green Hills High School, Manila.
“Karena basket, saya lalu dapat tawaran beasiswa penuh di De La Salle University,” terangnya.

Pada tahun pertamanya, Ferdinand langsung ikut ambil bagian dalam sukses De La Salle menjadi juara musim 2007-2008. Namun, Ferdinand dkk tidak bisa mempertahankan gelarnya, kalah di final atas Ateneo de Manila University.  Setelah itu, Ateneo terus mendominasi UAAP, menjadi juara dalam empat musim beruntun.

“Saya memang sibuk kuliah. Jadi, konsentrasi terbagi. Ini karena saya mengambil jurusan Bisnis Manajemen. De La Salle memang kampus bisnis nomor satu di Filipina. Saya tak bisa main-main dengan beasiswa saya,” lanjutnya.
Rencananya, Ferdinand lulus pada Oktober mendatang. Setelah itu, dia ingin total bermain di NBL Indonesia. Apakah akan sering slam dunk? Kita lihat saja nanti,” ucapnya lalu tersenyum. Bagi PJ, kehadiran Ferdinand tentu membuat mereka berpeluang besar meraih gelar NBL Indonesia. (nur/ru/jpnn)

Perbaiki Dulu Infrastruktur

Wacana Lokasi Judi dan Seks di Danau Toba

MEDAN- Wacana mengembangkan kawasan perjudi dan wisata seks di sekitar Danau Toba, terus memantik beragam pendapat. Diantaranya dari pelaku industri wisata di sekitar danau vulkanik itu serta pengamat pariwisata.
GM Niagara Hotel, Cahyo Pramono, melihat persoalan infrastruktur pendukung kawasan wisata Danau Toba sebagai faktor penghambat utama untuk menarik minat kunjungan wisatawan.

“Mau yang namanya lokalisasi judi dan seks dibuat di Danau Toba, jika infrastruktur jalan menuju kawasan pariwisata tidak baik, hasilnya tetap biasa-biasa saja, tidak ada kemajuan secara signifikan,” kata Cahyo Pramono kepada Sumut Pos, Sabtu (7/4).

Ditegaskannya, bila infrastruktur jalan sudah baik, wisatawan bisa cepat menjangkau Danau Toba. Otomatis akan ada peningkatan jumlah pengunjung.
“Bisa dilihat kemarin (Kamis, 5 April, Red). Ada batang pohon patah di Jalinsum tepatnya Serdang Bedagai saja, sudah sangat mengganggu. Teman-teman yang baru pulang dari Danau Toba berangkan pukul 20.00 WIB, tapi tiba di Kota Medan keesokan harinya pukul 06.00 WIB. Inilah faktanya,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, jarak Medan-Danau Toba hanya sekitar 174 Km. Sedangkan jarak antara Penang dan Kualalumpur sekitar 400 Km. Tapi dari Penang ke Kualalumpur bisa ditempuh dalam waktu empat jam.
“Bayangkan (pengaruh baiknya) kalau wisatawan ke Danau Toba yang jaraknya tempuhnya dari Medan relatif dekat jika dibandingkan Penang-Kualalumpur, wisatawan bisa sampai dalam waktu 2 jam dengan catatan jalan normal,” ucapnya.

Pengamat Pariwisata, Jhonson Pardosi menegaskan ada tiga konsep yang sangat baik untuk diadopsi dalam pengembangan industri wisata. Pertama, some thing to do (beberapa hal yang dilakukan), some thing to see (beberapa hal yang dilihat) dan some thing to buy (beberapa hal yang dibeli).

Berkaitan dengan some thing to do, tidak semestinya mengarah kepada seks dan judi. Masih banyak hal yang bisa dikembangkan dengan mengeksplorasi prilaku budaya Batak yang sangat kaya.
“Tidak mesti seks dan judi untuk mengangkat (industri wisata) Danau Toba, pariwisata budaya sudah sangat luar biasa. Selama ini suku Batak sangat kental dengan budayanya, itu menjadi satu nilai jual tinggi,” paparnya.
Dia berpendapat, ada pertimbangan lain yang perlu dipertimbangkan pihak yang ingin menyediakan judi dan sek di sekitar danau itu. Pertama, belum ada payung hukumnya di Indonesia. Kemudian, bagi suku Batak, seks bebas itu tabu. Sehingga, judi dan seks bisa membuat ketersinggungan antara pengelola dan masyarakat lokal.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, di Bali ada dua konsep pengelolaan pariwisata, high tourism dan mess tourism. Khusus untuk high tourism berada di Nusa Dua, Bali. Di kawasan itu wisatawan yang memiliki finansial besar baru masuk. Sedangkan wisatawan tak bersinggungan dengan masyarakat lokal. Kemudian, di Kute, ada pengelolaan pariwisata mess tourism, artinya masyarakat langsung bersinggungan.

“Bila di Danau Toba dibuat high tourism, akan ada ketersinggungan masyarakat lokal. Pasalnya, masyarakat setempat merasa tak dihargai. Prihal tersebut sulit diterima masyarakat Danau Toba,” katanya.
Dia pun menegaskan, saat ini  yang terpenting adalah membangunan infrastruktur fisik seperti jalan, dan non fisik seperti menyiapkan mental dan karakter masyarakat setempat untuk melayani para wisatawan.
Ia mengatakan, dari sudut pandang akademik, ada beberapa hal yang membuat Danau Toba sulit maju. Diantaranya, belum jelasnya visi dan misi tujuh kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba.
Selama ini sudah memiliki konsep, hanya saja tidak lahir dari konteks yang sifatnya kedaerahan itu sendiri. Ada kecendrungan dipengaruhi konsultan, yang membuat rencana induk pariwisata berasal dari daerah lain. Pada akhirnya konsep hanya dijadikan payung hukum, dampaknya seperti usaha yang tidak memiliki ruh, artinya tak hidup dalam masyarakat lokal.

Kemudian, paparnya tidak adanya komitmen dari Kepala Daerah (KDH) di sekitar kawasan Danau Toba, khususnya dalam membuat komitmen yang sinergis antar kebijakan tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba. Padahal dalam perencanaan tidak ada satu kota berdiri sendiri, setiap daerah harus memiliki kaitan dengan satu daerah tujuan wisata, serta punya hubungan erat dengan lainnya.

“Paling penting adalah prilaku, belum ada pemahaman yang baik dari sisi pelayanan kepariwisataan. Masyarakat masih belajar secara otodidak, belum ada secara melembaga yang mengubah prilaku bagaimana pelayanan kepawisataan yang sesuai prosedural, sehingga pelayanan cenderung mengarah ke satu hal yakni menarik keuntungan besar,” katanya. (ril)

Persebaya vs PSMS Diundur

SURABAYA-Laga Persebaya bentrok PSMS terpaksa harus diundur. Pasalnya, izin keramaian untuk menggelar pertandingan perdana bagi kedua tim di putaran kedua IPL tak kunjung didapat panitia pelaksana.

Ketua Panpel pertandingan Sutrisno menuturkan, tertanggal 2 April lalu pihaknya telah mengajukan surat izin untuk mengelar pertandingan ke Polrestabes Surabaya. “Surat itu langsung dibalas pada 3 April dengan nomor surat B/1586/IV/2012/Bagops. Namun, isinya pihak Polrestabes menolak untuk memberikan pengamanan. Karena selama April 2012 personil Polrestabes dikonsentrasikan pada pengamanan rencana aksi massa menolak kenaikan BBM,” ungkapnya, Sabtu (7/4).
Usai mendapatkan surat tersebut, Sutrisno mengaku telah menyampaikan hal ini ke pihak LPIS di Jakarta melalui fax dan email. “Pada 4 April, kita langsung beritahukan ke LPIS. Kemudian saya menelepon pak Dityo selaku CEO klub, agar memberitahukan pihak PSMS tak perlu lagi datang. Namun, beliau membiarkan hal tersebut, hingga sejak Jumat (6/4) pihak PSMS sudah berada di Surabaya,” tuturnya.

Parahnya, hingga pihak PSMS mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Jumat (6/4) malam, konfirmasi tentang belum adanya izin digelarnya pertandingan tersebut tak kunjung diterima dari pihak LPIS.
Namun, setelah dilakukannya technical meeting pertandingan, pihak Panpel dan kedua tim tetap sepakat menunggu keputusan dari Kapolrestabes hingga Minggu sore. “Kita siap main pukul berapa pun, asal tetap di hari Minggu (8/4). Bertanding pukul 22.00 WIB juga akan kita layani, karena persiapan tm sudah cukup matang untuk melakoni pertandingan ini,” ungkap manager PSMS Dolli S Siregar.

“Tapi, kalau pertandingan harus diundur hingga Senin (9/4) atau lebih lama, kita tak akan bisa. Karena pada 11 April mendatang PSMS harus melakoni partai Piala Indonesia melawan PSBL Langsa,” tambahnya.
Dari hasil technical meeting tersebut juga disepakati kedua tim akan menunggu keputusan Kapolrestabes Surabaya. “Jika besok sore (Hari ini) sudah diizinkan, maka kita masih bisa menggelar pertandingan pada pukul 19.00 WIB yang jadwal awalnya pada pukul 15.30 WIB. Dengan konsekuensi, tiket yang terjual tidak akan maksimal. Namun, opsi tentang pertandingan tetap digelar tanpa penonton juga sudah diberikan kepada kepada pihak Polrestabes, namun tak ada jawaban,” timpal Sutrisno.

Atas hal ini, pihak Persebaya juga sangat berterimakasih kepada pihak PSMS. “Kalau soal kesiapan tim, saya rasa kedua tim juga sudah sangat siap menghadapi partai ini. Namun, kita sangat berterimakasih kepada PSMS mau menunggu hingga waktu yang cukup lama,” ujar asisten pelatih Persebaya Ahmad.

Berketepatan usai technical meeting dari pihak Asosiasi Sepak Bola Persebaya atau Bonek Mania muncul, dan membeberkan hasil pertemuan mereka dengan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto. “Kapolrestabes baru bisa memberikan izin pada minggu depan, jika minggu depan keadaan Surabaya bisa tetap kondusif, hari Rabu (11/4) pihak Polrestabes sendiri yang akan mengkonfirmasikannya ke pihak Persebaya,” ungkap Ketua Asosiasi Sepak Bola Perebaya Dedi.
“Kami juga sempat mempertanyakan kenapa adanya aksi pengumpulan massa serupa tapi tetap diberikan izin. Seperti konser musik LA Start Up yang juga bakal mengkonsentrasikan massa dalam satu tempat, dan itu pun di lapangan terbuka,” tegasnya.

Namun, Dedi juga mengatakan, Kapolrestabes berkilah hal tersebut berbeda. “Ia bilang, massa di sebuah pertandingan sepak bola berpotensi ricuh karena memiliki rivalitas. Berbeda dengan konser musik,” ujarnya menuturkan.
Mewakili Bonek Mania, Dedi juga mengaku sangat kecewa jika peraturan tersebut diterapkan selama April 2012 ini. “Hingga saat ini kami sudah sebulan tak menyaksikan Persebaya bertanding, semua tahu Persebaya adalah jiwa kami. Tanpa pertandingan sebulan, hal terebut akan sangat menyakiti kami. Dan parahnya, aksi massa seperti yang dituduhkan terebut mengenai penolakan BBM sudah lama berakhir, dan selama ini Surabaya tetap kondusif,” pungkasnya.
Namun, pada akhir pertemuan tadi semua pihak sepakat tetap menunggu keputusan dari LPIS mengenai pertandingan ini. Namun, dengan alasan kuat PSMS yang akan bertanding pada 11 April untuk meladeni PSBL di Piala Indonesia, maka jelas pertandingan ini harus diundur. (saz)

PDIP-Demokrat Bertarung Sengit

Pertahankan Sistem Pemilu dalam RUU

JAKARTA – Ujung pertarungan pembahasan RUU Pemilu ternyata menggumpal pada isu sistem pemilu. Kompetisi sengit tengah terjadi antara dua kutub fraksi besar, yakni Partai Demokrat dan PDIP.
Bagi PDIP, sistem pemilu tertutup berbasis nomor urut menjadi harga mati. Partai Demokrat sendiri tetap ingin mempertahankan sistem pemilu berbasis suara terbanyak seperti Pemilu 2009. Bagi Partai Demokrat, pilihan itu juga tak dapat ditawar lagi.

“Opsinya sekarang apakah memilih ikut blok Partai Demokrat atau blok PDIP,” kata seorang petinggi partai yang enggan namanya dikorankan kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) di Jakarta kemarin (7/4).
Dia menuturkan, sejak awal PDIP melontarkan tawaran yang menggiurkan kepada fraksi-fraksi menengah dan kecil. PDIP hanya meminta dukungan terhadap sistem tertutup.
Soal besaran parliamentary threshold, kuota kursi per dapil, atau mekanisme penghitungan kursi, PDIP sepenuhnya manut pada kehendak fraksi-fraksi menengah dan kecil.

Karena itu, kalangan partai menengah kecil sempat berancang-ancang ikut mendukung opsi sistem pemilu tertutup. Tapi, Demokrat yang sadar kalau kepepet juga tidak tinggal diam. Daripada kehilangan semuanya, Demokrat memilih berkonsentrasi pada isu sistem pemilu terbuka. Untuk materi lain, Demokrat akhirnya melunak. “Sekarang ini fraksi-fraksi menengah dan kecil menjadi bandul menentukan. Termasuk Hanura dan Gerindra,” kata tokoh yang partainya bergabung ke setgab koalisi itu.

Pada Kamis (5/4) lalu, tutur dia, ada pembicaraan formal antara fraksi-fraksi menengah dan kecil. Ada kecenderungan, ungkap dia, untuk bergabung ke blok Partai Demokrat. Artinya, mendukung sistem pemilu terbuka. “Fraksi-fraksi menengah kecil, sejauh ini, punya kesimpulan seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, dari enam fraksi menengah dan kecil di DPR, tinggal Fraksi PKS yang masih mau sistem tertutup. “PKS bisa ditinggal kalau bersikukuh,” kata sumber itu.
Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Ibnu Munzir juga menyampaikan bahwa kemungkinan pengambilan keputusan melalui voting soal sistem pemilu dalam RUU Pemilu. Pilihannya adalah proporsional terbuka atau proporsional tertutup. “Golkar fleksibel saja,” kata Munzir.

Beberapa waktu lalu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie juga sudah mendorong titik temu parliamentary threshold (PT) pada angka 3,5 persen. Angka itu tampaknya bisa diterima kalangan fraksi menengah dan kecil.
Secara terpisah, Wasekjen DPP PAN Teguh Juwarno menegaskan bahwa FPAN akan mendukung sistem pemilu proporsional terbuka. “Yang kuat aspirasinya begitu,” kata Teguh.

Dengan sistem terbuka, terang dia, masyarakat dipersilakan memilih calon terbaik. Calon yang mendapat suara terbanyak, tak peduli di nomor urut berapa pun, dapat terpilih menjadi anggota DPR atau DPRD. Sebaliknya, dengan sistem tertutup, hanya caleg-caleg di nomor urut atas, misalnya 1 dan 2, yang berpotensi besar untuk lolos ke parlemen. “Dengan sistem terbuka, tidak ada istilah membeli kucing dalam karung,” ujar Teguh.
Meskipun sistem terbuka, Teguh menegaskan, parpol tetap punya tanggung jawab untuk melakukan kaderisasi secara efektif. Diharapkan kader yang dipasang parpol sebagai caleg bukan asal populer dan asal punya uang. Tapi, memang kader yang sudah mendapatkan pendidikan politik yang memadai. “Diharapkan ini meminimalkan kekecewan kita terhadap anggota legislatif,” katanya.

Sistem terbuka dengan suara terbanyak, lanjut Teguh, juga akan menghindarkan menguatnya praktik oligarki parpol. “Nanti yang jadi anggota DPR hanya saudara atau temannya. Tidak ada ruang atau kesempatan bagi kader-kader lain masuk ke gedung dewan,” ujar anggota Komisi IX DPR itu lantas tersenyum.

PAN sendiri punya alasan “pribadi” yang cukup kuat. Dalam AD/ART, secara eksplisit PAN mengedepankan model demokrasi dengan suara terbanyak. Kalau dipaksakan sistem pemilu tertutup, mau tidak mau, kata Teguh, PAN harus menggelar mekanisme pemilu internal terlebih dulu. Pemilu internal yang digelar di seluruh dapil ini untuk menentukan siapa yang menjadi caleg beserta nomor urutnya.
“Persoalannya, kami belum punya tradisi pemilu internal. Kami juga belum punya kesanggupan itu, terutama terkait pembiayaan,” kata Teguh.

Berpotensi Digugat ke MK

Sementara itu, RUU Pemilu yang terus memasuki tahap akhir pembahasan rawan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya terkait ketentuan yang telah disepakati bahwa semua partai politik di parlemen otomatis menjadi peserta pemilu tanpa perlu mengikuti lagi proses verifikasi.

Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu menilai ketentuan itu diskriminatif. Ada pembedaan akses mengikuti pemilu antara parpol yang ada di parlemen dan di luar parlemen. “Jelas itu melanggar hak asasi partai peserta pemilu sebelumnya yang kebetulan tidak berhasil masuk di parlemen,” kata Denny di Jakarta kemarin (7/4).

Dia menilai, ketentuan yang sudah disepakati fraksi-fraksi di DPR dalam proses pembahasan di RUU Pemilu itu jauh dari sifat kenegarawanan. Yaitu, sebuah undang-undang sudah seharusnya memiliki orientasi kebangsaan. Bukan, kepentingan sempit yang menguntungkan kelompok tertentu dan merugikan partai-partai yang dianggap kecil.

Dia pun lantas mengaitkan molornya waktu penyelesaian revisi UU Pemilu dengan keberadaan ketentuan yang dianggap diskriminatif terhadap parpol nonparlemen tersebut. Dengan waktu pembahasan yang molor, persiapan menghadapi pemilu juga otomatis semakin mepet. “Strategi mereka (parpol parlemen, Red) untuk bertahan dengan cara menghilangkan partai-partai dianggap kecil (nonparlemen, Red),” tandas Denny.

Dia juga menyindir sikap fraksi-fraksi menengah ke bawah di parlemen yang ikut menyusun dan menyepakati ketentuan tersebut. “Seharusnya mereka menyadari, jangan merasa puas hanya karena telah diberikan permen,” ujarnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Arwani Thomafi mengungkap, ketentuan tersebut memang telah menjadi salah satu keputusan politik fraksi-fraksi di tingkat panitia kerja (panja). Terkait dengan rencana sejumlah pihak menggugat ke MK, dia menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa. “Seluruh RUU yang telah disepakati, terbuka kesempatan untuk diuji materi. Silakan saja,” kata politikus PPP tersebut.

Ketentuan bahwa semua parpol di parlemen langsung menjadi peserta pemilu tertuang dalam pasal 8 ayat (1) RUU Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. Intinya, ayat itu mengatur, parpol peserta pemilu pada pemilu terakhir yang memenuhi ambang batas perolehan suara nasional dari jumlah suara sah secara nasional ditetapkan sebagai parpol peserta pemilu.

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu lainnya, Gede Pasek Suardika, menyatakan, ketentuan parpol di parlemen otomatis menjadi peserta pemilu sesungguhnya mengacu pada putusan MK atas uji materi UU Parpol. Di situ dinyatakan bahwa parpol berbadan hukum tak perlu mengikuti verifikasi badan hukum. “Ini bukan menyelamatkan parpol yang lolos ambang batas parlemen,” ujar Gede Pasek.

Pada awalnya, UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Parpol mengatur, semua parpol, baik yang berada di parlemen maupun di luar parlemen, serta parpol baru, harus mengikuti verifikasi badan hukum di Kementerian Hukum dan HAM. Namun, atas gugatan masyarakat, MK memutus hanya parpol baru yang harus mengikuti verifikasi badan hukum. Parpol yang sudah berbadan hukum tidak perlu lagi mengikuti verifikasi. (pri/dyn/c2/agm/jpnn)

Mimpi Buruk Persebaya

SURABAYA- Jika pertandingan Persebaya Surabaya kontra PSMS bisa digelar, hari ini (8/4), tim berjuluk Ayam Kinantan ini memang tak mau muluk-muluk ketika berbicara soal target menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, tim besutan Fabio Lopez ini berjanji akan menjadi mimpi buruk bagi Bajul Ijo, julukan Persebaya.

Bermain di hadapan ribuan publik pencinta Persebaya serta Bonek diprediksi tak lagi membuat PSMS bermain canggung. Tiga hasil imbang yang diraih pada partai penghujung putaran pertama cukup menjadi tolak ukur mentalitas Vagner Luis dkk.

Untuk ukuran kemampuan skuad, hasil tidak mengecewakan di tiga laga terakhir menjadi modal optimisme yang wajar sedikit terangkat. Persiapan matang di jeda putaran pertama semakin menambah asa PSMS memperkecil jarak untuk meninggalkan posisi juru kunci.

Pertarungan kontra skuad besutan Divaldi Alves ini PSMS dipastikan tak akan terlalu banyak mengubah starting eleven. Di lini belakang, kuartet pertahanan kemungkinan akan tetap dipercayakan kepada Vagner Luis, Goran Gancev dan Safrudin Tahar serta Sutrisno di sayap.

Pola 4-3-3 yang telah menjadi formasi baku laga tandang-kandang PSMS menempatkan Ahn Hya Yoen sebagai pengatur serangan, bersama Kiki Lussisanto dan Rusdianto menggantikan Heri Suwondo yang absen lantaran akumulasi kartu kuning. Dan Rusdianto-Kiki yang akan turun-naik bertahan dan menyerang.

Di lini depan, trisula Andrea Abu Bakar menggantikan posisi Jecky Pasarela, Julio Cesar Alcorse dan Rinaldo menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Julio dan Andrea yang masing-masing telah mencetak dua gol tentunya haus untuk menambah volume pundi-pundi gol, begitu juga Rinaldo, sang pendobrak, berambisi untuk menambah assist dan mencetak gol perdananya musim ini.
Fabio memiliki ambisi dengan janji membuat kenangan buruk bagi Persebaya pada pertandingan ini. “Tapi ingat, kita tak akan membuat hidup mereka mudah di pertandingan itu. Karena kita datang ke sini juga bukan untuk liburan,” tandasnya. (saz)

Korban Puting Beliung Mulai Berbenah

Warga korban bencana puting beliung di Kuningan, Desa Sei Periok, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai kembali beraktivitas secara normal sejak Sabtu (7/4) kemarin.
TEBING TINGGI- Warga mulai membenahi rumah tinggal mereka dan bangunan mushalla yang hancur dihantam angin puting beliung pada Kamis (5/4) kemarin. Data terakhir menyebutkan bencana tersebut meluluhlantakkan 39 rumah, satu mushalla, dan sebuah kilang padi.

Sebagian besar rumah yang rusak diperbaiki menggunakan bahan-bahan bangunan bekas reruntuhan yang masih layak pakai. Selepas bermalam di tenda permukiman,  warga juga mulai kembali ke rumah mereka untuk membereskan perabotan rumah tangga yang tersisa. Mereka mulai menjemur pakaian dan tempat tidur yang basah akibat guyuran air hujan.
“Untungnya hari ini cuaca cerah. Kami bisa menjemur pakaian yang basah,” ujar Siska (35). Anak lelaki Siska bernama Raisyah (6)n nmengalami luka-luka ringan tertimpa reruntuhan rumah akibat bencana tersebut. Dia mengaku anaknya masih trauma melihat cuaca mendung dan bunyi guntur. “Kondisinya sudah membaik, tapi masih suka ketakutan kalau dengar petir dan angin kencang,” ungkapnya.

Warga lain, Subari, tampak sibuk mengumpulkan perabotan rumah yang masih digunakan. Sembari menunggu bantuan material yang dijanjikan Pemkab Serdang Bedagai, seluruh korban inisiatif membenahi kediaman mereka dengan bahan bangunan seadanya. Dari perbincangan dengan Sumut Pos, warga amat berharap musibah yang menimpa mereka mendapat perhatian dari Pemkab Serdang Berdagai dan uluran tangan berbagai pihak.

“Kami membutuhkan sekali bahan-bahan bangunan seperti seng, kayu, paku, dan papan,” ujar Subari didampingi warga lainnya. Akan halnya,  Boiman (45), warga yang rumahanya rusak ringan, mengaku tidak sabar menanti bantuan Pemkab Sergai. Ketimbang menunggu, dia bersama sejumlah kerabatnya gotong-royong memperbaiki rumah yang rusak dengan memanfaatkan bahan bangunan seadanya.

‘’Kalau menunggu Pemkab Sergai bisa satu bulan datang  bantuan. Lagi pula nggak mungkin rumah kami tak diperbaiki, terus mau tidur dimana?” tanya Boiman.

Sejumlah warga mengaku harus mengeluarkan kocek sendiri untuk membeli bahan-bahan bangunan yang memang harus dibeli. “Ya terpaksa dibeli juga,’’ kata Boiman.
Kepala Dusun Kuningan, Mus Muliadi, mengakui Pemkab Sergai telah mendata rumah-rumah yang rusak diterjang angin putting beliung. “Ada 39 bangunan yang rusak, tapi paling parah empat rumah,” ujarnya.

Menurut Mus Muliadi, dirinya banyak didatangi warga yang meminta kejelasan janji bantuan Pemkab Serdang Bedagai kepada para korban. “Semuanya mendesak saya. Saya cuma menyarankan warga bersabar,” tukasnya. Sementara, Kades Desa Sei Periok, Salamuddin Barus mengaku kesulitan menjawab warga yang terus mempertanyakan bantuan dari Pemkab Sergai. Salamuddin meminta warga tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

“Kami sudah informasikan Bupati Serdang Bedagai akan melihat langsung kondisi warga di sini. Saya yakin pak Bupati pasti mendengarkan keluhan kami,’’ kata Salamuddin. (mag-3)

Tanpa Beban

MEDAN- Bagi PSMS, partai tandang bentrok PSPS Pekanbaru pada lanjutan ISL di Stadion Kuantan Singingi, besok (9/4), merupakan laga tanpa beban. Namun, misi meraih poin penuh tetap diapungkan.
Meski di putaran pertama, skuad berjuluk Ayam Kinantan ini mampu menekuk Asykar Bertuah, julukan PSPS, dengan skor 3-1, PSMS tak mau gegabah. “Kita harap anak-anak bisa bermain lepas tanpa beban, tapi tak juga gegabah. Modal utama adalah saat kita bisa mengungguli PSPS di Stadion Teladan,” ungkap caretaker PSMS Suharto AD, Sabtu (7/4).

“Sebelum kita berangkat nanti sore (Kemarin) kita sudah matangkan persiapan. Kita sudah latihan finishing touch ditambah latihan-latihan ringan tadi pagi,” tambah Suharto.

Namun, keberangkatan kali ini PSMS tak menyertakan kapten kesebelasan Markus Haris Maulana. Pemain yang dibawa sebanyak 17 orang plus Anton Samba yang masih dalam hukuman akumulasi kartu kuning. “Markus minta ijin ada urusan keluarga, makanya dia tak diikutsertakan. Sedangkan Anton tetap dibawa, untuk memperkuat PSMS saat meladeni Persija Jakarta di Stadion Utama Glora Bung Karno, 14 April mendatang,” jelas Suharto.
Mengenai pemain yang baru akan bergabung menurut Suharto akan langsung datang ke dua lokasi. “Si Nastja Ceh langsung ke Pekanbaru, kalau si Fahruddin masih di Jakarta, mungkin dia bergabung saat kita bertanding lawan Persija nanti,” katanya.

Kemungkinan dimainkannya pemain baru tersebut masih melihat kondisi tim saat akan bertanding nanti. “Kita lihat nanti, kalau memungkinkan akan kita mainkan walau sebentar,” ujar Suharto lagi.(saz)
Sementara dua pemain asing asal Korea menurut Suharto belum bisa dibawa. “Kalau duo Korea kita tinggal di Mess. Dan Sin Hyun Joon dalam waktu dekat ini akan segera datang,” tandasnya. (saz)

Uji Coba, PSDS Jr Lumat MBS 3-2

LUBUK PAKAM- PSDS Jr menang 3-2 atas MBS dalam pertandingan persahabatan, di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam Sabtu (7/4)  sekitar pukul 15.30 WIB.

Traktor kuning julukan PSDS Jr yang merupakan besutan duet Nasib Iwan dan Susanto, unggul melalui tendangan Reza, Dhio Wariska Hartono dan Rizki Ramadhan. Sementara itu, dua gol balasan MBS melalui, Didik Jumadi.
Ajang uji coba itu masing masing disaksikan Manejer PSDS Jr Juniman dan MBS Sudarman. Kedua tim berbeda usia itu, menampilkan permainan terbaik. PSDS Jr yang rata-rata berusia 17 tahun itu menampilkan kekuatan stamina serta kecepatan sehingga membuat tim MBS kewalahan.

Sebaliknya, MBS yang banyak diperkuat mantan pemain sepakbola itu, menampilkan kerjasama tim dan akurasi tendangan.

Pada pertandingan babak pertama PSDS jr berhasil membuahkan gol melalui Reza. Hingga turun minum skor 1-0 keunggulan PSDS jr.
Tertinggal 1-0, pelatih MBS Tony Kusuyo menginstruksikan pemainnya bermain menyerang. Gol balasan MBS, tercipta karena kiper PSDS Jr  Ryan Deseka blunder. Didik Jumadi pemain MBS berhasil membuat gol bagi timnya sehingga  skor jadi 1-1.

Selanjutnya dua gol balasan PSDS Jr melalui Dhio Wariska Hartono dan Rizki Ramadhan skor jadi 3-1. Kembali Didik Jumadi yang merupakan mantan anggota timnas antar mahasiswa itu menambah gol buat timnya, sampai pulit panjang ditiup skor 3-2 atas kemenangan PSDS Jr.

Usai pertandingan, Manejer MBS Sudarman mengakui permainan PSDS Jr bagus, bahkan layak menjadi duta Sumatera Utara ke Kompetisi Piala Soeratin Cup Tahun 2012 ini.
Manejer PSDS Jr Juniman mengatakan uji coba dengan MBS dapat dijadikan pelajaran berharga. Dimana pada pertandingan ujicoba itu, tumbuh percaya diri para pemain.(btr)
“Kondisi seperti ini dibutuhkan untuk meningkatkan mental bermain,” ujarnya.(btr)

Gita Gutawa Dari Medan ke Inggris

Artis multi talented, Gita Gutawa, ‘jalan-jalan’ di Matahari Medan Mall, Sabtu (7/4). Kegiatan itu dilakukannya dalam rangka temu fans sebagai ambasador sebuah produk kecantikan.

Di Medan Mall, Gita mengungkapkan niatnya berangkat ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan. “Saya akan kuliah disana, mengambil jurusan ekonomi. Baru kali ini saya akan jauh dari orangtua. Saya mohon doa dari para penggemar semoga saya berhasil dan cepat kembali,” ujarnya.

Kuliah di Inggris merupakan keinginan Gita sejak duduk di bangku SMU. “Kebetulan keinginan saya didukung orangtua, sehingga niat kuliah di negeri orang tercapai,” ungkapnya.
Di sela jumpa fans, Gita membuhukan tanda tangan dan foto bareng penggemar. Gita sempat memohon maaf karena tidak bisa tampil bernyanyi. Dia harus menghemat suara, apalagi malam sebelumnya sempat bernyanyi dan menghibur penggemar di restoran. “Mohon maaf, saya belum bisa menghibur untuk pertemuan kali ini, karena ada sedikit masalah,” ujar Gadis bertubuh mungil ini.

Selain Medan Mall, beberapa tempat sudah dikunjungi Gita sepertiThamrin Plaza, Medan Fair Plaza, Pasar Sambas, dan terakhir ke Medan Mall. (ram)

Romeo Mirip Victoria

BOLEH jadi, bakat Romeo Beckham di bidang olahraga diperolehnya dari sang ayah, David Beckham. Namun soal penampilan, hampir tak ada bedanya dengan sang ibu!
Ketika menonton sebuah pertandingan hoki semalam (4/4), bocah berusia 9 tahun ini duduk bersebelahan dengan sang ayah. Kamera paparazzi pun segera mengabadikan momen ini, sekaligus menyoroti betapa mirip wajah Romeo dengan sang ibu, Victoria Beckham.

Yang paling mencolok ada adalah tulang pipinya yang tajam, dengan kulit berwarna zaitun dan mata berwarna coklat gelap. Tak hanya itu, bocah ini juga memperlihatkan celah di antara dua gigi depannya, yang sama persis dengan apa yang dialami Victoria ketika masih seusianya.

Dan sepertinya tak perlu meragukan pengaruh orang tua pada Romeo. Walau berwajah mirip sang ibu, Romeo lebih suka meniru gaya sang ayah dalam berpakaian. Mengenakan jersey, Romeo dan David kompak bergaya dengan topi baseball. Tak hanya itu, di pertandingan basket beberapa hari yang lalu, Romeo lagi-lagi meniru sang ayah yang mengenakan topi wol.

“Romeo adalah putraku yang paling fashionable. Dia lebih suka mengenakan skinny jeans, T-shirt vintage dan topi unik,” jelas David.
Senada dengan suaminya, Victoria juga menambahkan, “Aku ingin bilang anak-anakku punya bakat menyanyi dariku. Mereka juga  sangat fashionable, yang sepertinya menurun dariku. (bbs/jpnn)