31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 13701

Ical Minta Kader Berdamai

Kisruh DPD Partai Golkar Sumut

JAKARTA-Keinginan 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar se-Kabupaten/Kota yang disebut-sebut menginginkan digelarnya Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub), sepertinya kandas sudah. Pasalnya, aspirasi itu tidak mendapat restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)n
maupun Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Hal ini dipastikan setelah pada Rabu (4/4) malam, sejumlah petinggi DPP menggelar rapat internal yang dihadiri sejumlah perwakilan DPD Golkar Sumut. Dalam pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut, DPP diduga telah mengeluarkan rekomendasi.

Meski tidak diketahui secara pasti hasil dari pertemuan tersebut, namun pernyataan Ical – panggilan Aburizal Bakrie – cukup tegas. “Saya minta semua kader Partai Golkar untuk kembali berdamai dan tenang,” ungkapnya di kediamannya, di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Leo Nababan juga mengungkapkan hal senada. Pada awalnya, memang cukup sulit mengorek informasi darinya. Namun setelah didesak berkali-kali, akhirnya dugaan adanya permintaan Musdalub tersebut sepertinya memang ada. “Kan Pak Ketua Umum sudah tegas mengatakan dan meminta agar semua kader untuk tenang dan berdamai. Nah kalau pesan seorang ketua umum saja ini tidak didengar, mau apa lagi kita?”ungkapnya.

Untuk itu Leo berharap semua elemen partai Golkar Sumut, kembali memfokuskan perhatian ke depan dan bekerja untuk rakyat. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan.

Tapi tetap saja Leo tidak tidak mau jika disebut ada guncangan dalam tubuh Golkar Sumut yang saat ini mengemuka ke permukaan. Termasuk dugaan dimunculkannya lima kandidat calon Ketua DPD yang akan maju jika Musdalub akhirnya jadi digelar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kelima kandidat tersebut diantaranya Bupati Serdang Bedagai, T Erry Nuradi. Juga terdapat nama Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu. Nama lainnya, anggota DPR-RI Chairuman Harahap, anggota DPRD Sumut Ajib Shah, dan Bupati Labuhanbatu Utara Kharudinsyah Sitorus. “Dalam partai itu biasa ada perbedaan pendapat atau istilahnya pertempuran dan kisi-kisi lainnya. Itu kan sebuah dinamika dan membuat partai itu semakin hidup. Jadi tidak perlulah di ekspose ke publik. “ungkap Leo lagi.

Dengan adanya penegasan Aburizal Bakrie dan Leo, sepertinya benar-benar menutup pintu adanya Musdalub DPD Golkar Sumut. Dalam pertemuan silaturahmi DPP dan sejumlah DPD se-Indonesia, yang digelar di kediaman Ical kali ini, terlihat juga tampak hadir beberapa petinggi Partai Golkar asal Sumut. Diantaranya anggota Komisi VI DPR RI, Chairuman Harahap dan anggota Komisi IV DPR, Anton Sihombing. Sebagaimana para petinggi partai lainnya, mereka juga enggan mengomentari adanya dugaan kisruh dalam Partai Golkar Sumut.(gir)

Tadi Malam SK Pencopotan Bupati Palas Diteken

JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menandatangani Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis dari jabatannya, Kamis (5/4) malam. Kabar penandatanganan SK dimaksud berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, kepada Sumut Pos.

“Insya Allah jadi hari ini,” ujar Djohermansyah lewat layanan pesan singkat kepada koran ini, kemarin siang.

Untuk memperoleh kepastian, tadi malam kepada Djohermansyah kembali ditanya hal itu. “Insya Allah malam ini diteken Pak Menteri. Nanti dikabari lagi,” jawab Djohermansyah.

Proses penandatangan SK oleh Gamawan tidak dilakukan di kantor, karena seharian kemarin mantan gubernur Sumbar itu tidak berada di kantornya. Kemungkinan besar di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Menurut perkiraan, karena hari ini libur, SK baru diterbitkan secara resmi Senin pekan depan. Pasalnya, untuk proses administrasi, SK harus diberi nomor, selanjutnya dikirim ke Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Di Medan, massa dari Forum Rakyat Bersatu Padanglawas berunjuk rasa ke Poldasu. Mereka menilai kepolisian daerah Sumut khususnya Polres Tapsel lamban menangani kasus korupsi Basyrah Lubis. “Kami selaku mewakili rakyat Palas minta kasus ini diusut  cepat dan ditindaklanjuti,” kata Koordinator Aksi Alam Amsal Siregar.

Kabag Wassidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Budiman langsung turun menerima mahasiswa. Budiman mengatakan, pihaknya sedang menunggu izin untuk memeriksa Basyrah Lubis sebagai tersangka. “Surat izin pemeriksa sudah di Mabes.  Mabes nanti yang mengantarkan ke Sekretariat Negara (Sesneg),” jelas Budiman.

Terkait permintaan mahasiswa mencopot Bupati Palas, Budiman menyatakan mahasiswa salah alamat. “Kami tidak memiliki wewenang untuk mencopot Bupati. Masak kalian tidak tahu. Kaliankan kan mahasiswa,” terang Budiman. (sam/Mag-5)

Dipaksa Minum Air Seni Biar tak Ngantuk

Kisah Dua PRT Asal Indramayu yang Disiksa di Medan (1)

Khuraini (16) dan Munisa (17) meninggalkan Indramayu Jawa Barat berbekal beribu harapan. Tapi apa daya, dijanjikan bergaji tinggi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Tangerang, mereka malah ‘dibawa lari’ ke Medan. Mereka pun dipaksa minum air seni agar tak ngantuk oleh majikan.

Kesuma-Jonson, Medan

Begitulah, lewat janji manis yang dibisikkan ke telinga, serta iming-iming mendapatkan gaji Rp600 ribu per bulan, warga Desa Bondan, Blok Kegeneng, RT VI, RW III Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu itu bertekad menjadi PRT. Apalagi, janji itu disampaikan seorang penyalur tenaga kerja yang mengaku dari Yayasan Sari Bhakti Mandiri. Penyalur bernama Sunani menawarkan kerja di Tangerang, bukan Medan.

Dengan niat tulus untuk membantu perekonomian keluarga Khuraini dan Munisa mencoba bertaruh nasib untuk bekerja di luar daerah tempat tinggalnya. Sayang, niat baik mereka hempas dan berakhir tragis.

Pengakuan ini didapat langsung dari Khuraini saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan, Kamis siang (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Anak bungsu dari dua bersaudara ini pun menceritakan kisah pilu mereka bisa sampai ke Medan dan bekerja di kediaman Benny Candra di Komplek Perumahan Graha Sunggal, Blok H Nomor 9.

Semua bermula sejak awal Januari 2011 silam. Ketika itu, Khuraini dan Munisa yang dijanjikan bekerja di Tanggerang ternyata dibawa ke Medan oleh si penyalur dan diperkenalkan dengan majikannya Benny Candra serta isterinya Lili Wiki Miati. Meskipun sempat curiga karena daerah yang dituju tidak sesuai dengan kesepakatan awal, namun Khuraini dan Munisa terbujuk janji manis sang majikan.

“Dia bilang (majikan perempuan, Lili) di Medan hanya untuk berkeliling saja dan setelah itu nanti akan kembali ke Tanggerang. Ternyata dia bohongi kami,” aku Khuraini.
Awalnya biasa saja. Rumah majikan mereka cukup besar. Pada bulan pertama, keduanya mendapatkan perlakukan dan perhatian layaknya seorang majikan yang sangat bertanggung jawab. Selain mendapatkan makan secara rutin yakni tiga kali sehari, mereka juga mendapatkan perhatian yang cukup dari kedua majikannya. Keduanya pun merasa nyaman untuk bekerja walau belum pernah menikmati gaji yang dijanjikan.

Memasuki bulan keempat, sebuah perlakuan tidak manusiawai mulai dirasakan Khuraini dan Munisa. “Tiga bulan saja mereka baik sama kami. Setelah itu kami sering dipukuli, dilempar baskom, dan selalu disiksa jika membuat kesalahan saat kerja,” kenang Khuraini.

Bahkan untuk mengganjal perut mereka, keduanya hanya diberikan segenggam beras tanpa lauk pauk dan makanan penyerta lainnnya. “Untuk makan, beras yang dikasih majikan, saya masak menjadi bubur untuk kami makan. Kalaupun kami merasa lapar, biasanya secara diam-diam kami mengambil sisa makanan mereka (majikan). Kalau ketahuan kami selalu dimarahi bahkan sisa makanannya dibuang ke tempat sampah,”tambahnya.

Khuraini juga pernah dipukul dan ditendang majikan prianya ketika dianggap tidak bersih saat mengepel kolong kursi. Bahkan dia juga mengaku sering ditampari oleh majikan perempuannya karena tidak sempurna saat mengerjakan tugas lain yang diperintahkan. Siksaan tidak hanya datang dari kedua majikannya saja. Anak majikannya yang masih duduk di bangku kelas II SMA pun setali tiga uang.

Parahnya lagi, Khuraini sempat menerima perlakuan tak wajar. “Setiap tengah malam kami secara bergantian disuruh nyuci baju. Dan ini harus dikerjakan malam karena kalau pagi masih banyak pekerjaan lain yang harus kami kerjakan. Saat menyuci baju, dia (majikan perempuan) memaksa kami meminum air seninya dengan alasan agar tidak mengantuk,” bilang Khuraini.

Tentu saja keduanya tak mau, namun mereka sama sekali tidak bisa menolak. “Meskipun berulang kali muntah tapi dia tetap maksa kami menghabiskannnya. Saking seringnya sampai saat ini, saya gak ingat lagi berapa kali sudah meminum air seni mereka,” tambah wanita yang hanya bisa menikmati pendidikan sampai kelas V SD itu.

Khuraini juga mengakui jika mereka tidak boleh menangis, harus tegas, dan siap menerima segala siksaan di bawah ancaman sang majikan. “Mereka selalu mengancam kalau kami melangkahkan kaki selangkah saja keluar dari rumah, maka kedua orangtua kami akan dipenjara. Itulah alasan kenapa kami tetap bertahan di rumah itu,”ucapnya sedih.

Beruntung, setelah setahun merasakan siksaaan, keduanya berhasil kabur. Ya, meski harus melompat dari jendela yang berada di lantai dua. (bersambung)

Pemko Medan Benahi Fasilitas Publik yang Dirusak Pengunjukrasa

Pasca aksi unjukrasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Senin (26/3) hingga Sabtu (31/3), sejumlah fasilitas publik di Kota Medan banyak yang rusak.

Untuk membenahinya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kodam I BB melakukan aksi pembenahan dan penataan ulang fasilitas publik di sejumlah kawasan di Kota Medan.

“Kini, kami bersama rekan-rekan dari TNI AD, atas inisiatif dan perintah dari Pangdam I BB. Kami membenahi kembali fasilitas umum yang rusak,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap saat melihat langsung pembenahan fasilitas umum yang rusak di simpang Jalan Sutomo dan Jalan Gaharu, kemarin.

Rahudman menyebutkan, untuk traffic light yang hancur, Pemko Medan langsung menggantinya dengan lampu pijar yang sifatnya sementara. Pasalnya, untuk menggantinya dengan lampu LED itu harus dipesan dan perlu persiapan, terpenting lampu lalu-lintas bisa kembali berfungsi dengan baik.
Selanjutnya, paparnya untuk taman dan plank jalan yang rusak juga telah dibenahi. Pembenahan yang dilakukan ini sepenuhnya dari Pangdam I BB. “Dengan memanfaatkan tenaga TNI AD bersama dengan masyarakat merupakan satu ide yang baik dan luar biasa,” ucapnya.

Ketika ditanyai mengenai soal anggaran pembenahan sejumlah fasilitas umum yang rusak di KotaMedan. Anggarannya dialokasikan dari APBD Kota Medan.

“Anggarannya nanti diambil dari anggaran pemeliharaan dinas. Kalau traffic light dari anggaran pemeliharaan Dinas Perhubungan,” terangnya.
Ke depan paparnya, seluruh kelompok mahasiswa ataupun elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya dengan berunjukrasa, sebaiknya dapat dilakukan dengan santun.

“Janganlah rusak fasilitas umum yang tidak ada kaitannya, kita harus bersama-sama menjaga Medan ini tetap kondusif. Saya heran, ada apa rupanya dengan traffic light, kenapa dihancurkan padahal tidak ada kaitannya,” jelasnya.

Menurut dia, terdapat 20 traffic light atau lampu lalu lintas yang rusak. Namun, pihaknya telah mengupayakan perbaikan seluruh traffict light yang rusak dalam satu hari. Sehingga arus lalu lintas tidak terganggu. “Semuanya sudah kami perbaiki untuk menghindari kemacetan,” katanya.
Aksi pembenahan fasilitas umum yang dilakukan Pemko Medan besama Kodam I BB, terlihat di tiga kawasan, seperti di kawasan Jalan dr Mansyur dan Jalan Jamin Ginting, Jalan S Parman dan Jalan Pattimura juga Jalan Sutomo dan Jalan Gaharu. (adl)

Usulkan Dana Bencana

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengajukan anggaran ke Pemko Medan untuk perbaikan  traffic light di lima persimpangan yang rusak akibat aksi unjukrasa penolakan kenaikan BBM, sebesar Rp1.178.516.000. Anggaran tersebut akan dialokasikan dari anggaran bencana dengan proses penunjukan langsung (PL).

“Baru tadi diajukan kepada pak Wali, anggaran untuk perbaikan traffic light itu. Anggarannya sekitar Rp1,1 miliar, itu untuk memperbaiki sebanyak 20 traffic light yang rusak, kapan dilakukan pengadaannya itu tergantung kepada pak Wali setelah disetujuinya nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Ko ta Medan, Armansyah Lubis.

Secara rinci, dia menerangkan, untuk persimpangan Jalan Yos Sudarso/Adam Malik perbaikan traffic light dibutuhkan anggaran sebesar Rp94.040.000, simpang Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Gaharu Rp119.476.000, simpang Jalan Sutomo/Jalan Perintis Kemerdekaan Rp163.172.000. Selanjutnya simpang Jalan Prof HM Yamin/Jalan Sutomo Rp60.974.000.

Begitu juga untuk simpang Jalan HM Yamin/Jalan Gaharu Rp60.974.000, sedangkan simpang Jalan Sudirman/ Jalan S Parman Rp75.032.000, simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan Iskandar Muda Rp141.006.000, simpang Jalan Jamin Ginting/Jalan dr Mansyur Rp260.862.000, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Setia Budi Rp161.014.000 dan simpang Jalan SM Raja/Jalan Hm Jhoni Rp40.966.000.

Dia menyebutkan, anggaran yang diajukan ke Pemko Medan merupakan anggaran yang nantinya dialokasikan dari anggaran bencana, karena perbaikan traffic light itu terjadi karena adanya keadaan darurat akibat aksi unjukrasa yang dilakukan sejumlah elemen dalam menolak rencana kenaikan BBM.
Sedangkan untuk proses yang dilakukan, Armansyah menyatakan, penunjukkan langsung, yang tidak melalui proses tender. Sehingga pengadaan traffic light yang rusak itu bisa langsung dilakukan. “Kalau menggunakan proses tender nanti akan lama waktunya, makanya dilakukan dengan PL,” terangnya.
Ketika disinggung, kapan selesainya pengadaan untuk traffic light tersebut, Armansyah mengatakan pengadaannya itu masih tergantung kepada persetujuan dari Wali Kota Medan. “Setelah ada persetujuan dan anggarannya keluar untuk pengadaan itu tidak akan lama, karena pengadaannya tidak harus baru keseluruhannya hanya perbaikan dan pembelian lampu, jadi tidak akan memakan waktu lama,” terangnya.

Lebih lanjutnya, Armansyah menyampaikan, tidak semua traffic light itu harus dilakukan pengadaan baru, sebab beberapa traffic light yang rusak itu merupakan tiang rendah, sedangkan yang tiang tinggi tidak rusak. Ada sebagian juga yang boksnya hancur dan alat kontrol serta countdown yang rusak. “Jadi tidak semua alatnya yang harus diganti,” sebutnya.

Terkait kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Medan seperti di persimpangan Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan juga di Jalan Sutomo/Jalan Gaharu, Armansyah membantah kalau hal itu terjadi karena kerusakan traffic light. (adl)

Pasang Traffic Light Berkamera

Kabag Humas Pemko Medan Budi Hariono menambahkan kalau lampu merah digital berkamera atau traffic light digital camera yang masuk dalam Master Plan Kota Medan sudah dipertenyakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait kesiapan Kota Medan.

“Kini akan segera disiapkan. Karena sekarang sedang dalam tahap persiapan di Kemenhub pusat. Mereka juga ingin melihat langsung persiapan Kota Medan dalam menerapkan sistem ini. Ya, mereka juga ingin tahu, apakah memang benar-benar sudah siap atau seperti apa. Agar perencanaan lanjutan untuk tender pengadaannya bisa dilaksanakan,” katanya.

Menurut dia, untuk pelaksanaan tender nantinya akan diketahui berapa unit perangkat dibutuhkan. Sedangkan teknis tendernya, nantinya akan langsung dilaksanakan Kemenhub Pusat melalui Satker Perhubungan Provinsi Sumut.

“Kalau tender pengadaannya saya rasa nanti akan dilaksanakan melalui provinsi. Kan di provinsi ada Satker Perhubungan. Masalah kesiapan Kota Medan akan dibahas di   Kemenhub Pusat  dahulu.(adl)

Eratkan Hubungan demi Kondusifitas

Kapendam I/BB, Kolonel Kav Halilintar Sembiring menyebutkan, aksi pembenahan kembali fasilitas umum di Kota Medan yang rusak pasca unjukrasa merupakan satu inisiatif dan perintah dari Pangdam I BB.

“Dalam aksi Karya Bakti melibatkan 250 personel TNI AD, kita bekerjasama dengan Pemko Medan untuk memperbaiki pos-pos polisi yang rusak, memperbaiki jalan, taman seperti pot-pot bunga yang rusak, sehingga bisa kembali ditata dan dapat digunakan oleh masyarakat,” terangnya.
Dia mengatakan, hubungan TNI khususnya TNI AD dengan masyarakat dan pers di daerah wilayah Kodam I/BB khususnya dan di Indonesia pada umumnya perlu dimesrakan kembali agar pertahanan negara terjaga secara utuh.

“Pada pada prinsipnya tugas dan tanggungjawab, TNI AD, masyarakat dan pers dalam menajag pertahanan dan keamanan negara tidak jauh berbeda,” ujarnya.

TNI AD memerlukan banyak informasi dari masyarakat dan pers untuk dianalisis dan selanjutnya dicarikan solusinya, sehingga masyarakat merasa terlindungi.

“Sejak perang kemerdekaan hingga kini masing-masing pihak telah bersinergi, menjalin kemitraan serta saling mendukung untuk kesuksesan tugas. Kerjasama itu tak boleh terputus dan harus dilanjutkan demi kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.(adl)

Festival Diklat Alumni PPLP Digelar

MEDAN- Alumni Diklat PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Sumut akan menggelar  Festival Diklat Alumni PPLP 2012 (KU-14 dan 15),  di Lapangan PPLP Jalan Pembangunan Sekolah Medan Sunggal, 6 hingga 8 April mendatang.

“Turnamen ini kita gelar untuk mencari pemain-pemain yang nantinya bisa mengikuti seleksi ke PPLP tahun 2012,” tutur Sangap Surbakti, Ketua Panitia didampingi Sekretaris Bambang Tarigan kepada wartawan di sekretariat PPLP Sumut Kamis (5/4).

Sangap menambahkan, sekitar 9 pemain PPLP Sumut akan tamat sehingga diadakan perekrutan bibit baru nantinya. “Kan di sini (PPLP) ada 20 pemain sepak bola, dan 9 di antaranya akan lulus. Jadi kita buat turnamen agar nantinya mereka memiliki kesempatan untuk mengecap pendidikan,” katanya.
Di tempat yang sama Bambang menyatakan festival yang rencananya akan menjadi agenda tahunan ini akan diikuti oleh 4 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berada di Kota Medan, dan 4 tim dari luar Kota Medan antara lain Binjai, Langkat, Sergai dan Tanah Karo. Untuk tim dari Kota Medan yang terpilih untuk menjadi peserta adalah, SSB Sinar Sakti, SSB Patriot, SSB Hamparan Permata dan SSB Dispora Medan. Sedangkan dari luar Kota Medan ada Karang Taruna Binjai, Agtagana Sergai, Bina Pratama Karo dan Daun Mas Langkat.

Dipilihnya kedelapan tim SSB tersebut, menurut Sangap, karena 4 tim SSB yang berasal dari Kota Medan adalah tim yang pernah masuk peringkat 4 besar dari beberapa turnamen di Kota Medan. “Empat tim ini adalah tim yang berada di peringkat 4 besar SSB di Medan. Namun karena kita mencari format 8 peserta, jadi kita ambil 4 tim lainnya dari luar. Dan Binjai, Langkat, Sergai dan Tanah Karo lah yang kita ikut sertakan,” katanya mengakhiri. (mag-10)

Wahidin Sua Sutomo 1 di Final

Libala Zona Medan 2012

MEDAN- Tim basket SMA Wahidin dan SMA Sutomo 1 memastikan tiket final Liga Basket Pelajar (Libala) Zona Medan 2012 setelah tampil perkasa di babak semi final, Kamis (5/4) di Lapangan Perguruan Sutomo 1 Medan. Wahidin memenangkan duel dari Methodist 2, 65-43. sementara Sutomo 1 tak terlalu kesulitan mengandaskan perlawanan Harapan Mandiri 87-35.

Duel semifinal kemarin malam, Methodist 2 sedikit pincang. Guard andalannya, Nicholas harus absen karena kegiatan ibadah. Padahal Nicholas sangat diandalkan untuk menyumbang angka. “Nicholas minta izin karena ada kegiatan ibadah di Gereja. Memang kita akui sedikit pincang karena Nicho sangat dibutuhkan tim,” kata Pelatih Methodist 2, Atus Gultom.

Benar saja, ketidakberdayaan Methodist 2 sudah terlihat di dua kuarter awal. Yuharsan dkk tertinggal cukup jauh. Wahidin yang mengandalkan Jimmy, Mekkel, Chandra, Ricky, dan Andy meninggalkan lawannya 50-28 di akhir kuarter ketiga. Jimmy yang berpostur besar dengan kelihaian mampu menerobos zona defence Methodist 2. Bahkan center jangkung, Tamunu terpaksa ditarik keluar karena sudah terkena foul trouble.

Namun di kuarter keempat, justru Wahidin yang harus kehilangan Mekkel menyusul dua foul-nya. Sebelumnya dia sudah melakukan tiga foul dan berujung foul out. Kali ini Yuharsan mencoba bermain dengan tembakan tiga angka. Dua kali ia melakukannya dan membangkitkan asa Methodist 2 untuk memperkecil defisit dengan torehan 35 poin. Namun kekhawatiran Atus soal Tamunu menjadi kenyataan karena ia juga terkena foul out. Wahidin pun mengakhiri langkah Methodist 2 dengan koleksi 65 angka.

“Sejak awal kita memang tertinggal terlalu jauh. Anak-anak akhirnya bisa main lebih baik di kuarter ketiga dan keempat. Tapi sudah terlambat karena waktu sudah sempit. Ini akan menjadi bahan pelajaran bagi saya untuk lebih belajar lagi. Semoga kita bisa lebih baik di even berikutnya,” jelas Atus.
Sementara Pelatih Wahidin, Hidayat Natasasmita menyebut skuadnya sempat bermain buuk di kuarter awal. “Awalnya anak-anak banyak turn over dan terikut permainan lawan yang lambat. Padahal kita mau main cepat. Tapi di kuarter berikutnya mereka mulai bisa kembali bermain cepat. Mekkel tadi terkena foul out karena memang banyak melakukan foul-foul yang tidak perlu,” katanya.

Menghadapi Sutomo 1di final, Sabtu (7/4) besok, dirinya akan lebih memperkuat defence dan transisi pemain. “Tentu defence harus lebih dimaksimalkan. Transisi juga harus lebih baik. Kalau ada pemain lawan yang mencetak banyak angka mungkin kita akan beri pengawalan ekstra kepada dia,” pungkasnya. (mag-18)

Asahan Siap Gelar Danon Nation Cup 2012

KISARAN- Asahan  telah bersiap sebagai salah satu tempat dilaksanakannya kualifikasi festival Danon Nation Cup (DNC) tahun 2012  atau  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia. Hal yang sama akan digelar juga di Kabupaten Langkat, Deliserdang dan Kota Medan.

Sebanyak delapan kabupaten/kota  di Sumut yang memilih berlaga di Asahan yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Tengah , Batu Bara, Labuhan Batu , Labura, Kota Tebing Tinggi , Kota Tanjung Balai dan tuan rumah Asahan.Sedang selebihnya memilih berlaga pada tuan rumah lainnya.

Delapan kabupaten/kota  tersebut telah mengutus  menejer, pelatih dan offesial  untuk mengikuti technical meting  yang dilaksanakan di Balai Karyawan PTPN 3 Kebun Sei Dadap Kecamatan Air Batu, Asahan, Kamis (5/4).

H M Wahyudi, SST MKes yang merupakan penaggungjawab  even kualifikasi  DNC di Asahan kepada METRO (grup Sumut Pos) di sela-sela kesibukannya mengatakan, Asahan telah siap sebagai tuan rumah dalam gelar festival DNC Tahun 2012 ini.

“Hari ini (Kamis 5/4) sedang digelar technical meeting  dan telah hadir dari Pengda Pemprovsu untuk memberi arahan kepada yang mewakili tim dari delapan kabupaten/kota yang memilih berlaga di Asahan”,ujarnya.

Wahyudi yang juga Ketua Pengcab PSSI Asahan bersama sejumlah panitia local diantaranya Ismanto, Iwa Risfa Irsan Lubis , Arsyari  Ardi Lubis dan lainnya menambahkan, DNC yang digelar di Asahan tediri dari 48 tim yang berasal dari delapan kabupaten/kota tersebut.

Selanjutnya sebut dia dibagi menjadi 16 Pol dan setiap Pol terdiri dari 3 tim. Sedang pertandingan digelar selama dua hari yaitu Jumat dan Minggu (6-8 April 2012) sedang waktu pertandingan adalah 20 menit atau 2 x 10 menit dengan system gugur.Jika terdapat pertandingan seri,maka langsung dilakukan adu tendangan finalti.

Mengenai peraturan lain sebut anggota DPRD Asahan dari Fraksi Golkar Asahan ini telah diberi penjelasan dari perwakila tim yang hadir pada technical meeting ini.Itu dimaksudkan agar semua pihak meahaminya sehingga akan tercipta sportivitas dalam ajang bertaraf internasional yang nantinya final dilangsukan  di Polandia.

“Siapa tahu bahwa tim yang berlaga di Asahan sebagai duta bangsa,sebab tidak mustahil bisa mereka menjadi utusan untuk menuju luar negeri mengikuti pertandingan lanjutan karena mampu mengatasi lawan-lawannya bertanding dari daerah mana saja di Indonesia”, ungkapnya.

Amatan METRO, Ketua Panitia Pelaksana dari PSSI Sumut dan EO Maestro Sport, Suriadi  didampingi Kordinator DNC 2012 Asahan yag juga dari Pengda PSSI Sumut, Asrul  P Batu Bara tampak serius memberi penjelasan pada technical meeting itu.

Suriadi membeber beberapa peraturan yang baku dalam sepak bola diutarakannya dan termasuk pelanggaran yang diganjar kartu kuning maupun kartu merah serta sanksi yang harus diterima pemain yang kena kartu kuning dan merah itu.

Sedang Nirwanto dan Alek Noya, masing-masing sebagai manejer dan pelatih dari Mariat Utama Kabupaten Simalungun usai mengikuti technical meeting berharap agar pertandingan nantinmya benar-benar dilaksanakan dengan sportif dan pada gilirannya tercipta generasi persepak bola yang professional. (van/smg)

Petenis Tunggal Putra Sumut Tumbang

MEDAN- Sumut dipastikan tak menyisakan wakilnya untuk kategori tunggal putra Turnamen Tenis Piala Gubsu Open 2012. Tiga petenisnya bertumbangan pada pertarungan di babak kedua, Kamis (5/4) kemarin di Lapangan Tenis Kebun Bunga Medan. Sumut kini hanya berharap di tunggal putri dan ganda putra/putri.

Habibi Yasin harus merasakan tangguhnya petenis unggulan ketiga, Sebastian Dacosta kemarin. Habibi dibuat tak berkutik dan hanya mampu mencetak satu angka di set pertama. Upaya bangkit di set kedua pun pupus. Tanpa ampun petenis asal Kaltim itu mengakhiri duel 6-0. Sebastian akan menghadapi petenis non unggulan Rahmat Hidayat (NAD). Rahmat membuat kejutan dengan menekuk Garcia Rangan 6-2, 7-6.

Petenis Sumut lainnya, Alfonso Bangun juga tak berkutik menghadapi unggulan keenam, Kurnia Suranto. Padahal Alfonso sempat membuat petenis Jateng itu kerepotan dengan memenangkan set pertama 6-3. Namun di set kedua, Kurnia berhasil memaksakan rubber set usai dengan unggul 6-4. Langkah Alfonso pun terhenti dengan kekalahan 1-6 di set ketiga.

Donny Collin juga bernasib sama dengan dua rekannya. Ia dipaksa bertekuk dari petenis unggulan keempat, Ibrahim Unggulaga. Petenis Jatim itu awalnya diprediksi akan menang mudah setelah unggul 6-3 di set awal. Namun Donny membalikkan keadaan di set kedua dan memaksa rubber set dengan unggul 6-0. Namun usaha Donny kandas setelah Ibrahim mengakhiri set ketiga, 6-1. Ibrahim menghadapi Kurnia di babak perempat final, Jumat (6/4) ini.
Kejutan terjadi dengan tersingkirnya petenis unggulan kedua, Indra Wijaya dari peteis non unggulan asal Jabar, Ibrahim Ali. Petenis peringkat 15 nasional itu menyerah dua set langsung 3-6, 4-6. Nasibnya kontras dengan petenis unggulan pertama, Ekky Hamzah yang belum menemui perlawanan berarti. (mag-18)

Duo Korea Tiba di Medan

MEDAN- Usai mendepak duo Korea Choi Dong Soo dan Inkyun Oh, PSMS kembali menjajal duo Korea yang terakhir merumput di liga Thailand. Kedua pemain itu adalah Hwang Sunbo yang berposisi striker dan Ko Jae Hyo sebagai playmaker.

Keduanya tiba di Mess Kebun Bunga Kamis (5/4) sore. Melalui penerbangan Batavia Airlines Y6593 dari Jakarta 13.00 WIB mereka tiba di Medan sekira pukul 15.15 WIB.

Seolah mengingatkan duo Korea Inkyun dan Dong Soo, tentu hal tersebut tak ingin terulang lagi di skuad berjuluk Ayam Kinantan itu. Mengenai tak bisa kerjasamanya kedua eks pemain PSMS ini dengan baik, caretaker PSMS Suharto AD mengaku harus lebih dulu mencekoki duo Korea baru itu dengan paham di PSMS.

“Kita harus beritahu mereka, jika mereka bisa bermain dengan aturan yang kita terapkan, mereka bisa kita rekrut. Namun, meski skill mereka cukup bagus, tapi tetap tak bisa menerapkan aturan, kita tak akan memberikan tampat di sini,” tegasnya.

Mengenai pemain asing Asia yang memiliki kuota tiap tim hanya dua orang, terpaksa tim pelatih PSMS menyeleksi duo Korea yang baru saja tiba. “Kita akan beri mereka waktu seminggu untuk memperlihatkan skillnya. “Namun, kita akan melakukan seleksinya setelah kita menyelesaikan dua laga tandang ke PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta. Karena pada dua laga ini, kita belum bisa memboyong mereka,” terang Suharto.

Duo Korea ini harus diseleksi karena satu posisi di PSMS untuk kuota pemain asing Asia sudah diisi oleh gelandang potensial asal Deltras FC Sidoarjo Sin Hyun Joon. “Kalau Sin Hyun Joon tak diseleksi lagi, karena kita sudah tahu kemampuannya. Ia juga dari Korea, dan dia juga akan kita beritahu agar bisa mengikuti sistem yang kita terapkan,” ujar Suharto lagi.

Mengenai santernya isu bakal ada lagi pemain lokal PSMS yang didepak, Suharto menepis hal tersebut. “Karena sudah beredar info ke mana-mana, jadi manajemen ingin memastikan hal itu. Jadi info tentang bakal didepaknya Alamsyah hanya isu, dan itu sama sekali tidak benar,” tandasnya. (saz)

Skill Kalah, Kerjasama Lebih Bagus

DIDEPAKNYA sejumlah skuad PSMS tak begitu mempengaruhi kepelatihan Suharto. Menurut prajurit aktif TNI AD ini, masih banyak pemain yang bisa mengisi posisi pemain yang sudah didepak.

“Posisi yang ditinggalkan hanya di lini tengah dan depan. Dan di kedua posisi kita masih memiliki banyak pemain yang bisa menggantikan,” ungkapnya, Kamis (5/4).

Namun, Suharto tak menampik, skill pemain yang tersisa memang sedikit di bawah pemain yang didepak. “Soal skill memang berada setingkat di bawah Inkyun maupun Dong Soo. Namun, soal kerjasama mungkin yang ini bakal lebih baik,” terangnya.

Dengan bakal datangnya dua gelandang dari Deltras FC Sidoarjo Fahruddin dan pemain asal Korea Sin Hyun Joon, ditambah duo Korea yang terakhir bermain di liga Thailand serta mantan pemain Timnas Slovenia Nastja Ceh, Suharto mengaku optimis, skuad Ayam Kinantan akan semakin padu dan komplit.

“Dengan skill yang masing-masing dibawa pemain yang bakal kita rekrut ini, saya yakin, kebutuhan tim akan terpenuhi untuk bersaing di putaran kedua ISL,” tutur Suharto.

Menatap laga perdana di putaran kedua, Suharto mengaku jadwal latihan PSMS semakin sempit. “Memang, kita latihan di sini (Medan) tinggal besok (Hari ini). Karena Sabtu (7/4) kita sudah harus berangkat ke Pekanbaru, meladeni PSPS di laga perdana putaran kedua,” katanya.
Namun, dari pantauan wartawan, PSMS belum full team saat menggelar sesi latihan kemarin (5/4).

“Benar, Anton Samba dan Osas Saha belum kembali. Dari konfirmasi yang mereka lakukan ke pihak manajemen dan pelatih, mereka mengaku kesulitan mendapatkan tiket ke Medan,” ujar Suharto.

“Tapi, kita tadi (Kemarin) tetap melakukan latihan penuh, meski tanpa dua pemain itu. Selain peregangan untuk menjaga kebugaran, kita juga sudah memasukkan beberapa materi latihan untuk persiapan. Seperti melakukan sedikit perubahan formasi,” tambahnya. (saz)