Home Blog Page 13705

Semua Mau Wembley

Sunderland vs Everton

SUNDERLAND- Perempat final FA Cup antara Sunderland versus Everton merupakan laga ulangan, karena di pertemuan sebelumnya di Goodison Park, Everton tak mampu menang atas Sunderland. Kini keduanya mesti tanding ulang di Stadium of Light demi satu tiket ke semi final yang digulirkan di Wembley Stadium.

Ya, seluruh kontestan perempat final FA Cup sangat ingin menjejak Wembley sebagai venue semi final dan final FA Cup. Yang sudah pasti menjejaknya adalah Liverpool dan Chelsea. Sisa tiket kini tengah diburu Sunderland-Everton dan Tottenham-Bolton. Laga dua tim terakhir juga harus digelar ulang juga karena insiden pingsannya gelandang Bolton, Fabrice Muamba, di saat skor 1-1.

Khusus untuk laga ini, kubu Liverpool membeber kemungkinan terjadinya derby merseyside. Itu artinya, Everton yang bakal memenangi laga atas Sunderland, meskipun digelar di hadapan ribuan publik tuan rumah. Sebaliknya, pemenang antara Tottenham versus Bolton akan menghadapi Chelsea di semi final. Semi final sendiri akan digelar pada 14 dan 15 April mendatang.

“Melawan Sunderland tentu berat bagi Everton. Tapi kami memiliki keyakinan mereka bisa melewatinya dan bertemu kami di derby,” kata bos Liverpool Kenny Dalglish di BBC.

Sementara itu, keyakinan tuan rumah Sunderland tak bisa dianggap remeh. Pemain sayap James McClean, juga berharap timnya bisa melangkah ke Wembley. “Main di Wembley adalah kesempatan besar,” katanya. “Kami dalam kondisi percaya diri dan mudah-mudahan kami bisa menjalankan tugas dengan sempurna,” lanjutnya di  BBC. (ful)

Maling Kepergok di Warung

Aronius (19), warga Jalan Pelita I Medan ditangkap warga di sebuah warung di Jalan Pelita V Medan, Senin (26/3) sore. Usut punya usut ternyata Aronius ditangkap karena mencuri di rumah Firman (24) di Jalan Pelita IV, Medan Perjuangan.
Keterangan Firman, Aronius sebelumnya kedapatan mencuri handphone miliknya.

“Tapi perbuatan  pelakun masih kami maafkan. Tapi kembali diulangi dan kali ini uang dan beberapa pakaian yang disikat,” kata Firman.
Menurutnya, kejadiannya Jumat (23/3) pukul 05.00 WIB, tersangka masuki melalui pintu kamar mandi dengan cara merusak kunci. Kemudian tersangka masuk ke kamar mengambil uang Rp4.850.000 dan beberapa pakaian dalam lemari.

Selidik punya selidik ternyata Firman tahu kalau pelaku yang beraksi di rumahnya Firman. Dia kemudian mencari Firman dan bertemu di warung. Firman bersama warga kemudian menangkapnya dan menyerahkannya ke Mapolresta Medan. (gus)

Brimob Dianiaya di Rutan Tanjung Gusta, Polisi Jemput 9 Sipir

MEDAN-Unit Jahtanras Sat Reskrim Polresta Medan menjemput 9 sipir Rutan Kelas I Tajung Gusta Medan, terkait penganiyaan terhadap anggota Brimob Polresta Siantar Briptu Nimrot Situros (34), Senin (26/3) siang.

Pantauan Sumut Pos di lantai II Gedung Satuan Reskrim Mapolresta Medan, satu per satu petugas sipir masuk ruangan juru periksaan untuk dimintai keterangan.

Kanit Jahtanras Sat Reskrim Polresta Medan, AKP Yudi Priyanto mebenarkan pemeriksaan sembilan sipir Rutan Kelas I Tajung Gusta Medan. “Iya sedang kita periksa,” ungkapnya. Yudi mengatakan, polisi belum ada menetapkan tersangka, karena masih melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. “Masih diperiksa sebagai saksi,” ujar Yudi.

Sekadar mengingatkan, anggota Brimob Polresta Siantar yang menjadi tahanan di Rutan Kelas I Medan, Briptu Nimrod Sitorus (27), sekarat dipukuli sipir penjara Rutan Klas I Tanjung Gusta, Sabtu (24/3).

Briptu Nimrod Sitorus tahanan Polda Sumut terlibat kasus judi di titipkan di rutan. Saat apel pagi setiap hari rutin digelar di rutan untuk mengetahui jumlah tahanan, Briptu Nimrod Sitorus tidak ikut. Sipir penjara lantas mencari Briptu Nimrod di ruang tahanan. Akan tetapi Briptu Nimrod Sitorus tak bersedia mengikuti apel pagi. Sipir penjara pun emosi. Sipir penjara memukuli Briptu Nimrod Sitorus hingga wajahnya lebam dan hidungnya berdarah.(gus)

Rekor dan Air Mata Conte

TURIN – Juventus melanjutkan catatan gemilang mereka di pentas Serie A. Seiring kemenangan dua gol tanpa balas atas Inter Milan di Juventus Stadium kemarin, Nyonya Tua -sebutan Juve- meneruskan catatan unbeaten mereka menjadi 29 laga.

Kemenangan dalam derby d’Italia edisi 215 tersebut memang tidak mengubah konfigurasi dua besar dengan Juve tetap tertinggal empat angka (59-63) dari capolista AC Milan. Tapi, capaian itu membuahkan rekor baru. Yakni, keberhasilan allenatore Juve Antonio Conte memperbarui catatan tidak terkalahkan Nyonya Tua dalam 28 laga (18 menang, sepuluh imbang) pada musim 2005-2006. Kala itu, Juve di bawah asuhan Fabio Capello.
Seusai laga, Conte menitikkan air mata. Conte pun menolak apabila air mata itu merupakan tangis bahagia karena memecahkan rekor Capello. Juga, tentu saja, bukan bermaksud menyindir koleganya, pelatih Inter Milan Claudio Ranieri.

Lalu, kenapa? “Air mata ini karena saya sangat terkesan dengan dukungan fans Juve dalam derby d’Italia,” kata Conte kepada Sky Italia.
“Kami dituntut memenangkan pertandingan, sedangkan Inter bermain nothing lose. Kami juga tahu pertandingan bakal berjalan sulit mengingat kami kelelahan setelah bermain 120 menit di semi final Coppa Italia (20/3). Kemenangan ini untuk fans kami,” sambungnya.

 Juventus vs Inter Milan

Dukungan Juventini -sebutan fans Juve- membuahkan dua gol kemenangan yang masing-masing dicetak Martin Caceres pada menit ke-57 dan Alessandro Del Piero di menit ke-71. Bagi Del Piero, gol ke gawang Inter mengakhiri kebuntuannya di Serie A musim ini.

Conte juga mengungkapkan alasan lain di balik air matanya. “Saya baru saja kehilangan bibi saya. Bagi saya, dia seperti ibu kedua,” jelasnya.
Kendati meraih sukses dan rekor di derby d’Italia, Conte tidak mengubah pandangannya mengenai perburuan scudetto. Conte tetap menyebut Milan sebagai favorit setelah sang rival juga menang 2-1 atas AS Roma sehari sebelumnya. Belum lagi Juve kembali akan menjalani laga sulit lainnya pekan depan, yakni menjamu Napoli (1/4).

“Kuncinya masih di tangan Milan. Rossoneri (sebutan Milan) membuktikan apabila mereka tim yang sulit dikalahkan dan diuntungkan karena memiliki skuad besar dengan 34-35 pemain. Saya bahkan berdoa agar mereka mengalahkan Barcelona (di leg pertama perempat final Liga Champions, 28/3, Red,” jelas Conte.

Di pihak lain, Inter harus menelan pil pahit dengan kekalahan kemarin. Ambisi Nerazzurri -sebutan Inter- finis tiga besar alias merebut tiket ke Liga Champions musim depan mungkin tinggal mimpi. Inter yang belum beranjak dari peringkat kedelapan kini tertinggal sepuluh angka (41-51) dari peringkat ketiga Lazio dan kompetisi hanya tersisa sembilan laga.

“Kami tetap akan berjuang sampai akhir. Kami sebenarnya berharap menang (dalam derby d’Italia) sebagai dorongan besar atas perjalanan buruk kami sepanjang musim ini. Tapi, sekalipun kami berada di jalur rel yang bagus (tampil bagus, Red), kami salah menaiki kereta,” kata Ranieri kepada Football Italia. (dns/ang/jpnn)

Kata Davids, Barcelona Dihuni Para Dewa

Barcelona – Mantan  pemain Juventus yang sempat berkostum Barcelona, Edgar Davids menjelaskan bahwa Barcelona merupakan klub terbaik dunia yang dihuni para dewa mitologi.

Memang Davids hanya berkostum Barceloan selama enam bulan pada tahun 2004. Tapi dia sudah paham, bahwa Barca layak menjadi yang terbaik. Mantan pemain  yang kini berusia 39 tahun tersebut yakin bahwa Barca akan memenangkan Liga Champions dan La Liga meski mereka tengah tertinggal dari Real Madrid.

“Barcelona bukan tim yang normal namun sebuah tim yang penuh dengan dewa-dewa mitologi,” ujar Davids. “Mereka berada di tingkatan yang lain dari semua tim lain. Mereka akan kembali memenangkan Liga Champions.”

“Madrid masih memegang keunggulan dengan nyaman namun saya percaya bahwa (juara) liga itu takkan ditentukan hingga beberapa pertandingan terakhir.” “Barca akan berjuang hingga akhir dan sebuah kejutan bisa saja terjadi jika Madrid kembali mengalami kekalahan,” bebernya panjang lebar.
Dan memang demikian. Sempat berselisih 10 poin dari Madrid, jarak Barcelona kini menjadi hanya enam poin. Dan salah satu skuadnya Gerard Pique yakin jika peluang Los Cules mempertahankan gelar juara masih terbuka lebar.

Bek 24 tahun itu menilai timnya tak akan menyerah begitu saja menyerahkan trofi La Liga yang sudah tiga musim dipertahankan kepada rival abadinya itu. Semangat Barca saat mengalahkan Mallorca dengan 10 pemain jadi indikatornya.

“Sangat sulit untuk menang, khususnya dengan 10 pemain. Tiga poin sangat penting dan kami pantas mendapatkannya. Kami coba mengontrol pertandingan; mereka ingin menyamakan kedudukan, tapi kami bermain baik dengan 10 orang,” tukas Pique di Soccernet.
“Hal yang terpenting adalah harapan kami merebut titel juara tetaplah hidup. Yang terpenting adalah menang dan kami berusaha mendapakan kemenangan yang gemilang,” tuntas Pique. (bbs)

Zanetti Bisa Pensiun Juni

KAPTEN Inter Milan Javier Zanetti menyatakan siap mengakhiri karirnya akhir musim mendatang. Zanetti menegaskan, jika pihak klub meminta, dia akan segera gantung sepatu.

“Bermain melawan Juventus layaknya sebuah partai terakhir bagi saya. Jika klub meminta, saya akan berhenti pada Juni mendatang,” kata Zanetti seperti dilansir Football Italia.

Meski sudah berusia 38 tahun, Zanetti masih menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah atau belakang Inter. Saat menghadapi Juventus kemarin, Zanetti masih fit, bermain penuh selama 90 menit.

Peran Zanetti di klub bukannya tanpa kritik. Pemain yang berlaga untuk I Nerazzurri sejak 1995 tersebut disebut sebagai simbol utama klub untuk mempertahankan pemain-pemain tua. Zanetti juga disebut sebagai patron bagi pemain Argentina di ruang ganti. Ini membuat gap dengan pemain dari negara lain menganga lebar.

“Jika klub meminta, saya akan pensiun. Saya tidak ragu untuk mematuhi instruksi itu. Namun saya masih ingin bertahan sebagai bagian penting dari klub ini. Sungguh,” lanjutnya.

Pemain kelahiran Buenos Aires itu sudah bermain selama 790 partai bersama Inter di semua kompetisi dan mencetak 13 gol di seri A. (nur/jpnn)

Marinir pun Turun Tangan

Pantauan Sumut Pos di Depot Pertamina Medan Labuhan, tampak areal pendistribusian BBM PT (Persero) Pertamina UPMS I Medan dijaga ketat oleh pasukan marinir yang bermarkas di Jalan Hanfiah, Belawan. Tak hanya itu, pasukan elit milik TNI AL tersebut juga memasang kemah dan membawa perlengkapan senjata untuk mengantisipasi massa pendemo.

Salah seorang sopir truk tangki pertamina, Udin (38) menuturkan, marinir dan aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsekta Medan Labuhan telah berada di lingkungan kerja pertamina sejak, Sabtu (24/3) malam. “Kabarnya besok (hari ini, Red) massa pendemo akan ‘menyerbu’ kesini,” ungkap, Udin.

Dengan adanya penjagaan dari aparat TNI dan Polri di depot pertamina sebutnya, membuat proses pendistribusi aman. “Ya kalau dapat penjagaan di depot seperti ini, jadi para sopir merasa nyaman, apalagi sekarang penyaluran BBM ke SPBU diterapkan malam sampai pagi hari,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Satuan Keamanan Depot pertamina Medan Group di Medan Labuhan, Daud menyatakan kehadiran pihak militer memang sebuah tindak antisipasi. “Ada dua batalion pasukan marinir dan TNI AL sudah disiagakan,” terangnya.

Selain pengamanan dari aparat TNI, Daud mengatakan depot pertamina juga mendapat pengamanan tambahan dari aparat kepolisian. “Agar pelayanan BBM ke masyarakat berjalan maksimal dan aman,” ujarnya.

Kehadiran TNI mengamankan Massa Ditolak

Di sisi lain, kehadiran pihak militer malah dianggap bisa emmancing massa bertindak anarkis. Setidaknya hal ini diungkapkan  Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Saputra Pane di Jakarta. Katanya, potensi benturan antara massa mahasiswa dengan pasukan TNI sangat besar. “Karena kehadiran TNI hanya akan memicu provokasi mahasiswa untuk berbuat anarkis,” ujar Neta.

Malah, lanjutnya, potensi benturan juga bisa melibatkan aparat kepolisian. Ini bisa terjadi jika kehadiran tentara akan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membuat benturan segi tiga, antara demonstran, polisi dan TNI. “Jadi TNI jangan diperalat untuk mempertahankan kekuasaan dan menzalimi rakyat. Untuk itu IPW mengimbau TNI bisa menahan diri agar tidak terlibat secara langsung dalam mengamankan aksi-aksi demo mahasiswa,” ujar Neta.

Neta mengingatkan, TNI harus profesional sesuai dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara dan UU tentang 24 tahun 2004 tentang TNI. “TNI jangan mau diperalat kekuasaan karena TNI adalah anak rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, Polri dan TNI harus paham bahwa aksi demo tersebut adalah untuk meperjuangkan nasib rakyat yang akan makin terjepit kehidupan ekonominya, jika harga BBM dinaikkan. IPW memastikan keluarga besar Polri dan TNI juga akan kesulitan, jika harga BBM dinaikkan. “Jadi, aksi demo mahasiswa tersebut juga bagian dari memperjuangkan nasib keluarga besar Polri,” katanya.

Neta mengatakan, untuk menghindari pro kontra, Komisi III DPR harus segera memanggil Panglima TNI, sehubungan diturunkannya aparat TNI di depan Istana Merdeka Jakarta dalam mengantisipasi aksi demo pada 22 Maret lalu.

“Dipakainya kekuatan militer untuk menghalau demonstran adalah penyimpang dari UU,” katanya. Aparat TNI memang dapat disiagakan dalam 14 macam tugas operasi militer selain perang, seperti diatur dalam Pasal 7 ayat (2) UU TNI.

Terpisah, Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, mengingatkan, jika tentara dilibatkan untuk pengamanan aksi, justru akan kontraproduktif bagi pemerintah. Pemerintah akan dinilai tidak menjawab aspirasi rakyat, tapi malah menghadapkannya dengan tentara. “Massa bisa menuduh pemerintah menakut-nakuti mereka dengan menurunkan pasukan TNI,” ujarnya.

Senada dengan IPW, kehadiran TNI juga ditolak Kontras Medan. “Kontras se Indonesia khususnya Kontras Sumut menolak sikap Menkopolhukam yang melibatkan personel TNI dalam pengamanan aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM,” kata Koordinator Kontras Sumut, Muhrizal Syahputra SH.
Lanjutnya, pelibatan personel TNI dalam hal ini melanggar dan tidak berdasarkan konstitusi. “Aksi-aksi selama ini damai dan dilakukan tertib. Kami sangat menolak akan dilibatkannya personel TNI AD khususnya Kodam I BB dalam aksi unjuk rasa Senin besok (hari ini, Red),” sebutnya. “Intinya kami tetap menolak keras keterlibatan 7 batalion personel Kodam I BB dalam pengamanan besok. Kami juga khawatir setiap personel TNI yang terlibat dalam penangan aksi unjuk rasa akan melakukan pelanggaran HAM seperti kejadian-kejadian yang sebelumnya,” pungkasnya. (mag-17/sam/jon)

Anarkis, Tembak Ditempat

Hari Ini, 26 Ribu Pendemo Turun ke Jalan

Medan-Tindakan tegas akan diambil pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terkait demonstrasi hari ini. Bahkan, tindakan tembak di tempat akan dilakukan jika para pendemo bertindak anarkis.

“Kita (polisi) tidak akan melakukan itu (penembakan), malah kita akan memberikan pelayanan. Tapi kalau memang nanti terjadi tindakan anarkis yang berakhir dengan pembakaran gedung, kita diberi kewenangan. Karena itu bukan mau kita, itu semua berdasarkan UU,” tegas Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, usai apel bersama antisipasi pengamanan penolakan BBM di lapangan Markas Komando (Mako) Brigadir Mobil (Brimob) Poldasu, Jalan Wahid Hasyim Medan, Minggu (25/3) pagi.

Wisjnu menambahkan, hari ini sekitar 26.600 massa yang akan turun ke jalan. Dan, jumlah itu bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. “Mereka akan melakukan pemblokiran jalan tol, bandara, dan banyak titik lain yang bakal menggganggu kelancaran dan ketertiban orang banyak. Untuk menyampaikan aspirasi tidak ada larangan, namun sampaikanlah aspirasi dengan santun dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan orang lain yang melakukan aktifitas. Saya mengimbau, silahkan melakukan aksi yang damai dan tidak anarkis. Apabila terjadi aksi anarkis, kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas,” bebernya.

Untuk mengantisipasi gerakan massa tersebut, pihaknya sudah melakukan tindakan preventif dengan terus melakukan rapat koordinasi. Namun, elemen massa tetap melakukan aksi demo menolak kenaikan harga BBM subsidi. Sebab, pengaruh kenaikan BBM berdampak kepada semua aspek di masyarakat.
Dijelaskannya, dalam aksi unjuk rasa itu, aktor yang selalu membuat keonaran hanya satu dan dua orang saja. “Jadi, orangnya tidak banyak. Kita berharap jangan membuat kota Medan tidak kondusif. Untuk itu, personel kepolisian di bawah kendali pimpinannya, sedangkan BKO TNI dibawah kendali kepolisian akan berjaga di tempat yang dituju. Pendemo merupakan rakyat yang ingin menyampaikan inspirasi,” cetusnya.

Sedangkan untuk seluruh kekuatan gabungan dari TNI-Polri, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan serta Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (Dinas P2K) serta Dinas Kesehatan Kota Medan, berjumlah sebanyak 3177 personil. “Personel gabungan mulai ditempatkan, Senin (26/3) di lokasi yang diperkirakan akan menjadi objek unjuk rasa seperti Gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubernur Sumut (lainnya lihat grafis, Red),” ujarnya.
“Petugas yang di lapangan tidak ada yang menggunakan peluru tajam. Senjata diisi dengan peluru hampa dan peluru karet. Jika aksi massa yang sudah mulai anarkis, petugas mengambil tindakan pelumpuhan dengan penembakan tidak mematikan di bawah pinggang,” tegasnya.

Di tempat yang berbeda, Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho berharap ada mukzizat dari Tuhan agar semuanya baik-baik saja. Hal ini dia ungkapkan saat berdiskusi dengan segenap elemen mahasiswa, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Medan, dan segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), di Gubernuran, Jalan Sudirman Medan, kemarin.

“Mana tahu ada mukjizat dari Tuhan, per 1 April ini tidak jadi naik,” ungkap Gatot saat memberikan tanggapannya mengenai rencana aksi besar-besaran, dalam rangka menolak kenaikan harga BBM, hari ini.

Kaum Buruh Siap Aksi hingga Jumat

Sebelumnya, gabungan buruh dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Serikat Perjuangan Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Republik Indonesia (SBRI), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sejati mengatakan akan berkumpul di Lapangan Benteng Medan untuk selanjutnya menuju ke Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

Selain itu, buruh akan melakukan sweeping ke perusahaan-perusahaan yang tetap beroperasi terutama berlokasi di jalan lintas. Hal ini dilakukan agar seluruh buruh turut mendukung aksi ini dengan ikut turun ke jalan.

Humas Komite Aksi Pekerja/Buruh Sumatera Utara (KAPBSU), Herry mengatakan seluruh buruh akan turun ke jalan menolak kenaikan BBM karena akan berdampak negatif ke seluruh rakyat terutama buruh. Pasalnya, kenaikan minyak membuat biaya ongkos produksi industri naik. Kalau sudah begitu, buruh akan terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dikatakan Herry, diperkirakan akan ada 10 ribu buruh yang tergabung dari tiga zona yaitu Tanjungmorawa, Medan, dan Belawan. Seluruhnya akan terus melakukan aksi sampai, Jumat (30/3) hingga akhirnya BBM batal dinaikkan.

Terpisah, sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adyaksa mengharapkan aksi buruh berjalan dengan baik dan tertib. Dengan begitu situasi aman di daerah ini tetap terjaga.”Kami tetap mendukung aksi buruh tapi penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan dengan baik dan tertib sesuai dengan jalurnya,” katanya.

Menurutnya, dalam melakukan aksi masa diharapkan untuk pentingnya menjaga keamanan agar investor tidak membatalkan kedatangannya ke daerah ini. Investasi di Sumut akan terganggu jika buruh anarkis. “Kita tahu kenaikan bbm akan memberatkan tapi harus diingat bagaimana selanjutnya, jangan sampai membuat investasi menurun hanya karena tindakan anarkis,” ujarnya.

Aksi Dimulai Pukul 09.00 WIB

Ditempat terpisah, puluhan ribu massa yang berasal dari 93 organisasi lintas sektor menyatakan akan turun ke jalan. Mereka akan memulai aksi pada pukul 09.00 WIB dengan mengambil titik kumpul di Lapangan Merdeka Medan.

Hal ini disampaikan Pimpinan Aksi(Pias) Kongres Rakyat Sumatera Utara (Korsu)  Ahmadsyah, didampingi Wakil Pimpinan Aksi (Wapias) Prabu Alam Syah,  dalam rapat pemantapan aksi penolakan kenaikan harga BBM di  FISIP USU, kemarin.

Besarnya jumlah massa ini bilang Ahmadsyah, diharapkan  bisa terkonsolidasi dan terkontrol dengan baik, agar tidak cair dan tidak melakukan aksi provokasi untuk mencega chaos, atau kerusuhan dalam aksi nantinya.

Bahkan untuk memberikan perlindungan hukum, Ahmadsyah mengaku jika Korsu telah mempercayakan perlindungan hukum bagi seluruh massa dengan melakukan konsolidasi kepada tim advokat. “Kini jumlahnya 68 advokat yg sudah terorganosir, mudah2an bertambah lagi. Mulai jam 00.00 WIB  nanti kita sudah standby. Semoga bisa berjalan damai dalam aksi kita nanti,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu,  Ketua Kesper, Israel mengaku akan menurunkan 600 pengemudi angkutan untuk melakukan aksi mogok sebagai bentuk penolakan dengan kenaikan harga BBM. “Kita juga akan bergabung dengan Korsu untuk ikut melakukan aksi, dan diperkirakan 600 supir angkutan,  akan kumpul mulai pukul 00.00 WIB di Bakumsu dan mereka nantinya tidak akan beroperasi dan ikut melakukan aksi sebagai bentuk dukungan  penolakan BBM ini,”tegasnya.

Tidak hanya itu saja, selain kedua organisasi kendaraan umum, bahkan  Roda Api yang selama ini dikenal sebagai kumpulan gank motor juga akan turut berpartisipasi mewakili suara rakyat. “Jadi mereka yang selama ini dianggap selalu meresahkan masyarakat karena ugal-ugalan maka besok (hari ini, Red) mereka akan kita arahkan ke aksi positif untuk memperjuangkan keinginan rakyat. Diperkirakan 200 orang akan turun dalam aksi ini nantinya,” ucap kordinator aksi Roda Api yang enggan menyebutkan identitasnya.

Untuk meminimalisasi adanya upaya provokatif dan berujung kerusuhan, Ahmadsyah mengaku menggunakan formasi karnaval (lihat grafis). Adapun negosiator yang akan dipilih yakni,  Pahala Napitupulu, Eky, Anggiat Pasaribu, Victor, Heri. (adl/ari/uma)

Kesiapan Pengamanan

1.    DPRD Sumut dikawal 468 personel gabungan
2.    Bandara Polonia Medan dikawal 784 personel gabungan
3.    Kantor Gubernur Sumut dikawal 439 personel gabungan
4.    Bundaran Majestik dikawal 119 personel gabungan
5.    Lapangan Merdeka Medan dikawal 109 personel gabungan
6.    Kantor Walikota Medan dikawal 140 personel gabungan
7.    Kantor PT Pertamina Unit Pemasaran I dikawal 105 personel gabungan
8.    Tol Bandar Selamat dikawal 96 personel gabungan
9.    Tol Amplas dikawal 30 personel gabungan,
10.    Kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) dikawal 47 personel gabungan
11.    Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dikawal 38 personel gabungan
12.    BPN dikawal 25 personel gabungan
13.    88 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dikawal 264 personel gabungan
14.    88 Kantor Konsulat Asing dikawal 125 personel gabungan

Medan Berkawat Duri

Ada yang berbeda di Kota Medan, kemarin. Beberapa tempat, bagian depannya diletakkan pagar berduri. Tak pelak, pemandangan ini membuat warga yang sebelumnya meragukan aksi pada hari ini mulai percaya.

Dari penelusuran Sumut Pos, dua tempat yang mencolok dengan kawat duri di bagian depannya adalah Bandara Polonia dan Kantor Gubernur Sumatera Utara. “Waduh, seriusnya ini…, kekmana besok anakku sekolah ya,” cetus Ida Siregar, warga Komplek Johor Indah Permai, yang secara khusus berhenti di sekitar Bandara Polonia untuk melihat pemandangan itu.

Ida menambahkan, biasanya dia mengantarkan sang buah hati yang sekolah di Perguruan Harapan melalui jalur Polonia tersebut. “Belum ada kabar sekolah libur, waduh apa gak usah sekolah saja dia ya…” ucapnya lagi dengan mimik yang bingung.

Kondisi tak berbeda terlihat di Kantor Gubernur yang terletak di Jalan Diponegoro Medan. Terlihat beberapa personel polisi memasangi kawat berduri. Kawat berduri yang dipasang itu dari simpang tiga batas Kantor Ditjen Pajak sampai batas Kantor Gubsu-Masjid Agung Medan.

Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan, misalnya aktifkah kantor pemerintahan itu hari ini? “Saya masuk, kita mau lihat aksi demonya,” ungkap Erwin, salah seorang PNS di Pemprovsu, kemarin.

Begitu halnya dengan salah seorang PNS lainnya di lingkungan Badan Diklat Provsu, Rahalim. “Saya masuk,” katanya.
Kasubbag Humas Provsu Dian Tito juga mengaku, akan masuk kerja. Namun itu belum bisa dipastikan dan melihat situasi dan kondisi yang akan terjadi besok (hari ini, red).

“Sampai saat ini, niatnya masuk. Ikut apel pagi dan lihat perkembangan situasi besok (hari ini, Red),” jawabnya.
Beda halnya dengan salah seorang honorer di Dinas Perhubungan Sumut (Dishubsu), Usman mengaku, belum menentukan sikap apakah akan masuk atau tidak. “Belum tahu saya. Kita lihat besok,” tuturnya.

Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Sumut, Syafaruddin juga mengaku, akan masuk kerja dan mengikuti apel pagi. “Masuk, ada apel Senin pagi,” jawabnya singkat.

Apa mereka tidak takut, bila nantinya akan terjadi anarkisme seperti pada aksi di depan Universitas Nomensen beberapa waktu lalu, yang sempat terjadi drama penyanderaan dan pembakaran mobil berplat merah? “Pelaku unjuk rasa mau menyandera mobil dinas saja, seperti mobil Plt Gubsu, Sekda, asisten-asisten, Kabiro, Kabag, Kasubbag dan kepala dinas yang pakai BK merah. Kalau saya kan milik pribadi,” paparnya.

Kasubbag Humas Provsu, Dian Tito juga mengharapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Insya Allah tidak terjadi apa yang kita khawatirkan. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dengan melakukan dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk yang berlangsung di Gubernuran tadi,” ungkapnya. (dri/ari)

Agar Wujud Bulog Tidak Ka ‘Adamihi

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Lupakan gerbang tol. Ada yang lebih aktual yang harus kita dukung: pengadaan beras oleh Bulog. Saat ini petani lagi panen raya. Tindakan saya yang keras dalam mengatasi kemacetan di pintu-pintu tol memang mendapat dukungan luas (10 persen lainnya mengecam saya sekadar melakukan pencitraan), tapi Bulog juga harus terus didorong untuk berubah.

Hari-hari ini Bulog lagi all-out terjun ke sawah. Di musim panen raya sekarang ini Bulog tidak mau lagi disebut sekadar menjadi ‘tukang tadah’. Saat ini Bulog mulai berani membeli gabah langsung dari petani. Tidak hanya membeli gabah melalui para tengkulak. Kali ini Bulog mencoba belajar jadi ‘tengkulak’ itu sendiri. Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso langsung terjun ke sawah-sawah.

Hasilnya pasti belum maksimal. Juga belum bisa merata ke semua daerah. Maklum, baru sekarang ini Bulog terjun langsung ke desa-desa secara all-out. Bulog kali ini mencoba mengubah cara kerja. Tapi, memang tidak mudah mengubah sesuatu yang sudah lama menjadi kebiasaan. Apalagi kalau sudah mengakar dan menggurita. ‘Membelokkan’ kapal besar seperti Bulog tidak akan bisa spontan seperti membelokkan speedboat. Tapi, perubahan di Bulog sudah dimulai.

Waktu mengadakan rapat kerja dua bulan yang lalu, semangat untuk berubah itu terlihat nyata. Dan, tidak boleh mundur lagi. Dalam rapat kerja itu, misalnya, ditemukan cara agar Bulog bisa lebih lincah tanpa melanggar aturan. Pertama, aturan itu sendiri diubah. Kedua, mendayagunakan anak perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas pembayaran langsung kepada petani. Ketiga, melakukan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pendanaan.

Selama ini Bulog tidak mungkin bisa bersaing dengan para tengkulak: kalah lincah, kalah prosedur, dan kalah dana. Akibatnya, nama Bulog kian redup di mata petani. Rendahnya kepercayaan petani padi kepada Bulog sudah mirip dengan rendahnya kepercayaan petani tebu kepada pabrik gula.
Seperti juga pabrik-pabrik gula milik BUMN, kini Bulog juga lagi giat merebut kembali kepercayaan yang hilang itu. Tentu belum akan berhasil tahun ini, tapi setidaknya sudah dimulai. Kalau usaha itu tidak dilakukan, dalam waktu yang tidak terlalu lama Bulog kian jauh dari petani. Bisa-bisa Bulog lama-lama menjadi adanya seperti tiadanya (wujuduhu ka ‘adamihi).

Tapi, kehadiran tengkulak di tengah-tengah petani sebaiknya juga jangan dikecam. Bahkan, harus disyukuri. Di saat Bulog seperti itu, terus terang, tengkulaklah yang menjadi juru selamat para petani. Tengkulaklah yang siap membeli gabah kapan saja dalam kualitas seperti apa saja. Tengkulak bisa membeli gabah fresh from the field. Tanpa perlu memeriksa apakah kadar airnya tinggi atau rendah. Tanpa memeriksa berapa persen gabah yang kopong. Petani sangat senang dengan cara ini: langsung bisa mendapat uang saat itu juga.

Tentu petani tidak mungkin menunggu Bulog. Bisa-bisa seperti menunggu datangnya pesawat Adam Air yang pergi entah ke mana. Apalagi dalam panen raya serentak seperti sekarang ini. Jutaan petani ingin dapat uang sekarang juga.

Tahun ini, kelihatannya, panen raya akan maksimal. Di samping harga gabah sangat baik, panennya sangat berhasil. Tidak banyak hama dan tidak banyak bencana banjir. Insya Allah. Kita doakan keadaan seperti ini tetap berlangsung setidaknya sampai musim panen selesai bulan depan. Tentu, kalau bisa, juga seterusnya. Setelah beberapa tahun panen banyak terganggu, tahun ini petani benar-benar akan bisa menikmati hasil sawahnya.

Pak Marto Paimin, petani Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Sragen, yang tahun ini menggarap sawah 0,7 ha, memperkirakan akan mendapat hasil (sekali panen) sekitar Rp5 juta. Gabah yang sedang dia tumpuk di ruang tamu rumahnya itu kira-kira akan bernilai Rp13 juta. Sedangkan biaya menggarap sawahnya, termasuk benih dan pupuk, menghabiskan maksimal Rp8 juta.

Malam itu saya tidur dan ngobrol dengan asyiknya di rumah Pak Paimin. Sarapan oseng-oseng daun pepaya dengan tempe goreng secara lesehan di lantai sebelah tumpukan gabah benar-benar mengingatkan pada masa kecil saya. Lantai rumah tersebut, yang masih berupa tanah, dan dinding-dindingnya yang terbuat dari kayu membuat udara malam itu cukup sejuk.

Tapi, mengapa gabah Pak Paimin masih ditumpuk ‘Tidak segera dijual’ “Tunggu harga naik bulan depan, Pak,” kata Pak Paimin. “Bulan depan harga akan lebih baik. Bisa mendapat tambahan kira-kira Rp400.000,” tambah Supomo, anak bungsunya yang kini hampir selesai membangun rumah gedung persis di depan rumah bapaknya itu.

Memang dia memiliki pinjaman pupuk dan benih dari BUMN PT Petrokimia Gresik. “Tapi, masih ada waktu satu bulan lagi sebelum jatuh tempo. Meskipun namanya yarnen (bayar di saat panen), kami memberikan kelonggaran satu bulan,” ujar Arifin Tasrif, Dirut PT Pupuk Sriwijaya Holding.

Presiden SBY memang memerintahkan tiga BUMN (Sang Hyang Seri, Pertani, dan Pupuk Kaltim/Sriwijaya/Petrokimia) untuk habis-habisan membantu petani meningkatkan produksi beras. Sawah-sawah yang hanya bisa memproduksi padi 5,1 ton/ha harus meningkatkannya menjadi di atas 7 ton/ha. Rendahnya produktivitas itu kadang disebabkan petani tidak punya uang untuk membeli benih unggul. Atau tidak punya uang untuk membeli pupuk tepat pada waktunya. Pemupukan yang tidak tepat waktu membuat pupuk tidak efektif. Itulah sebabnya tiga BUMN tersebut ikut terjun ke petani langsung.

Bisa saja kelak sistem yarnen itu diganti dengan yarbah. Dibayar dengan gabah. Lalu, tiga BUMN tersebut menyerahkan gabahnya kepada BUMN Perum Bulog. Dengan demikian, Bulog tidak perlu bersaing dengan tengkulak di lapangan. Bulog juga tidak perlu terlalu banyak membeli gabah/beras dari pedagang. Sistem yarbah itu lagi dimatangkan setelah belajar banyak dari panen raya tahun ini.

Kalau dari sistem yarbah itu belum cukup, BUMN masih punya dua program besar lain di bidang pangan: pencetaan sawah baru 100.000 ha di Kaltim dan gerakan ProBeras. Hasil dari dua-duanya bisa juga langsung dikirim ke Bulog.

Program ProBeras adalah program kerja sama BUMN dengan petani yang tidak mampu menggarap sawahnya secara maksimal. Misalnya, petani tersebut punya sawah, tapi tidak punya tenaga. Anak-anaknya tidak ada lagi yang di desa. Tidak seperti Pak Paimin yang ketiga anaknya tetap jadi petani semua.
Sawah-sawah yang seperti itu biasanya dikerjakan secara apa adanya. Akibatnya, produktivitas per hektarenya rendah. Untuk itu, BUMN bersedia menerima sawah tersebut. BUMN-lah yang mengerjakannya dengan sistem korporasi. BUMN punya benih unggul, punya pupuk komplet, punya mesin-mesin pertanian, punya tenaga ahli, dan punya dana. BUMN akan menjadikan sawah-sawah seperti itu sawah dengan produktivitas yang maksimal.
Dengan menangani program Yarnen, ProBeras, dan Sawah Baru, BUMN kelak akan menggabungkan diri ke dalam satu BUMN pangan yang kuat. Mudah-mudahan bisa membantu mengatasi persoalan pangan, terutama beras. Rapat-rapat di Kemenko Perekonomian yang dipimpin Hatta Rajasa terus memonitor program itu.

Memang tetap ada pertanyaan besar: Kalau saja harga gabah tetap baik dan para tengkulak tetap agresif seperti sekarang, masih perlukah Bulog? Dari berbagai kunjungan saya ke daerah pertanian (Bantul, Gunung Kidul, Sragen, dan Jombang), saya melihat peran tengkulak sangat besar. Juga sangat luas. Penetrasinya juga sangat dalam. Hampir-hampir terasa ada atau tidak adanya Bulog tidak ada bedanya.

Di desa yang saya kunjungi di Sragen itu, misalnya, tengkulak tidak hanya agresif membeli gabah, tapi sudah sampai menebas padi ketika masih di sawah. Petani tidak perlu susah-susah memanen, merontokkan, dan mengeringkan. Tengkulak-penebas langsung membelinya ketika masih dalam bentuk padi menguning yang berdiri di sawah.

Harga beras yang dinilai tinggi oleh konsumen ternyata dinilai baik oleh petani. Demikian juga harga beras internasional yang tinggi, menimbulkan peluang bagi pedagang untuk menjadikan gabah sebagai barang dagangan. Tentu tidak hanya itu alasan petani untuk cenderung menebaskan saja padinya yang masih menguning di sawah. Sulitnya mencari tenaga untuk memanen dan merontokkan gabah ikut jadi alasan. Sulitnya mencari lahan hamparan untuk menjemur padi menambah-nambah alasan tersebut.

Peralatan pertanian itu begitu mendesaknya sekarang ini. Di Bantul saya menerima permintaan perlunya diberikan alat pemanen, perontok, dan pengering gabah. Di Jombang saya menerima permintaan agar ada program pembuatan hamparan penjemuran gabah. Mesin perontok dan pengering yang mulai diintroduksi tahun-tahun terakhir ini dinilai tidak cocok karena berbahan bakar minyak. Terlalu mahal biaya operasionalnya. Ada memang mesin perontok mekanis yang diputar orang seperti naik sepeda statis, tapi petani maunya yang tinggal pijit tombol.
Dalam berbagai kesempatan dialog di lingkungan perguruan tinggi, soal itu saya kemukakan. Perlu diciptakan mesin-mesin pertanian sederhana yang cocok untuk petani kita. Sewaktu dialog dengan alumni Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang di Jakarta bulan lalu saya tawarkan peluang besar itu. Demikian juga waktu dialog dengan mahasiswa ITB Bandung.

Di Bantul saya sudah mencoba panen dengan menggunakan mesin yang bentuknya mirip dengan traktor. Hanya dalam dua jam bisa memanen padi satu hektare (ha). Enak sekali dan cepat sekali. Padi pun otomatis masuk di kendaraan itu dan keluar di bagian belakangnya sudah dalam keadaan terpisah antara batang dan gabahnya. Dengan cara tersebut, hampir tidak ada gabah yang tercecer. Beda sekali dengan masa remaja saya di desa ketika harus jadi buruh pemanen dengan menggunakan ani-ani.

Meski mesin itu masih terlalu mahal, rasanya mau tidak mau kita harus menuju ke arah sana. Tenaga untuk memanen dan merontokkan benar-benar sulit sekarang ini. Apalagi lima tahun ke depan.

Dengan demikian, ke depan yang diperlukan tinggal ‘kendaraan panen’ itu dan lahan penjemuran. Di Jombang diusulkan agar tanah desa diubah menjadi lahan penjemuran bersama. Saat musim panen hamparan itu digunakan untuk menjemur gabah. Di luar itu, bisa dimanfaatkan untuk tempat bermain anak-anak. Kecuali, bisa ditemukan mesin penjemur yang tidak berbahan bakar minyak. Misalnya, mesin yang memanfaatkan panas matahari.
Di perkebunan karet BUMN PTPN IX Jateng sudah dicoba pengeringan karet dengan tenaga matahari. Investasinya memadai karena digunakan sepanjang tahun. Saya sudah minta bagaimana supaya proses itu disempurnakan untuk gabah. Memang perhitungan investasinya lebih sulit. Pengering gabah hanya akan dipakai maksimal tiga kali dalam setahun. Yakni, saat musim panen saja.

Intinya: masih banyak yang harus kita perbuat untuk puluhan juta petani kita. Terutama pada masa transisi seperti ini. Transisi dari cara lama ke cara baru. Transisi yang tidak bisa dihindari karena kian sulitnya tenaga kerja di sektor pertanian. Transisi dari cara-cara lama ke cara baru yang mereka anggap lebih mudah. Transisi dari berlama-lama uro-uro di sawah ke cepat-cepat pulang nonton sinetron.

Kalaupun belakangan ini saya banyak pergi ke sawah, tidak lain untuk memberikan dukungan kepada empat BUMN tersebut. Mumpung lagi panen raya. Apakah benar produktivitas sudah meningkat. Apakah benar problem pascapanen bisa diatasi. Apakah benar Bulog masih diperlukan kalau mekanisme pasar sudah sempurna.

Bagi yang menganggap saya melakukan pencitraan, sesekali boleh juga ikut ke sawah. Kita bisa, he he, mencitrakan diri bersama-sama. Akhir musim panen ini akan diadakan evaluasi di BUMN. Dengan ikut terjun ke sawah, saya bisa ikut diskusi, tidak hanya berpegang pada data di atas kertas.
Tahun ini beban Bulog sangat berat. Harus mengadakan beras dari petani 4 juta ton. Padahal, tahun lalu hanya mampu 1,7 juta ton. Impor memang tidak harus dipersoalkan. Tapi, impor beras 1,8 juta ton tahun lalu, apakah harus terus-menerus begitu? (*)