Home Blog Page 13706

Tertibkan Bangunan di Atas Parit

087790002xxx

Kami dari warga pondok pesantren yang beralamat di Jalan Pelajar No.44 Kelurahan Teladan Timur Kecamatan Medan Kota, merasa keberatan dengan pendirian bangunan di atas parit sehingga menutupi pos keamanan kami. Juga sangat berdampak terhadap tata ruang baik dari sisi kebersihan, keindahan, maupun keamanan. Kami telah melaporkan ke Camat Medan Kota dan ke Sat Pol PP tapi sampai saat ini belum ada perubahan.

Pemilik Minta Waktu 1 Bulan

Kita sudah memanggil pemilik bangunan dan berjanji akan membongkar sendiri bangunan tersebut. Untuk itu, pemilik bangunan meminta waktu satu bulan. Jadi mari kita sama-sama menunggu realisasinya sembari menjaga kondusifitas daerah kita. Terima kasih.

Drs Parlindungan Nasution
Camat Medan Kota

Warga Tionghoa Sumut Menyambut Cheng Beng

Pekuburan bak Pasar Ramai

Sejak 21 Maret hingga 4 April 2012 mendatang, etnis Tionghoa di Sumatera Utara mengunjungi pemakaman sanak dan keluarganya untuk melakukan sembayang kubur atau biasa disebut Cheng Beng. Hal itu dilakukan guna menghormati leluhur yang telah dahulu berada di surga. Bagaimana prosesinya?

Cheng Beng ini identik dengan melakukan ritual menghormati para leluhur. Pelaksanaan Cheng Beng paling ramai terlaksana di Vihara Buddha Narada Tanjungmorawa. Pasalnya, selain memiliki pekuburan di arealnya, vihara ini juga memiliki rumah perabuan.

Seorang warga yang melakukan ritual, Dinata Wijaya mengatakan, sembahyang kubur merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. “Dalam setahun dilaksanakan dua kali sembayang kubur,” ungkapnya, Minggu (25/3).

Menurutnya, peralatan sembahyang kubur tergantung marga. Umumnya buah-buahan seperti jeruk dan apel, lalu daging dan kertas. “Tapi kalau daging sudah jarang dilakukan,” tutur Dinata.

Dupa dan hio, sambungnya, merupakan peralatan wajib untuk melaksanakan ritual tersebut. Karena hio itu sebagai penghubung atau kontak komunikasi antara manusia dengan arwah. “Kita kan punya raga, tapi mereka tidak punya. Makanya dengan hio ini sebagai simbol komunikasi kita dengan mereka (arwah leluhur),” jelas Dinata lagi.

Selain vihara ini, tentu pekuburan lain juga tetap bakal dikunjungi para sanak keluarga. Seperti di Jalan Imam Bonjol Medan, Deli Tua dan lainnya. Pelaksanaan ritual sembayang kubur ini, kemarin sangat ramai. Kuburan itu pun terlihat seperti pasar ramai karena banyaknya peziarah. Sebab, sanak keluarga yang berkecukupan yang sedang berada di luar negeri diwajibkan pulang untuk melaksanakannya.

Biasanya, keadaan pekuburan ini sebelum didatangi sanak keluarga sudah dibersihkan lebih dahulu, baik oleh pengelola penjaga pekuburan mau pun masyarakat sekitar. Jadi tak bisa disangkal, perayaan ini juga kerap menjadi ajang cari nafkah warga yang berdomisili di daerah pekuburan etnis Tionghoa.

Gampang untuk mengetahui makam sudah didatangi sanak keluarga atau belum. Bisa dilihat dari banyaknya kertas yang ditaburkan di atas makam. Biasanya, selama sembayang kubur berlangsung, panitia Ceng Beng atau mengelola pemakaman telah menyiapkan tenaga untuk menjaga keamanan dan prosesi ritual.

Dari Lubukpakam, kegiatan Cheng Beng terlihat di lokasi penguburan warga Tionghoa di Jalan Sentiong Kecamatan Lubukpakam sejak pukul 07.00 WIB. Sudah jamak, pada Cheng Beng warga keturunan yang perantauan akan berkumpul bersama sanak saudaranya, untuk mengikuti kegiatan ziarah. Seperti yang dialami, keluarga Goh Sui Cai (37) yang khusus datang dari Jakarta. Goh Sui Cai datang secara berombongan. “Saya sudah lama merantau ke Jakarta, untuk acara Cheng Beng ini khusus saya sempatkan pulang ke Lubukpakam untuk berziarah ke makam nenek, kakek, dan orangtua,” bilang Goh Sui Cai.

Menurutnya, berziarah atau sembayang ke makam leluhur merupakan kewajiban. Goh Sui Cai sendiri mengaku di pekuburan etnis Tionghoa di Jalan Sentiong Kecamatan Lubukpakam itu ada 7 makam yang bakal dijiarah, satu lagi ada makam di pekuburan di Tanjungmorawa.
Sementara itu, Apo yang merupakan pengurus pekuburan etnis Tionghoa Jalan Sentiong Kecamatan Lubukpakam, mengatakan Cheng beng itu dimulai pekan lalu dan diperkirakan hingga tanggal 5 April mendatang. “Bila hari Cheng Beng peziarah berdatangan dari beberapa kota, pasti ramailah,” jelasnya.
Sementara, dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ribuan warga Tionghoa melakukan ritual sembayang kubur di pekuburan Tionghua Dusun IX Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah. Tak hanya warga Sergai, para peziarah banyak yang berasal dari Jakarta, Bandung, bahkan dari Singapura.

Seperti pantauan Sumut Pos, sejak pagi  pukul 08. 00 WIB,  ribuan warga sudah memadati pekuburan orangtua atau leluhur mereka. Tidak itu saja, hingga siang warga Tionghoa masih terus berdatangan untuk melakukan sembayang. Para peziarah juga membawa perlengkapan ritual ziarah kuburan seperti chasi dan khoci yang mana didalamnya terdapat miniatur penglengkapan sehari-hari seperti sepatu dan penglengkapan mandi, yang semuanya terbuat dari kertas untuk dipersembahkan kepada arwah leluhur mereka. “Setiap tahun kami lakukan sebagai penghargaan terhadap arwah orangtua dan saudara yang wafat. Selain itu juga untuk mengajari anak, cucu kita untuk selalu menghargai orangtuanya,” ungkap seorang peziarah Erwan (75) warga Jalan Bintang Medan.

Erwan tidak sendirinya datang bersama keluarganya untuk berziarah di kuburan orangtuanya. “Saya bersama keluarga ada 9 orang sekitar pukul 10.30 WIB kami tiba di pekuburan ini dan langsung melakukan sembayang dengan perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya,” terangnya lagi.
Nah, kalau di Siantar, beberapa lokasi pekuburan Tionghoa di Siantar kemarin juga diwarnai berbagai aktivitas. Seperti di pekuburan di Jalan Ade Irma, sudah sedikit ramai dibandingkan hari biasa. Selain warga Tionghoa yang akan sembayang, polisi juga tampak di lokasi itu untuk menjaga keamanan pelaksanaan sembayang. Selain itu, anak-anak kecil pun tampak ramai disana untuk ikut membersihkan makam yang akan dikunjungi.

Salah seorang warga Tinghoa yang baru selesai melaksanakan sembayang di makam leluhurnya, Veronika menyampaikan bahwa sembayang dilakukan untuk menghormati leluhur. Mereka juga berharap leluhur tersebut dapat melindungi dan menjaga keluarga mereka yang masih hidup. “Usai menghidupkan dupa, maka kami akan menyampaikan doa permohonan kepada leluhur. Doa yang kami minta seperti untuk pemberian keselamatan, diberikan rezeki yang bagus dan perdamaian,” jelasnya.

Menurutnya, di pemakaman Jalan Ade Irma ini tidak semua keluarga mengunjungi makam-makam leluhurnya. Bahkan ada saja makam yang sudah ditumbuhi rumput-rumput yang tinggi. Terkadang mereka pun terbuka hatinya untuk membersihkan makam tersebut dan berdoa agar leluhurnya tetap damai di sana.

Sementara itu, panitia Cheng Beng, Janis Gozali dan Sekretaris Rudy Wu, mengatakan, sebelumnya mereka sudah berkordinasi dengan Polresta untuk mengamankan ritual tersebut. “Cheng Beng ini diartikan dan dipercayai sebagai hari yang baik dan cerah. Kehidupan kita diiringi hujan gerimis dan memang cocok untuk pelaksanaan ziarah makam. Semoga pada pelaksanaan Ceng Beng ini kita menyadari bagaimana cara kita menghormati leluhur,” sebutnya. (saz/btr/mag-16/mua/smg)

Pemilihan Sarat KKN

081376152xxx

Pak Bupati Deliserdang, pemilihan pengurus KPRI Dharma Husada Dinas Kesehatan Deliserdang periode I2 – I4 tanggal 22 Maret di Medistra Lubuk Pakam sarat KKN dan intervensi dari Kadis Kesehatan. Anggota banyak yang kecewa karena aspirasi tidak ditampung. Tolong Kadis Kesehatan dan pimpinan rapatnya di tindak karena tidak demokrasi.

Keputusan Terbanyak

Keputusan terbanyak itulah yang dianut organisasi.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Proyek PNPM Tidak Sesuai Standar

085762523xxx

Kepada Yth Bapak Bupati Deliserdang dan pihak terkait, tolong ditinjau proyek PNPM di Desa Sugau Kecamatan P Batu dengan biaya Rp190 juta. Pengerjaannya tidak sesuai de-ngan standar.

Laporkan dengan Bukti

Kalau bisa dibuktikan laporkan saja kepada camat dan Badan Pemberdayaan masyarakat Deliserdang.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Calon PKS, Bisa Saja Tifatul

MEDAN- Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho sudah dinyatakan menjadi kandidat yang diusung PKS, untuk maju ke putaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang. Tapi ternyata, itu tidak bukan jaminan tidak akan adanya perubahan di last time atau waktu akhir pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut nantinya.

Pasalnya, sosok mantan presiden PKS yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI Tifatul Sembiring lebih menjual. Terlebih dari sisi kedaerahan atau putra daerah asli. Dan bisa dibilang juga, Tifatul lebih populer jika dibandingkan dengan Gatot.

Itu dibenarkan pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ridwan Rangkuti kepada Sumut Pos, Minggu (25/3). “Ya, benar seperti itu. Berkaca pada penentuan calon yang diusung PKS di Pilgub DKI. Saat itu, nama Triwisaksana alias Sani yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI digembar-gemborkan akan diusung. Tapi di akhir-akhir mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid yang resmi maju,” jelasnya.

Untuk Sumut, menurut Ridwan Rangkuti, Tifatul memiliki beberapa kelebihan dibanding Gatot. “Dari sisi popularitas, Tifatul lebih populer dari Gatot jika dibandingkan. Gatot pun dihadapkan dengan masalah bukan putera daerah, sebaliknya dengan Tifatul yang asli putera daerah dari etnis Karo. Gatot juga kurang memasyarakat dengan masyarakat Sumut secara keseluruhan. Kemudian, dari sisi agama juga Tifatul relatif lebih diuntungkan dengan etnis Karonya. Etnis Karo ini relatif lebih mengedepankan kekeluargaan dan kebersamaan, jika dibandingkan masalah agama,” ulasnya.

Namun, sambungnya, berkaca dari Pilgub DKI juga, kader PKS merupakan kader-kader yang patuh terhadap keputusan pimpinan partai terlebih dewan syuro partai. Dan itu pula tercermin pada Pilgub DKI, dimana Triwisaksana patuh terhadap keputusan dewan syuro PKS yang menjatuhkan pilihan kepada Hidayat Nur Wahid.

“PKS ini partai kader. Dalam konteks kepartaian, kader-kader PKS ini patuh terhadap keputusan pimpinan dan utamanya dewan syuro,” terangnya lagi.
Namun, bila pada kenyataannya peta politik yang akan terjadi di Sumut sama seperti di DKI, dimana akhirnya Tifatul Sembiring yang maju menggantikan Gatot, apa mungkin Gatot juga akan maju?

Menurutnya, itu bisa saja terjadi. Dasarnya adalah faktor kemampuan, survey dari masyarakat serta finansial atau keuangan. “Bisa saja, jika Gatot merasa mampu dan menganggap masyarakat masih memberi dukungan kepadanya. Kemudian masalah keuangan juga harus memadai. Bisa saja Gatot melompat ke partai lain, ya dengan konsekuensi terjadi persoalan dengan PKS. Bisa juga Gatot maju dari calon independent,” jelasnya lagi.
Sedangkan itu, Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PKS Sigit Pramono Asri yang dikonfirmasi Sumut Pos menuturkan, keputusan yang telah ada dan seperti yang dikemukakan Presiden PKS adalah Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho adalah yang diusung dari PKS.
“Seperti yang diberitakan, Presiden PKS menyatakan, Mas Gatotlah yang akan maju,” katanya.

Namun, Sigit tidak membantah, ketika ditanya mengenai peluang terjadinya perubahan keputusan, jika nantinya ada perubahan konstelasi politik di Pilgubsu 2013, utamanya di ending-ending atau jelang akhir pendaftaran calon. “Ya bisa saja, namanya politik,” ungkapnya.
Bagaimana bila akhirnya Gatot tidak jadi diusung, dan digantikan dengan Tifatul Sembiring bila ada sosok yang lebih populer dari partai lain, kemudian Gatot maju dari jalur independen?

“Tidak ada PKS mengenal jalur independen. Jadi jika ada yang maju dari jalur independen, berarti bukan kader PKS,” tegasnya.(ari)

Wakil Ketua DPRD Senang Bantu Alumni

MEDAN-Senang membantu alumni. Inilah keinginan yang dimiliki Ir H Chaidir Ritonga MM yang aktivitas padat sebagai pimpinan legislatif DPRD Sumut, pimpinan perhimpunan masyarakat marga Ritonga dan aktivitas lain. Di balik kesibukan tadi, Chaidir Ritonga tak melupakan temanteman saat sekolah dan kuliah.

Ia pun aktif mengumpulkan teman-teman saat menuntut ilmu pengetahuan di sekolah dan perkuliahan untuk membentuk wadah berhimpun alumni. Chaidir yang alumni SMA Negeri 3 Padang Sidimpuan menjadi inisiator pembentukanIkatan Alumni SMA Negeri 3 Padang Sidempuan yang akan dideklarasikan pada akhir Maret 2012.

Tokoh masyarakat Tapanuli Selatan yang menamatkan jenjang pendidikan Strata-1 di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga enjadi inisitaor pembentukan alumni Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan (Imatapsel) Bogor yang menggelar pertemuan perdana mantan anggota Imatapsel di Pantai Cermin pada 11 Maret 2012.

Tak berhenti disitu saja. Chaidir Ritonga telah lebih dulu membantu alumni IPB asal Sumut melalui wadah Perhimpunan Ikatan Alumni IPB Sumut sebagai ketua. ‘’Para alumni harus saling memberi dukungan terhadapn

Tolong Diaspal Jalan Sederhana

081361724xxx

Yth Bapak Bupati Deliserdang tolong diaspal Jalan Sederhana Ujung Dusun X Raya Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang yang sejak merdeka belum pernah diaspal. Terima kasih.

Seharusnya Dibawa ke Musrembang

Kepala desanya seharusnya membawa masalah itu ke Musrenbang kecamatan untuk diteruskan pada Musrenbang kabupaten pada 2013 atau PAPBD 2012. Terima kasih

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang

Langkah Arif Kapoldasu Jelang Kenaikan BBM

Kapoldasu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH menyiapkan langkah arif menjelang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April mendatang.  Seperti melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat guna mengantisipasi adanya gejolak dari kenaikan BBM tersebut.

“Merangkul seluruh elemen bangsa dan instansi menjelang kenaikan BBM harus kita lakukan demi menciptakan susana Kamtibmas di Sumatera Utara aman dan tentram,” tutur Kapoldasu kepada wartawan ini, Minggu (25/3).

Sebagai orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), jenderal bintang dua  ini memiliki tanggungjawab  dalam memberikan perlindungan, kenyamanan dan keamanan kepada  masyarakat Sumatera Utara menjelang kenaikan BBM.

Seperti melakukan pertemuan dengan seluruh rektor dan mahasiswa seluruh Sumatera Utara di Hotel Hermes Palace di Jalan Pemuda, Jumat (23/3) malam. Dalam kesempatan itu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH meminta kerjasama rektor dan mahasiswa untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat menjelang kenaikan BBM.

“Kepada mahasiswa jangan melakukan anarkis yang akhirnya merugikan masyarakat dan diri sendiri. Menjaga kerukunan sosial dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat  menjadi dasar untuk menciptakan keamanan dari gangguan apapun. Jadi kita harus peduli,” kata Wisjnu dalam pertemuannya dengan para rektor saat itu.

Sebelumnya, Kapoldasu juga duduk bersama dengan organisasi buruh Sumatera Utara dan Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Hotel Garuda Medan. Dalam pertemuan itu Kapoldasu dan Wali Kota medan meminta kepada seluruh organisasi buruh menjaga stabilitas keamanan dalam menghadapi kenaikan BBM.

Selain itu Kapoldasu beserta jajaran Pemprovsu menggelar pertemuan untuk membahas dampak kenaikan BBM di Sumut. Dalam pertemuan itu hadir Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Tidak cuma itu saja. Kapoldasu yang pernah mengecap pendidikan di SMA Negeri 3 Medan ini juga mengunjungi beberapa sekolah di Medan. Dalam kunjungan itu, Kapoldasu memberi bimbingan dan arahan kepada seluruh siswa untuk tidak terjerumus dalam kegiatan yang bisa merusak masa depan siswa.

Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH menanggapi aspirasi masyarakat yang sangat resah atas dampak kenaikan BBM, seperti berimbas naiknya harga bahan pokok dan lainnya termasuk juga ongkos angkutan umum. Untuk itu, Kapoldasu kemarin melakukan koordinasi dengan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut, Haposan Siallagan di Dit Lantas Poldasu di Jalan Putri Medan.

Dalam pertemuan itu, Kapoldasu berharap kenaikan ongkos pada angkutan umum tidak memberatkan masyarakat. Hal itu diterima Organda Sumut dan berjanji dalam mengambil kebijakan pro ke masyarakat. (*)

Densus Tembak Mati Tersangka Teror Aceh

JAKARTA- Lagi, Detasemen Khusus 88 menembak mati tersangka teror. Kali ini lokasinya di wilayah Polda Aceh. Korban bernama Maimun JF, salah satu kawanan tersangka yang membawa bom rakitan di kawasan Lhong. Maimun ditembak di Limpok, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (24/3) petang.
“Tersangka terpaksa dilumpuhkan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen HM Taufik di Jakarta, kemarin. Maimun termasuk dalam kawanan tersangka pelaku teror menjelang Pilkada Aceh 2012.

Taufik menjelaskan, penembakan sudah melalui prosedur yang benar. “Pada Sabtu sore, sesuai informasi yang didapat dari masyarakat,” polisi menggerebek tempat persembunyian yang bersangkutan,” katanya.

Ketika tempat persembunyian tersangka disergap oleh tim gabungan Densus dan Polda Aceh, tersangka berusaha melarikan diri dengan memanjat tembok. Karena itu petugas melepaskan tembakan peringatan dua kali, namun tetap berusaha melarikan diri, sehingga petugas mengarahkan tembakan ke arah tangan dan kaki tersangka untuk melumpuhkan.

“Namun, dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Banda Aceh, tersangka kehabisan darah sehingga meninggal dunia,” kata jenderal bintang satu ini. Saat ini jenazah korban telah dikembalikan kepada keluarganya tadi pagi pukul 07.00 WIB, di Lhong, Aceh Besar, berdekatan dengan Geurute.
Selain Maimun, polisi kini masih memburu tersangka lain. Maimun terkait dengan enam tersangka yang sekarang diperiksa intensif di Mabes Polri. Mereka sudah dibawa Senin lalu.

Sejauh ini, dari pengakuan tersangka, selain terlibat dalam bom pipa, pelaku juga pernah terlibat dalam aksi kriminalitas di Aceh. Kawanan ini juga siap meledakkan bom pipa tersebut akan dalam iring-iringan salah satu kandidat calon Gubernur Aceh di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar yang menuju ke Meulaboh, Aceh Barat. “Untuk pengungkapan teror di Aceh memang gabungan, dari Mabes ada Densus yang berkoordinasi dengan Polda Aceh,” jelasnya. (rdl/jpnn)

Gaji Kecil, Hakim Ancam Mogok

JAKARTA- Ada-ada saja cara yang dilakukan hakim daerah supaya penghasilannya naik. Rencananya, pengadil di meja hijau itu akan mogok bersidang jika tidak ada remunerasi dalam waktu dekat. Alasannya, sudah empat tahun gaji hakim tidak naik dan sebelas tahun tunjangan tidak meningkat.
Kalau sampai mogok terjadi, tentu saja proses pengadilan akan macet dan menambah masalah baru. Oleh sebab itu, Mahkamah Agung (MA) meminta agar para hakim bersabar. Termasuk tidak melakukan tindakan menyimpang karena penghasilan minim. “Diharapkan caranya elegan,” ujar Hakim Agung Gayus Lumbun kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, MA memang tidak mendukung aksi mogok, namun kesejahteraan hakim harus diperjuangkan. Sebab, faktanya kehidupan para para hakim daerah terutama di kawasan terpecil sangat susah. Selain itu, dibandingkan dengan gaji pengawai negeri sipil, pendapatan hakim jauh tertinggal.

Dia lantas membandingkan kondisi gaji pokok PNS sudah naik sebelas kali sejak PP No 11 tahun 2011 diterbitkan. Sedangkan gaji pokok hakim yang juga PNS tetapi diatur PP No. 8  tahun 2000 tidak lagi pernah mengalami kenaikan sejak 4 tahun lalu.

Akibatnya, gaji pokok hakim yang awalnya lebih besar dibanding gaji pokok PNS dengan selisih kurang lebih Rp 200 ribu kini jauh tertinggal. Mantan anggota DPR itu memastikan jika gaji hakim saat ini memang perlu dinaikkan. “MA memperjuangkan kenaikannya secara wajar,” imbuhnya.
Janji untuk memperjuangkan kesejahteraan hakim itulah yang membuat Gayus memperingatkan hakim agar tak melakukan tindakan menyimpang. Sampai kapan pun, menerima suap dengan alasan penghasilan minim tak pernah ditoleransi.(dim/jpnn)