31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13713

Eddy/Adil Bidik Juara

Denyut jelang North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2012 dan seri I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2012 mulai memanas. Para pembalap pun mulai unjuk gigi. Pasangan pereli Sumut dari tim TSA Indocafe Spectra, Eddy WS/Syariful Adil, adalah di antara pesaing lokal yang optimis bisa mendulang sukses dalam event memperebutkan trofi Bupati Langkat tersebut.

Eddy/Adil akan turun di kelompok GR 2.2 (penggerak dua roda) dan menjadi salah satu favorit juara di kelasnya. Selain itu, tim TSA juga menurunkan Utama Wijaya/M Arif Hutasuhut di atas Suzuki Swift grup N-15 yang juga dipatok juara.
Eddy/Adil yang juga pemegang gelar juara nasional GR 2.2 menyatakan siap memenangkan balapan guna kembali meraih gelar terbaik.

“Kami sangat optimis, mengingat persiapan kendaraan jauh-jauh hari sudah dilakukan. SX4 yang kami andalkan dilakukan penggantian suspensi baru, mengingat trek di Langkat ini berbatu dan bumpy. Untuk lintasan kering ataupun lumpur, kami sudah dibekali ban Swallow Spectra yang cukup menambah keyakinan,” ungkap Eddy kepada wartawan di Medan.

Adil menambahkan pihak TSA (Trans Sumatera Agung) selaku pemilik tim, bahkan ingin mereka bisa menyodok ke posisi 5 Besar klasemen umum sekaligus bersaing dengan driver grup N lainnya.
“Karenanya kami berharap bisa memberi kejutan sekaligus prestasi bagi warga Sumut,” tutur Adil.

Dijelaskannya, TSA mendukung penuh kiprah mereka kembali berlaga di ajang kejurnas 2012, dan akan ikut di semua seri yang sudah direncanakan. Malah, TSA juga ikut berpartisipasi mensukseskan event dengan mensupport course car (zero car dan double zero) yang dipiloti Agus Suherman/Yorris Tutupoly, serta Andy Limbong/M. Rizky Nugraha, keduanya di atas Suzuki SX4.

“Saya juga ingin mendukung kejuaraan ini, sekaligus merasakan sensasi kejurnas reli, walaupun hanya sebagai driver course,” tambah Agus Suherman, yang dikenal penghobi otomotif roda dua dan empat ini. (dra)

Tujuh Pemain Absen, PSMS Gagal Latihan

LATIHAN perdana PSMS usai jeda paruh musim gagal digelar. Tujuh pemain absen, sehingga pelatih memutuskan tak latihan Rabu (4/4) sore.

Adapun tujuh pemain yang belum bergabung di Mess Kebun Bunga yakni Ledi Utomo, Denny Rumba, Zaenal Anwar, Anton Samba, Luis Pena, Osas Saha dan Ari Supriatna.

Mengenai hal ini, caretaker PSMS Suharto AD mengaku sedikit kecewa. “Kita sudah jadwalkan latihan hari ini (Kemarin). Namun, karena masih banyak pemain yang belum pulang terpaksa latihan harus ditunda. Dan kita hanya menggelar game saja tadi dan latihan-latihan kecil,” ungkapnya, Rabu (4/4).

Suharto berpendapat, persiapan yang dimiliki skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya tinggal beberapa hari. “Pada 7 April kita sudah harus berangkat ke Pekanbaru. Jadi kita cuma punya waktu sedikit persiapan. Seharusnya itu tak disia-siakan,” tegasnya.
Mengenai adakah pengaruh belum dibayarnya gaji pemain secara penuh mengakibatkan hal tersebut, Suharto tak mau menjawab.

“Soal gaji, kita tak bias jelaskan. Itu bukan wewenang kita. Namun, jika itu memang kendala bagi mereka, saya selaku pelatih tidak bias apa-apa,” kata pelatih berkepala plontos itu. (saz)

Jalan Amblas, Karo-Aceh Macet Total

KARO- Jalan negara lintas dari Tanah Karo menuju Aceh Tenggara tepatnya di Dusun Lau Lisang, Desa Kutabangun, Kecamatan Tigabinanga macet total, Rabu (4/4). Kemacetan ini disebabkan badan jalan sepanjang 30 meter di kawasan itu amblas. Kondisi ini diperparah lagi dengan rusaknya satu unit truk sehingga membuat antrean panjang hingga sore hari.

Informasi yang di peroleh Sumut Pos, sekitar pukul 06.00 WIB, sebagian badan jalan telah amblas. Situasi tersebut, mempersulit pengendara untuk melanjutkan perjalanan, baik dari Karo menuju Aceh Tenggara atau sebaliknya.
Walau kondisi jalan amblas dengan kedalaman 2 meter, awalnya sejumlah pengendara mencoba untuk melewati jalan tersebut. Tetapi ketika satu unit truk tronton E 8403 AT, bermuatan puluhan ton pupuk bersubsidi dari Tigabinanga menuju Kotacane Aceh Tenggara hendak melintas, mengalami patah kopling.

Truk yang rusak di tengah jalan itu membuat kenderaan lainnya tidak bisa lewat.  Melihat situasi semakin memburuk, akhirnya petugas kepolisian dari Pos Lantas Tiga Binanga, dibantu warga sekitar, mencoba mencari solusi dengan membuat jembatan dari papan agar kenderaan roda dua bisa melintas.

Untuk sementara, arus lalulintas kenderaan roda empat atau lebih, dialihkan dari Kabanjahe, Sidikalang, Tiga Lingga, Kutabuluh, Tanah Pinem menuju Aceh Tenggara.  Sejumlah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum telah dikirimkan ke lokasi untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan yang amblas.(wan)

Menunggu Dilamar

Syahrini

Restu ibunda sudah diberikan untuk segera menikah. Lampu hijau itu benar-benar dimanfaatkan Syahrini. Tahun ini juga ia berniat menikah dengan pacarnya, pengusaha asal Malaysia.

“Mudah-mudahan tahun ini, tapi sepertinya dalam waktu dua bulan ke depan. Sedang memproses ke arah sana, mudah-mudahan,”ungkapnya.

Bagi Syahrini, pernikahan merupakan perintah agama yang harus dilaksanakan, sehingga secara serius pula dirinya akan mempersiapkan dan menjalaninya.“Pernikahan buat aku adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Namanya ibadah kan memang diperintahkan oleh Allah,” ungkap pelantun Kau Yang Memilih Aku ini.

Sejak awal, Syahrini mendapat pesan dari sang mama agar mencari suami yang bisa menjadi imam dunia hingga akhirat. Amanah itu sudah ia dapatkan dari Mr X asal negeri jiran itu.

“Kata mamaku gitu.Tapi keluargaku santai. Nggak maksa (segera nikah). Kita lihat saja apa lelaki ini akan melamar aku,” ungkap Syahrini.
Yang jelas, sejak awal pacaran, bekas teman duet Anang Hermansyah ini wanti-wanti ingin serius. Ia tak mau terjebak hubungan putus-nyambung.
“Aku nggak mau wasting time. Aku bukan cari pacar, aku bilang sama dia. Alhamdulillah tujuannya dia juga itu, pernikahan,” tegasnya.

Namun sayang, hingga kini dia mengaku belum ada pembicaraan secara khusus. Sebagai perempuan, Syahrini hanya bisa menunggu, dan selalu siap kapan pun diajak ke pelaminan. “Mudah-mudahan saja, siapa tahu menutup tahun dengan pernikahan. Pengennya begitu (tahun ini), cuma belum ada pembicaraan aku bakal nikah kapan. Aku sih selalu siap,” tukasnya.

Sejauh ini ia belum berani memamerkan pria yang kini telah menjadi tambatan hatinya ke publik. “Aku akan pamerin kalau sudah diikat pernikahan,” janjinya.  (rm/jpnn)

55 WN Myanmar dan Thailand Dideportasi

BELAWAN- Sebanyak 55 orang nelayan asal Myanmar dan Thailand akan di deportasi ke negara asalnya.
Pemulangan puluhan warga asing tersebut dilakukan setelah pihak PSDKP berkoordinasi dengan petugas keimigrasian di Belawan.

Sebelumnya, para WNA ini ditangkap atas sangkaan memasuki dan melakukan pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Tindakan deportasi akan dilakukan mengingat anggaran untuk menanggung biaya hidup untuk mereka tidak ada, sedangkan pemerintah hanya menanggung untuk kebutuhan nakhoda kapal ikan yang kita tangkap sebelumnya,” kata Suhartono, staf pengawas PSDKP Stasiun Belawan, Rabu (4/4).

Dia mengatakan, puluhan nelayan asing tersebut merupakan awak dari lima unit kapal penangkap ikan yang ditangkap petugas kapal patrol DKP di sekitar perairan Jambo Aye, Aceh pada, Jumat (30/3) lalu.

“Biaya kebutuhan makan dan minum awak kapal tak ditanggung negara, jadi anggaran dari mana untuk memenuhi kebutuhan mereka. Maka diambil solusi untuk dilakukan deportasi saja,” ungkapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Lalintuskim Kantor Imigrasi Belawan, Muliadi mengatakan, bila diserahkan pihaknya siap untuk melakukan proses pendeportasian para awak kapal illegal phising tersebut.”Kita siap membantu jika diminta untuk berkoordinasi terkait pemulangan para WNA itu,” tandasnya.(mag-17)

Petenis Sumut Melaju ke Babak Kedua

MEDAN- Turnamen Tenis Piala Gubsu Open 2012 di Lapangan Tenis Kebun Bunga Medan mulai memasuki babak kedua, Kamis (5/4) ini. Tuan rumah akhirnya mampu meloloskan tiga petenis tunggal putranya untuk bertarung di babak kedua, Kamis (5/4) ini. Sementara di tunggal putri Sumut menempatkan sembilan petenis.

Tiga petenis tuan rumah yang sukses lolos antara lain Habibi Yasin yang menundukkan petenis sesama Sumut, Nalda dua set 6-1, 6-0. Di babak kedua, ia akan berhadapan dengan petenis unggulan nomor tiga, Sebastian Dacosta  yang kemarin menang mudah atas Petenis Sumut M.Ikmal Hisyam, 6-1, 6-0.

Petenis Sumut lainnya, Alfonso Bangun juga sukses melaju usai menyingkirkan petenis Riau, M.Iqbal. Tanpa perlawanan berarti Alfonso mengakhiri dua set 6-0, 6-1. Ia akan erhadapan dengan petenis unggulan keenam asal Jateng, Kurnia Suranto di babak kedua. Kurnia kemarin sempat melewati duel ketat dengan petenis Sumut, Bachtiar Hasibuan di set pertama. Namun Kurnia unggul 7-5 di set pertama lantas mengakhiri langkah Bachtiar dengan kemenangan 6-2 di set kedua.

Duel dua petenis Sumut tersaji lewat Donny Collin dan Chairun Abdi Siahaan. Donny mengakhiri perlawanan Chairun, 6-3, 6-1. Donny akan menghadapi petenis unggulan keempat, Ibrahim Unggulaga asal Jatim yang menundukkan petenis Sumut, Yazid Daulay kemarin, 6-2, 6-4. Perjuangan petenis Sumut lainnya, TM Bintang juga kandas di tangan petenis asal Jakarta, Garcia Rangan. Sempat memaksakan deuce di set pertama, namun Garcia menunjukkan kelasnya dengan menang 7-6. Sebelum akhirnya menuntaskannya 6-0 di set kedua.  Petenis Indra Wijaya tak mendapat perlawanan dari Ahmad Maulana Bairuri (Kaltim) dengan  skor 6-1, 6-2. (mag-18)

Banyak Pengaduan Warga tak Direspon DPRD Deliserdang

LUBUKPAKAM- Kinerja DPRD Deliserdang layak dipertanyakan. Pasalnya, cukup banyak pengaduan masyarakat ke DPRD Deliserdang yang tidak direspon.

“Sudah hampir dua bulan pengaduan yang kami sampaikan secara tertulis ke DPRD Deliserdang ini tidak direspon. Kalau bukan ke dewan, lantas kemana lagi kami harus mengadu,” kata Iwan Susanto, warga Delitua kepada wartawan, Rabu (4/4).

Menurut Iwan, dia menyampaikan pengaduan terkait permohonan pindah sekolah anaknya yang terkesan dipersulit. Namun permohonan tersebut belum direspon oleh DPRD sampai tingkat dengar pendapat dengan mengundang SKPD terkait. Malah surat pengaduan itu, terkesan dibiarkan tertumpuk di lemari disudut ruang Komisi D.

Kepala Bidang Pendidikan LIRA Deliserdang, Yahya mengakui pernah mengalami hal serupa. Beberapa lembar surat pengaduan terkait kinerja Dinas Kesehatan Deliserdang, terpendam di komisi D. “Pengaduan pada 2010 baru direspon di 2012, itupun karena terus didesak. Kami heran apa saja kinerja DPRD ini?” kata Yahya.

Pengamat Hukum Tatat Negara Faisal Akbar mengatakan, sejatinya anggota dewan mencari empati rakyat, karena dewan itu merupakan wakil rakyat. Pengaduan rakyat itu sudah sepantasnya direspon karena dengan begitu aspirasi masyarakat tersampaikan.

Lanjutnya, berdasarkan UU Pelayanan Publik Nomor 25 tahun 2009 disebutkan, salah satu tempat masyarakat mengadu adalah lembaga DPRD dan Ombudsman. Jadi menurutnya, sudah tepat jika rakyat mengadukan permasalahan yang dihadapi kepada dewan.

Ketua Komisi D DPRD Deliserdang Timur Sitepu membantah tudingan itu. Menurutnya, pihaknya selalu merespon pengaduan rakyat, baik yang datang secara langsung maupun melalui surat pengaduan. (btr)

Lobi Eks Timnas Slovenia

MEDAN- Eks gelandang Timnas Slovenia bernama Nastja Ceh dikabarkan akan berkostum PSMS Medan. Pelatih Suharto menjelaskan hal itu usai menonton video pemain yang terakhir kali berkostum Maccabi Petah Tikva Israel itu.

Jika benar bakal ke PSMS, itu adalah angin segar. Pasalnya, Nastja Ceh punya segudang pengalaman di kompetisi tertinggi Eropa. Sepanjang karirnya, Nastja Ceh pernah juga main di klub papan atas Belgia Club Brugge. Nah di sana lah dia sempat beberapa kali main di pentas Liga Champions Eropa. Di samping itu, Nastja Ceh juga sempat mengecap 46 kali caps bersama Timnas Slovenia.

“Kita butuh gelandang dengan skill potensial, memiliki kemampuan cukup baik untuk mensuplai bola ke lini depan. Dan dia (Nastja Ceh) sepertinya memiliki semua skill yang kita perlukan,” terang Suharto, Rabu (4/4).
“Dari data yang kita terima, ia sempat bermain 46 kali untuk Timnas Slovenia. Dan ia kerap di plot untuk mengeksekusi bola-bola mati. Dan mayoritas tendangan bebasnya menghasilkan gol,” tambah Suharto.

Informasi dari berbagai sumber yang dirangkum Sumut Pos, Nastja Ceh sudah melanglang buana bermain untuk klub-klub di berbagai negara. Seperti di liga Belgia, Yunani, Kroasia, Rusia. Dan saat ini pemain kelahiran 26 Januari 1978 di Ptuj Slovenia ini memperkuat klub Maccabi Petah Tikva Israel.

Sepengetahuan manajemen PSMS, termasuk Suharto, Nastja Ceh belum pernah merumput di Indonesia. “Jadi pertama kali ia merumput di Indonesia untuk memperkuat PSMS,” jelas Suharto.

Kedatangan Nastja Ceh ini juga dikabarkan untuk menggantikan gelandang PSMS Luis Pena. Dari rapor di putaran pertama dan hasil evaluasi yang dilakukan kepada gelandang asal Chile itu menuntut manajemen mencari penggantinya. Dalam setiap pertandingan, Pena dinilai memiliki stamina yang cepat lelah, lambat dan skillnya masih rata-rata dengan pemain lokal.

Selain Nastja Ceh, manajemen juga mengaku telah berkomunikasi dengan dua gelandang asal Deltras FC Sidoarjo. “Iya, kita juga bakal datangkan Fahruddin dan gelandang Deltras FC asal Korea, yakni Sin Ju Yun,” papar Suharto.
Kabarnya ketiga pemain ini akan sampai di Mess Kebun Bunga hari ini (5/4).

Dengan kedatangan tiga pemain ini, ditambah Wiganda yang sudah lebih dulu bergabung dengan skuad PSMS, otomatis PSMS tinggal memenuhi kuota satu lagi pemain asing Asia. Karena gelandang asal Korea dari Deltras FC Sin Ju Yun sudah memenuhi satu dari dua kuota pemain Asia. Sedangkan, pemain non-Asia sudah terpenuhi, yakni Sasa Zecevic, Nastja Ceh dan Osas Saha. (saz)

Suparjo Seleksi Seminggu

PSMS kedatangan seorang pemain melalui kerjasama media partner ISL ANTV dengan promotor Benny Simanjuntak. Nama pemain itu Suparjo Yulianto berposisi sebagai stopper.

Soal pengalaman, pemain satu ini terbilang kenyang pengalaman. Sedert klub ini pernah dia bela: Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena dan terakhir memperkuat Manado United di IPL musim lalu.

Usai berlatih bersama tim kemarin (4/4) sore, Suparjo mengaku sangat ingin bermain bersama PSMS. “Kita semua tahu, PSMS sejak dulu merupakan tim yang disegani di persepakbolaan Indonesia. Dan sekarang saya ingin mengembalikan kejayaan PSMS bersama-sama dengan tim,” katanya.

Ia juga mengatakan akan menunjukkan kualitas yang dimilikinya kepada tim pelatih. “Sejak kecil saya sudah tertarik dengan PSMS. Sejak saya masih di SSB, dan bermain di PSMS memang cita-cita saya. Kenapa? Karena PSMS banyak menghasilkan pemain Timnas. PSMS juga memiliki gaya bermain dengan ciri khasnya,” ujar Yulianto.

Sementara itu, caretaker PSMS Suharto AD menjelaskan, akan memberikan waktu seminggu kepada Yulianto untuk mempertunjukkan kemampuannya di tim. “Namun, kita melakukan seleksinya setelah kita menyelesaikan dua laga tandang ke PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta. Dan kita akan evaluasi selama seminggu,” kata Suharto. (saz)

Melihat Pedagang Jajanan di Pasar Kaget Binjai

 Memacetkan Lalu-Lintas hingga Dini Hari

Pasar Kaget di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Binjai Kota menjadi lokasi nongkrong favorit bagi warga Kota Binjai. Hampir setiap malam pasar kaget ini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melepas lelah maupun sekadar ngumpul bersama teman maupun keluarga sembari menikmati makanan yang dijajakan pedagang di sana.

Karena Pasar Kaget ini ramai dikunjungi masyarakat, para pedagang pun semakin menjamur. Bahkan, mereka tak segan-segan menggunakan jalan umum untuk lapak dagangan mereka. Akibatnya, arus lalulintas di sana menjadi macet.

Kemacatan lalulintas biasanya terjadi mulai pukul 18.00 WIB, saat para pedagang mulai membuka lapak dagangannya. Bahkan, kemacatan terjadi hingga pukul 00.00 WIB. Tak jarang, para pengguna jalan yang melintas di Jalan Ahmad Yani menjadi berang karena kemacatan terlalu panjang.

Biasanya, kemacetan terjadi mulai dari persimpangan Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Tuanku Imam Bonjol, tepatnya di bawah bangunan Sky Kros. Jika dua mobil saling bertemu, maka salah satunya harus mengalah. Jika tidak, maka seluruh kendaraan yang melintas di sana sulit bergerak. Jangankan maju, mundur pun sudah tidak bisa. Akhirnya, kemacatan panjang pun terjadi.

Yeni, seorang warga yang melintas di Jalan Ahmad Yani mengaku resah dengan kondisi lalulintas di kawasan Pasar Kaget ini, khususnya pada malam hari. “Jualan boleh-boleh saja, tapi maunya pikirkan juga orang yang mau melintas di jalan ini. Lihatlah, jalan jadi macet karena mereka jualan di badan jalan,” ketusnya.

Karenanya, Yeni meminta kepada Pemko Binjai untuk melakukan penertiban terhadap para pedagang yang berjualan di badan jalan. “Maunya Pemko Binjai menata para pedagang sehingga terlihat lebih tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan. Sebenarnya, pasar kaget ini jadi ikon Kota Binjai sebagai pusat kuliner. Tapi, kalau sudah membuat macat, kan tak enak. Coba ditata dengan rapi, lalulintas tidak macat, kuliner pasar kagetpun terus berjalan,” ujarnya.

Sementara, menyikapi keluhan masyarakat terkait para pedagang yang berjualan di badan jalan dan memacetkan arus lalulintas, Kabag Humas Pemko Binjai Zulpikar mengatakan, sudah ada peraturan walikota (Perwal) yang mengatur hal tersebut.

“Kalau untuk Pasar Kaget sudah ada perwalnya. Tapi saya lupa nomor Perwal itu. Yang jelas, dalam Perwal itu diizinkan para pedagang menggelar dagangannya di Jalan Ahmad Yani. Termasuk jam buka para pedagang tersebut yakni mulai pukul 18.00 WIB sampai 04.00 WIB,” jelas Zulpikar.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini Pemko Binjai, sedang merencanakan pembangunan pusat jajanan di lahan Gedung Olah Raga (GOR) lama di Jalan Gatot Subroto, Binjai Kota, asrama 121 Kebunlada, Kecamatan Binjai Utara, dan Kancilmas, Kecamatan Binjai Timur.

“Pembangunan pusat jajanan di tiga lokasi itu, rencananya akan direalisasikan tahun ini. Selanjutnya, pedagang yang ada di pasar kaget juga akan ditata. Seperti tenda, gerobak dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan, agar pusat jajanan pasar kaget lebih terlihat indah. Dengan adanya tiga pusat jajanan yang akan dibuat oleh Pemko Binjai itu. Maka, masyarakat tidak terfokus dengan kaget. Sehingga, jalanan di pasar kaget tidak terlalu macat,” ucap Zulpikar via selulernya. (dan)