31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 13712

Rakov Terkenal karena Judo

SAMA seperti di kebanyakan negara di dunia, olahraga Judo di Kazakhstan juga menjadi sebuah dinasti keluarga. Olahraga ini digeluti secara turun temurun, seperti yang dialami juara dunia Maxim Rakov.

Pemuda berusia 26 tahun ini merupakan juara dunia Judo tahun 2009 di Rotterdam, Belanda. Dibentuk dan dilatih oleh ayahnya yang merupakan mantan Judoka juara Uni Soviet, Rakov kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil di olimpiade London.

“Olahraga ini memang dinasti keluarga. Kakek dan ayah saya seorang judoka. Dua adik saya juga judoka. Kelak anak saya yang saat ini berusia lima tahun juga akan menjadi judoka,” kata Rakov.

Di Kazakhstan, kata Rakov, Judo menjadi olahraga favorit. Olahraga ini akan memberi kebanggaan tidak cuma kepada keluarga, tetapi juga bangsa dan negara. “Jika kamu menang, maka dunia akan tahu Kazakhstan. Ini menjadi kehormatan besar dan kebanggaan keluarga,” ujar Rakov.

Keluarga Rakov sendiri sudah cukup dikenal sebagai dinasti keluarga Judo. Beberapa waktu lalu, Rakov tampil sebagai juara turnamen Grand Prix Judo di Jerman. Pada hari yang sama, adiknya yang berusia 16 tahun Mikhail menyabet medali perunggu di kejuaraan nasional di Kazakhstan.

Seminggu kemudian, giliran adiknya yang berusia tujuh tahun, Yegor, menyabet medali perak di kejuaraan Judo kelas yunior di Karagandy. Prestasi ini seperti mengukuhkan keluarga Rakov sebagai dinasti. (bbs/jpnn)

Supir Truk Gelapkan 570 Liter Solar

LUBUK PAKAM- Fitri Akbar (22), warga Dusun Kauman, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, diperiksa di Polsek Beringin, terkait dugaan pengelapan 570 liter solar, Rabu (4/4). Ratusan liter solar tersebut disedot dari tangki eskavator milik PT Waskita Yasa yang beroperasi di lokasi pembangunan Bandara Kuala Namu.

Fitri Akbar yang sehari-hari berkerja sebagai supir truk di PT Waskita Yasa diduga sengaja menyedot solar dari tangki eskavator yang beroperasi di lokasi Bandara Kuala Namu. Kemudian ditampung di 19 jeriken (ukuran 30 liter) berisi penuh. Ke 19 jiregen itu kemudian dinaikkan ke bak mobil truk BA 9794 JT dan rencananya akan dijual ke nelayan di Pantai Labu.
Namun, belum sempat mobil truk itu meninggalkan areal proyek pembangunan Bandara Kuala Namu, personil Polsek Beringin yang mendapat informasi dari masyarakat langsung menangkap Fitri.

Kemudian Fitri diboyong ke Mapolsek Beringin bersama barang bukti truk berserta 19 jeriken berisikan minyak solar, untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Beringin AKP Pantas Sinaga membenarkan penangkapan Fitri Akbar. Menurutnya, tersangka sedang diperiksa karena diduga melakukan penggelapan minyak solar milik PT Waskita Yasa sehingga perusahaan mengalami kerugian.(btr)

Williams Bersaudara Melaju

CHARLESTON – Para peserta dengan status unggulan, belum sama sekali terbendung di babak pertama dan kedua WTA Charleston. Hanya Agnieszka Radwanska yang harus gugur setelah menyatakan mundur akibat cedera punggung usai menjuarai WTA Miami.

Para unggulan yang terus mulus melaju ke babak kedua, terdapat nama-nama seperti Vera Zvonareva, Samantha Stosur, serta duo Williams – Venus dan Serena. Keempatnya melaju tanpa hambatan, menghancurkan lawan-lawannya tanpa kesulitan.

Zvonareva yang menduduki unggulan keempat, seperti tanpa keringat mengalahkan Kateryna Bondarenko. Zvonareva menang langsung dalam dua set, 6-1 dan 6-1. Sementara sang juara US Open – Samantha Stosur juga mengikuti jejak Zvonareva ke babak ketiga usai mengandaskan Jamie Hampton, 6-0 dan 7-5.

Serena menunaikan langkahnya ke babak selanjutnya dengan memulangkan Elena Vesnina, juga melalui straight set. Meski sempat terjadi laga sengit, tapi Serena masih mampu menutup laga dengan kemenangan 6-3 dan 6-4.

Sementara sang kakak, Venus, tak kalah cemerlangnya dengan menuntaskan perlawanan Iveta Benešová di babak pertama yang berbarengan dengan sang adik yang sebelumnya sudah menembus babak kedua. Venus mengalahkan Benešová, 6-4 dan 6-3.

“Servis saya terasa hebat. Padahal saya masih menyesuaikan diri dengan permukaan lapangan ini. Setiap lapangan tanah, permainan harus dilakukan berbeda. Saya hanya berusaha memantapkan langkah saya, tapi kemenangan ini merupakan start yang bagus,” ujar  Venus. (bbs/jpnn)

Milad ke-55 Fakultas Sastra Universitas Islam Sumatera Utara

Perkokoh Rasa Persaudaraan

Fakultas Sastra UISU Jalan Sisingamangaraja Teladan Medan didirikan pada tanggal 26 Februari 1957, kini berusia 55 tahun. Keberadaan Fakultas Sastra UISU mengasuh dua strata pendidikan yakni S-1 dan S-2. Dalam memeriahkan ulang tahunnya, keluarga besar Fakultas Sastra UISU menggelar rangkaian acara pada 27 Februari hingga 3 Maret 2012.

Dekan Fakultas Sastra UISU Prof Drs H Efendi Barus MA PhD di ruang kerjanya, Selasa (3/4) sore mengatakan. Fakultas Sastra mengasuh Strata-1 Program Studi Sastra Inggris yang terakrediatasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 027/BAN-PT/Ak-XI/S1/X/2008 dan Sertifikasi SPS 002576.

‘’Sedangkan Strata 2 memiliki izin berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdiknas RI Nomor 437/D/T/2004 tanggal 2 November 2004. S-2 dengan program studi Sastra Inggris memiliki dua pilihan konsentrasi yaitu Ilmu Linguistik atau Sastra Inggris. Penentuan pilihan konsentrasi studi akan dilakukan pada semester kedua,’’ urainya.

Berkaitan dengan rangkaian milad ke-55, lanjut Efendi, Fakultas Sastra UISU menggelar berbagai acara seperti lomba baca puisi dan lomba pidato dalam Bahasa Inggris yang diikuti siswa SLTA se-Kota Medan. ‘’Juga digelar lomba debat Bahasa Inggris diikuti mahasiswa Fakultas Satra UISU Al-Munawwarah Medan yang diadakan pada 27 Februari-3 Maret 2012,’’ katanya.

Untuk mempererat rasa kekeluargaan civitas akademika meliputi pimpinan kampus, pegawai, mahasiswa S-2 dan keluarga juga dilaksanakan liburan ke Pemandian Alam Bali. ‘’Disana diadakan makan bersama dan hiburan tari yang dipimpin Dekan Fakultas Sastra UISU Prof Drs H Efendi Barus MA PhD didampingi Pudek I Musim SS MHum dan Pudek II Masithah Dewi Ginting SSos MSos.Soc. (*/dmp)

Giliran drg Susyanto Beralasan Sakit

Dugaan Penyelewengan Dana Jamkesmas di Kota Binjai

BINJAI- Tim Tipikor Polres Binjai terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dugaan penyelewengan dana Jamkesmas RSU dr Djoelham Binjai, tahun anggaran 2009-2010 sebesar Rp 11,36 miliar. Pemeriksaan dilakukan secara meraton untuk mengetahui siapa yang akan dijadikan tersangka dalam kasus itu.

“Kita terus melakukan pemeriksaan secara meraton, untuk mengetahui berapa kerugian negara,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto saat ditemui Posmetro Medan (grup Sumut Pos), di ruang kerjannya, kemarin.

Namun, tampaknnya tim yang melakukan penyelidikan mendapatkan sedikit kedala. Sebab, beberapa saksi yang tak lain adalah mantan dirut rumah sakit pemerintah itu, mendadak sakit dan tidak dapat memenuhi panggilan sebagai saksi.

“Memang kita mendapat kendala saat memintai keterangan tiga mantan Dirut RSU dr Djoelham ini. Sebab, setelah dr Fuad menjalani pemeriksan sebagai saksi sempat mendadak sakit. Kali ini, drg Susyanto yang surat panggilannya sudah kita layangkan beberapa waktu lalu juga mengaku sedang sakit,” katanya.

Walapun demikian, dijelaskannya, pekan depan akan dilayangkan kembali surat panggilan kedua untuk drg Susyanto. Bahkan dijelaskannya, ketigannya diduga akan menjadi kandidat kuat untuk menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana Jamkesmas tersebut. “Ketiga mantan dirut ini yakni Srihartati, dr Fuad dan drg Susyanto tampaknya diduga kuat akan menjadi tersangka,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon SH SIK MSi mengungkapkan, pihaknya berjanji akan terus mengusut kasus dugaan penyelewengan dana Jamkesmas di RSU dr Djoelham Binjai. “Polres Binjai sudah memeriksa 22 saksi. Dan kami juga sudah menerima hasil audit BPKP, diperkirakan kerugian negara Rp843 juta,” paparnya.(dan/mag-4/smg)

Sebulan Buron, Pelaku Pembacokan Ditangkap

LABUHAN- Setelah sebulan menjadi buronan, akhirnya Yudi (25), diduga pelaku pembacokan abang-beradik di Pasar Tradisional Marelan pada akhir Februari lalu, ditangkap petugas Polsekta Medan Labuhan. Tersangka diringkus dari rumahnya di kawasan Pasar V, Gang Pendidikan, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Rabu (4/4) sore.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan AKP Oktavianus mengatakan, penangkapan salah satu dari empat pelaku tersebut berdasarkan adanya laporan kedua korban yang diterima polisi. “Pelaku kita amankan dari rumahnya, setelah polisi menerima informasi tentang keberadaannya saat itu,” kata Oktavianus.

Peristiwa pembacokan dialami kedua korban, Asmara Dana alias Dana (35) dan abangnya Syahputra (38) sebelumnya terjadi pada, Rabu (22/2) lalu. Diduga motif pembacokan itu dipicu oleh tidak terimanya pelaku ditegur korban pada saat sedang pesta tuak bersama rekannya.

“Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan, dugaan sementara pembacokan itu disebabkan oleh rasa tak senang pelaku terhadap ucapan korban. Sedangkan untuk pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” terangnya.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku yang diancam dengan pasal 351 KUHPidana tersebut hingga kemarin malam masih dimintai keterangan oleh petugas penyidik.(mag-17)

20 Pereli Siap Lahap 11 SS

Kejurnas Relly Seri I Langkat 2012

MEDAN- Sebanyak 11 Special Stage (SS) harus dilahap para pembalap pada Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2012 yang juga seri pembuka Kejurnas Relly 2012 di Langkat pada 7-8 April mendatang. Dengan total jarak tempuh 158 km, di Perkebunan London Sumatera (Lonsum) Turangi Langkat, 20 pereli akan bersaing memperebutkan podium terbaik .

Pimpinan lomba, Elwin Siregar mengatakan total jarak158 km itu sudah mengikuti standar Kejurnas. “Status NSRC yang menjadi seri Kejurnas membuat ada penambahan total jarak sesuai standar nasional. Jadi jarak tempuh 158 km itu peningkatan dari NSRC tahun-tahun sebelumnya yang biasanya 112 km. Ada penambahan satu SS baru,” ujarnya, Rabu (4/4) kemarin kepada Sumut Pos di Sekretariat IMI Sumut, Jalan Taruma Medan.

Penambahan yang dimaksud Elwin, adalah SS 1 di kampung Boyan dengan jarak tempuh 14,5 km. Selanjutnya para pereli akan melahap SS 2 di Langkup dengan jarak 15,88 km dan Bandar Telu sejauh 12,33 km. Sedangkan untuk SS 4 dan SS 5  akan reverse kembali ke Boyan dan Langkup hingga SS terakhir di Bandar Telu. Kemudian Finish Ceremony dan convoy menuju Stabat.

“Kita start di Stabat dan istirahat di Turangi, Sabtu (7/4) dengan total untuk hari pertama 5 SS dengan jarak tempuh 73 km kemudian besoknya kita lanjutkan 6 SS dengan jarak tempuh 85 km,” katanya.
Soal cuaca buruk yang belakangan melanda Sumut, Elwin mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan terus memantau rute dan melakukan perbaikan. “Ya memang sekarang sering hujan namun panitia terus memantau dan melakukan perbaikan rute. Kita harapkan nanti tidak ada mobil peserta yang nyangkut,” tambahnya.

Saat ini para pereli dari luar daerah sudah tiba di Medan. Termasuk pereli nasional Subhan Aksa dengan co-drivernya Hade Mboi dari Sumsel (Bosowa Rally Team), Rizal Sungkar yang berpasangan dengan Anthony Sarwono dari Jakarta, Erwin Mancha/Maman Aruman (Syndicate Indonesia), dan juga dua bersaudara asal Kaltim, Ryan Nirwan dan Ronaldo Nirwan dengan co-driver masing-masing (BRM). “Total ada 20 pembalap. Besok (hari ini-red) mereka akan melakukan survey rute, lalu scrutineering (pemeriksaan mesin) yang dilanjutkan dengan briefing peserta,” lanjut Elwin. Rencananya Ketum PP IMI, Komjen Nanan Soekarna akan hadir menutup kejuaraan itu.(mag-18)

Berebut Cinta Raffi

The Virgin

Duo The Virgin, Dara dan Mita, dikenal sangat kompak. Keduanya bahkan mengaku sangat lengket bak saudara. Sayang, keduanya ternyata mencintai pria yang sama. Mereka pun bersaing untuk mendapatkan cinta si pria yang tidak lain aktor Raffi Ahmad.

Namun, hal itu hanya terjadi dalam sebuah film televisi (FTV) yang sebentar lagi bakal tayang. Dalam FTV Demi Nama Cinta itu, Dara dan Mita berperan sebagai saudara kandung yang memperebutkan cinta Raffi. Bagi Dara, bukan hal baru melakoni akting jatuh cinta. Namun, lain halnya dengan Mita.

“Ini tantangan aku di film. Sebelumnya nggak pernah akting ge er sama cowok. Kalau Dara kan sering. Jadi, ya gimana akting tersipu malu, deg-degan atau grogi sama cowok. Susah. Aku nggak pernah ngerasakan,” jelas Mita ketika ditemui di sela-sela syuting FTV itu di Jalan Margasatwa kemarin (3/4).

Agar bisa mendalami perannya, Mita pun mengaku banyak belajar. Di antaranya belajar kepada sang sutradara dan Raffi sebagai lawan mainnya. Dia juga berguru kepada rekan duetnya. “Agak canggung sih. Tapi, aku kan diarahin sama sutradaranya. Aku juga belajar dari Dara. Aku ngapalin mimiknya Dara,” urainya.

Keterlibatan Mita dan Dara dalam FTV Demi Nama Cinta bermula ketika Raffi menawari keduanya untuk membintangi FTV yang diproduserinya. Tawaran tersebut dilontarkan Raffi setelah keduanya manggung di acara musik Dahsyat beberapa waktu lalu. Awalnya, mereka merasa Raffi hanya bercanda. Ternyata tawaran tersebut tidak main-main. Dara dan Mita pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Waktu itu kita pikir Raffi bercanda aja. Eh, ternyata beneran. Sampai sekarang kita masih nggak percaya kalau kita beneran syuting sama Raffi,” jelas Mita.

Diakui Mita maupun Dara, awalnya keduanya ogah bermain film. Sebabnya, mereka harus menjalani syuting berhari-hari. Mereka mengaku jenuh. Namun, sejak FTV pertama mereka hingga FTV ketiga ini, keduanya mengaku mulai menikmati akting. Bahkan, Dara mengaku kangen berakting setelah menyelesaikan dua FTV sebelumnya. “Kangen sebenarnya. Pas kepingin lagi, eh kebetulan ada tawaran dari Raffi. Akhirnya diterima dan kita syuting lagi,” jelasnya.

Mita menambahkan, dua bulan lagi keduanya juga ada tawaran untuk kembali berakting. Dia dan Dara tidak memungkiri bahwa mereka mulai enjoy berakting. “Sekarang jadi kayak nyanyi. Dua-duanya enak ngejalaninnya,” kata gitaris The Virgin itu.  Meski begitu, keduanya mengaku tidak berniat mendalami dunia akting lebih jauh. Mereka hanya menerima tawaran FTV yang membutuhkan waktu syuting sekitar lima sampai enam hari. Mereka tidak tertarik terlibat dalam sinetron stripping sekalipun sudah banyak tawaran yang datang.

“Nawarin sinetron ada. Tapi, kalau sinetron stripping gitu pasti kita nggak bisa nyanyi. Kalau sekadar FTV, kita nggak masalah. Kita hanya perlu meluangkan waktu lima hari. Jadi, selama itu nggak terima job nyanyi. Kalau disebut pingin mendalami banget juga nggak,” katanya.

Senada dengan Mita, Dara pun mengaku lebih nyaman berakting dalam FTV. Selain tidak memakan waktu banyak, dirinya masih bisa menerima job menyanyi. (ken/c2/ayi/jpnn)

SSB Generasi Medan Turunkan Dua Tim

MEDAN- SSB Generasi Medan optimis menurunkan dua tim pada perhelatan Festival Pra-Danone yang akan berlangsung Jumat (6/4) di Lapangan Patriot Jalan Air Bersih  Medan.

“Selain latihan rutin, anak-anak sudah kami bekali dengan pengalaman mengikuti beberapa pertandingan,” tutur Suryono Kepala Pelatih SSB Generasi Medan didampingi Sayful Asisten pelatih kepada wartawan usai latihan di Lapangan SSB Generasi Medan, Rabu (4/4)

Tentang skuad yang akan dilaga, Saypul mengatakan, semua pemain inti sudah diseleksi terlebih dahulu termasuk pemilihan kapten dan kiper. Bertindak sebagai kapten tim adalah Habib Albaik dan penjaga gawang Iqbalsyah.

Tahun lalu pada even yang sama, SSB Generasi Medan telah berhasil lolos masuk 32 besar dari sekitar 280 tim. Untuk sistem permainan, Suryono akan mengutamakan  penguatan pada lini  pertahanan, “Biasanya awal pertandingan kita akan memperkuat lini pertahanan, selanjutnya dapat berubah tergantung kondisi,” katanya.

Suryono mengharapkan meningkatkan dukungan dari pihak orangtua demi peningkatan kualitas siswa-siswa SSB itu. “Selain pengurus, peran orangtua adalah yang besar dalam menopang si anak,” pungkasnya. (mag-10)

Petinju Pro Asal Sumut Meninggal Dunia

JAKARTA- Dunia Tinju Profesional Indonesia kembali dirunding duka. Petinju Muhammad Afrizal kemarin pagi, sekitar pukul 05.00 WIB, akhirnya meninggal dunia.

Sebelumnya Afrizal mengalami pendaraha otak setelah bertanding melawan Irvan Marbun dalam Perbutan Gelar Juara kelas Bulu versi KTI yang dilaksanakan di salah satu stasiun televisi swasta pada Sabtu malam (31/3) lalu.

Afrizal Sempat dilarikan ke Rumah Sakit terdekat di Kawasan Daan Mogot, sebelum akhirnya dirujuk ke RS UKI Cawang.
Meninggalnya petinju 30 tahun yang bernaung di Sasana PDAM Sumatera Barat itu menambah Panjang daftar Petinju Indonesia yang meninggal diatas Ring. Jenazah Almarhum Muhammad Afrizal kemarin siang, diterbangkan ke Medan Sumatera Utara untuk dimakamkan .

Dr Tommy Halauwet SP.B mantan Dokter Ring Tinju Komisi Tinju Indonesia , membenarkan, meninggalnya Muhammad Afrizal akibat pendarahan Otak di bagian Kepala. “Tim Medis di Rumah Sakit UKI sudah melakukan pertolongan terhadap almarhum. Tapi cedera di bagian otak nya cukup berat sehingga nyawanya tidak tertolong,” kata Dokter Tommy kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, melihat kasus serupa yang pernah terjadi di tinju profesional Indonesia, seharusnya kejadian ini tidak perlu terulang lagi.

“Paling Inspektur Pertandingan harus bertindak cepat menganjurkan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan. Apalagi Afriza sempat terjatuh beberapa kali saat bertanding,” lanjutnya. (ali/jpnn)