26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13720

Harga Tinggi, Wali Kota Pantau Pasar

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengakui harga bahan kebutuhan pokok di pasar masih tinggi. Karena itu, Pemko Medan berencana melakukan pemantauan.

“Besok (Rabu 4/4) kita rencanakan melakukan pemantauan ke Pasar Sentral,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, usai melakukan rapat evaluasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) di kantor Dispenda Medan, Selasa (3/4) siang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Medan, Irfan Syarif Siregar mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukannya di 20 pasar tradisional setiap hari, kenaikan harga tidak tinggi khususnya pada kebutuhan pokok.

“Kenaikan tertinggi hanya terjadi pada minyak goreng yang berkisar Rp500-Rp1.000 per kilogram. Yang harganya naik cuma buah-buahan untuk kebutuhan kalangan menengah atas jadi kemungkinan tidak operasi pasar (OP),” katanya.

Jadi, menurutnya, pengaruh rencana kenaikan harga BBM tidak tinggi terhadap harga bahan kebutuhan pokok. Selanjutnya apabila ternyata ada kenaikan harga khususnya pada bahan kebutuhan pokok, lebih dikarenakan kondisi cuaca yang sudah mulai memasuki musim hujan.

Namun untuk mengantisipasi peningkatan harga, pihaknya akan menjamin ketersediaan stok sehingga tidak dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga. (adl)

Pasien tak Setuju Obat Generik Naik

MEDAN-Kenaikan harga obat generik harusnya dapat dikendalikan oleh pemerintah, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kebijakan menaikkan harga obat terlalu dini dilakukan tanpa adanya sosialisasi di masyarakat.

Menurut Dirut Jaringan Kesehatan Masyarat (JKM) Sumut, dr Delyuzar SpPA, kenaikan harga obat generik sendiri berdasarkan Keputusan Menkes RI Nomor 092/MENKES/SK/II/2012 tertanggal 23 Februari 2012. Dengan keluarnya keputusan itu, maka Keputusan Menkes Nomor 632/Menkes/SK/III/2011 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) obat generik tahun 2011 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Namun, naiknya harga obat generik, tidak berpengaruh besar terhadap pasien yang tercover Jamkesmas, Medan Sehat, Dana Talangan dan sebagainya.
“Nggak ada hubungannya itu. Meski harga obat naik, tapi nggak ada pengaruhnya terhadap pasien yang punya kartu jaminan kesehatan. Karena semua pembiayaanya sudah ditanggung oleh pemerintah,” jelasnya.

Ketua Lembaga Kepedulian Konsumen Indonesia (LKKI) Sumut, Aman Situngkir menambahkan harusnya kenaikan harga obat generik perlu ditinjau lagi dan pemerintah lebih jeli terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat. Meski ada Jamkesmas, Medan Sehat, Dana Talangan dan sejenisnya, namun tak semua masyarakat miskin yang tercover dalam jaminan kesehatan tersebut.

Pandi (40), warga Medan Belawan yang mendapat perawatan di RSUD dr Pirngadi Medan akibat kecelakaan lalulintas mengaku tidak mengetahui kebijakan naiknya harga obat. Begitupun dirinya tidak menyetujui naiknya harga obat generik tersebut.

“Saya nggak tau harga obat generik naik. Karena baru ini dirawat di Pirngadi. Tapi kalau harga obat naik pastinya akan lebih menyusahkan masyarakat miskin dan tidak ada kartu jaminan kesehatannya. Tapi mau bagaimana lagi, pemerintah yang punya kebijakan,” ungkap Pandi yang merupakan pasien umum itu. (mag-11)

Tak Mau Makan, Pembacok Istri Tewas

MEDAN-Bak Fu, suami yang membacok kepala istirinya Acui (35) tewas, karena tak mau makan sejak dirawat di RS Jiwa, Selasa (3/4).

Informasi yang dihimpun, kematian Bak Fu disebabkan semenjak menjadi pasien di RS Jiwa Pemprovsu, Bak Fu tak mau makan. Melihat kondisi nya yang semakin melemah oleh keluarga Bak Fu dibawa ke RS Methodist Medan, Minggu (1/4) sekitar pukul 23.00 WIB, untuk mendapatkan perawatan intensif. Tak lama mendapatkan perawatan, Senin (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB, Bak Fu di kabarkan meninggal dunia.

Kakak ipar Bak Fu, Lei Cin (37) mengatakan kematian Bak Fu karena tak mau makan sejak dikirim ke RS Jiwa.

Menurutnya, istrinya yang kena bacok, Acui (35) sudah keluar dari RS Advent begitu mengetahui suaminya meninggal dunia. Dengan masih menggunakan kursi roda Acui harus melihat suaminya untuk terakhir kalinya di persemayaman Balai Sosial Tanjung Mulia. Menurutnya Acui sangat bersedih dengan kematian suaminya.

Ditambahkan Lei Cin, Acui sebenarnya sangat mencintai Bak Fu dan telah memaaflan suaminya itu. Hal tersebut terbukti ketika Acui dibacok suaminya, dia meminta agar Bak Fu tidak diapa-apain oleh polisi dan warga.

Kakak ipar Bak Fu, Lei Cin (37) mengungkapkan, jenazah Bak Fu akan disemayamkan di Balai Sosial Jalan KL Yos Sudarso, Tanjung Mulia Medan dan selanjutnya akan dikremasi di Tanjung Morawa.

“Saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul di Balai Sosial Tanjung Mulia,” terang Lei Cin.

Sementara itu Kepling Lingkungan IV, Kelurahan Sei Putih Timur,  Supiatman (45) mengatakan turut berduka atas kematian Bak Fu.

Tewas Tabrak Tiang

Sementara itu Dicki Minofti (30), warga Jalan Sei Belutu, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Medan Selayang, tewas setelah mobil yang dikendarainya menabrak tiang lampu mercury di Jalan Gatot Subroto Medan,  Selasa (3/4) dini hari.

Informasi yang dihimpun, korban yang sehari-harinya sebagai agen jual beli mobil, pagi itu mengendarai mobil Sedan Mitsubishi Lancer BK 1001 ZZ, datang dari arah Jalan Gatot Subroto. Sesampainya di Jalan Gatot Subroto depan Kantor Imigrasi, tiba-tiba mobil yang dikendarai oleng ke kiri lalu korban banting stir ke kanan.

Korban hilang kendali sehingga mobil menabrak tiang lampu mercury dan pohon yang berada di median jalan. Akibatnya mobil terbalik dan korban meninggal dunia di tempat kejadian. Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Medan Aiptu Syahnan yang turun ke lokasi melihat korban dalam kondisi tak bernyawa karena menderita luka di bagian kepala dan mengeluarkan darah dari telinganya sedangkan mobilnya dalam kondisi ringsek bagian depannya.
Kasatlantas Polresta Medan Kompol M Risya Mustario meyebutkan, saat itu pengemudi memang melajukan mobil dalam keadaan kencang. Korban dari arah Jalan Gatot Suboroto menuju Medan hilang kendali dan membanting setir ke arah kiri jalan. Mobil terbalik langsung menabrak lampu jalan dan pohon. (gus)

Parabola Orange TV Jagonya Hiburan Bermutu

MEDAN- Orange TV hadir di hadapan masyarakat sebagai media yang mampu memberikan suasana menonton yang nyaman tanpa ada gangguan dan gambar yang kurang jelas. Maka itu, Orenge TV telah meluncurkan parabola plus-plus yang dapat memberikan kepuasan anda dalam menonton. Selain itu, Parabola Orange Tv juga dapat memberikan pengetahuan, baik itu di dalam negeri maupun luar negeri.

Hal itu dikatakan Greeny Dewayanti selaku Direct Marketing Officer Orange Tv kepada Sumut Pos di sela-sela launching produknya di Atrium Plaza Medan Fair, Sabtu(31/3) lalu.

“Anda dapat memilih siaran manapun yang anda sukai, karena Parabola Orange Tv ditawarkan berbagai program sesuai kebutuhan anda,” katanya.
Keunggulan dari Parabola Orange Tv ini adalah iuran bulanan untuk nonton tv nasional tanpa membayar alias gratis, dan ada saluran premiumnya (Holywood, Bolywood, Mandarin). Bahkan, Parabola Orange Tv ikut juga menggalakkan program pemerintah dengan menayangkan film layar lebar Indonesia (Festival channel) dan program dangdut.

Parabola Orange Tv dibuat parental lock, yang berguna untuk memilih tayangan.

Paket film termurah Orange Tv hanya Rp49 ribu. Kemudahan lain dalam berlangganan Orange Tv adalah bebas memilih paket channel yang diinginkan sesuai kebutuhan.

“Untuk memilih paket-paket menonton yang ditawarkan Orange Tv cukup mudah, tinggal membeli voucher isi ulang, daftar lewat SMS,” jelas wanita berkulit putih itu. Untuk vouchernya, kata Dewayanti bisa didapat di pusat-pusat perbelanjaan seperti di Hypermart dan bisa juga via ATM Bersama dan Alto.

Bukan itu saja, keunggulan lain dari Parabola Orange Tv adalah dapat menjangkau siaran di manapun berada. “Sinyalnya dapat anda terima meskipun rumah anda di balik gunung atau di tempat terpencil,” bilangnya Orange Tv memberikan beberapa paket pilihan seperti paket platinum Rp79 ribu, paket black diamond Rp129 ribu, paket smart Rp39 ribu, paket film premium Rp79 ribu, paket film box office Rp49 ribu, paket blockbuster Asia Rp39 ribu dan paket film spesial Rp39 ribu. Harga yang diberikan juga terjangkau, dengan harga Rp888 ribu, masyarakat dapat gratis voucher Rp360 ribu dan instalasi Rp150 ribu “Selain di Medan, kami juga mengadakan launching di Hermes Plaza (Banda Aceh) dan Pematangsiantar (Siantar Plaza).Hal itu kami lakukan agar masyarakat yang di daerah, dapat membelinya di cabang, sehingga lebih efisien,” ucap wanita berkacamata itu.

“Jadi, bila ingin membeli Parabola Orange Tv dapat menghubungi call center di 0804-1-911-911 atau kunjungi pamerannya di Atrium Plaza Medan Fair sampai tanggal 15 April dan toko-toko elektronik terdekat di kota anda,” pungkasnya. (*)

iPhone5 Meluncur Juni

Setelah meluncurkan iPad terbaru, kini waktunya Apple meluncurkan iPhone5. Meski pihak Apple belum memberikan konfirmasi, tapi rumor yang beredar menyebutkan tanggal rilis iPhone terbaru yaitu 15 Juni.

Menurut iPhone 5 News Blog, saat itu (15 Juni) merupakan hari terakhir dari konferensi yang diduga sebagai WWDC 2012 (Worldwide Developers Confrence), tradisi pameran pengembang Apple. Menurut rumor, konfrensi itu akan digelar selama sepekan mulai dari 11 Juni hingga 15 Juni.
Sistem operasi terbaru Apple nanti yang disebut sebagai iOS 6, kabarnya akan diluncurkan pada 11 Juni, sehingga memperkuat dugaan perusahaan besutan Steve Jobs itu akan memberikan kejutan pada penonton dengan smartphone terbaru.

“Lalu bagaimana dengan hari terakhir WWDC? Jika Anda berada di kubu pengikut rumor yang percaya (atau setidaknya berharap) bahwa iPhone5 akan diluncurkan pada Juni, bukankah 15 Juni akan menjadi teka-teki mengenai kehadiran (iPhone5)?” tulis Michael Nace, penulis iPhone 5 Blog, seperti dilansir dari IB Times, Selasa (3/4).

Nace menambahkan, November tahun lalu, sumber rahasia dari iPhone 5 News Blog di Asia mengatakan, kemungkinan Juni waktu perilisan smartphone tersebut.

Rumor semakin didukung dengan perekrutan karyawan baru oleh Foxconn, yang merupakan mitra manufaktur iPhone. (net/jpnn)

Mitra Apple tersebut dilaporkan merekrut lebih dari 200 ribu pekerja, sehingga menjadi masuk akal bahwa perangkat itu akan memulai debutnya Juni mendatang.

2011, Telkom Raih Pendapatan Rp71,3 T

MEDAN- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) mencapai kinerja keuangan yang memuaskan sepanjang 2011, meraih pendapatan Rp71,3 triliun, naik 3,8 persen dibanding pendapatan 2010.

Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, mengungkapkan, pencapaian tersebut menyiratkan adanya pertumbuhan positif atas kinerja Telkom di tengah-tengah persaingan yang semakin tajam.

Kompetisi yang semakin ketat tersebut, justru mendorong berbagai inovasi di dalam segmen layanan yang diberikan oleh operator telekomunikasi terbesar di negeri ini seperti lahirnya produk Internet Protocol Television (IPTV) dengan brand Groovia TV dan layanan pengiriman uang (remittance) dengan brand Delima.

Selain itu, jelas Rinaldi, pihaknya merasa gembira bahwa pada tahun ini, Telkom dapat menyelesaikan audit Laporan Keuangan 2011 pada Maret 2012, sama dengan tahun lalu sehingga ini merupakan pencapaian positif selama dua tahun berturut-turut.

Pada 2011 ini juga, Telkom mengimplementasikan untuk pertama kalinya audit berbasis IFRS (International Financial Reporting Standards). “Tentu ini merupakan tantangan tersendiri melaksanakan IFRS pada 2011, satu tahun lebih awal dari jadwal yang ditetapkan oleh DSAK-IAI yang menetapkan selambatnya harus dilaksanakan 2012,” ujar Sudiro Asno, Direktur Keuangan Telkom.

Sedangkan data operasional menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, untuk pelanggan telephon pada 2011 mencapai pelanggan 129,86 juta, naik 7,8 persen dibanding 2010 mencapai 120,47 juta. Dengan rincian, jumlah pelanggan seluler pada 2011 mencapai 107,02 juta, naik 13,8 persen dibanding 2010 mencapai 94,01 juta, pelanggan wireline (telepon kabel) pada 2011 mencapai 8,60 juta, naik 3,6 persen dibanding 2010 mencapai 8,30 juta.(ila)

Jalan Medan-Berastagi jadi Dua

Jalur Alternatif Sepanjang 55 Kilometer Dibangun

MEDAN-Macet pada akhir pekan di jalur Medan-Berastagi sudah bukan pemandangan baru lagi. Namun, beberapa waktu ke depan, soal itu sudah mulai bisa diatasi. Satu jalan tambahan telah disiapkan. Artinya, Medan-Berastagi bisa melalui dua jalan.

Pemprovsu telah menyiapkan jalan alternatif sepanjang 55 kilometer. “Kami sadari jalan Medan-Berastagi perlu penambahan,” ungkap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Ucapan Gatot ini terkait rencana perbaikan infrastruktur jalan di dua objek wisata, Berastagi dan Danau Toba, mulai 2012 hingga 2013. Pemprovsu pada 2012 ini memang menggagas membangun jalan alternatif sepanjang 55 km untuk Deliserdang-Berastagi. Selain itu, ada sepanjang 248,5 km jalan di seputaran Danau Toba dibangun.

Komitmen pembangunan jalan menuju kawasan pariwisata primadona Sumut disampaikan Gatot kepada Sumut Pos yang diberi kesempatan ikut dalam mobil dinasnya, Toyota Herrier, saat menjalani aktivitas kedinasan, Minggu (1/4).

“Itu baru dua, sebenarnya ada banyak lagi kawasan wisata primadona. Bahkan, bisa dikatakan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, memiliki wilayah wisata alam yang indah,” katanya.

Gatot mengakui, selama ini kawasan pariwisata di Sumut memang masih membutuhkan sentuhan semacam penataan, sehingga para pengunjung dapat terlayani dengan baik. Untuk mewujudkannya, pihaknya memulai dari pembangunan dan peningkatan jalan.

Masih dari dalam mobil Toyota Herrier warna Hitam, Gatot memaparkan, pembangunan dan peningkatan jalan dari Deliserdang-Berastagi yang akan dibangun sepanjang 55 km memiliki lebar 3,5 meter dan status jalannya merupakan jalan kabupaten dan sudah ada sejak tahun 1980-an. Hanya saja, sekarang ini kondisinya rusak.

Politisi PKS itu juga menyatakan, jalan yang berada persis di Kabupaten Deliserdang dan Karo itu, bisa ditempuh dari perbatasan Kota Medan dengan Deliserdang yakni melalui Medan Tuntungan masuk ke Kutalimbaru dan Simpang Sambailin 2 tujuannya tepat di Berastagi.
“Sehingga, tidak ada kemacetan di akhir pekan seperti diketahui bersama,” ucapnya saat menuju lapangan tenis di Kebun Bunga, Medan untuk membuka Kejuaraan Nasional Tenis Gubsu Cup 2012.

Ayah lima anak ini juga mengatakan, untuk membangun jalan sepanjang 55 km Medan-Deliserdang tembus ke Berastagi dibutuhkan MoU dengan dua kabupaten tersebut. Tujuannya, jalan yang semula milik kabupaten akan diambil alih Pemprovsu menjadi jalan provinsi dan lebarnya diubah menjadi 6 meter.

“Rencananya MoU dengan Deliserdang dan Karo dilakukan Mei 2012. Pembangunan jalannya dilakukan pada 2013 mendatang menggunakan dana APBD,” ujarnya.

Dia menyebutkan, langkah yang diambilnya harus melalui pembahasan dan proses yang diatur sesuai dengan aturan UU tentang jalan. Di mana, status jalan kabupaten harus ada diserahterimakan ke provinsi melalui MoU.

Setelah membuka pertandingan tenis dilanjutkan membuka kejuaraan nasional Bowling di Perisai Super Pool, Perisai Plaza di Jalan Pemuda, Medan, perbincangan kembali dilakukan. Kali ini soal Danau Toba.

Gatot memaparkan, untuk kawasan Danau Toba ada sepanjang 248,5 km jalan yang akan dibangun dan ditingkatkan. Jalan lingkar di Danau Toba itu juga memang sudah ada, hanya ada beberapa bagian yang masih terputus akibat rusak. Hal inilah yang perlu disatukan agar wisatawan bisa lebih terlayani ketika mengelilingi Danau Toba.

“Jadi pada intinya, dua tempat wisata yang sudah dikenal wisatawan dunia harus diberikan infrastruktur yang baik. Apalagi 2013 mendatang, Bandara Kualanamu sudah beroperasi, untuk mendukungnya maka Danau Toba dan Berastagi harus ditata dengan baik,” paparnya.

Selain dua kawasan itu, pada tahun 2012 jalan rusak berat di ruas Jalan Pematangsiantar-Tiga Runggu dan kawasan Pantai Barat, Simpang Durian Mulo-Batas Karo, dan Tanah Abang-Tebingtinggi segera dikerjakan pada minggu ketiga di Bulan Mei. Dia merinci, pada tahun ini khusus di Dinas Bina Marga Sumut ada anggaran sebesar Rp659 miliar, di antaranya Rp323 miliar untuk membangun jalan sepanjang 126,7 km, kemudian untuk penggantian/pembangunan jembatan sebesar Rp74 miliar, dan pemiliharaan jalan sepanjang 2.203,41 km dengan anggaran sebesar Rp143 miliar.
Lebih lanjut, sebutnya ada pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 11.695,30 meter dan anggaran yang disediakan sebesar Rp8,3 miliar. Selain itu, ada pembangunan tembok penahanan dan box culvert sebanyak 12 unit dengan anggaran Rp11 miliar. Ada lagi penanggulangan longsor dan bencana alam dengan anggaran sebesar Rp12,7 miliar. Selanjutnya, ada pemeliharaan berkala jalan sepanjang 23,3 km dengan anggaran sebesar Rp46,5 miliar serta ada anggaran untuk pembebasan tanah ruas jalan tol sebesar Rp20 miliar.

“Anggaran infrastruktur itulah yang dilaksanakan untuk membangun di seluruh kawasan Sumut, dengan catatan status jalannya milik provinsi,” sebutnya.

Terpisah, Kabid Pengaturan dan Evaluasi Dinas Bina Marga Sumut, Iswayudi  menyampaikan, pembangunan jalan itu tersebar di wilayah Sumut, meliputi untuk kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur. Semua itu untuk mendukung program Pemerintah Pusat, yakni kawasan industri Sei Mangkei dan Bandara Kualanamu.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Ir Riadil Akhir Lubis menegaskan, untuk menindak lanjuti pembukaan jalan alternative Medan-Berastagi dan jalan Ringroad di Danau Toba. Segera dilaksanakan MoU dengan kabupaten/kota. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk teknis MoU, setelah itu kami lakukan secepatnya,” ujarnya. (ril)

BBM Batal Naik, Harga Suku Cadang Melambung, Pengusaha Galau

MEDAN-Pengusaha angkutan di Kota Medan galau. Pasalnya meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) batal naik per 1 April lalu, harga suku cadang telah lebih dulu naik. Ini berarti biaya operasional mereka juga membengkak.

Untuk itulah, mereka meminta Pemerintah kota (Pemko) Medan turun ke lapangan dan memantau harga suku cadang angkutan yang terus merangkak naik. Sementara, rencana kenaikan tarif angkutan kota (angkot) dan taksi yang sudah dirancang dan dipersiapkan sejak, Jumat (30/3) lalu sebesar 30 persen juga dibatalkan karena BBM batal naik.

“Setoran sopir angkot tidak berubah, sementara harga suku cadang dan kebutuhan pokok sudah naik. Kita prihatin, karena para sopir dan pegawai kita mengeluh dengan beban yang dialaminya. Kita meminta Pemko Medan memantau harga suku cadang di lapangan termasuk harga kebutuhan pokok,” kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan Mont Gomery Munthe kepada Sumut Pos, Senin (2/4).

Secara resmi, lanjutnya, harga suku cadang paling berpengaruh pada berkurangnya pendapatan dan bertambahnya beban pengusaha angkutan umum di Medan. Gomery berharap Pemko Medan segera membentuk tim untuk mengatasi masalah kenaikan harga suku cadang di pasaran dan dapat kembali ke harga awal yang rata-rata saat ini terjadi kenaikan harga mencapai 20- 30 persen.

“Hasil rapat dengan keputusan pilihan opsi kenaikan batas atas, batas bawah dari Organda dan Dinas Perhubungan Medan tetap saja bisa dipakai untuk masa yang akan datang. Artinya, sudah ada persiapan lebih dulu mengenai besaran jumlah dan berapa kenaikan tarif ongkos angkutan dilakukan jika BBM naik. Untuk saat ini memang batal, namun bisa saja opsi ini kita jadikan acuan nanti untuk penentuan kenaikan tarif angkot,” jelas Kadis Perhubungan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis.

Dia juga menegaskan mengenai keluhan pengusaha angkutan umum menyangkut harga suku cadang di Medan yang sudah naik bukan kewenangannya. Menurutnya, mengenai harag suku cadang dan pengendaliannya berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan atau Tim Pengawas Gabungan dari Pemko Medan.

“Kita hanya mengontrol produk wajib memiliki SNI saja, kalau untuk harga di pasaran seperti harga suku cadang di lapangan bukan dibawah kendali kita. Memang sebenarnya, tupoksinya berada di Disperindag, namun tugas perindustrian hanya mengontrol barang wajib memiliki kualitas SNI di lapangan. Kalau mengenai harga yang bergejolak, bukan dibawah Disperindag Medan, mungkin berada di bawah Pemko Medan langsung dengan tanggungjawab Tim Gabungan Bagian Prekonomian,” balas  Kabid Perindustrian Disperindah Kota Medan Rislan Indra.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama pengusaha taksi dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan menggelar rapat pembahasan besaran kenaikan tarif ongkos angkutan umum saat terjadinya kenaikan BBM. Dalam rapat tersebut, Pemko Medan dan Organda Medan menyiapkan pilihan opsi tarif dengan kenaikan sebesar 30 persen jika kenaikan BBM terjadi 1 April 2012.

Kadis Perhubungan Medan Armansyah mengatakan opsi yang disepakati tersebut antara lain mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah yang bisa dipilih oleh pengusaha. Permintaan Organda untuk tarif batas bawah taksi antara lain buka pintu Rp6.000, KM berjalan/estafet Rp3.250, biaya tunggu taksi Rp25.000 dan tarif batas atas buka pintu Rp7.500, KM berjalan/estafet Rp4.000, biaya tunggu Rp40.000.

Opsi Dishub Kota Medan yakni dengan tarif batas bawah buka pintu Rp6.500, KM berjalan/estafet Rp3.250, biaya tunggu taksi Rp30.000 dan untuk tarif batas atas buka pintu Rp7.000, KM berjalan/estafet Rp3.500, biaya tunggu Rp35.000. Untuk tarif angkot, golongan penumpang umum Rp3.500 per estafet dari sebelumnya Rp2.600 dan untuk siswa/mahasiswa Rp2.500 dari sebelumnya Rp1.600 atau rata-rata naik 30 persen.(adl)

News Analysis

Ramadhan Batubara

Konon di sebuah entah berentah lahirlah seorang bayi tanpa mulut. Seiring waktu, setelah dia besar, dia menjadi sosok yang top. Semua orang membicarakannya. Perempuan itu menjadi cantik karena setiap orang bebas membayangkan mulut yang pas. Jika ada yang suka bibir tipis, kan tinggal bayangkan saja pada wajah perempuan itu. Begitu juga dengan para pecinta bibir tebal dan sebagainya.

Saking topnya, perempuan ini tidak hanya mencuri perhatian warga, pemerintah juga kena imbas. Ujung-ujungnya, dia ditangkap pihak keamanan. Alasan penangkapan itu adalah karena dia terlalu diam.

Setelah dilepas, warga shock. Si perempuan menjadi punya mulut. Dia pun lincah berkicau. Tak pelak, warga menggunjingkannya. Perempuan tadi pun ditangkap lagi. Alasan penangkapan itu adalah karena dia terlalu banyak bicara.

Begitulah cerita pendek karya Putu Wijaya yang berjudul Mulut. Sengaja saya kutip kisah tersebut tak lain karena situasi terkini. Perempuan tanpa mulut ala Putu, bagi saya adalah soal pembungkaman saat zaman Soeharto lalu. Ya, bukan rahasia kalau zaman orde baru, para politikus dan media hingga mahasiswa dibungkam; semuanya seakan tanpa mulut. Dan lucunya, di zaman itu juga meski telah dibungkam masih ada juga yang ditahan. Sedangkan perempuan bermulut, bagi saya, lebih mengarah pada era reformasi; tidak ada lagi pembungkaman. Tapi, tetap saja aspirasi tertahan. Bukankah begitu?
Melihat opera sabun DPR RI soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tempo hari, saya langsung teringat dengan perempuan tanpa mulut ala Putu Wijaya tadi. Ya, ketika diberi mulut, semuanya langsung ingin bicara. Bahkan, sampai ada yang berteriak. Saya jadi bertanya, benarkah yang mereka suarakan itu benar-benar keinginan mereka? Ayolah, begitu punya mulut, si perempuan tadi kan langsung kemaruk. Dengan kata lain, entah apa-apa saja yang dia keluarkan dari mulutnya itu.

Maka, bukan sesuatu yang aneh ketika di Indonesia kini muncul orang-orang yang sok pakar. Tidak sulit menemukannya, lihat saja surat kabar yang ada di Medan. Atas nama news analysis dia berani memajang fotonya disamping tulisannya yang hanya beberapa paragraf saja. Saya akui, analisis memang bukan harus panjang, tapi mengarah dengan tepat. Ya, ada landasan permasalahan hingga teori apa yang dia gunakan untuk membedah masalah tadi. Ayolah, sudah cukupkah seorang pakar mengatakan ‘kedamaian yang paling kita inginkan’ terkait aksi demonstrasi penolakan BBM di Medan beberapa hari lalu? Bukankah kalimat itu juga bisa diucapkan oleh siapa saja? Siapa yang tak suka damai, tapi kenapa tak damai malah tidak dianalisis oleh orang yang katanya pakar itu.

Itulah yang dimaksud dengan asal bicara alias asal punya mulut seperti perempuan Putu Wijaya tadi. Nah, wakil rakyat yang beropera sabun tempo hari bagaimana? Entahlah, yang jelas, bak cerpen Mulut, unsur kemaruk ketika bisa bicara memang cenderung tampak. Sayangnya, aspirasi rakyat malah cenderung tak tampak. Lalu, news analysis saya terhadap masalah ini apa? Hm, maaf, saya belum pakar. (*)

*Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Golkar Sumut Terbelah Tiga

Panas Menjelang Pilgubsu 2013

JAKARTA-Perbedaan pendapat di tubuh Partai Golkar Sumut terkait siapa yang akan diajukan sebagai cagub di pilgub Sumut 2013, telah melahirkan perkubuan. Bahkan, bukan cuma dua kubu yang terbentuk di internal Golkar Sumut, melainkan sudah terpecah menjadi tiga kubu.

Tiga kubu itu adalah kubu yang mendukung Plt Ketua DPD Sumut Andi Ahmad Dara alias Adey, kubu pendukung setia Syamsul Arifin, dan kubu yang mulai merapat ke Chairuman Harahap.

Sumber Sumut Pos mengabarkan, puluhan fungsionaris DPD Golkar Sumut pada akhir pekan lalu mendatangi DPP Golkar, guna menyampaikan aspirasi agar segera digelar Musdalub Golkar Sumut, untuk mendongkel kepemimpinan Plt Ketua DPD, Adey.

Alasannya, Adey sangat jarang memimpin rapat konsolidasi, dan sangat jarang berkomunikasi dengan jajaran pengurus DPD Golkar Sumut.
Namun, menurut sumber, masalah ini sebenarnya terkait dengan masa menjelang Pilgub Sumut 2013, dimana masing-masing kubu mencoba memuluskan jagonya masing-masing, dengan cara ‘menjauhkan’ dari awal pihak-pihak yang dianggap nantinya akan menjadi batu sandungan.

Wasekjen DPP Golkar, Leo Nababan, membenarkan ada aspirasi dari 58 fungsionaris DPD Golkar Sumut yang minta agar Plt Ketua DPD Andi Ahmad Dara, diganti. Surat aspirasi itu sudah masuk DPP dan sudah dibahas. “Tapi itu bukan perpecahan, tapi dinamika partai, beda pendapat biasa,” ujar Leo Nababan kepada Sumut Pos, Senin (2/4).

Dia juga menjamin tidak ada reshuffle kepengurusan DPD Golkar Sumut. DPP lanjutnya, akan mengumpulkan seluruh pengurus DPD Golkar Sumut di kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Rabu (4/4) besok.

Seorang fungsionaris DPP Partai Golkar asal Sumut, Anton Sihombing, juga tidak membantah adanya konflik internal di tubuh Golkar Sumut. Hanya saja, menurut dia, yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat saja.

“Itu beda pendapat. Biasa itu, karena (masing-masing kubu, Red) ada jagoan masing-masing. Dinamika perbedaan memang tinggi menjelang Pilgub ini. Jangankan yang masih setahun lagi, Pilkada Siantar yang masih 2015 saja sekarang sudah terasa. Itulah corak daerah kita,” ujar Anton, yang duduk di satu Departemen di DPP Golkar.

Apa yang akan dilakukan DPP? Anton mengatakan, untuk saat itu DPP belum akan mengambil langkah karena masih dianggap sebagai dinamika internal. Namun, jika nantinya dianggap sudah mengganggu konsolidasi, dipastikan DPP akan mengambil langkah.
Yang jelas, lanjut dia, masalah siapa yang diusung Golkar, dalam pilgub Sumut, tidak ditentukan oleh kubu-kubuan. Melainkan, diputuskan oleh tim khusus di DPP, berdasarkan survei.

“Pokoknya, silahkan berbeda pendapat, tapi begitu nanti sudah diputuskan siapa yang akan dicalonkan, semua harus menerimanya,” ujar Ketua Umum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) itu.

Apa benar calon yang diusung Golkar harus mendapat restu dulu dari Syamsul Arifin? Dia tidak menjawab tegas. Hanya dijelaskan, bahwa hal biasa jika kader Golkar yang mau maju minta restu sesepuh Golkar.

“Yang tak wajar jika minta restu ke sesepuh partai lain,” ujarnya enteng. Yang pasti, lanjutnya, Golkar merupakan partai terbuka dan partai modern.
“Golkar itu partai yang NKK, nolong kader-kader. Bukan nolong kawan-kawan, bukan nolong keluarga-keluarga,” ujarnya.

Sementara, Andi Ahmad Dara, sulit dihubungi untuk dimintai tanggapannya atas masalah ini. Pria yang dipanggil ‘Adey’ itu ponselnya aktif, tapi tak pernah mau mengangkatnya. Pertanyaan koran ini lewat layanan pesan singkat pun tidak dibalas. Di Jakarta, Adey tergolong fungsionaris DPP Golkar yang sangat jarang muncul di pemberitaan media massa karena memang sangat jarang berkomentar.

Sedang Anton Sihombing membantah kabar Adey jarang melakukan konsolidasi Golkar Sumut. “Plt jalan kok,” kata Anton.

Sebelumnya, soal perkubuan jelang Pilgubsu 2013 sempat dibantah Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Muhammad Hanafi. “Partai Golkar tidak berbicara mengenai orang per orang. Secara internal semuanya tetap konsekuen, terhadap substansi partai. Sesuai atau mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Jadi belum ada membicarakan figur,” katanya, Rabu (29/3) malam lalu.

Apakah benar dalam pengusungan Cagubsu, Partai Golkar mengalami perpecahan? “Kalau kawan-kawan memberi dukungan kepada sosok ini, atau yang lainnya itu pendapat pribadi. Beda pendapat di Golkar itu biasa. Jadi tidak ada perpecahan. Partai Golkar masih tetap menjalankan aturan yang ada di Partai Golkar,” tegasnya.(sam/ari)