Home Blog Page 13758

Mou Peduli Mantan

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho tidak sungkan untuk mengakui masih sangat peduli dengan mantan tim yang pernah ia tangani, Inter Milan dan Chelsea. Itu mengapa Mourinho ikut senang usai Chelsea memastikan lolos ke perempat final Liga Champion.

Hasil tersebut disambut gembira Mourinho, yang di saat bersamaan juga berhasil mengantar Madrid lolos ke babak delapan besar berkat agregat kemenangan 5-2 atas CSKA Moskow.

“Aku amat senang untuk para pemain (Chelsea) karena mereka punya karakter luar biasa. Mereka sudah melewati masa sulit tapi keceriaan kini sudah datang,” komentarnya kepada Sky Sports.

“Aku tahu jika aku bertemu dengan mereka di perempat final, semi final, atau final, mereka akan jadi lawan yang menarik,” beber Mourinho.
Sukacita Mourinho sendiri boleh jadi kurang lengkap karena bekas timnya yang lain, Inter, gagal menembus perempat final setelah disingkirkan Olympique Marseille yang diuntungan agresivitas tandang lewat agregat 2-2.

“Orang tidak bisa memahami betapa aku mencintai Inter dan Chelsea, dan betapa aku menyayangi para pemainnya, dan betapa aku mengharapkan hal bagus untuk mereka,” pungkas Mourinho. (net)

Munchen Hindari Barca-Madrid

Hasil bagus di perdelapan final Liga Champion dengan kemenangan 7-0 atas Basel, ternyata tak membuat Bayern Munchen terlalu optimis. Klub berjuluk FC Hollywood itu menyatakan siap dipertemukan dengan siapapun di perempat final, kecuali Real Madrid dan Barcelona.

Demikian diungkapkan Presiden Kehormatan Bayern, Franz Beckenbauer, seperti diberitakan Bild dan dikutip dari Marca. Madrid atas Barca disebutnya akan jadi lawan ideal untuk laga final, yang akan dilangsungkan di Allianz Arena.

“Dalam kondisi performa seperti ini, Bayern bisa mengalahkan siapapun di Liga Champions. Pengecualian untuk Real Madrid dan Barcelona. Jadi saya harap kami tidak berhadapan dengan mereka hari Jumat (saat drawing digelar),” sahut Beckenbauer.

“Cukuplah kami berhadapan dengan salah satu dari mereka pada final 19 Mei di Munchen,” lanjut legenda hidup sepak bola Jerman itu.

Terkait perjuangan di babak delapan besar, Beckenbauer menyebut Bayern membawa harga diri Jerman sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa. Bayern kini jadi satu-satunya wakil Bundesliga yang tersisa, setelah Dortmund tersingkir di fase grup dan Bayer Leverkusen dihantam Barcelona di 16 besar.
“Tersingkirnya Bayern akan jadi bencana buat sepak bola Jerman,” tuntas Beckenbauer. (net)

Demo BBM Terus Berlanjut, Tarif Listrik Batal Naik

JAKARTA-Kabar gembira bagi masyarakat. Setelah melalui pembahasan alot, pemerintah dan Komisi VII DPR akhirnya sepakat untuk membatalkan rencana kenaikan tarif listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, setelah mendengar berbagai masukan dari Komisi VII, pemerintah akhirnya sepakat untuk membatalkan rencana kenaikan tarif listrik secara bertahap sebesar 9 persen mulai Mei mendatang.

“Suasana kebatinan kami di pemerintah juga merasa, kok sepertinya kurang tepat kalau menaikkan tarif listrik bareng dengan kenaikan (harga) BBM, jadi ditunda dulu,” ujarnya saat rapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (15/3).

“Jero mengakui, pemerintah sadar bahwa penolakan dari semua fraksi di Komisi VII DPR terhadap rencana kenaikan tarif listrik membuat hal itu tidak bisa dimasukkan dalam APBN-Perubahan 2012. “Kalau semua minta kenaikan ditunda, ya saya tidak bisa apa-apa,” katanya.

Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya mengatakan, dengan berbagai pertimbangan, Komisi VII memang tidak bisa menyetujui rencana kenaikan tarif listrik. “Jadi, Komisi VII dan pemerintah sepakat bahwa kenaikan tarif listrik tidak bisa dilakukan,” ujarnya lantas mengetok palu di meja pimpinan rapat.

Namun, Jero buru-buru menegaskan, meskipun rencana kenaikan tarif listrik pada Mei nanti dibatalkan, tetapi pemerintah masih membuka opsi kenaikan tarif listrik pada akhir tahun atau tahun depan. “Jadi, ditunda dulu saja. Tapi nanti kalau masyarakat sudah tenang, sudah tidak demo-demo lagi, nanti kita bicarakan lagi (rencana kenaikan tarif listrik), mungkin akhir tahun ini atau tahun depan,” jelasnya.

Meskipun pemabatalan kenaikan tarif sudah disepakati, namun besaran subsidi listrik masih belum diputuskan. Sebelumnya, akibat naiknya harga minyak dunia, pemerintah mengajukan angka subsidi listrik dalam APBN-P 2012 sebesar Rp89,55 triliun, sehingga setelah ditambah kekurangan pembayaran pada 2010 (carry over) maka totalnya sebesar Rp 93,05 triliun, atau lipat dua dari angka dalam APBN 2012 yang sebesar Rp44,96 triliun.
Namun, angka tersebut ditolak oleh Komisi VII DPR karena dinilai terlalu besar. Untuk itu, pemerintah pun mengajukan dua opsi, yakni subsidi sebesar Rp83,45 triliun atau Rp80,45 triliun.

Namun, lagi-lagi angka tersebut ditolak oleh Komisi VII DPR. Setelah melalui pembicaraan antara pemerintah dan perwakilan fraksi-fraksi komisi VII, akhirnya memutuskan angka subsidi listrik dalam APBN-P sebesar Rp64,97 triliun.

Terkait hal tersebut, Jero mengatakan, konsekuensi dari pengurangan subsidi adalah pengurangan biaya-biaya, termasuk biaya pemeliharaan pembangkit maupun jaringan listrik. “Karena itu, keandalan listrik akan turun. Artinya, jika terjadi gangguan (listrik mati, Red) ya itu risikonya,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penundaan kenaikan tarif listrik dilakukan agar industri dan masyarakat tidak terpukul setelah kenaikan harga BBM. “Jangan sampai industri kita sampai terpukul dan jangan sampai masyarakat juga terkena dampaknya lagi. Tetapi dari sisi fiskal harus kita jaga, jadi memang harus kita jaga semua,” kata Hatta.
Sementara itu, di berbagai daerah demo antikenaikan BBM seakan tiada henti. Seperti di Medan, Aliansi Front Mahasiswa Sumatera Utara (FROMSU) bersama organisasi mahasiswa dan buruh di Sumut siap turun ke jalan dalam bentuk melakukan aksi damai. “Kampanye perlawanan sudah kami kumandangkan awal Maret. Puncaknya 31 Maret, FROMSU bersama organisasi mahasiswa dan buruh di Sumut turun ke jalan sebagai bentuk penolakan kenaikankan harga BBM itu, “ ungkap Donny Aditra, kemarin.

Adapun sejumlah organisasi mahasiswa  yang turut andil dalam kegiatan tandatangan tersebut diantaranya yakni UMSU, UISU, ITM, Nomensen, Unimed, dan universitas lainnya di Sumut.  “FROMSU dan organisasi mahasiswa dan buruh menyatakan tekad  akan menurukan massa paling sedikit 1500 orang dan menjadikan Medan sebagai lautan manusia yang menolak kebijakan pemerintah menaikan BBM,” ungkapnya lagi.

Jika itu rencana, Aliansi Mahasiswa UMSU untuk Rakyat (AMUK-RAKYAT) malah sudah beraksi kemarin. Mereka menggelar aksi di kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, No 5 Medan.

“Jika benar ini menjadi naik, maka terbuktilah bila pemerintahan SBY-Boediono gagal dalam mensejahterahkan rakyat,” ungkap Koordinator Lapangan AMUK-RAKYAT, Ronald dalam orasinya. Mereka juga menggelar aksi di Kantor PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran I Jalan KL Yos Sudarso Medan sekitar pukul 10.00 WIB.

Sedangkan ratusan mahasiswa ITM kembali melakukan aksi di Jl Gedung Arca Medan. Mahasiswa juga melakukan konvoi dengan berjalan kaki sambil membawa sepanduk penolakan kenaikan BBM. “Jadi Kami menolak kenaikan BBM, itu dapat membunuh masyarakat lemah”, ungkap Edi Suanda Hasibuan, kordinator aksi.

Sementara, di Belawan, marak pembelian BBM dengan jeriken. Seperti yang terlihat di sebuah SPBU di Jalan Marelan Raya Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan dan beberapa SPBU lainnya. Sedangkan di Tebingtinggi, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi langsung membentuk tim pengendalian kelangkaan BBM. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tebingtinggi,  Irham Taufik saat memimpin rapat koordinasi unsur Muspida Plus serta tokoh masyarakat, Organda, Polres, Koramil dan Detasmen B Brimob Kota Tebingtinggi serta pemilik SPBU se-Kota Tebingtinggi, Kamis (15/3) di ruang Data I Pemko. “Kita berharap para distributor bahan pangan tidak melakukan penimbunan dan jika ditemukan petugas polisi diharapkan segera menindaknya,” pinta Irham.

Ditambahkannya kembali Pemko Tebingtinggi akan meminta pihak Polres Tebingtinggi melakukan razia di kawasan SPBU maupun pusat perbelanjaan tradisional agar pedagang tidak bermain spekulasi jelang kenaikan harga BBM. (owi/sof/jpnn/uma/ari/gus/mag-5/mag-17/mag-3)

Sekali ‘Show’ Setor Rp25 Ribu

Kompleks Prostitusi Parloha, Kenikmatan Lain di Berastagi (1)

Berastagi. Kawasan pegunungan ini ternyata tidak hanya dikenal dengan markisa dan alamnya yang indah. Ada sebuah tempat khusus yang digandrungi para lelaki hidung belang. Parloha namanya.

Kesuma Ramadhan, Medan

Parloha memang tidak setenar Bandar Baru; lokalisasi yang letaknya lebih dekat ke Medan. Namun, Parloha memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga tak jarang lokasi ini dijadikan rujukan bagi pria hidung belang dari segala lini untuk memanjakan diri lewat kegiatan prostistusi.
Berada di kawasan Desa Sempah Jaya, Dusun VI, Kecamatan Berastagi.

Kabupaten Karo, Parloha berjarak sekitar 800 meter di antara persimpangan Desa Sempah dan Desa Peceren. Agak sulit memang untuk menemukan kampung tersebut bagi yang belum pernah mendatanginya.

Pasalnya, selain tempatnya agak tersembunyi, Parloha juga tertutup oleh beberapa perumahan yang berdiri megah; ada 3 komplek perumahan yang dilalui, satu di antaranya adalah Vila Mas. Selain itu, untuk menuju ke kampung tersebut, harus melawati jalan penuh tanjakan dan tikungan berliku.

Senin pagi dua pekan lalu, Sumut Pos, mencoba mencari tahu kehidupan di komplek tersebut. Ditemani seorang pendamping peduli HIV dari Sumatera Peduli Kesehatan (SPKS), Sumut Pos tiba di lokasi sekira 11.42 WIB. Sebuah perjalanan panjang, butuh tiga jam mengendarai sepeda motor agar sampai di lokasi itu dari Medan.

Sebelum tiba di lokasi, saat di tengah perjalanan, kami menyempatkan beristirahat dan mengganjal perut di sebuah warung makan, yang berlokasi di Simpang Amoy Berastagi, sekira pukul 10.20 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian tidak diinginkan, karena harus menempuh rute yang penuh tanjakan, sehingga dibutuhkan konsentrasi penuh untuk mengitarinya.

Setelah perut terganjal, perjalanan kembali dilanjutkan sekitar pukul 10.40 WIB. Satu jam berikutnya atau tepatnya pukul 11.42 WIB kami tiba di simpang komplek Parloha; tentunya setelah melewati tanjakan dan jalan berliku. Di persimpangan itu, kami menunggu seorang pendamping lainnya. Adalah Wenny, pegiat LSM Persada yang saat itu menggunakan bus angkutan umum.

Setelah Wenny muncul, kami pun langsung memasuki lokalisasi itu. Sumut Pos harus bolak-balik menjemput pedamping tersebut, maklum sepeda motor hanya satu. Butuh 10 menit dari persimpangan itu agar bisa menjumpai komplek yang dimaksud. Suasana dingin pun menyergap, bukan karena takut tidak disambut baik, tapi karena udara pegunungan memang lagi sejuk-sejuknya.

Setibanya di lokasi, kehadiran kami disambut senyuman oleh sejumlah wanita yang ada di sana. Sedikitnya, ada sebelas wanita berusia 18 hingga 40 tahun, terlihat antusias menanti kehadiran pendamping sesuai jadwal yang dijanjikan.

Belasan wanita itu, tengah duduk dan berkumpul di depan sebuah warung yang didesain layaknya cafe, sembari menikmati rokok dengan penuh kepulan asap dari mulutnya.

Hari itu, memang ada sosialisasi kegunaan kondom yang dilakukan dua pedamping tersebut. Ya, belasan wanita itu adalah sebahagian dari puluhan wanita pekerja seks (WPS)  yang tinggal dan mengais rezeki di Komplek Parloha.

Ragam bentuk dan cerita didapat dari kegiatan sosialisasi kegunaan kondom yang disampaikan Dewi Sundari selaku direktur program SPKS. Satu cerita pembuka, yakni ketika mengisi daftar hadir.

Sebahagian WPS mengaku, sama sekali tak bisa membaca dan menulis. Salah satunya yakni diakui WPS bernama D (25) yang akrab disapa Hidung. Disebut Hidung karena bahagian indera pencium wanita ini tidak lagi sempurna akibat penyakit. Secara medis penyakit itu diketahui sebagai gangguan kulit yakni penyakit sifilis.

D kurang setuju kalau dia kena sifilis, dia beranggapan itu karena ulah pelanggannya alias diguna-guna. “Mungkin karena kurang mantap dia dilayani, makanya hidung aku dibuatnya jadi separuh kayak gini,” ujar D.

Soal sosialisasi penggunaan kondom memang sedikit merepotkan di tempat seperti tersebut. Buktinya, dua pedamping memang harus memiliki kesabaran yang tinggi. Termasuk ketika mengenalkan kondom khusus untuk wanita. “Ribet menggunakan kondom, cuma cerita aja tu pakai kondom. Apalagi banyak tamu yang tidak mau menggunakan kondom karena kurang nikmat,” ujar WPS lainnya yang ternyata berinisial D juga.

Begitu juga ketika diterangkan kalau kondom perempuan yang berbahan spon bisa menyimpan sperma laki-laki. Selain bisa meresap sperma lelaki, kondom wanita ini bisa digunakan untuk tiga kali pemakaian. “Short time sekali aja paling dah selesai, ribet ah. Mending pakai kondom laki-laki aja lebih simple lagian risih kalau tidak langsung dicuci sehabis berhubungan,” ujar wanita pemilik rambut menjulur itu.

Dari sosialisasi tiu diketahui, WPS di Parloha bisa melayani satu hingga tiga tamu per harinya. Hanya saja beberapa bulan belakangan, para WPS mengaku mengalami penurunan dari segi jumlah tamu.

Seorang wanita lainnya, yang disapa MT, mengaku penurunan tamu berdampak atas penurunan omset. Wanita berusia 40 tahunan ini mengaku sudah berada di kampung Parloha sejak 1994 lalu. Saat itu, usianya berkisar 23 tahun. Namun, dia mengaku tidak menetap selama 17 tahun di lokasi tersebut, tapi sering berpindah-pindah ke lokalisasi lainnya. Baru empat tahun belakangan, MT tak lagi berpikir pindah dengan kondisi usia yang terus bertambah.
Untuk sistem setoran, Mak Tesa menyebutkan, para WSP akan dikenakan Rp25 ribu untuk biaya kamar setiap sekali show (short time). “Dulunya kita membayar 5 ribu untuk kamarnya. Sekarang sudah 25 ribu. Itu ibarat setoran sama bapak (sebutan penanggung jawab lokasi prostitusi, Red),”akunya.
Tanpa ada keterikatan dan paksaan, para WPS akan disediakan kamar gratis untuk menarik minat para tamu. Sedikitnya terdapat 20 rumah berdiameter 10×20 meter,  mengitari Komplek Parloha, dengan masing-masing rumah memiliki empat kamar. Dengan kata lain, tersedia 80 kamar. Selain untuk tempat tinggal para WPS, kamar itu juga digunakan sebagai ruang ‘praktik’.

Tarif rata-rata untuk short time, para WPS mematoknya dengan harga Rp70 ribu. Jadi, setiap WPS akan mendapatkan hasil bersih sebesar Rp45 ribu, di luar dari tip yang diberikan tamu dan dipotong biaya sewa kamar.

Sementara bea yang harus dikeluarkan untuk long time atau menginap, para tamu harus memberikan dua kali lipat dan berlaku sama untuk biaya sewa kamarnya.

Sedangkan untuk keamanan para WPS, ditanggung sepenuhnya oleh penanggung jawab itu sendiri. Salah satu contoh bilang MT, yakni mengawasi dan menindak sikap tamu yang berlaku tidak sopan. Seperti kisahnya, MT pernah melayani tamu. Namun tanpa disangka, tamu yang dilayaninya memasukkan selotip ke dalam kemaluannya.

Penangung jawab yang mendapatkan laporan, langsung memukuli tamu tersebut dan meminta ganti rugi karena telah merugikan pekerjanya. “Awalnya aku dibayar Rp100 ribu Bang. Tapi karena dia buat jahat masukan selotip ke dalam kemaluanku, aku jadi minta ganti rugi Rp200 ribu,” kenangnya. (bersambung)

Hujan, Banjir, dan Proyek (2)

Oleh: Herdiansyah
Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Selama perburuan dan penelusuran beberapa pekan, hanya buku II yang  berhasil saya temukan. Buku itu ditemukan dari seorang pensiunan Dinas Bina Marga Sumut berusia 70-an tahun. “Terima kasih,” ujar pejabat Bappeda Medan itu begitu saya serahkan bukut tersebut. Buku III MMUDP, keberadaannya tak jelas apakah berhasil ditemukan atau tidak.

Di kemudian hari drainase proyek MMUDP menjadi tak begitu penting. Perawatannya tak pernah lagi dibicarakan oleh Pemko Medan. Banyak orang telah melupakannya. Pasalnya, sejak awal 2000-an muncul beberapa megaproyek bertajuk penanggulangan banjir  Kota Medan. Sebut saja kanal banjir (floodway) yang dibangun BWS II Sumatera. Megaproyek yang menghabiskan dana Rp1,5 triliun pinjaman dari JICA itu membelah kawasan Titi Kuning di Medan dan Mariendal di Deliserdang. Dibangun sepanjang lebih dari dua kilometer menghubungkan Sungai Deli dan Sungai Percut (Amplas). Namun proyek itu tetap tak membebaskan kota berpenduduk 2,8 juta ini dari banjir. Permukaan kanal dibangun di atas permukaan air Sei Deli, sehingga debit air tak bisa mengaliri kanal. Tak jelas siapa yang salah.

Pemko Medan sendiri tiap tahun mengalokasikan anggaran puluhan miliar untuk perawatan drainase. Namun proyek itu tak jelas manfaatnya, bahkan beberapa di antaranya berakhir di tangan penegak hukum. Misalnya, program penanggulangan banjir dan perawatan drainase pada 2008 sebesar Rp10,8 miliar. Proyek ini mengantarkan 21 camat se-Kota Medan dan pejabat Dinas Bina Marga berurusan dengan Kejatisu. Endingnya beberapa camat dan pejabat di Dinas Bina Marga masuk bui 2-3 tahun.

Pemko Medan melalui Dinas Bina Marga pada 2009 mengalokasikan Rp38 miliar untuk proyek pengerukan drainase. Proyek selesai dikerjakan pada akhir tahun. Namun banjir tetap saja merendam beberapa pemukiman warga. Tipikor Poldasu pun turun. Setelah disidik selama 2010-2011, terungkaplah ‘pat gulipat’ dalam proyek itu. Kepala Dinas Bina Marga dan sejumlah anak buahnya pun terjerat. Beberapa sudah divonis, sisanya masih diproses.
Meski beberapa proyek penanggulangan banjir bisa disebut sia-sia. Beberapa proyek lain tetap diupayakan Pemko Medan. Saat ini Pemko Medan tengah melakukan sosialisasi relokasi pemukiman warga di lima kelurahan di Kecamatan Medan Maimun yang berada di lembah Sungai Deli. Tarik menarik antara warga dan Pemko Medan masih alot.

Jika relokasi berhasil, ribuan Kepala Keluarga (KK) warga di Medan Maimun itu akan dipindahkan dalam satu komplek rumah susun (rusun) dengan belasan tower. Lokasinya masih di Medan Maimun juga. Dana pembangunannya berasal dari pusat dan APBD. Lalu belasan hektar eks pemukiman warga bakal dijadikan apa? Pertanyaan inilah yang tak bisa dijawab dengan ‘jujur’ oleh Pemko Medan, sehingga sebagian besar warga masih menolak relokasi tersebut.

Tak bermaksud menuding, belakangan muncul desas-desus relokasi warga di lima kelurahan itu pesanan ‘Raja Bangunan Kota Medan’. Informasi yang beredar, bos properti itu bakal menyatukan area eks pemukiman warga dengan area Bandara Polonia yang segera pindah ke Kualanamu. Rencananya, setelah warga berhasil direlokasi, proyek berikutnya adalah pelurusan Sungai Deli. Bahasa pejabat menyebutnya: Normalisasi Sungai Deli.

Alur Sungai Deli yang berkelok-kelok mulai Kelurahan Kampung Baru akan diluruskan hingga jembatan Sungai Deli di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Jati. Eks pemukiman warga kemudian bisa disatukan dengan sebagian area eks Bandara Polonia yang dirancang sebagai pusat bisnis di masa depan. Dokumen master plan relokasi warga dan peta pelurusan Sei Deli sempat beredar di tangan wartawan. Namun tak satupun pejabat Pemko Medan yang mengakuinya.

Musim hujan datang lagi. Banjir kembali menghantui. Ratusan proyek ada lagi. Siapa yang untung dan siapa yang buntung pun telah diprediksi. (*)

Golkar Siap Curi Start

Soal Bakal Calon Pilgubsu 2013

JAKARTA-Calon untuk Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 yang diusung partai belum juga ditetapkan. Meski begitu, Partai Golkar sesumbar kalau mereka siap mencuri start untuk mengumumkan nama calon mereka.

Seperti diketahui, partai-partai besar cenderung lambat memutuskan calon yang bakal diusung di setiap Pemilukada untuk memilih gubernur. Sebut saja Pilgub DKI Jakarta, meski telah memasuki pendaftaran pasangan calon ke KPUD, hingga kemarin sejumlah partai besar belum juga menetapkan calonnya, termasuk dengan partai mana akan berkoalisi.

Di Partai Demokrat, PDIP, PKS, dan PPP masih terjadi tarik-menarik di internal partai. Bisa dibilang, Partai Golkar lah yang paling cepat memastikan calonnya, yakni Alex Noerdin, sebagai cagub DKI Jakarta.

Apakah untuk Pilgubsu nanti Golkar juga akan paling cepat menentukan calonnya? “So pasti!” tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Leo Nababan kepada Sumut Pos di Jakarta, Kamis (15/3).

Apakah pernyataan ini muncul karena Partai Golkar sudah menetapkan nama calon? Ternyata partai berlambang beringin rindang itu saat ini sedang dalam proses melakukan survei untuk mengukur tingkat elektabilitas dan popularitas nama-nama kandidat yang sudah beredar di masyarakat. “Saat ini kita sedang survei,” tambah Leo Nababan.

Sebelumnya, pemerhati politik lokal, DR Umar Syadat Hasibuan pernah menganalisis, Golkar bakal mengusung Gus Irawan.  Ini lantaran Gus sudah punya kedekatan dengan Golkar, antara lain karena abangnya, Bomer Pasaribu, merupakan politisi senior Golkar.  “Posisi Gus Irawan juga diuntungkan dengan kondisi saat ini dimana tokoh Golkar Sumut tidak ada yang menonjol,” ujar Umar Hasibuan.

Apakah lantaran sudah mengantongi nama sehingga Golkar menjanjikan paling cepat mengumumkan calonnya? Leo belum memberi kepastian karena saat ini masih sedang survei. Yang pasti, nama-nama yang beredar semua disurvei, termasuk Gus Irawan.

Hanya saja Leo mengatakan, ketika sudah ada nama yang mantap, maka proses penggodokan tidak perlu waktu lama. “Kalau sudah mantap, ngapain lama-lama,” tegasnya, lagi-lagi belum mau menyinggung nama.

Leo menyebut partainya merupakan partai yang sudah cukup matang dalam pergulatan politik. Golkar, katanya, selalu menghitung aspek waktu, kapan saatnya menetapkan calon. “Politik itu momentum,” ujarnya.

Maksudnya, penentuan calon juga harus berdasarkan taktik dan strategi. “Kalau sudah ada yang mantap, harus cepat. Kalau tidak cepat, bisa ketinggalan kereta. Calon itu bisa diambil partai lain. Golkar tak mau ketinggalan kereta,” imbuhnya lagi.

Berdasarkan pengalaman Pilgubsu 2008, PDIP merupakan partai yang baru menetapkan dan mendaftarkan calonnya, yakni Tri Tamtomo-Benny Pasaribu, di menit-menit terakhir. Rapat penentuan nama di DPP PDIP, saat itu, bahkan digelar beberapa jam sebelum penutupan pendaftaran calon di KPU Provinsi Sumut. Chairuman Harahap, yang saat itu mendaftar sebagai calon PDIP, harus gigit jari dan gagal ikut bertarung di Pilgubsu. Penetapan calon oleh PDIP yang di menit-menit akhir itu membuat posisi Chairuman ‘terkunci’, tidak punya waktu lagi mencari partai lain sebagai perahu untuk maju.

Model PDIP yang seperti itu, ada tanda-tanda bakal terulang lagi di Pilgubsu 2013. Politisi PDIP, Ganjar Pranowo, menyebutkan partainya masih dalam taraf membaca dinamika yang berkembang. Sama sekali belum melakukan apa-apa, termasuk survei.
Hal ini diperkuat pernyataan politisi senior PDIP, Sabam Sirait, yang mengatakan, pihaknya akan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai siapa calon yang kiranya layak diusung. Meski mengarah ke RE Nainggolan, namun itu baru pendapat pribadi Sabam.

“Di Taput itu, sewaktu Nainggolan itu jadi bupati, pertama kalinya saya makan kuda,” ujar Sabam Sirait, belum lama ini.

Jadi, PDIP akan mengusung RE Nainggolan? Sabam tidak memberikan jawaban tegas. Secara diplomatis, dia mengatakan, “Kalau dari keluarganya, dari keluarga baik, jujur. Buat saya harus dicari yang jujur. Jujur yang pertama, yang kedua pintar.”

Untuk masalah kecepatan pencalonan ini, Golkar kemungkinan hanya tersaingi oleh PKS. Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menyediakan waktu yang cukup panjang untuk ancang-ancang menghadapi “pertempuran” di Pilgubsu 7 Maret 2013. Partai berbasis ideologi Islam itu tidak mau lagi mengulangi kejadian Pilgubsu 2008, dimana hanya punya waktu yang mepet untuk menetapkan calon dan partner koalisi.

Tidak ingin tergagap-gagap lagi jelang Pilgubsu 2013, saat ini DPP PKS sudah mulai menginventarisir nama-nama calon yang akan diajukan di pesta demokrasi lima tahunan tingkat lokal di Sumut itu.

DPP PKS telah membentuk tim khusus untuk proses penggodokan nama kandidat. “Saat ini nama-nama sedang kita godok. Ada tim khusus yang menangani hal ini,” ujar Ketua DPP PKS, Refrizal.

Sumut sendiri, bagi PKS, merupakan salah satu daerah yang dijadikan barometer. Karenanya, Mukernas PKS tahun ini akan digelar di Medan, yakni pada 26 Maret 2012 mendatang.

Oktober Data Pemilih Harus Diserahkan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, masih memberi deadline atau tenggat waktu bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sampai Oktober mendatang, untuk menyerahkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dalam rangka Pilgubsu 2013 mendatang.
“Secara aturan yang ada, ya harusnya DP4 sudah diserahkan dari Pemprovsu ke KPU satu tahun atau 12 bulan sebelum hari H. Artinya, 7 Maret lalu sudah harus diserahkan ke kita. Tapi tidak apa-apa, masih ada tenggat waktu sampai Oktober mendatang,” kata seorang Komisioner KPU Sumut, Turunan B Gulo, kemarin.

Berdasarkan aturan yang ada yakni, UU No 10/2008 tentang Pemilu, pasal 32 yang menyebutkan, Pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan data kependudukan. Data kependudukan sebagaimana dimaksud harus sudah tersedia dan diserahkan kepada KPU paling lambat 12 bulan sebelum hari/tanggal pemungutan suara. Lalu disebutkan pula pada UU No 22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu, bahwa pilkada masuk dalam rezim pemilu.
Dijelaskannya, DP4 nantinya yang diserahkan Pemprovsu ke KPU Sumut merupakan data-data yang dikumpulkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) kabupaten/kota, yang kemudian dikumpulkan ke Pemprovsu untuk diserahkan ke KPU Sumut.

“Tidak dari Badan Pusat Statistik (BPS), tapi dari dinas kependudukan daerah. Dikumpulkan semuanya, baru diserahkan ke KPU,” terangnya.
Kendati sampai sekarang Pemprovsu belum menyerahkan data DP4, KPU Sumut telah mengantongi data pemilih untuk Pilgubsu 2013 mendatang, yang diperoleh dari data KPU kabupaten/kota yang telah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Data yang saat ini ada di KPU Sumut, untuk pemilih pada Pilgubsu 2013 mendatang sebesar 10.560.000 pemilih.
“Itu data per Maret dari KPU kab/kota yg telah melaksanakan pilkada. Ini masih bisa bertambah lagi. Untuk jumlah penduduk Sumut, diperkirakan mencapai 12 juta sampai 15 jiwa lebih,” ujarnya.

Nah, bagaimana dengan biaya yang diajukan KPU Sumut ke Pemprovsu sebesar Rp496 miliar? Terkait hal itu, menurutnya, sejauh ini KPU Sumut belum menerima realisasi dana yang diajukan dalam dua kali penganggaran di 2012 dan 2013 mendatang.

Untuk 2012, KPU Sumut membutuhkan dana sesuai pengajuan ke Pemprovsu sebesar Rp120 miliar. Sedangkan untuk 2013, sebesar Rp376 miliar.
“Kita sudah mengajukannya di akhir 2011 lalu karena dimasukkan dalam dua tahun penganggaran. Untuk 2012 ini, belum terealisasi. Kalau tidak salah, September atau Oktober 2011 lalu. Itu untuk kebutuhan dua kali Pilgubsu. Untuk pertama, nantinya akan didahului penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara KPU Sumut dengan Pemprovsu. Kita berharap, MoU itu bisa terlaksana pada Juni atau Juli mendatang. Karena prosesinya sudah mulai padat pada Agustus mendatang. Sisanya, sebesar Rp376 miliar di 2013 mendatang,” bebernya. (sam/ari)

Rahasia Membangun Rumah Tangga Harmonis

Chrisye Subono

Mereka tidak ingin disebut pasangan romantis sejati. Tapi setidaknya, 34 tahun sudah  mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Selama ini, kehidupan rumah tangganya terbilang harmonis, jauh dari isu perselingkuhan dan sebagainya. 

Berikut beberapa resep sederhana dari pasangan selebritis Chrisye-Adrie Subono sebagaimana dituturkan Chrisye Subono saat berbincang dengan koran ini beberapa waktu lalu:

  1. Saling menahan ego.  “Om Adrie itu orangnya cuek banget dan tidak mau terlalu didikte. Namun ini bukan menjadi penghalang. Kuncinya kita harus sama-sama saling menahan ego, ‘’ujar Chrisye.  Memang diakui Chrisye, melakukan hal ini cukup berat.  Namun ketika ada niat yang tulus dan keinginan untuk selalu mencoba, niscaya dapat dilakukan,”ungkap Chrisye Subono yang selalu terlihat riang dan penuh tawa.
  2. Selalu berusaha mempelajari karakter masing-masing pasangan. “Yang penting, kita tahu dulu karakter pasangan kita. Misalkan memang kita tahu yang satu cuek, maka yang lain harus bisa mengalah. Jadi ketika saya tahu suami orangnya tidak mau terlalu didikte dan digurui, saya tidak mendikte apalagi mengguruinya. Paling saya cuma mengadu ke Tuhan. Karena saya tahu dia bekerja di dunia yang penuh dengan orang-orang muda, cantik-cantik dan berani-berani lagi,” tandasnya.
  3. Terus terang dan berusaha menahan diri. “Om selalu mengakui kalau di dunia pekerjaannya itu banyak sekali godaan. Jadi terus terang, kalau sampai sekarang kita tetap bertahan, lebih karena pemberian dari Tuhan. Sehingga senantiasa diberi kekuatan untuk tetap sabar, tetap mengasihi dan mengampuni akan kesalahan masing-masing,”sambungnya.
  4. Saling memberi perhatian dan bangun komunikasi. “Setiap hari biasanya Om Adrie pulang sekitar jam lima sore. Maka pada jam-jam itu, saya usahakan selalu ada di rumah. Pokoknya tiap makan, itu rutin saya temani,”ungkap Chrisye yang mengaku kebiasaan ini sangat efektif membangun komunikasi. Selain itu, mantan pragawati ini juga tidak pernah alpa melayani segala keperluan suami ketika berada di rumah.
  5. Selalu meluangkan waktu untuk keluarga. “Om Adrie itu meski sibuk di dunia entertainment, namun sebisa mungkin selalu pulang sore hari. Dan yang terutama, makan di rumah. Ia lebih memilih melanjutkan pekerjaan yang tertunda di rumah, daripada lembur di kantor,”lanjutnya lagi.
  6. Sangat penting untuk tidak melihat kejelekan pasangan. “Mungkin di satu sisi, kadang saya merasa suami kurang romantis. Tapi di sisi lain, ia orangnya senang melucu. Yang penting dari semuanya itu ada damai di dalam hati kita. Intinya selama dia orang yang kita cintai bahagia, ya sudah. Saya juga bisa bahagia melihat pasangan bahagia,”tutur Chrisye.
  7. Jalin komunikasi yang santai. “Kita harus senantiasa menjaga hubungan sebagai teman terhadap pasangan. Soalnya kalau sudah tua, balik lagi  tinggal berdua. Terhadap anak, sekarang ini saya membimbing mereka lebih kepada disiplin, kejujuran dan sopan-santun. Sampai sekarang komunikasi kita tetap terjaga dengan anak-anak,”pungkasnya. (gir)

Kans SMA Non-Unggulan Lebih Besar

Soal Penghapusan Jalur Ujian Tulis SNMPTN

JAKARTA-Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka meminta kepada pemerintah untuk dapat mengubah aturan mengenai kuota jalur undangan yang berdasarkan tingkat akreditasi sekolah. Ia menyarankan agar sekolah berakreditasi rendah sebaiknya juga diberikan kesempatan lebih besar untuk dapat berpartisipasi dalam seleksi jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.

“Ke depannya sebaiknya PTN juga harus bisa memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi di sekolah-sekolah yang nonunggulan. Sehingga, kesempatan untuk mengikuti jalur undangan tidak didominasi oleh sekolah unggulan saja,” ungkap Akhmaloka di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (15/3).

Jika jalur ujian tulis SNMPTN dihapus, Akhmaloka memastikan peluang bagi sekolah nonunggulan akan mendapat kuota jalur undangan menjadi lebih besar. “Misalkan saja, kuota 60 persen dari ujian tulis yang dialihkan ke jalur undangan, maka akan membuka kesempatan yang luas bagi sekolah untuk mendaftarkan siswa-siswa berprestasi di sekolah nonunggulan,” terangnya.

Untuk diketahui, aturan yang berlaku saat ini, bagi sekolah yang belum terakreditasi hanya diberi jatah lima persen dari jumlah siswa untuk dapat ikut jalur undangan. Lalu sekolah dengan akreditasi C hanya 15 persen, akreditasi B sebanyak 30 persen, sedangkan untuk sekolah akreditasi A paling banyak, yakni 50 persen.

“Nah dengan begitu, maka ke depannya sekolah baik unggulan dan non unggulan bisa memiliki kesempatan yang sama. Namun ini belum diputuskan dan masih dalam tahap pembahasan,” jelasnya.

Kadisdik Medan Belum Tahu Nasib SMAN 5 Medan

Sementara itu, soal jalur undangan bermasalah yang menimpa SMAN 5 Medan belum juga mendapat titik terang. Tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan untuk menelusuri pernyataan tegas panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sudah berangkat ke Jakarta untuk menemui Ketua SNMPTN pusat sejak, Selasa (13/3) lalu.

“Sudah saya perintahkan tim yang terdiri dari Kepala Sekolah SMAN 5 dan Komite Sekolah menghadap Ketua SNMPTN pusat yang kebetulan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dua hari lalu, Selasa (13/3),” kata Kadisdik Medan, Rajab Lubis, kemarin.

Dijelaskannya, tujuan tim menghadap ketua SNMPTN tak lain untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait pernyataan tegas bahwa SMAN 5 Medan dalam daftar blacklist bukan lantaran siswa yang pernah diterima lewat jalur undangan tidak melakukan daftar ulang alias tidak mengisi kursi yang didapat. Namun, semata-mata karena adanya manipulasi nilai yang dikirim saat mendaftar di jalur undangan itu.

“Untuk hasilnya, saya belum tahu. Saya sendiri masih menunggu jawaban dari tim untuk menjelaskan hasil pertemuan itu kepada saya,” jelasnya.
Saat disinggung berapa lama tim berada disana dan kembali ke kota Medan, Rajab memastikan kalau tim hanya dua hari di Jakarta dan akan tiba ke kota Medan, kemarin. “Rencananya tim tiba hari ini, (kemarin, Red). Kalau untuk pasti waktunya (jam), saya belum tahu,” jelasnya.  (cha/jpnn/adl)

Gelapkan BBM, Sopir Tangki Ditangkap

BELAWAN- Di tengah keresahan masyarakat akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seorang sopir truk tangki Pertamina berinisial DP (42), warga Batangkuis, ditangkap karena disinyalir menggelapkan BBM subsidi yang akan didistribusikan ke SPBU di Asahan. DP diamankan setelah petugas pengawasan PT Elnusa Petrofin Medan menerima informasi adanya dugaan penyimpangan pendistribusian BBM subsidi jenis bensin oleh sopir truk tangki BK 9881 CL.

“Saat ini sopir tersebut telah kita nonaktifkan, dan masih menjalani proses pemeriksaan internal atas sangkaan penggelapan BBM bersubsidi yang terjadi dua hari lalu,” kata Humas dan Pengawasan PT Elnusa Petrofin Medan Hendrik kepada Sumut Pos, Kamis (15/3).

Menurut Hendrik, sesuai DO (Delivery Order) truk tangki yang dikemudikan DP rencananya akan mendistribusikan 32 ton BBM ke SPBU 14.212.254 di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Asahan. Namun dalam perjalanan, sopir truk tangki itu menyinggahi lokasi penampungan dan penimbunan BBM tak resmi di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 16, Kecamatan Medan Labuhan.

Petugas pengawas PT Elnusa yang mendapat informasi dimaksud lantas menindaklanjutinya. Ternyata benar, truk tangki berwarna merah putih berlambang Pertamina itu mengeluarkan sebahagian muatannya di lokasi penampungan yang diduga milik oknum petugas keamanan.
“Dari pengakuan dia (DP, Red) tidak semua BBM yang dibongkar atau digelapkannya ke lokasi itu. Sisanya sore itu juga diantar ke SPBU milik PT Lira Ranto Gasindo di Jalan Lintas Sumatera, Asahan,” terangnya.

Dia menambahkan, menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, menejemen perusahaan transportasi yang merupakan anak perusahaan Pertamina ini akan lebih memperketat pengawasan pendistribusian. Hal ini dilakukan untuk memperkecil terjadinya penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi ke SPBU di Sumut.

“Kalau pengawasan saat ini masih bersifat internal, dan sampai hari ini belum ada bantuan pengamanan khusus terhadap setiap truk tangki pengangkut BBM subsidi dari aparat kepolisian,” ungkapnya.

Meski belum adanya pengamanan polisi terhadap truk-truk tangki penyalur BBM bersubsidi, namun pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin agar di dalam pendistribusiannya tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

“Saat ini ada sekitar 124 unit truk tangki pengangkut BBM bersubsidi yang beroperasi dan mesti kita awasi. Itu belum termasuk truk-truk tangki cadangan yang telah dipersiapkan,” ujarnya.

Sementara di Medan Marelan, SPBU 14202143 di Jalan Raya Marelan tepatnya di Kelurahan Tanah 600, disinyalir menjual BBM kepada mafia. Modusnya, mafia minyak itu mengisi BBM jenis premium dan solar di SPBU tersebut dengan menggunakan  jeriken. Kemudian, BBM tersebut dikupulkan di samping SPBU lalu dengan menggunakan becak dibawa ke gudang-gudang milik mafia tersebut.

Ketika Posmetro Medan (grup Sumut Pos) menanyakan hal tersebut kepada karyawan SPBU tersebut bernama Ratna, dia mengaku tidak berani melarang aksi para mafia tersebut. “Aku nggak tahu, memang mereka yang melakukan pengisian sendiri,” kata Ratna.

Sementara, ketika dikonfirmasi kepada pengelola SPBU tersebut, bernama Iwan mengatakan, pihaknya sudah melarang para mafia itu. “Tapi mereka tetap melakukannya,” katanya sambil memghubungi seorang rekannya bernama Arga. Dari telepon Iwan, orang bernama Arga itu sempat mengancam akan mengusir wartawan dari areal SPBU.(mag-17/ris/smg)

Barang Bukti Penjarah PT WRP Diamankan

LABUHAN- Resah atas tindakan masyarakat yang melakukan penjarah di  pabrik sarung tangan PT WRP Multicorpora Jalan Ilyas Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Belawan bersama Polsek Medan Labuhan mengamankan para penjarah tersebut, Kamis (15/3) pukul 09.00 WIB.

Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti yang dipergunakan untuk melakukan penjarahan diantaranya 10 unit sepeda motor, 8 unit beca bermotor, tabung dan alat pemotong besi, mobil colt disel BK 8136 CB dan dua unit mobil angkot morina jurusam belawan.
Amatan Posmetro Medan (grup Sumut Pos), ratusan warga berkumpul di depan pintu PT WRP, mereka melihat polisi mengamankan barang yang dipergunakan untuk melakuhkan penjarahan.

Sesekali warga yang berkumpul berteriak dan mengejek petugas kepolisian yang melakukan penertiban dan pengamanan di PT WRP.
“Woi Pak Polisi pulang saja kalian. Ngapain kalian urusi pabrik itu,” kata warga.

Sementara itu, barang bukti diamankan ke Mapolres Pelabuhan dengan menggunakan mobil truk.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang-barang yang diduga sebagai alat para penjarah PT WRP. “Barang-barang milik para penjarah sudah kita amankan dan barang tersebut kini dibawa ke Polres Belawan,” pungkasnya.(ris)