32 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13763

Seperti di Zaman Perang yang Siap Tempur

Pengamanan Pasca Aksi Demo di Bandara Polonia

Ada suasana berbeda di Bandara Polonia pada Selasa (27/3), kemarin. Bandara Internasional itu semakin banyak dijaga aparat keamanan, mulai dari polisi, TNI hingga hadirnya anjing pelacak dan mobil ambulan. Ya, suasana berbeda ini terjadi pasca aksi demo di Bandara Polonia pada Senin (26/3), yang berakhir ricuh.  Seperti apa suasananya?

Jhonson Siahaan-Laila, Medan

Bandara Polonia Selasa pagi itu masih ramai dipenuhi aparat pengaman. Mulai dari aparat polisi, Brimob, TNI AD, TNI AU dan lainnya. Padahal, aksi demo yang dilakukan di Bandara Polonia sudah berlalu sehari. Tapi, kehadiran aparat pengamanan itu seakan membawa kita seperti berada di zaman perang.

Lihat saja, adanya kehadiran beberapa unit mobil panser milik Brimob Poldasu. Bagi masyarakat, tentu sangat jarang melihat mobil berbodi baja satu ini. Paling-paling, mobil panser itu bisa dilihat saat pawai di Hari Kemerdeaan RI.  Nah, ditambah lagi adanya benteng-benteng pertahanan seakan benteng-benteng pertahanan yang terbuat dari kawat berduri itu sebagai benteng pertahanan dari ‘musuh’. Kawat-kawat berduri itu ditempatkan pada pintu utama masuk dan keluar Bandara Polonia, tepatnya di depan rumah sakit milik TNI AU, simpang Jalan Juanda kawat berduri terbentang dengan ‘garang’. Mobil rantis (water canon) milik POLRI juga diturunkan kali ini pada barisan depan selain kawat berduri.

Sementara itu, di lapisan pertama, personel juga dilengkapi dengan senjata gas air mata. Terlihat petugas tersebut menenteng senjata gas air mata. Kemudian, semua personel pengamanan  menggunakan peralatan anti huru hara dengan lengkap. Di antaranya, tameng dan seragam anti huru hara yang dilengkapi dengan bambu atau rotan alat pemukul. Sementara itu, pada barisan dalam, pasukan juga dilengkapi peralatan pengamanan, baik dari personil TNI maupun Polri.

Tak ketinggalan, anjing pelacak milik personel kepolisian juga hadir dalam misi kali ini untuk mengendus dan mengejar target kerusuhan. Bila nantinya terjadi lagi kerusuhan, di sana juga sudah ditempatkan dua mobil ambulans milik Pemprov Sumut dan satu unit dan mobil pemadam kebakaran.

Sedangkan beberapa mobil truk yang mengangkut personel TNI – POLRI tetap berada di parkiran Bandara Polonia. Tenda-tenda tempat personel Sat Brimob Polda Sumut juga masih berada di halaman Bandara Polonia. Mereka semuanya melakukan pengawasan, mencurigai gerak-gerik orang-orang yang dianggap provokator. “Seragam yang kami gunakan sesuai dengan perintah dari Pimpinan Kepolisian RI,” kata petugas berpangkat Brigadir itu.
Tidak sampai disitu saja, kehadiran ‘Panglima Perang’ alias para petinggi keamanan berkumpul di Bandara Polonia. Di antaranya, KapoldasuIrjen Pol Wisnju, Pangdam I BB Mayjend Lowdjik, Pangkosek Hanudnas III Medan TNI AU Kolonel PNB Yuyu S, Danlanud Medan Kolonel PNB A Rasyid, GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Kolonel PNB Bram Bharoto, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang dan  dari perwakilan Pemprovsu ada disana. Mereka berkumpul melakukan rapat tertutup di ruangan VIP Bandara Polonia Selasa pagi kemarin seperti mengatur ‘strategi perang’ melawan ‘musuh’.

Memang, keberadaan para personil pengamanan ‘perang’ itu sejak Senin malam tak beranjak dari Bandara Polonia. Lalu, kekuatan pengamanan ditambah pada Selasa paginya, tepatnya pukul 08.30 WIB, dimana para personel TNI AD dari Yonif 121 tiba di pelataran pakir Bandara Polonia. Disusul oleh personel kepolisian, TNI AD dan TNI AU yang lainnya. Sang ‘komandan perang’ yakni Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnju juga menyempatkan diri memantau pengamanan dan pemeriksaan barisan personelnya.

Hal yang sama juga dilakukan Pangdam I BB Mayjend Lowdijk terhadap personelnya, termasuk Pangkosek Hanudnas III Kol PNB Yuyu S. Personel yang diturunkan di Bandara Polonia Medan jumlah tak terhitung karena semua sudah ada penambahan.

Pangdam I BB, Mayjend Lowdijk mengaku, semua dilakukan sesuai dengan SOP anti huru hara. Pihaknya tak ada menggunakan cara-cara yang tak sesuai dengan SOP. “TNI dalam hal ini tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengamanan,” ujarnya.

Tentu saja kehadiran pasukan pengaman yang bertabur di Bandara Polonia menarik perhatian para penumpang di sana. Ada yang melihat dengan terkagum-kagum karena baju seragam yang dilengkapi peralatan terkesan sangat gagah, tapi ada juga yang mengeryitkan dahi seakan menaruh rasa heran. “Ah, seperti di zaman perang saja pengamanannya. Berlebihan sekali, kayak menghadapi musuh, seolah siap tempur,” kata Rony Kurnia Sembiring, Warga Jamin Ginting yang akan bertolak ke Jakarta.

Ujian Allegri

AC Milan vs BARCELONA

Sejauh ini AC Milan sukses mengungguli seteru abadinya di pentas Serie A, Juventus di klasemen sementara. Itu setelah tim berjuluk Rossoneri mampu mengumpulkan poin 63, atau unggul empat angka dari yang dikemas Juventus. Meski belum benar-benar aman, namun setidaknya hasil di atas membuka peluang Rossoneri itu memperkecil selisih raihan tropi di pentas Serie A Liga Italia, yang justru masih didominasi Juventus sebanyak 27 tropi, semantara AC Milan hanya 18 kali menjadi  scudetto, sama seperti yang diraih Inter Milan.

Namun Massimilano Allegri jangan buru-buru senang. Pasalnya, dini hari nanti akan ada ujian lain  nya yang harus dilewati Clerence  Seddorf dkk di ajang Liga Chamnoions, yakni saat menjamu raksasa Spanyol Barcelona.

Memang, sejauh ini Real Madrid adalah pengumpul tropi terbanyak di Liga Champons. Namun perlu diingat jika ternyata AC Milan yang telah tujuh kali mengangkat tropi Liga Champions dan Barcelona yang empat kali memenanginya, justru memiliki catatan pertemuan yang teramat panjang di kompetisi antar klub paling bergengsi di tanah Eropa itu.

Betapa tidak, sepanjang sejarah kedua tim telah bertemu sebanyak 13 kali di seluruh kompetisi Eropa.  Dari pertemuan itu AC Milan menang 4 kali, Barcelona menang 5 kali, sedang 4 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Ironis bagi AC Milan saat melihat fakta bahwa dari 6 kali menjamu Barcelona di Stadion San Siro, tim “Merah Hitam” itu justru lebih sering jadi pecundang. Ya, dari enam pertemuan yang berlangsung di San Siro, Barcelona mampu memenangkan pertandingan sebanyak 3 kali, ketika tuan rumah jusru hanya menang 2 kali.

Artinya, pertemuan di Stadion San Siro dini hari nanti akan menjadi ujian terberat bagi Massimiliano Allegri, sebab saat kedua ti bertemu di babak penyisihan grup pada 23 November lalu, timnya justru dipermalukan dengan skor 2-3.

“Mereka tim terbaik di dunia. Tapi, kami punya kesempatan. Kami harus percaya kami mampu karena Milan selalu menunjukakan permainan terbaiknya, pada pertandingan seperti ini. Tapi, saya juga berharap beberapa pemain saya pulih dari cedera pada waktunya,” bilang Allegri.

Ya, dini hari nanti Rossoneri dipastikan tak diperkuat dua bintangnya, Thiago Silva dan Alexandre Pato yang sedang cedera. “Kami tidak menyesali apa yang terjadi pada Silva dan Pato. Banyak yang berkata bahwa cedera yang mereka alami disebabkan kelelahan yang mendera. Namun perlu diingat bahwa itu kami lakukan karena kami ingin memenangkan seluruh pertandingan,” bilang Allegri.

Dengan materi pemain yang tak komplet plus kekuatan lawan yang tak diragukan kualitasnya, maka paling realistis bagi Allegri adalah menerapkan serangan balik.

Bermain terbuka menghadapi Barcelona sama halnya menantang badai, karena Los Blauranas adalah sebuah tim yang sangat piawai mencetak gol dari permainan terbuka. Buktinya, dari 30 gol di Liga Champions musim ini, 24 gol di antaranya tercipta melalui permainan terbuka.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena mereka (AC Milan)  adalah tim yang tangguh dan berpengalaman. Takkan mudah menaklukkan mereka,” bilang Pep Guardiola, entrenador Barcelona. (*)

AC Milan dan Barcelona Sama-sama Sial

WAKIL presiden AC Milan Adriano Galliani menolak anggapan bahwa Milan bernasib nahas saat harus bersua Barcelona di babak perempat final. Galliani menilai, Barca juga apes saat ditakdirkan kembali menghadapi Milan.

Drawing babak perempat final yang dihelat UEFA beberapa waktu lalu, memang mentakdirkan Milan kembali berhadapan dengan Barca di babak 16 besar. Kedua tim sebelumnya sempat bertemu di babak penyisihan grup.

Merujuk pada hasil laga kedua tim di fase grup, Galliani menilai pertandingan bakal berjalan seimbang, meski kenyataannya Barca sedikit lebih unggul dalam dua pertemuan yang telah dijalani. Barca bermain imbang 2-2 di Camp Nou dan menang 3-2 di San Siro.

“Menurut saya, hasil dua kali pertemuan di awal musim adalah 4-4, karena satu penalti yang diberikan untuk mereka sedikit meragukan,” tutur Galliani mengomentari gol penalti Messi ke gawang Christian Abbiati saat Barca menang 3-2.

“Memang, sedikit aneh kami ditakdirkan berjumpa Real Madrid dan Barcelona dalam dua musim terakhir. Itu berarti, kami tidak beruntung dalam pengundian. Tapi tak hanya kami, Barcelona juga apes karena mendapati kami sebagai lawannya,” sambungnya dikutip Football-Italia, Selasa (27/3).
Soal strategi, Galliani menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Massimiliano Allegri. Namun, dia menegaskan jika Milan akan tetap berusaha meraih kemenangan.

“Akan lebih baik bila kami mencoba untuk mengalahkan mereka dibandingkan mengalangi mereka mencetak gol. Kami selalu mampu bermain baik saat melawan mereka (tim besar),” imbuhnya.

Milan akan terlebih dulu menjamu Barca pada leg pertama di San Siro, Kamis (29/3) dini hari nanti. Sementara Barca akan balik menjamu Milan di Camp Nou pada 4 April mendatang. (bbs/jpnn)

Layak Lawan Barca

Marseille vs Munchen

MARSEILLE- Belum lagi sukses di misi perempat final Liga Champion, Bayern Munchen sudah merasa layak melawan Barcelona di final. Jikapun mampu mengatasi perlawanan Marseille di dua leg, Munchen masih akan bertemu pemenang APOEL versus Real Madrid.

Kenapa hal itu sudah mengemuka? Tentu saja sebagai perwujudan kuatnya mental. Atau ini hanya perang urat syaraf. Siapa yang melontarkan keyakinan kepedean itu? Tak lain tak bukan adalah presiden mereka sendiri: Franz Beckenbauer.

Legenda hidup sepak bola Jerman ini memang suka ‘ngasal’. Tapi ungkapannya itu mungkin dirasa perlu untuk merangsang semangat juang Frank Ribery dkk. Wajar, sebab di kompetisi domestik pun mereka tak memuncaki klasemen karena kehebatan Borussia Dortmund. Dan Munchen sejauh ini hanya mampu menguntit di peringkat dua.

Jadi belum lama ini, Sky Sport bertanya kepada Der Kaiser soal PR Munchen ke depannya. Lalu dijawabnya dengan pede. “Kami sudah di final Piala Liga Jerman. Dan tentu saja kami layak masuk final Liga Champion,” kata Beckenbauer seperti dilansir Goal.

Lalu kalaupun Munchen masuk final dan ketemu Barcelona, apakah mereka masih yakin bisa jadi juara. “Saya pikir hal itu akan terjadi. Jika masuk final, maka kami akan main di rumah sendiri. Dan kalaupun lawannya Barcelona, kami tetap favorit,” lanjutnya.

Faktanya, kubu The Bavarian kini sedang menatap leg pertama perempat final kontra Marseille. Melawat ke Stade Velodrome bukan perkara mudah, meskipun kedua tim belum pernah saling sikut di ajang apapun.

Tapi, beberapa skuad Munchen sempat main di Marseille. Yang sedang bugar dan bakal turun adalah Frank Ribery. Ada juga bek Daniel van Buyten, tapi dia sedang tak fit karena cedera parah Januari lalu.

Bagi Ribery, Marseille merupakan tim hebat yang sulit dikalahkan. Meskipun musim ini, Marseille sedang gundah gulana karena gagal menang di delapan laga terakhirnya. Sang arsitek Didier Deschamp pun galau. Ancaman pemecatan tampak membayang apalagi klub sekaliber Marseille kini terjerembab di posisi sembilan klasemen sementara Liga Prancis.

“Situasinya beda. Ini adalah Liga Champion dan Marseille adalah tim terbaik. Jadi melawan mereka pasti akan sulit,” kata Ribery kepada Goal.
Setelah lima tahun merantau ke negeri orang, akhirnya Ribery akan kembali ke negaranya dan bersua mantan klub. Seperti apa rasanya? “Tentu saja masih ada rasa sayang. Tapi aku sudah sangat senang di Bayern,” sambung pemain yang dua musim membela Marseille itu.
Lalu peluang bawa poin penuh dari Marseille bagaimana? “Tim kelelahan karena jadwal ketat di kompetisi lokal. Pasti akan sulit, tapi aku pikir ini normal,” pungkasnya.

Dari kubu tuan rumah, kebangkitan mental untuk segera menang tentu saja menjadi masalah tersendiri. Ketika kompetisi domestik saja sudah merepotkan, kini mereka dihadapkan laga berat kontra Munchen.

Klub dari pesisir selatan Prancis ini belum menang sejak mengalahkan Inter di leg pertama 16 besar Liga Champion lalu.  Lebih tragis lagi, Marseille bahkan kalah tujuh laga berturut-turut sebelum akhirnya bisa imbang atas Nice di laga terakhirnya.
Tapi seperti dikatakan Ribery tadi, situasinya kini berbeda. Ada darah lain ketika skuad merumput di altar Liga Champion. Ya kita lihat saja. (*)

Kelelahan Merebut Puncak Klasemen

Manchester United vs Fulham

MANCHESTER – Sir Alex Ferguson menjelaskan bahwa timnya sedang dalam kondisi kelalahan, ketika hanya mampu menang 1-0 atas tamunya Fulham. Tapi hasil tak disesali, sebab tiga angka membuat United kembali ke puncak klasemen sementara menggeser Manchester City.
“Yang terpenting adalah hasilnya. Tiga poin adalah apa yang kami kejar hari ini,” ujarnya kepada Sky Sports.

Disinggung mengenai sulitnya MU membongkar pertahanan Fulham, manajer asal Skotlandia itu menyebut bahwa skuadnya sedikit kelelahan.
“Kami memiliki beberapa peluang bagus. Namun, Anda juga harus memuji Fulham yang menampilkan determinasi bagus di pertahanan.”
“Masalahnya adalah, ketika Anda melawan tim yang selalu berada di area sendiri hampir sepanjang laga, maka mereka memiliki sisa tenaga. Mereka punya sisa tenaga lebih ketimbang dalam 15 menit terakhir,” terangnya.

Usaha Fergie memasukkan Paul Scholes di sisa 15 menit pertandingan itu juga terbukti tak banyak membantu. Fulham mampu mempertahankan diri, meski Fergie berniat untuk mendominasi laga melalui operan-operan pendek gelandang gaek tersebut.

“Kelelahan kemudian mendatangi kami dan kami mulai sering kehilangan bola. Mereka berhasil memanfaatkannya dan banyak mendapatkan serangan balik karenanya,” tukas Fergie.

Ya, pada laga itu, United memang hanya mampu menang tipis lewat gol Wayne Rooney.  United memecah kebuntuan ketika umpan silang dari sisi kiri lapangan diterima oleh Jonny Evans di dalam kotak penalti.

Evans kemudian memberikan bola kepada Rooney yang langsung menceploskan bola ke jala Fulham. Gol ke-21 Rooney di liga pun tercipta. (bbs)

Ciao Ranieri

Tak ada lagi kata maaf dari seorang Massimo Moratti. Bos Inter Milan itu akhirnya mendepak sang arsitek Claudio Ranieri, yang dianggap gagal membawa perubahan terhadap timnya. Kekalahan dari Juventus tampaknya sangat memantik emosi sang juragan.

MILAN – Musim ini, Inter sudah dua kali memecat pelatih. Sebelumnya Gian Piero Gasperini mesti angkat kaki lebih awal karena tak sekalipun membawa Inter menang. Lalu, sebagai ganti Ranieri, pihak klub menunjuk Andrea Stramaccioni. Dia adalah pelatih tim muda Inter dan beberapa hari lalu sukses mengantar anak didiknya menjuarai edisi pertama kejuaraan Next Generation Series, Liga Champions khusus untuk usia U-19.

“Presiden Massimo Moratti dan seluruh staff serta pemain Inter Milan mengucapkan terimakasih pada Claudio Ranieri dan staffnya atas profesionalisme dan dedikasi dalam beberapa bulan terakhir selama bersama tim,” demikian pernyataan resmi Inter di situs resminya.

“Inter Milan juga mengumumkan telah menyerahkan tim pada Andrea Stramaccioni, pelatih yang baru memenangi edisi pertama Next Generation Series. Kami mendoakan dan mendukung sebesarnya Andrea Stramaccioni yang akan mulai bekerja bersama seluruh tim di Angelo Moratti mulai besok,” lanjut pernyataan tersebut.

Selama sekitar enam bulan di Giuseppe Meazza, Ranieri melakoni 34 pertandingan dan meraih 16 kemenangan, lima hasil imbang dan 13 kekalahan.
Soal pemecatan itu,  mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi mengatakan jika pemecatan Claudio Ranieri adalah hal yang tak terelakkan. “Saya tak terkejut dengan dicopotnya Ranieri,” terang Tacchinardi pada Sky Sport Italia.

“Setelah sukses tim Primavera dan kekalahan dari Juventus di akhir pekan, saya sudah memperkirakan sesuatu akan terjadi. Jangan lupakan juga jika Inter sudah tersingkir dari Liga Champions di tangan tim macam Olympique de Marseille,” bebernya. (bbs)

Del Piero Bungkam, Napoli Siap Menampung

NAPLES- Legenda hidup Juventus Alessandro Del Piero diperkirakan akan hengkan musim panas depan. Dan presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis membuka pintu untuk kapten Bianconeri itu menuju San Paolo.

Kontrak Del Piero yang akan usai di akhir musim nanti tak diperpanjang oleh Juventus dan masa depan pemain berusia 37 tahun itu sudah menjadi spekulasi, meski penampilan terakhirnya membuka peluang untuknya tetap bertahan di Turin.

“Saya selalu menjadi penggemarnya, saya pernah menghubunginya di masa lalu untuk membuat film,” ungkap De Laurentiis yang memang merupakan salah satu penguasa perfilman Italia, pada La Repubblica.

“Saya menyukai dedikasi dan keterikatan Del Piero pada klubnya. Akan selalu ada ruang untuknya di sini, namun jika memang tergantung pada saya sendiri, saya hanya akan memainkan pemain muda berusia 19 dan 20 tahun.”

“Mungkin ia akan menjadi penasehat yang luar biasa untuk klub, namun saya merasa ia akan lebih senang melakukannya untuk Juventus,” imbuh De Laurentiis, sembari memberi penilaian untuk calon lawan mereka akhir pekan nanti tersebut.

“Juventus adalah tim yang tak pernah menyerah, kita bisa memahaminya dari sikap orang-orang macam Antonio Conte dan Del Piero – itu karena adanya upaya yang bijak dan cermat.”

Sedangkan Del Piero sendiri hingga kini belum memutuskan soal masa depannya. Sebaliknya, ia justru mengaku tengah menikmati momen demi momen bersama Juventus.

“Dia adalah seorang juara yang hebat, namun saya ingin menunjukkan bagaimana Alex sangat profesional sepanjang tahun ini. Dia menerima peran ini dan tidak pernah membuat masalah atau kontroversi, bekerja keras saat latihan dan membayar kepercayaan pelatih saat dimainkan,” ucap gianluigi Buffon.

Jumlah penampilan Del Piero musim ini memang terbatas, tetapi ia mengaku menikmatinya. Ia bahkan mengaku belum mau memikirkan masa depannya dan lebih memilih untuk menikmati satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

“Apakah perpisahan saya sudah ditentukan? Itu bukan kata-kata yang tepat,” ujarnya di Football Italia.
“Saya tidak sedang memikirkan masa depan saya. Masa depan saya adalah pertandingan melawan Napoli. Saya ingin menikmati setiap detik dari petualangan yang menakjubkan ini. Baru setelahnya, kita lihat saja nanti,” pungkasnya. (bbs/net)

Williams Kehilangan Chairman

GROVE – Tim Williams harus kehilangan salah satu pemimpinnya. Adam Parr yang menjabat sebagai chairman, memutuskan untun mundur dari jabatannya.
Parr diketahui sudah menjabat sebagai chairman (ketua) tim sejak 2010 lalu. Pria asal London ini bahkan disebut-sebut sebagai suksesor ideal dari pendiri tim, Sir Frank Williams yang menjabat sebagai team principal.

Namun, Parr pada akhirnya harus mengakhiri kerja samanya dengan Williams yang terjalin sejak 2006. Tak diketahui alasan pasti kemunduran Parr. Namun, pihak Williams mengumumkan bahwa Parr bakal resmi mundur pada 30 Maret 2012.

Posisi Parr sebagai ketua tim selanjutnya akan digantikan Nick Rose. Sementara Sir Frank Williams akan tetap memimpin tim. “Saya meminta Adam (Parr) untuk bergabung dengan Williams pada akhir 2006, untuk mendukung saya dalam menjalankan tim,” tutur Sir Frank Williams sebagaimana dikutip Autosport, Selasa (27/3).

Lebih jauh, Sir Frank Williams juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi besar Parr. “Selama lebih dari lima tahun, pencapaian Adam melebihi ekspektasi saya. Jadi saya harus berterima kasih.”

“Adam meninggalkan kami dalam kondisi menjanjikan untuk mengejar keseimbangan yang lebih baik. Saya juga tak lupa mendoakan yang terbaik untuk dia dan keluarganya,” pungkasnya. (net/jpnn)

Spies Siap Menggebrak

GERNO DI LESMO – Ben Spies yakin dengan kemampuan motor baru YZR-M1. Spies menilai, motor baru Yamaha bisa bersaing meraih kemenangan di setiap lomba MotoGP 2012.

Dalam tes resmi MotoGP pamungkas, Spies berhasil finis di peringkat empat dengan catatan waktu 1.39.495 detik. Pembalap asal Texas itu, hanya
tertinggal 0.715 dari Casey Stoner, yang menjadi pembalap tercepat.

Dengan MotoGP menggunakan mesin berkapasitas 1000cc, Spies dianggap sebagai salah satu pesaing dalam perebutan gelar juara MotoGP tahun ini. Spies dikatakan siap memenangi balapan di Doha, 8 April mendatang.

“Motor memang sudah siap, tapi kami masih harus membuat beberapa peningkatan performa. Kami sadar kami sudah melakukan beberapa tes dan kami senang dengan performa motor,” kata Spies dilansir MCN, Selasa (27/3).

Dalam tes yang berlangsung di Jerez, Spanyol, Spies dan Jorge Lorenzo memang gagal menjadi pembalap tercepat. Namun, Spies optimistis bisa bersaing dengan Repsol Honda untuk meraih kemenangan di Doha.

“Saya tidak bisa mengatakan ini adalah motor terbaik di lintasan. Sebab, kami belum mengetahuinya. Tapi, saya merasa motor ini sudah siap untuk meraih kemenangan,” tandas pembalap asal Amerika Serikat itu. (net/jpnn)

Carmelo Anthony Menangkan Knicks

NEW YORK – Carmelo Anthony sukses membawa Newyork Knicks meraih kemenangan atas Milwauke Bucks 89-80 di Madison Square Garden, Selasa pagi WIB.

Kemenangan ini semakin spesial bagi Anthony karena mencetak 28 angka, poin yang tertinggi diperolehnya selama dua bulan, dan tanpa didampingi Amare Stoudmire dan Jeremy Lin.

Stoudemire harus diparkir dari skuad Knicks, karena mengalami sakit di bagian belakangnya usai membawa tim membekuk Detroit, Sabtu lalu. Sedangkan Lin masih berkutat dengan cedera di lutut kanannya.

Torehan spesial ini, merupakan angka terbanyak Anthony yang belum pernah diraihnya lagi sejak menjaringkan 35 poin pada 20 Januari lalu saat mereka kalah dari Bucks. Sementara, Baron Davis yang menggantikan posisi Lin di pertandingan kali ini mencetak 13 poin. Tyson Chandler juga mengemas 13 poin sementara Iman Shumpert menyumbang 11 poin untuk Knicks.

Di sisi Bucks, Mike Dunleavy tampil sebagai pencetak skor terbanyak dengan 26 poin, disusul Brandon Jennings dengan 15 poin, sedangkan Beno Udrih mengemas sembilan poin.

Dalam duel ini, Knicks memimpin di kuarter pertama dengan skor 30-26, namun Bucks bangkit di kuarter selanjutnya. Jennings dkk tidak membiarkan Carmelo Anthony dkk mengeksploitasi pertahanan mereka hingga di kuarter ini Bucks unggul 26-17.

Sayang, tembok pertahanan Bucks di kuarter kedua tidak lagi kokoh, hingga Knicks akhirnya menyegelnya dengan kedudukan 21-12. Pertarungan di kuarter penghabisan juga dimenangi Knicks 21-16 hingga total poin 89-80. Kesuksesan ini juga mengokohkan posisi Knicks untuk menyebat satu jatah final playoff wilayah Timur. (bbs/jpnn)