Home Blog Page 13764

Tingkatkan Peran Komunikasi Pariwisata

MEDAN- Guna menyukseskan Visit Medan Year 2012, komunikasi pariwisata sangat berperan untuk menunjang program yang dicanangkan Pemko Medan tersebut. Hal ini dikatakan Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rudianto SSos MSi saat menjadi narasumber pada Ceramah Ilmiah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan di Hotel ASEAN Jalan H Adam Malik Medan, Selasa (13/3) lalu.

Rudianto menyebut tujuh elemen yang dapat menjadi komunikator Visit Medan Year 2012 yakni Pemko Medan, Dinas Pariwisata Kota Medan, pengelola jasa transportasi dan masyarakat. ‘’Biro perjalanan, pengelola hotel, restoran dan tempat wisata demikian pula dengan pengelola bandara, pelabuhan, terminal dan stasiun kereta api juga memiliki peran sebagai komunikator,’’ urainya.

Ia menambahkan, pesan penting yang disebarluaskan berkaitan dengan tujuan wisata di Medan, pusat perbelanjaan, fasilitas hotel, restoran, tempat hiburan, kenyamanan dan keamanan Kota Medan, keramahan masyarakat serta keindahan Kota Medan. ‘’Dari komunikasi semacam ini akan membuat calon wisatawan tertarik dan berkunjung ke Medan,’’ jelasnya.(dmp)

Medan Jadi Barometer Indonesia

Musda I PD Satgas Joko Tingkir Kota Medan Berlangsung Sukses

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I Pengurus Daerah (PD) Satgas Joko Tingkir Medan di Hotel Saudara Syariah Jalan Ringroad Medan, Minggu (11/3) berlangsung sukses. Dalam Musda ini, Sudiyono Praka kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PD Satgas Joko Tingkir Kota Medan periode 2012-2017.

DALAM Musda yang diikuti pengurus Satgas Joko Tingkir pada 21 Kecamatan se-Kota Medan ini juga dilaksanakan penyusunan program kerja dan rekonsiliasi kepengurusan baru PD Satgas Joko Tingkir Kota Medan. Kepengurusan baru hasil Musda perdana ini akan dilantik Mei 2012 mendatang.

Pertemuan ini dihadiri Pendiri sekaligus Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sukirmanto SH, Penasehat PB Satgas Joko Tingkir Sumut AKBP Purn. H Rusbandi, Sekretaris Jenderal PB Satgas Joko Tingkir Indonesia yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut Ir Setyo Purwadi Mangun Sastro MM dan calon Ketua DPW Satgas Joko Tingkir Riau Kolonel Agus.

Hadir juga Wali Kota Medan diwakili Asisten Pemerintahan D Sinurat, Muspida Plus Medan, Ketua PD Satgas Joko Tingkir Medan Sudiyono Praka, Bendahara PD Satgas Joko Tingkir Medan yang juga Pimpinan Sidang Musda I Hartono, Ketua PD Satgas Joko Tingkir Deli Serdang Muhammad Zulham, dan undangan lainnya.

Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sukirmanto SH meminta Satgas Joko Tingkir di Medan sebagai barometer Indonesia sehingga harus memiliki organisasi yang besar dan bergerak cepat. Ia berharap pengurus dan anggota di Medan dapat bergerak mengikuti era globalisasi dimana PB Satgas Joko Tingkir Sumut akan selalu memberi arahan dan masukan agar dapat berjalan sesuai dengan AD/ART.

Sekretaris Jenderal PB Satgas Joko Tingkir Indonesia Ir Setyo Purwadi Mangun Sastro MM berharap wadah paguyuban masyarakat Jawa dengan falsafat ‘ojo dumeh’ ini dapat sudah diterima di berbagai provinsi di Indonesia. Ojo dumeh dan AD/ART, lanjut Setyo, harus dipedomani oleh anggota Satgas Joko Tingkir di Indonesia. ‘’Paguyuban ini jangan berpolitik praktis dan dapat ayomi masyakat,’’ imbuhnya.

Penasehat PB Satgas Joko Tingkir Sumut AKBP Purn. H Rusbandi sebagai sesepuh masyarakat Jawa lebih mengedepankan berbagai nasehat kepada para pengurus, anggota dan generasi muda Kota Medan. Ia berharap nasehat yang diberikan dapat diikuti dengan legowo sehingga laju organisasi dapat terus berkembang.

Sedangkan Ketua PD Satgas Joko Tingkir Medan Sudiyono Praka mengatakan, pihaknya segera mengeluarkan kartu anggota berasuransi pada enam ribu anggota PD Satgas Joko Tingkir Kota Medan. ‘’PD Satgas Joko Tingkir Kota Medan juga akan menggelar arisan membangun rasa kebersamaan, saling mengerti, asah, asih dan asuh,’’ tegasnya.

Sudiyono menambahkan, pihaknya akan memberi perhatian serius pada pengembangan ekonomi kerakyatan sejalan dengan program sosial budaya. ‘’Ekonomi yang baik akan menunjang  kehidupan layak masyarakat Jawa di Kota Medan. Kedepan Joko Tingkir dapat memberi solusi terbaik melalui wadah koperasi, pengembangan pelatihan wirausaha, penyuluhan dan berbagai program lain,’’ katanya.

Pimpinan Sidang Musda I PD Satgas Joko Tingkir Medan Hartono mengatakan, melalui Musda dihasilkan program pengembangan organisasi hingga seluruh Cabang Satgas Joko Tingkir di kecamatan dan Ranting di kelurahan se-Kota Medan. (*)

Kapoldasu Didesak Tangkap Mafia Tanah

MEDAN- Ratusan massa tergabung dari tiga kelompok Tani, yakni Kelompok Tani 71-79 HPPLKN, Kelompok Tani Selambo dan Kelompok Tani Jas Merah menggelar aksi di Mapolda Sumatera Utara, Rabu (14/3). Mereka meminta Polda Sumut segera mengusut tuntas mafia tanah yang kerap marampas dan merusak lahan mereka.

“Tolong pak polisi, tangkap preman-preman mafia tanah yang sudah merusak lahan kami,” teriak T br Simamora diikuti para pengunjuk rasa lainnya.

Mereka menilai, perlakuan preman-preman mafia tanah itu kian merajalela dan melakukan tindakan kriminalitas serta intimidasi terhadap petani, seakan tidak ada penegak hukum yang mereka takuti.

“Kemana kami ini mau mengadu, kalau bukan ke polisi? Kami rakyat kecil minta perlindungan polisi,” keluh Rima.
Sementara menurut Kartika Sari, seorang orator, akibat perampasan lahan oleh mafia tanah, lebih dari 20 ribu petani kehilangan lahannya. “Bertahun-tahun petani terus ditekan oleh preman, dan dirampas tanahnya, polisi selalu diam,” katanya.(mag-5/gus)

Setelah Diperkosa Cewek Itu Dibunuh

Ditemukan Tampa Busana

TEBINGTINGGI- Warga di Perkebunan PT Paya Pinang Grup, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai,  dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan muda tanpa identitas tewas mengenaskan, Rabu (14/3) sekira pukul 11.00 WIB. Jasad wanita itu ditemukan di areal perkebunan sawit tepatnya di Afdeling I, Dusun VII, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar.

Maya wanita yang diduga diperkosa lalu dibunuh itu, ditemukan empat pekerja perkebunan sawit saat sedang meracun rumput di lokasi. Keempatnya Sandi (30) warga Sektor 5, Kelurahan Bagelen, Kota Tebingtinggi, Irwan (35) warga Dusun 8 Desa Paya Pinang, Rian (22) warga Sektor 5 dan Andre (19) warga Sektor 5, Desa Paya Pinang, Kabupaten Sergai.

Menurut Sandi, saksi yang pertama kali menemukan mayat tersebut mengatakan, melihat sesosok wanita berambut panjang terlentang dengan kondisi bugil (tanpa busana) terbujur kaku dikerubungi lalat. Spontan dia berteriak mengabari temannya dan membuat laporan ke pihak perkebunan. “Saat itu sedang meracun rumpun di lokasi Afediling I, kemudian melihat sesosok mayat perempuan tewas dengan kondisi terlentang tanpa busana, langsung saya beri kabar ke pihak perkebunan dan kepala desa,” jelas Sandi.

Kepala Desa Paya Pinang, Edi Marwoto (43) menerangkan, setelah mendapat kabar dari pekerja perkebunan, dia langsung melihat dari dekat kondisi mayat dan wajahnya. Namun dia tidak mengenali mayat perempuan muda itu. Pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan warga yang kehilangan keluarga. “Setelah diperhatikan dengan jelas, mayat tersebut bukan warga kami,” terang Marwoto.

Mendapat laporan dari warga, Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap bersama Tim Identifikasi Polres Tebingtinggi terjun ke lokasi penemuan mayat dan melakukan olah tempat kejadian perkara serta melakukan sidik jari terhadap mayat tanpa identitas itu.

Hasil pemeriksaan sementara Polres Tebingtinggi menemukan, beberapa unsur tindak pidana pembunuhan dialami korban.

Korban tewas dibunuh setelah sebelumnya diperkosa. Hasil ini dibuktikan dengan ditemukannya bercak darah yang keluar dari kemaluan korban sudah mengering dan bercak sperma yang juga sudah mengering.

Kondisi tubuh korban, juga ditemukan bekas penganiayaan di bagian tangan sebelah kiri luka memar, bagian wajah bekas benturan benda keras dan cekikan di leher dengan menggunakan baju switer milik korban hingga darah keluar dari mulutnya.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap kepada wartawan mengatakan, mayat tanpa identitas itu, memang dibunuh setelah diperkosa. (mag-3)

Mendagri Ulur SK Pencopotan Bupati Palas

JAKARTA – Untuk sementara Basyrah Lubis bisa bernafas lega. Mendagri Gamawan Fauzi memberi sinyal bakal mengulur pengeluaran Surat Keputusan (SK) pemberhentian secara permanen Basyrah Lubis SH dari jabatannya sebagai Bupati Padang Lawas (Palas).

Saat memberikan arahan di acara Rakor Pemerintahan Kabupaten/Kota se-Sumut di Medan, Senin (12/3), Gamawan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru mengeluarkan SK pemberhentian kepala daerah yang sudah dinyatakan bersalah ditingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).

Alasan Gamawan, setalah kasasi masih ada upaya Peninjauan Kembali (PK). Katanya, jika PK ternyata menyatakan tidak bersalah, kemendagri bisa kerepotan karena kepala daerah tersebut sudah terlanjur diberhentikan secara permanen dan kursinya diisi wakil kepala daerah yang naik posisi.

“Kalau sudah incrach (putusan kasassi, red), maka bupati diberhentikan, wakil naik. Tapi ada kasus, sudah incrah, lantas PK membebaskan dia, sudah diisi wakil. Nah, dia (bupati yang telanjur dicopot, red) minta dikembalikan lagi (jabatannya),” ujar Gamawan di hadapan para kepala daerah se-Sumut, termasuk Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Yang dimaksud Gamawan adalah kasus bupati Mamasa.  Gamawan tidak menyebut pernyataannya ini terkait kasus Palas. “Tak usah saya sebutkan,” katanya di atas podium.

Gamawan mengaku telah meminta Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan agar tidak terburu-buru memproses pembuatan SK pemberhentian kepala daerah, jika masih ada peluang PK.   “Saya bilang ke Pak Dirjen, jangan buru-buru dulu. Kita tunggu sampai selesai. Kita tunggu, sabar sedikit,” ujarnya.

Pernyataan ini jelas beda dengan sebelumnya, dimana Gamawan Fauzi memastikan akan segera mengeluarkan SK pemberhentian tetap Basyrah, menyusul telah keluarnya fatwa MA yang menyebutkan vonis tingkat kasasi yang dijatuhkan ke Basyrah.(sam)

Demo Tolak Kenaikan BBM Nyaris Ricuh

Mahasiswa ITM Ditabrak

MEDAN-Aksi unjuk rasa Mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di depan kampusnya di Jalan Gedung Arca Medan nyaris ricuh, Rabu (14/3).

Aksi unjuk rasa tersebut semula berlangsung damai dengan berorasi dan bakar ban. Namun, tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor jenis matic tiba-tiba menabrak kerumunan mahasiswa yangn
sedang berorasi.

Akibatnya, mahasiswa langsung mengejar pengendara sepeda motor tersebut. Polisi yang mengetahui kejadian itu hanya melihat saja. Mahasiswa pun kesal dan mendatangi Mapolsekta Medan Kota yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kampus mereka.

Dengan berjalan ratusan mahasiswa menghujat polisi menuju Mapolsekta Medan Kota. Tiba di Mapolsekta Medan Kota mahasiswa langsung mengumpulkan koin yang mereka sebut dengan koin suap agar polisi mau berkerja.

Pengumpulan koin suap yang dilakukan mahasiswa karena permintaan mahasiswa minta polisi menyerahkan pria pengendara sepeda motor yang menabrak rekan mereka tak digubris.  “Apakah harus diberi uang baru polisi mau berkerja. Ini uangnya Pak Polisi,” teriak seorang mahasiswa.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandi Sinurat langsung bertatap muka dengan pendemo meminta kepada mereka untuk bicara baik-baik duduk bersama di ruangannya.

Namun, ajakan Sandi ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa.
“Tidak ada pimpin. Kami semua pemimpin. Di sini saja kita bicara.Kami hanya butuh pertanggung jawaban yang nabrak rekan kami,” ujar seorang mahasiswa.

Sandi mengatakan kepada mahasiswa pihaknya tidak mungkin melakukan apa yang diminta para mahasiswa. Karena menurutnya pihaknya telah memproses pelaku penabrak sesuai hukum yang berlaku.
Usai melakukan aksi dan pembicaraan mahasiswa pun membubarkan diri. Namun, lagi-lagi mahasiswa meneriakkan caci maki terhadap polisi.

Informasi yang dihimpun di Polsekta Medan Kota, pria yang menabrak mahasiswa ITM bernama Muhammad. Keterangan Muhammad kepada polisi dia nekat karena awalnya dia dipukul.  Dia kembali mendatangi krumunan mahasiswa dan menabrak mahasiswa dan berduel dengan mahasiswa sambil mengeluarkan obeng.

Sementara itu saksi mata mengatakan, Muhammad sempat dipukuli dan ditolong dengan cara disuruh pergi. Namun, keterangan saksi mata dia kembali datang.

Sementara itu ratusan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan juga menggelar aksi menolak kenaikan BBM di Bundaran Jalan Gatot Suboroto Medan, Rabu (14/3) pagi.
Dalam aksi ini massa mengecam pemerintahan dibawah kepemimpinan SBY-Boediono sudah membuat rakyat semakin susah karena kenaikan harga BBM.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang SH MSi akan menindak tegas pengunjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis dalam setiap aksi unjuk rasa.
“Saya akan tindak tegas mengunjuk rasa yang anarkis,” katanya.

Terkait semakin maraknya aksi unjuk rasa di Kota Medan, terkait penolakan kenaikan BBM TDL, pihaknya telah menyiagakan personel.
Monang mengimbau kepada pengunjuk rasa agar melakukan demo secara damai dan jangan melakukan tindakan-tindakan  anarkis.

“Kita minta untuk melakukan aksi harus dilakukan dengan tentram, damai jangan melakukan tindakkan anarkis,” katanya.
Monang menambahkan, untuk pengamanan menjelang kenaikan BBM dan TDL, polisi menyiapkan pengamanan satu personel di setiap SPBU di Kota Medan.

“Satu personil menjaga satu SPBU untuk mengantisipasi agar tidak ada pihak yang akan melakukan penimbunan BBM menjelang kenaikkan BBM,” jelasnya.
“Kalau terjadi penimbunan akan kita tindak tegas,” katanya. (gus/mag-5/ari)

Kaum Muslim Wafat, Pasang Bendera Putih

LANGKAT- Guna menegaskan jika seseorang yang wafat adalah warga muslim, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Kabupaten Langkat mengimbau diberi tanda bendera putih sekaligus membenarkan peneraan identitas selain bendera STM masing-masing.

Ketua Umum MUI Langkat, Buya H Ahmad Mahfudz, menekankan imbauan dimaksud semata-mata bertujuan sebagai informasi seseorang yang meninggal dunia adalah muslim. Karenanya, diharap simbol itu memudahkan bagi warga muslim lainnya mengetahui sekaligus mendoakan saudaranya sesama muslim yang sudah wafat.

Perubahan tanda (bendera) dari warna merah menjadi putih, dinilai tidak berniat atau bermaksud meremehkan atribut ataupun lambang yang sudah ada. Pasalnya, dalam penggunaan bendera putih selain didampingi bendera Serikat Tolong Menolong (STM) masing-masing.

“Himbaun tersebut, semata-mata dimaksudkan sebagai informasi bahwa yang meninggal dunia adalah umat Islam,” kata Al-Ustadz Buya H Ahmad Mahfudz di kantor MUI Jalan Diponegoro Stabat, Rabu (14/3).(mag-4)

Bappeda Sosialisasikan Pengembangan Sistem Data

PAKPAK BHARAT- Guna meningkatkan pengelolaan data informasi manajemen perencanaan daerah, seperti dokumen Rencana Jangka Panjang Daerah (RJPD), Pemkab Pakpak Bharat gelar sosialisasi pengembangan sistem informasi manajemen perencanaan daerah di ruang rapat Bappeda, Senin (12/3).

Plt Bappeda Sahat Bancin mengungkapkan, dengan sistem ini, nantinya secara keseluruhan dokumen-dokumen tersebut dapat terinventarisasi dengan baik dan diharapkan terjadi kemudahan dalam mengakses serta efektivitas pengelolaan perencanaan pembangunan.

Untuk mensukseskan program dimaksud, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pakpak Bharat dalam program ini  menyiapkan anggaran sebesar Rp138 juta yang berasal dari APBD Kabupaten Pakpak Bharat.(mag-14)

Pengelolaan Sampah di Sungai Deli Buruk

MEDAN-Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membersihkan sampah di Sungai Deli dengan menggunakan dua sampan dinilai belum maksimal. Salah satu kendala yang dihadapi manajemennya yang kurang baik.

“Pembersihan Sungai Deli dengan mengaktifkan sampan atau rakit sampah sebenarnya sudah sangat baik dan dapat meminimalisir sampah yang ada di bantaran Sungai Deli, namun, selama ini yang kurang kan manajemen pengelolaanya yang belum baik dan saya pikir itu tinggal penyempurnaannya saja,” kata Pengamat Lingkungan di Medan, Jaya Arjuna, Rabu (14/3) siang.

Dikatakan Jaya, ide untuk membuat sampan sampah di Sungai Deli itu, disebutkannya merupakan ide yang dicetuskannya kepada Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Namun, apa yang diinginkan Wali Kota Medan untuk konsep sampan di Sungai Deli itu belum dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Sebenarnya yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah di Sungai Deli adalah desain teknis yang benar. Harusnya berapa sampah yang dihasilkan setiap hari dari Sungai Deli harus jelas, dan berapa rakit dan petugas yang dibutuhkan. Setelah itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik. “Setiap sampah yang sudah dikutip dari bantaran Sungai Deli, selanjutnya ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Belawan,” jelasnya.

Selain itu, hal yang harus dilakukan Pemko Medan adalah dengan menetapkan batasan jalur hijau sungai yakni sekitar 10-15 meter dari garis sempadan sungai. Batasan jalur hijau sungai yang sudah ditetapkan ini, menurut Jaya ke depan juga bisa dijadikan Pemko Medan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga bisa semakin menambah jumlah RTH di kota Medan.
Selanjutnya, yang harus disempurnakan kata Jaya adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di pinggiran sungai.

Di tempat terpisah, Kadis Kebersihan kota Medan, Pardamean Siregar mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan petugas dan sampan untuk membersihkan Sungai Deli setiap hari. “Kita standby kan di sana, itu ada dua sampan dengan empat petugas, setiap hari itu mereka secara rutin sudah membersihkan sampah yang ada di bantaran sungai lalu kemudian sampah itu diangkut ke TPA,” kata Pardamean.

Tak hanya di Sungai Deli, tambah Pardamean mereka juga menyiagakan sampan dan personel di dua sungai lainnya yakni di sungai Sikambing ada dua sampan dengan empat petugas dan di Seikera ada enam sampan dengan dua belas petugas. (adl)

Batal Nikah Jupe Tetap Setia Dukung Gaston

Mimpi Julia Perez untuk menikah dengan Gaston Castano boleh saja kandas. Namun, Jupe sapaan akrab Julia Perez, mengaku akan tetap menjalin hubungan baik dengan Gaston. Hal ini pun di buktikan saat Jupe terlihat hadir memberikan dukungan pada Gaton ketika klub sepakbolanya, bertanding di Stadion Gelora Bung Karno Selasa (13/3).
Jupe sengaja menyediakan waktu untuk menyaksikan aksi Gaston dipertandingan Persija vs Gresik United.

Ia mengatakan, sampai kapanpun akan tetap setia mendukung Gaston.  “Dia main sangat semangat. Saya senang sekali. Dia kayak Maradona ya,” kata Jupe.
Meski tim Gaston kalah dipertandingan tersebut, Jupe tidak kecewa. Apalagi ia dapat menyaksikan aksi Gaston di lapangan bersama dengan kedua orang tua Gaston, Aida dan Gabriel.
“Mama Aida dan Papa Gabriel, mereka sudah jadi orang tua saya sendiri. Sebagai anak yang baik, ya harus antar dan jaga orang tuanya. Kami di sini untuk support dia,” ujarnya.

Jupe mengaku, Gaston tetap meminta dukungan pada Jupe, walaupun hubungan mereka sudah kandas. “Aku akan selalu menjadi pendukung Gaston. Ini permintaan Gaston.” tandasnya.
Sebelumnya, Jupe memberi kabar mengejutkan soal kabar pernikahannya yang batal melalui akun Twitternya. Di situ, ia juga sempat mengatakan akan membakar gaun pengantinnya yang mewah berhiaskan kristal Swarovski.

Meski begitu, hingga saat ini, ia tak menjelaskan secara pasti, perihal penyebab pembatalan nikahnya itu. Jupe hanya mengatakan, batalnya pernikahan mereka lantaran masalah prinsip dan bukan karena terganjal restu orangtua. Seperti dikabarkan sebelumnya, betapa sedihnya Julia Perez, karena baru saja gagal menikah dengan sang kekasih Gaston Castano. Sangat terpukul dengan hal tersebut, ia pun dikabarkan sampai memeriksakan kejiwaannya.
“Iya, aku syok banget pada saat itu,” akunya.

Meski begitu, ia menganggap kegagalan itu hanya sebuah ujian dalam hidupnya. Ia pun selalu berusaha untuk tenang menghadapinya. “Nggak masalah, hidup itu nggak selamanya indah. Aku berusaha tenang saja,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu keduanya menggelar foto pre-wedding di Bali. Bahkan, orangtua Gaston dari Argentina juga sempat menemuinya di sana. Meski begitu, ternyata pernikahan itu tetap gagal digelar karena orangtua masing-masing gagal bertemu. (bbs/net)