Home Blog Page 13789

Pasar Rumah Mewah Terganggu 6 Bulan

Pertengahan tahun 2012 ini, perkembangan perumahan mewah diprediksi akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan baru pemerintah, yang mewajibkan pelaporan transaksi setara Rp500 juta ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Tomi Wistan mengatakan kemungkinan perlambatan penjualan rumah mewah pasti akan terjadi menyusul akan diberlakukan aturan wajib lapor transaksi properti perusahaan dan agen-agen properti tesebut ke PPATK pada 20 Maret 2012.

“Mungkin akan terjadi sedikit perlambatan penjualan, namun waktunya mungkin tidak lama, sekitar 6 bulan, mulai dari berlakunya hingga awal 2013,” ujarnya.

Menurut Tomi, aturan ini tertuang dalam Undang Undang nomor 8 Tahun 2010. Dimana perusahaan dan agen properti atau broker yang melaporkan setiap transaksi properti setidaknya atau setara Rp500 juta akan terlindungi secara pidana dan perdata.

Bagi yang menyembunyikan atau menyamarkan transaksi akan dikenai hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Serta, bagi mereka pelaku pasif akan dipidana penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Menghadapi kejutan ini, REI akan terus melakukan sosialisasi dengan pengembang di Sumut. Untuk itu dukungan dari PPATK sangat diharapkan.

Dijelaskannya, pada tahun 2010 dan 2011, penjualan rumah mewah di Sumut memang booming, terutama untuk ruko. Seperti di beberapa lokasi di kota Medan, yakni di Jalan Brigjen Katamso, Jalan Baru, Kawasan Ringroad, Jalan Helvetia, Jalan Cemara serta Jalan Jawa.

Tomi juga bilang, pada tahun 2012, diperkirakan permintaan properti akan tumbuh kembang dengan baik. Bukan hanya di sektor rumah menengah ke atas atau rumah mewah, namun semua sektor akan mengalami pertumbuhan. Untuk meningkatkan pertumbuhan pengembangan perumahan ini, imbuhnya, memang masih banyak kendala yang dihadapi pengembang. Diantaranya, karena lahan yang terbatas, dukungan yang tidak maksimal dari pemerintah daerah dan mitra stakeholder.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jhon Tafbu Ritonga mengatakan kebijakan pelaporan kepada PPATK ini tujuan awalnya karena pemerintah ingin mencari koruptor, padahal koruptor kita bukanlah buyer.

“Pemerintah sudah hilang akal, sehingga tidak kreatif, padahal mereka sadari bahwa koruptor kita bukanlah pembeli,” ujar Jhon.

Oleh karena itu, menurut Jhon, seharusnya REI teriak untuk mendapatkan perhatian, dan juga saling berusaha bersama dengan cara memperbaiki APBD/APBN dan sistem pengadaan barang jasa.

“Kalau di swasta sudah terlebih dahulu diperbaiki, maka banyak pengusaha yang go internasional, maka mari kita bersama memperbaiki sistem penyusunan APBD/APBN ini,” tutp Jhon. (ram)

Air Laut di Pesisir Utara Masih Tinggi

BELAWAN-Ketinggian air pasang laut di pesisir Utara kota Medan persisnya di Kecamatan Medan kota Belawan hingga, Sabtu (10/3) siang, masih tinggi. Bahkan volume air laut yang mencapai satu meter itu tidak hanya menenggelamkan ribuan pemukiman warga. Namun juga mengakibatkan infrastruktur jalan terendam dan berdampak pada terganggunya aktivitas nelayan melaut.

“Dibanding kemarin, hari ini pasang air laut lebih tinggi lagi. Kalau kemarin tak semua badan jalan yang terendam, tapi kali ini banjir pasang menenggelamkan hampir seluruh badan jalan,” ungkap, M Nasir (56) warga Lorong Papan Lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan kepada Sumut Pos.

Berdasarkan perhitungan nelayan sebut, Nasir gelombang pasang air laut yang terjadi di Belawan merupakan hari ke tujuh belas bulan. Ini diketahui dengan melihat kondisi dan posisi bulan pada malam hari.”Dan ketinggian air akan semakin naik apabila memasuki hari dua puluh bulan. Itu dilihat dari kondisi bulan pada malam hari, dan air akan kian meninggi pada hari 20 bulan. Setelah itu air akan kembali normal,” terangnya.

Meski sudah dianggap biasa oleh warga, namun yang bermukim di kawasan pesisir utara tersebut mengaku tetap waspada datangnya banjir maupun genangan rob yang terjadi pada malam hari. “Yang ditakutkan kalau pasang laut terjadi malam hari, ditambah lagi curah hujan tinggi, maka akan menambah tingginya genangan air yang merendam lingkungan kami. Seperti terjadi pada dua hari sebelumnya,” beber kakek bercucu satu ini.

Curah hujan yang tinggi bila digabungkan dengan tingginya air pasang dapat berdampak buruk bagi warga yang tinggal di sekitar muara Sungai Deli seperti di Jalan Yuong Panah Hijau, Kec.Medan Marelan. Sebab, aliran air dari hulu sungai yang sedianya mengalir ke laut bisa meluber saat permukaan air laut sudah tinggi.

“Dampak dari pasang laut yang kian naik di Belawan juga kami rasakan disini (Marelan, Red). Belum lagi adanya genangan air hujan yang sering terjadi malam hari, ini mengakibatkan warga kerepotan menguras genangan air laut bercampur air hujan,” keluh, Masitah (29) warga setempat.

Sejak memasuki periode pasang air laut di pesisir pantai Utara kota Medan pada awal tahun ini, ketinggian air laut hampir selalu di atas batas normal. Bahkan, pada beberapa hari pertama ketinggian air laut sempat mencapai hampir 100 centimeter.

Tak urung, kondisi tersebut sempat menimbulkan genangan di beberapa lokasi, seperti di kawasan Jalan TM Pahlawan, Pajak Baru, Kampung Kurnia, Pulau Sicanang dan Bagan Deli Kec.Medan kota Belawan.

Tak hanya, pemukiman dan ruas jalan saja yang menjadi sasaran gelombang pasang air laut. Namun sebahagian besar nelayan terpaksa tak berangkat melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.”Saat ini cuaca di laut memang lagi buruk, kemarin saja ada beberapa kapal penangkap ikan nelayan yang terpaksa tambat di lampu tiga perairan Belawan begitu melihat ombak cukup besar,” kata Khairuman (53), nelayan asal Gabion, Belawan.

Menurut pria berdomisili di Jalan Belanak Pajak Baru, Belawan ini, imbas dari buruknya kondisi cuaca sudah dapat dipastikan juga berdampak buruh pada kebutuhan ekonomi para nelayan itu sendiri. “Kalau tak melaut macam mana bisa dapat uang, ya terpaksalah menambah daftar hutangan di warung buat belanja di rumah,” tuturnya sambil tertawa.

Sementara, Kepala BMKG Maritim Stasiun Belawan, Drs Sampe Siamngunsong ketika dihubungi mengatakan, naiknya air laut disejumlah daerah di Indonesia belakangan ini akibat dari terjadinya air pasang maksimum. Ini  fenomena alam yang terjadi setiap tahun, meskipun waktunya dapat mengalami pergeseran.

“Berdasarkan analisa sementara naiknya air laut karena pasang maksimum dampak dari posisi bulan, bumi dan matahari serta bertiupnya angin timur yang dominan,” ujarnya. (mag-17)

Malam, Stop Makan Apapun

Paulina Ginting Kesehariannya Menjaga Penampilan

Menjadi wanita mandiri. Begitulah  sosok sosialita Kota Medan ini.

Didukung kemandirian yang dimilikinya, dia mampu menjadi Direktur Utama PT Batak Nature yang bergerak di bidang musik. Dia juga sukses mengelola  Restoran Jepang miliknya Takigawa dan Kobar.

Menyadari perannya dalam kalangan sosial, Paulina Ginting menjaga dengan tepat penampilannya. Mulai dari berpakaian, berdandan, dan aksesoris yang digunakannya diperhatikan dengan seksama. “Semua pada tubuh kita menjadi satu paket, jadi kalau satu bagian yang penting, yang lain juga harus penting,” ujar Paulina yang lahir di Kabanjahe, 28 April 1974 ini.

Sebagai ibu dengan 2 orang anak yang beranjak dewasa, penampilan Paulina masih menarik, dengan berat badan yang proporsional, cara berpakaian yang menarik, tata rias wajah yang sesuai. Semua hal tersebut bukanlah hal yang mudah baginya, berbagai cara dilakukannya untuk mendapatkan tubuh yang ideal. “Saya diet, makan nasi hanya saat siang saja, sisanya makan buah,” ujar Paulina.

Soal berpakaian, yang penting lanjutnya, warna pergaulan seperti hitam, putih, dan biru dongker harus ada dilemari. “Prinsipnya begini, bila baju memiliki corak akan terlihat mahal atau murahnya, tetapi baju polos, tidak akan ketahuan. Nah, karena style saya konservatif, jadi lebih banyak yang polos,” ungkapnya.

Karena cara berpakaiannya yang konservatif, maka lebih gampang baginya untuk memadupadankan pakaiannya. “Hanya tinggal menggunakan jas, tank top, tapi yang harus diperhatikan warnanya,” ungkap wanita yang memiliki rambut panjang ini. Walau suka yang polos, bukan berarti pakaian yang selalu digunakannya merupakan produk yang beredar luas di pasaran. Tidak jarang, dirinya berbelanja ke luar negeri untuk mendapatkan model yang diinginkannya. “Saya dapat panduan berpakaian dari TV, majalah wanita, dan lainnya. Modelnya pun lebih mudah kita dapatkan di luar negeri, karena pada umumnya, model kita ketinggalan sekitar 3 hingga 6 bulan,” tambahnya.

Tapi, jangan tanya soal koleksi tas. Wanita yang termasuk suka difoto ini menyimpan berbagai merek, baik luar dan dalam negeri dengan berbagai model.  “Kalau tas, saya termasuk gilanya. Saya tidak mau yang KW, karena takut kecewa, yang penting kan kualitas barang,” tambahnya. Dan harganya juga beraneka ragam, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Tidak hanya soal penampilan berpakaian, Paulina juga tetap memperhatikan  perawatan kulit dan rambutnya. “Creambath, luluran, treatment wajah, dermatologi, wajib dilakukan setiap bulan,” ungkapnya. (ram)

Mie Cia Ca Mien ala Restoran Kim Cu

Kalau bagi kita di Kota Medan, Cia Ca Mien bentuknya tidak ubahnya seperti mie kuah. Penampilan, bahan, dan cara buat juga tidak beda jauh. Yang membedakan secara mendetail hanya rasa pada masakan tersebut. Karena pada mie yang sangat digemari di Hongkong ini menggunakan saus khusus yang terbuat dari tiram.

Cia Ca Mien ini biasanya disajikan untuk disantap bersama keluarga atau dengan kata lain dibuat dalam porsi besar, terutama dalam pesta pernikahan atau santap keluarga di kalangan masyarakat Tionghoa, makanan ini disajikan.”Kalau di restoran kita, saat santap keluarga, mie ini tidak pernah ketinggalan. Selalu ada saja yang minta,” ujar Marijono koki Restoran Kim Cu Hotel Soechi Internasional yang menyediakan menu Mie Cia Ca Mien ini.
Untuk membuat makanan ini, ada beberapa bahan makanan yang harus disediakan. Seperti mie kuning, toge, jamur tiram, bawang bombay, ebi, ayam, udang, cabe merah, dan cabe rawit.

Bawang Bombay, ayam, udang, cabe merah, dan cabe rawit dipotong kecil dan memanjang. Bersama dengan toge, semua bahan ini ditumis ditambah dengan garam dan gula secukupnya. Sementara itu, mie kuning direbus, tetapi jangan terlalu lembut, karena saat ditambah dengan saus panas akan membuat mie menjadi lebih lembut.

Saat bahan yang ditumis sudah mengeluarkan bau yang harum, diangkat. Ingat, jangan sampai gosong karena dapat membuat rasa pahit pada mie.
Untuk membuat saus, atau kuah, siapkan bahan seperti tomat, saus tiram, kecap kental, dan samsu (minuman khas ala Cina), dan tepung kanji. “Tepung kanji untuk membuat kuah mie lebih kental, usahakan untuk menyantapnya saat masih dalam keadaan panas,” tambah Marijono. Sedangkan untuk membuatnya, air ditambah dengan tepung kanji, dan dicampur semua bahan tomat, saus tiram, kecap kental dan samsu.

Menyajikan makanan ini, letakkan mie kuning dalam sebuah wadah yang lebar, tambahkan kuah atau saus yang telah disiapkan. Setelah itu, bahan makanan yang telah ditumis letakkan di atas mie. “saus tiram dan samsu ini yang mempertajam rasa makanan,” tambah Marijono. (ram)

Moratorium CPNS Bakal Diperpanjang 5 Tahun

JAKARTA- Asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN dan RB Nurhayati mengatakan, pemerintah berupaya memperpanjang moratorium CPNS. Karena itu, seluruh instansi pusat dan daerah diwajibkan membuat data kepegawaian serta estimasi kebutuhan aparatur untuk lima tahun ke depan.
“Salam ketentuan moratorium, setiap instansi wajib memberikan rincian penyebaran pegawainya saat ini dan gambaran posisi pegawainya selama lima tahun ke depan,” kata Nur, saat dihubungi, Jumat (9/3).

Dengan data tersebut, pemerintah pusat akan menentukan apakah akan ada penerimaan CPNS atau tidak. Namun, dia memprediksi moratorium akan diperpanjang. Mengingat dengan akan diangkatnya 67 ribu honorer kategori I dan 30 persen kategori II, akan menambah gemuk jumlah PNS.
“Moratorium CPNS kemungkinan besar akan diperpanjang lagi. Dengan melihat jumlah PNS sekarang, bukan tidak mungkin perpanjangannya sampai lima tahun terhitung dari September 2011,” ujarnya.

Lantas bagaimana untuk memenuhi kebutuhan aparatur di daerah yang kurang pegawainya? Menurut perempuan berjilbab ini, langkah paling bijak adalah dengan melakukan mutasi. Daerah yang kelebihan pegawai, akan didistribusikan ke lokasi kurang.
“Untuk mutasi ini, Menpan&RB tengah membahasnya bersama Mendagri dan Menkeu,” ujarnya.

Cara lainnya adalah dengan menerima tenaga outsourching atau PTTP (Pegawai Tidak Tetap Pemerintah). PTTP ada masa tenggat kerjanya. Kalau masih dibutuhkan pemerintah, kontraknya diperpanjang.

“Dengan PTTP, pemerintah tidak akan terbebani dengan pembayaran gaji karena tidak masuk di APBN. Sebaliknya pemdalah yang bertanggung jawab. Karena itu, pemda harus hati-hati menambah pegawai. Kalau tidak butuh, jangan menerima pegawai karena nanti susah sendiri bila kas daerah tidak mencukupi,” terangnya. (esy/jpnn)

Jual Wine Palsu, WNI Ditangkap FBI

CALIFORNIA – Warga Negara Indonesia (WNI) Rudy Kurniawan alias Zhen Wang Huang ditangkap penyelidik federal AS (FBI) di Los Angeles karena menjual wine atau minuman anggur palsu, Kamis (8/3). Pembeli anggur miliknya ini bukan saja dari kalangan biasa, tapi juga seperti miliuner William I Koch.

Menurut FBI, Rudy menjual minuman anggur palsu itu senilai USD1,3 juta (sekira Rp11,8 miliar dengan kurs Rp9.125 per USD). Bahkan, Rudy juga berhasil menjual anggur senilai USD35 juta atau Rp319 miliar pada 2006 lalu dan saat ini dia berada dalam tahanan Kepolisian Los Angeles.
Berdasarkan penyelidikan, Rudy Kurniawan juga dituduh menjual sekira 84 wine palsu di sebuah lelang pada 2008 lalu. Saat itu Rudy mengaku anggur yang dijualnya merupakan produksi Domaine Pondsot, di Burgundi, Prancis.

“Anggur-anggur itu mampu dijualnya seharga USD600 ribu (sekira Rp5,4 miliar). Meski dirinya bersikeras anggur ini asli, tapi kenyataannya tidak,” ujar jaksa penuntut seperti dikutip The New York Times, Jumat (9/3).

Selain terlibat penjualan wine palsu, pria berusia 35 tahun itu juga dituduh menggelapkan uang USD3 juta (sekira Rp27,3 miliar). Uang tersebut ternyata digunakan untuk membiayai gaya hidupnya yang mewah.

Saat ditanya, Rudy bersikeras, dirinya mendapatkan anggur palsu itu dari seorang pria di Asia. Rudy pun sudah memberikan informasi dua nomor telepon dari pria pemasok anggur palsu tersebut. Namun dua nomor telepon itu justru merujuk pada nomor telepon sebuah maskapai penerbangan Indonesia dan sebuah mal di Jakarta.

Sementara pengacaranya, Luis Li mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengevaluasi dakwaan yang akan dijatuhkan kepada Rudy Kurniawan. (net/bbs)
Penangkapan Rudy Kurniawan ini juga menyita perhatian kalangan kaya AS. Sementara pihak Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, Rudy saat ini sudah didampingi pengacara. “Kasus penangkapan RK ini sudah dipantau oleh KJRI Los Angeles. Tersangka RK sudah didampingi oleh pengacara,” ungkap juru bicara Kemlu RI Michael Tene.(net/bbs)

Dhana Borong Produk Investasi di LN

JAKARTA- Jejak-jejak duit miliaran rupiah milik Dhana Widyatmika terus diendus Kejaksaan Agung (Kejagung). Yang terbaru, tersangka kasus korupsi pajak itu diduga memborong sejumlah produk investasi di dalam dan luar negeri untuk mengelabui asal-usul uang yang dia peroleh. Sejumlah bank tempat rekening Dhana dan rekanan investasi terus diperiksa.

“DW memiliki uang yang cukup besar dan itu berasal dari transaksi baik pribadi maupun ada beberapa perusahaan. Dan itu akan kami kejar terus,” tegas Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Arnold Angkouw di Jakarta, kemarin (9/3).

Arnold mengakui, Dhana cukupa lihai menghapus jejak asal-usul duitnya. Mantan PNS Ditjen Pajak yang kini berdinas di Dispenda DKI itu memindahkan duitnya ke berbagai rekening di sejumlah bank. Alirannya, kata Arnold, cukup ruwet dan berliku-liku. “Kami harus telusuri satu per satu bank. Sangat rumit tapi terdeteksi dengan jelas itu milik DW,” katanya.

Apa saja bentuk investasi Dhana? Arnold membeberkan, Dhana membeli banyak produk investasi. Selain investasi dalam bentuk penyertaan modal, dia juga memborong reksadana dan deposito di luar negeri. Nilainya mencapai miliaran. Keuntungan dari investasi itulah yang ditransfer langsung ke rekeningnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara itu mengakui, menelusuri aliran duit Dhana di luar negeri hampir tidak mungkin. Prosedurnya bakal susah. Tapi, bukan berarti itu mustahil. Sebab, keuntungan semua produk investasi itu akan disalurkan ke rekening Dhana di dalam negeri. Nah, dari situlah penyidik bisa mengetahui berapa besar uang yang diraup bapak satu anak itu dari usaha memutar uang tersebut.
Karenanya, dalam penelusuran aset miliaran Dhana itu penyidik bekerja sama dengan sejumlah bank. Mereka minta bank tempat duit Dhana ditanamkan membeber datanya.(aga/agm/jpnn)

Paru-paru Ketua DPRK Lhokseumawe Alami Pendarahan

MEDAN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Lhokseumawe Saifuddin Yunus yang menjadi korban penembakan misterius (Petrus), di depan rumahnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan Petisah, Jumat (9/3). Kondisi Syaifuddin saat ini masih stabil, namun berdasarkan diagnosa dokter ditemukan adanya pendarahan di paru-parunya.

Chief Medical Service RS Columbia Asia Kianto Nazar kepada wartawan menjelaskan, secara umum Saifuddin tetap bisa diajak berkomunikasi. Dan untuk memaksimalkan proses penyembuhan, tim medis yang merawatnya terpaksa menidurkan korban.
“Kondisi dia (Syaifuddin, red) sadar, tapi sengaja ditidurkan biar bisa istirahat,” kata Kianto.

Dari hasil diagnosa yang dilakukan, diketahui adanya luka tembakan dari punggung masuk ke perut. Tapi Kianto mengaku belum bisa memastikan, apakah peluru yang mengenai Syaifuddin, masih bersarang di tubuh korban atau tembus ke luar.

Dikemukakannya, sedikit mengkhawatirkan adalah pendarahan di paru-paru yang terjadi. Hanya saja, tim medis tetap optimis jika luka tersebut tidak berakibat fatal. Dengan catatan, andai dalam waktu dekat gumpalan darah di paru-paru bisa dibersihkan. “Pendarahan itu akan dibersihkan. Itu menunggu kondisinya lebih baik lagi, kami observasi dulu,” jelasnya.

Berdasarkan hal itu pula, Kianto meminta agar kerabat dan wartawan untuk jangan menjenguk Syaifuddin guna memberi keleluasaan bagi korban beristirahat. Apa yang dikemukakan pihak RS Columbia Asia itu, ternyata disambut baik pihak keluarga.

Kakak ipar korban, Cut Marlia menyatakan, Saifuddin memang selalu dijenguk sahabatnya saat dirawat di RS TNI AD Lhokseumawe. Kenyataan itu membuat Syaifuddin menjadi lelah, sehingga kondisi kesehatannya sempat menurun.

“Jadi dia dibawa ke Medan bukan karena kritis, tapi untuk memaksimalkan waktu istirahatnya,” kata Marlia.
Menariknya, Marlia mengatakan saat dalam perjalanan ke Medan, Saifuddin sempat terlihat merokok. Hal itu disebutnya sebagai bukti kalau Saifuddin tidak mengalami luka serius. “Ya tidak habis satu batang memang, tapi itukan bukti kalau dia sehat,” tukasnya.

Istri korban sendiri, Cut Asmanidar terlihat enggan memberikan keterangan menyangkut musibah yang dialami suaminya tersebut. Ketika dihampiri, Asmanidar hanya mengatakan, suaminya menitip pesan kepadanya agar tidak mempublikasikan musibah tersebut. “Suami saya tidak mau kasusnya dipublikasikan, saya minta maaf tak bisa kasih keterangan,” ujarnya.

Sedangkan Mahdi, sopir pribadi korban mengatakan, perjalanan mereka dari Lhokseumawe ke Medan dikawal personel polisi. Menurutnya, tiba di RS Columbia Asia sekira pukul 05.00 WIB. “Bapak langsung dibawa ke ICU, setelah itu tak tau kondisinya,” kata Mahdi.(ari)

Kapten Mabuk Diduga Penyebab Karamnya Titanic

NEW YORK- Sebuah surat dari seorang wanita yang selamat dari tragedi tenggelamnya kapal penumpang legendaris Titanic telah menunjukkan kemungkinan baru tentang penyebab tabrakan kapal raksasa tersebut dengan sebuah gunung es raksasa di perairan Atlantis pada  1912. Dilaporkan, saat tabrakan terjadi justru sang kapten kapal, Edward Smith justru meninggalkan posisinya untuk minum minuman keras.

Seorang wanita bernama Emily Richards menuliskan dalam sebuah surat yang rencananya akan dilelang untuk umum pada akhir Maret mendatang, dia melihat Smith sedang minum minuman keras di bar kapal, sesaat sebelum kejadian. Sebagaimana dikutip The Sun, Jumat (9/3), dalam surat tersebut dituliskan bahwa Smith sama sekali tidak menyadari bahaya yang mengintai kapal naas tersebut karena dia mabuk.

Sang kapten justru menyerahkan tugas mengemudikan kapal kepada seorang anak buahnya. Emily, yang berasal dari kota  Penzance di provinsi Cornwall, Inggris,  berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci penyelamat bersama dengan kedua putranya, ibunya dan saudara perempuannya. Namun kakak lelakinya bernama George, tenggelam bersama sekitar 1,522 penumpang lainnya.

Kapal berukuran panjang lebih dari 200 meter dan tinggi 50 meter tersebut karam dalam perjalanan  dari Southampton, Inggris ke New York, Amerika Serikat. “Kapal kami menabrak gunung es sekitar pukul 11 hari Minggu malam. Semua insiden itu kesalahan si Kapten. Saudaraku George yang malang telah meninggal karena dia,” ungkapnya lagi dalam surat tersebut.(ara/jpnn)

Mewujudkan Mahkamah (yang) Agung

Setelah terpilih menggantikan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa yang telah pennsiun, Hatta Ali resmi dilantik menjadi Ketua MA pada 1 Maret lalu. Sekadar mengingatkan, Hatta Ali dipilh melalui ‘pemilu’ ala hakim agung dalam satu putaran. Hatta terpilih dengan mendapatkan suara mayoritas yaitu 28 suara dari 54 hakim agung. Urutan kedua, Ahmad Kamil 15 suara, Abdul Kadir Mappong 5 suara dan M Saleh 3 suara dan Paulus Effendi Lotulung 1 suara. Adapun suara tidak sah 3 orang.

Terpilihnya Hatta Ali memang sedikit mengejutkan. Bukan saja karena prestasinya yang tidak terlalu menonjol di antara beberapa hakim agung yang menjadi seteru sebelumnya. Namun beberapa catatan miring juga patut dialamatkan pada putra kelahiran Makassar 62 tahun silam ini. Hatta pernah menuai kritik saat ikut memutus bersalah atas kasasi kasus Prita Mulyasari, seorang pasien yang terseret kasus hukum karena mengeluhkan pelayanan RS Omni Internasional. Hatta juga menjadi majelis hakim yang ikut mengurangi pidana Ayin saat kasasi ke MA. Bandingkan, misalnya dengan aksi kolega sekaligus pesaingnya, Artidjo Alkostar, yang akhir-akhir ini mendapat respon positif dari publik karena dissenting opinion-nya dalam putusan kasasi Rasminah.

Harapan kita, semoga terpilihnya Hatta Ali benar-benar karena kualitas dan integritasnya sehingga dianggap mampu menakhodai MA dengan baik. Semoga berita miring yang menyebutkan peredaran uang 1 miliar untuk setiap hakim agung menjelang pemilihan Ketua MA tidak benar adanya. Begitu juga dengan isu diskriminasi antara hakim agung karier dan non-karier. Karena bagaimana pun, sebagai peradilan tertinggi di negeri ini, MA harus tetap menjaga keadilan dan kebenaran serta jauh dari faktor-faktor ekstern, termasuk permainan politik uang ataupun oligarki kekuasaan.

Tugas Berat

Tak bisa dipungkiri bahwa dunia peradilan Indonesia saat ini mendapat sorotan dan kritikan bertubi-tubi dari publik. Berbagai putusan kontroversial hingga dianggap sebagai sarangnya mafia peradilan telah menjadikan peradilan tingkat kasasi ini seperti tak berdaya lagi menegakkan keadilan. Oleh karena itu, Hatta Ali tak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Empat ikrar yang diucapkan Hatta Ali begitu terpilih menjadi Ketua MA harus ditagih secepatnya. Yakni pertama, meningkatkan kualitas para hakim. Kedua, menjaga citra, martabat dan harga diri seorang hakim. Ketiga, menciptakan kesejahteraan hakim, dan keempat, mewujudkan impian agar hakim menjadi pejabat negara.

Keempat ikrar Hatta tersebut memang menjadi persoalan pokok yang dialami MA saat ini. Kualitas hakim agung mulai dipertanyakan terkait rendahnya kualitas dan kuantitas putusan. Kondisi yang sama, bahkan lebih buruk juga terjadi di pengadilan negeri dan pengadilan tingkat banding. Sehingga mau tidak mau, hal ini mendegradasi citra, martabat dan harga diri seorang hakim serta memperburuk wajah peradilan kita.

Setidaknya, ada beberapa tugas  berat yang diemban MA di bawah nakhoda yang baru, pertama, menyelesaikan tumpukan perkara yang masih menggunung. Berdasarkan Catatan Tahunan MA, tercatat kurang lebih 12.000 perkara sepanjang tahun 2011 sampai sekarang. Tingginya arus perkara yang masuk setiap tahunnya, telah menyebabkan MA memiliki tunggakan 8.000 perkara. Angka yang sungguh fantastis. Penumpukan perkara ini sesungguhnya tidak semata-mata karena kurangnya personil hakim agung seperti yang menjadi alasan klasik MA selama ini. Melainkan lebih pada manajemen perkara yang tidak baik oleh para pimpinan MA terdahulu. Apalagi dengan seringnya hakim agung mengadakan perjalanan ke luar negeri, mengakibatkan penumpukan perkara semakin luar biasa.

Kedua, meningkatkan kualitas putusan. Salah satu indikasi rendahnya kualitas putusan MA terbukti dengan semakin banyaknya putusan yang saling bertentangan. Sehingga putusan hakim agung yang terdahulu sering tidak bisa dijadikan yurisprudensi bagi putusan hakim berikutnya.
Ketiga, meningkatkan penggawasan hakim. Lemahnya pengawasan hakim agung, baik internal maupun eksternal telah mengakibatkan kualitas dan kinerja kinerja hakim agung buruk.

Dalam pengawasan eksternal (Komisi Yudisial), sangat banyak terganggu oleh mandulnya kewenangan yang dimiliki lembaga tersebut. Berbeda dengan pengawasan internal yang lebih disebabkan oleh kaburnya ruang lingkup pengawasan terhadap hakim. Hal ini disebabkan normanya belum dirumuskan secara. Sehingga tidak dapat diketahui secara pasti, mana perbuatan hakim yang menyimpang dan tidak menyimpang, baik dalam kedinasan maupun diluar kedinasan. Oleh karena itu, sangat mendesak dibuat pedoman pengawasan bagi hakim yang dituangkan dalam perundang-undangan sehingga memiliki daya mengikat, disertai bentuk sanksi dan prosedur penindakannya. Sebagai mantan Ketua Muda Bidang Pengawasan, Hatta Ali seharusnya menjadikan masalah ini sebagai tujuan pokok.

Eksaminasi putusan hakim juga menjadi salah satu cara pengawasan yang perlu digalakkan. Ironisnya, selama ini eksaminasi lebih banyak dilakukan kalangan eksternal pengadilan.

Padahal, di internal pengadilan juga terdapat lembaga eksaminasi. Eksaminasi putusan sesungguhnya merupakan cara paling efektif dalam melakukan pengawasan bagi seorang hakim dan hakim agung. Sebbagai mahkota bagi seorang hakim, kualitas putusan berkorelasi kuat dengan tingkat kualitas dan independensi hakim bersangkutan.

Eksaminasi putusan, menyangkut penerapan hukum materiil maupun formil dalam kerangka penilaian secara obyektif menyangkut perkara yang bersangkutan, dapat dijadikan ukuran dalam melakukan reward and punishment. Dengan demikian, setiap hakim akan berusaha mengeluarkan putusan yang sebaik-baiknya, demi terpenuhinya rasa keadilan masyarakat. Dengan demikian, mimpi mewujudkan Mahkamah Agung yang agung sebagai tempat masyarakat mencari keadilan bisa segera tercapai. (*)

Penulis adalah alumnus Departemen Hukum Tata Negara FH USU Medan.
Kini mahasiswa Magister Ilmu Hukum UGM Yogyakarta