25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 138

Ketua DPRD Dukung Program KONI Medan

Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal didampingi pengurus. (Dok KONI Medan)
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal didampingi pengurus. (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan mendukung program-program KONI Medan di bawah kepemimpinan Aswindy Fachrizal. Program-program KONI Medan diharapkan bisa meningkatkan prestasi atlet-atlet Kota Medan.

“Kami dari DPRD Medan mendukung program-program KONI Medan. Kami harapkan KONI Medan dapat sukses dalam pembinaan seluruh cabor-cabor,” ujar Wong Chun Sen Tarigan saat menerima kedatangan rombongan KONI Medan di ruang kerjanya, Sabtu (26/7/2025).

Rombongan KONI Medan dipimpin Ketua Aswindy Fachrizal SE, Sekertaris Umum Helty Susilo, Wakil Bendahara Hj. Fitriana Manurung dan Siegfried serta pengurus lainnya.

Wong Chun Sen juga mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2025 yang rencananya digelar Oktober mendatang. “Untuk pelaksanaan Porkot nanti semoga berjalan sukses dan lancar,” harapnya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini berharap agar atlet-atlet Kota Medan bisa mengikuti banyak kejuaraan. “Bukan hanya tingkat kota atau provinsi, tapi bisa tampil di pentas nasional dan internasional. Semoga juga berprestasi dan tentunya dapat penghargaan-penghargaan,” tambahnya.

Dalam pertemuan penuh keakraban dan kekeluargaan ini, sebelumnya Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal menyampaikan sejumlah kegiatan KONI Medan yang telah dan akan dilaksanakan di tahun ini.

“Pertama-tama kehadiran kami untuk bersilaturahmi dengan Bapak Wong Chun Shen. Di kesempatan ini kami menyampaikan sejumlah kegiatan seperti kejuaraan-kejuaraan Piala Wali Kota Medan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang telah dilaksanakan,” buka Aswindy.

“Selanjutnya kami akan menggelar Porkot (Pekan Olahraga Kota) Medan 2025 yang Insyaallah akan digelar di bulan Oktober nanti. Jadi kami mohon bimbingan dan arahan dari Bapak Wong Chun Shen,” sebut Aswindy. (dek)

Dukung Pembinaan Spiritualitas Kaum Bapak HKBP, Ketua DPRD Medan Terima Audiensi Panitia Festival Koor Ama HKBP Distrik X Medan Aceh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyukseskan rangkaian kegiatan Festival Koor Ama HKBP Distrik X Medan Aceh Tahun 2025, Panitia Pelaksana Festival melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, Jumat (26/7/2025).

Hadir dalam audiensi petang itu, Ketua Bidang Koinonia Distrik X Medan Aceh Pdt Darwin Sihombing, S.Th., Sekretaris Distrik X Medan Aceh Pdt. Indra Hutauruk, S.Th, Ketua Persekutuan Ama Distrik (PAD) X Medan Aceh (PAD) Prof. Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd, Sekretaris PAD X MA merangkap Sekretaris Panitia CSt. Dr. Valdesz J. Nainggolan, MSP, Ketua Panitia St. Mangisi Panjaitan, S.Sn, MM, dan sejumlah panitia inti yaitu Prof. Dr. Nathanael Sitanggang, M.Pd, Bobby Napitupulu, St. Lontas Situmorang, ST, dan Sianturi

Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan Festival Koor Ama sebagai bagian dari program pembinaan dan penguatan spiritual kaum Bapak (Ama) HKBP se-Distrik X Medan Aceh.

Ketua Bidang Koinonia Distrik X Medan Aceh yang mewakili Praeses Distrik X Medan Aceh Pdt. Darwin Sihombing, S.Th menyampaikan, festival ini merupakan salah satu program prioritas PAD X Medan Aceh yang juga dalam rangka mendukung Tahun Transformasi HKBP 2025, dengan penekanan pada pembinaan kaum Bapak sebagai pemimpin rohani di dalam keluarga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pra Festival yang terdiri dari Lomba Gerak Jalan Sehat dan Senam Sehat pada Sabtu, 24 Agustus 2025 di Lapangan Benteng Medan, serta Workshop Calon Dirigen Kaum Bapak pada 31 Agustus 2025 di Kantor Distrik X Medan Aceh.

“Festival Koor Ama akan dimulai dengan babak penyisihan yang dilaksanakan secara bergilir dari tanggal 6 hingga 27 September 2025 di beberapa gereja HKBP yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Grand Final Festival akan digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 di lokasi yang akan diumumkan kemudian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, panitia juga memohon dukungan moral dan fasilitasi dari lembaga legislatif Kota Medan, mengingat kegiatan ini bersifat kerohanian, kultural, dan sosial yang melibatkan ribuan jemaat dari berbagai gereja HKBP di wilayah Medan dan Aceh. “Ada ratusan ribu jemaat HKBP di Medan tentulah ini jumlah potensial yang bisa dilibatkan dan berkontribusi pada program pemerintah kota dan DPRD Medan,” tambah Sekretaris Distrik X Medan Aceh Pdt. Indra Hutauruk, S.Th.

Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HKBP Distrik X Medan Aceh dalam menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya bersifat keagamaan, namun juga berkontribusi pada pembinaan karakter umat, khususnya kaum Bapak.

“Gereja adalah salah satu pilar moral masyarakat. Kegiatan seperti Festival Koor Ama HKBP Distrik X Medan Aceh ini sangat penting dalam menumbuhkan keimanan dan membina nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga. Ketika para Bapak dalam keluarga memiliki spiritualitas yang kuat, maka ketahanan keluarga akan ikut menguat. Keluarga yang kuat menjadi dasar dari masyarakat yang damai dan sejahtera,” ujar Wong Chun Sen.

Wong juga menambahkan, DPRD Medan membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dalam hal peningkatan kualitas hidup dan pembentukan karakter warga Kota Medan.

Dirinya berharap agar Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi vokal, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar sesama dan memperdalam kehidupan beriman jemaat.

Audiensi ini ditutup dengan penyerahan proposal kegiatan dari Panitia kepada Ketua DPRD Kota Medan. Panitia berharap adanya sinergi dan perhatian dari pemerintah kota agar kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan memberikan dampak positif yang luas, baik bagi jemaat maupun masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas waktu dan perhatian yang diberikan oleh Bapak Ketua DPRD Kota Medan. Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk lembaga legislatif kota, agar dapat terlaksana dengan sukses demi kemuliaan Tuhan dan pembinaan rohani kaum Bapak HKBP,” ungkap salah satu anggota panitia.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Festival Koor Ama HKBP Distrik X Medan Aceh 2025 diharapkan dapat menjadi model kegiatan keagamaan yang inspiratif dan berdampak luas bagi pembangunan karakter masyarakat, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya. (rel/adz)

Puluhan Tokoh Nasional Raih Anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas dalam Konvensi Nasional SMSI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Konvensi Nasional bertajuk “Sinergi dalam Membangun dan
Menegakkan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045”, di The Jayakarta Hotel, Jakarta, 25 Juli 2025.

Hadir dalam kegiatan, Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal SH, mewakili Kadiv Humas Polri, Kombes Pol. Kamal Bahtiar, S.I.K mewakili Kabaintelkam Polri, Anang Supriatna, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI mewakili Jaksa Agung, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, M.Si, Zulmansyah Sakedang Ketua Umum PWI, Sasongko Tedjo Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Prof. Dr. Taufiqurokhman Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, Theodorus Dar Edi Yoga Ketua Forum Pemred SMSI Pusat, Banjar Chaerudin Dewan Pakar SMSI Pusat, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budisedjati, M. Rian Ali Akbar Ketua LKBH SMSI Pusat, dan Ketua SMSI Provinsi se- Indonesia dan para tamu undangan lainya.

Pada momen tersebut, SMSI sebagai organisasi star up media siber terbesar di dunia versi Menteri Pariwisata RI dan Museum Rekor Indonesia (MURI), turut memberikan anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas kepada puluhan tokoh nasional.

Penerima Anugerah Sahabat Pers SMSI 2025, diantaranya, Dr. Rino Afrino. ST.MM,C.APO, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Muhammad Adnan Yasin. SH MKn , Dewan Redaksi Majalah TERAS, AKBP Nantalena Eko Cahyono, S.Kom, M.S, Kapolres Kabupaten Bungo, Polda Jambi, Provinsi Jambi, Fajar Syah Putra , S.H., M.H, Kejari Kota Medan diwakili oleh Dapot Dariarma, SH.,MH Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Afni Carolina, S.H., M.H.Kajari Lampung Selatan, serta Dr. Siswanto, SH MH Kepala Kejaksaan Tinggi Banten yang diwakili oleh Jefri Penanging Makapedua, SH.,MH Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Banten.

Sementara Anugerah Pin Emas disematkan kepada Prof. Dr. H. ST Burhanuddin, SH.,MM yang diwakili oleh Anang Supriatna, SH.MH selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus juga turut memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada para mitra SMSI yang telah mendukung kelancaran kegiatan. “Terima kasih kepada semua mitra yang telah mendukung Konvensi Nasional SMSI 25 Juli 2025, BRI, Bank BJB, Bank BJB Syariah, Bank Banten, Pertamina Hulu Indonesia dan juga dukungan dari Polri dan Kejaksaan,” ucapnya.

Untuk diketahui, konvensi nasional SMSI kali ini, juga dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional LKBH SMSI yang sebelumya telah dilantik. (rel/adz)

Ungkap Peredaran 10 Kilogram Ganja, 24 Gram Sabu, Serta Ekstasi, Polres Dairi Tangkap 10 Tersangka

PAPARAN: Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan didampingi Wakapolres Kompol Diarma Munthe saat menyampaikan keterangan pers di Mapolres Dairi, Jumat (25/7). (Rudy Sitanggang/Sumut Pos)
PAPARAN: Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan didampingi Wakapolres Kompol Diarma Munthe saat menyampaikan keterangan pers di Mapolres Dairi, Jumat (25/7). (Rudy Sitanggang/Sumut Pos)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Polres Dairi berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis ganja, sabu-sabu, dan ekstasi. Dari pengungkapan delapan kasus, sebanyak 10 tersangka berhasil ditangkap.

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, didampingi Kasat Narkoba AKP Bram Candra Sihombing, serta KBO Narkoba Ipda Fery Sitanggang, dalam konfrensi pers di Mapolres Dairi, Jumat (25/7), memaparkan, Polres Dairi melalui Satnarkoba pada periode 1-24 Juli 2025, berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan mengamankan sejumlah tersangka dan barang bukti.

Otniel menuturkan, dalam pengungkapan itu, Satnarkoba Polres Dairi menangkap 10 tersangka dan mengamankan 10 kilogram barang bukti narkoba jenis ganja, 24 gram sabu-sabu, dan dua butir pil ekstasi.

“Dari 10 tersangka, ada seorang residivis dan seorang anak di bawah umur. Pengungkapan ini merupakan atensi dan program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta menyikapi peredaran narkoba yang semakin marak di wilayah hukum Polres Dairi,” ungkap Otniel.

“Peredaran narkoba sudah masuk sampai pelosok Dairi. Dari barang bukti yang berhasil diamankan, sudah menyelamatkan sebanyak 402.000 ribu jiwa masyarakat Dairi dari peredaran narkoba,” imbuhnya.

“Kami meminta masyarakat membantu Polri dalam pengungkapan peredaran narkoba. Polri tidak bisa bekerja sendiri, namun harus ada sinergi dari masyarakat untuk memberitahu atau melaporkan jika mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing,” imbau Otniel.

Ditanya soal tersangka yang berhak menjalani rehab, Otniel mengatakan, yakni tersangka yang tidak terlibat jaringan narkoba, tidak residivis, dan atau barang buktinya di bawah satu gram.

Adapun inisial ke-10 tersangka yang berhasil diamankan tersebut, yakni RWS, EYL, HS, JN, PPT, RM, HT, HG, RB, dan PAD yang merupakan anak di bawah umur.
Para tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Dairi. (rud/saz)

Angka Kemiskinan Periode September 2024-Maret 2025 Naik 7,36%, Warga Miskin Sumut Bertambah 29.300 Jiwa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara. Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin bertambah 29.300 jiwa menjadi 1,14 juta jiwa atau 7,36 persen dibandingkan September 2024.

“Pada September 2024, jumlah penduduk miskin di Sumut tercatat sebanyak 1,11 juta orang,” kata Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Drs Misfaruddin MSi dalam keterangannyan
di Kantor BPS Sumut, Jumat (25/7).

Menurut Misfaruddin, kenaikan angka kemiskinan ini harus menjadi perhatian serius, mengingat Sumut sebelumnya sempat mencatat tren penurunan angka kemiskinan. Dari catatan BPS Sumut, grafik penduduk miskin di Sumut bahkan tercatat terus menurun sejak tahun 2021, dengan penurunan terendah tercatat pada September 2024 dengan jumlah penduduk miskin turun sebesar 0,80% menjadi 1,11 juta orang (7,19%) dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 1,22 juta orang (7,99%).

Menurut Misfaruddin, faktor utama yang memengaruhi peningkatan angka kemiskinan di antaranya adalah tekanan inflasi pada komoditas pangan, serta fluktuasi harga kebutuhan pokok yang berdampak pada daya beli masyarakat.

“Selain inflasi, beberapa faktor lain seperti keterbatasan lapangan kerja dan belum meratanya akses terhadap program bantuan sosial turut menjadi penyebab meningkatnya angka kemiskinan,” terangnya.

Misfaruddin menegaskan, perlunya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. “Perlu ada evaluasi terhadap efektivitas program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

BPS berharap, dengan penguatan koordinasi antarinstansi, angka kemiskinan di Sumut dapat ditekan kembali pada periode berikutnya. Secara rinci, persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat sebesar 7,10 persen, naik 0,09 persen poin dibandingkan September 2024. Sementara di perdesaan, naik sebesar 0,27 persen poin menjadi 7,71 persen.

“Jumlah penduduk miskin di perkotaan, naik 12,8 ribu jiwa. Sedangkan di perdesaan, naik 16,6 ribu jiwa. Garis kemiskinan juga meningkat menjadi Rp666.546 per kapita per bulan, naik 2,81 % dibandingkan September 2024,” ungkapnya.

Naiknya jumlah penduduk miskin turut dibarengi dengan meningkatnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,084 menjadi 1,126 serta Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,246 menjadi 0,263. Hal ini menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran konsumsi antarpenduduk miskin kian melebar dan pengeluaran mereka makin menjauhi garis kemiskinan.

“Artinya, bukan hanya jumlah penduduk miskin yang bertambah, tetapi mereka yang berada dalam kondisi miskin makin sulit keluar dari garis kemiskinan,” ujar Misfaruddin.

BPS menyebut, sejumlah faktor yang turut memengaruhi peningkatan angka kemiskinan, antara lain inflasi bahan makanan sebesar 1,54 persen (y-on-y), perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 yang hanya mencapai 4,67 persen, dan belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, faktor lain seperti bencana alam di beberapa wilayah dan menurunnya produksi kelapa sawit karena musim trek juga turut berkontribusi terhadap kondisi ini. BPS mencatat komoditas makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di Sumut masih didominasi oleh beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna/cakalang, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Sementara di sektor bukan makanan, pengeluaran terbesar berasal dari biaya perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan. (mag-2/adz)

Pemerintah Kota Medan Gelar Program Verifikasi & Validasi Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan meluncurkan Program Verifikasi dan Validasi Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU).

Program ini bertujuan untuk mendata sekaligus menagih pajak kendaraan bermotor yang tidak melakukan daftar ulang, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membangun kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan.

Pelaksanaan kegiatan ini disampaikan Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, T Roby Chairi didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, Lurah Merdeka, Hadi Wahyudi serta Kepala UPT V Bapenda Kota Medan, M. Rizky Akbar selepas melakukan Verifikasi dan Validasi langsung dari rumah kerumah di wilayah Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru (Kamis, 24 Juli 2025)

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh data kendaraan bermotor di Kota Medan akurat dan terkini. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi terkait pentingnya melakukan daftar ulang kendaraan secara berkala,” ujar T Roby Chairi.

Sebelumnya, kegiatan sosialisasi Verifikasi dan Validasi Penelusuran Kendaraan Bermotor Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) telah dilaksanakan pada Senin, 07 Juli 2025, di Aula Kantor Kecamatan Medan Baru.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Bapenda Kota Medan, Camat Medan Baru, para lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Medan Baru, serta perwakilan dari Bapenda Kota Medan dan Jasa Raharja.

Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Kota Medan dan para pemangku kepentingan untuk mendorong kepatuhan pajak masyarakat, khususnya dalam hal pajak kendaraan bermotor.

Dengan pemutakhiran data kendaraan dan peningkatan intensitas penagihan terhadap kendaraan tidak aktif, diharapkan capaian penerimaan pajak daerah dapat meningkat secara signifikan.

“Sinergi antara Bapenda Kota Medan, Kecamatan, Kelurahan, dan masyarakat sangat diperlukan agar program ini berjalan efektif. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan kota,” tambah T Roby Chairi.

Pemerintah Kota Medan mengimbau seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk segera melakukan daftar ulang dan pembayaran pajak kendaraan agar terhindar dari sanksi administratif serta mendukung pembangunan Kota Medan yang lebih baik.(rel)

Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi PPTPKH di Dairi, Selesaikan dengan Adil, Transparan, dan Partisipatif

SOSIALISASI: Sekdakab Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin (tengah) serta perwakilan KLHK dan Dinas Kehutanan Sumut pada Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi PPTPKH di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Rabu (23/7).
SOSIALISASI: Sekdakab Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin (tengah) serta perwakilan KLHK dan Dinas Kehutanan Sumut pada Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi PPTPKH di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Rabu (23/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, membuka Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi Penyelesaian Penguasaan Tanah untuk Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Kabupaten Dairi. Sosialisasi ini digelar di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Rabu (23/7) lalu.

Dikutip dari laman media sosial (medsos) Setdakab Dairi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 88 tahun 2017 tentang PPTPKH. Sosialisasi ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta pemangku kepentingan tentang proses inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan.

Surung menyampaikan, sosialisasi ini memiliki peran strategis menyelaraskan kepentingan masyarakat dengan kebijakan pemerintah mengenai penataan kawasan hutan. “Kami ingin memastikan, penyelesaian penguasaan tanah di kawasan hutan berjalan secara adil, transparan, dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi awal penting untuk mendata secara objektif penguasaan tanah oleh masyarakat. Dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berpihak pada rakyat serta tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Surung.

Surung mengajak seluruh pihak khususnya pemerintah desa dan masyarakat, untuk aktif berpartisipasi dalam proses inventarisasi dan verifikasi agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sosialisasi ini langkah nyata Pemkab Dairi mendukung penyelesaian konflik tenurial. Serta memberikan kepastian hukum atas tanah yang telah dikuasai dan dimanfaatkan masyarakat secara turun-temurun. Sekaligus mendukung penataan ruang dan perlindungan kawasan hutan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir Tim Terpadu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Kehutanan Sumut, Forkopimda, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat. (rud/saz)

Sambut Hangat Kajari Baru Ondim Apresiasi Kinerja Kejari Langkat

SAMBUT: Bupati Langkat Syah Afandin sambut Kajari Langkat yang baru, Asbach, di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (23/7) malam.
SAMBUT: Bupati Langkat Syah Afandin sambut Kajari Langkat yang baru, Asbach, di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (23/7) malam.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langkat yang berlangsung di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (23/7) malam lalu. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara Pemkab Langkat dengan institusi penegak hukum.

Dalam momen tersebut, Bupati Langkat Syah Afandin, bersama Ketua TP PKK Langkat Endang, secara langsung menyematkan pakaian adat teluk belanga kepada Kajari Langkat yang baru, Asbach, dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini sebagai simbol ucapan selamat datang dan penerimaan secara adat di Bumi Langkat.

Asbach sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Manajemen Pengelolaan Aset pada Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Aset, Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta. Dia menggantikan Yuliarni Appy, yang kini menjabat Asisten Pembinaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Ondim, sapaan karib Syah Afandin, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Asbach dan menyampaikan harapan besar atas kehadirannya di Kabupaten Langkat.

“Selamat datang di Langkat, Tanah Melayu Bertuah. Semoga dengan kolaborasi kita yang baik akan memberikan harapan besar dalam penegakan keadilan dan memperluas wawasan masyarakat di bidang hukum,” ungkap Ondim.

Tak lupa, Ondim juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yuliarni Appy atas dedikasi dan kinerjanya selama menjabat sebagai Kajari Langkat selama satu tahun satu bulan.

“Terima kasih atas pengabdiannya yang luar biasa. Semoga mutasi ini berbuah manis untuk peningkatan karir yang lebih tinggi ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Yuliarni dalam kesan dan pesannya menyampaikan, penugasannya di Langkat menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam karirnya.

“Mutasi ini merupakan penantian saya, karena selama tujuh tahun saya terpisah dari keluarga. Kini waktunya saya kembali di tengah keluarga. Terima kasih kepada Pemkab Langkat atas segala dukungan dan kolaborasi yang terjalin baik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Asbach dalam sambutan perdananya di hadapan Bupati Langkat dan unsur Forkopimda Langkat, menyatakan komitmennya untuk menjalin kerja sama erat dengan seluruh pihak demi kemajuan penegakan hukum di wilayah Langkat.

“Saya berharap kehadiran saya dapat diterima dengan baik dan kita dapat bersinergi untuk menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan dan berwibawa,” harapnya.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Langkat, pejabat struktural dan seluruh kelurga besar Kejari Langkat, serta para tokoh masyarakat, menandai transisi yang penuh makna dan harapan baru bagi penegakan hukum di Kabupaten Langkat. (rel/saz)