24 C
Medan
Thursday, February 5, 2026
Home Blog Page 13800

Tiga Hari Sampah tak Diangkut

MEDAN- Tumpukan sampah yang berserakan di pasar  Sentosa Baru Jalan Gurilla Lingkungan Lima, Kelurahan Sei Kera Hilir Satu, membuat para masyarakat yang melintasinya merasa tidak enak mencium baunya.

“ Sudah tiga hari ini sampah yang berada di pasar terlihat banyak sekali. Sehingga  kapasitas tong sampah yang disediakan untuk tempat sampah tidak bisa lagi menampung tumpukan sampah,” ujar Armen, warga Jalan Gurilla pada wartawan koran ini, Kamis (16/2).

Menurut Armen,  bila tumpukan sampah yang berada di pasar Sentosa Baru tersebut juga merupakan sampah yang dibuang masyarakat sekitar. “Kalau saja setiap hari sampah tersebut diangkut dengan penangkutan kebersihan sampah, mungkin sampahnya tidak sampai menumpuk seperti ini,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan, Rina warga sekitar. Namun Rina mengaku mengetahui penyebab sampah tersebut tidak diangkut selama tiga hri. ”Saya dengar penyebabnya karena mobil pengangkut sampah sedang rusak. Makanya sampahnya bertumpukan dn tidak diangkut sudah tiga hari,” terangnya Rina.

Lurah Sei Kera Hilir 1 Nuhan Hasibuan mengatakan, sampah yang berserakan di Pajak tersebut bukan tanggung jawab pihak kelurahan. Melainkan tanggung Jawab dari pihak pengelola pajak Sentosa.

“Itu bukan hak kita, selaku kelurahan yang mengangkut sampah bertumpukan di  pasar Sentosa Baru. Tapi pihak kelurahan membantu bila diperlukan untuk mengangkut  sampah yang bertumpukan,” ujarnya.(omi)

Rp1,2 Triliun Mengalir hingga ke Kedai Tuak

Tersangka Dana Bansos Pemprovsu Segera Diumumkan

MEDAN-Kabar mengejutkan terungkap usai gelar perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprovsu 2009-2011. Selain nilainya menggelembung hingga Rp1,2 triliun, kedai tuak pun dikabarkan menerima ‘uang haram’ tersebut.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasi Penkum Kejatisu) Marcos Simaremare SH MHum, usai gelar perkara kemarin.

“Dari gelar perkara yang dilakukan tim penyidik, ditemukan anggaran bantuan sosial atau dana hibah realisasi dan penerimaan pada tahun anggaran 2009-2011 yang disalurkan Biro Pembinaan Sosial (Binsos) Pemprovsu mencapai Rp1,2 triliun lebih,” terangnya, Kamis (16/2).

Dikatakan mengejutkan oleh Simaremare karena informasi dari Kejatisu sebelum dilakukan gelar perkara, kerugian negara hanya ratusan miliar saja. Penerima aliran ‘uang haram’ itu mulai pejabat tinggi di Pemprovsu, OKP, wartawan, hingga kedai tuak.

Soal kedai tuak, dibenarkan oleh seorang penyidik dari Kejatisu. “Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ketika kita melakukan penyelidikan di lapangan siapa penerima aliran dana bansos atau dana hibah, kita menemukan alamat sekretariat lembaga yang menerima bantuan itu adalah kedai tuak dan tempat kos-kosan yang berada di daerah Padang Bulan,” ujar sumber itu.

Jadi, sambungnya lagi, banyak proposal fiktif yang dicairkan, namun kegiatan tidak ada. Begitu juga, banyak yayasan yang menerima bansos tapi alamat tidak jelas. “Kita juga banyak mengamankan proposal yang sudah dicairkan, jumlahnya mencapai ratusan, rata-rata proposal itu dalam rangka minta bantuan dana hibah. Nah, bagi si penerima akan kita panggil untuk segera mengembalikan dana itu, kalau tidak dikembalikan konsekuensinya akan kita jadikan tersangka,” tegas jaksa senior tersebut.

Selain itu, katanya, dari data di Kejatisu, Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho pun ikut menerima aliran dana Bansos sebesar Rp5 miliar. Dana itu dipergunakan Gatot untuk pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir. “Menurut peraturan perundang-undangan, dana yang bersumber dari APBD tidak boleh dibawa keluar negeri. Padahal ada dana yang sudah dihibahkan Kementerian Agama (Kemenag) RI sebesar Rp12 miliar untuk ke Mesir yang bersumber dari APBN,” ujar sumber tersebut.

Karena itu, menurut Simaremare, Kejatisu meningkatkan status kasus dugaan korupsi dana bansos Pemprovsu 2009-2011 dari penyelidikan ke penyidikan. Tersangka dalam kasus tersebut belum ditetapkan, namun Kejatisu telah mengantongi beberapa nama calon tersangka dalam kasus ini.
Simaremare mengatakan, Kejatisu mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat yang menerima aliran dana Bansos selama 2009-2011 untuk mengembalikannya ke kas negara. Kepada pihak-pihak yang tidak mengembalikan dana tersebut akan diambil tindakan tegas, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Bahkan sangat mungkin akan dijadikan tersangka,” tegasnya.

Penggunaan uang rakyat sebesar Rp1,2 triliun itu tidak sesuai peruntukan, dan melanggar peraturan yang berlaku. “Pada pelaksanaannya terdapat penyimpangan dengan beberapa modus, yakni proses penganggaran pada APBD yang tidak sesuai ketentuan, peraturan pemerintah dan peraturan daerah, penyalurannya tidak tepat sasaran, pemotongan bantuan yang disalurkan dan lain-lain,” tambahnya.

Simaremare kemudian merincikan anggaran dana Bansos yang diduga diselewengkan. Menurutnya pada 2009 jumlahnya mencapai Rp293,7 miliar, yang disalurkan Rp284,19 miliar. Untuk anggaran 2010 senilai Rp424,38 miliar yang disalurkan Rp348,1 miliar. Dan, untuk anggaran 2011 senilai Rp477,8 miliar, yang disalurkan Rp351,6 miliar.

Ditambahkannya, pada gelar perkara tersebut tim penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup. Karenanya penyidik meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. “Pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana (tersangka, Red) adalah yang terlibat dalam proses penganggaran, proses penyaluran dan pihak penerima dana. Penyidikan ini akan melibatkan kejaksaan negeri se-Sumut sebagai tim penyidik, yakni kejaksaan negeri yang di wilayah hukumnya terdapat lembaga atau orang per orang yang terdaftar sebagai penerima aliran dana bansos atau dana hibah itu. Jadi tersangkanya segera kami umumkan,” tegasnya.

Simaremare juga menegaskan, penerima dana bantuan sosial dan dana hibah yang dananya dipotong atau diterima secara utuh, agar mengembalikannya pada negara melalui penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu. “Kami ulangi lagi, penerima aliran dana bansos atau dana hibah yang tidak

mengembalikan uang yang diterima, baik yang telah dipotong atau diterima secara utuh, akan dipertimbangkan untuk dijadikan tersangka,” tegasnya.
Sementara itu, sebelum dilakukan gelar perkara, dua hari sebelumnya Kejatisu melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap mantan Kepala Biro Keuangan, M Syafii, dari pagi hingga larut malam. Pekan sebelumnya, Syafii, pemilik Yayasan Pendidikan Syafiiyah ini juga diperiksa dari pagi hingga larut malam.

Dalam kasus ini penyidik Kejatisu telah memeriksa banyak saksi. Selain M Syafii, juga diperiksa mantan Kepala Biro Binsos Hasbullah Lubis, Kepala Biro Binsos Sakhira Zandi, Kepala Biro Keuangan M Sagala, mantan Kepala Biro Perlengkapan Bondaharo Siregar, dan puluhan pejabat lainnya. (rud)

Pemuda Pujakesuma Sumut Bentuk Kepengurusan

MEDAN-Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut menargetkan terbentuknya kepengurusan di empat kabupaten/kota hingga akhir Februari ini.
“Insya Allah empat pengurus daerah (PD) terbentuk dalam bulan ini. Keempatnya adalah PD Pemuda Pujakesuma Kota Medan, Deliserdang, Langkat dan Sergai,” jelas Ketua PW Pemuda Pujakesuma Sumut, Danu Prayitno Siyo, SE, MM,  di Sekretariat PW Pujakesuma Sumut, Jalan T Amir Hamzah No 18 A-B, Medan, Kamis (16/2).

Untuk kepengurusan Kota Medan, Danu mengatakan sudah hampir rampung. Susunan personalia pun tinggal tahap finalisasi dan sedang digodok oleh Drs. Amran, selaku pemegang mandat.

Danu mengaku kalau kemarin menyerahkan mandat tertulis sebagai wujud legalitas pembentukan PD Pemuda Pujakesuma Deli Serdang kepada Ipda Feriawan SH, Rizal Fahmi dan Sudarto. “Ini penting untuk memperkuat konsolidasi harus sesering mungkin dilakukan koordinasi. Kita minta teman-teman di Deliserdang segera merampungkan susunan kepengurusan,” timpal Bobby usai penyerahan mandat.

Ke depan, segera setelah dilantik, Bobby menegaskan agar PD Pemuda Pujakesuma Deliserdang bisa merampungkan kepengurusan tingkat kecamatan hingga ranting (tingkat desa/kelurahan).

Dewa Laut Tidak Berkutik

PSMS vs Persisam

MEDAN-PSMS berhasil mengalahkan Persiram Raja Ampat dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan kompetisi ISL di Stadion Teladan, Kamis (16/2) malam. Gol satu-satunya tim berjuluk Ayam Kinantan ini dicetak gelandang PSMS Zulkarnain pada menit ke-52.

Selama 90 menit pertandingan berjalan, tak banyak peluang dihasilkan kedua tim. Di babak pertama praktis terhitung hanya ada tiga peluang yang dihasilkan PSMS dan tak satu pun oleh tim Dewa Laut, julukan Persiram.

Dan dua dari tiga peluang ini berasal dari tendangan bebas gelandang PSMS Alamsyah Nasution dan Luis Alejandro Pena. Masing-masing tendangan bebas tersebut dilakukan pada menit 5 dan 38. Namun, kedua tendangan masih melenceng ke kanan dan di atas mistar gawang.

Tak berbeda dengan babak pertama, babak kedua juga berjalan lamban dengan banyak melakukan kesalahan dan pelanggaran oleh pemain kedua tim. Pada menit ke-52 striker PSMS Yoseph Nico Ostanika mendapat peluang dengan melakukan tembakan langsung dan masih membentur tiang gawang. Namun, pantulan tersebut tepat jatuh ke kaki striker PSMS Zulkarnain, dan langsung melesakkan bola ke gawang yang dikawal Wempi Obure. Skor berubah 1-0.

Tepat dua menit setelah gol PSMS, Persiram membuahkan gol hasil dari kemelut di depan gawang yang dikawal Markus Haris Maulana. Namun, hakim garis menyatakan adanya pelanggaran yang dilakukan pemain Persiram kepada Markus sebelum striker Persiram Benson mengheading bola. Gol dianulir wasit pertandingan Djumadi Efendi. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah 1-0 untuk kemenangan PSMS.

Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengaku kecewa keputusan wasit yang menganulir gol Benson. “Kita gak tau kenapa wasit menganulir gol itu. Padahal tak ada pelanggaran di sana,” kesalnya usai laga.

“Seharusnya pertandingan draw. Kami juga menargetkan seri di sini,” tambahnya.

Bambang juga mengaku permainan lamban yang dipraktikan anak-anak asuhannya merupakan bagian dari taktik dan strategi. “Sedikitnya serangan memang menjadi skema kami. Namun, itu juga tak berjalan sesuai skema karena dua pemain inti kita yang berposisi penyerang mengalami akumulasi kartu kuning. Jadi serangan yang dibangun putus di tengah lapangan,” paparnya.

Namun, ia mengaku pertandingan tersebut sangat kental dengan ciri khas permainan anak Medan dengan gaya rap-rapnya. “Sejak saya bermain di sini dulu, gaya ini masih kental. Namun, ini baru terlihat saat Suharto kembali melatih PSMS. Saya mengimbau agar Suharto meningkatkan lagi gaya rap-rap itu dengan baik,” ujar Bambang.

Sementara, pelatih PSMS Suharto AD mengaku pergantian strikernya Osas Saha merupakan keputusan mutlak dan suatu keharusan. “Ia patut diganti. Karena ia bermain di bawah performa terbaiknya. Dan ia terlihat banyak kehilangan konsentrasi,” tuturnya.

Mengenai kemenangan ini, Suharto mengaku senang. “Ke depan kita masih perlu pembenahan di finishing touch. Mengenai kemenangan ini bukan hanya merupakan kebahagiaan untuk saya, tapi untuk masyarakat Kota Medan yang sama-sama berdoa untuk kemenangan PSMS malam ini (16/2),” tegasnya.
Dari kemenangan ini PSMS beranjak lima tingkat ke posisi 13 dari posisi sebelumnya 16 klasemen sementara ISL dengan mengoleksi 13 poin. Hasil dari tiga kali kemenangan, empat kali seri dan empat kali kalah. (saz)

Gaji PNS Naik, Rapelan Cair Maret

JAKARTA-Kabar baik bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan prajurit TNI/Polri. Kenaikan rata-rata 10 persen gaji mereka bakal dibayarkan Maret mendatang. Karena kenaikan seharusnya sudah dimulai sejak Januari lalu, seperti biasa, pemerintah juga bakal merapelnya untuk tiga bulan sekaligus pada bulan depan.

Pembayaran rapel kenaikan gaji PNS segera dilakukan setelah presiden menandatangani tiga Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Gaji PNS dan TNI/Polri.  Presiden juga menandatangani tiga PP lainnya untuk para pensiunan. “Nanti kita bayar secepatnya. Jadi kalau sempat Maret akan dibayarkan.

Lalu dua bulan kemarin akan diberikan rapel,” kata Sekjen Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin di kantornya, Kamis (16/2).
Setelah PP ditandatangani kepala negara, Kemenkeu aka menerbitkan surat edaran ke kantor-kantor pelayanan perbendaharaan. “Itu sudah biasa kan. Kenaikan tiap tahun oleh presiden, PP-ya keluar,” kata Kiagus.

Dia mengatakan, biasanya akan ada jeda antara pembayaran gaji dan rapel. “Setelah pembayaran gaji bulanan, baru dibayarkan rapelnya. Ada time lag sedikit lah. Biasa itu,” katanya.

Dengan peraturan terbaru, gaji pokok terendah PNS dengan golongan 1a dengan masa kerja nol tahun adalah Rp1.260.000. Sedangkan gaji pokok tertinggi untuk golongan IVe dengan masa kerja 32 tahun adalah Rp4.603.700.

Gaji tersebut belum termasuk tunjangan keluarga sebesar 10 persen gaji pokok untuk isteri/suami, serta 2 persen untuk anak. PNS masih menerima tunjangan pangan senilai beras 10 kilogram per orang. Untuk pejabat struktural dan fungsional akan diberikan tunjangan jabatan. Juga ada tunjangan umum untuk yang tak memegang jabatan struktural dan fungsional. Bagi kementrian/lembaga yang telah menerapkan reformasi birokrasi, juga diberikan tunjangan remunerasi.

Wakil Menkeu Mahendra Siregar mengatakan, seluruh kenaikan gaji PNS sudah melalui kesepakatan di APBN. “Itu sudah masuk dalam perhitungan dan itu bagian dari reformasi birokrasi,” kata Mahendra.

Dalam APBN 2012, komponen belanja pegawai meningkat menjadi Rp215,7 triliun atau sekitar 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan melalui pemberian gaji ke-13 dan kenaikan gaji pokok sebesar 10 persen. Juga, untuk pemberian remunerasi untuk kementrian/lembaga yang telah siap melaksanakan reformasi birokrasi.  (sof/nw/jpnn)

Hari Ini, Kejatisu akan Gelar Perkara

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 Miliar

MEDAN-Penyidik Bagian Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) hari ini, Jumat (17/2), dijadwalkan melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan 2010-2011.

Rencananya gelar perkara dugaan korupsi senilai Rp24 miliar itu dilakukan di Aula Lantai III Gedung Kejatisu, Jalan AH Nasution. Demikian disampaikan Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, kepada wartawan koran ini, Kamis (16/2).

“Memang rencananya gelar perkara untuk kasus retribusi parkir Dishub Medan di jadwalkan besok (hari ini, Red). Gelar perkara ini akan dipimpin langsung Bapak Kajatisu (AK Basyuni Masyarif, Red), bersama pejabat Kejatisu lainnya,” ujarnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, untuk membahas hasil penyelidikan kasus ini secara bersama-sama, agar bisa disimpulkan apakah akan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan atau tidak. “Gelar perkara ini seperti apa yang kita lakukan dalam kasus Bansos. Kita membahas dari hasil penyelidikan dan bukti-bukti permulaan, apakah kasus itu ada pidananya atau tidak. Dalam gelar perkara itu nantilah yang menentukan,” terangnya.

Menurutnya, bila ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka status kasusnya akan naik disertai penetapan tersangkanya. “Dari peningkatan status ini, secara otomatis akan ditetapkan siapa pejabat Dishub Medan yang paling bertanggung jawab. “Apakah kepala dinasnya atau staffnya, apabila ada bukti yang mengarah keterlibatan mereka maka tidak dapat disangkal lagi kemungkinan mereka dijadikan tersangka,” tambahnya.

Sejauh ini, sambung Marcos, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 pejabat Dishub Medan, termasuk Kadishub, Syarif Armansyah Lubis dan Kepala Bidang Parkir, Pahmi Harahap. Dia juga mengatakan, penyidik telah melakukan pengumpulan data dari dokumen Dishub Medan. “Beberapa dokumen retribusi parkir telah diamankan,” ujarnya. (rud)

Urus Akta Kelahiran Langsung di Rumah Sakit

MEDAN-Soal pengurusan akta kelahiran yang berbelit sangat membuat warga tak nyaman. Karena itulah, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut berusaha mencari solusi terbaik. Yakni, mengurus akta kelahiran langsung di rumah sakit.

Setidaknya hal ini diungkapkan Ketua Persi Sumut, Dr Sjahrial Anas.  “Memang saat ini untuk mengurus akta kelahiran sangat berbelit-belit dan menghabiskan banyak ongkos. Persi Sumut akan coba mengajukan kepengurusan akta kelahiran langsung dari rumah sakit dan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan,” katanya.

Memang, Mendagri telah membuat surat edaran untuk memperpanjang masa pengurusan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) seluruh Indonesia. Namun, tetap saja hal itu dianggap tidak banyak menolong. “Ini akan kita jadikan program Persi ke depannya. Masyarakat akan sangat terbantu seandainya pengurusan akta kelahiran anak langsung dari rumah sakit. Kita akan coba menjajakinya,” ungkapnya lagi.
Sambung Sjahrial Anas, di luar Sumatera Utara, khususnya di daerah Jawa, program tersebut sudah dijalankan. “Karena kepengurusannya otomatis dan tidak terlalu berbelit-belit,” ucapnya.

Pihaknya berharap, program ini akan cepat direalisasikan. “Ya itu tadi, kita akan coba bekerja sama dengan Dinas Kependudukan agar rumah sakit yang langsung mengeluarkan akta kelahiran dan soal pembayaran akan disesuaikan dengan Perda,” bebernya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan menekankan agar setiap orangtua untuk mengurus akta kelahiran. “Jadi, akte kelahiran itu sangat banyak fungsinya. Untuk itu, agar tidak merepot, seluruh orangtua harus segera mengurus akte kelahiran begitu anaknya lahir. Itu merupakan tangung jawab dari orangtua si anak,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri diruang kerjanya didampingi Kadisdukcapil Darusalam Pohan.
Ketika disingung dengan rumitnya pengurusan akte bagi yang sudah umurnya melebihi dari 60 hari, Syaiful menjelaskan kalau itu semua sudah sesaui dengan ketentuan dari UU. “Jadi kalau tidak mau repot, sekali lagi kepada orang tua untuk segera mengurusnya begitu anak lahir,” bebernya.(mag-11/adl)

Briptu Leonardo Dimakamkan, Briptu Ikhsan Dapat Hiburan

MEDAN-Kemarin Briptu Leonardo Sitanggang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Binjai. Di sisi lain, Briptu Ikhsan Fuadi – pelaku penembakan – di sel penjara di Gedung Direktorat Reserse Umum  Polda Sumatera Utara mendapat hiburan menarik. Dia mendapat hiburan sebuah lagu yang berjudul ‘Anak Medan’ yang dinyanyikan oleh Panitera Lince Simanjuntak yang masuk sel karena kasus penipuan CPNS.

Begitulah, Lince terdengar menyanyi dengar keras, sementara rekan sel lainnya berjoget. Ikhsan, meski mendapat hiburan semacam itu, tetap saja diam. Bahkan, melalui seorang petugas jaga, Ikhsan menolak dikunjungi wartawan. “Maaf Bang, dia tidak mau… katanya, dia ingin sendiri,” kata petugas tersebut.

Menurut petugas penyidik yang memeriksa, Ikhsan memang tidak mau banyak bicara.  Saat dimintai keterangan sehari setelah kejadian, Ikhsan curhat dengan penyidik yang menanganinya. Dalam pembicaraan itu Ikhsan mengaku terbayang-bayang wajah Briptu Leonardo. Ikhsan mengaku tidak menyangka apa yang telah terjadi terhadapnya dan harus kehilangan teman akrabnya yang sama-sama lulusan bintara tahun 2006 itu. Lebih lanjut kata penyidik tersebut, Ikhsan hanya ingin minta maaf atas kelalaianya yang telah diperbuat.

Sementara,  dari Binjai, setelah disemayam selama tiga hari di rumah duka, akhirnya jenazah Briptu Leonardo dimakamkan di makam Pahlawan Syuhada, Jalan T Imam Bonjol, Kecamatan Binjai Kota, dengan upacara kepolisian, Kamis (16/2), sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum pemakaman dilakukan, terlebih dahulu pihak keluarga melakukan prosesi perpisahan dengan Briptu Leonardo di rumah duka. Selanjutnya, pihak keluarga menyerahkan jenazah Briptu Leonardo, kepada pihak kepolisian yang dilakukan langsung oleh Samsudin Sitanggang, selaku paman almarhum, dan diterima langsung oleh Inspektur upacara Kombes Pol Drs Darma Sinuraya, yang menjabat sebagai Dir Sabara Poldasu.

Dalam penyerahan jenazah Briptu Leonardo tersebut, calon istrinya, Martina Br Sinaga, langsung menangis histeris ketika peti jenazah ditutup. “Abang, kenapa kamu tinggalkan adik. Kamu sudah berjanji akan menikahi adik, Bang. Adik tak rela,” tangis Martina, sembari diangkat keluarga Briptu Leonardo ke dalam kamar.

Setelah penyerahan jenazah dan prosesi upacara kepolsian di rumah duka usai, jenazah Briptu Leonardo langsung diangkat oleh pasukan yang sudah disiapkan, guna dibawa ke dalam mobil ambulans untuk menuju Makam Pahlawan.

Setiba di Makam Pahlawan Kota Binjai, jenazah Briptu Leonardo langsung diturunkan dan diangkat menuju liang lahat yang sudah dipersiapkan. Lagi-lagi, kedua orangtua, calon istri, dan sejumlah keluarga lainnya terlihat menangis.

Usai liang lahat Briptu Leonardo tertutup oleh tanah, prosesi pemakaman dilanjutkan dengan mendoakannya. Namun, belum lagi prosesi terakhir ini usai, hujan terlebih dahulu mengguyur Kota Binjai. Meskipun begitu, prosesi pemakaman yang terakhir tersebut tetap dilanjutkan. Sehingga, pakaian para petugas dan orang-orang yang mengikuti prosesi pemakan itu menjadi basah.

Terkait kejadian tewasnya Briptu Leonardo, Kepala Satuan (Kasat) Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut Kombes Pol Setyo Boedi kembali mengimbau setiap anggota Polri agar dapat memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan senjata api (senpi).

Budi juga mengatakan, selain harus memahami SOP penggunaan senpi juga harus memahami cara dalam menembakkan. Karena itu semua ada saat pendidikan sudah diajarkan kepada setiap anggota. “Bila jauh dari ancaman  tidak perlu dikokang,” kata Budi. (mag-5/dan/gus)

NMC Jalin Pergaulan Tanpa Batas dan Anarkis

Anniversary 3rd Ninja Medan Community

MEDAN- Dalam memberi inovasi terhadap komunitas sepeda motor, Clas Mild yang bekerjasama dengan Ninja Medan Community (NMC) terus melakukan hal-hal yang positif.

Salah satu kerjasama dengan perkumpulan para pengguna kendaraan sepeda motor Kawasaki Ninja yang telah resmi terdaftar di Kawasaki Ninja Indonesia (KNI), untuk bersama membangun bangsa dan menciptakan berlalulintas tang taat pada peraturan.

“Menyambung  kembali event-event yang terus memberi inovasi, kini Clas Mild bekerjasama dengan NMC terus melakukan hal-hal yang  positif dengan cara melakukan kerja sama dengan komunitas sepeda motor,” kata Sulianto selaku Branch Manager Clas Mild, didampingi Edi agustin, Sales and Promotion Supervisor Clas mild, kemarin.

Organisasi NMC yang berdiri pada 1 Januari 2009 ini juga memiliki moto Menjalin Pergaulan Tanpa Batas dan Tanpa Anarkis yang bersifat khusus, kekeluargaan, terbuka dan demokratis.

“Tujuan didirikannya community ini  untuk membina dan menciptakan para pengguna sepeda motor untuk tertib berlalu lintas serta menjadikan wadah persatuan dan forum silaturrahmi bagi para pengguna kendaraan  sepeda motor khususnya Kawasaki Ninja di Kota medan,” cetus Abdul Gafar Pring’s Martoyo, Ketua MNC bersama Reza Aditya Pramana, Ketua panitia pelaksana.

Ditambahkannya, selain dapat mengembangkan hobi dan kreativitas bagi anak muda yang suka dengan perkumpulan yang positif sehingga dapat  saling bertukar pikiran dan informasi mengenai otomotif

“Dalam kegiatan Anniversary 3rd Ninja Medan Community  yang diadakan di Pantai Lestari Indah, Desa Pantai Cermin Kanan, Sabtu (11/2) lalu melaksanakan kegiatan untuk mematuhi peraruran berlalu lintas.

“Kegiatan yang dilakukan dengan sosialisasi menghidupkan lampu dipagi dan siang hari untuk sepeda motor, kampanye informasi cara bertata tertib berlalu lintas, Perayaan Anniversary 3rd Ninja Medan Community dan ditutup dengan menghadirkan DJ George,” bebernya.(*/adl)

Ini Usus Cucu Ibu yang Sudah Membusuk…

Bayi dengan Usus dan Lambung di Luar Perut Meninggal

Upaya tim medis RSU H Adam Malik Medan untuk menolong bayi perempuan (22 hari) lahir tak normal dengan kondisi usus dan lambung di luar tubuh akhirnya kandas. Anak dari pasangan Sunarji (35) dan Suprianati (32) ini menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis siang (16/2).

Jhonson P Siahaan, Medan

Siang kemarin, bayi perempuan yang sempat dirawat di Ruang Perinatologi (Ruang Khusus Bayi) Lantai I, RSUP H Adam Malik itu, menjalani operasi terhadap usus dan lambung. Operasi dimulai sejak pukul 11.30 WIB dan selesai pukul 15.30 WIB.

Saat proses operasi, sang nenek bayi Inin sejak pukul 11.00 WIB bersama dengan suaminya (kakek bayi) Muchtar (62), terlihat cemas menunggu cucu mereka menjalani operasi. Inin yang menggunakan baju hitam, jilbab hitam, dan celana warna coklat duduk sambil melipat kedua jari tangannya. Hal serupa juga dilakukan, Muchtar, sang kakek yang menggunakan baju warna biru tua menggunakan celana jeans coklat.

Sesekali petugas yang menggunakan pengeras suara yang dirancang khusus hanya untuk lantai tersebut memanggil para keluarga pasien. Inin dan suaminya, Muchtar terlihat cemas begitu mendengar suara pengeras tersebut. Namun, bukan mereka yang dipanggil petugas tetapi keluarga pasien yang lainnya. Tepat pukul 15.30 WIB petugas pun dengan menggunakan pengeras suara memanggil keluarga. Lalu, Muchtar masuk ke dalam ruangan tersebut. “Operasi telah selesai. Tapi, kata dokter tak ada yang harus dilakukan lagi karena ada kelainan pada jantung dan lambung cucu saya,” katanya saat berada di luar begitu keluar dari ruang operasi.

Tak begitu berapa lama kemudian, petugas pun keluar dan menyerahkan satu botol kaca tepatnya tempat infus. Namun, di dalamnya hanya ada cairan sedikit dan potongan usus. “Ini usus cucu ibu yang sudah sempat membusuk dan berhasil dipotong oleh dokter,” kata petugas sambil menyerahkan botol tersebut kepada Inin.

Pukul 16.15 WIB, petugas melalui pengeras suara kembali  memanggil keluarga. Lagi-lagi, Muchtar masuk ke dalam ruangan dan sekitar 5 menit berada di dalam, Muchtar pun keluar dari dalam ruangan. “Bu, cucu kita sudah meninggal,” ucapnya dengan nada pelan kepada sang istri, Inin, dengan wajah pucat.

Sontak saja, Inin, sang nenek pun menitikkan air mata dan dengan pandangan hampa ke depan mengatakan. “Yah Allah, kenapa begitu cepat. Padahal sudah 23 hari aku temani dia,” ucapnya dengan nada pelan.

Muchtar dan keluarga lainnya yang tinggal di Medan begitu mendengar kabar itu langsung naik dari Lantai I ke Lantai III. Terlihat mereka memegang handphone masing-masing sambing menghubungi sanak family mereka. “Anaknya Sunarji sudah meninggal, Pak,” kata seorang anggota keluarga melalui telepon kepada keluarga yang lainnya.

Keluarga pasien yang lainnya mendekati Inin dan terlihat juga ikut memberikan dorongan dan motivasi kepadanya. “Yah Allah, terlalu berat cobaan ini kau berikan,” sebut Inin sambil memegang amplop coklat berisikan foto/gambar hasil ronsen cucunya itu.

Sementara Dr Mahyono SpB, dokter spesialis bedah yang juga termasuk dalam Tim Dokter melakukan operasi itu mengatakan, saat dilakukan operasi terlihat ada keanehan pada jantung dan lambung bayi tersebut. “Operasi sudah selesai dilakukan dan sukses. Tapi, harapan hidup hanya 40 persen karena ada kelainan pada jantung dan lambungnya juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahyono menuturkan, semua telah dilakukan semaksimal mungkin dan semua upaya dilakukan. “Makin banyak kelainan pada bayi, maka makin sedikit harapan untuk hidup. Begitu sebaliknya, makin sedikit kelainan maka harapan untuk hidup akan semakin besar. Dari hasil operasi yang kita lakukan, memang keanehan itu terletak pada jantung dan lambung,” bebernya.

Mengenai tim dokter yang dilibat, Mahyono menyebutkan, tim dokter yang dilibatkan semua sudah spesialis di bidangnya. “Dokter yang dilibatkan diantaranya Dr Pertin SpA (dokter spesialis anak), Dr Emil SpA (dokter spesialis anak), Dr Suyaharto SpAn (dokter spesialis anastesi) dan saya sendiri spesialis bedah. Semuanya sudah spesialis di bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Hal senada diucapkan Direktur Medik & Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Lukmanul Hakim. Ditambahkannya, sudah banyak pasien yang seperti demikian, namun, dirinya tak mengetahui pasti jumlahnya dan berhasil dilakukan operasi. “Penyakit seperti ini memang banyak, tetapi bisa dilakukan operasi dan semua normal kembali. Memang pada bayi ini ada terlihat keanehan pada jantung dan lambung. Semua upaya sudah kita lakukan dan RSUP H Adam Malik turut berduka cita,” ungkapnya. (*)