25 C
Medan
Thursday, February 5, 2026
Home Blog Page 13803

Handri Bikin Aspac Beda

PANTAS saja jajaran pelatih dan manajemen Dell Aspac Jakarta tidak terlalu risau saat shooting guard andalannya, Xaverius Prawiro, absen di sisa seri ketiga karena cedera engkel. Rupanya, mereka mempunyai pengganti yang juga memiliki kemampuan mumpuni. Dia adalah Handri Satrya Santosa yang merupakan jebolan liga pelajar terbesar di tanah air, Honda DBL Indonesia.

Yang terbaru, kemampuan Handri menggantikan peran Xaverius terlihat kala Aspac sukses membekap CLS Knights Good Day Surabaya dengan skor 60-51 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Sabtu (4/2) malam lalu. Selain mampu menciptakan delapan poin, pemain asal Bali tersebut sukses mematikan para shooter CLS.

Peran yang dijalankan Handri melengkapi kegemilangannya di dua laga terakhir. Saat bersua Comfort Mobile BSC Jakarta, Handri membukukan 15 poin dan delapan rebound. Ketika Aspac memukul NSH GMC Riau, pemain kelahiran 3 November 1992 itu menorehkan 12 angka.

Kubu CLS pun tidak menyangka bahwa Handri bakal bermain hebat seperti pada laga itu. Pelatih CLS Risdianto Roeslan menyatakan, permainan Handri memang membuat laga menjadi lebih sulit. Alasannya, anak asuhnya tidak terbiasa menghadapi Handri.

“Kami akui kecolongan oleh Handri. Anak-anak tidak menyangka bahwa Handri bisa bermain bagus. Sebab, anak-anak terbiasa menjaga Ius (sapaan karib Xaverius),” terang Risdianto.

Selain Handri, faktor lain yang mengakibatkan kekalahan itu adalah hilangnya karakter asli CLS. Agustinus Indrajaya dkk dianggap kehilangan agresivitas yang selama ini menjadi karakter tim. Hal itu membuat mereka tidak bisa mendapatkan banyak free throw. Tadi malam CLS hanya mendapatkan empat free throw, sementara Aspac 16. Padahal, para pemain CLS sanggup menang di field goal dan offensive rebound.

“Anak-anak kehilangan karakternya. Mereka seperti bukan arek Suroboyo. Kalau anak-anak mau lebih agresif, kalah pun tidak akan sejauh ini,” terang Risdianto.

Bagi Aspac, kemenangan tersebut menjadi revans setelah mereka ditekuk CLS di seri kedua di Solo. Ketika itu, Aspac kehilangan poin penuh setelah forward CLS Rachmad Febri Utomo mencetak poin kemenangan saat pertandingan hanya menyisakan satu detik.(ru/c12/diq/jpnn)

Cara Mendapatkan KTP Medan

081930729xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan, saya warga pendatang yang tinggal di Karang Sari Kecamatan Polonia, sudah berdomisili di Medan selama 12 tahun. Gimana caranya mendapatkan  KTP Medan? Terima kasih Sumut Pos.

Ajukan Permohonan

Kartu Tanda Penduduk yang selanjutnya disingkat KTP adalah Kartu Bukti Diri (legitimasi ) bagi setiap penduduk dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. KTP dapat diterbitkan apabila ada pengajuan permohonan baru, habis masa berlakunya, hilang (yang dibuktikan dengan surat keterangan hilang dari kepolisian setempat), rusak dan akibat terjadi perubahan data (nama, alamat tempat tinggal, agama, pendidikan, status kewarganegaraan dan lain-lain).
Persyaratan yang diminta: Surat Pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa penduduk yang bersangkutan adalah penduduk yang bertempat tinggal tetap dalam wilayah Kecamatan Delitua, Kartu Keluarga, Kartu NIK, KTP lama bagi yang perpanjangan KTP, Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (bagi yang KTP-nya hilang), Surat Keterangan Ganti Nama bagi yang telah berganti nama. Terima kasih.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Aura Kasih Ingin Mulus dari Atas Sampai Bawah

Artis Aura Kasih dikenal sebagai sosok yang memiliki tubuh aduhai. Namun ternyata ia masih belum puas dengan keseksiannya saat ini. Ia ingin mulus dari atas sampai bawah.

Bintang sinetron ‘Dewa’ itu pun sering berselancar mencari alat-alat kecantikan untuk menyempurnakan tubuhnya. Aura ternyata punya keinginan seperti bintang-bintang Korea yang dinilainya memiliki tubuh mulus.

“Ingin cari make up kayak artis-artis Korea kan mulus-mulus dari atas sampai bawah,” ungkapnya saat ditemui di, Jakarta, Rabu (16/2)
Tak hanya berhasrat untuk memiliki tubuh layaknya bintang Korea, Aura juga ternyata menjadi salah satu pecinta drama serinya. Bahkan mulai dari situ, ia merasa semakin teracuni.

“Aku lihat film mereka, film serinya mereka. Jadi sudah tertata,” tuturnya. (nu2/mmu/dtc)

Pemko Binjai dan Tim MGMP Diduga Palsukan Buku LKS

Dibuat Pakai Anggaran BOS

BINJAI- Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), diduga memalsukan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Hal itu terungkap, setelah beredarnya buku LKS dengan penerbit Adi Perkasa, yang dirubah atas nama penulis Pemko Binjai dan MGMP.

Menurut sejumlah Kepala Sekolah (Kasek) SMP di Kota Binjai, Kamis (16/2), menyebutkan, buku LKS yang diduga telah dipalsukan oleh Pemko Binjai dan MGMP itu, dibuat menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012.

“Kami heran, buku LKS yang diterbitkan PT Adi Prakasa, yang berkantor di Taman Pondok Legi III Blok W-2 Pepelegi Waru Sidoarjo Jawa Timur itu, memiliki isi yang sama dengan LKS yang dibuat oleh Pemko Binjai dan MGMP. Hanya saja, cover buku LKS itu sudah diganti. Bahkan, penulis yang dicantumkan sudah atas nama Pemko Binjai dan MGMP,” beber seorang Kasek yang minta namanya tak disebutkan.

Sedikitnya, kata Kasek tersebut, buku LKS yang dipalsukan mencapai 6 buah. Bahkan, buku LKS itu sudah beredar luas di tingkat pelajar SMP sederajat untuk semester genap. “Anehnya, buku asli tidak ada beredar, yang beredar hanya buku LKS dengan penulis Pemko dan MGMP,” ungkap Kasek itu lagi.
Ironisnnya, sambung dia, buku yang disebar luaskan kepada pelajar, diwajibkan untuk dibayar oleh setiap siswa/i dengan harga perbukunnya berkisara Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per buku. “Seharusnya dana BOS itukan diperuntukan untuk sekolah dan siswa/i. Tapi, buku LKS yang dibuat dari anggaran BOS itu malah dijual ke pelajar,” ucapnya.

Menyikapi masalah ini, Gani, selaku ketua MGMP Kota Binjai, saat dikonfirmasi via selulernya terkait masalah ini mengakui, kalau mereka ada membuat buku LKS. “Iya, tapi bukunya sudah berdedarkan?,” ujar Gani.

Namun, ketika ditanya soal dugaan pemalsuan yang dilakukan Pemko Binjai dan pihaknya, Gani langsung mengaku tidak mengetahuinya. “Kalau itu saya tidak tahu. Tidak dengar pak, suaranya kok putus-putus,” kata Gani sembari mematikan selulernya.
Kadis Pendidikan Kota Binjai Drs H Anang Wibowo juga mengaku tidak tahu.

menyatakan, tidak mengetahui masalah peredaran buku LKS tersebut. “Saya tidak tahu soal buku LKS yang beredar di sekolah SMP Negeri itu. Untuk lebih memperjelas masalah ini, saya akan segera memanggil Tim MGMP,” kata Anang singkat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Binjai, Iqbal Pulungan, ketika ditannya mengenai masalah ini, juga memiliki jawaban yang sama. Bahkan, ia sangat terkejut setelah mendapat kabar tentang persoalan ini. “Saya belum tahu masalah itu. Kalau begitu, dalam waktu dekat kita akan memanggil Kadis Pendidikan dan Tim MGMP agar mengetahui pasti bagai mana sebenarnya penerbutan buku itu,” ujar Iqbal. (dan)

Pungli di Simpang PLTU Canang

085296581xxx

Kepada Yth Bapak Polres Belawan tolong ditindak aksi pungli yang dilakukan oleh preman di simpang PLTU Canang tepatnya di Pos PP ranting. Soalnya masyarakat yang kena imbasnya, beli pasir 1 pickup semen 4 zak, kami kena uang pos Rp40 ribu. Sungguh meresahkan masyarakat. Bukannya pengusaha panglong yang kena, tapi kami yang kena.

Laporkan ke Polsek Terdekat

Terima kasih atas informasinya. Laporan ini akan kita tindak lanjuti dengan meneruskan ke Polres dan Polsek. Warga yang merasa keberatan dapat membuat laporan tertulis ke Polsek terdekat.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Terdepan dalam Dedikasi, Prestasi, dan Pengabdian

Gus Irawan, Peraih Anugerah Khusus People of The Year 2011 Kategori Inspiring CEO

Puri Ratna Convention Hall Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (8/12) malam, menjadi malam tak terlupakan bagi 12 orang putra/putri bangsa yang meraih anugerah utama dan anugerah khusus People of The Year (POTY) 2011.

Peraih anugerah utama POTY 2011 adalah Jusuf Kalla. Dan yang membanggakan, dari 12 putra terbaik bangsa yang mendapat penghargaan bergengsi dengan berbagai kategori itu, dua di antaranya adalah putra Sumatera Utara yakni Gus Irawan (Dirut Bank Sumut) yang meraih anugerah Insipiring CEO dan Sofyan Tan yang didaulat sebagai Social Entrepreneur 2011.

Mereka berhasil mengungguli kandidat lainnya setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh delapan pakar yang menjadi Dewan Juri POTY 2011. Kedepalan dewan juri itu adalah para pakar yang integritas dan kredibilitasnya tidak lagi diragukan, antara lain Prof Dr Moch Mahfud MD (pakar hukum), Prof Dr  Komaruddin Hidayat (cendikiawan), Prof Rhenald Kasali, Pof Firmanzah dan Handi Irawan MBA M.Com (pakar manajemen bisnis), Dr Dewi Fortuna (pakar politik internasional), Dr Tony Prasetiantono (pakar ekonomi), dan Dinna Wisnu (pakar hubungan internasional). Mereka mendapat tugas untuk menyeleksi tokoh-tokoh daerah dan nasional yang dinilai memainkan peranan penting sepanjang tahun 2011.

Keberhasilan Gus Irawan meraih penghargaan POTY 2011 untuk kategori Inspiring CEO merupakan cermin kualitas kepemimpinannya. Sebagaimana diketahui, Gus Irawan merupakan sosok bankir fenomenal. Di usia relatif muda (berusia 36 tahun pada tahun 2000), ia terpilih sebagai CEO PT. Bank Sumut. Gus mendapat tugas berat untuk menyelamatkan Bank Sumut yang saat itu sedang gonjang-ganjing dan nyaris kolaps akibat badai krisis moneter tahun 1997/1998. Tugas pertama yang sarat tantangan justru konsolidasi di lingkungan internal. CEO termuda di Indonesia itu harus bisa merangkul sejumlah mantan atasannya untuk bersinergi serta membangun kembali moral para staf pegawainya yang sempat runtuh akibat krisis moneter. Dengan kemampuan manajerial dan kepemimpinannya yang kharismatik, CEO BUMD terbaik di Indonesia itu berhasil membawa Bank Sumut keluar dari kesulitan dan kemudian menjelma menjadi bank yang berkinerja cemerlang dan diperhitungkan oleh kompetitor.

Sukses memperkuat fundamental Bank Sumut, di tahun 2011 ia memainkan peranan penting dengan melakukan terobosan percepatan pemberdayaan kaum perempuan marginal dengan model skim pembiayaan kredit usaha mikro tanpa agunan maupun penerapan model peningkatan zakat produktif bergulir untuk kaum duafa baik yang disalurkan melalui LAZ Bank Sumut maupun melalui Yayasan Murni Gus Irawan Foundation yang dikelola oleh keluarganya. (*)

Oknum Polisi Sergai Aniaya Warga

SERGAI- Terkait pembakaran satu unit escavator (beko) di perkebunan sawit di Sei Ular, Dusun I, Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (10/2) lalu, berbuntut panjang.

Soalnya, seorang warga mengaku dianiaya petugas Satreskrim Polres Sergai saat ditangkap dengan tuduhan sebagai pelaku pembakaran.
Menurut Sugiarto, korban penganiayaan ketika ditemui Sumut Pos, Kamis (16/2) mengungkapkan, saat dirinya ditangkap 4 petugas Satreskrim Polres Sergai dan ketika diperiksa di mapolres Sergai, dirinya dianiaya serta diintimidasi personel Satreskrim Polres Sergai, bahkan saat menjalankan pemeriksaan, kepalanya sempat dipukul pakai botol minuman.

Diceritakan dia, dirinya dijemput paksa petugas berpakaian sipil sekira pukul 19.00 WIB usai salat maghrib dengan mengendarai mobil jenis Taft warna hitam yang ditumpangi tiga orang dan dua unit sepeda motor berboncengan.

Selanjutnya, para petugas menyerahkan surat perintah penangkapan dari Polres Sergai, nomor: SP.Kap/63/II/2012, tertanggal 15 Februari, menugaskan, Aiptu SA, Aipda SB, Bripka PD, dan Brigadir ABB, yang ditandatangani Kasat Reskrim.

Terkait penganiayaan tersebut, Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman, didampingi Wakapolres Kompol Zahri, Kasat Intel AKP Drs Sugiono dan Kasat Reskrim AKP TML Tobing, mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki Propam Polres Sergai. (mag-16)

Danau Siombak Butuh Perhatian Pemerintah

MEDAN- Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat mendesak Pemko Medan untuk memberi perhatian serius terhadap objek wisata Danau Siombak di Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan. Pasalnya, saat ini Danau Siombak terkesan terabaikan oleh Pemko Medan. Mulai dari akses ke wilayah tersebut hingga sarana dan prasarana lainnya masih sangat memprihatinkan.

“Saya yakin, Danau Siombak bisa dibangun menjadi sebuah lokasi wisata terindah di Kota Medan. Keindahan danau ini bisa dijual ke warga Medan yang haus tempat rekreasi maupun warga luar kota, bahkan mancanegara,” kata Arifin Nainggolan kepada Sumut Pos di gedung dewan, Kamis (16/2).

Menurut Arifin, saat dia melakukan reses di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (14/2) lalu, dia banyak menerima masukan dari aparatur pemerintahan dan masyarakat setempat terkait objek wisata buatan ini. Dalam reses itu hadir Ketua Penggerak PKK Kecamatan Medan Marelan Ny Nani Pulungan, Sekcam Medan Marelan beserta istri, Lurah Paya Pasir beserta istri, para kepling, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam reses dan silaturahmi itu, masyarakat sangat berharap agar objek wisata Danau Siombak tersebut benar-benar mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik Pemko Medan maupun Pemprov Sumut. Pasalnya, jika Danau Siombak dapat menjadi tujuan wisata domestik maupun mancanegara, maka akan membuka lapangan pekerjaan sehingga perekonomian warga sekitar lebih meningkat.

Menyikapi hal itu, Arifin Nainggolan meminta kepada pemerintah, baik Pemko Medan maupun Pemprovsu untuk lebih serius membangun sarana dan prasarana di Danau Siombak tersebut dan gencar mempromosikannya sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik dan berbondong-bondong ke Danau Siombak.(ade)a pendidikan Islam di Kabupaten Karo.(ade)

Jaksa Ulur Tuntutan, Hakim Kesal

Sidang Kasus Kas Pemkab Batubara

JAKARTA – Persidangan perkara kasus pembobolan kas Pemkab Batubara di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta, dengan agenda pembacaan tuntutan, tertunda.

Dalam persidangan kemarin (16/2), jaksa penuntut umum menyatakan belum siap menyampaikan materi tuntutan untuk dua terdakwa, yakni Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Batubara, Yos Rouke dan Bendahara Umum Fadil Kurniawan.

Jaksa meminta agar agenda pembacaan tuntutan ditunda. Majelis hakim pengadilan tipikor yang dipimpin Tati Hardiyanti menuruti permintaan jaksa. Hanya saja, hakim perempuan ini mengingatkan jaksa bahwa penanganan perkara korupsi tidak boleh sembarangan dan diulur-ulur. Meski dengan intonasi datar, hakim tampak kesal.

“Supaya diketahui, perkara korupsi itu perkara khusus dan penanganannya juga khusus. Jadi ini harus diperhatikan,” ujar Tati Hardiyanti mengingatkan jaksa.

Sekedar diketahui, jaksa dalam perkara ini adalah jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung), bukan jaksa dari KPK. Pasalnya, yang menangani perkara sejak awal adalah kejaksaan, bukan KPK.

Hakim lantas meminta agar jaksa sudah siap menyampaikan materi tuntutan pada persidangan Selasa, 21 Februari 2012. Menurut pengacara Yos Rouke, Bahani Goeltom, penundaan pembacaan tuntutan sudah untuk yang ketiga kalinya ini.

“Ini berarti jaksa tak siap membuat tuntutan sesuai dengan dakwaan yang dia buat. Kita kecewa karena sudah tiga kali ini tak siap,” ujar Goeltom kepada koran ini usai sidang.

Sementara, pengacara Fadil, Waode Nurzainab, dalam persidangan itu menyatakan, pihaknya bisa menyusun pembelaan setelah mendengar materi tuntutan jaksa. (sam)

Polisi Tahan Kapus Batang Serangan

LANGKAT- Kepala Puskesmas (Kapus) Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat berinisial dr IW alias Indra, ditangkap polisi dan kini ditahan di sel Mapolres Langkat Jalan Proklamasi Stabat.

Informasi diperoleh Kamis (16/2), Indra ditangkap atas laporan Heru seorang warga ke Polres dengan pengaduan oknum Kapus menipu sekaligus melakukan penggelapan uang Rp80 juta.

Tersangka dalam modusnya, meyakinkan korban mampu menguruskan Anggun, salah seorang kerabat Heru menjadi pegawai negeri sipil (PNS) asal membayar sejumlah uang. Namun, meski uang Rp80 juta telah diterima tetapi oknum Kapus tersebut tidak juga menepati janjinya.

Setelah petugas memintai keterangan saksi dan bukti-bukti, ditambah itikad baik oknum dokter tidak terlihat,akhirnya dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim AKP Aldi S kepada wartawan membenarkan pihaknya (Polisi) telah menangkap dan menahan oknum Kapus Sei Bamban berinisial dr IW alias Indra tersebut.

Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal, kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, karena masalah oknum dr IW tersebut sudah sampai ke penyidik, maka pihaknya (Pemkab) menghargai proses hukum.

Terkait kasus lainnya, diperoleh informasi Polres Langkat juga sedang menyelidki dugaan kasus korupsi terjadi di salah satu kebun PTPN2 di Langkat. Disebut-sebut, dugaan korupsi yang informasinya merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut dengan cara menjual tandan buah segar (TBS) milik perkebunan ke pabrik perkebunan itu juga, dengan dalih buah tersebut bukan berasal dari kebun.
Dalam kasus itu, beredar kabar kalau menejer kebun bermarga G turut terlibat. (mag-4)