26 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13805

Hadapi Madina Medan Jaya, Dua Bek PSDS Absen

LUBUKPAKAM- Dua bek traktor kuning julukan PSDS, bakal absen menghadapi Madina Medan Jaya, pada lanjutan kompetisi PSSI Divisi Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012, di Stadion Baharoeddin Siregar, Jumat (17/2), sekitar pukul 16.00 WIB.

Duo bek itu adalah Budi Setiawan posisi kiri dan Sandi Hadi Supena posisi tengah. Mereka berdua mengalami cedera ketika menghadap PSSA Asahan, Rabu (15/2).

Pelatih PSDS Dosman Sagala mengatakan untuk mengatasi absennya Budi Supena dan Busid Setiawan, dia menggantikannya dengan Rinaldo Surya dan Jefry yang selama ini sebagai pemain cadangan.

Pengamatan Sumut Pos di  Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis (16/2), skuad PSDS saat latihan, Budi Setiawan posisi kiri dan Sandi Hadi Supena tidak diikutkan. Sementara pemain yang  lain berlatih dengan serius.

Barisan depan, Dosman masih mempecayahkan kepada dua straker PSDS, Ronal Sinaga dan Agung Surya Wardhana.
Bahkan kepada duo straker ini, diharapkan dapat memberi poin buat timnya.

“Kita akan ambil peluang main dengan Madina Medan Jaya. Kita kejar target posisi teratas pada putaran pertama ini, agar aman untuk putaran selanjutnya,” bilang Dosman.

Untuk posisi kiper dipercayakan kepada Zei Guntara yang sempat absen karena mengikuti ujian semester di kampusnya.
“Ujian semester uda usai, sekarang saya akan konsentrasi bertanding,” bilang mahasiswa Universitas Negeri Medan Jurusan Olahraga itu.(btr)

Riadi Ambil Bagian di Porcanas

MEDAN- Atlet atletik Sumut Riadi Sahputra optimis akan meraih prestasi dalam Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) Oktober mendatang di Riau.
“Saya tidak mau terpuruk dengan kondisi ini dan berharap menjadi motivator bagi orang yang mengalami kelemahan fisik,” tuturnya kepada wartawan usai latihan di Stadio Unimed (16/2).

Riadi menuturkan kelemahan yang dialaminya adalah kaki lemah akibat sejak berumur dua tahun jatuh dari gendongan kakak.
Akhirnya setelah tamat SMA, Riadi mengikuti pembinaan di Yayasan Panti Sosial Bina Daksa Kelurahan Lau Bakti Medan Tuntungan.
Berbagai prestasi sudah diraihnya, diantaranya tahun 2003 pada Kejuaraan Daerah (Kejurda-Sumut) Riadi mendapatkan medali perak nomor lempar cakram kelas 1 kg, lempar leming kelas 600 gram,  serta lempar peluru kelas 5 kg.(mag-10)

NPC Sumut Target 22 Emas

MEDAN- Cabang olahraga atletik binaan National Paralimpic Commite (NPC) Sumut memasang target 22 emas untuk PON Riau mendatang.
“Pengurus mengharapkan penambahan medali emas dari Porcanas Kalimantan Timur 2008,” tutur Yoseph Lumi, Kepala Pelatih Atletik kepada wartawan usai memimpin latihan di Stadion Unimed Medan, Rabu (15/2).

Untuk keseluruhan atlet atletik Sumut yang lolos Pra-Porcanas itu ada 20 orang, antara lain nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru.
Sementara nomor lari dan lompat jarak jauh  Harjono Tarihoran, Super Benektus, Abdul Halim, Indra, Aspen, Suriani, Melly, Lidya, Septi Sumarni. (mag-10)

Road Show Bikin Heboh

Empat Sekolah Dikunjungi Sekaligus

MEDAN- Agenda Road Show Honda Development Basketball League (DBL) North Sumatera Series 2012, berakhir di empat sekolah sekaligus, Kamis (16/2) kemarin. Ke empat sekolah yang beruntung itu adalah Prime One School, Harapan Mandiri, SMAN 2 Medan, dan Methodist 2 Medan.

Seperti biasa, kehadiran kru DBL disambut antusias nan menghebohkan. Ratusan siswa plus guru tumpah ruah di halaman sekolah. Tak ketinggalan, berbagai aksi sekolah masing-masing ditampilkan di hadapan tim road show. Sudah barang tentu, utusan sekolah-sekolah tersebut sudah tak sabar ingin tampil di ajang DBL sesungguhnya yang akan dibuka Sabtu (18/2) di GOR Samudera Sport Club.

Pelatih Tim Basket Putra Prime One School, Andy mengaku senang sekolahnya disambangi tim road show. “Tentu saja kunjungan tim DBL ini merupakan hal positif untuk sekolah dan siswa. Kita bisa lebih tahu tentang DBL,” katanya.

Senada, pihak SMA Harapan Mandiri lewat Fauzi selaku pelatih gembira bisa ikut di even basket pelajar paling akbar di Indonesia ini. “Sebuah even basket terbesar dan sangat positif. Kami sudah kali ketiga ini ikut even akbar ini, dan tahun ini kami menarget hasil maksimal,” kata Fauzi.

Sementara dari pihak Honda yang diwakili Yudi mengaku kaget dengan antusiasme para siswa. “Sebenarnya sesuai agenda hanya dua sekolah yang akan dikunjungi. Tapi dua sekolah lagi minta dikunjungi juga, jadi sebenarnya ini dadakan tapi tetap sangat meriah,” katanya.

Heibertus Ariyanto Manager Branch Telkomsel Medan mengucapkan selamat bertandingan kepada kontestan. “Jungjung tinggi sportivitas bagi seluruh yang bertandingan. Bagi pengunjung even DBL juga jangan lewatkan kesempatan mendapatkan hadiah undian berupa tiga Ipad , dengan  hanya isi ulang pulsa Rp20 ribu,” katanya.  (ful/saz)

Bekal Pengalaman

SMA Wahidin  vs  SMA Methodist 2

MEDAN- Laga perdana grand opening Honda DBL North Sumatera Series 2012 akan mempertemukan tim basket putri dari SMA Wahidin dan SMA Methodist 2.

Pertandingan yang digelar di GOR Samudera Sport Club, besok sore (18/2), bakal berlangsung menarik. Pasalnya, kedua kubu ngotot mempertunjukkan kemampuan terbaiknya. Meski sama-sama tak mencapai partai final pada Honda DBL 2011 lalu, kedua tim tetap memiliki strategi untuk tampil maksimal.
Kapten tim basket putri SMA Wahidin, Mellawati menuturkan, timnya optimis untuk menjuarai even bola basket paling bergengsi di Sumut ini. Dengan catatan rekor yang tak begitu baik, ia yakin ambisi teman-teman setimnya bakal terwujud. “Tahun lalu kita kandas di babak semifinal. Karena kita memang bertemu tim kuat yang menjadi juara tahun lalu, yakni tim SMA Sutomo 1,” ungkapnya, Kamis (16/2). “Namun, dengan persiapan yang cukup matang tahun ini, kita yakin bisa mencapai partai final,” tambahnya.

Senada, pelatih tim basket putri SMA Wahidin, Herijanto mengatakan, dengan berlatih maksimal dan bermateri pemain berpengalaman, ia mengaku optimis menjuarai even kali ini. “Pemain kita ada yang dari kelas XII, dan ini menjadi modal bagus untuk kita. Karena tahun lalu mereka juga ikut even serupa,” terangnya.

“Tentu, pengalaman even sebelumnya bisa menjadi satu kekuatan yang ditularkan ke pemain muda kita. Motivasi meraih juara juga akan timbul semakin tinggi,” ujar Herijanto.

Untuk strategi dan taktik yang bakal diterapkan, Herijanto memaparkan, skuad didoktrin untuk bermain defensif pada awal-awal babak. “Jika kita bisa menampilkan defensif yang cukup baik, baru kemudian di saat yang tepat kita melakukan penyerangan yang menusuk tajam,” tuturnya.

Semangat dari Kapten tim basket putri SMA Methodist 2, Tiffany juga tak kalah baiknya. Menurutnya, kekalahan tahun lalu di pase penyisihan tak bakal terulang lagi. “Kita sudah siapkan tim dengan cukup baik. Kita tak mau lagi dipermalukan seperti tahun lalu. Kali ini kita harus menang!” tegasnya.
Pelatih tim basket SMA Methodist 2 Jenny mengaku, memang tak ada target juara yang diharuskan dari sekolah. “Namun, di ajang yang cukup bergengsi ini, kita tetap berusaha tampil semaksimal mungkin. Tak ada kata menyerah,” ujarnya.

Persiapan yang dilakukan pun dapat dikatakan cukup matang. Pasalnya dua minggu terakhir, pemain diporsir latihan dari pukul 18.00-21.00 WIB. “Ini untuk membentuk kekuatan fisik mereka,”  papar Jenny. (saz)

Tim Dance Bakal Hot

Besok (18/2) Honda DBL North Sumatera Series 2012 bakal dibuka sekira pukul 14.30 WIB. Namun, semangat dan antusias peserta juga para pendukung sudah sangat terasa gejolaknya. Seperti dari tim dance masing-masing sekolah. Bahkan ada yang siap tampil seksi nan hot.

“Kami siap tampil seksi untuk mendukung tim basket sekolah kami. Tapi seksi di sini maksudnya bukan berpakaian minim, tapi berpenampilan menarik dan tetap berpakaian sopan,” ungkap ketua tim dance SMA Negeri 1, T Malinda Ifkar, Kamis (16/2).

Menurutnya, dari tribun penonton nanti mereka akan memberikan semangat berupa teriakan-teriakan. “Karena dari panitia melarang penonton untuk bersorak-sorai mengucapkan yel-yel. Jadi paling teriakan-teriakan penyemangat seperti ‘go SMANSA go.’ Itu saja,” tutur Malinda.

Namun, untuk kompetisi dance yang memang diselenggarakan panitia, Malinda dan teman-temannya sudah mempersiapkan diri. “Kita akan menampilkan modern dance yang sudah kita latih bersama teman-teman selama dua minggu ini. Dan kita akan menari sebaik mungkin,” katanya.
“Tentu tak lupa kita tetap mendukung penuh tim basket baik yang putra maupun putri. InsyaAllah tim kita bisa menjuarai even tahun ini,” harap Malinda.
Kapten tim basket putra SMA Harapan 1 Hadian Indrawan mengaku timnya sangat bersemangat menghadapi even ini. “Dengan kekuatan penuh kita akan siap menjadi juara tahun ini. Tentunya kita juga memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapinya,” ujarnya.

Sementara, manejer tim basket SMA Sutomo 1 Handy Sunandi menuturkan, sekolah sangat mendukung kedua tim basket mereka berlaga di kompetisi ini. “Melihat antusias dan semangat anak-anak, tak mungkin kita berdiam diri. Sekolah memotivasi mereka secara penuh untuk bisa menjuarai even ini. Baik secara lisan maupun dengan memfasilitasi latihan mereka,” ungkapnya.

Pada Honda DBL 2011 lalu, tim basket putri SMA Sutomo 1 berhasil keluar sebagai juara. Namun, untuk tim putra belum berhasil lolos. “Atas prestasi tersebut, kini mendoktrin anak-anak dengan target minimal menjadi juara pertama. Minimal, target ini untuk melecut motivasi dan semangat mereka. Karena mereka sendiri yang menunjukkan semangat dan antusias untuk meraih juara itu,” tutur handy.

Senada, manejer tim basket SMA Methodist Binjai Azhariyantosyah mengaku tim basket sekolahnya ingin tampil maksimal dengan torehan prestasi di akhir even. “Namun, kalah menang itu menjadi hal nomor dua setelah anak-anak menunjukkan performa terbaik mereka,” ujarnya.
Begitu pula yang diungkapkan guru pendamping tim basket SMA Negeri 5, M Subki. Menurutnya, dalam ajang ini kedua tim basket mereka belum meraih prestasi. “Jadi kita tak memasang target muluk-muluk. Dengan motivasi bertanding maksimal, kita berharap anak-anak bisa menunjukkan permainan terbaiknya,” katanya. (saz)

Smash Siap Guncang Sumut

MEDAN-Boy band asal Bandung Smash akan tampil di sembilan kota di Sumut. Band yang melejit  lewat lagu berjudul Heart You itu akan melakukan tur di Sumut selama 3 pekan mulai 16 Februri hingga 2 Maret mendatang. Kota pertama yang akan dikunjungi adalah Kaban Jahe. Kemudian dilanjutkan ke Stabat, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Perbaungan, Delitua dan Nias.

Band yang digawangi Morgan, Dicky, Bisma, Rangga, Rafael, Reza, dan Ilham Fauzi ini sudah menyiapkan konsep yang akan ditampilkan dalam konser tersebut.

“Kita usahakan setiap kota berbeda,” ujar Morgan, seorang personel Smash.

Tur ke Sumut merupakan pengalaman pertama yang akan dirasakan oleh Smash, karena itu fisik dan mental personel harus dijaga dengan baik.
“Kita akan naik bus, pesawat baling-baling dan lainnya, pengalaman seru, harus dinikmati dengan menjaga kesehatan,” tambah Rafael.
Bagi yang ingin menonton secara langsung penampilan dari boyband fenomenal Indonesia ini, G-Star salah satu brand alat telekomunikasi (handphone) memberikan kemudahan. Setiap pembelian produk handphone G-Star akan mendapatkan tiket gratis untuk menyaksikan penampilan Smash.
“Setiap pembelian handphone G-Star tipe apapaun akan mendapat tiket gratis. Harga handphone mulai dari Rp200 ribu hingga Rp400 ribu,” ujar Marketing Communication G-Star Sumut, David.

Dengan mengangkat tema G Star Music Kingdom Smash, konser 9 kota ini diharapkan bisa memperkenalkan kelebihan yang dimiliki G-Star sebagai alat komunikasi. Sedangkan pemilihan band Smash, karena masih memiliki daya tarik tersendiri bagi remaja putri. “Awalnya, kita masih bigung untuk menentukan siapa, tetapi kita sadari bahwa Smash mampu menarik minat,” tambah David.

Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh G-Star adalah aplikasi Me-chat. Aplikasi yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan hadphone model dan merek apa saja. “Tinggal mendownload aplikasi Me-Chat, maka siapa saja bebas untuk menggunakan aplikasi ini, hanya membayar Rp1.100 per harinya,” tambah David.

Selain itu, kelebihan yang dimiliki oleh G-Star adalah tahan lama, dan pelayanan untuk konsumen cepat, karena spare part dan tempat service telah disiadakan di Medan.

“Kalau merk lain kan harus dibawa ke Jakarta terlebih dahulu saat diservice, itu kan memakan waktu. Sementara G-Star tidak perlu membutuhkan waktu, karena sudah tersedia di Medan,” tutup David.

Wanted Juga Hadir

Sementara Wanted ajang pencarian band baru berbakat kembali digelar 1 Maret sampai 1 Mei 2012. Brand Manager A Mild, Livia Yosetya mengatakan, dua perbedaan tahun ini dari sisi music director dan menggelar road show untuk seluruh pemenang dan finalis yang terpilih pada ajang ini.
“Dengan tema We Spot Your Talent, kami tidak hanya ingin menemukan tetapi juga mengembangkan bakat-bakat baru di industri musik melalui pencarian band-band baru berbakat di pelosok-pelosok daerah, yang belum pernah di capai oleh label rekaman dan lainnya,” katanya pada acara konferensi pers kepada wartawan di Nuansa Café di Medan, Rabu (15/2).

Dari music director, pihaknya melibatkan nama-nama besar seperti Khrisna, Bongky dan Pay yang memiliki karir musik di genre berbeda, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas musisi berbakat Indonesia serta memberikan nuansa baru pada belantika musik di tanah air.
“Kami ingin mengubah genre musik yang sekarang ini lebih ke mellow dengan menghadirkan berbagai musisi dari berbagai aliran sebagai musisi director,” jelasnya.

Kemudian menggelar road show untuk seluruh finalis, bertujuan untuk meningkatkan pembekalan dan keterampilan musisi hingga bisa menembus industri musik tanah air.

“Seperti D’Masiv dan Geisha yang mampu menembus industri musik Indonesia melalui berbagai penghargaan musik dan mempunyai fans yang besar,” ujarnya.

Mengenai rangkaian aktifitas pembekalan keterampilan di Wanted, harus dimulai dari wanted sharing session, wanted selection (cd submission, cd selection dan regional selection), wanted camp, wanted final selection sampai dengan wanted roadshow.

Momo, vokalis Geisha salah satu band finalis Wanted 2007 mengatakan, pihaknya menerima berbagai pelatihan dan pembekalan dari ajang Wanted yang telah mempersiapkan band ini menembus pasar musik Indonesia.

“Menjadi finalis Wanted 2007 merupakan suatu kebanggaan besar karena dapat menginspirasi lebih banyak band baru berbakat untuk menunjukkan kreativitas dalam bermusik,” pungkasnya.(ram/adl)

Wali Kota Medan: Aku Mau Membangunnya

Masjid Al Ikhlas Dibangun Lagi

MEDAN-Pemprovsu dan Pemko Medan bersama Forum Umat Islam (FUI) Sumut sepakat untuk membangun kembali Masjid Al Ikhlas, di Jalan Timor Medan yang telah dirobohkan pengembang.

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho akan mengeluarkan surat edaran kepada setiap kabupaten dan kota, agar mengindahkan aturan bahwa setiap pembangunan kawasan harus tetap memperhatikan seluruh aspek sosial, budaya dan keagamaan. Bahkan Pemko Medan siap untuk membangunnya.
“Untuk anggaran kita siapkan tidak harus dari APBD. Aku pun maunya membangunnya,” kata Rahudman.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan dari hasil pertemuan disepakati akan membentuk tim dari FUI. Dikatakannya, tim inilah yang nanti akan menjadi penyalur aspirasi ormas.

“Seperti apa yang disampaikan mereka tadi, ketakutan dengan adanya kondisi yang tidak kondusif, maka ke depan bisa kita lakukan langkah-langkah apa selanjutnya,” kata Rahudman.

Ditambahkannya, Selasa (21/2) depan akan dilakukan kembali pertemuan dan disinilah nanti akan diketahui langkap langkah apa yang diambil untuk menyelesaikan masalah Masjid Al-Ikhlas.

“Sekarang kita mencari solusinya dan tim inilah nanti yang akan mencari langkah selanjutnya terkait Masjid Al-Ikhlas dan lainnya,” katanya.
Terkait surat edaran yang akan dikeluarkan Plt Gubsu, kata Rahudman, maka akan ditindaklanjuti segera. “Surat edaran nanti pasti akan kita tindaklanjuti, Plt Gubsu akan membuat aturan bahwa di setiap pengembangan kawasan harus memperhatikan aspek sosial seperti rumah ibadah, masjid, gereja. Sehingga ke depan kita tetap menghargai dan menjadikan kota ini aman,” katanya.

Pengembangan kawasan boleh saja maju, tapi rumah-rumah ibadah yang ada di kawasan itu harus tetap dipertahankan. Kalau mau terkoneksi dengan bagus maka bangunan rumah ibadah itu haruslah dibagusin dan tidak boleh dipindah.

Plt Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho usai melakukan silaturahmi dengan FUI di Hotel Madani, Kamis (16/2) mengatakan, pertemuan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.

“Dari pertemuan sebelumnya sudah ada dua rekomendasi, pertama adalah menindaklanjuti dengan pertemuan hari ini (kemarin, Red) dan ini sudah kita selesaikan. Kedua kami atas nama Pemprovsu akan menyurati dan meminta setiap kabupaten dan kota khususnya dalam melakukan proses pengembangan sebuah kawasan pemukiman, harus memperhatikan aspek sosial, budaya, keagamaan termasuk dengan rumah ibadah,” papar Gatot.
Dikatakan Gatot, untuk aturan terkait tidak dibenarkannya lagi perobohan rumah-rumah ibadah dalam suatu pengembangan kawasan akan ada regulasi bersama yang akan dibuat.

“Regulasinya pasti ada. Saya pikir itu dululah ya,” kata Gatot.

Silaturahmi ini dihadiri oleh unsur muspida plus Sumut dan Medan juga ormas Islam di Sumut.
Ketua Umum Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Sudirman Timsar Zubil mengatakan, FUIselama ini ingin sekali membicarakan solusi terhadap kasus-kasus perobohan masjid di Medan.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan kami tidak mau membicarakan masalah ini. Justru kami ingin membicarakannya. Kami ingin kepastian kapan dilakukan peletakan batu pertama Masjid Al Ikhlas. Dan sudah seharusnya juga dicari solusi untuk masjid lainnya,” terang Sudirman.
Dijelaskan Sudirman, kasus-kasus perobohan masjid oleh pengembang di Medan sudah sangat banyak tidak hanya kasus Masjid Al Ikhlas, melainkan sebelumnya juga ada kasus  di awal tahun 2007, yakni perobohan Masjid At Thoibah yang ketika itu masih dalam kasasi. Begitu juga dengan Masjid Al Khairiah yang dirobohkan bersama Madrasah juga Masjid Ar Ridho, Raudatul Islam dan lainnya.

“Perobohan ini jelas merupakan tindakan diskriminasi, makanya kita berupaya mencari solusi dengan melakukan aksi. Aksi yang kita lakukan tidak anarkis justru yang merobohkan masjid inilah yang anarkis,” jelas Sudirman.

Aktivis Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Indra Syafii meminta agar pemerintah kota dan pemerintah provinsi untuk menghargai perjuangan FUI. “Selama ini sudah 9 bulan kita berjuang untuk penyelesaikan kasus-kasus perobohan masjid, makanya kita minta sebagai saudara tolong dihargai. Niat untuk membuat tim ini kami minta jangan hanya menjadi seperti tim lainnya seperti Sari Rejo. Kita sudah ketemu dengan Plt Gubsu dan Pemko makanya harus dihargai ada 35 aliansi umat Islam yang bergabung,” katanya.

Makanya jangan dijadikan pembentukan tim ini hanya menjadi wacana dan retorika dan hanya untuk menyenangkan hati umat Islam, tapi tim ini harus benar-benar dapat memberikan solusi yang terbaik,” jelas Indra.

Sebelumnya, pengurus Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara menemui Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang. Mereka mempertanyakan kasus perobohan masjid dan madrasah yang dilaporkan ke Polresta Medan Januari 2004, namun hingga kini tidak ada tindaklanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, H Hamdani Harahap SH dari Lembaga Advokasi Umat Islam MUI Sumut mengatakan,  kasus perobohan Masjid Al Khairiyah yang berada di belakang Hotel Emerald Garden, tepatnya di Jalan Bekiun Medan Barat telah dilaporkan ke Polresta Medan 17 Januari 2004. Sejak dilaporkan kepada pihak kepolisian, hingga sekarang tidak ada tindaklanjutnya, bahkan pelaku perobohan masjid  tersebut hingga kini masih bebas berkeliaran.

Hamdani mengungkapkan perisitiwa perobohan tersebut tanpa diketahui pihak pengurus masjid.

Dalam pertemuan itu, Hamdani Harahap didampingi penghurus ormas Islam lainnya seperti Ustadz Indra Suheiri dan Ustadz Sudirman Timsar Zubil dari Forum Umat Islam Sumut, Muslim Kamal (Pemuda Muslimin Indonesia) Medan, Busro LSM Paham Sumut, Anwar Bakti dari Muhammadiyah Medan dan Irwansyah SH dari tim pembela muslim Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumut.

Hamdani Harahap juga menyerahkan berkas-berkas dokumen penanganan kasus tersebut untuk menjadi bahan pengusutan bagi penyidik Polresta Medan.

Dirinya mengaku sangat kecewa karena sudah tujuh tahun berlalu kasus tersebut tidak ditindaklanjuti oleh penyidik Polresta Medan.
Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang menyambut baik kedatangan pengurus Aliansi Ormas Islam dan akan mempelajari dulu kasus tersebut. (gus/adl)

Puluhan Pelajar Digaruk Bolos Sekolah, Ngumpet di Warnet

MEDAN-Polsekta Medan Baru bersama staf Kecamatan Medan Petisah menggelar penertiban siswa yang berada di warung internet (warnet), waktu jam sekolah berlangsung, Kamis (16/2) siang.

Sebelum dilakukan penertiban sejumlah personel kepolisian dan perangkat kecamatan menggelar apel bersama di Malposekta Medan Baru. Kemudian tim operasi kasih sayang ini bergerak ke Jalan Sekip, Jalan Adam Malik, Jalan Gatot Subroto, Jalan Darussalam dan Jalan Ayahanda.

Dari penyisiran dari warnet petugas berhasil menjaring para pelajar. Petugas pun berhasil meringkus 31 siswa. Kemudian para siswa yang terdiri dari SMP hingga SMA digelandang ke Malposekta Medan Baru untuk dilakukan pendataan, pemanggilan pihak sekolah dan orangtua serta membuat perjanji.
Setelah itu para pelajar dikembalikan kepada orangtua dan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander mengatakan operasi kasih sayang ini dilakukan untuk melakukan penertiban pelajar yang berada di warnet saat jam belajar berlangsung.

“Kita menertibakan pelajar yang berada di dalam warnet saat jam belajar berlangsung,” ungkap Donny.

Hal itu dilakukan karena keperhatian polisi dan pihak kecamatan yang melihat anak sekolah berkeliaran saat jam waktu sekolah berlangsung. Kemudian setelah dilakukan pendataan pihak Polsekta Medan Baru akan mengundang pihak sekolah dan orangtua untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap para pelajar.

Kemudian melakukan sosialisasi kepada pengusaha jasa warnet untuk tidak memberikan izin kepada pelajar saat jam belajar berlangsung.
“Kita sudah melakukan sosialisasi terhadap pengusaha warnet, namun tidak mengindahkan,” ujarnya.

Saat disinggung terhadap sangsi diberikan terhadap pengusaha warnet yang tetap memberikan izin pelajar bermain warnet saat jam pelajar, Donny mengatakan pihaknya tidak berwewenang memberikan sanksi.

Camat Medan Petisah Muhammad Yunus mengatakan razia pelajar ini hanya untuk menertibkan pelajar yang suka bolos di warnet saat jam belajar berlangsung, dan akan dilakukan pembinaan bersama semua pihak. (gus)

Narkoba Masih Mendominasi

Untuk meminimalisir segala bentuk tindak kriminal apa saja yang dilakukan polisi? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kapolsekta Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu SIK.

Apa tindakan kriminal yang menonjol di wilayah Anda?
Berdasarkan data yang paling banyak kasus narkoba disusul pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraann
bermotor (curanmor).

Apa langkah untuk memberantasnya?
Langkah yang kita lakukan yakni memberikan penyuluhan secara kontinu di lingkungan masyarakat. Tak hanya itu, kita juga memberikan penyuluhan kepada para pemuda dan organisasi pemuda, menempatkan petugasnya di masing-masing kelurahan, sering melakukan share informasi dengan masyarakat, melakukan pembinaan kepada para siswa sekolah, melakukan pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan sesepuh sekali seminggu di Polsek.

Apa langkah lainnya?
Sesuai instruksi dari pimpinan sekali seminggu melakukan razia kendaraan untuk memperkecil tindak kriminalitas curanmor. Dalam razia ini, kita dibantu oleh personel Polresta Medan dan personel dari Sat Brimob Polda Sumut.

Apa harapan Anda?
Harapan saya kepada masyarakat untuk menjaga harta bendanya dan sama-sama bersama dengan petugas kepolisian menjaga kamtibmas agar tercipta keamanan. Polisi tak bisa bekerja sendiri tanpa ada motivasi dan kerja sama dari masyarakat, maka dari itu sangat diharapkan kerja sama dari masyarakat.

Apa imbauan Anda?
Marilah sama-sama kita berantas segala tindak kriminalitas dan perangi segala tindak kriminalitas terutama narkoba karena narkoba bisa merusak generasi penerus bangsa.(*)