25 C
Medan
Wednesday, February 4, 2026
Home Blog Page 13818

Ruko Simpan Ban Bekas Ludes Terbakar

MEDAN-Dua rumah toko (ruko) milik CV Karya Murni  di Jalan Setia Budi, simpang Jalan Dwikora musnah terbakar, Selasa (14/2).
Keterangan yang dihimpun di lokasi menyebutkan kebakaran tersebut bermula dari korsleting pada meteran listrik di toko CV Karya Murni. Kemudian dengan cepat menyambar ke bagian dalam ruko yang digunakan sebagai penyimpanan ban bekas.

Pemilik toko, Abibah (40) menerangkan jika api berasal dari meteran listrik.  “Tadi meterannya korsleting dan terbakar, kabelnya telanjang nggak dilakban terus menjalar ke dalam. Karena ban jadi cepat terbakar,” katanya.

Kapolsekta Sunggal, Kompol Budi Hendrawan SIk saat ditemui di lokasi kebakaran menjelaskan, jika pihaknya masih mengidentifikasi sumber kebakaran.
Akibat kebakaran pemilik ruko mengalami kerugian puluhan juta rupiah, beruntung peristiwa itu tidak ada menimbulkan korban jiwa. (gus)

Paripurna, Anggota Dewan Ngobrol

MEDAN- Ada pemandangan menarik saat Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (14/2), yang membahas mengenai inisiatif Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tahun 2012, di ruang paripurna DPRD Sumut, di Lantai Dasar Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan.

Mayoritas anggota dewan yang hadir hanya berbincang-bincang dengan sesama anggota dewan lainnya, baik yang duduk di sebelah maupun di belakang kursi yang mereka duduki. Seperti saat juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pem bangunan (PPP), Bustami HS membacakan pandangan fraksinya, dimana saat itu Bustami menyatakan, pengajuan Ranperda berdasarkan Undang-undang (UU) No.12 Tahun 2011 Pasal 60.

“Ranperda dari baleg ke pimpinan dan ke gubernur, kemudian dikembalikan ke dewan. Ada 18 ranperda yang akan dibahas, 12 diantaranya berasala dari pengajuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), sedangkan enam ranperda lainnya merupakan inisiatif dewan yang dibahas Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Sumut,” ujar Bustami.

Saat Bustami HS membacakan itu, terlihat Ketua Fraksi PDI P DPRD Sumut, Budiman Nadapdap tengah asyik berbincang dengan salah seorang Wakil Ketua DPRD  Sumut, Kamaluddin Harahap di luar ruang paripurna.

Begitu juga dengan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PPP, Ali Jabbar Napitupulu, juga asyik berbincang di luar ruang rapat paripurna dengan beberapa orang wartawan.

Kondisi yang tidak jauh berbeda, juga terlihat di ruang sidang ketika juru bicara dari Fraksi Hanura, Hamamisul Bahsan membacakan pandangan fraksinya.

Tampak dengan santainya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut terus melayani pembicaraan dengan Ketua Fraksi Demokrat, yakni Tahan Manahan Panggabean. Di sisi sebelah kanan, agak ke belakang Tahan Manahan Panggabean, juga terlihat anggota Fraksi Demokrat yang juga Ketua Komisi E DPRD Sumut, serta mantan Bupati Simalungun, John Hugo Silalahi juga asyik bercengkerama dengan anggota Fraksi Demokrat lainnya, Layari Sinukaban serta sesekali anggota Fraksi Demokrat lainnya yang duduk tepat di samping John Hugo, Hasbullah Hadi juga ikut nimbrung dalam pembicaraan dua koleganya di Fraksi Demokrat DPRD Sumut tersebut.

Tepat di belakang ketiga orang politisi Fraksi Demokrat tersebut, masih ada dua anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut, yaitu Robert Nainggolan dan Megalia Agustina juga menyibukkan diri dengan bercengkerama diantara keduanya.
Tepat di hadapan lima pimpinan DPRD Sumut, salah seorang anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI P, Analiszman Zalukhu juga terlihat terus-terusan memutar tubuhnya, guna berbincang dengan kompatriotnya di Fraksi PDI P yakni, Japorman Saragih dan Eddy Rangkuti.
Pukul 10.52 WIB, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Hardy Mulyono terlihat meninggalkan ruang paripurna. Tak berapa lama, anggota DPRD Sumut lainnya dari Fraksi Demokrat, Palar Nainggolan juga turut keluar. Begitu juga dengan Hasbullah Hadi, dan dua anggota Fraksi PKS DPRD Sumut, Taufik Hidayat dan Raudin Purba. (ari)

Lahan Eks Taman Ria Ditanami Tanaman Hias

Semarakkan Pekan Flori dan Flora Nasional Juni 2012

Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) 2012. Hal ini langsung disikapi serius oleh Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM.

Perhelatan akbar hortikultura berskala nasional, dan rencananya dihadiri pelaku usaha tanaman hias atau pengunjung dari sejumlah negara luar masih menyisakan waktu 4 bulan mendatang. Tapi, Pemko Medan telah bersiap dengan melakukan pembenahan dan pemerataan lokasi lahan bekas Taman Ria yang akan menjadi lokasi kegiatan.

Hal itu terungkap saat Rahudman Harahap meninjau lahan eks Taman Ria di Jalan Gatot Subroto, Medan. Tepatnya di samping Medan Fair Plaza, Jumat (10/2) lalu.

Pada kesempatan itu, ada sebanyak empat unit alat-alat berat milik Dinas Bina Marga Kota Medan yang terdiri terdiri dari excavator long dan short  maupun backhoe tengah bekerja meratakan lahan dan membersihkan semak belukar.

Sebelumnya, Rahudman sudah berkunjung dengan Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian Republik Indonesia DR Ir Hasanuddin Ibrahim, Selasa (7/2) lalu. Pada kesempatan itu, lahan eks Taman Ria itu masih semak dan banyak timbunan bekas galian parit.

Namun, dalam kunjungan Rahudman bersama Wakil Wali Kota Medan, Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Pemko Medan, Ir Syaiful Bahri, Kepala Dinas Bina Marga Ir Gunawan Surya Lubis, Camat Medan Petisah serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Medan. Sudah mulai tampak perbedaan, kini kondisinya sudah relatif lebih tertata dan kelihatan bersih dari semak rerumputan.

“Lokasi ini harus disiapkan secepatnya. Dengan demikian, kami mengetahui untuk menempatkan segmen-segmen yang ditampilkan. Ada tempat yang dikhususkan untuk tanaman varietas, kemudian akan di tempatkan lokasi pameran, panggung, tempat acara serta lokasi parkir. Setelah selesai, barulah dilaporkan kepada Menteri Pertanian tentang kesiapan yang dilakukan,” katanya disela-sela peninjauan.

Rahudman berharap pembenahan eks Taman Ria bisa secepatnya dilakukan. Sebab, pada 6 Maret mendatang, setengah hektar dari lahan seluas 77.028 meter persegi itu akan digunakan untuk menanam tanaman jenis varietas. Hal itu berkaitan dengan digelarnya Jambore Varietas.
“Hal itu dilakukan agar pada hari puncak nanti yakni Juni men datang, tanaman varietas itu sudah panen,” sebutnya.

Selain pameran Florid dan Fauna, Rahudman mengatakan di lokasi kegiatan akan digelar hasil-hasil produk-produk unggulan dari  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk UMKM yang mengikuti pameran ini umumnya telah menghasilkan produk-produk bermutu untuk diekspor.
“Kami memberikan kesempatan kepada para UMKM untuk mempromosikan produk-produk unggulan dan sudah siap bersaing dengan produk-produk daerah lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahudman menyatakan, agar lahan eks Taman Ria bisa terus dikelola dengan baik, sehingga tidak kumuh seperti yang selama ini terjadi. Rencananya usai  menggelar PF2N, Pemko Medan terus menata kawasan itu sehingga mendukung kemajuan kota Medan.(adl)

Jadikan Kota Bunga

Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan, Ir H Wahid MSi memaparkan, Pekan Flori an Flora Nasional (PF2N) merupakan Indonesia Holticulture Festival 2012 tingkat nasional. Pada kesempatan ini, Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah yang berlangsung pada 21- 24 Juni 2012.
“Dalam kegiatan PF2N akan ditanam 156 varietas, selain itu ada pameran yang diikuti 33 provinsi di Indonesia dengan 166 stan,” katanya.
Menurut dia, selain ada kegiatan jambore varietas ada pameran produk UKM, bursa pameran tanaman hias mulai tanam pada Maret dan panen nantinya tepat pada pelaksanaannya, Juni 2012.

“Walaupun pelaksanaan Pekan Flori an Flora Nasional (PF2N) masih lama lagi, yakni  digelar pada 21-24 Juni 2012 di lahan eks Taman Ria Medan Jalan Gatot Subroto, Pemko Medan telah melakukan persiapan. Pasalnya kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang baru pertama digelar di Kota Medan, sehingga harus betul-betul dipersiapkan secara matang,” katanya.

Dia mengatakan, sesuai dengan perintah Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, lokasi eks Taman Ria Medan sebelum digunakan sebaiknya dipadatkan dengan melakukan gotong royong.

Dia menerangkan, nantinya kegiatan PF2N ini selesai. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lahan terbuka hijau.
“Jadi banyak hal bisa dilakukan untuk menjadikan Kota Medan menjadi kota bunga. Selama ini Pemko Medan hanya berfikir kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau retribusi. Tapi kami juga berfikir menhadirkan lahan terbuka hijau dan tempat bermain anak,” ucapnya.(adl)

Dihadiri 30 Ribu Pengunjung

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia DR Ir Hasanuddin Ibrahim menggelar pertemuan dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, Dirjen Hortikulturan Kementerian Pertanian mengaku bangga melihat komitmen Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM dalam melaksanakan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N). Hal ini sebagai bagian untuk bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan yakni mendukung Kota Medan sebagai Kota Meeting, Insentif, Confrence and Exhebition (MICE).

Ibrahim berpendapat, Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah  PF2N  2012. Rencananya, kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dan Menko Perekonomian Republik Indonesia. “Pameran hortikultura terbesar di Indonesia ini dihadiri sekitar 30 ribu pengunjung, termasuk dari sejumlah negara ASEAN,” paparnya.

Dia menyebutkan, dalam pameran ini akan hadir sejumlah bahan-bahan tanaman, alat mesin pertanian, info pertanian maupun tanaman hias. Kegiatan PF2N rencanakanya akan dipadukan dengan kegiatan kepariwisataan.

“Artinya, melalui kegiatan PF2N bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik ke Kota Medan. Apalagi, tahun ini Kota Medan tengah melaksanakan Visit Medan Year 2012,” jelasnya.

Atas dasar itulah, tambahnya, peserta yang akan hadir tidak hanya dari seluruh Indonesia, melainkan dari negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Menurut Ibrahim, kegiatan tersebut memiliki nilai edukasi. Karenanya, para pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi akan diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. (adl)

Teknologi, Pisau Bermata Dua

Di tengah dunia 4G yang bergerak cepat, teknologi dan media jejaring sosial menimbulkan dampak dramatis yang terus meningkat terhadap dinamika kehidupan keluarga. Hampir 70 persen keluarga di dunia setuju bahwa teknologi membantu anggota-angggota keluarga mereka untuk dapat terus saling terhubung, namun terdapat konsekuensi yang harus dirasakan.

Saat menghabiskan waktu bersama-sama sebagai satu keluarga, hampir setengah dari jumlah orang tua mengatakan bahwa perhatian keluarga mereka teralihkan oleh teknologi.

Tidak ada kelompok keluarga yang mengalami hal ini, kecuali keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja, dimana lebih dari setengah jumlah mereka mengaku bahwa dengan adanya perangkat mobile dan teknologi komputer mereka menjadi selalu “siaga” terhubung dengan pekerjaan meski saat meluangkan waktu bersama keluarga di rumah atau ketika di jalan.

Bagi anak-anak masa kini yang tumbuh bersama teknologi, kehadiran teknologi ini mempengaruhi bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama orang tua dan keluarga. Sekitar seperempat dari jumlah orang tua di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka lebih banyak berkomunikasi dengan anak-anak mereka melalui teknologi daripada secara langsung.

Di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat seperti Cina dan India, dimana riset membuktikan bahwa teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, intensitas komunikasi melalui teknologi ini menembus angka 50 persen dan 42 persen di masing-masing negara tersebut.

Terlepas dari tekanan-tekanan dan gangguan-gangguan yang mempengaruhi waktu dan kualitas kebersamaan keluarga dan kenyataan akan situasi anak-anak masa kini, bagaimana pun juga masih terdapat harapan.

Bahkan, hampir 90 persen berkomitmen untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak melewatkan masa anak-anak dan umumnya menginginkan diri mereka sendiri menjadi lebih riang gembira.

Menyinggung soal pengaruh teknologi terhadap perkembangan anak,  Saurma MGP Siahaan yang menjabat  sebagai  Ketua Forum P5A (Pemerhati Penulis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak) mengatakan,  anak tetap perlu dibimbing dalam mengenal teknologi. Dia sendiri, terhadap kedua anaknya tetap mengenalkan dunia tekhnologi untuk kemajuan pendidikannya.

“Memang tekhnologi juga berperan dalam pola perilaku anak. Untuk itu jangan sampai lost control. Ajarkan anak untuk belajar dari tekhnologi dan memperluasan wawasannya. Tekhnologi dimanfaatkan sebagai kemajuan si anak. Saya sering menyuruh anak saya untuk mencari tugas-tugas di internet. Selain itu, kita juga harus memandu anak untuk melakukan hal-hal positif dari tekhnologi. Jadi semuanya juga tergantung pengawasan dari orangtua,” jelasnya. (mag-11/pdc)

Udang Gala ala Jade Restaurant

Mengabdi pada keluarga adalah tugas wajib dilakoni oleh seorang wanita yang telah berkeluarga. Salah satu bentuk pengabdian tersebut dengan menyediakan makanan yang sehat, lezat, dan bermanfaat untuk keluarga, apalagi untuk sang anak yang cendrung lebih memilih makanan.
Menyiapkan makanan bisa dikatakan tidak mudah. Terkadang bingung harus menyediakan jenis makanan apa untuk disantap satu keluarga. Mungkin karena tidak ada resep baru atau karena keseringan menyajikan jenis menu tertentu.

Nah, Ladies, edisi hari ini kita akan mencoba masakan yang berasal dari negeri Tirai Bambu, atau tepatnya Kanton. Walau berasal dari negeri dengan budaya tua di dunia, tetapi makanan ini telah diserasikan dengan lidah Indonesia. Bahkan, bahan untuk membuat makanan ini juga mudah ditemukan dipasaran Medan. Tidak tanggung-tanggung, resep yang akan kita coba ini berasal dari salah satu restoran hotel bintang 5 yang ada di Medan, Jade Restorant yang terletak di Hotel JW Marriot.

Crispy Noodle with Fresh WaterPrawn. Makanan ini menggunakan udang gala, dan mie pansit goreng. Sedangkan bahan makanan pendukung lainnya seperti tepung kanji, saus tiram, jahe, dan daun bawang. Sementara bumbu lain seperti garam, gula, dan bawang disesuaikan dengan kebutuhan. “Kuah dari makanan ini kental, karena itu kita butuhkan tepung kanji untuk memnbuat kuahnya kental,” ujar Executive Chef Jade Restoran JW Marriot Medan, Alan Hew.

Alan menjelaskan, bahwa makanan ini merupakan santapan tradisional Cina yang divariasikan dengan dunia barat. Sehingga rasa pedas, manis, asam, dan lainnya tidak terlalu kental dalam makanan ini.

Cara membuat makanan ini termasuk mudah dan gampang. Bahan makanan tersebut hanya tinggal dimasukkan dalam wadah yang berisi air mendidih. Tetapi sebelumnya, udang gala terlebih dahulu digoreng atau direbus di tempat yang terpisah untuk menghilangkan bau amisnya. “Setelah air mendidih, masukkan semua bahan secara bersamaan, kecuali Mie Pangsit Goreng yang hanya sekitar seperempat perjalanan masak. Setelah itu masukkan tepung kanji sekadarnya untuk membuat kuah lebih kental, dan ini cukup beberapa menit saja, atau saat tepung kanji sudah mulai menyatu dengan air.” ujar Chef yang berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia ini.

Nah, untuk menambah rasa manis pada makanan ini, udang lengkap dimasak bersama dengan kepalanya. “Rasa manis udang dan protein paling bagus itu terletak pada warna merah yang ada pada udang,” ungkap Alan. Saat menyajikan, usahakan mie pansit goreng terletak pada bagian bawah, hal ini untuk mempertegas rasa kriuk yang berasal dari mie pansit tersebut. “Nah, saat disantap juga jangan lupa saat makanan masih panas, agar kuah tidak membeku ,” tambah Alan.

Walau asing di telinga, tetapi rasa makanan ini sangat akrab di lidah. Paduan udang gala, dan mie goreng yang terkesan menyantap mie rebus ini terasa sangat nikmat. Penguat rasa, tercipta dari saus tiram, sedangkan jahe menambah kesegaran dari panganan ini.
So, ladies, silahkan coba untuk membuat dan menyantap makanan ini. Bukan hanya saja nikmat, tetapi sehat untuk dikonsumsi untuk seluruh keluarga. Atau, bila ingin mencoba secara langsung silahkan untuk menikmati Crispy Noodle with Fresh Water Prawn ini langsung di Jade Restoran JW Marriot Hotel Medan. (ram)

Jangan Permainkan Masalah Tanah

Diskusi Kelompok Pemikir Delapan di Hotel Garuda Plaza Medan

Permasalahannya tanah di Sumut menjadi perhatian serius para cendikiawan yang tergabung dalam Kelompok Delapan yang menggelar diskusi di Hotel Garuda Plaza Medan, pekan lalu. Prof Dr Syahrin Harahap MA, Hamdani Harahap SH MH, Dr Muhammad Yusuf Harahap, Dr Shohibul Ansor MA dan Usman Hasibuan menuangkan berbagai pemikiran bernas mengatasi masalah klasik reforma agraria terutama di Sumut.

Berbagai aspek agama, hukum, ekonomi, sosial dan politik menjadi kajian terintegrasi di mana pemerintah kurang memberi perhatian serius terhadap pemasalahan tanah. Alhasil, menurut Syahrin Harahap, dari dulu hingga sekarang masalah tanah terus terjadi sehingga sering menyebabkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

Padahal, menurut Syahrin yang juga Guru Besar IAIN Sumut, manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah sehingga masalah tanah dari aspek agama sangat penting untuk segera diselesaikan.

Ia mengingatkan orang-orang yang mempermainkan masalah tanah merupakan iblis. Disamping itu kesalahan dalam pemanfaatan tanah menyebabkan kemiskinan. Kegalauan terhadap masalah tanah juga diutarakan Hamdani Harahap SH MH. Ia mengatakan reforma agraria pertanahan yang diprogramkan harus dipercepat dengan adanya revolusi agraria. Namun, Hamdani menolak revolusi agraria dilaksanakan dengan penuh kekerasan maupun dengan kekuatan senjata. Usman Hasibuan juga mencontohkan beberapa kasus tanah di Sumut di mana tidak ada sinkronisasi data tanah seperti yang dimiliki Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Menghadapi ketidaksinkronan institusi, Shohibul mendesak pembentukan suatu lembaga baru yang memiliki ‘super body dan super power’ yang mampu mengatasi kasus-kasus tanah dalam masa waktu tertentu. Ia juga berharap calon Gubernur Sumut mendatang dapat menjadikan penyelesaian persoalan tanah menjadi program prioritas yang akan diselesaikan dalam masa pemerintahannya di Sumut. ‘’Kita juga berharap presiden yang dipilih tahun 2014 juga memiliki komitmen menyelesaikan kasus tanah di Indonesia,’’ pintanya.

Dr Muhammad Yusuf Harahap yang juga dosen Unimed mengemukakan, kasus-kasus tanah di Sumut berkaitan dengan aspek ekonomis tanah. ‘’Tanah-tanah subur banyak dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan. Padahal dalam kurun waktu yang lebih panjang, nilai tanah subur akan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi bila tidak dijadikan lahan perumahan,’’ kata Yusuf.

Di akhir diskusi, Kelompok Pemikir Delapan ini sepakat menyampaikan materi diskusi pada pihak-pihak terkait dalam penyelesaian kasus tanah di Indonesia sehingga terdapat sinkronisasi intitusi pemerintahan dan terbentuknya lembaga yang mampu menyelesaikan kasus tanah. Mereka juga mendesak adanya penyusunan tata ruang penggunaan lahan yang lebih baik di masa mendatang. (dmp)

Super Show 4 Super Junior Catat Rekor Baru di Taiwan

Boy band asal Korea Selatan, Super Junior, mencatat rekor baru di Taiwan dengan menjual habis tiket “Super Show 4? dalam waktu kurang dari 17 menit. Kelompok ini tampil dalam konser “Super Show 4? yang berlangsung dari 3-5 Februari 2012 lalu.

Konser boy band asal Korea Selatan ini menarik minat banyak fans SuJu di Taiwan saat penjualan dibuka pada tanggal 1 Januari 2012. Ini pertama kalinya di Taiwan tiket sebuah konser terjual habis hanya dalam waktu 17 menit. Dan, belum ada artis dalam sejarah Taiwan mampu menjual konser tunggal mereka dalam waktu sesingkat itu. Bayangkan, 30.000 kursi untuk kedua konser terjual dalam waktu kurang dari 30 menit.

Konser berlangsung di Taipei Arena, salah satu tempat paling populer di Taiwan. Perlu diketahui, Taipei Arena adalah salah satu tempat acara yang paling diminati dan paling sulit disewa di Taiwan. Tapi, karena popularitasnya, Super Junior bisa tampil sekali lagi di tempat ini setelah menggelar tiga konser sekaligus Maret tahun lalu, yang merupakan sebuah rekor untuk artis pendatang dari luar Taiwan.

Super Junior terus menikmati ledakan popularitas di Taiwan dengan single “Mr Simple”, yang bertahan di posisi pertama pada grafik mingguan KKBOX Taiwan selama 19 minggu berturut-turut. Wow! (dtc)

Sheza Idris Sudah Siapkan Konsep Nikah

Walaupun sempat terjebak macet dan hujan, namun Sheza Idris tetap menyempatkan diri untuk hadir dalam resepsi pernikahan Ustad Solmed dan April Jasmine. Melihat kebahagiaan mereka, Sheza pun turut bahagia dan mendoakan yang terbaik untuk pasangan tersebut.

“Macet banget dan hujan, sampai dalam masih padat juga. Semoga semakin membawa berkah buat mereka. Pancaran kebahagiaan juga terlihat dan bertahan selamanya. Sheza dan keluarga kita ucapin selamat. Semoga menjadi keluarga yang seneng. Berjalan lancar, hujan macet banget moga kawinan mereka berkah,” ungkapnya saat ditemui di masjid Albina Senayan, Jakarta Selatan pada Minggu (12/2).

Selanjutnya, Sheza pun mengungkapkan kedekatannya dengan sang mempelai wanita. Rupanya keduanya memang sudah akrab sebelumnya, sehingga Sheza tahu betul bagaimana sosok April. Menurutnya, April adalah sosok yang penyayang sehingga patut untuk mendapatkan yang terbaik.
“Kami pernah tidur bareng. Excited banget. Muda-mudahan cepat dapat anak. April itu penyayang orangnya, pas dia married nggak ada salahnya kebaikan April kita balas dengan kedatangan kami,” lanjutnya.

Ketika ditanya soal nikah, adik Shezy Idris ini ternyata masih belum mau cepat-cepat menikah karena dia masih ingin fokus pada karir dan kuliah. Namun demikian, ternyata dia sudah punya rencana pernikahan untuknya kelak.

“Nanti dulu deh. Masih fokus skripsi dan karir dulu. Sudah ada sih terpikir mau nikahnya gimana. Tapi itu nanti saja,” imbuhnya. (kpl/gum/ris)

Vicky Shu Kurang Peka Sama Lelaki

Paras cantik dan karier sukses tak jaminan enteng jodoh. Ini terjadi pada Vicky Shu yang tetap setia menjomblo. Rasa gusar ia tuangkan dalam single terbaru, Kutunggu Kau Selalu.

“Pasangan nggak ada. Konsentrasi kerja dulu saja, daripada nanti ribut-ribut. Dipuas-puasin dulu,” ujarnya.
Cewek kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku tipe yang selektif dalam memilih pacar. Saking seriusnya memilih, seringkali Vicky tak peka bila ada lelaki yang coba mendekati.

“Iya sih, temen-temenku juga bilang aku orangnya nggak peka. Nggak tahu deh mana yang deketin, mana teman biasa,” katanya.
Rupanya pelantun Mari Bercinta 2 ini pernah punya pengalaman tak enak saat berhubungan dengan pacarnya yang dulu.

“Sempat punya mantan yang agak membatasi, akhirnya nggak bisa dilanjutin. Malah jadi menganggu. Jadi lebih baik fokus sama kerjaan kan,” tegasnya.
Namun kelak, jika mendapat lelaki yang tak seprofesi dan bertanggung jawab, Vicky janji tak akan menutupi hubungan asmara itu.
“Yang penting nggak nikah diam-diam. Kalau bisa, berprofesi lain dan responsibility-nya tinggi,” tuturnya.

Dalam video klip Kutunggu Kau Selalu, Vicky jadi pelayan toko yang hatinya galau ingin cari cowok baru. Konsep itu datang dari idenya sendiri.
“Dari awal sampe akhir, dominan gagasanku dibantu kru dan lainnya,” tukasnya.

Ini pun kali pertama Vicky berakting meski hanya sebatas video klip. Tapi dia tak canggung. Kok bisa?
“Akting bukan hal baru karena dulu aku main teater, tapi sekarang fokus ke musik saja,” ujarnya.   (rm/jpnn)

Mulan Jameela Ribut dengan Depe, Salahkan Media

Kekesalan Mulan Jameela di twitter beberapa hari lalu masih terus berlanjut. Setelah sewot disebut anak emas Republik Cinta Manajemen (RCM), Mulan kembali kesal karena disebut-sebut bertikai dengan rekannya sesama artis RCM, Dewi Perssik (Depe).

Sebagai teman satu manajemen, Depe mencoba menenangkan Mulan. Namun mungkin karena tanggapannya terbaca asal-asalan, banyak follower yang mengira Mulan dan Depe bertikai.

“Tp teteh dpt keuntungan ratusan jt bhkan lbh bukan?,” tulis Depe di account twitter @dewiperssik12 saat menanggapi kicauan Mulan yang mengeluh harus bayar ratusan juta ke RCM untuk pembuatan video klip.

Disebut bertikai dengan Depe, kekesalan Mulan pun kembali tumpah di twitter.

“Masa aku dibilang berantem sama kamu..kesel tingkat dewa nih..Padahal kita peluk-pelukan yee..Au aah..cape ngeladenin media,” keluh Mulan di @mulanjameela1.

Pelantun Abracadabra itu pun menyalahkan media karena memenggal kicauannya sepotong-sepotong.
“@dewiperssik12 aku sebel beritanya enggak jelas..Kalau mau isi twitnya komplit.. Ini cuma sebagian jadi ngawur ah..Capee deh,” tulis Mulan lagi di twitter Depe.

Isu pertikaian Mulan dan Depe memang sudah berhembus sejak lama. Sejak Depe bergabung ke RCM, Mulan dan Depe seperti terlibat dalam persaingan, baik dalam pekerjaan maupun kedekatan personal dengan Ahmad Dhani.

Bahkan beberapa kali Depe sempat protes ke Dhani karena tak kunjung dibuatkan lagu yang dijanjikan. Awal tahun 2012, Depe dijanjikan meluncurkan single Kawin Siri, namun lagu tersebut malah dikasih ke artis lain.

Sementara Mulan sering disebut sebagai anak emas Ahmad Dhani karena isu sebagai istri siri pentolan Dewa 19 itu. Namun, Mulan membantah dirinya sebagai anak emas di RCM. Bahkan, Mulan mengaku kariernya seperti tak diperhatikan oleh Dhani.
“Jadi tolong JANGAN PERNAH menyebut sy adalah Anak EMas RCM..Jadi yg anak emas RCM bukan SAYA..Trimakasih,” tulis Mulan. (rm/jpnn)