30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13820

Milan Gaet Astori

AC Milan telah mengamankan kesepakatan prinsipil dengan Cagliari untuk memboyong Davide Astori, pada musim panas mendatang.
Seperti dikutip dari Tuttosport Presiden Gli Isolani, Massimo Cellino, menyetujui proposal Milan berupa dana 7 juta euro plus tiga youngster yakni Rodney Strasser, Rodrigo Ely, dan Simone Romagnoli.

Langkah merekrut Astori, bek sentral berusia 25 tahun, diyakini diambil Rossoneri mengingat ketahanan fisik Alessandro Nesta yang kini telah memasuki usia senja (35) untuk ukuran pesepakbola mulai diragukan.

Ekstensi kontrak Nesta yang akan habis musim ini pun jadi tipis jika transfer Astori ini pada akhirnya benar-benar diresmikan.
Bisa jadi Milan akan merelakan eks kapten Lazio itu hijrah dengan bebas transfer ke Juventus, yang disebut-sebut berniat mendatangkannya pada akhir musim.

Astori sendiri sempat mengecap pendidikan di akademi Il Diavoli pada 2001-2006, namun lantaran tak pernah mendapatkan kesempatan sekali pun membela tim senior Milan ia pun hijrah ke Cagliari pada 2008 setelah sebelumnya dipinjamkan ke Pizzighettone dan Cremonese.
Dia lantas berkembang pesat dan menjelma sebagai palang pintu tangguh bersama Cagliari hingga akhirnya mendapat kesempatan membela timnas Italia pada Maret 2011, dalam laga uji coba kontra Ukraina.

Di San Siro Astori akan bereuni dengan pelatih Massimiliano Allegri, yang kebetulan memolesnya selama dua musim bertugas di Sant’Elia dari tahun 2008 hingga 2010. (bbs)

Bilbao Favorit Juara

SUKSES mengeliminasi Manchester United di babak 16 besar menaikkan pamor Athletic Bilbao. Klub asal Basque itu kini difavoritkan bakal mengangkat trofi Europa League. Berbagai rumah bursa Eropa menempatkan Bilbao di urutan teratas kandidat juara bersama klub Spanyol lainnya, Valencia.
Pelatih United Sir Alex Ferguson senada dengan rumah bursa.

“Athletic melakukannya dengan baik sejauh ini. Yang kami hadapi adalah sebuah tim dengan performa yang lebih baik dari tim manapun, bahkan dari yang pernah saya lihat di Eropa sebelumnya,” ujar Ferguson seperti dikutip di situs resmi UEFA.
“Mereka juga memiliki kualitas fantastis. Saya akan mendoakan mereka tetap survie dan berharap mereka juara karena itu merupakan bukti kerja keras mereka,” sambungnya.

Di kesempatan terpisah, gelandang Bilbao Oscar de Marcos mengatakan bahwa klubnya masih menikmati sukses lolos ke perempat final dan belum berpikir lebih jauh dari itu. “Hari ini (kemarin, Red) adalah hari bersejarah bagi klub kami dan kami tidak ingin buru-buru melaluinya,” tuturnya seperti dilansir Cuatro.

Namun, De Marcos yang selalu mencetak gol dari dua kali pertemuan dengan United tersebut tidak menampik kemungkinan Bilbao bisa memenangi dua gelar musim ini. Selain Europa League, Bilbao akan tampil dalam final Copa del Rey menghadapi Barcelona di Vicente Calderon (25/5).
“Kami juga masih mengejar finis empat besar  (zona Liga Champions di Liga Primera) dan bagi kami semua ajang adalah prioritas,” jelas pemilik nomor punggung 10 tersebut.

Bilbao sejatinya bukan klub yang memiliki tradisi Eropa. Prestasi terbaik Los Leones “ sebutan Bilbao adalah runner-up Piala UEFA 1976-1977. Dalam final yang masih menggunakan format home and away, Bilbao yang kala itu diperkuat Angel Maria Villar hanya kalah gol away dari Juventus dalam agregat 2-2. Villar saat ini adalah Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). (dns/jpnn)

Kasek SMAN 5 Medan Jangan Main-main…

Soal Di-blacklist di SNMPTN Jalur Undangan

JAKARTA-Usaha Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan membentuk tim untuk menemui Ketua SNMPTN Pusat, terkait nasib SMAN 5 Medan yang di-blacklist di jalur undangan SNMPTN tampaknya percuma. Pasalnya, keputusan Panitia SNMPTN Pusat terhadap 10 SMA yang salah satunya SMAN 5 Medan itu sudah final.

“Buat apa mau bertemu panitia. Itu sudah final. Biar kepala sekolahnya tidak main-main lagi. Kepala sekolahnya yang bertanggung jawab,” tegas Sekretaris Panitia SNMPTN Pusat, Rochmat Wahab, yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu saat dihubungi Sumut Pos, Jumat (16/3)n
Rochmat juga membantah kabar yang beredar bahwa enam dari 10 SMA yang di-blacklist sudah mendapat pengampunan. “Tidak benar itu. Kita tidak main-main. Yang salah harus diberi sanksi,” terangnya.

Dijelaskan, pemberian sanksi itu sudah melewati proses yang ketat, antara lain dilakukan verifikasi terhadap dugaan manipulasi nilai siswa. Berkali-kali dia tegaskan, tidak ada pengampunan karena sudah final.

“Nggak boleh kita memberlakukan yang benar sama dengan yang salah. Ndak usah macem-macem lah,” tegas Rochmat Wahab.
Bagaimana dengan nasib siswa SMAN 5 Medan ke depan, mengingat jalur tulis SNMPTN 2013 bakal dihapus? Rochmat tidak peduli dengan hal itu. “Kalau jalur tertulis dihapus, ya ikut saja jalur mandiri,” kata Rochmat.

Berulang-ulang Rochmat menegaskan, putusan sanksi itu sudah final dan tak bisa diutak-atik lagi. “Kita nggak main-main,” tegasnya.
Sebelumnya, Lindawati sang kepala sekolah SMAN 5 membenarkan kalau pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung pada panitia pusat SNMPTN. “Ya, kita sudah ke Bandung pada Rabu (14/3) lalu untuk menjumpai panitia pusat. Saat itu kita disambut oleh anggotanya bernama Mindi,” jelas Lindawati, kemarin.

Dari pertemuan itu, Lindawati mengaku sekolahnya memang diblacklist, namun tidak tiga tahun seperti yang beredar selama ini. Menariknya, Lindawati malah berkoar kalau SMA-nya memiliki kesempatan untuk mengikuti SNMPTN tahun 2012 ini. “Sayangnya, surat pemberitahuan yang disampaikan pusat pada 16 Februari lalu, tidak lagi memungkinkan untuk mendaftar lagi. Seharusnya pemberitahuan ini disampaikan pada 1 Februari, jadi masih sempat untuk mengirimkan data,”sebutnya.

Masih menurut Lindawati, setelah didalami oleh panitia SNMPTN pusat, data yang disampaikan bukanlah sebagai kecurangan dan manipulasi melainkan ada terjadi kesalahan data akibat human error.

Kedatangan tim yang tergabung dari Kasek, PKS, Komite Sekolah, dan Dinas Pendidikan Kota Medan juga bilang Lindawati, dilandasi untuk mencari kebenaran. Pasalnya, sehari sebelum keberangkatan mereka ke Bandung, ada upaya penipuan yang dilakukan oknum yang sebelumnya mengaku sebagai Sekretaris SNMPTN Rochmat Wahab. “Ada pria mengaku Pak Rochmat Wahab yang mengaku bisa membuka kesempatan bagi SMAN 5 mengikuti SNMPTN jalur undangan dengan biaya kompensasi 50 juta. Karena nilainya terlalu besar kami sempat bernegosiasi harga dan orang yang mengaku sebagai sekretaris SNMPTN tersebut tetap memaksa meminta dengan nilai yang disebutkannya,” ujar Lindawati.

Melihat kondisi adanya upaya pemanfaatan dibalik kasus yang menimpa SMAN5 Medan inilah, melatar belakangi kepala sekolah tersebut mendatangi pusat untuk mencari sebuah jawaban. Bahkan, dalam kesempatan pertemuan dengan panitia pusat, Lindawati juga memberikan nomor rekening oknum yang mengaku sekretaris SNMPTN itu dan diketahui jika pemiliknya orang Jakarta yang bernama Rini.

Disinggung adanya rencana jalur hukum yang ditempuh pihak sekolah atas keterlambatan informasi yang menyebabkan tercemarnya nama baik sekolah tersebut, Lindawati menyerahkan hal tersebut ke ikatan alumni. “Saat ini kami hanya berusaha untuk mencari celah agar bisa menerobos untuk mendaftar SNMPTN jalur undangan 2012 sebelum keluar pengumuman pada 29 Mei mendatang. Mana tau kita mendapatkan kompensasi dari panitia pusat atas keterlambatan ini,” pungkasnya. (sam/uma)

Juve Rebut Poin

Fiorentina vs Juventus

FLORENCE- Tanyakan saja kepada tifosi Juventus, mereka pasti sudah bosan menyaksikan tim kesayangannya bermain seri.
Sudah empat partai beruntun di Serie A Liga Italia dilewati tim berjuluk Bianconeri itu dengan hasil seri.

Musim ini mereka telah mengoleksi 14 kali seri dari 27 laga. Juve menjadi tim dengan catatan seri paling banyak di Serie A. Mereka tak ingin melanjutkannya pada pekan ke-28 saat menantang Fiorentina di Artemio Franchi, dini hari nanti (siaran langsung Indosiar pukul 02.45 WIB).
Kalau terus berlanjut, mereka akan semakin kesulitan mengejar ketertinggalan dari rivalnya AC Milan yang unggul empat angka dan memimpin klasemen sementara dengan 57 poin. Kompetisi sudah memasuki fase krusial, tinggal 11 laga lagi.

“Masih ada 11 laga tersisa dan kami masih punya peluang pada dua kompetisi. Kami punya kans untuk meraih prestasi. Kami harus tenang dan mencoba untuk mengatur kembali performa kami,” bilang Andrea Agnelli, presiden Juve, seperti dikutip Goal.
Benar kata Agnelli, Juve harus tenang. Selama ini mereka mudah gusar saat menghadapi krisis. Pelatih Antonio Conte menjadi agresif dan doyan memprotes ofisial pertandingan.

Bahkan, dia sempat diskorsing satu laga akibat protes keras kepada wasit saat melawan Bologna (7/3).
Conte juga menjadi tidak sabar dengan skema bermain yang biasa dia terapkan. Akibatnya, dia kembali suka mengutak-atik dan merotasi pemain. Hasilnya, Juve malah kesulitan menyarangkan bola ke gawang lawan dalam beberapa laga terakhir.

Suasana di ruang ganti pun mulai tak nyaman. Harmoni tim menjadi terganggu.  Surat kabar yang berbasis di Turin Tuttosport melaporkan, terjadi perkelahian antara Arturo Vidal dan Leonardo Bonucci di sebuah diskotek di Turin, Minggu (11/2).

Belakangan Juve membantah rumor itu, tetapi itu menunjukkan indikasi tegangnya ruang ganti Juve.(ham/jpnn)

Bahu

Oleh: Iwan Junaidi
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

SEPINTAS lalu, bahu bukanlah sesuatu yang istimewa. Terlihat hanya menjadi salah satu bagian dari tubuh kita yang berada di antara leher dan pangkal lengan.

Namun jika lebih diperhatikan lagi, nyatanya bagi sebagian orang, bahu merupakan bagian tubuh yang sangat vital. Setidaknya bagian tubuh yang satu ini bisa dipergunakan sebagai alat untuk menghidupi keluarga. Gak percaya? Coba lihat apa yang dilakukan kawan-kawan kita di pusat pasar sana.
Dengan bahunya mereka mengangkat segoni beras. Dengan bahunya juga mereka mengangkat sayuran ke lapak pedagang, hingga akhirnya berlabuh di meja hidangan kita. Ingat, semuanya itu tak terlepas dari jasa organ tubuh yang disebut bahu.

Pertanyaannya, apakah bahu hanya dipergunakan untuk mengangkat yang berat-berat semata. Ternyata tidak. Bagi sebagian orang yang lainnya, bahu justru berfungsi untuk menempatkan sebuah benda, yang meski ringan namun sangat berharga dan menjadi lambang superioritas pemakainya.
Setidaknya kita bisa melihat ini pada uniform bapak-bapak yang bertugas sebagai abdi negara.

Ironisnya, jika kita berjalan-jalan di sekitar Jalan Bulan pada pukul 02.00 WIB dini hari hingga subuh, dua tokoh seperti yang disebutkan di atas tadi justru sering terlibat pertengkaran bahkan tak jarang diakhiri dengan pertikaian di antara mereka.

Penyebabnya apalagi kalau bukan karena bahu. Ya… di satu sisi teman yang mempergunakan bahunya untuk mengangkat sayur dan buah sebagai sumber penghidupan merasa diperlakukan tidak adil oleh para aparat negara yang justru menganggap mereka-mereka yang bekerja dengan bahunya tadi sebagai sumber kemacetan di wilayah itu. Wah…..

Itu cerita tentang aparat pemerintah yang menjadikan bahunya sebagai tempat untuk menyematkan simbol-simbol kebesaran akan dirinya.
Namun ternyata simbol-simbol kebesaran yang ditempatkan dibahu juga dimiliki oleh rekan-rekan di kepolisian dan militer. Ya… semakin tinggi jabatan seseorang, maka akan semakin indah pula hiasan yang ditempatkan di atas bahu mereka. Dari mulai balok, melati hingga bintang. Wow… betapa cantik lambang-lambang itu.

Sontak terbersit harap di kepala, agar orang-orang yang mendapatkan simbol-simbol kebesaran yang cantik-cantik tadi tadi dapat menjadi pengayom sebagai bukti atas tanggung jawabnya terhadap simbol-simbol kebesaran yang telah mereka dapatkan.

Bisa jadi… harapan itu pula yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang pada beberapa hari terakhir melakukan demo akibat dari dikeluarkan sebuah keputusan oleh pemegang hiasan terindah atas bahu di negeri ini. Akibatnya, beragam tindakan frontal yang riskan melahirkan bentrokan pun kerap terjadi.

Arghhhh….kejadian itu membuktikan jika ternyata bahu tidak sesederhana yang kita lihat. Suka-suka atau tidak… bagian tubuh yang relatif kecil itu pun pelan-pelan telah berubah menjadi simbol dari sebuah tanggung jawab, meski bagi bagi kebanyakan perempuan, bahu milik laki-laki ternyata hanya merupakan tempat yang paling nyaman untuk meneteskan air matanya.

Pertanyaannya, sudikah mereka-mereka yang memiliki simbol-simbol indah di atas bahunya membiarkan air mata kaum awam membasahi simbol-simbol kebesaran yang mereka miliki? Entahlah. (*)

Ragam Sebab hingga Terjerembab

Kompleks Prostitusi Parloha, Kenikmatan Lain di Berastagi (2)

Bergaul dengan ‘warga’ Kompleks Prostitusi Parloha memunculkan banyak cerita. Mulai dirayu untuk memakai jasa mereka hingga menjadi tempat curahan hati alias curhat. Dari pergaulan itu, Sumut Pos menyadari beragam sebab hingga mereka bisa terjerembab di tempat itu.

KESUMA RAMADHAN, Medan

“Aku dijebak kawan. Katanya aku akan kerja di rumah makan dan bergaji besar,” pengakuan klasik keluar dari seorang Wanita Pekerja Seks (WPS) berinisial S.

Pengakuan wanita berusia 27 yang berasal dari Bukit Lawang Langkat itu memang sudah basi. Tapi, bagaimana dia bercerita seakan membuat suhu dingin alam pegunungan di Berastagi menghangat. Ya, S mampu mengulang kisah pahitnya dengan penuh kegairahan.

Apalagi ketika dia sudah terjebak di komplek itu, dia hanya bisa pasrah. Janda yang memiliki anak berusia tiga tahun itu seakan tak mampu melawan himpitan ekonomi yang menerpanya. Dan, soal himpitan ekonomi inilah yang menjadikan S menarik perhatian. Bagaimana tidak, dia rajin menabung. Hasil tabunganya itu dia berikan pada kakak kandungnya yang mengasuh sang buah hati. “Sebulan sekali aku pulang ke rumah untuk ngantarkan uang buat biaya anakku. Meskipun aku bisa mengumpulkan Rp3 Juta setiap bulan, biasanya aku selalu memberikan mereka Rp700 ribu hingga Rp 1 juta saja agar tidak dicurigai,” ucap S yang mengaku sudah setahun menetap di Parloha.

Bagi S dan sejumlah WPS lainnya, prinsip komersialisasi yang mereka tanamkan tak lain untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka dan keluarganya. Sehingga bagi mereka, uang adalah segalanya. Sedangkan dosa dan cinta, menjadi urutan kesekian dalam prioritas kehidupan. Sehingga tak salah jika mereka  menanamkan moto ‘ada uang abang sayang tak ada uang abang melayang’.

Lain halnya dengan kisah M (27). Wanita berbodi agak kurus dan berambut pendek ini terjerembab karena perlakuan seksualitas kasar yang dialaminya ketika masih berusia 12 tahun. Saat masih duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD), M menjadi korban pemerkosaan oleh ketujuh kakak kelas di sekolahnya. Akibat kejadian itu, wanita kelahiran Purwokerto tersebut, mengalami trauma yang sangat mendalam. Ditambah lagi, dirinya harus menyimpan aib karena hamil.

“Tapi aku keguguran Bang di usia kehamilan tujuh bulan. Aku malu untuk sekolah lagi,” ungkapnya.

Setahun berikutnya atau pada 1994, M ditawari seorang teman bekerja di Medan dengan iming-iming gaji yang sangat besar. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang, M mau saja.

M pun terdampar di lokalisasi di kawasan Bandar Baru. Dia sempat berusaha kabur, namun ia tak mampu meloloskan diri dari kawalan sejumlah pria berbadan besar.  M pun hanya bisa pasrah dengan nasib. Beruntung, setelah tiga tahun berlalu, M akhirnya diselamatkan oleh seorang tamu untuk lari meninggalkan lokasi yang hampir mirip dengan sebuah penjara tersebut.

“Kita dipaksa melayani para tamu dan hanya diberikan sebahagian dari penghasilan kita Bang. Lagian kita juga gak boleh keluar dari lokasi tempat tinggal kita bang,” terangnya soal lokalisasi Bandar Baru.

Sayang, dia tidak memiliki uang untuk bisa kembali ke Purwokerto. Akhirnya M memutuskan untuk bergabung di Komplek Parloha. “Di sini enak, selain bebas untuk berbuat, kami juga diperbolehkan untuk meninggalkan lokalisasi kapan saja ingin,” aku M.

Bahkan selama 12 tahun di komplek Parloha, M pernah kembali ke kampung halamannya untuk melepas rindu dengan kedua orangtuanya. “Sempat pulang kampung Bang, sebenarnya berniat untuk tidak lagi bekerja seperti ini (pekerja seks, Red). Tapi karena tidak memiliki pendidikan yang layak dan susah mencari kerja, akhirnya aku memutuskan untuk kembali lagi ke Komplek Parloha,” ucapnya.

Sekelumit kisah dan alasan ekonomi ini,  menjadi alasan kuat bagi para WPS untuk mempertahankan status pekerjaannya. Ya, sebuah perkerjaan yang bagi sebahagian orang dianggap tabu dan sebagai sampah di sebuah lingkungan masyarakat. Namun cibiran dan anggapan miring masyarakat atas pekerjaan mereka, hanya dianggap sebagai senandung rindu yang membisik di telinga.

“Ada yang peduli untuk membantu anakku kuliah. Emang masyarakat tau kalau kami bekerja seperti ini (pekerja seks) untuk menyelamatkan keluarga kami,” cetus T, seorang WPS yang berstatus janda beranak satu.

T harus berjuang sendiri untuk membesarkan dan memberikan pendidikan yang layak terhadap buah hatinya yang kini tengah menuntut ilmu di salahsatu perguruan tinggi di Kota Bandung. Tak jarang dirinya harus rela membanting tulang hingga pagi hari demi mengejar setoran dalam memenuhi kehidupannya dan kehidupan anak semata wayangnya.

“Suamiku merupakan pariban yang dijodohkan oleh keluargaku. Beberapa hari menikah dia pergi merantau dan saat itu aku tengah hamil. Tapi, dia bilang janin yang kukandung bukan anaknya. Dia malah mencurigai aku selingkuh dan pergi begitu saja,” terang T.

Begitulah, meski mereka kini yakin dengan pilihan hidup seperti itu, tetap saja ancaman Infeksi Menular Seks (IMS) tak bisa disepelekan. Apalagi, ‘warga’ di Komplek Parloha sudah ada yang divonis positif HIV. Tidak satu orang, tapi tiga! (bersambung)

Tangis Penguasa Inggris

MANCHESTER- Joe Hart mungkin bakal giat berlatih heading seusai menghadapi Sporting Lisbon di Stadion Etihad kemarin. Gara-garanya, sundulan kiper Manchester City itu di menit-menit akhir masih menyamping di sisi kanan gawang setelah sempat mengenai tangan kiper Sporting Rui Patricio. Seandainya berbuah gol, City tidak akan tersingkir dari babak 16 besar Europa League.

City memang mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2. Sayang, The Citizens  sebutan City  gagal melangkah ke babak berikutnya karena kalah aturan gol away dari agregat 3-3. Padahal, perjuangan City sudah maksimal setelah tertinggal dua gol di babak pertama.

Free kick Matias Fernandez pada menit ke-33 dan sontekan Ricky van Wolfswinkel delapan menit berselang membawa Sporting di atas angin dengan agregat 3-0. Tuan rumah baru merespons di babak kedua melalui dua gol Sergio Aguero (60′ dan 83′) dan eksekusi penalti Mario Balotelli (75′). City butuh satu gol  untuk lolos. Namun, sampai lima menit berakhirnya masa injury time, gol yang ditunggu tidak kunjung datang, termasuk peluang dari Hart. “Saya tidak percaya sundulan tidak masuk,” keluh Hart. (dns/bas)

Pemerintah Rekrut 139.878 Ribu CPNS

Untuk Mengisi Kursi Kosong PNS Pensiun

JAKARTA- Informasi soal penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) terus berubah. Yang terbaru, tahun ini pemerintah akan merekrut 139.878 CPNS baru. Kuota itu akan dipenuhi dari pegawai honorer kategori I (digaji APBN dan APBD), pegawai honorer kategori 2 (digaji non APBN dan non APBD), serta pendaftar umum. Mereka akan menggantikan PNS yang memasuki pensiun tahun ini.

Berdasar catatan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), tahun ini ada 23.152 PNS instansi pusat yang pensiun. Sedangkan untuk PNS di instansi daerah berjumlah 116.726 orang.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat mengatakan, pemerintah memang sudah berkomitmen untuk menutup kursi yang ditinggal pensiun pemiliknya itu dengan mengangkat PNS baru. Skenario awal adalah mengoptimalkan tenaga honorer Kategori 1 (K1) yang sudah diverifikasi. Jika masih kurang, akan ditambah dari honorer Kategori 2 (K2). Kemudian juga merekrut CPNS baru dari pendaftar umum. “Bagaimana teknis pembagiannya, lalu berapa kuota pastinya, itu wewenang Kemen PAN-RB,” kata dia.

Menteri Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Azwar Abubakar juga mengatakan, kursi yang ditinggal pensiun itu tidak bisa dibiarkan lowong. “Sudah ada persetujuan antara DPR dan pemerintah (untuk mengangkat CPNS baru, Red),” katanya.

Upaya Kemen PAN-RB merekrut CPNS baru sesuai jumlah kursi yang kosong karena ditinggal pensiun ini merupakan langkah baru. Sejak beberapa waktu lalu, institusi ini memang berencana mengembangkan penerimaan CPNS baru dengan skema zero growth. Artinya, jumlah CPNS baru yang diterima, harus sesuai dengan PNS yang pensiun. Dengan model ini, diharapkan gaji PNS tidak terlalu membebani APBN.

Azwar mengatakan, tanggal pelaksanaan seleksi CPNS baru tahun ini belum bisa dipastikan. Dia hanya mengatakan, setengah dari kebutuhan CPNS baru tahun ini akan ditutup dari honorer K1 dan K2. Sementara sisanya ditambal oleh CPNS dari pendaftar umum atau fresh graduate.

Saat ini jumlah honorer K1 sekitar 67 ribu orang. Sementara itu, untuk honorer K2 sekitar 600 ribu orang. “Mereka (honorer K1 dan K2, Red) tidak serta merta lulus. Ada proses verifikasi dokumen dan tes tulis,” tandasnya. Sedangkan untuk pendaftar baru, akan melalui seleksi CPNS sebagai mana biasanya.
Azwar mengingatkan, jumlah tenaga honorer yang masuk ke mejanya sampai sekarang masih belum jelas. Data yang masuk masih berupa angka-angka, sehingga masih perlu verifikasi lagi.

Data honorer yang sudah diverefikasi nantinya minimal mencantumkan nama, kapan SK pengangkatan diterbitkan, di mana tempat berdinas, berkerja sebagai apa, siapa yang mengangkat, dan dari mana gaji yang diterima. “Kita tidak mau setelah honorer diangkat ada persoalan lagi. Verifikasi harus benar-benar optimal,” kata dia. (wan/nw/jpnn)

Politik Dana Kompensasi

Oleh:
Stevan Ivana Manihuruk

Anomali sikap masyarakat tercermin dalam hasil survey LSI (Lingkaran Survey Indonesia) yang dirilis baru-baru ini. Di satu sisi, sebanyak 69,94 persen responden menganggap program pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) sebagai kebijakan populis dan sangat disukai. Namun di saat yang bersamaan, mayoritas responden yakni sebanyak 86,6 persen responden justru tidak setuju adanya kebijakan kenaikan harga BBM.

Inilah fakta yang bisa terungkap terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini. Pemerintah sendiri sepertinya sudah sangat yakin akan segera melaksanakan kebijakan ini meski di kalangan anggota DPR, beberapa Fraksi menolak dengan tegas rencana kebijakan tersebut. Dari kalangan akademisi, pengamat dan pemerhati pendapat mereka juga terbelah menjadi dua ; yang pro (bisa menerima) dan kontra.

Melihat perkembangan situasi terakhir, kebijakan kenaikan harga BBM sepertinya memang akan segera digulirkan. Banyak yang akhirnya bisa menerima alasan bahwa kebijakan ini adalah untuk menyelamatkan APBN agar tidak “jebol” karena membengkaknya nilai subsidi sehubungan dengan kenaikan harga minyak dunia. Asumsi harga minyak dunia di APBN kita memang sudah sangat jauh dari kenyataan saat ini. Jika tidak segera diambil kebijakan, dikhawatirkan APBN kita akan “jebol”.

Selanjutnya yang banyak diperbincangkan adalah mengenai kebijakan yang akan diambil pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Dari pihak pemerintah, setidaknya ada dua kebijakan yang akan diambil, yakni pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan juga subsidi kepada angkutan umum. Kedua program tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM.

Program BLSM dilakukan dengan memberikan dana sebesar Rp150 ribu setiap bulannya kepada 18,5 juta rumah tangga selama sembilan bulan penuh. Dengan demikian, totalnya pemerintah akan membagikan langsung uang tunai sebanyak Rp24,9 triliun kepada masyarakat yang dianggap miskin. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan tambahan dana pembangunan infrastruktur dalam RAPBN-P 2012 senilai Rp16,9 triliun.

Konon pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan, penaikan harga BBM akan meningkatkan laju inflasi hingga 7 persen dan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan 1,6 persen hingga 2 persen. Pemberian BLSM selama sembilan bulan menurut logika pemerintah akan mampu menahan laju kemiskinan.

Bersifat Politis (?)

Logika ini yang kemudian mendapat sanggahan dari banyak kalangan termasuk mereka yang setuju (bisa menerima) kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan pemberian BLSM dinilai kurang tepat sebagai langkah untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM. Kebijakan BLSM juga dinilai hanya meng-copy paste kebijakan pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang pernah dilaksanakan pada periode lalu.

Alasan penolakan pemberian BLSM diantaranya; Pertama, sifatnya hanya sementara karena begitu diberikan akan segera habis dikonsumsi, tidak produktif dan tidak mendidik. Pemberian BLSM identik dengan pemberian derma kepada orang miskin. Alih-alih menjadi solusi, pemberian BLSM bahkan berpotensi membuat orang miskin menjadi ketergantungan, tidak berupaya berusaha mandiri, bahkan dapat membentuk mental peminta-minta. Kedua, potensi penyalahgunaan dana kompensasi tersebut terbuka lebar. Pemberian BLSM bisa jadi sangat berpotensi disalahgunakan; yang menerima adalah orang-orang mampu, sementara yang seharusnya menerima justru harus gigit jari.

Ketiga, daripada diberikan dalam bentuk BLSM, dana kompensasi kenaikan harga BBM akan lebih baik jika dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang seperti misalnya pembangunan infrastruktur, subsidi pupuk, atau pembangunan irigasi yang tentunya bakal lebih bermanfaat bagi masyarakat miskin. Ibarat pepatah, langkah-langkah semacam ini lebih bijak karena memberikan “pancing” yang tentunya bisa dipergunakan untuk waktu yang cukup lama dibandingkan memberi “ikan” yang ketika diberikan akan segera habis dikonsumsi saat itu juga.

Kalangan akademisi dan pengusaha pun berpendapat senada. Meski bisa memahami kebijakan penaikan harga BBM, namun mereka tidak sependapat dengan program BLSM sebagai kompensasi penaikan harga BBM. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofjan Wanandi misalnya menyatakan, pengurangan subsidi bahan bakar minyak oleh pemerintah hanya dialihkan ke subisid lain. Pasalnya, mayoritas anggaran penghematan alokasinya juga untuk subsidi. Sofjan berpendapat, masyarakat harusnya diberi pekerjaan, bukan bantuan langsung tunai. Kasih pancing, bukan ikannya. Daripada memberikan bantuan langsung yang sifatnya tidak mendidik, lebih baik dialokasikan untuk pembangunan proyek infrastruktur padat karya yang akan menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya memberikan pendapatan kepada masyarakat. Pengamat ekonomi, Aviliani pun berpendapat senada. Menurutnya, bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak produktif dan hanya bersifat sesaat. Kompensasi seharusnya diarahkan untuk membangun infrastruktur yang langsung menyangga hidup kelompok masyarakat paling rawan dampak kenaikan harga BBM.

Namun demikian, tampaknya pemerintah bersikeras untuk tetap melaksanakan program BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Jika ditelaah lebih lanjut, tentu mudah ditebak mengapa pemerintah terkesan lebih memilih memberi “ikan” daripada “pancing” kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Alasan politis tampaknya lebih mendasari keputusan tersebut. Harus diakui, dan terbukti dari hasil survey LSI diatas, kebijakan pemberian dana tunai kepada masyarakat merupakan kebijakan populis yang sangat disenangi oleh masyarakat. Maka, tidak salah lagi, pemberian BLSM merupakan upaya pemerintah untuk menarik simpati dari masyarakat, sekaligus “menabung” kepercayaan dari masyarakat untuk mempertahankan kekuasaan.

Pemilu 2009 lalu menjadi bukti yang cukup sahih. Kemenangan partai Demokrat dan keberhasilan mendudukkan Presiden SBY untuk periode kedua pemerintahan tidak lepas dari bahan “jualan” Partai tersebut yang menyebutkan bahwa pada periode pertama pemerintahannya, Presiden SBY sudah banyak melakukan kebijakan populis dan pro rakyat, dan salah satu kebijakan yang dimaksud adalah pemberian dana tunai kepada masyarakat miskin (BLT). Dan sepertinya, kenangan manis inilah yang ingin diulang kembali oleh pemerintah (penguasa). (*)

Penulis adalah Alumnus FISIPOL USU dan pemerhati masalah sosial dan politik

Lima WNI di Gabon Dipulangkan

JAKARTA- Pemerintah kembali harus turun tangan membantu sejumlah TKI yang mengalami masalah. Kali ini lima TKI yang bekerja sebagai ABK di perusahaan SIFRIGAB Peche Gabon dan sempat terlantar serta dipenjara selama dua bulan (Juli-Agustus 2011) di negeri Afrika Barat tersebut berhasil dipulangkan. Namun, gaji mereka selama lima bulan senilai puluhan juta rupiah masih nyangkut di perusahaan.

“Pemulangan dilakukan menggunakan Ethiopian Airlines pada Rabu (14/3) pukul 14.25 waktu setempat,” ujar PLE Priatna, Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri. “Mereka semua dalam kondisi selamat, meski sempat terlantar berbulan-bulan.”

Kelima WNI yang bekerja sebagai ABK tadi adalah Kardani, Nur Rokhim, Daryono, dan Sahuri yang semuanya berasal dari Brebes. Seorang lagi, Taufiq, berasal Indramayu. Priatna menceritakan, para TKI tadi sempat dipenjara karena tidak memiliki izin tinggal.

Setelah berhasil dibebaskan dari penjara di Port Gentil, Gabon, dengan upaya diplomasi dua negara, persoalan belum selesai. Kelima TKI itu masih terlantar dan tinggal sementara di kapal ikan yang tidak lagi digunakan. Meski belum menerima gaji, Taufiq, satu dari lima ABK tadi mengatakan, ia dan rekan-rekannya lega setelah dipastikan bisa pulang. (wan/ttg/jpnn)