25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13821

Dituduh Malpraktik, Diperas Rp300 Juta

Dokter Gigi Mengadu ke DPRD Sumut

MEDAN- Jeremia Tarigan, yang berprofesi sebagai dokter gigi, menyatakan dirinya menjadi korban pemerasan oleh pasiennya sendiri berinisial CH. Pengakuan itu diungkapkannya ketika dia mengadu ke DPRD Sumut, Jum’at (16/3), dengan harapan anggota dewan dapat memberi solusi, karena selama ini dirinya dituding melakukan malpraktik oleh pasiennya tersebut.

Kedatangan Jeremia ke DPRD Sumut juga didampingi puluhan dokter gigi lainnya yang terhimpun dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sejumlah daerah di Sumut, termasuk Ketua PDGI Medan, Iskandar Muda Siregar.

Rombongan PDGI ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun dan juga Wakil Ketua DPRD Sumut M Affan serta sejumlah Anggota Komisi E DPRD Sumut, Budiman Nadapdap dan lainnya.

Berdasarkan penuturan Jeremia, dirinya merasa dipaksa untuk membayar uang sebesar Rp50 juta, sebagai bentuk uang damai karena telah melakukan malpraktik , terhadap CH yang mengklaim mendapat kerusakan pada gigi setelah berobat dengannya.

CH sendiri merupakan istri dari seorang dokter di Medan. Meski mengaku sudah melaksanakan perawatan sesuai ketentuan Standar Operasional Prosedur (SOP), Jeremia mengaku tetap membayarkan uang damai yang diminta CH, dengan alasan demi keselamatan dirinya, istri serta ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

“Tanggal 6 Maret 2012, untuk yang kesekian kalinya saya datang ke rumah CH atas undangannya dan menyerahkan uang Rp50 juta berikut BPKB mobil saya sebagai jaminan.

Namun, yang bersangkutan malah meminta uang tambahan Rp300 juta untuk perbaikan semua giginya yang bukan saya merawatnya, sebab sejak awal Desember kami sudah tidak ada kontak dan setahu saya yang bersangkutan sudah memakai jasa dokter lain,” tuturnya.

Sementara Ketua PDGI Medan Iskandar Muda Siregar menyatakan, pihaknya sudah memproses kemungkinan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan Jeremia Tarigan. Selanjutnya, sambungnya, setelah ada hasil akan disampaikan kepada Majelis Kehormatan dokter gigi di Jakarta.
“Namun, kami tetap menunggu mediasi yang dilakukan kedua belah pihak. Tapi, perbuatan yang dilakukan si pasien berdasarkan yang disampaikan Jeremia kepada kami seharusnya tidak pantas dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun mengungkapkan, agar semua pihak tetap mematuhi semua prosedur dan mekanisme yang berlaku. Karena itu, semua pihak tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum.

“Untuk mencari solusinya, DPRD Sumut melalui Komisi E DPRD Sumut akan melaksanakan rapat dengan mengundang pihak terkait. Kami berharap pihak-pihak yang diundang nantinya berkenan hadir untuk dicarikan solusi terbaik,” ujarnya.(ari)

Tak Dapat BBM, Nelayan DS tak Bisa Melaut

LUBUKPAKAM- Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang, sejumlah nelayan tradisional di Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, kesulitan mendapatkan solar. Akibatnya, ratusan perahu nelayan tertambat di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI), Jumat (16/3).

Karena tak dapat BBM, sebagain nelayan mengisi waktunya dengan membersihkan perahu dan jarring mereka. Midi (45), seorang nelayan, mengaku tak bisa melaut karena tidak kebagian solar. Soalnya, semenjak adanya rencana pemerintah hendak menaikan harga BBM, sejumlah SPBU memperketaat penjualan.
“Sekali melaut, kami membutuhkan sekitar 40 liter solar. Tapi pengelola SPBU melarang kami membelian solar menggunakan jeriken,” jelas Midi.

Karenanya, Midi dan nelayan lainnya berharap agar pemerintah menyediakan SPBU khusus bagi nelayan di kecamatan Pantai Labu, serta menyediakan BBM subsidi bagi  nelayan.

Menyikapi permintaan nelayan Pantai Labu itu, Divisi Regional I Sumut-Aceh PT Pertamina melalui Asisten Customer Relation Sony Mirath mengatakan, penyaluran  BBM bersubsidi bagi nelayan dapat dilakukan, tapi harus ada rekomendasi dari pemerintah dan pertanggungjawaban kepada PT Pertamina.(btr)
Sony menambahkan, bila ada SPBU ketahuan melakukan penimbunan BBM bersubsidi, agar segera dilaporkan ke PT Pertamina atau kepada pemerintah setempat dan kepolisian.

Wakil Bupati DeliSerdang Zainudddin Mars kepada wartawan, berjanji akan segera memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), agar mencari solusi agar para nelayan dapat membeli BBM menggunakan jeriken. “Masa seperti ini riskan, pembelian pakai derigen akan carikan solusinya terbaik bagi nelayan, dalam waktu dekat saya akan panggil Disperindag membicarakan ini,” kata Zainudddin.(btr)

Gus Irawan: Zakat Produktif Solusi Entaskan Kemiskinan

DELISERDANG- Zakat yang bersifat konsumtif bisa diganti menjadi zakat produktif. Hal itu dilakukan untuk melahirkan kemandirian bagi kaum mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Solusinya, mustahik dibimbing kewirausahaan dan dibimbing agar bisa bangkit dari kemiskinan.

Demikian disampaikan Ketua Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan menara Masjid Al Ikhlas di Dusun III, Desa Pujimulio Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Kamis (14/3) siang.
Gus Irawan Pasaribu yang merupakan Direktur Utama PT Bank Sumut membeberkan, pengelolaan zakat bisa memberikan semangat kewirausahaan dengan sistem memberikan modal usaha yang bersumber dari zakat, khususnya zakat mall (harta) ataupun zakat profesi.

Dia menambahkan, di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi masih sangat banyak warga yang hidupnya berada di bawah garis kemiskinan. Untuk itu, perlu adanya solusi untuk mengentaskan kemiskinan.

“Zakat produktif merupakan solusi untuk mengentaskan kemiskinan, karena zakat produktif yang dapat mendorong keluarga prasejahtera untuk berusaha mandiri agar keluar dari garis kemikskinan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat di Indonesia mencapai Rp217 triliun, tapi yang terhimpun baru Rp1,5 triliun. Angka tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat berzakat, disebabkan banyaknya umat Islam yang belum memiliki kesadaran untuk menunaikan kewajiban membayar zakat dan belum optimalnya sinergi antar lembaga amil zakat.

Dia menerangkan, zakat produktif, setidaknya dapat diawali dari penyaluran bantuan modal usaha untuk sektor usaha mikro. Hal itu sudah dipraktekkan Gus Irawan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bank Sumut sejak beberapa tahun lalu, yang sumber dananya berasal dari pemotongan 2,5 persen gaji karyawan Muslim di Bank Sumut. Dari zakat produktif itu, sudah lebih 5.000 keluarga prasejahtera yang mendapat bantuan modal usaha mikro.
Tak hanya itu, secara pribadi Gus Irawan melalui Yayasan Murni Gus Irawan Foundation juga menyalurkan zakat produktif berupa modal usaha bergulir untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat seluas-luasnya kepada para mustahik.

“Jika setiap pribadi muslim yang berkemampuan sadar membersihkan hartanya, dengan membayar zakat dan setiap perusahaan di Sumut memiliki ribuan karyawan muslim mengorganisasikan pengelolaan zakat profesi, Insya Allah angka kemiskinan di Sumatera Utara bisa ditekan dan tidak akan melihat lagi ada pengemis di jalanan,” ujarnya. “Saya berkeyakinan ini bisa dilakukan kalau segenap elemen pemangku kepentingan, temasuk pemerintah daerah, berkomitmen kuat untuk mengimplementasikannya dan antar elemen penyalur zakat saling bersinergi,” sambungnya.

Sementara itu, dia juga menyebutkan, masjid yang selama ini memiliki fungsi sebagai tempat salat bagi umat Islam, bisa dijadikan sebagai wadah pengembangan ekonomi Islam dan fungsi sosial ekonomi lainnya. Hal itu dimaksudkan sebagai bagian untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Rasulullah pernah menjadi masjid sebagai pusat peradaban Islam, terutama pusat pengembangan ekonomi Islam dan fungsi sosial-ekonomi lainnya,” katanya.

Pada acara peletakan batu pertama pembangunan menara Masjid Al Ikhlas itu, Gus
Irawan juga menyalurkan bantuan dari LAZ Bank Sumut sebesar Rp5 juta dan bantuan dari Yayasan Murni Gus Irawan Foundation sebesar Rp10 juta. (ril)

Merayu Janda, Ginting Nyaris Dimassa

KABANJAHE- Masyarakat Desa Kutambelin, Kecamatan Naman Teran, mendadak gempar mendengar seorang lelaki hendak bermesum dengan janda. Dengan mempersenjatai kayu dan batu, penduduk desa berteriak dan nyaris menghakimi lelaki tersebut.

Peristiwa ini berawal ketika DG (21), hendak pulang usai berkumpul di losd desa, karena ada warga yang meninggal dunia, Rabu (14/3) dini hari. Namun sesampainya di rumah, DG heran karena pintu rumahnya terkunci. Padahal, saat pergi, dia tak mengunci pintu.

DG langsung mengintip dari sela-sela kaca nako, ternyata ada seorang pria sedang merayu ibunya, T Boru Sitepu. Melihat itu, DG emosi dan menggedor pintu agar dibuka. Setelah dibuka ibunya, ternyata lelaki yang merayu ibunya bersembunyi di kamar dan menguncinya dari dalam.
“Buka pintu ini!” bentak DG. Namun lelaki yang diketahui bernama Musti Ginting (51), warga Desa Sigarang garang Kecamatan Naman Teran itu tidak juga membuka pintu. Warga yang mendengar teriakan DG, ramai-ramai datang.

Meski didesak untuk keluar, MUsti tak juga membuka pintu. Hingga akhirnya Kanit Opsnal Polres Karo Ipda Pol Zulfikar membujuknya. Musti pun langsung diamankan ke Mapolres Karo.(amr)

Kondar Siregar Antar UMN Semakin Maju

Hari Ini Wisuda 486 Sarjana dan Pascasarjana UMN Al-Washliyah di Wisma Benteng

Sebanyak 486 lulusan sarjana dan pascasarjana Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah direncanakan diwisuda di Wisma Benteng Jalan Maulana Lubis Medan, Sabtu (16/3). Serangkai dengan acara ini dilaksanakan pula sejumlah acara, di antaranya gladi, pada 15-16 Maret dan kuliah umum bertema ‘Pendidikan Karakter Bangsa dan Efektivitas Implementasinya’ oleh Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Jam’an Satori MA, Jumat (15/3).

WISUDA dipimpin Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA, Wakil Rektor I Prof Dr H Ahmad Laut Hasibuan MPd, Wakil Rektor II Drs H Zuberuddin Siregar MM dan Wakil Rektor III Drs H Milhan Yusuf MA ini akan dihadiri Ketua Umum PB Al-Washliyah Prof Dr H Muslim Nasution MA, Pimpinan Wilayah Al-Washliyah Sumut, Muspida Plus Sumut.

Hadir juga Koordinator Kopertis Sumut/NAD Prof Ir H Moehammed Nawawiy Loebis MPhil PhD, Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, orangtua wisudawan dan undangan lain. Guru Besar UPI yang juga Ketua Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Jawa Barat dan Konsultan Penjaminan Mutu Pendidikan, Prof Dr Jam’an Satori MA dalam wisuda ini juga akan menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

Ketua Umum PB Al-Washliyah Prof Dr H Muslim Nasution MA di Medan, Jumat (16/3) berkaitan dengan wisuda UMN Al-Washliyah hari ini, menilai UMN Al-Washliyah semakin maju di bawah kepemimpinan Drs H Kondar Siregar MA dengan indikasi pengembangan lahan kampus yang baru dibeli, pertambahan program studi (prodi) dan peningkatan jumlah mahasiswa.

Muslim juga meminta UMN Al-Washliyah terus mengembangkan program studi (prodi) dan fakultas seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi Syariah dan fakultas eksakta lain. Ia yakin UMN Al-Washliyah dapat mempelopori Fakultas Kedokteran pertama pada 12 perguruan tinggi Al-Washliyah se-Indonesia antara lain di Sumut, Aceh dan Kalimantan.

‘’Kembangkan terus prodi dan fakultas baru di UMN Al-Washliyah termasuk bekerjasama dengan lembaga asing maupun internasional dalam pendanaan awal. PB Al-Washliyah mendukung semua upaya pengembangan pendidikan di lingkungan Al-Washliyah,’’ katanya.

Muslim berpesan agar wisudawan UMN Al-Washliyah yang telah melewati periode pembelajaran dengan baik dapat terus belajar termasuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. ‘’Perkembangan ilmu dan pengetahuan terus berkembang. Insya Allah semua alumni UMN Al-Washliyah, kita doakan jadi orang sukses,’’ harap Muslim.

Prof Dr Jam’an Satori MA saat kuliah umum di UMN Al-Washliyah mengingatkan pentingnya pendidikan karakter bangsa yang digalakkan mulai dari sekolah hingga bangku kuliah. Menurut dia, pendidikan karakter tidak sekadar dipelajari namun harus diterapkan seperti dalam menjaga kebersihan dan hal lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Jam’an menceritakan kondisi pendidikan karakter di Malaysia, Australia dan negara lain yang banyak mengembangkan pola pendidikan full day school.

Pendidikan karakter, menurut dia, pengkondisian lingkungan lembaga pendidikan untuk mendukung pengembangan dan penanaman nilai-nilai kemartabatan manusia.

Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA meminta wisudawan tidak puas atas pengetahuan yang diraihnya dibangku kuliah sehingga dapat terwujud sumber daya manusia berkualitas, menumbuhkan daya saing bangsa, membentuk masyarakat demokratis, bermoral, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai kebenaran.

Kondar mengatakan, UMN Al-Washliyah telah mengadopsi kebijakan pengelolaan perguruan tinggi tertuang dalam Higher’s Education Long Term Strategies (HELTS) 2003-2010. ‘’Tahun 2011/2012 staf pengajar UMN Al-Washliyah sudah memperoleh gelar S2. Yang belum S2 diwajibkan mengambil S2 baik di dalam maupun luar negeri. Alhamdulillah pada tahun 2011, beberapa dosen UMN Al-Wasdliyah mendapat gelar doktor dari UUM Kedah dan USU,’’ terangnya.

Selain melengkapi sarana pendidikan, laboratorium, koleksi perpustakaan, internet dan fasilitas lain, Rektor UMN Al-Washliyah menyebut terus mengembangkan kerjasama UMN Al-Washliyah dengan Universiti Malaya Kuala Lumpur, Universitas Utara Malaysia Kedah Darul Aman, Kismec, Universitas Teknologi Mara dan universitas ternama lain termasuk di Indonesia. (*)

 

PN Lubukpakam Rancang Infomasi Berbasis TI

LUBUKPAKAM- Pengadilan Negeri (PN) Kelas I-B Lubukpakam sedang merancang sistem informasi berbasiskan teknologi informasi (TI). Tujuannya, setiap proses persidangan sampai hasil vonis, sebuah perkara dapat diakses oleh khalayak ramai.

Demikian disampaikan Ketua PN Kelas I-B Lubukpakam Pontas Efendi Sidabalok SH,  pada acara pisah sambut ketua PN Kelas I-B yang digelar di aula ruang sidang utama PN, Jumat (17/3) pukul 10.30 WIB.

Pontas yang merupakan mantan wakil ketua PN Kelas I-B Lubukpakam itu berkomitmen membangun dengan cepat sistem keterbukaan informasi, dengan menggunakan TI. Dia berharap, kedepanya warga dapat mengakses informasi seputar pelaksanan persidangan dan mengetahui informasi seputar sidang tilang SIM, serta sidang penetapan pengesahan akte kelahiran.

“Ini era keterbukaan, tidak ada yang perlu ditutupi. Dengan sistem ini diharapkan tidak adalagi prasangka negatif terhadap kinerja hakim,” bilangnya.
Untuk menunjang terlaksananya sistem keterbukaan informasi itu, Pontas mengajak Pemkab Deliserdang dan Pemkab Serdang Bedagai menjalin kerjasama. Bahkan nantinya, bila sistem informasi berbasis TI itu terealisasi, maka akan dihubungkan dengan situs masing masing Pemkab. Sehingga ketika masyarakat membuka website milik pemkab, juga bisa mengaksesnya.

Diharapkan melalui kedua situs milik Pemkab itu, warga dapat mengaksesnya. Disana nantinya tersedia, informasi proses berjalannya persidangan dan hasil vonis.”Warga tidak perlu mendatangi PN, hanya untuk mengetahui sebuah informasi hasil vonis,” katanya.
Pada acara itu, hadir Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, ketua DPRD Deliserdang, Hj Fatmawati dan Sekda Pemkab Serdang Bedagai, Haris Fadilah, serta unsur Muspida lainnya.

Pada kesempatan itu, Pontas Efendi Sidabalok bersama istri Sridarmayanti Br Siagian diulosi oleh kumpulan marga Sidabalok se-Kabupaten Deliserdang. maksud diberikan ulos itu, nantinya ke depan Pontas dalam menjabat serta memimpin PN Kelas I-B Lubukpakam diberikan kekuatan. (btr)

Tiga Hari, Sembilan Penjudi Diringkus

KABANJAHE- Perang terhadap judi benar-benar direalisasikan Polres Tanah Karo. Terbukti, dalam kurun waktu tiga hari, personel Polres Karo meringkus sembilan tersangka judi togel dan judi kopyok di dua lokasi berbeda.

Seperti pada Jumat (16/3) sore pukul 14.30 WIB, tim yang dipimpin Kanit Ops Polres Karo, Ipda Zulfikar meringkus empat penjudi dadu kopyok yang biasa bermangkal  di pajak Laubaleng, Kecamatan Laubaleng.

Keempat tersangka yang diamankan yakni Rasgitta Sinaga (20), warga Desa Laubaleng, Edi Sahputra Sembiring (27), warga Desa Siodangodang, Kecamatan Tanah Pinem Dairi, Jimmi Pinem (21), warga Desa Lau Peranggunen Kecamatan Laubaleng, Kuat Ginting (30), warga Desa Laubaleng .

Sebelumnya pada Rabu (14/3) lalu, personel Polres Karo juga meringkus lima orang tersangka judi togel dan tolam dari Desa Merek dan Kabanjahe. Saat penangkapan di Desa Merek, tim yang dipimpin Kasat Intelkam Polres Karo AKP Herry terpaksa menembakkan pistolnya ke udara untuk menenangkan warga yang hendak anarkis.(amr/smg)

Lampu Jalan di Mandala Padam

08126553xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Me-dan, lampu jalan padam di Jalan Tangguk Bongkar 2 Mandala. Mohon diperbaiki karena rawan aksi kriminal, terima kasih.

Kami Teruskan

Informasi ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertamanan Kota Medan untuk segera di-tindak lanjuti. Warga juga dapat ber-koordinasi dengan camat untuk me-nyampaikan permohonan perbaikan lampu jalan ke Dinas Pertamanan Kota Medan. Terima kasih.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Mencoreng Wajah Kota Medan

Kita harapkan Pemko Medan, melalui Dinas Pertamanan ke depan lebih memperhatikan jalan-jalan baik jalan protokol maupun jalan-jalan kecil juga setapak. Kita melihat jalan-jalan di Medan lampu-nya banyak yang mati dan berputusan dan tidak kunjung diperbaiki. Saya kira pengaduan masyarakat ini harus diperhatikan wali kota sebagai pemegang kebijakan. Wali kota juga harus memberikan perhatian serius kepada SKPDnya agar permasalahan lampu jalan tidak berlarut-larut. Kasus ini mencoreng wajah Kota Medan bila pendatang sampai merasa sangat tidak aman khususnya di malam hari.

Hasyim SE
Anggota Komisi C DPRD Medan

Timbun Ribuan Liter Solar, Dua Oknum AL Ditangkap

MEDAN-Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) cukup banyak kejadian yang memprihatinkan. Di Belawan, sopir mobil tangki Pertamina dipukuli karena tak mau menurunkan muatannya. Sementara di Tanjungbalai, ada 2 oknum Angkatan Laut yang kedapatan menimbun 2.000 liter solar.

Naiknya BBM bulan mendatang, membuat dua petugas dari angkatan laut (AL) ini mengambil kesempatan. Keduanya, kedapatan petugas Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu menimbun bbm sebanyak 2000 liter dan 5 drum di lokasi berbeda, Kamis (15/3) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kedua tersangka yakni Praka S dan Praka H. Keduanya merupakan anggota Angkatan Laut Tanjungbalai yang ditangkap di dua lokasi berbeda yakni Jalan Seinangka Asahan dan di Teluknibung Tanjungbalai dengan barang bukti 2000 liter dan 5 drum solar.

Penangkapan ini berawal berkat adanya informasi dari masyarakat. Reserse Kriminal Khusus yang menerima laporan itu langsung menuju lokasi yang dimakdud. Ternyata benar, Praka H dengan menggunakan mobil pick up BK 8695 CC yang sudah dimodifikasi tangkinya sedang membawa mobil tersebut berikut 3 buah jeriken.

Saat dilakukan penggeladahan, pria berusia 30 tahun tak dapat menunjukkan surat-suratnya. Mendapat barang bukti tersebut, Praka H bersama barang bukti selanjutnya diboyong ke Polres Asahan guna proses lebih lanjut. Namun karena tersangka merupakan anggota Angkatan Laut (AL) Tanjungbalai, Praka H lalu diserahkan ke Polres Pomal AL. Rencananya solar tersebut rencananya akan dibawa ke gudang milik Akiet yang berada di kawasan Sungai Kepayang, Asahan.

Terpisah,  Praka S juga berhasil ditangkap unit Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut karena membawa 15 drum bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi di Teluknibung, Tanjungbalai. Dia ditangkap saat mengambil BBM tersebut dari SPBU Tanjungbalai dengan menggunakan jeriken.Data yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos), rencananya sebanyak 15 drum solar itu akan diserahkan ke gudang PT Timur Jaya (eks gudang arang) di kawasan Teluknibung. Tersangka Praka S yang juga merupakan anggota AL Tanjungbalai ini diserahkan ke Pomal AL guna proses lebih lanjut. “Keduanya kita serahkan kesatuan masing-masing dan barang bukti diamankan di Polres setempat,” jelas Kasubdit PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, kemarin.

Terpisah, Danyon Marinir Belawan Mayor (Mar) Agung Setiawan mengatakan belum ada menerima laporan terkait penangkapan dua oknum TNI-AL itu. “Tapi akan saya cek dulu nanti ya,” ujar Mayor Agung Setiawan.

Di hari yang sama, Poldasu ternyata menyita 2.000 liter solar lain di Simalungun. Informasi yang didapat menyebutkan, penyitaan tersebut dilakukan pada Kamis (15/3) lalu, sekira pukul 04.30 WIB, di SPBU No. 14.211.212 yang diketahui milik Andrian Hartanto alias Apeng di Jalan Merdeka, Serbelawan, Kabupaten Simalungun. Saat penyitaan, operator SPBU bernama Warsito (34), tengah mengisi solar ke drum yang ada di dalam truk Colt Diesel BK 8688 TV. Truk itu dikemudikan Novri (27), sedangkan keneknya Pairin (49).

Dalam kasus ini, polisi juga menahan dua orang tersangka. Para tersangka dan barang bukti kini berada di Mapoldasu. Hingga Jumat (16/3) polisi masih mendalami keterangan kedua tersangka dan juga meminta keterangan dua saksi. “BBM yang ada dalam drum itu sekitar 2.000 liter,” ujar AKBP Mashudi, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumut kepada wartawan.

Di Belawan, Sopir Mobil Tangki Pertamina Dipukuli

Di Belawan, tindakan spekulan (penimbun) BBM bersubsidi tak resmi di utara Kota Medan kian brutal. Untuk mendapatkan pasokan BBM, para ‘mafia’ ini tak hanya memperoleh dari SPBU, namun mereka juga memaksa para para sopir truk tangki pertamina untuk berhenti dan menurunkan muatannya. Seperti yang dialami, Suriadi (36) sopir truk tangki BK 9881 CL yang baru sehari menggantikan rekannya ini dipukuli oknum tertentu di Jalan KL Yos Sudarso Km 16 Medan Labuhan karena tak bersedia menurunkan muatan BBM yang dibawanya.

Informasi dihimpun Sumut Pos, Jumat (16/3) siang, di Medan Labuhan menyebutkan, tindakan brutal pria suruhan spekulan BBM illegal tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Ketika itu, Suriadi yang baru saja keluar dari areal depot pengisian dan pendistribusian BBM Pertamina Medan Group di Km 20 Medan Labuhan, bermaksud akan mendistribusikan 32 ton BBM jenis bensin ke sebuah SPBU di kawasan Jalan Ring Road, Medan.

Baru sekitar 4 kilometer meninggalkan lokasi, truk tangki yang dikemudikan korban tiba-tiba dipaksa berhenti di lokasi penampungan dan penimbunan BBM tak resmi oleh beberapa oknum pria tak dikenal. Merasa takut berurusan dengan hukum, korban pun tak menggubris permintaan tersebut. Tak ayal lagi, Suriadi yang berhasil diburu para pelaku langsung dipaksa turun. Tak sampai di situ, warga Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan inipun menjadi sasaran pemukulan, hingga mengakibatkan bagian bibirnya terluka dan berdarah.

Kepala Officer PT Elnusa Petrofin Medan, H Joni ketika dikonfirmasi melalui Humas dan Pengawasan Hendrik membenarkan adanya seorang sopir tangki yang tercatat sebagai karyawannya mengalami tindak kekerasan. “Rencananya kejadian penganiayaan ini akan kita laporkan dulu ke pertamina, untuk kemudian diteruskan ke aparat berwajib,” kata, Hendrik.

Untuk diketahui, PT Elnusa Petrofin Medan merupakan anak perusahaan PT (Persero) Pertamina yang dipercayakan sebagai perusahaan transportasi untuk menangani pendistribusian BBM bersubsidi dari depot pengisian hingga ke SPBU yang terdapat di Sumatera Utara dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sementara di Deliserdang, nelayan tradisional di Kecamatan Pantailabu mulai mengeluh karena kesulitan membeli solar dengan menggunakan jeriken. Akibatnya ratusan perahu nelayan tertambat di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI), Jumat (16/3), Banyak nelayan mengisi waktunya hanya melakukan aktivitas membersihkan perahu, dan jaring. “Sekali melaut membutuhkan sekitar 40 liter solar. Tetapi pengelola SPBU melarang pembelian solar menggunakan jeriken,” jelas Midi (45) nelayan di sana.

Kejadian serupa juga terjadi di Karo. Kelangkaan bukan pada solar, tapi pada premium. Kemarin, sejumlah konsumen yang ditemui Sumut Pos mengaku, pihak SPBU  tidak lagi dapat melayani kebutuhan mulai pukul 10.00 WIB karena habis stok.(eza/ril/smg/mag-17/btr/ari/ram/mag-5)

Air Mati Siang dan Malam

085261686xxx

Mana janjinya perbaikan jaringan air dan optimalisasi jaringan untuk tekanan air di wilayah Medan Perjuangan? Ternyata PAM di da-erah kami Jalan Gurilla Gang Mestika Kelurahan Sidorame Timur makin parah. Airnya siang malam mati. Tolong Pak realisasikan janjinya, karena janji itu adalah hutang.

Segera Diperiksa

Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera memeriksa apa penyebabnya dan mengupayakan perbaikannya.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi