30 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 13842

Dana Bansos Diduga Mengalir ke Fraksi dan Partai

MEDAN- Aliran dana yang bersumber dari Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), ternyata bukan hanya dinikmati segenap anggota DPRD Sumut. Diduga, dana itu juga mengalir ke kantong fraksi-fraksi di DPRD Sumut serta partai-partai.

Artinya, anggota dewan mendapatkan jatahnya sendiri, fraksi secara komulatif juga mendapat jatah sendiri. Penganggarannya pun sama, di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2011 dan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2011 Sumut. Jadi, baik dewan maupun fraksi sama-sama mendapat jatah bansos sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Nominal untuk setiap fraksi berbeda-beda, tergantung besar kecilnya fraksi atau partai dari fraksi itu.

Pembahasan jatah bansos ini, relatif tertutup pembahasannya di dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut. “Ada juga untuk fraksi, dan besarannya berbeda-beda tergantung besar kecilnya partai atau fraksi. Dan itu sumbangan atau alokasi untuk operasional partai. Pembahasannya juga di Banggar, dan itu tertutup. Hanya ketua-ketua fraksi saja yang tahu itu dan anggota Banggar,” ungkap seorang anggota DPRD Sumut yang duduk di Banggar DPRD Sumut, yang enggan disebutkan namanya kepada Sumut Pos, Kamis (1/3).

Sayangnya, anggota dewan yang mengungkapkan hal itu, tidak bersedia menyebutkan berapa nominal dana bansos yang diperuntukkan bagi setiap fraksi DPRD Sumut tersebut, kendati berulang-ulang kali ditanyakan hal itu.

“Janganlah. Coba tanya sama yang lain, untuk jumlahnya itu. Karena ini menyangkut fraksi,” akunya.

Sedangkan itu, seorang aktivis yang ditemui Sumut Pos di Gedung DPRD Sumut yang juga enggan disebutkan namanya, dengan alasan dirinya memiliki hubungan dekat dengan sejumlah anggota DPRD Sumut menyatakan, besaran jatah Bansos untuk setiap fraksi bisa mencapai angka Rp10 miliar.
“Setiap anggota dewan saja dapat jatah ratusan juta. Kalau untuk fraksi secara keseluruhan, yang diisi minimal lima orang, pasti angkanya menjadi miliaran. Ya bisa saja mencapai Rp10 miliar,” katanya.

Mengenai hal itu, anggota DPRD Sumut Syamsul Hilal yang dimintai membantah hal itu.

Dia mengaku tidak pernah mendengar ada jatah bansos bagi fraksi. Setahu dirinya, ada alokasi dana bansos untuk setiap anggota dewan namun dengan catatan, sesuai mekanisme yang ada dan dibahas serta disetujui oleh DPRD Sumut.

“Setahu saya tidak ada. Kalau dulu dari APBN, bukan dari APBD. Di APBN itu, besaran perolehan suara partai dikali Rp1000. Kalau untuk dewan, itu berdasarkan aturan dan mekanisme yang ada. Kalau bansos itu diselewengkan, baru itu bisa dijerat dengan masalah korupsi atau pidana,” terangnya.
Sedangkan, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Mulkan Ritonga kepada Sumut Pos menjelaskan, dana bansos untuk anggota dewan tersebut tidak lain dan tidak bukan berdasarkan usulan untuk dana reses.

“Reses banyak pertemuan di masyarakat, dan banyak permintaan seperti dana bantuan pembangunan di daerah. Itu dimasukkan di APBD.
“Boleh ditanya, saya tidak pernah mengurus-ngurus itu di Binsos Sumut. Kalau dana itu, kalau aku langsung ku kasih ke pengurus masjid. Jadi aku nggak pernah ke binsos. Biar lembaga itu saja. Aku hanya mengajukan ke APBD, kemudian semua berkas dan sebagainya ku kasih tahu prosedurnya ke lembaga itu. Dan Ini pribadi-pribadi orang. Kalau untuk fraksi juga nggak ada, setahu ku itu di Bagian Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), bukan di Binsos. Dan itu bukan jatah, karena ada aturannya dan undang-undangnya. Di hitung dari jumlah suara. Jumlah suara partai, dikalikan misalnya Rp100 sampai Rp500, dan itu per tahun tapi diserahkan per triwulan,” urainya.(ari)

Itu saja yang diusulkan. Dan itu dikirim ke rekening masing-masing lembaga.

Magdalena, Semua Tuntutan Skenario

Presenter dan model ini masuk jajaran wanita terseksi dunia versi majalah pria FHM pada 2007. Sejak itu, dia laris memandu banyak program televisi. Punya tubuh seksi, tapi kok nggak ditegur KPI ya?

“Kenapa mesti khawatir. Apa yang saya tonjolkan masih sesuai prosedur, tuntutan skenario. Kalaupun ditegur atau sampai dicekal berarti tindakan saya sudah kelewat batas,” aku Magdalena.

Memang, dirinya sempat dag-dig-dug saat KPI mulai aktif ‘bergerilya’. Apalagi dia pun terlibat dalam acara Kakek-Kakek Narsis (KKN) yang kena semprit KPI.

“Aku pernah diprotes, diberitahu, kok bisa ikut program seperti ini. Aku jelasin kalau kita punya karakter sendiri, main dengan pikiran. Lagipula persepsi kami dan penonton beda. Keseksian harus dipandang objektif dari content acara, bukan peran personal si artis. Ya semua artis cewek emang disetting seksi. Genre acaranya emang begitu,” jelasnya.

Diakuinya, KKN eksploitasi habis sisi sensual artis dan bintang tamu. Apalagi tema yang dibahas seputar orang dewasa dan problematikanya. Namun selalu diupayakan diedit agar sesuai regulasi KPI. (ins/jpnn)

Nikita Mirzani Mulai Pakaian Tertutup

Nikita jadi target KPI karena terlalu seksi di Kakek Kakek Narsis. ‘Surat cinta’ dari KPI pun telah diterima. Keterangannya, ia sebagai objek yang melakukan tindakan eksploitasi tubuh berlebihan terutama bagian dada.

“Karena aku terlihat besar dadanya, jadi mungkin terkesan dieksploitasi. Padahal dadaku sudah gede, gerak sedikit aja ya pasti goyang,” sanggah Nikita.
Dia merasa penampilannya di acara itu masih dalam tahap yang wajar. Apalagi, Kakek Kakek Narsis memang ditujukan untuk kalangan dewasa.
“Itu kan tayangan malam hari. Tengah malam menjelang pagi. Anak kecil nggak mungkin nonton. Itu untuk dewasa. Kalau takut nggak lah,” tandasnya.
Namun, perempuan bertato ini tak mau terus bermasalah dengan KPI. Kini ia coba mengenakan pakaian yang lebih sopan dan tertutup.

“Sekarang mungkin lebih ditutup kali ya. Sebenarnya walau ditutup karena memang imagenya sudah seksi dan memang sudah seksi jadi mau pakai tertutup hingga seluruh tubuh atau terbuka ya masih saja tetap keliatan seksi gitu,” ujar Nikita.

Ia tak khawatir ditegur lagi KPI karena keseksiannya. Ia hanya berusaha lebih kalem dalam setiap kesempatan aktingnya.
“Yang penting sekarang nggak grasak grusuk. Karena kemarin kan sempat ditegur KPI karena menggoyangi bagian tubuh mungkin sekarang tidak di goyang biar dia goyang sendiri aja,” sambungnya.

Tak hanya itu, ibu satu anak ini sama sekali tak merasa terganggu dengan apa yang kini tengah menimpa dirinya. Bagi Nikita inilah hidup yang harus dilaluinya. “Sudah terlalu banyak masalah, masalah yang nggak penting dimasalahin. Terganggu pasti, tapi let it flow aja,” tuturnya.
Nikita mengaku pihak keluarga mengetahui apa yang terjadinya saat ini.
“Papa tahu anaknya seperti apa. Dia santai, dia nggak masalah,” tandasnya. (bcg/jpnn)

Para Dewa Sepeda Jaga Sendiri Stan dan Layani Pengunjung

Geleng-geleng Lihat Pameran Bicycle Paling Nyentrik di Amerika (1)

Di antara berbagai pameran sepeda kelas dunia, yang paling seru dan nyentrik mungkin adalah North American Handmade Bicycle Show (NAHBS). Berikut catatan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) AZRUL ANANDA yang akhir pekan ini menikmati ajang tahunan itu di Sacramento, California.
Jadwal liburan saya di California pekan ini benar-benar pas untuk “setengah kerja”. Setelah bersama keluarga jalan-jalan di Los Angeles, kami menuju Sacramento, ibu kota negara bagian tersebut. Selain bernostalgia menikmati tempat saya kuliah belasan tahun lalu ada beberapa event seru yang bisa menambah keasyikan suasana.

Setelah sempat menonton pertandingan basket NBA antara Sacramento Kings melawan tim yang sedang naik daun, Los Angeles Clippers, saya juga sempat menikmati pameran sepeda superseru. Bahkan, disebut-sebut sebagai salah satu yang paling seru di dunia.

Bagi seseorang “saya” yang belum setahun ini menjadi penikmat sport sepeda, pameran itu menjadi ajang belajar yang luar biasa asyiknya. Dengan semangat, saya bersama teman dan keluarga pun menuju Sacramento Convention Center, Jumat lalu (2/3, kemarin WIB), untuk menikmati pameran tersebut.

Pameran itu, North American Handmade Bicycle Show (NAHBS) 2012, diselenggarakan selama tiga hari pada akhir pekan ini (2-4 Maret).
Mungkin, tidak banyak yang familier dengan NAHBS. Padahal, ajang tersebut sudah delapan tahun diselenggarakan di Amerika. Sesuai namanya, itu merupakan pameran sepeda-sepeda khusus, bukan sepeda “industri” yang bisa dengan mudah kita beli di toko.

Meski namanya mengandung kata-kata “North American”, tidak berarti itu adalah event regional. Total ada 172 peserta pameran, mewakili sejumlah negara. Selain AS, ada yang berasal dari Kanada, Prancis, Italia, Inggris Raya, Jepang, Denmark, Republik Ceko, dan lain-lain.
Kebanyakan, tentu saja, adalah dari Amerika. Kebanyakan di antara mereka berasal dari dua negara bagian “ibu kota sepeda” di Amerika, yaitu Oregon dan Colorado.

Pengunjungnya sendiri (ditaksir berkisar 10 ribu orang selama tiga hari) berasal dari berbagai penjuru dunia. Ratusan perwakilan media dari berbagai penjuru dunia ikut meliput ajang tersebut.

Dewa Sepeda Bertebaran

Mengunjungi NAHBS 2012, tentu kita bisa berasumsi bahwa bintang utamanya adalah sepeda-sepeda yang ditampilkan. Setelah keliling kawasan pameran, mungkin asumsi itu tidak sepenuhnya benar. Bintang utama ajang tersebut mungkin adalah para pemilik merek/pembuat sepeda, yang dengan sabar dan antusias menemui langsung para pengunjung/penggemar.

Bayangkan, kita tidak hanya bisa melihat sepeda-sepeda keren. Kita juga bisa bicara langsung dengan orang-orang yang membuatnya! Termasuk di antaranya nama-nama kondang/dewa-dewa sepeda seperti Craig Calfee, Ira Ryan, Tony Pereira, dan Tom Ritchey.

Perlu ditegaskan, nama pameran itu mengandung kata “handmade”. Jadi, mayoritas peserta pameran adalah pembuat-pembuat sepeda tersebut. Ya, ada beberapa merek besar dunia yang ikut berpameran. Misalnya, Shimano, Mavic, Fulcrum, Easton, Schwalbe, dan Brompton. Tapi, mayoritas adalah “rumah-rumah produsen sepeda”.

Salah satu booth paling populer adalah milik Calfee Design. Penggemar berat sepeda tentu familier dengan nama “Calfee”. Itu adalah nama Craig Calfee, sang legenda produsen sepeda.

Pada akhir 1980-an, Calfee merupakan pionir produsen road bike berbahan karbon. Pada 1991, sepeda buatannya merupakan sepeda karbon pertama yang berpartisipasi di Tour de France. Pengendaranya: Sang legenda Greg LeMond!

Di Sacramento, Calfee sendiri yang menjaga booth sepedanya, dibantu beberapa staf. Calfee sendiri pula yang menjawab pertanyaan-pertanyaan pengunjung/penggemar. Salah satu karyanya yang paling diminati di Sacramento adalah road bike high performance bernama Dragonfly Pro.
Tapi, karya paling personal yang dia pamerkan adalah sebuah sepeda tandem pribadi. Berbeda dari kebanyakan tandem, sepeda yang itu menempatkan “pengendara ekstra” di depan, tidak di belakang. Tempat duduk dan setir yang di depan itu juga lebih kecil serta pendek.

Usut punya usut, sepeda tandem karbon tersebut ternyata merupakan alat untuk menularkan “gila sepeda” kepada sang anak. “Ini sepeda yang saya pakai untuk berkendara bersama anak saya yang masih berusia lima tahun. Meski dia di depan, saya bisa memancal dan mengendalikannya dari belakang,” ungkap Calfee.

Ditanya soal harga, Calfee mengaku tidak tahu pasti. “Karena ini sepeda pribadi, saya tak pernah menghitung berapa harganya,” ucapnya lantas tersenyum.

Mengingat harga sepeda balap karya Calfee bisa dengan mudah di atas USD 10 ribu (hampir Rp100 juta), kita anggap saja harga sepeda tandem itu di kisaran angka yang sama. Apalagi, sepeda tersebut dilengkapi komponen-komponen high end. Termasuk, groupset yang dilengkapi electronic shifting buatan Shimano.

Booth lain yang menampilkan langsung dewa sepeda terletak bersebelahan. Yaitu, Ira Ryan dan Tony Pereira, keduanya asal Portland, Oregon. Sendiri-sendiri, keduanya punya nama besar. Untuk pesan sepeda dari mereka, bisa butuh waktu berbulan-bulan. Nah, sekarang, mereka superkondang gara-gara road bike/touring karya kolaborasi bernama Rapha Continental.

Mau pesan? Harganya tidak gila-gilaan. Di kisaran USD 6.000. Tapi, karena Ryan dan Pereira sendiri yang membuatnya, setiap pesanan bisa butuh waktu enam bulan untuk dipenuhi.

Salah satu Rapha Continental itu kini sedang dalam proses pembuatan, pesanan seorang kolektor/penghobi sepeda di Jakarta!
“Pemesan sepeda kami datang dari berbagai penjuru dunia. Sering kami tak pernah bertemu langsung dengan mereka. Hanya berkomunikasi via telepon atau e-mail,” ungkap Ryan.

Untuk bicara dengan semua dewa sepeda, jelas sehari saja tidak cukup. Apalagi untuk mengamati secara teliti semua sepeda yang ditampilkan. Sebab, semuanya bisa bikin kita terus geleng-geleng kepala” (bersambung)

Jennifer Lopez Jadi Petinju Seksi

PENYANYI sekaligus aktris yang kini tengah menjalin kedekatan dengan penari latarnya, Jennifer Lopez, baru-baru ini heboh dengan foto seksinya yang mengenakan kostum tinju. Foto-foto tersebut diambil untuk majalah V.
Bahkan di salah satu foto-foto itu, Jennifer Lopez terlihat tanpa busana. Wanita 42 tahun hanya mengenakan sarung tinju yang dia lipat di depan dada sembari menutupi bagian tubuhnya.

Pada foto lainnya, ibu dua anak ini terlihat mengenakan celana tinju super pendek dengan kombinasi vast putih dengan potongan cut-off serta jaket kulit merah yang terlihat maskulin.

Jennifer Lopez yang sempat tampil di acara Oscar dengan baju ala tiram yang berkilauan, juga sempat mengenakan celana berpinggang tinggi dengan T-shirt putih yang memperlihatkan otot-otot pada perutnya.

Foto-foto yang diambil untuk majalah V tersebut adalah hasil jepretan dari seorang fotografer kenamaan, Mario Testino dengan penata gaya French Vogue Editor-In-Chief Carine Roitfeld.  Tema tinju ini dipilih karena sesuai dengan perjalanan karir Jennifer Lopez mulai dari menjadi aktris, penyanyi, pebisnis, hingga juri American Idol, yang tentunya bukan tanpa hambatan.

“Aku mendapatkan banyak pukulan tapi aku tetap bertahan,” ucap J.Lo.
“Aku telah dilatih layaknya seorang petinju yang akan bermain 25 rounds,” tuntasnya. (net/jpnn)

Grosjean Mendominasi

BARCELONA – Pembalap Lotus asal Prancis Romain Grosjean menjadi pembalap pertama yang bisa tercepat di dua hari berbeda tes pramusim F1 setelah jadi yang terkencang pada tes hari kedua di Barcelona Jumat 2 Maret kemarin.

Grosjean mencatat waktu tercepat 1m22.614 detik setelah melahap 123 lap. Di belakang Grosjean ada Jean-Eric Vergne dari Toro Rosso yang memiliki catatan waktu terceoat 1m23.126 detik atau 0.512 detik lebih lambat dari Grosjean.

Sesaat sebelum jeda makan siang, mobil Vergne sempat dilalap api akibat masalah mesin. Juara bertahan asal Red Bull Racing Sebastian Vettel hanya menempati urutan ketiga dengan 1m23.361 detik atau 0.747 detik lebih lambat dari Grosjean. Jumlah lap yang dilalui Vettel adalah 85 lap.

Pembalap andalan Ferrari Fernando Alonso berada di posisi keempat di belakang Vettel dengan 1m23.447 detik setelah melahap 124 lap. Catatan waktu Alonso tidak meningkat sejak sesi pagi hari karena lebih fokus pada simulasi lomba dengan menggunakan ban jenis lunak dan medium.
Terkait hasil yang dicapainya, Romain Grosjean mengaku sangat puas dengan perkembangan yang diraih tim Lotus setelah dirinya mencatatkan diri sebagai pembalap tercepat selama dua hari berturut-turut pada tes pramusim di Barcelona.

Pembalap asal Prancis tersebut menyatakan waktu 1m22.614 detik yang diperolehnya pada tes hari kedua Jumat 2 Maret kemarin merupakan kombinasi antara KERS, DRS, dan bahan bakar yang cukup

Namun, yang jauh lebih penting adalah kecepatan mobil E20 pada jangka panjang ketika Grosjean melakukan simulasi lomba memakai ban lunak dan medium. Dari 123 lap yang dilahap Grosjean kemarin, 59 lap diantaranya dilalui dalam satu kesempatan dan hanya diselingi satu kali pitstop.
“Simulasi lomba tadi cukup menarik. Sudah lama rasanya sejak terakhir kali saya berada di mobil selama itu,” kata Grosjean seperti dikutip dari Autosport, Sabtu (3/3).

“Hal yang utama adalah kami telah ke markas, melihat data dan menganalisis di mana saya bisa meningkatkan diri saya dan di mana saya bisa meningkatkan mobil, dan kami sukses melakukannya,” sebut Grosjean.
“Itu cukup konsisten dan bagus. Saya gembira ban cukup konsisten dan ketahanan juga cukup bagus. Itu sungguh membesarkan hati menjelang Melbourne,” aku pembalap berusia 25 tahun tersebut. (net/jpnn)

Lorenzo atau Pedrosa?

SEPANG – Sekalipun balapan pembuka di MotoGP Qatar baru akan dilangsungkan sebulan lagi pada 8 April mendatang, tetapi juara bertahan Casey Stoner sudah yakin bahwa pesaingnya tidak akan jauh-jauh dari Jorge Lorenzo dan rekan setimnya Dani Pedrosa.

Lorenzo merupakan pembalap tercepat kedua pada tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang awal Februari lalu, sementara Pedrosa jadi yang terkencang di tes pramusim kedua di sirkuit yang sama pada pekan ini. Dalam kedua tes itu, Stoner menjadi yang tercepat.

“Saya pikir saya bisa menggaransi Jorge akan berada di depan, seperti halnya Dani. Selalu seperti itu. Mungkin ada beberapa perubahan dan kejutan tapi bisa kami garansi bahwa Jorge dan Dani akan jadi pesaing terberat,” kata Stoner seperti dikutip dari Crash, Sabtu (3/3).

Kendati demikian, Stoner masih menganggap Rossi punya peluang jadi rival serius juara musim ini. “Saya pikir jika Valentino memiliki motor yang bisa dia kendarai dengan nyaman, maka dia juga bakal berada di depan, semoga saja mereka bisa membuat peningkatan pada motornya,” harap pembalap kelahiran Australia 26 tahun lalu itu. (net/jpnn)

Pro Duta Lengser

LHOUKSEUMAWE – Pil pahit harus ditelan Pro Duta Deli Serdang FC pada turnya ke tanah Lhoukseumawe, Sabtu (3/3) kemarin dalam lanjutan Divisi Utama PSSI 2011/2012. Di Stadion Tunas Bangsa, Pro Duta dipaksa menyerah tuan rumah PSLS 0-1. Gol tunggal legiun asing PSLS, Machia Malock di menit 10 memberikan kekalahan perdana klub besutan Roberto Bianchi ini.

Bagi PSLS ini merupakan kemenangan ganda. Pasalnya Machia cs melengserkan Pro Duta dari puncak klasemen. Tiga angka memastikan tim besutan Nasrul Koto menorehkan 21 poin dari delapan laga yang telah dilakoni. Sementara Pro Duta turun ke posisi dua dengan selisih dua angka.
Bahkan Pro Duta harus membayar mahal dengan cederanya empat pemain. Antonio Soldevilla terpaksa dirawat di rumah sakit. Sementara Laakkad, Heri dan Herdiansyah juga menderita cedera.

Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi saat dihubungi Sabtu (3/3) mengatakan timnya tidak mampu keluar dari tekanan tuan rumah di babak pertama dan kesulitan mengembangkan permainan. Ia juga menkritisi kinerja wasit yang dianggapnya memihak tuan rumah.

“Yang pertama kami tidak bermain baik. Sementara mereka (PSLS-red) bermain agresif dan cenderung kasar. Wasit beberapa kali melihat aksi kasar pemain lawan tidak menghentikannya. Para pemain kami yang kebanyakan masih muda bermain canggung. Kami mengakhiri pertandingan dengan satu orang pemain kami masuk rumah sakit dan tiga orang cedera,” ujar pelatih yang akrab disapa Beto itu.

Perubahan strategi di babak kedua sempat membuat Pro Duta tampil lebih baik. Namun terbentur dengan faktor finishing touch yang buruk. “Kami mengambil alih kontrol permainan di babak kedua. Tapi tidak ada gol yang berhasil kami ciptakan,” ujarnya.

Laskar Pase, julukan PSLS-red bermain dominan sejak awal laga. Di hadapan 5000 pendukungnya, skuad besutan Nasrul Koto itu beberapa kali menghadirkan ancaman di depan gawang Yudha yang mengawal jala Pro Duta. Benar saja, tidak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk mencetak gol. Di menit 10 kerjasama apik para pemain PSLS di kotak penalti dikonversi dengan baik Malock menjadi gol.

Sementara itu Pro Duta yang mencoba bangkit dimotori Abdelhadi Laakkad tak mampu menyarangkan gol. Bahkan pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi ini beberapa kali nyaris ricuh.

Pelatih tim PSLS Nasrul Koto mengakui lawannya kali ini cukup ber main baik. Soal keributan yang terjadi di lapangan, Nasrul menyebut hal itu biasa terjadi dalam pertandingan. “Keributan itu biasa terjadi dalam pertandingan Tapi tidak masalah asal kedua tim tetap menjaga sportivitas,” pungkasnya. (mag-18)

Wong Kito Hajar Pesut Mahakam

PALEMBANG-  Laskar Wong Kito Sriwijaya sukses menang di kandang atas Pesut Mahakam –julukan Persisam Samarinda- dengan skor 3-1, pada putaran pertama Liga Super Indonesia 2011-2012, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu sore (03/03).
Baru dua menit pertandingan berlangsung, penyerang Persisam, Jerry Boima Karpeh, dapat menembus lini pertahanan Sriwijaya FC dan melesakkan tendangan ke sisi kiri gawang yang dijaga Ferry Rotinsulu. Namun, bola masih melebar tipis dari tiang gawang.

Aksi individu Rahmat Rivai, pemain depan SFC pada menit ke enam, masih dapat dipatahkan penjaga gawang Persisam, Agung Prasetya, setelah bola yang bergulir keras dari areal kotak penalti tertangkap dengan sempurna.

Pergerakan cepat striker SFC, Siswanto pada menit ke-8, membuat Supriyono menjatuhkannya di kotak terlarang, wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Satu menit berselang, Keith Kayamba Gumbs selaku eksekutor berhasil menjebol gawang Persisam “Pesut Mahakam”. Kedudukan berubah 1-0 untuk “Laskar Wong Kito”.

Penjaga gawang SFC, Ferry Rotinsulu, terpaksa ditandu keluar lapangan pada menit 18, setelah berbenturan kepala dengan rekannya, Ahmad Jufrianto.
Kayamba Gumbs kembali menjebol gawang Persisam setelah memanfaatkan kelengahan penjaga gawang yang mengira offside.
Penyerang asal St Kitts dan Nevis (Amerika Utara) itu, tak perlu bersusah payah untuk menjangkau gawang karena Agus sudah terlanjur meninggalkan gawang. Sriwijaya FC unggul 2-0 atas Persisam hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, permainan menarik masih disuguhkan pemain kedua kesebelasan.
Hilton Moreira dijatuhkan pada area terlarang pada menit 95, wasit pun menunjuk titik putih.

Hilton berhasil menyarangkan bola ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk SFC. Namun, kelengahan SFC dapat dimanfaatkan Cristian Gonzales dengan mencetak gol melalui sundulan keras hingga skor akhir jadi  3-1.

Pelatih Persisam, Hendro Susilo, mengakui pemain kesebelasannya kalah kualitas dari SFC. “Kami memiliki masalah dalam transisi antara menyerang dan bertahan,” kata Hendro Susilo.
Pelatih SFC, Kas Hartadi mengatakan, para pemainnya bermain baik, sehingga mampu menyelesaikan peluang menjadi gol.  (net/jpnn)

PSAP Takluk di Papua

DAFONSOR- Tuan rumah Persidafon Dafonsoro sukses memetik angka penuh di hadapan pendukungnya usai menekuk PSAP Sigli 4-2 di Stadion Barnabas Youwe dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12, Sabtu (3/3).

Tambahan tiga angka mengangkat posisi Persidafon ke peringkat 12 klasemen sementara setelah mengumpulkan 15 poin dari 14 pertandingan. Tim Gabus Sentani menggusur PSMS Medan dan Pelita Jaya Karawang dengan keunggulan satu poin.

Sedangkan kekalahan membuat PSAP tertahan di peringkat 15 dengan koleksi nilai 12 dari 14 laga.

Publik tuan rumah sempat terbungkam di menit ke-27 ketika You Wook Jin berhasil memaksa Wilson Along memungut bola dari jalanya. Namun keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Persidafon berhasil menyamakan kedudukan selang satu menit kemudian lewat gol Eric Bayemi.
Tuan rumah kembali tertinggal saat pertandingan memasuki menit ke-34. Kali ini giliran Sukman Suaib yang membawa PSAP unggul. Skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Permainan Persidafon lebih baik di babak kedua. Hasilnya, Patrick Wanggai berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-67 setelah membobol gawang Fakhrurrazi.

Gol ini melecut motivasi pemain tuan rumah untuk memetik poin penuh. Di menit ke-78, Cristian Warobay berhasil membalikkan keadaan, dan mengubah papan skor menjadi 3-2.

Gol Patrich Wanggai delapan menit sebelum pertandingan berakhir memastikan Persidafon meraih kemenangan 4-2. (net/jpnn)