31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13843

Medan Sunggal Juara Umum MTQ ke-45 Kota Medan 2012

MEDAN-Kecamatan Medan Sunggal keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 Kota Medan tahun 2012, yang berlangsung selama delapan hari di Jalan Amal Lingkungan III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Keberhasilan ini diraih setelah qari dan qariahnya berhasil memperoleh 93 poin. Sedangkan  juara kedua diraih Kecamatan Medan Polonia dengan 73 poin dan Kecamatan Medan Helvetia sebagai  juara ketiga dengan perolehan  22 poin.

Sementara itu Kecamatan Medan Timur  menempati posisi keempat dengan 17 poin dan Kecamatan Medan Kota di tempat kelima dengan raihan 15 poin. Selanjutnya Kecamatan Medan Johor ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-46 Kota Medan tahun 2013.
Acara penutupan yang dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung  ditutup langsung Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Dalam sambutannya, Rahudman berharap pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kota Medan bisa meninggalkan bekas dan pengaruh yang positif bagi pembinaan karakter masyarakat yang tercermin dari meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al Quran.
Pemenang MTQ ke-45 Kota Medan diantaranya adalah Cabang Mujawwad golongan anak-anak (putra) juara I, II dan III, Muhammad Yandri (Medan Sunggal), Zainur Anwar (Medan Labuhan), Abdur Rahim Harahap (Medan Perjuangan). Golongan Putri, Ayu Ratika Putri (Medan Marelan), Silvia Hartanti (Medan Deli), Fathima Muthiah (Medan Kota).

Remaja Putra, juara I, II dan III M Andiko Ananta (Medan Sunggal), Muhammad Alfi Syahri (Medan Perjuangan), dan Hadi Gunawan Tanjung (Medan Johor). Golongan remaja putri Arsi Zahiri (Medan Perjuangan), Sri Wahyuningsih (Medan Sunggal), Imeldawaty Harahap (Medan Helvetia).(adl)

Pengusaha Iklan Bersedia Reklame di Trotoar Dibongkar

MEDAN-Perusahaan periklanan mengapresiasi kebijakan Pemko Medan membongkar papan reklame, yang sudah berakhir masa berlakunya di atas trotoar.
“Kita setuju untuk dibongkar, kalau papan reklame itu berdiri 100 persen di atas trotoar jalan. Sebab itu memang mengganggu pejalan kaki. Tapi kalau papan reklame hanya berdiri di atas 30 hingga 40 persen di trotoar saya kira itu tidak masalah,” kata Direktur PT Star Indonesia, Iskandar, Selasa (13/3).
Dikatakannya, papan reklame harus berdiri di atas trotoar karena di Kota Medan tidak memiliki tempat untuk mendirikan papan reklame. “Trotoar itu kan lebarnya ada satu meter setengah, kalau dipakai setengah meter tentu  tidak akan mengganggu pengguna jalan,” terang Iskandar.

Iskandar menilai, kalaupun papan reklame di tengah trotoar dibongkar jangan hanya papan reklame yang berdiri di trotoar jalan protokol, tapi keseluruhan.

“Kalau memang mau dibongkar jangan setengah-setengah hanya di jalan protokol tapi keseluruhannya kalau memang itu tujuannya untuk kenyamanan pejalan kaki. Ini kan yang mau dibongkar hanya di jalan protokol saja,” papar Iskandar.(adl)

Nias yang Mandiri dan Sejahtera

Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) gelar seminar bertema “Grand Design Pembangunan Kepulauan Nias Menuju Kepulauan Nias yang Mandiri dan Sejahtera” di Hotel Grand Antares Medan Sabtu, (10/3) kemarin.

Seminar yang di gelar Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat Universitas Pembinaan Indonesia (UPMI) dalam rangka membuka wacana percepatan pembangunan hingga rencana pembentukan Provinsi Nias. Turut hadir dalam seminar H Al Umry SH MHum (Dekan Fakultas Hukum UPMI) mewakili Rektor UPMI, Fatibaso Mendrofa, Sekhili Lasa SH (Penasehat KMN kom-UPMI), Zaman Karya Mendrofa (Pembina KMN kom-UPMI) yang juga mewakili Dirut PDAM Tirtanadi dan Fasa”aro Zalukhu (BPH KMN kom-UPMI), seluruh mahasiswa NIAS dan perwakilan KMN dari Universitas Darma Agung, STMIK Budi Darma dan Lembaga Swadaya Masayarakat dengan nara sumber H Ahmad Nasir Hia SH MHum (Dosen Fakultas Hukum UPMI), Dr H Didin Muhafidin MSi (Ketua PPs Ilmu Administrasi UPMI), Drs Sukawafi Zalukhu MM (Asisten I Pemkab. Nias Utara), Faduhusi Daely SPd (Kepala Inspektorat Pemkab. Nias Selatan) dan Ir Agustinus Zega (Kepala Bappeda Pemko Nias).

Dalam sambutan Dekan Fakultas Hukum UPMI H Al Umry SH MHum yang mewakili Rektor UPMI mengatakan pentingnya mempererat kembali rasa kebersamaan dari seluruh mahasiswa UPMI yang ada di Kota Medan dari berbagai Universitas dibawah wadah Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) yang dipelopori Komisariat KMN UPMI demi percepatan pembangunan Kepulauan Nias dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang memiliki potensi dan hasil pertanian sebagai sektor yang berpengaruh,” katanya.

Dalam orasinya Dr H Didin Muhafidin MSi  menyampaikan perlu adanya strategi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menuju pembangunan daerah dalam hal kebijakan pemerintah harus berorientasi utama pada kondisi nyata yang ada di daerah berdasarkan pengamatan dan peran Dewan Perwakilan Daerah sangat penting dalam menunjang percepatan pembangunan,” Katanya.

Narasumber lain H Ahmad Nasir Hia SH MHum mengatakan dalam rangka mewujudkan masyarakat madani dan Good Governance sebagai paradigma dan sistem penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan kepulauan Nias perlu diterapkan prinsip pemberdayaan, pelayanan, transparansi, partisipasi, kemitraan, konsistensi kebijaksanaan dan kepastian hukum,” ungkapnya.

Kepala Inspektorat Pemkab Nias Selatan Faduhusi Daely SPd mewakili Bupati Nias Selatan mengatakan sektor pariwisata bahari  perlu dikembangkan dan dilestarikan sebagai objek wisata bagi wisatawan asing dan pembangunan ekonomi dengan potensi sumber daya alam  harus dipandang sebagai satu kesatuan pada Kepulauan Nias,” katanya. (*)

Kembalikan Kejayaan Sepak bola Indonesia

Indra Sakti Harahap Institute Gelar Seminar Pembinaan Pemain Sepak Bola Usia Dini

Sebagai wujud kepedulian terhadap pembinaan sepak bola, Indra Sakti Harahap Institut (ISHI) bekerjasama dengan Asosiasi Sekolah Sepak bola Indonesia (ASSBI) Sumut, Forum Komunikasi Pelatih Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) dan PT Revell Indonesia menggelar Seminar Pembinaan Pemain Sepak bola Usia Dini di Hotel Royal Perintis, Sabtu (10/3).

SEMINAR sepak bola ini dibuka pimpinan ISHI yang juga Pembina SSB Cikal Garuda dan Ketua ICMI Kota Medan, Indra Sakti Harahap ST MSi. Pembicara dalam seminar ini yakni praktisi kesehatan olahraga dari KONI Jawa Barat dr Chandra W MKes, Mantan Sekretaris Persitas Padang Sidempuan yang juga Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba, Ketua FKPSBSU Legirin, Pengurus ASSBI Sumut Jhoni Rakasiwi.

Indra Sakti Harahap ST MSi mengemukakan, pembinaan pemain sepak bola usia muda berusia 12 tahun melalui SSB diharapkan mampu menjadikan pemain kawakan yang berprestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.

‘’Karenanya ISHI bekerjasama dengan pengurus dan pelatih sepak bola menggelar seminar untuk mengantar adik-adik yang berlatih di SSB menjadi pemain internasional,’’ kata Indra Sakti yang juga Kepala Badan Riset Ketahanan Nasional (BRKN) Sumut tersebut.

Tokoh muda asal Langkat kelahiran 1 Oktober 1970 ini menggambarkan Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 250 juta jiwa belum memiliki kesebelasan yang berprestasi di kancah internasional. ‘’Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua terutama dalam menghasilkan pemain sepak bola berkualitas dari Sumut. Sekolah sepak bola akan menerapkan kurikulum sehingga anak-anak SSB memiliki kelebihan. Konsumsi gizi pemain sepak bola harus mencukupi dan terukur,’’ katanya.

Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sumatera Utara (USU) ini yakin menjadi pemain dan pelatih sepak bola menjanjikan dari segi kesejahteraan. ‘
‘Seminar dan dialog pembinaan sepak bola ini diharapkan tak terhenti sekali ini aja karena olahraga ini begitu memasyarakat dan menjadi karir sepak bola yang tidak lagi disepelekan kalau dibangun dengan baik. Ada pelatih yang melatih 8 bulan, dapat Rp178 Miliar yang melebihi pensiun presiden atau gubernur,’’ katanya.

dr Chandra, dokter kesehatan KONI Jabar mengungkapkan dalam meningkatkan kualitas pemain sepak bola juga harus memperhatikan asupan mineral, vitamin dan gizi. Sebab, lanjut dia, tanpa dukungan mineral, vitamin dan gizi justru membuat gangguan pada tubuh atlet tersebut. Ia menyebut keberadaan mineral seperti Natrium, Kalium, Chlorida, Besi, Calsium dan Zink serta vitamin Thiamin, riboflavin, antioxidants A, C, E, B12 dan D sangat dibutuhkan tubuh.

‘’Nutrisi yang baik untuk meningkatkan kinerja, mengurangi risiko cedera.. Nutrisi tidak baik menyebabkan berat badan turun, kekuatan berkurang, lesu, linu, infeksi pernafasan dan performance turun. Vitamin dan mineral memberikan atlet energi ekstra yang dibutuhkan saat bertanding,’’ jelas Chandra.
Sedangkan Mantan Sekretaris Persitas Padang Sidimpuan yang juga Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba berbagi pengalaman pembinaan sepak bola di kota salak. ‘’Persitas semasa dipimpin Bupati Tapanuli Selatan Nurdin Nasution, orangtua Pangkostrad Letjen AY Nasution, mampu berprestasi,” kenangnya. (*)

Sikap Demokrat Terhadap Kader yang Korup

Oleh:
Jonson BS Rajagukguk SSos SE MAP

Kader partai Demokrat menjadi berita utama semua media massa beberapa hari belakangan ini. Kesaksian Mindo Rosaline Manullang bukan hal yang mengejutkan kita semua. Sejak awal masyarakat sebenarnya sudah tahu siapa dalang dibalik semua persoalan kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games Hambalang di Sumatera Selatan. Ini hanya menguatkan dan mengatakan kepada kita bahwa banyak kader partai Demokrat yang terlibat dalam kasus korupsi di Wsima Atlet Palembang tersebut, proyek PLN, dan masih banyak yang belum terdeteksi lagi.

Bahkan kita mendengar istilah ketua besar, bos besar, apel malang yang merupakan kata sandi tingkat tinggi untuk mengatur proyek yang ada di Departemen dan instansi negara lainnya untuk mengeruk uang negara secara kasar. Kita tidak tahu, apa motif penggasakan uang negara dengan cara permainan yang sangat rapi ini. Kita hanya berasumsi, korupsi lahir dari praktik penggunaan kekuasaan yang salah. Korupsi lahir karena kekuasaan mendukung, dan partai Demokrat membutuhkan amunisi menghadapi pemilu 2014 yang semakin dekat.

Hanya saja, apakah dengan alasan menggunakan dana menghadapi Pemilu 2014 Partai Demokrat harus kehilangan ruh dan fungsi utamanya sebagai parpol pemenang pemilu yang dimenangkan oleh suara rakyat secara langsung? Idealnya, sebagai parpol yang dipercaya rakyat dalam pemilu secara langsung, Demokrat perlu memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat demi terbangunnya pondasi politik yang punya basis nilai dan ideologi di negara ini. Ini tidak, Demokrat justru mendorong secara tidak langsung kepada kader parpol untuk mencari amunisi dan gizi politik menghadapi Pemilu 2014. Adanya sokongan kekuasaan membuat banyak kader partai politik dari Demokrat melakukan berbagai manuver yang sangat licin untuk memuluskan proyek kepada para koleganya yang bisa diajakan untuk kompromi. Sekalipun petinggi partai Demokrat selalu menyangkal hal ini.

Keterlibatan kadernya dalam proyek bermasalah merupakan bukti bahwa Partai Demokrat gagal mengemban amanah untuk memberantas korupsi. Masyarakat pun tahu persis, tidak mungkin kadernya senekat itu jika tidak mendapat sokongan kekuasaan, ketiban kadernya sial dan terperangkap hukum partai lepas tangan dengan berpura-pura memproses kadernya melalui sandiwara hukum. Sandiwara yang hanya menjadi tontonan rakyat sebagai akrobat politik yang sangat tidak mendidik, sangat tidak elegan, membuat rakyat hanya menghela nafas melihat politisi di negara kita yang tidak punya cita-cita, nilai, dan ideologi sedikit pun.

Kondisi ini diketahui oleh rakyat, dan rakyat sudah sangat apatis sehingga mereka membenarkan itu sebagai hal yang wajar dalam dunia politik negara kita. Inilah yang sangat berbahaya ke depan. Apa jadinya sebuah negara jika apatisme masyarakat semakin tinggi? Semua kader parpol tentu harus punya visi yang sama, demokrasi adalah persoalan bagaimana menegakkan kedaulatan rakyat dengan cara mensejahterakan rakyat sebagai amanat UUD 1945.
Tontonan politik yang tidak mendidik ini pun menjadi potensi ancaman bagi hibrida demokrasi di negara ini. Konsep politik menjadi kabur karena tidak punya muatan pendidikan politik yang bagus bagi rakyat. Berbicara politik di negara kita di tingkat masyarakat awam berarti berbicara mengenai manipulasi, ketidakjujuran, saling sikut, uang masuk, saling sikut, saling tekel, semuanya bermuara pada makna yang super negatif.

Di mata masyarakat politik selalu memakan korban dan penuh dengan jurus kotor yang penting tujuannya bisa tercapai. Apakah politik memang seperti itu?

Sudah terlalu lelah kita menjelaskan bahwa politik itu tidak kotor, politik bukan arena tipu menipu, dan politik bukan sarana untuk melakukan tindakan manipulasi. Politik dan politisi harus dibedakan dengan jelas.

Politik secara konsep bukan untuk menipu dan koruptor. Memang watak koruptif politisi kita sangat kental, bahkan tidak pernah lepas dari isu korupsi. Masalah inilah yang dilihat masyarakat sehingga persepsi mengenai politik kembali menjadi salah. Politik secara konsep harus berakhir pada penciptaan keadilan dan kesejahteraan yang riil bagi rakyat. Politik bermuara pada bagaimana menciptakan sebuah tatanan yang bagus dan bernilai bagi rakyat. Maka politik adalah tempat para kaum moralis, dan inilah yang dikemukakan oleh Aristoteles ribuan tahun yang lalu.

Bagaimana seharusnya Partai Demokrat menghadapi kadernya yang banyak terlibat dalam korupsi kekuasaan? Mulai dari Mohammad Nazarudin, Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan masih banyak kader lainnya yang belum terdeteksi oleh publik.

Partai Demokrat sebagai parpol pemenang pemilu tentu harus bertindak tegas kepada kader yang melakukan korupsi melalui jualan kekuasaan sebagai partai penguasa. Inilah momentum yang paling tepat bagi Partai Demokrat kalau ingin masih dipilih oleh rakyat. Partai Demokrat tidak usah merasa malu memproses kadernya melalui hukum yang tegak. Menggiring kader yang bermasalah ke hukum tentu bukan mempermalukan diri sendiri.

Justru masyarakat akan semakin simpati kepada parpol pemenang pemilu ini. Masyarakat saat ini sudah muak dan prihatin melihat politisi kita yang kian lama makin tidak bermoral. Bicara mengenai kepentingan rakyat, rakyat terus dieksploitasi, kenyataannya mereka banyak yang terlibat kasus korupsi. Kader parpol banyak yang mengatur proyek di DPR. Proses legislasi anggaran dimanfaatkan untuk meluluskan apa yang menjadi proyek mereka. Mereka melakukan persekongkolan dengan pengusaha, eksekutif dalam meloloskan proyek melalui lobi dan suap. Uang dimuka kembali menjadi lagu lama dalam memuluskan niatan yang sarat dengan perilaku korup ini.

Seperti pepatah mengatakan, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Berkat kerja keras pegiat antikorupsi, masyarakat, akademisi, LSM segala bentuk korupsi ini tercium oleh publik dan menjadi masalah nasional. Lucunya lagi, Partai Demokrat justru sibuk mempersiapkan agenda untuk perlindungan diri dengan manajemen penyangkalan yang dilakukan oleh mereka. Kader Partai Demokrat melakukan proteksi dengan berbagai dalil, tidak mendukung dan mendorong proses hukum agar kadernya di sidang melalui pengadilan. Padahal, sebagai partai pemenang pemilu yang dipercaya rakyat, Partai Demokrat harus di depan dalam misi pemberantasan korupsi.

Misi pemberantasan korupsi ini mulai hilang karena banyak kader parpol yang bermasalah. Kita tidak tahu, mengapa partai Demokrat yang dipercaya oleh rakyat justru melibatkan diri dalam berbagai kasus korupsi yang melanda negara ini. Apakah memang parpol tidak tahu kadernya banyak terlibat korupsi? Apakah kader seberani itu melakukan tindakan korup jika tidak didukung oleh kekuasaan? Logika yang paling sederhana adalah, tidak mungkin anggota berani macam-macam kalau tidak didukung oleh pimpinan.

Pimpinan yang tegas akan membuat anggotanya takut melakukan hal yang bertentangan dengan hukum. Semoga partai Demokrat mendorong proses hukum pada kadernya sebagai bagian dari pendidikan hukum dan politik di negeri ini, bahwa semua warga negara sama di depan hukum. Jika tidak, partai Demokrat bisa ditinggalkan oleh rakyat pada pemilu 2014. merebut hati rakyat bukan dengan iklan dan pencitraan, tetapi dengan kinerja dan prestasi yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat.(*)

Penulis adalahDosen STIE -STMIK IBBI Medan dan Direktur Eksekutif ELSANEK

Kemenangan Pertama

Inter Milan vs Marseille

MILAN- Kekalahan ditelan Inter Milan pada leg I babak 16 besar Liga Champions kontra Olympique Marseille. Nerazzurri pulang dari markas klub Prancis tersebut dengan kekalahan 0-1.

Tak ayal, kini Inter punya tugas membalikkan kedudukan tersebut saat ganti menjamu Marseille di partai leg II di Giuseppe Meazza, Rabu (14/3)  dinihari WIB, guna mengamankan tiket ke perempatfinal.

Padahal, saat ini Inter Milan tak punya catatan kandang yang cukup bagus. Dari lima laga kandang terakhir di Liga Champions, Reuters mencatat Javier Zanetti cs sudah empat kali menuai kekalahan. Padahal sebelum rentetan buruk itu, Inter melaju mantap dengan tujuh kemenangan kandang beruntun.
Musim ini saja, dari tiga laga kandang di fase grup Inter sudah dua kali kalah, yakni 0-1 dari Trabzonspor dan 1-2 dari CSKA Moskow.

Namun demikian, Inter tak lantas pesimistis. Berharap dukungan dari Internisti di Meazza, seluruh punggawa Inter  Milan yakin lolos ke babak delapan besar.

“Kami yakin bisa membalikkan kedudukan. Kami bermain sangat baik di leg I dan tak pantas kalah. Kami yakin kami bisa menang dengan bantuan suporter kami,” tegas Diego Milito, striker Inter Milan di situs resmi Inter.

Sah-sah saja jika Milito memiliki optimisme yang membuncah seperti itu. Pasalnya, dua hari lalu  La Benneamata meraih kemenangan pertama mereka dalam sepuluh laga terakhir saat menghadapi saat menghadapi Chievo di Verona.

Performa Javier Zanneti dkk memang sedang angin-anginan sepeninggal Jose Mourinho. Di tangan pelatih Claudio Ranieri rapor Inter bisa dianggap merah. Bagaimana tidak, di kompetisi domestik mereka sudah kalah 11 kali dan tercecer di posisi 7 klasemen.

Nah, keadaan inilah yang  coba dimanfaatkan Marseille untuk merebut tiket babak perempat final. Terlebih Marseille, juga punya modal bagus. Mereka bertandang ke kota Milan dengan bekal kemenangan 1-0 di Stade Velodrome tiga minggu lalu. Pastinya mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mempertahankan keunggulan itu, atau bahkan menambahnya selama 90 menit laga dini hari nanti.

Hanya saja, menghadapi Inter Milan di depan pendukung sendiri seharusnya bukan hal mudah bagi Marseille, meski dalam 16 laga terakhir mereka belum tersentuh kekalahan. Soalnya laga mungkin harus dijalani tanpa beberapa pemain pilar.

Sebut saja Mathieu Valbuena dan Alou Diarra yang didera kelelahan, atau Morgan Amalfitano dan Loic Remy yang juga berkutat dengan masalah fisik. Ada juga Andre Ayew yang baru pulih dari cedera bahu. Namun pemain-pemain ini memiliki peluang yang cukup untuk bisa tampil.
Ada pun Inter harus kehilangan Cristian Chivu karena skors, Andrea Ranocchia dan gelandang Ricardo Alvarez karena cedera.
Sebagai refrensi, sejauh ini Inter Milan dan Marseille telah bertemu sebanyak tiga kali. Dari ketiga pertemuan itu, seluruhnya dimenangkan oleh Marseille. Artinya, jika dini hari nanti Inter menundukkan Marseille, maka itu adalah kemenangan pertama mereka atas wakil dari Prancis tadi. (bbs/jpnn)

Masih Bersaing di Liga

KAPTEN Bayern Munchen Philipp Lahm, menegaskan jika timnya masih akan fight mengejar pimpinan klasemen sementara Bundesliga Borussia Dortmund, hingga akhir musim.

Kepercayaan diri meningkat pasca Munchen membantai Hoffenheim 7-1 di Allianz Arena akhir pekan lalu. Di saat bersamaan, Dortmund imbang tanpa gol melawan Augsburg.

Wajar jika Lahm merasa yakin timnya bisa bersaing karena jarak antara kedua tim hanya lima angka.  “Dengan hasil itu (Lawan Hoffenheim), semua pihak berkata bawah laga itu menakjubkan. Kami akan segera kembali memimpin klasemen dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” kata Lahm di Soccerway.

Menyikapi laga itu, Lahm merasa timnya memang layak menang besar. “Di babak pertama kami menang 5-0, dan itu membuat lawan kami menyadari bahwa kami akan bangkit,” lanjutnya. “Intinya kami masih menebar ancaman kepada Dortmund hingga musim ini berakhir,” pungkasnya.
Kemenangan ini pula yang membuat kubu Munchen makin pede ketika akan menjamu Basel. (ful)

Lagi-lagi Bryant-Bynum

LOS ANGELES-Kerja keras Kobe Bryant dan Andre Bynum di ujung pertandingan, sukses membawa LA Lakers meraih kemenangan atas rival abadi mereka, Boston Celtics, 97-94 di Staples Center, Minggu atau Senin  (12/2) dini hari WIB.

Bryant pada malam itu sukses mencetak 26 poin dan 7 assist, sedangkan Bynum sendiri mengumpulkan 20 poin dan 11 rebound.
Kuarter pertama jadi milik Lakers setelah juara NBA 16 kali tersebut menutup kuarter ini dengan 24-12.

Lagi-lagi Cetics harus tunduk dikuarter berikutnya, walau Rajon Rondo dengan fantastis memasukan tembakan tiga angka di buzzer beater, Celtics tetap harus tertinggal 44-42.

Pascajeda pertandingan pun berlangsung ketat, kedua tim silih berganti dalam memimpin perolehan skor pertandingan. Akan tetapi lay up Matt Barnes menutup kuarter ketiga untuk keunggulan tuan rumah 72-70.

Di kuarter terakhir, Lakers yang sempat teringgal 89-94 di sisa 02.41 menit, berhasil bangkit. Diawali oleh fadeaway jump shot Bryant, Lakers kembali mendekatkan keadaan menjadi 93-94 lewat kerja keras Bynum di bawah ring memanfaatkan assist Bryant.

Bryant pun seketika membalikkan keadaan menjadi 95-94 di sisa 41.7 detik lewat jump shot-nya. Seakan tak mau ketinggalan dengan Bryant, Bynum kembali memecah pertahanan Celtics yang digalang Kevin Garnett. Pasukan Mike Brown pun memperbesar keunggulan menjadi 97-94.
Celtics mencoba membalas setelah itu, tapi ketangguhan pertahanan yang diterapkan Mike Brown membuat tamunya tersebut gagal memperpanjang nafas dipertandingan ini. Celtics pun takluk 97-94. (net/jpnn)

Phelps Dekati Waktu Terbaik

COLUMBUS-Perenang AS, Michael Phelps mencatat waktu tercepat kedua di dunia untuk tahun ini saat mengikuti 100 meter gaya bebas di Columbus Grand Prix, Minggu.

Phelps mencatat waktu 48.49 dertik, lebih lambat dari catatan waktu Perenang Australia, James Magnusson (48.05) pada Januari lalu. Di ajang
Columbus Grand Prix ini Phelps meraih tiga emas dari 100 meter gaya bebas, 200 meter bebas dan 200 meter gaya kupu-kupu. “Saya ingin berenang dengan baik di nomor 100 meter dan melihat posisi saqat ini,” kata Phelsp. “Saya bisa membandingkan  posisi saat ini dibandingkan empat tahun lalu menjelang Olimpiade London,” kata Phelps.

Phelps telah meraih 14 medali emas Olimpiade dengan delapan di antaranya diraih di Beijing pada 2008. Ia mengungguli perenang Brasil, Nicolas Oliveira (49.37) sereta Darian Townsend (Afrika Selatan) yang mecatat 49.47 detik. (net/jpnn)

Sudahi Paceklik

Liverpool vs Everton

LIVERPOOL- Penampilan Liverpool pasca jadi juara Carling Cup angin-anginan. Bahkan bisa dibilang parah karena mereka mencatat tiga kekalahan beruntun. Menjamu Everton di Derby Merseyside edisi 217, pasukan Kenny Dalglish mesti segera mengerem catatan buruk itu.

Bagi klub sekelas Liverpool, tiga kali kalah beruntun adalah masalah besar. Dalam kurun waktu 10 tahun, mereka bahkan hanya sekali kalah hingga empat kali berturut. Tentu saja hal itu tak boleh terjadi. Musim 2002-2003, Liverpool pernah sampai empat kali kalah beruntun di liga.

Jika Everton yang sedang sumringah lantaran baru menang atas Tottenham dan baru saja merayakan 10 tahun masa kerja David Moyes, bisa menyandung rival sekotanya itu, maka Liverpool dalam bahaya. Jika itu terjadi, bisa jadi berita besar di Inggris dan akan berpengaruh kepada karir Dalglish di balik kemudi strategi The Reds.

“Kami butuh reaksi bagus saat melawan Everton. Pertandingan ini besar dan kami berharap hasil fantastis di Anfield,” kata kapten tim, Steven Gerrard di situs resmi klub yang dilansir Goal.

“Kami akan mencoba memberikan hasil terbaik bagi penggemar. Memang penampilan kami sedikit buruk akhir-akhir ini, tapi kami akan kembali memberi senyum di wajah para fans,” lanjutnya.

Satu yang pasti, ini merupakan laga tunda yang digelar di pertengahan pekan. Tentu bukan perkara mudah karena dalam hitungan tiga hari kedua tim akan kembali bertanding. Everton akan ditantang Sunderland, sementara Liverpool akan menantang Stoke.

Liverpool kin berada di posisi tujuh dengan 39 poin beda dua poin saja dari Everton yang duduk di peringkat sembilan. Jika sukses menang, posisi Liverpool tentu saja harus direlakan kepada Everton. Tentu hal tabu memberi posisi terbaik kepada rival sekota.

Kubu tamu lebih senang dan percaya diri menghadapi Everton. Kepemimpinan 10 tahun Moyes di Everton plus hadiah kemenangan atas Tottenham di laga seremoni 10 tahun itu, membuat Jelavic dkk makin yakin bisa merepotkan tuan rumah.

Manajer David Moyes merayakan 10 tahun memimpin di Goodison Park dalam gaya dengan kemenangan kandang 1-0 atas tim urutan ketiga Tottenham.
Catatan tandang Everton juga lumayan musim ini dengan empat menang dan empat imbang. Itu bermakna sesuatu bagi The Reds pastinya. (ful)