26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 13843

Tingkatkan Percaya Diri, Wajib Menang Besar

Indonesia vs Filipina

BANDAR SERI BEGAWAN-Timnas U-21 bakal melakoni laga penentuan melawan Filipina di Hasanala Bolkiah Stadium, Brunei, Nanti malam (4/3). Tiga poin wajib didapat oleh timnas agar bisa melenggang ke babak berikutnya.

Para penggawa muda Indonesia bisa menggeser Laos di posisi runner up grup A hanya dengan meraih kemenangan. Pasalnya, saat ini timnas yang berada di peringkat hanya mengumpulkan empat poin, tertinggal dua poin dari Laos.

Andai menang pun, posisi Indonesia masih belum sepenuhnya aman karena Singapura juga bsia menggusur posisinya. Tapi, kemungkinan itu tipis karna Singapura harus menghadapi juara grup, Myanmar, pada saat yang sama. Mereka juga minimal harus menang dengan selisih gol besar jika ingin menembus posisi runner up.

“Kami harus meraih kemenangan. Lebih bagus jika bisa menang besar,” kata pelatih timnas U-21 Widodo Cahyono Putro melalui pesan singkat kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos),  tadi malam (3/3).

Pelatih asal Gresik tersebut menyatakan jika timnya saat ini berada dalam kondisi yang bagus dan semangat yang tinggi. Apalgi, mereka diuntungkan dengan tidak adanya pemain yang absen dalam laga melawan Filipina.

Karena itu, dia cukup optimis tiga poin bisa di dapat oleh anak didiknya. Meski Indonesia lebih diunggulkan, Widodo mengaku tak ingin terlena. Selama dua hari terakhir anak didiknya terus dimatangkan dalam transisi menyerangd an bertahan.

Dia tidak ingin anak didiknya memandang sebelah mata The Azkals, julukan tim Filipina, karena itu bisa mengundang kelengahan pemain. Bahkan, Widodo juga telah mempelajari permainan Filipina setelah sebelumnya sempat menyaksikan pertandingannya.
“Filipi na memang tak pernah memenangkan pertandingan, tapi kami tak boleh meremehkan. Kami juga pelajari pertandingan mereka,” terang pencetak gol terbaik Piala Asia 1996 tersebut.

Widodo menjelaskan bahwa memperbaiki kesalahan anak didiknya tidak mudah.

Karena itu, semalam tim pelatih dan pemain kembali memutar rekaman pertandingan saat dikalahkan Myanmar agar pemain semakin paham dan tidak mengulangi kesalahan tersebut saat bertanding melawan Filipina.

Untuk komposisi pemain, Widodo menegaskan tak akan melakukan perubahan besar. Dia akan tetap mempertahankan komposisi terakhir saat kalah dari Myanmar. Dia menilai jika komposisi tersebut adalah komposisi terbaik.

“Kami yakin dengan komposisi pemain ini,” tutur mantan pelatih Persela tersebut. (aam/jpnn)

PT WRP Multicorpora Diduga Dibakar, Enam Penjarah Ditangkap

BELAWAN – Untuk keenam kalinya PT WRP Multicorpora di Jalan Ilyas Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, kembali diamuk si jago merah. Terakhir, Sabtu (3/3) kemarin. Kobaran api menghanguskan eks pabrik produsen sarung tangan tersebut. Pihak kepolisian menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran dimaksud.

“Penyebab api masih dalam proses lidik, namun kita menduga PT WRP memang sengaja dibakar oleh pihak tertentu agar bisa menjarah,” kata Kasat Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi ketika dihubungi Sumut Pos.

Hamam menambahkan, dalam peristiwa kebakaran di eks pabrik milik asing tersebut polisi juga mengamankan sebanyak enam orang warga yang disinyalir kuat melakukan penjarahan di areal pabrik.

“Keenam tersangka saat ini masih diperiksa penyidik, sedangkan sebelumnya polisi juga pernah mengamankan belasan pria lainnya di sekitar lokasi yang sama,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah ada keterlibat oknum perusahaan dalam peristiwa kebakaran dimaksud, Hamam mengaku pihaknya masih melakukan pengembangan proses penyidikan.”Itu pabrik sudah dalam kondisi pailit, pemiliknya berada di Malaysia. Jadi kasusnya masih diselidiki, ada atau tidak keterkaitan oknum perusahaan. Tapi jelasnya itu sepertinya sengaja dibakar,” terangnya.

Pantauan Sumut Pos di lokasi kejadian, kepulan asap berwarna merah disertai kobaran api kembali muncul dari dalam gudang penyimpanan bahan baku kimia di pabrik tersebut. Api baru dapat dipadamkan setelah 4 unit mobil petugas pemadam kebakaran milik Pemko Medan tiba dilokasi.

Beberapa warga menuturkan, kebakaran itu diketahui setelah munculnya asap berwarna merah disertai nyala api dari gudang penyimpanan bahan kimia. Melihat api kian membesar warga lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada aparat berwajib dan diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.
“Ini mungkin sengaja dibakar, karena kejadian serupa semalam juga terjadi. Mungkin ada orang yang membakarnya, biar besi-besi yang ada di dalam pabrik bisa dijarah. Karena kalau menjelang malam tak ada lagi polisi yang melakukan penjagaan disini,” beber, Armen Lubis.

Menurut dia, PT WRP Multicorpora menjadi ajang penjarahan setelah perusahaan penanam modal asing (PMA) itu dinnyatakan tutup karena tak mampu lagi mengoperasikan pabrik yang memproduksi sarung tangan itu.

“Lihat saja kondisi pabriknya sekarang sudah porak poranda akibat dijarahi. Kalau dulu pabrik ini sangat terkenal dan jumlah pekerjannya sampai ribuan orang, tapi sekarang bangkrut, bahkan banyak karyawan yang di rumahkan tak mendapat pesangon,” ujarnya.(mag-17)

Membunuh karena Cinta Terhadang

MEDAN-Motif pembunuhan terhadap Ferdi Adinata Hasibuan (19) mahasiswa jurusan Agrobisnis, Fakultas Pertanian Uiversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan akhirnya terkuak. Pelaku berinisial AJH (28).

Motifnya, tersangka tidak senang karena hubungan asmaranya  dengan Mariatun br Harahap, bibi korban tidak direstui sehingga pelaku nekad meracuni korban dengan racun ikan . Pelaku pembunuhan, selain AJH sebagai otak pelaku, dibantu oleh dua temannya MTH alias Hunter (20) dan KMH (26), ketiganya warga Desa Situmbaga Kecamatan Holongan, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dalam pemeriksaan di Polsek Percut Seituan, Sabtu (3/3), tersangka mengaku hubungan asmaranya dengan Mariatun br Hasibuan, adik ibu korban Ferdi Adinata Hasibuan, ditentang oleh pihak keluarga korban. Apalagi pelaku berniat hendak mengawini Mariatun. AJH sempat mengancam korban akan menghabisi keluarganya.

Puncaknya, Jumat pekan lalu. AJH bersama dua temannya MTH alias Hunter dan KMH berangkat dari Padang Lawas Utara (Paluta) tujuan Medan untuk bertemu dengan Ferdi Adinata di Medan. Dengan menyewa mobil rental, ketiga pelaku bertemu di SPBU Jalan Pancing Medan Minggu (26/2) malam.
Setelah bertemu dengan korban, ketiga pelaku mengajak Ferdi untuk istirahat di satu café di kawasan Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan. Sebelum menuju café tersebut, ketiga pelaku berhenti di warung untuk membeli minuman jus pokat empat bungkus.

Kemudian, tersangka MTH alias Hunter memasukkan racun ikan ke dalam jus Pokat dan kemudian memberikannya kepada korban. Usai meminum jus pokat bercampur racun tersebut, dalam hitungan detik Ferdi Adinata Hasibuan tewas menggelepar di dalam mobil Xenia tersebut. Selanjutnya, Minggu (29/2) dinihari, mayat korban dicampakkan di areal ladang jagung Pasar V, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Seituan.

Tersangka AJH mengaku sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban sejak berangkat dari Paluta. “Aku dendam karena hubungan asmara dengan bibinya ditentang oleh keluarga korban,” terang AJH.

Sementara itu Kapolsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak didampingi Kanit Reskrim AKP Faidir Chan menjelaskan, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pembunuhan berencana dan penganiayaan hingga menewaskan orang lain.

“Ketiga tersangka terancan hukuman penjara minimal 20 tahun penjara,” sebut Maringan Simanjuntak seraya menambahkan ketiga pelaku ditangkap di Desa Negeri Lama, Kecamatan Panei Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, kemari.

Terkait penangkapan pelaku pembunuhan mahasiwa UMSU ini, Pihak rektorat UMSU memberikan apresiasi terhadap kinerja polisi yang mampu membekuk pelaku. (gus)

Istri Bertubi-tubi Dibacok

MEDAN-Iyus (45) warga Jalan Medan-Binjai KM 16,5 Dusun Aman, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal Deli Serdang kesetanan. Pria pengangguran itu membabi buta membacoki istrinya Suliani alias Rusty (43) hingga kritis.

Informasi yang dihimpun Posmetro (Group Sumut Pos), sebelum kejadian ini, sepasang suami istri yang sudah menikah selama 12 tahun ini memang kerap terlibat cekcok. Diduga pemicu cekcok pasangan yang dikarunia enam anak itu karena faktor ekonomi. Pasalnya Iyus seorang pengangguran sedangkan istri bekerja di sebuah rumah makan di Jalan Medan-Binjai Km-17.

Marfuad (34) adik kandung korban yang pertama kali menemukan Rusty tergeletak bersimbah darah di lantai kamar mandi dengan posisi menyamping tepat disebelah sumur. Marfuad saat itu hendak membuang air kecil.

Ketika membuka pintu kamar mandi, ia terkejut melihat kakak ke empat dari sepuluh bersaudara itu terkapar. Marfuad seketika memanggil empat saudara lainnya. “Saya temukan dia sudah tergeletak di lantai kamar mandi dalam kondisi berdarah-darah, saya sendiri aja gak berani melihatnya, soalnya ngeri kali, gak tahan aku,” bilangnya.

Melihat kondisi Rusty yang sedemikian parah, keluarganya langsung membawa Rusty ke klinik Bidan Muna untuk mendapatkan pertolongan. Klinik Bidan Muna tidak sanggup menangani luka yang diderita Rusty. Alhasil korban diboyong ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Selanjutnya, keluarga Rusty melaporkan kejadian pembacokan itu ke Mapolsekta Medan Sunggal dengan nomor laporan STPL/638/III/SU/Res/Kota Medan/Sek Sunggal.

Dalam pemeriksaan medis, Rusty mengalami luka bacokan pada kepala atas dan belakang, jari telunjuk dan jempol kanan, empat jari pada tangan kiri, luka pada paha kanan, serta luka pada tiga jari kaki kiri.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan mengatakan akan menindaklanjuti laporan pengaduan korban. (cr-3/smg)

Penadah Sawit Curian Ditangkap

BELAWAN- Dua pria diduga pelaku dan penadah buah sawit curian diamankan petugas Polres Pelabuhan Belawan. Tersangka beinisial, S (34) dan B (37) warga Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli. Keduanya ditangkap setelah melakukan pencurian sawit di lahan PTPN II Helvetia dengan menggunakan mobil cold diesel.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi, Sabtu (3/3) kemarin,  kepada Sumut Pos memaparkan, terbongkarnya aksi ninja sawit ini setelah petugas mendapati tersangka, S sedang memindahkan muatan buah sawit ke dalam bak mobil cold diesel yang dibawanya.

“Tersangka diamankan dari lokasi kebun sawit milik PTPN II, dia ditahan atas dasar melakukan pencurian buah sawit,” kata, Hamam.
Dari hasil pengembangan, polisi kembali meringkus tersangka, B diduga kuat sebagai penadah buah sawit curian. “Jadi mobil cold diesel yang digunakan pelaku merupakan milik tersangka penadah barang curian tersebut, dan kini telah kita amankan berikut barang bukti 75 TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit seberat hampir satu ton,” terangnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 362 junto 363 dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.(mag-17)

Gatot Dukung Jamin Ginting Jadi Pahlawan Nasional

MEDAN- Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujonugroho mendukung sepenuhnya Letjend Jamin Ginting menjadi pahlawan nasional dari Sumatera Utara. Hal itu mengingat peran Jamin Ginting pada masa penjajahan sudah dibuktikan lewat kepiawaiannya memimpin di wilayah Sumatera Timur di Kabanjahe, Tanah Karo pada tahun 1945 sampai dengan 1946.

“Pemprovsu sepenuhnya mendukung Letjend Jamin Gintings menjadi Pahlawan Nasional dari Sumut,” katanya saat membuka Seminar Nasional Epos kepahlawanan Letjend Jamin Ginting di Convention Hall Tiara, Medan, Sabtu (3/3).

Gatot menyebutkan, pada kesempatan ini sudah hadir sejumlah tokoh asal Sumut dan peneliti sejarah, hal ini menjadi sebuah dorongan untuk mempercepat Letjend Jamin Ginting menjadi Pahlawan Nasional asal Sumut.

Pada kesempatan itu, dia menyarankan kepada panitia untuk melibatkan kaum muda, sehingga sistem kepemimpinan yang diterapkan oleh Letjend Jamin Ginting sejak memimpin wilayah Sumatera Timur bisa ditiru oleh generasi muda di Sumatera Utara.

Seminar nasional yang dihadiri sejumlah pensiunan pejabat militer, tokoh Sumut, guru besar di USU, peneliti sejarah serta sejumlah anak Letjend Jamin Ginting dan masyarakat perhimpunan keluarga Karo.

Pada kesempatan itu, ada tiga narasumber yang hadir, diantaranya Kolonel (Purn) Ketua DPD LVRI Sumut, H Rino Kusyanto, peneliti sejarah asal USU, DR Suprayitno M Hum dan ahli peneliti utama pada Pusat Penelitian Politik LIPI, DR Aswi Warman Adam.

Rino Kusyanto memaparkan, tentang Letjend Jamin Ginting sebagai pilar kemerdekaan dari Tanah Karo. Pada  tanggal 16 dan 17 Agustus 1947, Djamin Gintings sebagai komandan Resimen I Divisi X dengan dibantu oleh pasukan Selamat Ginting dan pasukan Payung Bangun melakukan penyerbuan terhadap kedudukan Belanda, tujuannya untuk mengusir keberadaan Belanda dari Kabanjahe.

Suprayitno menyebutkan, dari semua apa yang telah dilakukan Letjend Jamin Ginting selama periode revolusi kemerdakaan antara tahun 1947 hingga 1950, tujuannya untuk mempertahankan dan membela kedaulatan Negara. Sebuah epos perjuangan yang dapat dicapai karena prinsip kebersamaan, berani dan tegas, disiplin dan tanpa pamrih.(ril)

Minta T Amir Hamzah Jadi Nama Bandar Udara Kualanamu

Usulan Masyarakat Melayu kepada Gubsu

MASYARAKAT Melayu di Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan nama Tengku Amir Hamzah dijadikan nama bandar udara baru di Kualanamu di Desa Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara.  Usulan itu disampaikan langsung ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujonugroho di kantor Gubernur di Jalan Jendral Sudirman, Medan, kemarin  Dalam usulan nama bandar tersebut langsung disampaikan Sultan Langkat, YM Tuanku Azwar Abdul Jalil Rahmadsyah Al Haj didampingi Sultan Asahan, YM Tuanku Kamal Abraham Abdul Jalil Rahmatsyah Al Haj.

Sedangkan Sultan Deli YM T Hamdy Osman Delikhan Al Haj mendukung dengan mengirimkan surat No 38.7/IM-SD/2012.  Di hadapan Plt Gubsu, Tuanku Azwar Abdul  Jalil Rahmadsyah Al Haj menyampaikan, masyarakat Melayu menyatakan dua poin. Pertama, menetapkan nama Tengku Amir Hamzah untuk ditabalkan sebagai nama bandar udara baru Medan di Desa Beringin, Deli Serdang.

Kemudian, memohon kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Utara, DPRD Sumut menerima usulan penetapan nama Tengku Amir Hamzah sebagai wujud pelestarian sejarah dan budaya Melayu serta penghargaan kepada Pahlawan Nasional yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Dia menyebutkan, selain upaya pengusulan, pihaknya sebagai masyarakat Melayu sudah melakukan sosialisasi dan mengumpulkan dukungan agar Tengku Amir Hamzah menjadi nama bandar udara baru Medan di Kualanamu itu.

Lebih lanjut, dia menegaskan, wilayah Desa Beringin berada di Pesisir Timur, seperti diketahui daerah tersebut merupakan daerah Melayu. Sudah sepantasnya nama Pahlawan Nasional yang merupakan putra terbaik Melayu menjadi nama bandar udara baru Medan.

Untuk mendukung usulan tersebut, dia menyatakan Kesultanan Langkat, Serdang, Deli dan Asahan sudah melakukan sosialisasi sejak tahun 2010.
Puncaknya pada tahun 2011 dilakukan sosialisasi road show di Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Riau, dan finis di laksanakan seminar di Kota Medan. “Sosialisasi sudah dilakukan, dukungan telah diambil. Kami akan menempuh segala cara yang sesuai prosedural dan mendekati pihak-pihak penentu kebijakan nama bandar tersebut,” katanya.

Setelah menerima usulan dari masyarakat Melayu itu, Gatot membeberkan, sesuai proseduralnya, tiga bulan sebelum dioperasikan pada Desember 2012, artinya September 2012 sudah bias disosialisasikan. Artinya bulan September sudah bisa ditetapkan nama bandar udara baru Medan. Sedangkan Pemprovsu sendiri pada Juni 2012 mengusulkannya ke pemerintah pusat khususnya ke Kementrian Perhubungan.

“Penentuan nama Bandar Udara Baru Medan ini ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan, Pemprovsu hanya sebagai pengusul nama bandar tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, tiga bulan sebelum dioperasikan bandar, pihak Kementerian Perhubungan sudah mensosialisikan nama bandar tersebut ke dunia internasional. Sehingga, pada operasinya sudah bisa dikenal khalayak ramai di dunia penerbangan international.
Gatot menyebutkan, Pemprovsu pada dua hari lalu sudah membuat panitia kecil untuk menentukan pengusulan nama bandar udara baru di Kualanamu itu.

Sebelum diusulkan, panitia akan membuat metode khusus untuk pengusulannya bisa dibuat seperti scoring atau melihat banyaknya dukungan.
Tak hanya itu, Gatot menyampaikan, ada empat nama usulan nama bandar udara baru Medan yang telah diterima Pemprovsu, diantaranya Sisingamangaraja, Adam Malik, T Amir Hamzah dan T Rizal Nurdin. “Empat nama itu kami rasa sudah cukup untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Adapun tokoh masyarakat Melayu yang mendukung pengusulan Tengku Amir Hamzar sebagai nama bandar udara baru Medan, Prof Djohar Arifin, Imran Mukhtar, HT Yose Rizal, Asrin Naim, T Dikhansyah Abu S.A, Raudin Purba, Nurhasanah, Syarifudin Siba, Prof Syamsul Arifin SH, Syahrizal Arif SE SH MM, Ok Azhari, Zaidan BS. (ril)

33 TKI dari Jordania Dipulangkan

JAKARTA – Selama ini pemulangan para tenaga kerja Indonesia penata laksana rumah tangga (TKI PLRT) selalu terkendala beberapa hal. Salah satunya izin dari majikan. Namun, pemerintah secara bertahap akhirnya berhasil memulangkan sejumlah TKI PLRT dari Amman, Jordania.

Kemarin (3/3), 13 orang di antara total 33 TKI PLRT yang bermasalah berhasil dipulangkan ke tanah air. “KBRI Amman berhasil memulangkan total 33 WNI TKI yang bermasalah,” ujar Direktur Informasi dan Media Kemenlu P.L.E. Priatna di Jakarta kemarin.

Priatna menuturkan, para TKI PLRT tersebut dipulangkan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilakukan kemarin, memulangkan 13 TKI. Sementara itu, sebelas orang dipulangkan pada gelombang kedua pada hari ini. Gelombang ketiga, sembilan orang, akan tiba pada 5 Maret.
“Sembilan TKI yang bermasalah berhasil dipulangkan dari Amman Senin (5/3) menggunakan jasa penerbangan Emirates Airways EK 904. Rombongan tiba di Jakarta  pukul 21.35,” lanjut Priatna.

Priatna menuturkan, hingga 1 Maret, 332 orang TKI PLRT di penampungan KBRI Amman meminta perlindungan. KBRI Amman dan Kemenlu pun, lanjut dia, terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi TKI di Jordania yang jumlahnya terus bertambah. Menurut dia, kendala utama yang dihadapi oleh KBRI Amman adalah sistem kafalah yang berlaku di Jordania dan di Timur Tengah pada umumnya. Dengan adanya sistem tersebut, imigrasi Jordania akan mengecek pengguna jasa/majikan sebelum memberikan exit permit kepada TKI. Jika majikan tidak memberikan izin karena alasan satu dan lain hal, exit permit tidak akan dikeluarkan sehingga TKI akan tertahan di KBRI.

Umumnya, menurut Priatna, persoalan yang dihadapi KBRI di Timur Tengah adalah banyak pengguna jasa/majikan yang menahan para TKI dengan alasan kontrak belum selesai atau tuduhan pencurian. Karena itu, KBRI dan tim dari Jakarta berulang-ulang mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Jordania untuk mengatasi masalah tersebut. “Pemerintah RI terus mengupayakan proses penyelesaian dan pemulangan TKI di Jordania dan diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, shelter KBRI ditekan seminimal mungkin, bahkan ke arah zero shelter,” jelas Priatna.

Priatna melanjutkan, 200 di antara 332 TKI PLRT yang meminta perlindungan ke KBRI adalah mereka yang datang setelah kebijakan moratorium ke Jordania yang diterapkan pada 29 Juli 2010. Mereka dikirim oleh PPTKIS (pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta) dan individu yang tidak bertanggung jawab.

KBRI Amman mengeluarkan biaya lebih dari Rp3 miliar setiap tahun untuk biaya konsumsi para TKI yang berada di penampungan tersebut.
Sementara itu, sepanjang 2011, KBRI Amman sudah menampung, memulangkan, dan menyelesaikan 599 kasus TKI PLRT. Di antaranya, kasus gaji yang tidak dibayar, penyiksaan, pelecehan seksual, masa kerja melebihi/kurang. (ttg/jpnn)

27 Orang Dilaporkan Tewas

Tornado Sapu Tiga Negara Bagian di AS

CHICAGO – Rangkaian serangan angin tornado dahsyat menghancurkan kota-kota di Amerika Serikat Jumat (2/3) dan menewaskan setidaknya 27 orang. Tercatat, korban tewas terbanyak berasal dari negara bagian Indiana, sementara sisanya berasal Kentucky dan Ohio.Situs berita AFP melaporkan, para petugas penyelamat hari Sabtu (3/3) waktu setempat tampak bekerja keras mengais reruntuhan bangunan untuk mencari korban selamat. Di ketiga negara bagian tersebut, tampak truk dan pohon berserakan dijalan setelah terbawa angin sementara rumah dan bangunan lain hancur berantakan.

Pejabat pemerintahan di Indiana melaporkan 13 orang telah ditemukan meninggal di negara bagian tersebut sampai Jumat malam waktu setempat.  Daerah yang paling parah terkena dampak bencana besar tersebut dilaporkan adalah kota Henryville, Marysville serta Pekin dan New Pekin.

Sementara di Kentucky, Dinas Kesehatan Publik setempat melaporkan total 12 warganya ditemukan tewas setelah setidaknya 13 tornado besar melewati daerah tersebut pada Jumat siang. Dari Ohio yang juga dilaporkan bahwa beberapa tornado mengakibatkan dua orang tewas.

Rangkaian peristiwa tornado dahsyat itu terjadi setelah bencana serupa menimpa enam negara bagian di negara adi daya tersebut hari Selasa (28/2) dan Rabu (29/2) lalu. Kota Harrisburg di negara bagian Illinois mengalami kerusakan paling parah karena dan setidaknya enam warga kota tersebut tewas. Lebih dari 100 orang juga dilaporkan terluka di kota tersebut.

Tornado dahsyat juga menimpa AS tahun 2011 lalu. Sebanyak 545 orang dari berbagai daerah tewas dalam bencana tornado terbesar sejak tahun 1936, dan terbesar ketiga dalam sejarah AS tersebut.(ara/jpnn)

Siswi SMP Tewas Dibunuh

PALEMBANG- Sela Asmarani (15) siswi SMP swasta  di Palembang, warga Jalan Abikusno, RT 38 Rw 07 No 01, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, ditemukan tewas di dalam rumah temannya di Jalan Ki Merogan, Lorong Pendawa, Kecamatan Kertapati, Sabtu (3/3), sekitar pukul 12.30 WIB. Kuat dugaan wanita itu dibunuh karena ditemukan sejumlah luka memar di leher seperti bekas jeratan tali.

Rio (22) kakak korban mengatakan, dirinya mendapat info dari teman korban, jika adiknya meninggal gantung diri. Lalu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat korban terbujur di atas kasur. “Melihat adek saya terbujur di atas kasur, langsung saya bawa ke Rumah Sakit (RS) Bari. Di sanalah saya tahu adek saya telah meninggal, karena jenazahnya masih harum parfumnya,” ucapnya.

Menurut teman sekelas korban, Ira (15), Yanti (15) dan Bunga (15), sebelum kejadian sekitar pukul 07.00 WIB, Sela (panggilan korban) sempat berangkat bareng menuju sekolah di YWKA Kertapati. “Namun di tengah jalan korban berhenti dan bilang, jika dirinya minta dijemput cowoknya Rd (Buron),”kata Ira yang diiyakan Bunga.

Saksi juga mengaku, jika korban memiliki masalah dengan cowoknya, karena HP korban dijual, yang diduga untuk membeli sabu-sabu. Saksi juga mengatakan, korban sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. “Saya sempat dengar juga, korban mengadu jika ada masalah HP nya dijual untuk nyabu. Itu saja yang saya tahu,”ungkanya.

Sementara Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting, melalui Kapolsek Kertapati AKP Sukri Arivai, mengatakan, sekitar pukul 13.00 WIB, pihaknya mendapat informasi korban meninggal dunia. Motif meninggalnya korban, belum tahu pasti. Namun diduga jika secara kasat mata korban telah dibunuh. Apalagi berdasarkan keterangan saksi kunci yang melihat pertama jenazah korban, terlihat adanya keganjilan.

Dugaan sementara apakah dibunuh, dirinya tidak bisa memastikan namun untuk tanda-tanda apalah korban bunuh diri seperti lidah terjulur dan mengeluarkan air seni tidak ditemukan.

“Kita akan memerika para saksi secara inten dan menyelidiki kasus ini guna mengorek peritiwa terjadinya kasus ini. Karena kita menemukan kejanggalan, seperti dari keterangan saksi kunci, korban tergantung kaki keadaan terlipat di atas kursi. Ini bagi kita sangat ganjil, jika korban bunuh diri terlebih tanda-tanda bunuh diri tidak ditemukan,”katanya.

Menurut tetangga sekitar, rumah tersebut sudah dua hari di gembok dan tidak ada orang yang menghuni. Adit, penghuni rumah di TKP mengaku, saat kejadian dirinya tidak ada di TKP. Tahu setelah dikabarin jika korban meninggal di tempat tinggalnya.

“Kejadian ini, sama sekali saya tidak tahu. Karena saya tidak berada di rumah saat itu,”akunya saat dipintai keterangan oleh petugas.
Ditempat yang sama, dokter piket Forensik RSMH Palembang, dr Binsar Silalahi SpF SH saat visum,  mengatakan, dari tanda-tanda jeratan di leher, diduga korban tewas bukan gantung dirinya.

“ Tapi ini masih diduga, karena dilihat dari ikatan yang digunakan sabuk kareka, tidak ada tanda-tanda gantung diri, lekuknya pun tidak dalam, lidah tidak mejulur dan tidak mengeluarkan air seni,”tandanya. (aja/jpnn)